Sabtu, November 21, 2009

Siapakah Kaum Fundamentalis Itu?

Tulisan ini pernah dimuat di edisi-37. Tetapi karena dirasakan sangat dibutuhkan dalam topik edisi ini, maka dikutip ulang.

Kata Fundamental dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi ke-2 tahun 1991, berarti ‘bersifat dasar atau pokok atau mendasar’. Kata tersebut berasal dari kata ‘fundamen’ yang artinya asas, dasar, atau hakikat. Tetapi pada kamus yang sama kata ‘fundamentalis’ diartikannya sebagai “penganut gerakan keagamaan yang bersifat kolot dan reaksioner yang selalu merasa perlu kembali ke ajaran agama yang asli seperti yang tersurat di dalam kitab suci.”

Arti yang diberikan oleh KBBI sebagian benar dan sebagian mengandung unsur bias yang subyektif dari kelompok tertentu. Kata ‘kolot’ dan ‘reaksioner’ itu aspek subyektif yang ditambahkan oleh team editor yang bias dan tidak bijaksana, kecuali jika kitab suci agama tersebut adalah benar-benar kolot.

Sebab dua kata tambahan itu tidak cocok dengan arti kata fundamen dan fundamental yang memiliki arti positif. Padahal tambahan akhiran ‘is’ hanyalah menunjuk kepada orang, tanpa merubah arti dasar katanya. Kalau kata fundamental berarti dasar atau asas, maka fundamentalis tentu berarti orang yang memegang teguh asas atau dasar. Jika tanpa kata-kata bias subyektif tersebut maka arti kata fundamentalis adalah “penganut gerakan keagamaan yang selalu merasa perlu kembali ke ajaran agama yang asli seperti yang tersurat di dalam kitab suci.”

Jika pembaca merenungkan makna kata fundamental, maka gerakan fundamental adalah gerakan yang positif karena menuju ke ajaran agama yang asli seperti yang tersurat di dalam kitab suci. Lalu selanjutnya akankah gerakan fundamental itu membawa kedamaian dan ketentraman bagi masyarakat atau sebaliknya, tentu tergantung pada hakikat kitab suci yang diusung oleh para fundamentalisnya. Jika hakikat kitab suci yang diusung oleh para fundamentalisnya adalah betul-betul berasal dari Allah serta mengajarkan jalan damai, misalnya dilandasi ayat-ayat “kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan,” atau “segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka,” maka semakin fundamental kelompok yang mengusung kitab suci tersebut, pasti mereka akan semakin santun dan cinta damai.

Tetapi sebaliknya jika kitab suci yang diusung kelompok fundamental mengajarkan mereka membunuh setiap orang yang berbeda iman dengan mereka, atau memegang prinsip “tujuan menghalalkan cara”, maka semakin fundamental pengusung kitab suci tersebut pasti akan menghasilkan kengerian dan malapetaka yang semakin dahsyat di tengah-tengah masyarakat.

Pembaca yang bijaksana dan penuh hikmat, Kristen Fundamental adalah kelompok orang yang berjuang dengan segenap jiwa raga untuk mempertahankan keaslian kekristenan sehingga sama persis dengan yang dibawakan Tuhan Yesus dan yang diajarkan serta diimani oleh para rasul.Jikaanda seorang Kristen yang telah dilahirkan kembali dan bersungguh-sungguh ingin menyenangkan hati Tuhan yang telah menyelamatkan anda, dan ada kehausan yang sangat besar terhadap kebenaran yang murni dari Alkitab, maka tidak ada jalan lain selain menjadi seorang Kristen Fundamental.

EFEK DARI SISTEM PENAFSIRAN

Lawan dari fundamentalis adalah kelompok kompromistis atau kelompok ignorance yaitu kelompok yang menganggap tidak perlu terlalu kukuh dalam memegang kebenaran Alkitab. Biasanya kelompok ini disebut kelompok Liberal (bebas) yaitu kelompok yang menafsirkan Alkitab secara bebas atau tidak mau terlalu terikat pada arti literalnya, biasanya alegorikal. Bahkan mereka percaya bahwa Alkitab mengandung banyak kesalahan. Bagi mereka Alkitab itu tak ubahnya sebagaimana catatan-catatan sejarah sekuler atau bahkan lebih buruk dari itu karena sebagian mereka lebih percaya kepada catatan sejarah ketika terjadi ketidakcocokan antara catatan sejarah dengan Alkitab.

Kelompok Fundamental menafsirkan kitab suci mereka secara literal. Itulah yang dimaksud dalam KBBI dengan istilah “kembali kepada dasar”, yaitu kembali pada arti kata secara literal dari kitab suci yang diyakini. Jadi kalau di dalam kitab sucinya menulis membunuh setiap orang kafir, maka itulah yang ingin dijalankan oleh kaum fundamentalnya. Sebaliknya kalau dalam kitab suci tertulis kasihilah musuhmu, maka itulah juga yang ingin dilaksanakan oleh kaum fundamentalnya.

Fundamentalis Kristen adalah kelompok yang menafsirkan Alkitab secara literal, grammatikal, dan historikal. Karena memang hakekat kemurnian iman kekristenan adapada kata-kata Alkitab secara literal. Itulah sebabnya tidak mungkin bagi seseorang untuk menjadi Kristen sejati tanpa menjadi seorang Kristen Fundamental.

Ketika seseorang menolak menjadi Fundamentalis Kristen, itu sama artinya dengan ia menolak menyangkal diri, memikul salibnya dan mengikut Kristus. Betapa tingginya tuntutan Kristus terhadap murid-muridNya ketika Ia meminta kepada setiap yang ingin menjadi muridNya untuk menyangkal diri mereka (Mat.16:24). Kristus menuntut sikap militansi dan fanatisme setiap pengikutNya. Dan yang tidak bersedia menjadi fundamentalis, militan serta fanatik bagi Kristus dipersilakan mengundurkan diri. Menyangkal diri artinya tidak mementingkan tuntutan diri dan memikul salib yang artinya siap menderita hingga mati seperti gurunya. Fanatisme dan militansi murid Yesus sifatnya sama sekali tidak membahayakan siapapun, karena sama sekali tidak boleh menyakiti orang lain. Militansi murid Yesus berbeda total dengan militansi agama-agama lain yang kitab sucinya atau pemimpinnya memerintahkan perbuatan kekerasan terhadap umat agama lain. Seandainya semua manusia di muka bumi menjadi murid Yesus yang militan atau menjadi Kristen Fundamental, maka kondisi di bumi akan segera seperti di Sorga.

Orang-orang yang tidak mengenal pengajaran kekristenan seutuhnya berpikir bahwa jika setiap pengikut Kristus itu harus fundamentalis, militan dan fanatik, maka dunia akan kacau. Tentu saja tidak! Bahkan kebalikannya karena efek samping dari fundamentalis, militan, dan fanatik sebuah agama itu sepenuhnya tergantung pada sifat agama tersebut. Dalam sejarah kekristenan, sejak zaman rasul-rasul, semua pengikut Kristus yang fundamental, militan dan fanatik tidak pernah menyakiti siapapun bahkan tidak menyakiti binatang, melainkan tercatat bahwa merekalah yang menderita aniaya di berbagai negara sepanjang masa.

Dianiaya Bukan Menganiaya

Mereka tidak menyakiti fisik orang berdosa dan sesat melainkan hanya menyatakan kesalahan mereka sesuai Alkitab. Akibatnya mereka dibenci bahkan dianiaya karena orang-orang berdosa dan sesat tidak mau bertobat dari kesalahan mereka. Ketika Fundamentalis Kristen dikatakan sesat, fanatik, militan, dicacimaki, dihujat bahkan dipukul serta disalibkan, mereka hanya tersenyum saja atau bertindak hanya sejauh memberikan argumentasi tentang sikap iman mereka.

Tetapi sejarah mencatat sikap yang berbeda dari penentang-penentang mereka. Penentang mereka tidak bisa dikritik dan biasanya marah bahkan melakukan tindakan penganiayaan terhadap pihak manapun yang berani mengritik mereka. Mereka bagaikan penjahat yang tidak boleh disebut kejahatannya, atau orang berdosa yang tidak mengijinkan tindakan pengungkapan perbuatan dosanya, atau koruptor yang ngamuk karena akan dibuktikan tindakan korupsinya.

Tercatat dalam Alkitab penganiayaan terhadap para rasul oleh orang-orang Yahudi maupun Yunani dan Romawi. Dan tercatat dalam sejarah penganiayaan terhadap kelompok fundamentalis Anabaptist (Waldenses, Donatis, Novatians dll.) oleh umat Roma Katolik, dan penganiayaan pemimpin Protestan terhadap Anabaptis. Bahkan John Bunyan, penulis novel terkenal Perjalanan Seorang Musafir dipenjarakan 12 tahun oleh gereja Anglikan Inggris hanya karena ia berkhotbah menentang baptisan bayi dan baptisan percik serta menentang gereja yang dikawinkan dengan negara.

Tercatat dalam sejarah, sikap Fundamentalis Kristen yang santun dan penuh kasih bahkan terhadap musuh yang menganiaya mereka. Sikap demikian bisa muncul sekalipun pada saat dianiaya adalah karena iman fundamental mereka. Mereka selalu ingat ayat Alkitab yang berbunyi, “janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan melainkan kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan (Rom.12:21). Mereka menafsirkan ayat tersebut secara literal, bahkan menafsirkan ayat “jika seseorang menampar pipi kananmu, berikan juga pipi kirimu” juga secara literal.

Intinya, Kristen Fundamental adalah kelompok Kristen yang memegang teguh bahkan memegang mati Alkitab serta berusaha keras mematuhinya secara literal. Efeknya tentu juga menghasilkan ketaatan yang tinggi terhadap Amanat Agung Tuhan Yesus untuk pergi memberitakan kabar baik kepada semua manusia sambil menyatakan kesalahan dan kebenaran sesuai Alkitab.

Pembaca pasti bisa menebak, kelompok orang yang bagaimanakah yang akan memusuhi Kristen Fundamental. Pertama, tentu kelompok yang tidak mau menerima Yesus sebagai Juruselamat, melainkan yang mau tetap mengandalkan kekuatan kemanusiaannya untuk masuk Sorga. Kedua, kelompok yang telah percaya pada suatu pengajaran, baik pengajaran perdukunan hingga agama modern. Sepatutnya mereka tidak perlu marah, melainkan menguji kebenaran yang disampaikan. Sebab jika Alkitab adalah firman Allah, maka tentu mereka harus meninggalkan kepercayaan mereka jika mereka ingin masuk Sorga. Dan dalam keadaan demikian mereka sama sekali tidak rugi melainkan untung. Yang akan menderita kerugian adalah orang-orang yang menggantungkan kebutuhan hidup mereka pada ajaran agama-agama yang sedang dianut oleh masyarakat di situ.

Orang demikian, karena ada faktor vested-interest tentu tidak lagi bisa menilai pengajaran agama yang bertentangan dengan keyakinannya secara obyektif. Ketiga, adalah orang-orang berdosa, yang hidupnya tidak sesuai dengan sepuluh hukum Tuhan (Kel.20:1 -17), karena tidak rela bertobat, pasti tidak senang terhadap Kristen Fundamental yang tanpa kompromi menegur dosa. Dan yang Keempat, adalah yang paling mengerikan, yaitu sesama Kristen yang berbeda penafsiran. Kelompok ini biasanya karena malu mengakui kesalahan atau penyimpangan pengajaran kekristenannya dari iman fundamental, merasa risih terhadap kumandang pengajaran kekristenan yang fundamental, tidak segan-segan melakukan penganiyaan baik dilakukan pribadi, berkelompok, bahkan meminjam kekuasaan pemerintahan duniawi.

Aneka Penyerangan Terhadap Fundamentalis Kristen

1. Dengan Tuduhan Yang Salah

Mereka membaca Alkitab Perjanjian Lama (PL) dan mendapatkan ayat-ayat yang bersifat kekerasan dan menuduh Kristen Fundamental akan berbuat seperti itu. Padahal Kristen Fundamental yang sungguh-sungguh alkitabiah melihat kitab P.L. sekedar sejarah yang melatarbelakangi peralihan sistem ibadah dari sistem simbolik menjadi ibadah hakekat. Jemaat Tuhan pada masa Perjanjian Baru (PB) adalah proyek Tuhan yang dimunculkan ketika bangsa Israel menolak Anak Daud yang dijanjikan. Kitab PB adalah kebenaran hakekat yang harus dipatuhi oleh Kristen Fundamental sedangkan kitab PL hanyalah sejarah latar belakang tentang peralihan dari keutamaan bangsa Israel menjadi keutamaan jemaat lokal di mata Tuhan.

2. Dengan Berbagai Penyesatan

Pada prinsipnya hanya ada dua kelompok penyesatan dalam tubuh kekristenan; yaitu yang menambahi dan mengurangi Alkitab, dan yang salah menafsirkan Alkitab. Kelompok Ebionit (Kristen yang terpengaruhi Yudaisme) adalah kelompok yang mengurangi Alkitab karena mereka hanya

mengakui kitab PL (dari Kejadian sampai Maleakhi) saja firman Tuhan. Mereka tidak mengakui kitab PB sebagai firman Tuhan. Sedangkan Roma Katolik, Mormon, Christian Science, Kharismatik (Pantekosta, Bethel, Sidang Jemaat Allah dll.), adalah kelompok yang menambahi Alkitab. Singkat kata, gereja apapun yang memiliki extra biblical authority (otoritas di luar Alkitab) adalah menambahi firman Tuhan. Kharismatik Cs menambahi Firman Tuhan secara lisan dengan wahyu dan nubuatan yang turun sesudah kitab Wahyu.

Saksi Yehova, Advent, Calvinis, adalah kelompok yang tidak menambah atau mengurangi Alkitab, tetapi salah menafsirkan Alkitab. Semua ini terjadi bukan karena kebetulan tetapi karena ada kuasa yang lebih besar yang menjadi cause-force atas semua kesalahan yang sangat mendasar itu.

3. Dengan Sikap Terhadap Alkitab

Kelompok Liberal menjadi pendahulu munculnya sikap penghinaan terhadap Alkitab dengan mengatakan bahwa Alkitab penuh salah. Sikap ini menyebabkan Kristen di Eropa kehilangan pegangan. Kalau Alkitab penuh kesalahan, untuk apa diimani, untuk apa dibaca. Eropa berevolusi dari sebuah wilayah yang berkobar-kobar untuk misi menjadi wilayah penghujat Alkitab. Dan kini menurut Frontline orang Islam di Inggris lebih banyak dari orang Methodis. Gedung-gedung gereja dibeli oleh Muslim dan menara salibnya digantikubah bulan bintang. Eropa hari ini dan masa datang yang akan lebih buruk lagi adalah hasil kerja kelompok Liberal yang gilang-gemilang.

Gerakan Injili yang dimulai oleh Harold Ockenga dari Amerika Serikat dengan dukungan Billy Graham melanda dunia sesudah Perang Dunia II. Gerakan kompromistis yang tidak tegas terhadap kebenaran ini telah menghasilkan Kristen tanpa pengertian dan tanpa semangat penginjilan. Penyebabnya adalah karena mereka tidak sungguh-sungguh lahir baru, penyebab tidak sungguh-sungguh lahir baru adalah pengajaran yang tidak tegas.

Kelompok Injili yang abu-abu ini sangat cepat berubah menjadi Liberal atau kharismatik. Di Jakarta, bahkan Indonesia, sulit ditemukan gereja Injili yang tidak terpenetrasi oleh gaya dan konsep kharismatik.

4. Dengan Kuasa Kelompok / Pemerintah

Di dunia sekuler telah tumbuh berbagai asosiasi, baik itu asosiasi perdagangan, profesi bahkan asosiasi pembela hak tertentu. Kalau kita membaca kitab Wahyu 13:11-18 kita dapatkan nubuatan bahwa pada akhir zaman anti-Kristus akan mengendalikan perdagangan sehingga orang tidak bisa menjual dan membeli tanpa mendapat perijinannya. Bagaimanakah cara anti-Kristus mengontrol perdagangan seluruh dunia? Jawabannya dengan kekuasaan organisasi dan pemerintah.

Kalau dibentuk sebuah Asosiasi Pedagang Beras (APB), dan demi menguntungkan pengurus asosiasi lalu mereka menetapkan bahwa semua pedagang beras harus masuk asosiasi APB dan yang tidak masuk akan mereka pencet hingga mati, maka siapapun yang mau beli beras atau jual beras tentu harus seijin APB. Sekalipun anda memegang ijazah kedokteran UI dan lulus dengan Suma-Cumlaude, namun jika tidak berkenan pada IDI, anda tidak bisa survive sebagai seorang dokter profesional.

Kini di berbagai kota didirikan Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) atau mungkin ada kota lain yang memakai nama lain namun intinya sama yaitu semacam asosiasi gereja-gereja. Sebenarnya sudah lama telah ada PGI, PII dll., BKAG hanya tambahan untuk memperketat.

Tidak lama lagi, atau mungkin sudah terjadi, BKAG akan memencet mati gereja-gereja yang tidak sesuai dengan keinginan mereka atau gereja baru yang tidak mereka setujui. Sudah pasti anti-Kristus akan memakai organisasi ini untuk menghalangi pendirian gereja yang alkitabiah. Bisa saja pada saat pertama didirikan tidak bertujuan demikian, tetapi PASTI akan dimanfaatkan anti-Kristus untuk menghalangi bahkan mematikan gereja Kristen Fundamental yang dengan lantang menyerukan kebenaran. Di saat kedatangan Kristus semakin mendekat, intensitas usaha anti-Kristus meningkat. Dalam keadaan demikian, hanya ada dua kemungkinan, seseorang dipakai sebagai alat iblis atau alat Tuhan untuk kebenaran.

5. Memelihara Kambing Hitam Agar Ada Yang Dikambinghitamkan.

Fundamentalis Kristen, yang adalah orang-orang Kristen yang militan untuk kebenaran Alkitab, tentu bukanlah kelompok yang membahagiakan anti-Kristus. Bahkan akhirnya hanya kelompok inilah satu-satunya penghalang tercapainya ambisi anti-kristus. Terutama ketika manusia di dunia semakin kehilangan akal sehat. Lihatkah anda dimana teroris diperlakukan sebagai pahlawan? Yang menjarah rumah orang disebut korban kerusuhan? Yang merampok orang dibela habis-habisan? Banyak hal yang dulu tidak masuk akal, kini diusung tinggi-tinggi.

Lucifer pasti berpikir keras untuk menghancurkan Kristen Fundamental yang selalu lantang menyerukan Injil yang benar tanpa kompromi. Yesus Kristus adalah satu-satunya Juruselamat, tidak ada seorang pun bisa masuk Sorga tanpa Yesus Kristus. Dan Alkitab adalah satu-satunya firman Allah. Terminologi absolut demikian tidak disukai orang, bahkan juga Kristen kompromistis. Yang disukai manusia zaman pluralisme ini adalah terminologi relatif, misalnya Yesus salah satu Juruselamat, Alkitab salah satu firman Allah.

Kelihatannya, agar Fundamental Kristen bisa dikambinghitamkan, anti-Kristus perlu memelihara kambing hitam. Ia menggerakkan suatu kelompok Fundamental untuk melakukan tindakan yang drastis dan dahsyat misalnya membunuh secara membabi buta, dan sesudahnya ia akan menciptakan kondisi pengecaman bahkan tindakan drastis dan dahsyat juga terhadap semua kelompok Fundamental secara babi-buta. Seluruh kelompok Fundamental akan dilabel sebagai kelompok yang berbahaya bagi perdamaian. Sekalipun Fundamental Kristen adalah kelompok yang PALING santun di muka bumi ini, ia tetap akan dilihat sebagai yang membahayakan karena sesungguhnya inilah tujuannya. Kesuksesannya melabel semua Fundamentalis, akan menyebabkan Fundamental Kristen tidak berkutik bahkan dihindari atau kalau bisa dihabiskan dengan kuasa pemerintah. Dan pada saat skenario yang terbaca ini terjadi, tidak ada lagi kelompok tersisa yang menyuarakan Injil yang benar lagi. Saya berdoa, dan kelihatannya Tuhan akan menjawab, kiranya

Tuhan datang sebelum skenario anti-Kristus ini dijalankan hingga akhir. Sesungguhnya tidak ada zona netral, seseorang harus memilih berdiri di pihak Kristus yang asli atau pihak Kristus palsu. Untuk itu ia harus berpikir keras dalam menguji (I Tes 5:21).

Kalau Seseorang Menentang Fundamentalis Kristen, Apakah Alasannya, Dan Apakah Motivasinya? Bukankah Setiap Orang Kristen Harus Menjadi Murid Tuhan Yang Serius? Bukankah Menjadi Murid Yang Serius Sama Artinya Dengan Menjadi Seorang Kristen Yang Fundamental? ***

Sumber: PEDANG ROH Edisi 45 Tahun XI Oktober-November-Desember 2005

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar