Doakan dan Hadirilah
COMING SOON
Debat TERBUKA
VS 
Calvinisme vs Kristen Fundamental

Tema: Calvinisme, Apakah Alkitabiah?
sesi 1 : Unconditional Election (= Pemilihan yang tidak bersyarat).

Artikel Rohani menarik, Isu Teologi, Cinta, Humor dan perenungan. Fundamental-Baptist-Independent-Alkitabiah, Dispensational in theology, Pre-Tribulational Rapture Pre-millennial, Textus Receptus and Masoretic Text (traditional-text based), Baptism by immersion, Six-day literal creation, Literal and Grammatical and Historical in hermeneutics
VS 


IOANES RAKHMAT : Budi Asali : Saya tidak berusaha membuat ajaran saya masuk akal, khususnya akal dari orang yang tidak menghargai otoritas Kitab Suci. Saya hanya peduli apakah ajaran saya sesuai dengan Kitab Suci / Firman Tuhan atau tidak. Saya juga tidak peduli kalau ada orang-orang sesat, nabi-nabi palsu, yang menganggap saya berpikiran sempit karena saya mempercayai dan mengajarkan ajaran yang sesuai dengan Kitab Suci / Firman Tuhan. Saya memberikan banyak ayat Kitab Suci yang secara sangat jelas mendukung ajaran saya tentang Yesus sebagai satu-satunya jalan ke surga seperti Yoh 14:6 Kis 4:12 1Yoh 5:11-12 Yoh 8:24 Wah 21:8 dsb, sehingga kalau anda tidak menerima ini, dan bahkan mungkin menganggapnya menggelikan, anda memang sama sekali tidak peduli Kitab Suci, dan menganggapnya menggelikan! Dan saya memang tahu orang liberal seperti anda memang demikian. Tetapi ingat bahwa pada akhir zaman Kitab Suci / Firman Tuhan yang tidak anda percayai itu akan menghakimi anda.
Yoh 12:48 - “Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataanKu, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman”.
PDT. BUDI ASALI : Tanggapan saya:
Anda paranormal yang bodoh, menebak-nebak tetapi salah. Saya percaya tubuh kebangkitan itu memang tubuh, tetapi sebetulnya tidak membutuhkan makan ataupun minum. Kalau Ia makan setelah Kebangkitan, itu hanya untuk menunjukkan bahwa Ia betul-betul tubuh, bukan roh.
Luk 24:36-43 - “(36) Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: ‘Damai sejahtera bagi kamu!’ (37) Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. (38) Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: ‘Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? (39) Lihatlah tanganKu dan kakiKu: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada padaKu.’ (40) Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kakiNya kepada mereka. (41) Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: ‘Adakah padamu makanan di sini?’ (42) Lalu mereka memberikan kepadaNya sepotong ikan goreng. (43) Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka”.
IOANES RAKHMAT : Budi Asali : Memang, tetapi perintah dalam Mat 10:5-6 ini hanyalah perintah sementara, yang dibatalkan dengan adanya perintah dalam Mat 28:19-20 itu. Bahkan sebelum itu, yaitu dalam Luk 22, sudah kelihatan bahwa perintah dalam Mat 10:5-6 itu sudah dibatalkan.Bdk. Luk 22:35-36 - “(35) Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?" (36) Jawab mereka: ‘Suatupun tidak.’ KataNya kepada mereka: ‘Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang”.
2) Mari kita perhatikan Mat 10:5-6 itu, bahkan sampai ay 15nya. Mat 10:5-15 - “(5) Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: ‘Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, (6) melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. (7) Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. (8) Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. (9) Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.
IOANES RAKHMAT : Thanks untuk jawaban anda, saya akan segera menanggapinya namun ada titipan dari teman saya (Tong) buat anda :
Budi Asali :
Mat 28:19nya hanya mengatakan ‘dalam nama dari Bapa, dan dari Anak, dan dari Roh Kudus’. Sekalipun ini memang dipakai sebagai salah satu dasar Kitab Suci dari doktrin Allah Tritunggal, tetapi ini belum bisa disebut sebagai rumusan / formula tentang Allah Tritunggal. Disamping itu, Yesus adalah Allah sendiri, lalu apanya yang aneh kalau Ia mengajarkan apa yang pada saat itu belum ada? ITU PASTI SUDAH ADA DALAM PIKIRAN ALLAH. Betul-betul lucu kalau ini dijadikan bukti bahwa ay 19 itu bukan kata-kata Yesus, tetapi penambahan oleh Matius.
Tong:
Hahaha... pak Budi perhatikan yang saya beri kapital dan garis bawah, pak Budi hebat lho bisa membaca pikiran Allah, boleh tahu pak kesimpulan itu tahu dari mana? boleh nebak-nebak ya?
Perdebatan via internet antara Dr. Ioanes Rakhmat, sang Teolog Liberal yang mengaku Kristen dengan Pdt. Budi Asali, M. Div dari GKRI Golgotha.
IOANES RAKHMAT : Anda menulis : Perintah Yesus untuk menjadikan semua bangsa murid Yesus (Mat 28:19-20) menunjukkan bahwa: a) Yesus memang adalah satu-satunya jalan ke surga. Kalau memang Yesus bukan satu-satunya jalan keselamatan, untuk apa ada perintah untuk memberitakan Injil / membawa semua orang untuk datang kepada Yesus? b) Orang yang tidak pernah mendengar tentang Yesus juga akan binasa / masuk neraka! Kalau orang yang tidak pernah mendengar Injil bisa masuk surga, maka untuk apa kita diperintahkan untuk memberitakan Injil? Bahwa kita diperintahkan untuk memberitakan Injil dan menjadikan semua bangsa murid Yesus, jelas menunjukkan bahwa orang yang tidak pernah mendengar Injil juga pasti tidak bisa selamat. Pandangan ini didukung oleh beberapa bagian Kitab Suci yang lain seperti: Ro 2:12a – Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat. Dalam jaman Perjanjian Lama, orang di luar Israel / Yahudi yang tidak pernah mempunyai hukum Taurat, dikatakan binasa tanpa hukum Taurat. Analoginya, dalam jaman Perjanjian Baru, orang yang tidak pernah mendengar Injil, akan binasa tanpa Injil! Ro 10:13-14 – Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepadaNya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakanNya?. Text ini membentuk suatu rantai. Orang yang berseru kepada nama Tuhan akan selamat, tetapi ia tidak akan bisa berseru kepada nama Tuhan kalau ia tidak percaya kepada Tuhan. Dan ia tidak akan bisa percaya kepada Tuhan kalau ia tidak perneh mendengar tentang Dia. Dan ia tidak akan bisa mendengar tentang Dia, kalau tidak ada yang memberitakan Injil kepadaNya. Jadi, kalau tidak ada orang yang memberitakan Injil kepadanya, ia tidak bisa mendengar tentang Dia, sehingga tidak percaya kepadaNya, sehingga tidak bisa berseru kepadaNya, sehingga tidak bisa diselamatkan. Dengan demikian jelaslah bahwa orang yang tidak diinjili / tidak pernah mendengar tentang Yesus, pasti tidak selamat. Fakta Kitab Suci inilah yang mendasari pengutusan misionaris ke tempat-tempat yang belum pernah dijangkau Injil. Yeh 3:18 – Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! – dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. Sesuatu hal lain yang perlu diingat adalah bahwa dalam rasul-rasul melaksanakan perintah ini, mereka memberitakan Injil kepada orang-orang yang sudah beragama sekalipun (agama Yahudi). Dan bagaimanapun mereka diancam untuk tidak memberitakan Injil,