Tampilkan postingan dengan label Teologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, Februari 21, 2012

111 Apologet Kristen



Get to know 111 Christian apologists. Most are current. Some are dead. A couple are very old. Some are not popular. They range from world-class philosophers and thinkers to internet and radio apologists. But all have made an impact with their works and ministries. They are in alphabetical order. (This is not a top 111, and theologians and church fathers have been left out.)
1. Kerby Anderson - VP of International Society of Christian Apologetics.
3. Greg Bahnsen - the late great presuppositional apologist. Debated Gordon Stein.
4. Andy Bannister - London School of Theology / Oxford Centre for Christian apologetics.
5. Francis Beckwith - noted philosopher and apologist, especially in the area of ethics.
6. Ken Boa - relational evangelism, discipleship, apologetics.
7. Darrell Bock - Research Professor of NT Studies at Dallas Theological Seminary.
8. Joe Boot - apologist, educator, author and pastor.
9. Robert Bowman - noted apologetics and theology teacher (Biola)
10. Justin Brierley - host of Unbelievable? on Premier Christian Radio, UK.

Selasa, Januari 31, 2012

Top 100 Theology Blogs


Christian Collegges - For students of religion, you’ll find a variety of blogs online devoted to it. Among these, you’ll find blogs about politics, history, writings, and more, all of which are represented here. Follow this list of top notch theology blogs to gain a deeper understanding of religious studies.

General Theology
These blogs cover anything and everything theology.
  1. Two Powers in Heaven: Two Powers in Heaven discusses an ancient Jewish theology that believes there were two holy powers in heaven.
  2. azcoyote: Get thoughts from a theologian through this blog.
  3. Euangelion: Euangelion discusses New Testament studies, Christian origins, following Jesus, and more.
  4. Narrative and Ontology: Here you’ll find Old Testament theology and a big picture look at Christianity and religion.
  5. Experimental Theology: Visit Experimental Theology, and you’ll find writings on God and religious truth.

Jumat, Desember 24, 2010

BUKU DAN PENULISNYA

Pada 6 Nopember 2010 penulis diundang untuk membedah buku ‘Alkitab Edisi Studi’ dalam acara Christian Books & Gifts Fair 2010. Pagi itu disusul pembicara lain yang akan membedah buku karya Martin Harun, profesor STF Driyarkara. Sebelum acara dimulai romo Harun minta izin untuk keluar mengantar serombongan umat Katolik yang meminta dibimbing dalam mencari buku-buku. Penulis bertanya-tanya ‘mengapa umat sampai minta bimbingan seorang romo?

Ternyata tidak terlalu lama setelah mulai, romo Harun dan rombongan tadi sudah kembali mengikuti bedah buku. Ini dapat dimaklumi bahwa menghadapi begitu banyak buku sekalipun dijual oleh toko-toko buku berlabel ‘Kristen’ oleh lebih dari 20 penerbit itu, memang seseorang tidak bisa harus memilih diantara spektrum buku yang begitu luas antara yang meneguhkan iman Alkitabiah dan yang memutar-balik ayat-ayat Alkitab sampai yang menebar keragu-raguan.


Senin, Desember 20, 2010

Theological Modernism Disproven But Not Dead

Since the nineteenth century, multitudes of people have assumed that the Bible has been discredited by modern science and by the “higher criticism” of theological modernism.

In his biography of Charles Darwin, Jacques Barzun repeats this myth,

“The cosmogony of Genesis was swamped under an avalanche of contrary geological facts” (Darwin, Marx, Wagner, p. 66).

In fact, it was not an avalanche of scientific facts that swamped the Bible; it was an avalanche of myths based upon evolutionary assumptions.

Yet countless people have given up their faith in the Bible because they ASSUMED that it was discredited.

Charles Templeton is an example. He was once the preaching partner of Billy Graham, but he became an atheist after being convinced that science had discredited the Bible. He wrote the following to Graham,

Sabtu, Desember 18, 2010

JESUS SEMINAR

Jesus Seminar dimulai tahun 1985 dan berlangsung dalam lingkungan terbatas, namun karena simpulannya yang kontroversial banyak diliput media massa baik TV, majalah, maupun surat kabar, Jesus Seminar menjadi dikenal umum dalam waktu singkat.

Jesus Seminar diselenggarakan atas sponsor Westar Institute di Amerika untuk menggugat Yesus Sejarah, tepatnya dimaksudkan untuk mencari “ucapan dan perbuatan Yesus yang autentik”. JS diketuai pendirinya Robert W. Funk, profesor Montana University dan pendiri lainnya John Dominic Crossan, rahib Katolik Roma Irlandia yang terpaksa melepaskan kerahibannya karena pandangannya yang kontroversial atas Alkitab, dan kemudian mengajar di De Paul University, Chicago.

Laporan lengkap mengenai hasil penelitian telah dibukukan dalam dua buah buku, a.l. The Search for the Authentic Words of Jesus, The Five Gospels, What Did Jesus Really Say? (1993, buku ini memuat terjemahan karya gnostik Injil Thomas sebagai injil kelima), dan disusul The Acts of Jesus: What Did Jesus Really Do? (1998). Pada bagian depan buku pertama, sebenarnya arah dari napas seminar sudah dapat dilihat.


Selasa, November 11, 2008

KEMURTADAN PRIBADI

"Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup." (Ibr 3:12)

Kemurtadan (Yun. apostasia) dipakai dua kali dalam PB sebagai kata benda (.Kis 21:21; 2 Tes 2:3) dan di dalam .Ibr 3:12 dalam bentuk kata kerja (Yun. _aphistemi_; dalam versi lain diterjemahkan sebagai "berbalik dari"). Istilah Yunani ini ditegaskan sebagai tindakan meninggalkan, berkhianat, memberontak, mengundurkan diri atau berbalik meninggalkan sesuatu yang dahulu diikuti.

1) Menjadi murtad berarti memutuskan hubungan keselamatan dengan Kristus atau mengundurkan diri dari persekutuan yang sangat penting dengan Dia dan iman yang sejati kepada-Nya

Dengan demikian kemurtadan pribadi hanya dapat terjadi pada seseorang yang sebelumnya sudah mengalami keselamatan, kelahiran baru, dan pembaharuan melalui Roh Kudus (bd. .Luk 8:13; Ibr 6:4-5); kemurtadan bukan sekedar tindakan menyangkal doktrin PB oleh mereka yang belum diselamatkan di dalam jemaat. Kemurtadan mungkin meliputi dua aspek yang berbeda namun berhubungan:

( a) kemurtadan teologis, yaitu: menolak semua atau sebagian dari ajaran asli Kristus dan para rasul (.1Tim 4:1; 2Tim 4:3), dan

( b) kemurtadan moral, yaitu: seseorang yang sebelumnya percaya kini tidak lagi tinggal di dalam Kristus dan sebagai gantinya memperbudak dirinya kepada dosa dan kebejatan lagi (.Yes 29:13; Mat 23:25-28; .Rom 6:15-23; 8:6-13).

2) Alkitab memberikan peringatan yang mendesak mengenai kemurtadan, dengan tujuan mengingatkan kita agar waspada terhadap bahaya meninggalkan kesatuan kita dengan Kristus dan mendorong kita untuk bertekun di dalam iman dan ketaatan. Maksud ilahi dari ayat-ayat peringatan ini jangan dilemahkan dengan pernyataan, "peringatan- peringatan ini bersifat sungguh-sungguh, tetapi kemungkinan terjadi kemurtadan secara aktual tidak ada." Sebaliknya, kita harus memandang peringatan-peringatan ini sebagai mengacu kepada realitas masa percobaan kita sehingga kita harus betul-betul memperhatikannya jikalau kita ingin mencapai keselamatan pada akhirnya. Beberapa ayat PB yang berisi peringatan adalah: .Mat 24:4-5,11-13; Yoh 15:1-6; .Kis 11:21-23; 14:21-22; 1Kor 15:1- 2; Kol 1:21-23; 1Tim 4:1,16; .1Tim 6:10-12; 2Tim 4:2-5; Ibr 2:1-3; 3:6- 8,12-14; 6:4-6; .Yak 5:19-20; 2Pet 1:8- 11; 1Yoh 2:23-25.

3) Contoh-contoh kemurtadan yang sesungguhnya terjadi terdapat dalam .Kel 32:1-35; 2Raj 17:7-23; Mazm 106:1-48; Yes 1:2-4; Yer 2:1-9; .Kis 1:25; Gal 5:4; 1Tim 1:18-20; 2Pet 2:1,15,20-22; Yud 1:4,11-13; mengenai kemurtadan yang dinubuatkan akan terjadi di dalam gereja pada akhir zaman ini.

4) Langkah-langkah yang menuju kepada kemurtadan adalah sebagai berikut:

( a) Orang-orang percaya, melalui ketidakpercayaan, tidak memperhatikan dengan sungguh-sungguh kebenaran, nasihat, peringatan, janji, dan ajaran Firman Allah (.Mr 1:15; Luk 8:13; Yoh 5:44,47; .Yoh 8:46).

( b) Ketika kenyataan-kenyataan dunia ini menjadi semakin nyata dibandingkan dengan kenyataan-kenyataan Kerajaan Allah yang sorgawi, orang-orang percaya secara berangsur-angsur berhenti menghampiri Allah melalui Kristus (.Ibr 4:16; 7:19,25; 11:6).

( c) Melalui kelicikan dosa, orang percaya itu makin toleran terhadap dosa dalam kehidupan mereka sendiri (.1Kor 6:9-10; Ef 5:5; .Ibr 3:13). Mereka tidak lagi mengasihi keadilan atau membenci kefasikan ( "Ibr 1:9").

( d) Karena degil hati (.Ibr 3:8,13) serta menolak jalan Allah ( .Ibr 3:10), orang-orang percaya ini berkali-kali mengabaikan suara dan teguran Roh Kudus (.Ef 4:30; 1Tes 5:19-22).

( e) Roh Kudus didukakan (.Ef 4:30; bd. .Ibr 3:7-8) dan api-Nya dipadamkan (.1Tes 5:19), bait-Nya dirusak (.1Kor 3:16). Karena itu akhirnya Ia meninggalkan orang yang dahulu percaya ( .Hak 16:20; Mazm 51:13; Rom 8:13; 1Kor 3:16-17; Ibr 3:14).

5) Jikalau kemurtadan berjalan terus tanpa dikendalikan, orang-orang percaya itu mungkin akhirnya mencapai titik di mana mereka tidak mendapat kesempatan lagi untuk kembali kepada Tuhan.

( a) Mereka yang pernah mengalami keselamatan namun kemudian dengan sengaja dan terus-menerus mengeraskan hati terhadap suara Roh (.Ibr 3:7-19), terus berbuat dosa dengan sengaja (.Ibr 10:26), serta menolak untuk bertobat dan kembali kepada Allah mungkin akan mencapai titik di mana mereka tidak bisa berbalik lagi sehingga tidak mungkin bertobat dan menerima keselamatan lagi (Ibr 6:4-6;"Ul 29:18"-21;"1Sam 2:25";."Ams 29:1").

Kesabaran Allah ada batasnya (lih. 1Sam 3:11-14; Mat 12:31-32; .2Tes 2:9-11; Ibr 10:26-29,31; 1Yoh 5:16).

( b) Titik di mana orang tidak bisa bertobat lagi ini tidak dapat ditentukan sebelumnya. Oleh karena itu, satu-satunya pengaman untuk tidak terjerumus ke dalam kemurtadan akhir ditemukan dalam nasihat, "Pada hari ini jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu" (.Ibr 3:7-8,15; 4:7)

6) Haruslah ditekankan bahwa sekalipun kemurtadan merupakan bahaya bagi semua orang percaya yang mulai hanyut dari iman (.Ibr 2:1-3) dan undur dari Allah (.Ibr 6:6), perbuatan itu tidak akan menjadi lengkap jikalau orang yang bersangkutan tidak dengan sengaja dan terus-menerus berbuat dosa terhadap suara Roh Kudus

("Mat 12:31" mengenai dosa terhadap Roh Kudus).

7) Mereka yang menjauhkan diri dari Allah karena hati yang tidak percaya (.Ibr 3:12) mungkin berpikir bahwa diri mereka masih Kristen namun ketidakacuhan mereka terhadap tuntutan-tuntutan Kristus dan Roh Kudus serta peringatan- peringatan Alkitab menunjukkan keadaan yang sebaliknya. Karena kemungkinan penipuan diri ini ada, Paulus mendesak agar semua orang yang mengaku diri sudah diselamatkan untuk "uji ... dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak dalam iman. Selidikilah dirimu"( "2Kor 13:5").

8) Mereka yang sungguh-sungguh mempunyai perhatian terhadap keadaan rohani dan hati mereka ingin berbalik kepada Allah dalam pertobatan memiliki bukti yang pasti bahwa mereka tidak melakukan kemurtadan yang tidak bisa diampuni. Alkitab dengan jelas menandaskan bahwa Allah tidak ingin seorang pun binasa ( .2Pet 3:9; bd. .Yes 1:18-19; 55:6-7) dan menyatakan bahwa Allah akan menerima kembali semua orang yang pernah mengalami kasih karunia yang menyelamatkan jikalau mereka bertobat dan kembali kepada-Nya (bd. .Gal 5:4 dengan .Gal 4:19; 1Kor 5:1-5 dengan .2Kor 2:5-11; juga lih. .Luk 15:11-24; Rom 11:20-23; .Yak 5:19-20; Wahy 3:14- 20; perhatikan contoh Petrus, .Mat 16:16; .Mat 26:74-75; Yoh 21:15-22).

( dari cd SABDA 3.0)

10 ALASAN UNTUK MEMPERCAYAI KRISTUS LEBIH DARI PADA AGAMA

1. Kristus adalah Seseorang untuk Dikenal dan Dipercayai

2. Agama adalah sesuatu untuk Dipercayai dan Dilakukan
3. Agama tidak Mengubah Hati
4. Agama Merumitkan yang Sederhana
5. Agama Lebih Mementingkan Persetujuan Manusia daripada Perkenanan Allah
6. Agama Menjadikan Kita Orang-Orang Munafik
7. Agama Menjadikan Hidup Lebih Sulit Lagi
8. Agama Menjadikan Kita Mudah Menipu Diri Kita Sendiri
9. Agama Menyembunyikan Kunci Pengetahuan
10. Agama Menyesatkan Para Pengikutnya


1. KRISTUS ADALAH SESEORANG UNTUK DIKENAL DAN DIPERCAYAI

Kristus lebih dari sekedar suatu sistem, tradisi, atau kepercayaan. Dia adalah
satu Pribadi yang mengetahui kebutuhan-kebutuhan kita, merasakan penderitaan
kita, dan bersimpati dengan kelemahan kita. Bila kita percaya kepadaNya, Dia
mengampuni dosa kita, menjadi perantara bagi kita, dan membawa kita kepada
BapaNya. Dia menangis untuk kita, mati untuk kita, dan bangkit dari kematian
untuk membuktikan bahwa Dia adalah sesuai dengan apa yang Dia klaim tentang
DiriNya. Dengan menaklukkan kematian, Dia menunjukkan bahwa Ia mampu
menyelamatkan kita dari dosa-dosa, hidup melalui diri kita dalam dunia ini, dan
kemudian dengan aman membawa kita ke surga. Ia memberi diriNya sebagai suatu
anugerah bagi siapa saja yang mau percaya kepadaNya. (.Yoh 20:24-31)

2. AGAMA ADALAH SESUATU UNTUK DIPERCAYAI DAN DILAKUKAN

Agama adalah mempercayai Allah, menghadiri kebaktian-kebaktian, mengikuti
katekisasi, dibaptis, dan menerima Perjamuan Kudus. Agama adalah tradisi,
ritual, upacara, dan mempelajari perbedaan antara benar dan salah. Agama adalah
membaca dan menghafal Kitab Suci, memanjatkan doa-doa, memberi kepada orang
miskin, dan merayakan hari-hari besar agamawi. Agama adalah menyanyi dalam
paduan suara, menolong orang miskin, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan masa
lalu. Agama adalah sesuatu yang dipraktekkan oleh orang-orang Farisi, para
pemimpin rohani yang cinta Kitab Suci, konservatif, separatis, dan yang cukup
membenci Kristus sehingga mereka menuntut kematianNya. Mereka membenci-Nya bukan hanya karena Ia melanggar tradisi mereka demi menolong orang banyak,
(.Mat 15:1-9) tetapi karena melalui agama mereka Ia melihat ke dalam hati mereka.

3. AGAMA TIDAK MENGUBAH HATI

Yesus mengibaratkan orang-orang Farisi yang religius seperti sekelompok pencuci
piring yang membersihkan bagian luar sebuah cawan namun membiarkan bagian dalam
tetap kotor. Ia berkata, "Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar
dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan. Hai
orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang
menjadikan bagian dalam?". (.Luk 11:39-40) Yesus tahu bahwa
seseorang dapat mengubah penampilannya tanpa mengubah tingkah lakunya.
(.Mat 23:1-3) Ia tahu bahwa prestasi dan upacara religius tidak
dapat mengubah hati. Ia memberi tahu salah seorang yang paling religius pada
zaman-Nya bahwa kecuali seseorang ‘dilahirkan kembali’ oleh Roh Kudus, ia tidak
dapat melihat kerajaan Allah. (.Yoh 3:3) Namun sampai saat ini,
banyak orang yang paling religius pun terus melupakan bahwa agama memang dapat
merapikan penampilan luar, tetapi hanya Kristus yang dapat mengubah hati.

4. AGAMA MERUMITKAN YANG SEDERHANA

Yesus berbicara kepada ahli-ahli agama yang sangat mengutamakan hal-hal sepele,
"Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan
dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan
dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan."
(.Luk 11:42) Yesus melihat kecenderungan kita untuk membuat aturan-aturan
dan berfokus pada tingkah laku yang "benar secara moral," tetapi tidak
memperhatikan hal yang lebih besar tentang mengapa kita berusaha menjadi benar.
Sementara orang-orang Farisi memiliki banyak pengetahuan berikut kesimpulan-kesimpulan logisnya, mereka lupa bahwa Allah tidak peduli seberapa banyak yang kita ketahui sampai Ia tahu seberapa banyak hati kita peduli orang lain. Pertanyaan "mengapa" yang lebih penting inilah yang dipikirkan rasul Paulus ketika ia menulis,
"Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa
malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang
berkumandang dan canang yang gemerincing... dan sekalipun aku membagi-bagikan
segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi
jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku,".
(.1Ko 13:1, 3)

5. AGAMA LEBIH MEMENTINGKAN PERSETUJUAN MANUSIA DARI PADA PERKENANAN ALLAH

Yesus menyimpan kritik-Nya yang paling tajam bagi orang-orang religius yang
menggunakan reputasi rohani mereka untuk mendapatkan perhatian dan kehormatan.
Terhadap mereka ini Yesus berkata, "Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi,
sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima
penghormatan di pasar,". (.Luk 11:43) Kemudian, kepada murid-murid-Nya,
Ia berbicara tentang orang-orang Farisi, "Semua pekerjaan yang mereka lakukan
hanya dimaksud supaya dilihat orang,". (.Mat 23:5) Yesus melihat
dengan jelas ke dalam praktek agama yang menganggap pendapat dan perhatian dari
manusia lebih penting dan lebih disukai dari pada perkenanan Allah.

6. AGAMA MENJADIKAN KITA ORANG-ORANG MUNAFIK

Yesus berkata, "Celakalah kamu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi! Sebab
kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di
atasnya, tidak mengetahuinya." (.Luk 11:44) Apakah yang kelihatan
lebih baik dari pada berpakaian rapi, menghadiri kebaktian-kebaktian, dan
melakukan hal-hal yang menandakan bahwa kita adalah orang-orang yang saleh dan
takut akan Allah? Tetapi berapa banyak ahli agama, pendeta, dan penganut agama
yang setia yang sedikit pun tidak menunjukkan penghormatan dan dorongan untuk
istri-istri mereka, perhatian bagi anak-anak mereka, dan kasih kepada orang-orang
yang berbeda kepercayaan? Yesus mengetahui apa yang seringkali kita lupakan: Apa
yang kelihatan baik mungkin memiliki akar yang jahat.

7. AGAMA MENJADIKAN HIDUP LEBIH SULIT LAGI

Karena tidak dapat mengubah hati, agama berusaha mengontrol orang dengan
hukum-hukum dan tuntutan-tuntutan yang bahkan tidak dijalankan oleh para ahli
agama yang menafsirkan dan menjabarkan aturan-aturan tersebut. Dengan memikirkan
"faktor beban" inilah, Yesus berkata, "Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli
Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi
kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jaripun,". (.Luk 11:46)
Agama sangat baik di dalam menjabarkan standar-standar tingkah laku dan
hubungan-hubungan yang benar, tetapi sangat tidak berdaya dalam memberikan
pertolongan yang dibutuhkan dan penuh belas-kasihan bagi mereka yang menyadari
bahwa mereka belum hidup sesuai dengan tuntutan-tuntutan tersebut.

8. AGAMA MENJADIKAN KITA MUDAH MENIPU DIRI KITA SENDIRI

Secara bergurau sering dikatakan, "Saya mencintai umat manusia. Orang-oranglah
yang membuat saya tidak tahan." Orang-orang Farisi bertindak berdasarkan
pemikiran yang serupa, tetapi hal itu sungguh tidak lucu. Menurut Yesus, orang-orang
Farisi menyombongkan diri mereka di dalam menghormati dan membangun monumen-monumen
para nabi. Ironisnya, ketika mereka bertemu dengan seorang nabi yang
sesungguhnya, mereka justru mau membunuhnya. Barclay mengatakan, "Satu-satunya
nabi yang mereka kagumi adalah nabi yang sudah mati; ketika mereka bertemu
seorang nabi yang hidup, mereka berusaha membunuh-Nya. Mereka menghormati para
nabi yang sudah mati dengan membangun kuburan dan monumen, tetapi mereka
menghina yang masih hidup dengan penganiayaan dan kematian." Inilah yang
dimaksud Yesus dalam .Luk 11:47-51 dan .Mat 23:29-32.
Orang-orang Farisi telah menipu diri mereka sendiri. Mereka tidak menganggap
diri mereka sebagai pembunuh para nabi. Ahli-ahli agama tidak melihat diri
mereka sebagai orang yang menolak Allah.

9. AGAMA MENYEMBUNYIKAN KUNCI PENGETAHUAN

Salah satu bahaya terbesar dari agama adalah menjadikan kita berbahaya bukan
hanya bagi diri kita sendiri melainkan juga bagi orang lain. Kepada para ahli
Alkitab yang sangat religius pada zaman-Nya Yesus berkata, "Celakalah kamu, hai
ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri
tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi,".
(.Luk 11:52) Ahli-ahli agama mengambil "kunci pengetahuan" dengan
mengalihkan perhatian orang dari Firman Allah dan dari ketulusan hati dengan
tambahan tradisi-tradisi dan tuntutan-tuntutan yang sepele tetapi yang dianut
secara fanatik. Bukannya memimpin orang kepada Allah, mereka malah mengubah
fokus umatnya kepada diri mereka dan aturan-aturan mereka sendiri. Ahli-ahli
agama demikian adalah orang-orang yang yakin bahwa kepercayaan dan karya agama
mereka dapat menggantikan apa yang sesungguhnya hanya dapat dilakukan oleh
Kristus.

10. AGAMA MENYESATKAN PARA PENGIKUTNYA

Dalam .Mat 23:15 Yesus berkata, "Celakalah kamu, hai ahli-ahli
Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu
mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja
menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang
neraka, yang dua kali lebih jahat daripada kamu sendiri." Orang-orang yang
bertobat kepada suatu agama berada dalam bahaya ganda. Mereka memiliki
antusiasme ganda untuk menjalani cara hidup mereka yang baru, dan dengan
semangat besar mereka secara membabi buta membela guru-guru mereka yang juga
buta. Mereka mempercayakan diri kepada orang-orang yang telah mengganti
kehidupan, pengampunan, dan hubungan dengan Juruselamat yang tak terbatas,
dengan suatu sistim aturan dan tradisi. Dalam arti tertentu, agama itu penting,
(.Yak 1:26-27) yaitu jika ia mengarahkan kita kepada Kristus yang
mati bagi dosa-dosa kita dan yang sekarang memberi diri-Nya untuk hidup melalui
mereka yang percaya kepada-Nya. (.Gal 2:20; Tit 3:5)

ANDA TIDAK SENDIRIAN Bila Anda belum meyakini Kristus sebagaimana Dia
menyatakan diriNya. Namun ingatlah bahwa Ia menjanjikan pertolongan Allah bagi
mereka yang bertanya dengan tulus. Ia berkata, "Barangsiapa mau melakukan
kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku
berkata-kata dari diriKu sendiri,". (.Yoh 7:17) Di sini Yesus
mengingatkan bahwa kita melihat banyak hal bukan hanya sesuai dengan apa adanya
mereka, tetapi sesuai dengan subyektifitas kita.

Jika Anda memang menyadari perlunya beriman kepada Kristus, ingatlah bahwa
Alkitab berkata kepada keluarga Allah, "Sebab karena kasih karunia kamu
diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu
bukan hasil pekerjaanmu, jangan ada orang yang memegahkan diri,". (.Efe 2:8, 9)
Keselamatan yang ditawarkan Kristus bukanlah upah untuk usaha religius kita,
tetapi suatu anugerah bagi mereka yang percaya kepada-Nya.

© 2000-2004 RBC Ministries Asia, Ltd. (cd SABDA 3.0)

GURU-GURU PALSU

"Sebab Mesias-Mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan." (Mrk 13:22)

GAMBARAN

Orang percaya dewasa ini harus menyadari bahwa di dalam gereja-gereja masa kini mungkin sekali ada pekerja Firman Allah yang sikap dan hidupnya sama dengan guru-guru bejat yang mengajarkan Taurat Allah pada zaman Yesus (.Mat 24:11,24). Yesus mengingatkan bahwa tidak semua orang yang mengaku percaya pada Kristus adalah orang yang sungguh-sungguh percaya, demikian pula tidak semua penulis Kristen, utusan gerejani, gembala sidang, penginjil, pengajar, penatua, dan pekerja gereja benar-benar menjadi hamba Allah.

1) Secara lahiriah para rohaniwan ini "tampak benar di mata orang" ( .Mat 23:28). Mereka datang "dengan menyamar seperti domba" ( .Mat 7:15). Mungkin saja mereka melandaskan berita mereka atas Firman Allah dan menyatakan standar tinggi yang benar. Mereka mungkin kelihatan sangat memperhatikan pekerjaan dan Kerajaan Allah dan memperlihatkan perhatian besar terhadap keselamatan jiwa-jiwa yang terhilang sambil mengaku bahwa mereka mengasihi orang banyak. Mereka mungkin tampak sebagai hamba Allah yang sungguh-sungguh, pemimpin rohani yang patut dihargai, dan diurapi oleh Roh Kudus. Mereka bahkan kelihatan sangat berhasil dan banyak orang mengikut mereka (Mat 24:11,24; 2 Kor 11:13-15, Mat 7:21-23]

2) Sekalipun demikian, orang-orang ini sangat mirip dengan nabi palsu dalam PL (Ul 13:3; 1Raj 18:40; Neh 6:12;Yer 14:14; Hos 4:15] dan orang Farisi dalam PB. Di dalam kehidupan mereka yang sesungguhnya, yaitu yang tidak tampak kepada umum, mereka dipenuhi "rampasan dan kerakusan" ( .Mat 23:25), "penuh tulang belulang dan berbagai jenis kotoran" ( .Mat 23:27), "penuh kemunafikan dan kedurjanaan" (.Mat 23:28). Kehidupan mereka di balik pintu yang terkunci menyangkut hal-hal seperti hawa nafsu, kebejatan, perzinahan, kerakusan, dan kegemaran yang memusat pada diri sendiri.

3) Penipu lihai ini memperoleh kedudukan yang berpengaruh di dalam gereja melalui dua cara.

( a) Beberapa guru/pengkhotbah palsu mengawali pelayanan mereka dengan kesungguhan hati, kebenaran, kemurnian, dan iman yang sungguh-sungguh kepada Kristus. Kemudian karena kesombongan dan keinginan mereka yang tak bermoral, kasih dan pengabdian mereka kepada Kristus semakin memudar. Sebagai akibatnya, hubungan mereka terputus dengan Kerajaan Allah (.1Kor 6:9-10; Gal 5:19-21; .Ef 5:5-6) sehingga mereka menjadi sarana Iblis sementara masih menyamar sebagai pelayan kebenaran (lih. .2Kor 11:15).

( b) Guru-guru/pengkhotbah palsu lainnya tidak pernah sungguh-sungguh percaya kepada Kristus. Iblis telah menanamkan mereka di dalam gereja sejak awal pelayanan mereka (.Mat 13:24-28,36-43) sambil menggunakan kecakapan dan karisma mereka serta membantu dalam keberhasilan mereka. Siasat Iblis ialah menempatkan mereka dalam kedudukan yang berpengaruh di dalam gereja agar mereka dapat merusak pekerjaan Kristus. Iblis mengetahui bahwa pada saat perbuatan mereka ketahuan, Injil dan nama Kristus akan sangat dipermalukan.

CARA-CARA MENGUJI.

Empat belas kali dalam kitab-kitab Injil, Yesus mengingatkan murid-Nya agar waspada terhadap pemimpin-pemimpin yang akan menyesatkan (.Mat 7:15; 16:6,11; 24:4,24; Mr 4:24; 8:15; 12:38-40; 13:5; .Luk 12:1; 17:23; 20:46; 21:8). Di tempat lain orang percaya dinasihati untuk menguji pengajar, pengkhotbah, dan pemimpin di dalam gereja (.1Tes 5:21; 1Yoh 4:1). Langkah-langkah berikut ini dapat dipergunakan untuk menguji guru palsu atau nabi palsu.

1) Perhatikan watak mereka. Adakah mereka itu berdoa dengan tekun serta mengabdi kepada Allah dengan tulus dan sungguh-sungguh? Apakah mereka sudah menyatakan buah Roh (.Gal 5:22-23), mengasihi orang berdosa (.Yoh 3:16), membenci kefasikan dan mengasihi kebenaran (Ibr 1:9] serta gigih menentang dosa (.Mat 23:1-39; Luk 3:18-20)?

2) Perhatikan motivasi mereka. Pemimpin Kristen yang sejati akan berusaha melakukan empat hal:

( a) menghormati Kristus (.2Kor 8:23; Fili 1:20);

( b) memimpin gereja kepada pengudusan (.Kis 26:18; 1Kor 6:18; .2Kor 6:16-18);

( c) menyelamatkan orang yang terhilang (.1Kor 9:19-22); dan

( d) memberitakan serta mempertahankan Injil Kristus dan ajaran para rasul (Fil 1:16; Yud 1:3]

3) Ujilah buah dalam kehidupan dan berita. Buah atau hasil pelayanan pekerja palsu ini sering kali terdiri atas orang bertobat yang tidak sepenuhnya menyerah kepada segenap Firman Allah (Mat 7:16]

4) Perhatikan tingkat ketergantungan pada Alkitab. Ujian ini sangat menentukan. Apakah mereka percaya dan mengajar bahwa penulisan asli dari PL dan PB sepenuhnya diilhami oleh Allah sehingga kita harus tunduk kepada seluruh ajarannya (.2Yoh 1:9-11;

Jika tidak, dapat dipastikan bahwa baik mereka maupun berita yang mereka sampaikan tidak berasal dari Allah.

5) Akhirnya, ujilah kejujuran mereka berkenaan dengan uang Tuhan. Apakah mereka menolak untuk mengambil banyak uang untuk diri mereka, mengatur semua keuangan dengan jujur dan penuh tanggung jawab, dan berusaha memajukan pekerjaan Tuhan dengan cara-cara yang sesuai dengan standar PB untuk para pemimpin (1Tim 3:3; 6:9-10)? Haruslah disadari bahwa kendatipun segala usaha orang percaya yang setia dalam menilai kehidupan dan berita seseorang, akan ada guru-guru palsu di dalam gereja, yang dengan bantuan Iblis, tetap tidak diketahui hingga tiba saatnya Allah memutuskan untuk menyingkapkan keadaan mereka yang sesungguhnya.

(cd SABDA 3.0)


10 ALASAN UNTUK MEMPERCAYAI KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN

1. Ketidakadilan dalam Kehidupan

2. Keindahan dan Keseimbangan

3. Pengalaman-Pengalaman Menjelang Ajal
4. Suatu Tempat di Dalam Hati
5. Kepercayaan yang Universal
6. Allah yang Kekal
7. Nubuat-Nubuat Perjanjian Lama
8. Perkataan-Perkataan Kristus
9. Kebangkitan Kristus
10. Akibat-Akibat Praktis


1. KETIDAKADILAN DALAM KEHIDUPAN

Kita akan sulit percaya bahwa kehidupan ini benar-benar baik jika di balik
kuburan tidak ada apa-apa lagi sebagai kompensasi bagi masalah-masalah
ketidakadilan. Sementara sebagian orang kelihatannya ditakdirkan untuk
kebahagiaan, yang lainnya dilahirkan di dalam keadaan yang mengerikan. Jika kita
yakin tidak ada suatu apapun yang dapat menyeimbangkan ketidak-setaraan
pembagian penderitaan, maka banyak orang punya alasan untuk mengutuk hari
kelahiran mereka karena kehidupan sengsara yang mereka terima. (.Ayu 3:1-3)
Kita bisa menyetujui Raja Salomo, ketika pada suatu masa yang kelam dalam
kehidupannya, berkata, "Lagi aku melihat segala penindasan yang terjadi di bawah
matahari, dan lihatlah, air mata orang-orang yang ditindas dan tak ada yang
menghibur mereka, karena di fihak orang-orang yang menindas ada kekuasaan. Oleh
sebab itu aku menganggap orang-orang mati, yang sudah lama meninggal, lebih
bahagia dari pada orang-orang hidup, yang sekarang masih hidup. Tetapi yang
lebih bahagia dari pada kedua-duanya itu kuanggap orang yang belum ada, yang
belum melihat perbuatan jahat, yang terjadi di bawah matahari," (.Pen 4:1-3).

2. KEINDAHAN DAN KESEIMBANGAN

Ada banyak hal dalam kehidupan ini yang kelihatannya tidak sesuai dengan
masalah-masalah ketidakadilan dan penderitaan. Untuk segala sesuatu yang
menyakitkan dan tidak adil, ada keindahan dan keseimbangan. Untuk saat-saat
penuh ketakutan dan kekerasan, ada saat-saat penuh keharmonisan dan kedamaian.
Sementara tubuh-tubuh yang dimakan usia menyerah pada rasa sakit dan kelemahan,
anak-anak dan binatang-binatang muda dengan gembira bermain tanpa beban.
Kesenian manusia, dalam segala keagungannya, menyaingi burung-burung yang
beterbangan dan menyanyikan nyanyian pagi. Setiap saat matahari tenggelam dan
terbit memberikan suatu jawaban bagi kebutuhan alam untuk istirahat dan
pemulihan. Malam-malam gelap dan musim dingin yang beku datang dengan kesadaran
bahwa "semua ini juga akan berlalu." Jika tidak ada apapun di balik kuburan,
pola alam yang indah ini sama sekali tidak lengkap.

3. PENGALAMAN-PENGALAMAN MENJELANG AJAL

Bukti klinis tentang kehidupan setelah kematian bersifat subyektif dan dapat
dipertanyakan. Seringkali kita sulit menilai arti dari "pengalaman-pengalaman di
luar tubuh," misalnya, bertemu dengan sinar terang, terowongan panjang, atau
malaikat penuntun. Juga sulit untuk mengetahui bagaimana harus menanggapi mereka
yang berbicara tentang penglihatan-penglihatan tentang surga atau neraka ketika
mereka menjelang ajal. Apa yang kita ketahui adalah bahwa ada cukup banyak
pengalaman seperti ini untuk menciptakan suatu perpustakaan yang lumayan besar
untuk memuat topik ini. Secara keseluruhan, kumpulan dari bukti-bukti ini
menunjukkan bahwa ketika mendekati ajal, banyak orang yang merasakan mereka
bukan sedang menuju kepada akhir dari keberadaan mereka melainkan kepada awal
dari suatu perjalanan yang lain.

4. SUATU TEMPAT DI DALAM HATI

Hati manusia merindukan lebih dari apa yang dapat ditawarkan oleh kehidupan ini.
Setiap kita mengalami apa yang disebut oleh Raja Salomo sebagai "kekekalan di
dalam hati (kita)," (.Pen 3:11). Sekalipun sulit memahami maksud
Salomo, jelas bahwa ia sedang menunjuk pada kerinduan yang tak terhindarkan pada
sesuatu yang tidak dapat dipenuhi oleh dunia ini. Hal itu adalah suatu
kekosongan jiwa yang juga tidak dapat dihindari oleh Salomo. Untuk sesaat, ia
berusaha mengisi kekosongan batin tersebut dengan pekerjaan, alkohol, dan tawa.
Ia mencoba untuk memuaskan rasa rindu itu dengan filsafat, musik, dan hubungan
seksual. Tetapi kekecewaannya kian bertambah. Hanya ketika ia kembali pada
kepercayaan adanya penghakiman akhir dan kehidupan sesudah kematian, dia dapat
menemukan sesuatu yang cukup besar untuk memuaskan rasa rindunya pada makna
kehidupan (.Pen 12:14).

5. KEPERCAYAAN YANG UNIVERSAL

Sementara sebagian orang percaya pada ketidak-mungkinan mengetahui adanya
kehidupan sesudah kematian, kepercayaan kepada kekekalan adalah suatu fenomena
yang universal. Dari piramida-piramida Mesir sampai munculnya pemikiran Gerakan
Zaman Baru, orang dari segala zaman dan tempat telah percaya bahwa jiwa manusia
tetap hidup setelah kematian. Jika tidak ada kesadaran atau tawa atau penyesalan
di balik kubur, maka kehidupan telah membohongi hampir setiap orang dari Firaun
dari Mesir sampai Yesus dari Nazaret.

6. ALLAH YANG KEKAL

Alkitab mengajarkan bahwa Allah adalah sumber kekekalan. Sifat-sifat-Nya adalah
abadi. Alkitab yang sama memberitahu kita bahwa Allah menciptakan kita menurut
citra-Nya, dan bahwa rencana-Nya adalah untuk membawa anak-anak-Nya untuk masuk
ke dalam rumah-Nya yang kekal. Kitab Suci ini juga mengajarkan bahwa kematian
terjadi dalam kehidupan manusia karena nenek-moyang kita, yakni Adam dan Hawa,
telah melanggar larangan Allah. (.Kej 3:1-19) Implikasinya adalah
jika Allah membiarkan umat manusia hidup selamanya dalam kondisi memberontak
kepada Allah, kita akan memiliki kesempatan yang tak habis-habisnya untuk
mengembangkan diri menjadi ciptaan yang angkuh dan egois. Tetapi sebaliknya,
Allah mulai menyingkapkan suatu rencana yang pada akhirnya akan menghasilkan
pulangnya orang-orang ke rumah Allah yang kekal, yakni orang-orang yang memilih
hidup damai dengan Allah. (.Maz 90:1; Yoh 14:1-3)

7. NUBUAT-NUBUAT PERJANJIAN LAMA

Sebagian orang berargumentasi bahwa kekekalan adalah suatu pemikiran Perjanjian
Baru. Tetapi Daniel, seorang nabi Perjanjian Lama, telah berbicara tentang suatu
hari di mana mereka yang mati akan dibangkitkan, sebagian untuk mendapat hidup
kekal, dan sebagian lagi untuk mendapat kehinaan kekal. (.Dan 12:1-3)
Seorang penulis Mazmur juga berbicara tentang kehidupan setelah kematian. Dalam
.Maz 73, seorang bernama Asaf menggambarkan bagaimana ia hampir
kehilangan imannya kepada Allah ketika ia memikirkan orang fasik yang mengalami
kemujuran sementara orang benar menderita. Tetapi kemudian ia berkata bahwa ia
masuk ke dalam tempat kudus Allah. Dari perspektif ibadah, ia tiba-tiba melihat
orang fasik berdiri pada tempat yang licin dari kefanaan mereka. Dengan
pemahaman yang baru, ia mengakui, "Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan
kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan. Siapa gerangan ada padaku di
sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun
dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah
selama-lamanya,". (.Maz 73:24-26)

8. PERKATAAN-PERKATAAN KRISTUS

Sedikit orang yang akan menuduh Yesus sebagai orang jahat atau seorang guru
palsu. Bahkan orang-orang atheis dan orang-orang beragama non-Kristen pun
biasanya menyebut Yesus dengan hormat dan kagum. Tetapi Yesus tidak berpura-pura
atau menyembunyikan kenyataan adanya kelanjutan hidup setelah kematian. Ia
berkata, "Janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi
yang tidak berkuasa membunuh jiwa; tetapi takutlah terutama kepada Dia yang
berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka,". (.Mat 10:28)
Yesus menjanjikan Firdaus kepada penyamun yang bertobat yang hampir mati di
sisi-Nya. Tetapi Ia juga menggunakan Lembah Hinom, suatu tempat pembuangan
sampah yang menjijikkan di luar Yerusalem, sebagai suatu simbol tentang apa yang
menanti mereka yang tidak mempedulikan penghakiman Allah. Menurut Yesus,
menghadapi kenyataan kehidupan setelah kematian adalah hal yang paling penting
dalam hidup. Misalnya, Ia berkata, jika sebelah mata menghalangi Anda dari
Allah, Anda memiliki alasan untuk membuang mata tersebut. "... lebih baik engkau
masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua
dicampakkan ke dalam neraka,". (.Mar 9:47)

9. KEBANGKITAN KRISTUS

Tidak ada bukti yang lebih besar tentang adanya kehidupan setelah kematian dari
pada kebangkitan Yesus Kristus. Perjanjian Lama menubuatkan seorang Mesias yang
akan mengalahkan dosa dan yang mati bagi umat-Nya. (.Yes 53; Dan 9:26)
Para pengikut Yesus bersaksi bahwa itulah yang Dia lakukan. Ia dengan rela mati
di tangan orang-orang yang menyalibkan-Nya, dikuburkan dalam sebuah kuburan
pinjaman, dan 3 hari kemudian kuburan tersebut menjadi kosong. Para saksi
mengatakan bahwa mereka tidak hanya telah melihat kubur yang kosong tetapi juga
Kristus yang bangkit yang menampakkan diri kepada ratusan orang selama 40 hari
sebelum Dia naik ke surga (.Kis 1:1-11; 1Ko 15:1-8).

10. AKIBAT-AKIBAT PRAKTIS

Keyakinan adanya kehidupan setelah kematian merupakan suatu sumber rasa aman,
optimisme, dan pemulihan rohani bagi seseorang. (.1Yo 3:2) Tidak ada suatupun yang menawarkan lebih banyak kekuatan dan dorongan dari pada keyakinan bahwa ada suatu kehidupan yang lebih baik bagi mereka yang menggunakan masa sekarang untuk mempersiapkan hidup dalam kekekalan. Kepercayaan pada kesempatan-kesempatan yang tak terbatas dalam kekekalan telah memampukan banyak orang untuk mengorbankan nyawa mereka bagi kepentingan orang-orang yang dikasihi. Karena keyakinan-Nya pada kehidupan setelah kematian, maka Yesus mampu berkata, "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?" (.Mat 16:26)
Kebenaran ini pula yang mendorong martir Kristen, Jim Elliot, yang dibunuh oleh
orang-orang Indian Auca pada tahun 1956, untuk mengatakan, "Dia, yang memberikan
apa yang tidak dapat dijaganya untuk memperoleh apa yang tidak dapat diambil
darinya, bukanlah orang yang bodoh."

ANDA TIDAK SENDIRIAN jika Anda secara jujur merasakan bahwa Anda belum
diyakinkan tentang kehidupan setelah kematian. Tetapi ingatlah bahwa Yesus
berjanji untuk memberikan pertolongan Ilahi kepada mereka yang ingin mengenal
kebenaran dan yang mau menaklukkan diri kepadanya. Ia berkata, "Barangsiapa mau
melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah,
entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri,". (.Yoh 7:17)

Bila Anda yakin pada bukti adanya kehidupan setelah kematian, ingatlah Alkitab
berkata bahwa Kristus mati untuk melunasi hutang-hutang dosa kita, dan bahwa
semua orang yang percaya kepada-Nya akan menerima karunia pengampunan dan
kehidupan kekal. Keselamatan yang ditawarkan Kristus bukanlah upah untuk usaha
kita, tetapi suatu anugerah bagi mereka yang, melalui bukti-bukti tersebut,
percaya kepada-Nya.

© 2000-2004 RBC Ministries Asia, Ltd.(cd SABDA 3.0)


10 ALASAN UNTUK MEMPERCAYAI KEBANGKITAN KRISTUS

1. Hukuman Mati di Muka Umum Memastikan Kematian Yesus
2. Kubur Yesus Dijaga Ketat oleh Pemerintah
3. Sekalipun Dijaga, Kubur Yesus Ditemukan Kosong
4. Banyak Orang Mengklaim Bahwa Mereka Telah Melihat Dia Hidup
5. Rasul-Rasul-Nya Berubah secara Dramatis
6. Para Saksi Bersedia Mati untuk Keyakinan Mereka
7. Orang Yahudi yang Kristen Mengubah Hari Ibadahnya
8. Meski tidak Diharapkan Namun telah Diramalkan
9. Itulah Klimaks Yang Tepat untuk Kehidupan yang Menakjubkan
10. Itu Cocok dengan Pengalaman Mereka yang Percaya Kepada-Nya


1. HUKUMAN MATI DI MUKA UMUM MEMASTIKAN KEMATIAN YESUS

Selama perayaan Paskah Yahudi, Yesus digiring ke ruang pengadilan Romawi oleh
orang banyak yang marah. Ketika Yesus berdiri di hadapan Pilatus, gubernur
Yudea, para pemimpin agama mengajukan tuduhan terhadap-Nya karena Ia mengklaim
diri sebagai Raja orang Yahudi. Kumpulan orang itu menginginkan kematian-Nya.
Yesus dipukul, didera, dan dijatuhi hukuman mati di muka umum. Di suatu bukit di
luar Yerusalem Dia disalibkan di antara 2 penjahat. Teman-teman-Nya yang patah
hati dan musuh-musuh yang mencemooh-Nya menyaksikan kematian-Nya. Para serdadu Romawi diutus untuk menuntaskan hukuman itu karena hari Sabat hampir tiba. Untuk mempercepat kematian, mereka mematahkan kaki kedua penjahat. Tetapi ketika
mereka mendekati Yesus, mereka tidak mematahkan kaki-Nya karena dari pengalaman
mereka tahu bahwa Yesus sudah mati. Tetapi sebagai tindakan pencegahan akhir,
mereka menusukkan tombak ke lambung-Nya. Dengan demikian Ia tidak akan
menyusahkan mereka lagi.

2. KUBUR YESUS DIJAGA KETAT OLEH PEMERINTAH

Esok harinya, para pemimpin agama menghadap lagi ke Pilatus. Mereka mengatakan
Yesus telah meramalkan bahwa Dia akan bangkit dalam 3 hari. Untuk memastikan
bahwa murid-murid Yesus tidak dapat berkomplot di dalam cerita bohong tentang
Kebangkitan itu, Pilatus memerintahkan agar meterai resmi pemerintah Romawi
dibubuhkan di kuburan untuk memperingatkan para perampok kuburan. Untuk
menguatkan perintah itu, para serdadu berjaga-jaga di sana. Murid-murid yang
ingin mencuri tubuh Yesus akan diketahui mereka, sehingga hal itu tidak mudah
dilakukan. Para penjaga Romawi mempunyai alasan kuat untuk tetap berjaga-jaga,
karena hukuman bagi yang tertidur pada waktu tugas jaga adalah kematian.

3. SEKALIPUN DIJAGA, KUBUR YESUS DITEMUKAN KOSONG

Pada pagi hari sesudah hari Sabat, beberapa pengikut Yesus pergi ke kubur untuk
meminyaki tubuh-Nya. Tetapi ketika mereka tiba, mereka terkejut atas apa yang
mereka temukan. Batu yang sangat besar yang digunakan untuk menutup pintu masuk
kubur telah digulingkan dan tubuh Yesus telah lenyap. Ketika berita itu tersiar,
2 murid Yesus berlari tergesa-gesa ke pemakaman itu. Kubur telah kosong kecuali
kain kafan Yesus yang terlipat rapi di sana. Sementara itu, sebagian penjaga
telah pergi ke Yerusalem untuk memberitahu para pejabat Yahudi bahwa mereka
telah pingsan di hadapan makhluk adikodrati yang menggulingkan batu kuburan. Dan
ketika mereka siuman, kubur telah kosong. Para pejabat membayar para penjaga itu
dengan sejumlah besar uang untuk berbohong dan mengatakan bahwa para murid
mencuri tubuh Yesus ketika para serdadu itu tertidur. Mereka meyakinkan para
penjaga itu bahwa jika laporan tentang hilangnya tubuh Yesus itu sampai kepada
gubernur maka mereka akan mengetengahi untuk melindungi para penjaga itu.

4. BANYAK ORANG MENGKLAIM BAHWA MEREKA TELAH MELIHAT DIA HIDUP

Sekitar tahun 55 Masehi, Rasul Paulus menulis bahwa Kristus yang telah bangkit
dilihat oleh Petrus, keduabelas rasul, lebih dari 500 orang (banyak yang masih
hidup ketika Paulus menulis hal ini), Yakobus, dan dirinya sendiri. (.1Ko 15:5-8) Dengan membuat pernyataan publik, dia memberi kesempatan kepada para pengritik untuk menyanggah klaimnya ini. Tambahan pula, Perjanjian Baru memulai sejarahnya dengan pengikut Kristus yang mengatakan bahwa Yesus "menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah." (.Kis 1:3)

5. RASUL-RASUL-NYA BERUBAH SECARA DRAMATIS

Ketika satu dari rasul-rasul terdekat Yesus meninggalkan dan mengkhianati Dia,
para rasul yang lain lari untuk menyelamatkan diri mereka sendiri. Bahkan
Petrus, yang sebelumnya telah bersikeras bahwa dia siap mati bagi gurunya,
menjadi takut dan menyangkal bahwa ia pernah mengenal Yesus. Tetapi para rasul
itu mengalami perubahan yang dramatis. Hanya dalam beberapa minggu kemudian
mereka berdiri berhadapan muka dengan orang-orang yang telah menyalibkan
pemimpin mereka. Semangat mereka seperti besi. Mereka tidak dapat dihentikan
dalam ketetapan hati mereka untuk mengorbankan segalanya bagi Dia yang mereka
sebut Juruselamat dan Tuhan. Bahkan setelah dipenjara, diancam, dan dilarang
bicara dalam nama Yesus, para rasul berkata kepada para pemimpin Yahudi, "Kita
harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia." (.Kis 5:29)
Setelah mereka dianiaya karena tidak menaati perintah dewan Yahudi, para rasul
yang dulunya pengecut itu "setiap hari... memberitakan Injil tentang Yesus yang
adalah Mesias." (.Kis 5:42)

6. PARA SAKSI BERSEDIA MATI UNTUK KEYAKINAN MEREKA

Sejarah dipenuhi oleh para martir. Laki-laki dan perempuan yang tak terhitung
jumlahnya telah mati demi keyakinan-keyakinan mereka. Oleh karena itu, memang
bukan hal penting bila dikatakan bahwa para murid Yesus yang pertama bersedia
menderita dan mati bagi iman mereka. Namun tetaplah penting bahwa sementara
banyak orang bersedia mati untuk apa yang mereka yakini sebagai kebenaran, hanya
ada sedikit orang-seandainya ada-yang bersedia mati untuk apa yang mereka
tahu sebagai suatu kebohongan. Fakta psikologis ini penting karena murid-murid
Kristus tidak mati untuk keyakinan yang mereka pegang kuat yang mungkin saja
bisa salah. Mereka mati karena klaim mereka bahwa mereka telah melihat Yesus
hidup dan dalam keadaan baik setelah kebangkitan-Nya. Mereka mati demi klaim
mereka bahwa Yesus Kristus tidak hanya mati bagi dosa mereka, tetapi bahwa Dia
telah bangkit secara fisik dari kematian untuk memperlihatkan bahwa Dia tidak
seperti pemimpin agama lain yang pernah hidup.

7. ORANG YAHUDI YANG KRISTEN MENGUBAH HARI IBADAHNYA

Hari Sabat yang adalah untuk beristirahat dan beribadah merupakan prinsip hidup
orang Yahudi yang mendasar. Orang Yahudi yang tidak menghormati hari Sabat
bersalah karena melanggar hukum Musa. Namun orang Yahudi yang menjadi pengikut
Kristus mulai beribadah bersama orang percaya dari bangsa-bangsa lain pada hari
yang baru. Hari pertama dari minggu, yaitu hari di mana mereka percaya Kristus
telah bangkit dari kematian, menggantikan hari Sabat. Bagi seorang Yahudi hal
ini mencerminkan perubahan hidup yang besar. Hari yang baru itu, beserta dengan
upacara baptisan Yahudi yang diubah menjadi upacara masuk ke agama Kristen,
menegaskan bahwa mereka yang percaya pada kebangkitan Kristus telah siap untuk
lebih dari sekadar memperbarui agama Yahudi. Mereka percaya bahwa kematian dan
kebangkitan Kristus telah membuka jalan bagi suatu hubungan yang baru dengan
Allah. Jalan yang baru ini tidak didasarkan pada hukum Taurat, tetapi pada
Juruselamat yang menanggung dosa manusia dan memberikan kehidupan kepada mereka.

8. MESKI TIDAK DIHARAPKAN NAMUN TELAH DIRAMALKAN

Para murid sangat terkejut. Mereka mengharapkan Mesias mereka memulihkan
kerajaan Israel. Pikiran mereka terlalu tertuju pada kedatangan kerajaan
mesianik yang politis sehingga mereka tidak mengantisipasi peristiwa-peristiwa
yang perlu bagi keselamatan jiwa mereka. Mereka pasti berpikir bahwa Kristus
berbicara dalam bahasa simbolik ketika Dia terus menerus mengatakan bahwa Dia
harus pergi ke Yerusalem untuk mati dan dibangkitkan kembali dari kematian.
Ucapan itu memang berasal dari Dia yang sering berbicara dalam bahasa
perumpamaan, akibatnya mereka tidak memahami hal yang sudah jelas sampai
semuanya sudah terjadi. Dalam proses ini, mereka juga mengabaikan ramalan nabi
Yesaya tentang Hamba yang Menderita yang akan menanggung dosa Israel, seperti
domba dituntun ke pembantaian, sebelum Allah memperpanjang umur-Nya.
(.Yes 53:10)

9. ITULAH KLIMAKS YANG TEPAT UNTUK KEHIDUPAN YANG MENAKJUBKAN

Saat Yesus tergantung di kayu salib Romawi, orang banyak mencemooh Dia. Dia
menolong orang lain, tetapi dapatkah Dia menolong diri-Nya sendiri? Apakah
keajaiban tiba-tiba berakhir? Tampaknya ini merupakan suatu akhir yang tidak
diharapkan bagi orang yang memulai kehidupan publik-Nya dengan mengubah air
menjadi anggur. Selama 3 tahun pelayanan-Nya, Dia berjalan di atas air,
menyembuhkan orang sakit, mencelikkan orang buta, membuat orang tuli mendengar,
orang bisu berbicara, orang timpang berjalan, mengusir roh-roh jahat, meredakan
badai dahsyat, dan membangkitkan orang mati. Dia mengajukan pertanyaan-pertanyaan
yang tidak dapat dijawab orang yang bijaksana. Dia mengajarkan kebenaran-kebenaran
yang dalam dengan penjelasan yang paling sederhana. Dan Dia menghadapi orang-orang
munafik dengan kata-kata yang menelanjangi topeng mereka. Jika semua ini benar,
apakah kita akan terkejut bahwa musuh-musuh-Nya tidak dapat berkata-kata lagi?

10. ITU COCOK DENGAN PENGALAMAN MEREKA YANG PERCAYA KEPADA-NYA

Rasul Paulus menulis, "Jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara
orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus
dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya,
yang diam di dalam kamu" (.Rom 8:11). Ini adalah pengalaman Paulus
yang hatinya secara dramatis diubah oleh Kristus yang telah bangkit. Ini juga
pengalaman banyak orang di seluruh dunia yang telah "mati" terhadap cara hidup
mereka yang lama sehingga Kristus dapat hidup melalui mereka. Kuasa rohani ini
tidak tampak pada diri orang yang mencoba untuk menambahkan kepercayaan kepada
Kristus ke dalam kehidupan lama mereka. Kuasa ini hanya terlihat pada orang yang
bersedia untuk "mati" terhadap kehidupan lama mereka untuk membuat ruang bagi
pimpinan Kristus. Kuasa ini hanya terlihat pada orang yang menanggapi bukti-bukti
kebangkitan Kristus yang begitu banyak dengan mengakui kekuasaan-Nya di dalam
hati mereka.

ANDA TIDAK SENDIRIAN jika Anda secara jujur tidak yakin bahwa Kristus bangkit
dari kematian. Tetapi ingatlah bahwa Yesus menjanjikan pertolongan Allah kepada
mereka yang ingin berdamai dengan-Nya. Dia berkata, "Barangsiapa mau melakukan
kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku
berkata-kata dari diri-Ku sendiri." (.Yoh 7:17)

Jika Anda sungguh-sungguh melihat bahwa Kebangkitan Kristus masuk akal, ingatlah
selalu apa yang dikatakan Alkitab bahwa Kristus telah mati untuk membayar harga
dari dosa-dosa kita, dan orang yang percaya dalam hatinya bahwa Allah telah
membangkitkan Kristus dari kematian akan diselamatkan (.Rom 10:9-10).
Keselamatan yang ditawarkan Kristus bukanlah upah atas usaha kita, melainkan
hadiah bagi semua orang yang terbukti menaruh kepercayaan mereka di dalam Dia.

© 2000-2004 RBC Ministries Asia, Ltd. (cd SABDA 3.0)

Jumat, Mei 09, 2008

SEBAIKNYA ANDA TAHU

Ada baiknya kita mengenal beberapa istilah dalam Alkitab untuk lebih memahami Alkitab. Mari kita simak satu per satu kata-kata berikut ini:

YESUS=Bentuk terjemahan dari nama Ibrani Yashua (Aram: Yeshua). Merupakan nama Yahudi yang umum, namun menjadi khusus ketika diberikan kepada YESUS Kristus (Ibrani: Yashua Ha Mashiakh). Nama ini merupakan turunan dari nama YAHWEH, yakni: ‘Yah’ ditambah dengan kata ‘Shua’ (artinya: Yang Menyelamatkan), sehingga Yashua berarti YAHWEH Yang Menyelamatkan. YESUS Kristus adalah Firman Elohim yang menjelma sebagai manusia dengan lahir melalui seorang perawan bernama Maria.

YAHWEH= Nama Diri Sang Pencipta, Elohim Yang Mahakuasa, yang secara terbuka dan gamblang diungkapkan kepada Musa sebagai Elohimnya Abraham, Elohimnya Ishak, dan Elohimnya Yakub (Keluaran 3:15). Di dalam Tenakh ditulis hwhy yang dikenal dengan istilah TETRAGRAMMATON (YHWH).

Roh Kudus= Kitab Suci memperkenalkan Roh Kudus sebagai satu Pribadi. Ia disebut juga Roh Elohim (Kej 1:2), Roh YAHWEH (Hak 13:25), Roh Tuhan YAHWEH (Yesaya 61:1 The Spirit of the Lord GOD), Roh Kristus (Rm 8:9), Roh YESUS Kristus (Fil 1:19), Roh Kebenaran (Yoh 14:17) dan Penolong (Penghibur, Perantara, Yoh 14:16). Ia dilambangkan dengan api, air, mata air, aliran sungai kehidupan, [air] anggur, nafas, merpati, dsb.

Kitab Suci= Kumpulan kitab-kitab dan surat-surat yang diterima dan dikanonisasi sebagai firman Elohim yang mengikat kehidupan umatNya. Terdiri dari 66 kitab, yakni 39 kitab PL dan 27 kitab PB. Aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani (sebagian besar), Aram, dan Yunani.

Elohim= Bentuk jamak dari El atau Eloah. Merupakan kata Ibrani yang dipakai oleh PL untuk menunjuk pribadi-pribadi ilahi yang disembah oleh manusia, baik Elohim Pencipta yang Maha Kuasa yang disebut di dalam Kej 1:1 maupun ’ilah lain’ dalam Kel 20:3.

Anak Elohim= salah satu gelar yang disandang oleh YESUS Kristus yang menunjukkan kedudukan dan hubunganNya dengan Elohim yang dengan begitu akrab Dia sapa ’Abba’ (Mrk 14:36)

Anak Manusia= terjemahan dari istilah khas Ibrani ben ’adam atau Aram bar’ enasya. Ini adalah salah satu sebutan yang paling sering digunakan oleh YESUS untuk menyebut Diri-Nya.

Baptis= berasal dari kata Yunani baptizo, yang berarti ’memasukkan (mencelupkan) sesuatu ke dalam air’. Akhirnya ini menjadi sebuah istilah dalam terminologi Kristiani yang menunjuk pada upacara permandian di dalam air sebagai tanda pertobatan dan percaya kepada YESUS Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat dan Tuhan dalam hidup seseorang.

Yohanes Pembaptis= Sepupu YESUS, karena ibunya, Elisabeth adalah sepupu Maria, ibu YESUS. Yohanes Pembaptis 6 bulan lebih tua dari YESUS. Ia diurapi degan ‘roh dan kuasa Elia’ untuk mempersiapkan jalan bagi YESUS Kristus (Lukas 1:17).

Sumber: Kitab Suci ILT (Indonesian Literal Translation), Yalensa, cetakan I, 2007.

FORMULA BAPTISAN

Yang dimaksud dengan 'formula baptisan' adalah kata-kata yang diucapkan oleh pendeta pada waktu membaptis.

Dalam Kitab Suci formula baptisan ini hanya ada di satu tempat yaitu Mat 28:19 - 'dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus'. Karena itu pada waktu pendeta membaptis, ia berkata: 'Aku membaptis engkau dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Amin'.

Ada banyak orang yang berdasarkan ayat-ayat seperti Kis 2:38 Kis 8:16 Kis 10:48 Kis 19:5 ('dibaptis dalam nama Yesus Kristus / dalam nama Tuhan Yesus') lalu mengubah formula baptisan, sehingga pada waktu membaptis mereka mengucapkan kata-kata: 'Aku membaptis engkau dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Amin'.

Ini salah karena:

a) Kis 2:38 Kis 8:16 Kis 10:48 Kis 19:5 itu bukanlah formula baptisan.

Betul-betul tak masuk akal, kalau Yesus sudah memberikan formula baptisan dalam Mat 28:19, lalu rasul-rasul berani mengubahnya.

Kata-kata 'dibaptis dalam nama Tuhan Yesus / Yesus Kristus' hanya berarti:

· dibaptis berdasarkan kepercayaan kepada Tuhan Yesus.

· dibaptis atas otoritas Tuhan Yesus.

b) 'Bapa, Anak dan Roh Kudus' tidak sama dengan 'Tuhan Yesus Kristus'!


Tanggapan saya:


Dibaptis paling gampang ikut perkataan langsung Tuhan Yesus yg ditulis dengan jelas oleh Matius/Lewi dalam Matius 28:19 dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus.
Pengakuan Iman GBI, dan Pantekosta, biasanya membaptis dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus yaitu dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Terhadap hal ini saya juga tidak keberatan. Kedua-duanya sah, dibaptis dalam "nama Yesus (banyak macamnya bisa dibaptis dalam nama TUHAN YESUS atau YESUS KRISTUS, atau TUHAN YESUS KRISTUS, TUHAN YESUS, KRISTUS YESUS, sama saja)", atau
dibaptis dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, atau juga sesuai dg Pengakuam Iman GBI dan Pantekosta:
membaptis dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus yaitu dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Jadi orang-orang Kristen tidak perlu bingung,ikuti saja yang paling sederhana yaitu ikuti FORMULA BAPTISAN dalam Matius 28:19, dalam nama BAPA, ANAK dan ROH KUDUS. ini Jelas sesuai dengan perkataan Yesus, karena kutipan langsung kata-kata Yesus. sedangkan dalam Kisah Rasul, itu tidak ada yg kutipan langsung perkataan Rasul (atau artinya

Kata-kata 'dibaptis dalam nama Tuhan Yesus / Yesus Kristus' hanya berarti:

· dibaptis berdasarkan kepercayaan kepada Tuhan Yesus.

· dibaptis atas otoritas Tuhan Yesus)

Demikian, jadi jangan bingung mana yg sah, dalan nama siapa. Kasihan kalo orang Kristen dari zaman Para rasul sampai hari ini dibingungkan dengan Formula Baptisan. Ada yang menggunakan ketiga macam cara penyebutan nama dibaptis dalam nama Yesus yaitu Aliran Jesus Only. Aliran Jesus only pasti bingung, mau pake nama YESUS saja, TUHAN YESUS saja, atau TUHAN YESUS KRISTUS saja, atau KRISTUS YESUS saja, dll, Sebaliknya orang Kristen tidak perlu ragu dan bingung, pakai saja ayat Matius 28:19.

Sabtu, April 26, 2008

KESELAMATAN KAUM PLURALIS

Pertanyaan yang berbunyi sebagai berikut: Apakah orang nonKristen beroleh selamat? Ini merupakan pertanyaan yang paling tidak disukai oleh kaum Pluralis. D.T. Niles menolak pertanyaan yang senada “akankah semua orang diselamatkan?” Baginya pertanyaan ini tidak pantas dipertanyakan, karena dengan sendirinya semua orang tidak ada seorangpun yang tidak diselamatkan (Rin Ro, 1992:76). Begitu juga dengan Newbigin, beliau justru mempermasalahkan orang untuk menanyakan apakah yang terjadi dengan orang yang bukan Kristen sesudah kematian?

Ada tiga alasan mengapa ia mempermasalahkan pertanyaan ini. Pertama, karena untuk pertanyaan ini hanyalah Allah sendiri yang mempunyai hal untuk menjawabnya. Baginya menjawab pertanyaan ini, merupakan keangkuhan. Lalu bagaimana dengan Alkitab yang berbicara secara eksplisit, apakah salah juga? Kedua, baginya pertanyaan tersebut adalah didasarkan pada suatu yang abstraksi, yaitu keselamatan jiwa yang menurutnya adalah pereduksian pribadi manusia. Sayang Newbigin dalam hal ini, tidak menangkap arti keselamatan jiwa sebagai keutuhan pribadi seseorang. Dengan sendirinya, beliau juga tidak percaya adanya kebangkitan tubuh. Ketiga, menurut beliau pertanyaan ini adalah paling fundamental, yang sesuai dengan kebutuhan akhir manusia yaitu kebahagiaan. Hal ini menurut beliau adalah hanya untuk kepuasan diri manusia itu, bukan untuk Allah. Tampaknya, Newbigin menjunjung tinggi kemuliaan untuk Allah, namun beliau lupa, pengharapan manusia akan surga adalah sesuai dengan natur manusia itu sendiri, yaitu kekal (tidak akan lenyap), dan Allah sendiri yang menjanjikan pengharapan manusia itu.

Hal ini dimaklumi oleh karena Newbigin tidak percaya konsumasi keselamatan yang dijanjikan oleh Allah sendiri, bahwa Yesus akan datang untuk menyempurnakan segala sesuatu (2000, 246-252). Karena mereka tidak senang dengan pertanyaan eksklusif ini, maka kemudian bangkitlah pertanyaan-pertanyaan mengenai diri mereka sendiri. Pertanyaan dialamatkan kepada mereka, kaum Pluralis, yaitu: Apakah kaum Pluralis Kristen yang notabene adalah para dosen STT (Sekolah Tinggi Teologi), dan para pendeta jemaat, sudah memperoleh atau mengalami keselamatan dalam Yesus Kristus? Pertanyaan ini sering ditanyakan kepada penulis dalam banyak seminar yang diadakan.

Kita sudah tahu dan percaya bahwa keselamatan hanya ada di dalam dan melalui Tuhan Yesus saja. Alkitab menyaksikan bahwa hanya mereka yang percaya kepada Tuhan Yesuslah yang diselamatkan. Penulis sering kali menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti di atas, dengan kembali mengemukakan pertanyaan, seperti: Apakah kaum Pluralis Kristen percaya kepada Yesus? Mungkin kita dan mereka akan menjawab ya, karena secara eksplisit mereka mengakui bahwa mereka percaya Yesus. Persoalannya, ialah, apakah mereka percaya Yesus? Kalau mereka percaya Yesus, Yesus yang mana yang mereka percaya? Sebab Yesus dalam Alkitab dengan terang-terangan diakui oleh mereka sebagai mitos para penulis Injil. Mereka tidak percaya bahwa Yesus sebagai satu-satunya penyataan Allah, kebenaran final Allah. Dengan kata lain, mereka mengakui keselamatan di luar Yesus. Sehingga dapatkah mereka dan kita berkata bahwa mereka selamat?
Akhirnya, apakah yang akan kita katakan lagi mengenai kaum Pluralis? Mari kita memiliki kerinduan dan sikap seperti Paulus saat beliau mengomentari kedegilan hati orang Israel yang tersandung dengan finalitas Yesus, ia menulis:

”Saudara-saudara, kerinduan hatiku dan doaku kepada Allah ialah, supaya mereka diselamatkan. Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka bahwa mereka sungguh berapi-api untuk Allah, tetapi tanpa pengertian. Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal pembenaran oleh Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran diri mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada pembenaran oleh Allah.” (Roma 10:1-3)
Ex Opere Operato-Soli Deo Gloria

BAHAYA TEOLOGI ABU-ABU (PLURALISME) dari halaman 674-680
1.MENOLAK ALKITAB SEBAGAI WAHYU ALLAH YANG FINAL
2.MENOLAK KEUNIKAN DAN FINALITAS YESUS
3.MENOLAK GEREJA SEBAGAI AGEN ATAU ALAT MISI ALLAH DALAM DUNIA
4.MENOLAK MISI PROKLAMASI INJIL DAN MISI PENEBUSAN
5.MENOLAH SEMUA KESISTENSI AGAMA-AGAMA YANG ADA DI DUNIA.

Dikutip dari buku Teologi Abu-Abu: Pluralisme Agama, Tantangan & Ancaman Racun Pluralisme Dalam Teologi Kristen Masa Kini, Stevri Indra Lumintang, Gandum Mas, cetakan pertama 2004, hal 692-693