Tampilkan postingan dengan label the fundamentals. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label the fundamentals. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juni 07, 2017

KESAKSIAN MISI-MISI ASING MENGENAI PEMELIHARAAN ALLAH YANG MENGAWASI

KESAKSIAN MISI-MISI ASING MENGENAI PEMELIHARAAN ALLAH YANG MENGAWASI
Oleh Arthur T. Pierson

Allah menciptakan, kosmos masih akan kacau-balau tanpa campur-tangan Allah. Dia juga ada pada kejadian-kejadian, seluruh sejarah misionari merupakan sebuah misteri sebelum dibaca sebagai cerita-Nya.
Sekarang mari kita melihat bukti-bukti Pemeliharaan Allah yang Mengawasi dalam  misi-misi di luar negeri. Kata “providensia” secara harfiah  berarti  penglihatan  ke depan, oleh karenanya  tindakan sebelum-nya  - persiapan untuk apa yang dilihat sebelum terjadi – menyatakan  adanya suatu pengaturan ilahi dunia ini, yang tak terlihat, termasuk pemeliharaan, kontrol, bimbingan yang dilakukan mencakup baik ciptaan yang berjiwa maupun yang tidak.  Dalam skala besarnya hal ini mencakup  pengetahuan sebelumnya dan pentakdiran, pemeliharaan dan pengaturan, dilakukan di semua tempat dan pada segala waktu.

Untuk tujuan kita sekarang kata “Penyelenggara Ilahi”  mungkin terbatas pada aktivitas Ilahi di dalam seluruh pengawasan manusia dan kejadian.  Bidang  tindakan dan administrasi, atau pengawasan  ini, terdiri dari tiga bagian: pertama, ciptaan alamiah atau materiil; kedua  ciptaan baru, spiritual atau non-materiil; dan ketiga, sejarah lanjutannya di mana Dia  mengubah dan mengadaptasi  yang satu kepada yang lain, sehingga bahkan  unsur-unsur  yang cacat dan bermusuhan, karena dikedepankan oleh dosa, dibuat menyumbang kepada kemenangan akhir, keselamatan. Kemerosotan manusia diperbaiki dalam kebangkitan; yang alami dikalahkan oleh yang gaib, bahkan kemurkaan manusia oleh kasih dan kemurahan hati  Allah.

Senin, Mei 15, 2017

KARUNIA ALLAH

KARUNIA ALLAH

OLEH C.I. SCOFIELD, D.D. Editor “Scofield Reference Bible”

“Grace” adalah sebuah kata bahasa Inggris yang digunakan di dalam Perjanjian Baru untuk menerjemahkan kata Yunani “charis” yang berarti, kemurahan/kebaikan hati tanpa imbalan jasa atau yang sama harganya. Jika ada suatu tindakan penggantian atau pembayaran, betapapun kecilnya, ia bukanlah “karunia” lagi – (charis).

Apabila digunakan untuk menunjukkan suatu sikap atau tindakan Allah kepada  manusia, maka yang paling penting dalam hal itu ialah bahwa jasa atau kelayakan manusia  sama sekali ditiadakan. Dalam hal karunia Allah bertindak dari dalam Diri-Nya sendiri, kepada mereka yang layak menerima, bukan kemurahan hati-Nya, tetapi murkanya. Di dalam struktur surat kepada orang2 Roma, karunia tidak masuk, tidak dapat masuk, hingga seluruh bangsa itu tanpa pengecualian, berdiri menghadap Allah, bersalah dan bungkam.