Baik William Robinson, James Riely, maupun Thomas Twort, yang datang ke Nusantara tahun 1813, semuanya mengajarkan bahwa Alkitab adalah satu-satunya firman Tuhan, atau Alkitab adalah kanon tertutup. Mereka mengajarkan bahwa setelah Alkitab selesai ditulis oleh penulis terakhir yaitu Rasul Yohanes di pulau Patmos sekitar akhir abad pertama, maka selanjutnya tidak ada lagi proses pewahyuan. Tentu tidak mungkin ada orang yang membatasi Allah melainkan Allah yang membatasi anak-anak-Nya agar mereka tidak percaya kepada sembarangan wahyu.
Kami sering bertemu dengan orang Kristen yang ketika ditanya, “apakah mereka percaya Alkitab satu-satunya firman Allah?” Mereka segera menjawab, “percaya dong.” Tetapi kemudian kami bertanya lagi, “kalau begitu Anda tidak percaya pada nubuatan dan bahasa lidah yang sekarang merajalela di gereja-gereja?” Lalu mereka biasanya menjawab, “percaya, karena Allah maha kuasa dan tidak terbatas, Ia bisa saja berbicara kepada pengkhotbah itu sesuai dengan kehendakNya.” Lihatkah pembaca bahwa ada kontradiksi di dalam jawaban mereka? Di satu pihak mereka percaya bahwa proses pewahyuan telah berhenti sejak kitab Wahyu selesai dituliskan, artinya Alkitab kita adalah sebuah kanon tertutup. Namun di pihak lain mereka tetap percaya bahwa Allah masih turunkan wahyu sehingga masih ada nubuatan dan bahasa lidah dari Allah.