Pada tahun 1292, Marco Polo mampir di pulau Sumatera ketika mengantar putri Mongol untuk dinikahkan dengan putra mahkota Persia. Marco Polo dapatkan di pulau Sumatera sudah ada penduduk namun masih sangat primitif bahkan dalam catatannya menyatakan masih kanibal. Pada tanggal 23 Juni 1596, kapal dagang Belanda mampir di pulau Jawa, dan mendapat kan bahwa pulau itu sangat subur dan penuh dengan rempah-rempah yang sangat diinginkan masyarakat Eropa.
Pada tahun 1619, Belanda mulai datang sebagai pedagang dengan perusahaannya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) dalam bahasa Inggris disebut Dutch East India Company (DEIC) untuk berdagang dengan penduduk kepulauan Nusantara. Dari berdagang kemudian pemerintah Belanda mengirim gubernur dan pasukan yang awalnya untuk keamanan perusahaan dan akhirnya memerintah seluruh kepulauan Nusantara. Sekitar 200 tahun pemerintah Belanda tidak mengijinkan pemberitaan Injil di kepulauan Nusantara. Nederlandsch Indische Kerk (Gereja Hindia Belanda) adalah gereja khusus untuk orang-orang Belanda. Mereka bahkan tidak mengijinkan Pribumi menghadiri kebaktian mereka.
Pada tahun 1811 Napoleon Bonaparte mengalahkan daratan Eropa termasuk Belanda. Sir Stamford Raffles, Gubernur koloni Inggris di India mengetahui situasi di Eropa dan memimpin 11 ribu pasukan dari India menyerbu wilayah Hindia-Belanda (Indonesia) yang memiliki 18 ribu pasukan yang terdiri dari Belanda, Perancis dan Jawa. Raffles menang sehingga Indonesia di bawah Inggris.
Pada tahun 1619, Belanda mulai datang sebagai pedagang dengan perusahaannya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) dalam bahasa Inggris disebut Dutch East India Company (DEIC) untuk berdagang dengan penduduk kepulauan Nusantara. Dari berdagang kemudian pemerintah Belanda mengirim gubernur dan pasukan yang awalnya untuk keamanan perusahaan dan akhirnya memerintah seluruh kepulauan Nusantara. Sekitar 200 tahun pemerintah Belanda tidak mengijinkan pemberitaan Injil di kepulauan Nusantara. Nederlandsch Indische Kerk (Gereja Hindia Belanda) adalah gereja khusus untuk orang-orang Belanda. Mereka bahkan tidak mengijinkan Pribumi menghadiri kebaktian mereka.
Pada tahun 1811 Napoleon Bonaparte mengalahkan daratan Eropa termasuk Belanda. Sir Stamford Raffles, Gubernur koloni Inggris di India mengetahui situasi di Eropa dan memimpin 11 ribu pasukan dari India menyerbu wilayah Hindia-Belanda (Indonesia) yang memiliki 18 ribu pasukan yang terdiri dari Belanda, Perancis dan Jawa. Raffles menang sehingga Indonesia di bawah Inggris.