Tampilkan postingan dengan label pedang roh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pedang roh. Tampilkan semua postingan

Jumat, Juli 07, 2017

KEKRISTENAN DAN ADAT ISTIADAT

KEKRISTENAN DAN ADAT ISTIADAT

"Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan." Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu? (Mat 15:2-3 ITB)

Semua orang Kristen yang membaca Alkitab akan mendapatkan percakapan pertentangan antara Tuhan dengan orang Yahudi mengenai adat-istiadat. Bahkan pertentangan meruncing hingga tahap hendak membunuh Yesus Kristus karena adat-istiadat. 

Semua bangsa di muka bumi memiliki adat-istiadat. Karena munculnya adat sebuah suku atau bangsa itu dari sekelompok masyarakat melakukan sesuatu, dan kemudian mengulangnya terus menerus. Karena diulang-ulang dan yang tidak melakukannya atau berusaha melakukan yang berbeda dilihat oleh masyarakat sebagai pembangkang, atau tidak menghormati nenek moyang yang sudah pernah melakukan hal itu bahkan sudah berulang-ulang, akhirnya menjadi adat.

Rabu, Juli 06, 2016

GELOMBANG PENDETA MENJADI MUALAF

Isu yang hangat dan banyak dicopy-paste di jaringan medsos belakangan ini ialah berpindahnya sejumlah pendeta menjadi mualaf. Bahkan di antara nama-nama yang di-paste terdapat nama orang-orang yang pernah menduduki posisi penting. Hal ini menimbulkan pertanyaan terutama di kalangan jemaat biasa. Jika para pengkhotbah saja menjadi mualaf, apalagi orang Kristen biasa.

Dasar Yang Rapuh
Jenis mualaf pertama ialah mereka yang memang tidak mengerti tentang inti pengajaran kekristenan. Ada banyak orang Kristen yang bukan hasil pertobatan melainkan hasil dilahirkan secara jasmani. Mereka dari bayi sudah dibawa ke gereja bahkan sudah dibaptis menjadi orang Kristen. Jika saat dewasa mereka tidak pernah mendengarkan Injil yang benar serta bertobat dengan benar dan percaya pada pengajaran yang benar, mereka akan menjadi orang Kristen yang belum dilahirkan kembali, dan belum mengerti tentang iman kekristenan.

Di gereja yang anggotanya Kristen sejak lahir, dan tidak pernah dilahirkan kembali, tentu bisa jadi pemimpin mereka pun belum dilahirkan kembali. Agama bagi mereka tidak lebih dari sebuah tradisi. Ketika ada tradisi yang lebih bagus, atau ketika tradisinya menghadapi tantangan yang sangat keras, pasti mereka bisa berubah haluan. Bisa jadi ada sejumlah kecil mereka yang tadinya dibaptis saat bayi, kemudian setelah menjadi dewasa mereka mendengar Injil yang benar dan diselamatkan. Tetapi jika jumlah mereka yang lahir baru terlalu sedikit dibandingkan dengan anggota lain yang tidak lahir baru, tentu tidak membawa pengaruh besar bagi gereja.