Tampilkan postingan dengan label ISU POPULER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISU POPULER. Tampilkan semua postingan

Rabu, Maret 16, 2011

BOLEHKAH ALKITAB PAKAI KATA “ALLAH”?

Pada tahun 2008 ada berita bahwa kaum ulama di Malaysia melarang orang Kristen memakai kata Allah. Di Indonesia sendiri juga muncul kelompok yang menyerukan kepada orang Kristen untuk tidak memakai kata Allah, bahkan ada yang mencoba menuntut Lembaga Alkitab Indonesia ke pengadilan. Ada banyak keanehan dan kesimpang-siuran di seputar kata Allah.

GITS sebagai institusi akademis tentu merasa terpanggil untuk meluruskan segala kekusutan yang terjadi di seputar kata Allah agar orang Kristen Indonesia memiliki sikap yang mantap terhadap Alkitab dan penyebutan nama Sang Pencipta.

Studi Etimologi Kata Allah
Webster’s New World Dictionary, Third College Edition, 1989. memberi definisi demikian “Allah (al’a) [ al, the + ilah, god, akin to Heb. Eloah, God] The Muslim name for God.” Sudah jelas bahwa Webster Dictionary bukan buku biasa melainkan kamus bahasa yang sangat terpandang. Sedangkan The Encyclopedia Americana International Edition, 1978, menulis kata Allah “Allah is an Arabic word meaning “God” or more properly, “the God.” Encyclopedia Americana adalah sumber informasi yang sangat bergengsi dan terpercaya. McClintock, John & Strong, James. Cyclopedia of Biblical, Theological, and Ecclesiastical Literature. Grand Rapids: Baker Book House, 1981, menulis sebagai berikut; Allah (contracted from the Arabic al-ilah, “the God”, the usual name for God among the Mohammedans.

Di atas sudah kita kutip tiga sumber yang sangat credible yang menyatakan bahwa kata Allah itu berasal dari al + ilah, yang secara literal berarti the god karena al itu definit artikel seperti the, dan ilah itu god. Kata ilah bahasa Aramiknya eloah, artinya sesembahan atau yang disembah.

Minggu, Februari 06, 2011

Benny HINN bikin Kepala HIN (pusing): Bayar 600 Dollar Untuk Pelayanan Mujizat Benny Hinn

2 Petrus 2:3 Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.

Perisai.net - TELEVANGELIS asal Amerika Serikat, Benny Hinn, kembali membuat kehebohan. Kali ini, ia berencana untuk menggelar konferensi Pelayanan Mujizat di Chaguanas, Trinidad. Konferensi itu tidak gratis, jemaat yang ingin ikut diharuskan membayar 600 dollar atau sekitar 5,5 juta rupiah. Biaya itu merupakan biaya konferensi selama tiga hari dan tidak disediakan paket grup. Bahkan, biaya itu belum termasuk keseluruhan biaya acara, artinya masih ada biaya lain di luar biaya itu.

Rabu, Januari 12, 2011

LUCY: EVOLUTIONARY MYTH MAKING

One of the most widely used icons of evolution is Lucy, the name given to a fossilized ape of the australopithecine class that is supposed to be millions of years old and is alleged to be a missing link between apes and man.

The actual fossils were shown at the Lucy Legacy exhibit in Seattle, which I visited in March 2009. They announced this as “the key piece in evolution’s puzzle.” What they did not say is that the supposed indisputable evidence that this fossil is “proto-human” is non-existent.

Lucy was a tiny creature standing about 43 inches high. The skeleton itself is less than 40% complete and is entirely missing the foot bones, though other bones representing Australopithecus exist.

The bones were found in 1974 in northern Ethiopia by Donald Johanson and his colleagues. The first bone discovered was a knee joint, which Johanson first considered to be that of a monkey, but upon further consideration announced that it was that of a hominid. “He thereupon declared on the spot that he had discovered a three million year old human ancestor” (Gish, Evolution: The Fossils Still Say No, p. 241).

Selasa, Desember 28, 2010

Staking Eternity on a Wispy Hypothesis

In 1922, William Jennings Bryan warned,

“It is no light matter to impeach the veracity of the Scriptures in order to accept, not a truth--not even a theory--but a mere hypothesis” (In His Image, 1922, p. 94).

Bryan was right, and nearly a century later, evolution remains “a mere hypothesis.”

The outcome of a murder trial requires evidence “beyond a reasonable doubt,” because so much is at stake, and we should require no less on the issue of creation vs. evolution, which potentially has eternal consequences.

The Bible claims to be the revelation of God to man. It claims to reveal God, man’s beginning and fall, the way of salvation, and the future. If the Bible is true, there is a heaven and a hell, man will live forever in one place or another, and salvation is only through personal faith in Jesus Christ.

Rabu, Desember 22, 2010

MARK DEVER’S AFFILIATIONS

In the article “In Essentials Unity,” December 7, 2010, I made the following statement:

“Dever’s church, Capitol Hill Baptist in Washington, D.C., is also a member of the liberal American Baptist Church, which is affiliated with the horribly apostate National Council of Churches and World Council of Churches.”

I have been challenged on this, as the Capitol Hill Baptist Church’s web site only lists its affiliation with the Southern Baptist Convention.

While Capitol Hill Baptist Church is not a member of the American Baptist Church directly, it is definitely partnered with the ABC, as well as the very liberal Baptist World Alliance and the Cooperative Baptist Fellowship, by dint of its membership in the District of Columbia Baptist Convention.

For documentation of this see http://dcbaptist.org under “DCBC Directory of Churches” and “Partner Organizations.”

Jumat, Oktober 22, 2010

ABORTION

Updated November 2, 2010 (first published September 30, 2010) (David Cloud, Fundamental Baptist Information Service, P.O. Box 610368, Port Huron, MI 48061, 866-295-4143, fbns@wayoflife.org)

The following is one of the lessons from the One Year Discipleship Course, new from Way of Life. $24.95 (See description at right)
__________________________

Introduction

Abortion is legal in 54 countries today. It has been legal in America since the infamous Roe vs. Wade Supreme Court decision in 1973. Worldwide, roughly 46 million babies are destroyed in the womb each year. About one in five pregnancies end in abortion. The overwhelming majority of abortions are done as a means of birth control and convenience.

God’s people are obligated to honor God’s Law more than man’s. Though abortion is legal, that does not mean that it is right in God’s eyes (Acts 5:29).

Kamis, September 16, 2010

LOTTERY FEVER

Updated March 16, 2010 (David Cloud, Fundamental Baptist Information Service)

In the book Money for Nothing: One Man’s Journey through the Dark Side of Lottery Millions, Edward Ugle says the “broke or financially troubled lottery winners are the rule.”

In fact, the consequences of winning the lottery are often more frightful than mere financial trouble.

Evelyn Adams, who won the New Jersey lottery in 1985 and 1986 for a total of $5.4 million, gambled and gave away all her winnings and by 2001 was poor and living in a trailer.

Teresa Brunnings, who won $1.3 million in a lottery in 1985, says that she had a party then, but, “Of all the people who came, not one speaks to me now.”

Kamis, September 09, 2010

GERAKAN BAKAR AL QURAN

YABINA--“siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik? Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar. Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu. Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.” (1Petrus 3:13-17)

Pagi ini Senin 2 Agustus 2010, ketika membuka komputer, penulis membaca dua berita yang penting untuk direnungkan. Pertama seorang teman yang akan naik pesawat dari Bandara Sukarno Hatta minggu malam menulis melalui blackberrynya: “I heard to day in Bekasi there was a religion tension, against church worship on the street of Batak Congregation.” Kedua berita Detik News, Senin, 02/08/2010, menulis artikel berjudul: Gereja di Florida Prakarsai ‘Gerakan Bakar Al Quran’ yang dimulai dengan alinea berbunyi: “Kerukunan antaragama di Amerika Serikat (AS) sedang mendapatkan cobaan. Dove World Outreach Center, sebuah gereja perjanjian baru non-denominasi di Gainesville, Florida, AS, akan menjadi tuan rumah 'Hari Pembakaran Al Quran Internasional' dalam memperingati 9 tahun tragedi serangan 11 September 2001.”

Minggu, April 18, 2010

KICK ANDY: MEREKA YANG TERPANGGIL

http://www.youtube.com/watch?v=r-kpJ-TqCdg&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=ZrG9Dxz6l1A&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=0ym5k9OspSM&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=dDtcKNyjayc&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=nykEbmB6Czw&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=gE2wi34HcLc&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=d9DaCYasrEU&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=YTp5Itg3nbw&feature=related

Rekan-rekan yang diberkati dalam Kristus,

Anak-anak Tuhan telah bersaksi atas kebesaran dan kasih Tuhan dalam acara Andy - MetroTV, dengan tema 'Mereka yg Terpanggil" yang akan ditayangkan Jumat 16 Apr 21.30 dan Minggu 18 Apr 15.30. Mereka adalah: Anne Avantie (designer ternama), Capt. Budi Soehardi (pilot SQ penerima CNN Hero Award) dan Pdt. Daniel Alexander (hamba Tuhan pendiri 35 sekolah di papua). Semoga menjadi inspirasi bagi semua orang.

Berikut ulasan singkatnya.

Selasa, Februari 23, 2010

Tentang YOGA

oleh: Ev. Yakub Tri Handoko, Th.M.

Definisi dan Sejarah Singkat

Bagi sebagian besar masyarakat Barat, yoga sering kali hanya dipahami sebagai salah satu sistem latihan fisik untuk perenggangan tubuh, peningkatan kelenturan dan penyembuhan penyakit ringan. Jika kita menyelidiki sejarah dan filosofi di balik yoga, maka kita akan mengetahui bahwa yoga lebih dari sekedar latihan fisik. Yoga adalah jalan kuno menuju kerohanian. Jalan ini berasal dari literatur-literatur kuno India.

Konsep ini sudah tersirat dari nama yang dipakai. Istilah “yoga” berasal dari bahasa Sansekerta. Istilah yang berasal dari akar kata yuj (artinya “mengontrol”, “memasang kuk” atau “menyatukan”) ini memiliki arti yang beragam. Arti yang paling populer adalah “penyatuan”. Yang dimaksud penyatuan di sini adalah penyatuan antara jiwa yang terbatas (diri yang fana) dengan jiwa yang tidak terbatas (Brahma/Diri yang kekal). Brahma adalah realitas tertinggi, suatu allah yang tidak berpribadi, suatu substansi ilahi yang menyerap, melingkupi dan melandasi segala sesuatu.

Dalam Larson’s New Book of Cults dijelaskan bahwa yoga terdiri dari beberapa aliran/bentuk: Karma Yoga (persatuan rohani melalui perbuatan baik), Bhakti Yoga(persatan dengan Yang Mutlak melalui devosi kepada seorang guru), Juana atau Gyana Yoga (jalan masuk kepada keilahian melalui pengetahuan mistik) dan Raja Yoga (kesadaran ilahi melalui kontrol mental). Jenis yoga yang sering diperbincangkan dan dipraktikkan orang termasuk dalam Raja Yoga.

Dilihat dari sisi historis, perkembangan yoga dapat dibagi dijelaskan sebagai berikut: (1) akar tertua dapat ditelusuri sampai pada Upanishads (sekitar 1000-500 SM). Dalam buku tua ini diajarkan “satukan terang di dalam dirimu dengan terang yang ada di dalam Brahma”; (2) kata “yoga” berikutnya juga ditemukan dalam buku Bhagavad Gita (sekitar abad ke-5 SM).

Selasa, Februari 16, 2010

Pulau Komodo Jatuh ke Peringkat Ke-14, ayo Vote terus!



Kupang, Kompas - Komodo, hewan langka dari Flores, Nusa Tenggara Timur, terancam tersingkir dari tujuh keajaiban dunia. Hasil sementara pemungutan suara di internet 1-4 Februari 2010 menunjukkan, komodo jatuh ke urutan ke-14, padahal sebelumnya berada di urutan ketujuh. Pada September 2009, ada di posisi keenam.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya NTT Ansgerius Takalapeta mengingatkan hal itu di Kupang, Kamis (4/2).

Berdasarkan situs resmi tujuh keajaiban dunia, ada 28 finalis. Selain komodo, antara lain, yaitu Galapagos, Amazon, Angel Falls, Maladewa, Jeju Island, sungai bawah tanah Puerto Princesa, Laut Mati, Grand Canyon, dan Kilimanjaro.

Komodo masuk kategori hewan langka dan endemik Flores. Komodo sudah menjadi milik warga Asean. Jika Komodo masuk kategori salah satu dari tujuh keajaiban dunia, Indonesia dan Asean akan diuntungkan.

"Turis mancanegara, terutama dari Eropa, Amerika, dan Australia, yang datang melihat komodo juga akan singgah di Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, Sumatera, Jawa, Papua, Ambon, Kalimantan, terus ke Singapura atau Malaysia," kata Takalapeta.

Oleh karena itu, masyarakat Indonesia dan Asean diharapkan memberikan dukungan melalui pemberian suara di internet sebanyak dan sesering mungkin, sampai batas akhir Desember 2011. "Apabila Komodo lolos dalam nominasi tujuh keajaiban dunia, NTT bukan lagi menjadi Nusa Tenggara Timur, melainkan New Tourism Territory. Saya minta masyarakat Indonesia jangan berpikir sempit kedaerahan. Kita harus berpikir jauh ke depan," tambahnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Manajemen Pariwisata Sosial dan Humaniora NTT Frans Lawalu mengatakan, tugas mendukung komodo masuk nominasi tujuh keajaiban dunia bukan hanya pada pemda NTT, melainkan juga pada Menteri Pariwisata dan Budaya RI. Menurut Lawalu, ini pekerjaan besar dan butuh sinkronisasi dan koordinasi program lintas kementerian. (KOR)

http://cetak.kompas.com/read/xml/201...eringkat.ke-14

Mari Bantu Vote !

1. Masuk ke website New7Wonders (http://www.new7wonders.com)
2. Daftar/registrasi terlebih dahulu.
3. Masuk ke email yang anda tuliskan saat mendaftar
4. klik link yang ada dalam email tersebut
5. Account anda di New7Wonders telah aktif
6. Kemudia klik dsini (http://www.new7wonders.com/n7w)
7. Pilih 7 kandidat
8. Daftar lagi, pilih lagi

Kamis, Februari 04, 2010

TIPS AMAN BERTRANSAKSI DI ATM

1.Gunakanlah Mesin ATM yang berada di didalam Bank dan yang ada Penjaganya (Satpam).

2.Pastikan tidak ada kamera yang mencurigakan disekitar ATM.
(Kamera resmi dari BANK berbentuk lebih besar dan biasanya memiliki tangkai.
Berbeda dengan kamera yang dipakai untuk mencuri data nasabah. Bentuk
kamera tersebut kecil, bahkan sangat kecil. Diameternya sama persis
dengan pangkal balpoint dan biasanya dipasang ditempat-tempat yang tidak biasa.

3.Pastikan LUBANG tempat memasukan kartu ATM tidak ada Tonjolannya.
Jika ternyata ada tonjolannya, kemungkinan besar itu adalah Reader yang dipasang
sindakat untuk mencuri data dan PIN kita.
Jika ada tonjolan, lebih baik tidak usah tarik uang disitu. Itu reader untuk
ambil data kita. Digoyang-goyang aja, pasti copot. Kalau mau kasih ke
bank. Nanti dapat hadiah.

4.Saat Memencet PIN tutupi dengan tangan kita, Hal ini sudah cukup efektif agar tidak diintip orang lain ataupun kamera yang dipasang pencuri. God Bless Us.

Novan Tampubolon
No Action, Nothing Happen..
But When U Take Action,
Miracle Happen...!!!

Rabu, Februari 03, 2010

BAGAIMANA KALAU GEREJA DIBAKAR?

Pada tanggal 7 Januari 2010, dari jam 09.00 hingga 10.00, di Channel TV Discovery, menayangkan peliputan Hubungan Agama dan Kekerasan. Di saat penulis jeda sejenak dari menulis Pedang Roh ini penulis mengamati bahwa betul seperti yang disampaikan pembawa acara bahwa telah banyak korban manusia atas nama agama (Allah/Tuhan). Ditayangkan hasil penyelidikan Archeology tentang kekejaman dewa-dewi yang meminta persembahan manusia, bahkan bayi.

Memang pada zaman Perjanjian Lama, Jehovah demi menegakkan sebuah bangsa yang bertugas mengingatkan semua bangsa tentang janji Allah telah bertindak tegas. Dan hukum Taurat adalah satu-satunya hukum mapan tertulis pertama. Barang siapa yang melanggarnya, sebagaimana semua kitab hukum, maka sanksi akan dijatuhkan.

Kemudian Sang Juruselamat datang. Ia datang untuk menyelamatkan, bukan untuk menghukum. Itulah yang Dia katakan kepada perempuan yang tertangkap saat berbuat zinah. Yesus Kristus mengajar kepada pengikutNya untuk memberi pipi kiri jika ditampar pipi kanannya.

Lalu, bagaimanakah kalau gedung gereja kita dibakar? Apakah kita suruh mereka bakar juga rumah kita? Dari kedatanganNya sebagai Juruselamat hingga hari pengangkatan, murid-muridNya tidak iperbolehkan melakukan kekerasan atas namaNya, atau atas nama agama. Jangan membunuh orang atau bahkan tidak boleh melakukan apapun yang bersifat kekerasan atas nama Yesus seperti yang pernah dilakukan oleh orang-orang Kristen di masa lalu. Perang Salib itu sebuah kesalahan. Sama sekali tidak dibenarkan untuk berperang demi agama.

Tindakan itu pasti akan mencemarkan nilai agama. Gereja Katolik, Reformed, Anglikan, telah pernah melakukan kekerasan atas nama gereja. Sekali lagi itu adalah kesalahan. Kita berharap agar pemimpin masa kini mereka dapat menyadari kesalahan itu.

Sebaliknya ada kesalahan kebalikan dari para pemimpin mereka sekarang. Mereka malah melarang jemaatnya berjuang untuk kemerdekaan dan kebebasan. Padahal kemerdekaan adalah hak asasi setiap manusia. Siapapun yang kehilangan hak asasi manusia, akan masuk kategori bukan manusia.

Kita tidak boleh melakukan kekerasan atas nama agama. Tetapi kita boleh berjuang atas nama kemanusiaan dan kebebasan. Itulah yang dilakukan oleh Soekarno-Hatta dan Soedirman. Patrick Henry, pahlawan kemerdekaan USA, dengan seruannya yang sangat terkenal “give me liberty or give me death.” Maksudnya, daripada hidup terjajah, lebih baik mati saja. Konsep inilah yang ada di kepala semua perjuang kemerdekaan dari kutub Utara hingga Selatan termasuk di dalam kepala Soekarno-Hatta dan sederet nama pahlawan Indonesia.

Berkumpul bernyanyi dan berdoa adalah kegiatan yang tidak mengganggu siapapun. Apalagi jika tidak memasang loudspeaker di atas atap. Siapapun yang tidak bebas melakukan hal tersebut sama dengan belum merdeka.

Kita tidak boleh berbuat kekerasan, apalagi membunuh orang atas nama agama. Tindakan itu akan mencemarkan agama kita. Tetapi kita boleh bahkan harus melawan penindasan demi kemerdekaan dan kebebasan. Itu adalah hak asasi manusia. Di muka bumi ini tidak boleh ada penjajahan dalam bentuk apapun. Jika anda tidak bebas berkumpul di Minggu pagi untuk bernyanyi, itu tandanya anda belum merdeka. Artinya masih perlu melakukan perang kemerdekaan. George Washington, Soekarno, Soedirman, mereka semua membunuh orang demi kemerdekaan.

Kita sering mendengar pernyataan bahwa tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan. Pernyataan ini, tentu masih perlu pembuktian. Orang Kristen adalah orang-orang yang cinta damai. Oleh sebab itu tidak boleh berinisiatif menyerang orang (Roma 12:18).

Kita mempercayakan keamanan dan keselamatan kita kepada negara. Dan untuk itulah maka kita membayar pajak. Tetapi jika negara tidak sanggup melindungi kita, tentu kita harus bertindak. Tidak ada hukum yang menghukum seseorang yang membunuh penjahat (perusak) yang masuk rumahnya (Kel.22:2).

Tuhan sama sekali tidak mengajar kita, ketika perampok masuk rumah dan memperkosa istri kita (pipi kanan), lalu kita suruh dia perkosa juga putri kita (pipi kiri).

Sekali lagi, orang Kristen tidak boleh membunuh bahkan tidak boleh memukul orang demi agama. Juga tidak boleh membunuh bahkan melakukan kekerasan atas alasan pribadi.

Tetapi demi mempertahankan diri, demi kemanusiaan, demi kemerdekaan, kebebasan, demi negara yang adil, maka orang Kristen yang jadi tentara boleh menembak orang.

Jika orang melarang engkau berkumpul, dan membakar tempat anda berkumpul, anda diam saja, anda pengecut!

Sumber: Pedang Roh Edisi 62 Tahun XV Januari-Februari-Maret 2010

Rabu, Januari 13, 2010

THE DANGERS OF SOCIAL NETWORKING

January 12, 2010 (Fundamental Baptist Information Service, P.O. Box 610368, Port Huron, MI 48061, 866-295-4143, fbns@wayoflife.org) -
The following is by Ron Williams (hesed@kconline.org) and is reprinted from the Hephzibah Happenings, http://www.hephzibahhouse.org --

"And whatsoever ye do in word or deed, do all in the name of the Lord Jesus, giving thanks to God and the Father by him" (Colossians 3:17).

A grief-stricken and broken-hearted father approached me after a church service in which I had preached. He asked if he could share with me concerning his son, so I could possibly use the story as a warning to other parents and young people.

Like many other parents, he and his wife thought little or nothing of the computer in their son's bedroom, nor of his closed bedroom door, nor of his countless hours online.

It was only when he turned 18 that they discovered he had been heavily involved with occultic website and with personalities on chat rooms and blogs that had won his interest and ultimate allegiance. These distraught parents were helpless to prevent him from leaving their Christian home and consort with his new "friends" he had made on the web.

This young man was a graduate of a Christian school, and a member of a faithful family that was a regular part of a fundamental, independent Baptist church. He is now a part of a "gothic" circle of friends, dressing in black clothes, having disdained his Christian legacy. He has turned a deaf ear to the appeals of his parents to repent and come back to the truths he had been taught during his plastic and formative years.

The Modern Monster

The god of this world has a myriad of seductive and alluring temptations available today, and our young people are especially vulnerable. One of the most prominent and ubiquitous temptations is the internet. Decades ago, young hearts were warned against pool halls, dance halls, motion pictures, card playing, etc. As morally dangerous as these things were, they pale in significance as compared to the insidious dangers a teenager faces via his computer. What was only available in unsavory places before and after WWII, is now available to a twelve-year old in his bedroom by the click of a mouse.

Absent Parents

Modern families are not a cohesive unit as they once were. The stresses and pressures on the modern home are multi-faceted. Mothers have left their homes, husband and children for a career in the work place; what precious time left over in her life is inadequate for her to be a successful wife and mother (Mark 3:25).

Jumat, Desember 04, 2009

Perdebatan Istilah “Allah” Kesalahpahaman Linguistik dan Theologis

by Dr. Steven E. Liauw

Graphe International Theological Seminary (GITS), Sunter, Jakut, Indonesia

Belakangan ini di dunia kekristenan Indonesia banyak sekali terjadi perdebatan mengenai penggunaan istilah “Allah.” Perdebatan ini timbul karena ada pihak atau kelompok yang “mengharamkan” orang Kristen memakai kata “Allah.” Mereka beranggapan bahwa jika orang Kristen memakai kata “Allah,” maka itu sama saja dengan menyembah Tuhannya orang Islam. Hampir selalu bersamaan dengan itu, kelompok yang sama juga mengedepankan nama “Yahweh,” dan menganjurkan orang Kristen mengganti “Allah” dengan “Yahweh” atau “Elohim.” Kita sebut saja kelompok ini sebagai kelompok “anti-Allah.”

Banyak sekali orang Kristen yang menjadi bertanya-tanya mengenai masalah ini. Apalagi hampir semua orang Kristen di Indonesia sudah biasa dengan istilah “Allah,” dan sama sekali tidak memaksudkan Tuhannya Islam. Tentunya orang Kristen awam akan merasa risih ketika kelompok “anti-Allah” mengklaim bahwa mereka selama ini menyembah Tuhan Muslim atau dewa bulan, mengagungkan berhala, dan menghujat Tuhan yang benar. Walaupun seorang Kristen selama ini sangat mengasihi Yesus, mengagung-agungkan nama Yesus, dan bahkan sudah kenal dengan nama Yehovah, namun jika masih memakai kata “Allah,” maka ia dicap sebagai penyembah berhala atau bahkan seorang Muslim! Ini semua adalah tuduhan yang sangat serius. Banyak orang Kristen yang lugu dan awam ketakutan dituduh seperti itu, dan buru-buru menggabungkan diri dengan kelompok “anti-Allah” ini. Bahkan ada acara pelepasan dari “roh Allah” yang dianggap sebagai roh setan oleh kelompok ini.

Apakah benar tuduhan kelompok “anti-Allah” ini? Apakah karena seorang Kristen memakai istilah “Allah” untuk mengacu kepada sang Pencipta, atau menyebut Yesus sebagai Allah, maka dia menjadi seorang Muslim, atau seorang penyembah berhala? Tulisan ini akan memperlihatkan bahwa posisi kelompok “anti-Allah” ini sama sekali tidak berdasar. Mereka mendirikan seluruh argumen mereka atas dasar emosi, dan mereka melakukan kekeliruan nalar linguistik dan theologis yang sangat fatal. Artikel ini akan berfokus pada mengupas kesalahan linguistik dan kesalahan theologis yang mereka lakukan.

I. Kesalahan Linguistik Kelompok “Anti-Allah”

Semangat kelompok “anti-Allah” untuk mendapatkan pendukung-pendukung baru menyebabkan mereka sering mengkhotbahkan sikap “anti-Allah” tersebut kepada orang Kristen atau gereja manapun yang kebetulan mendengarkan mereka. Graphe International Theological Seminary, sebagai suatu institusi pembelajaran theologi tingkat tinggi, tidak terlepas menjadi sasaran “penginjilan” mereka. Beberapa individu yang “anti-Allah” cukup sering berkomunikasi dengan GITS, sehingga kami cukup familiar dengan berbagai argumen “anti-Allah.”

Topik ini juga sudah mendapat perhatian dari GITS, mengingat bahwa pernah diadakan debat antara Bpk. John Gersom dengan penulis sendiri, pernah diselenggarakannya seminar mengenai “nama Allah” di GITS, dan pembahasan mengenai nama sang Pencipta di Pedang Roh edisi ke-61. Walaupun pembahasan-pembahasan sebelumnya ini telah menjadi berkat bagi banyak orang, banyak individu dari kelompok “anti-Allah” yang tetap besikeras dengan posisi mereka.

Sabtu, November 21, 2009

ORANG KRISTEN TIDAK PERLU IJIN TEMPAT IBADAH

Orang Kristen alkitabiah menyembah dengan hati, secara rohani, dan dalam kebenaran. Bukan menyembah Tuhan dengan badan melainkan dengan hati, dan tanpa dibatasi waktu, tempat maupun postur tubuh. Jadi, orang Kristen alkitabiah tidak membutuhkan tempat ibadah.

Penyembahan orang Kristen alkitabiah adalah dari sikap hatinya setiap waktu. Ia tidak membutuhkan tempat khusus, waktu khusus dan cara khusus. Jadi, tidak membutuhkan tempat ibadah! Itulah sebabnya tidak dibutuhkan ijin tempat ibadah!

Yang biasa dilakukan hari Minggu itu seharusnya disebut “acara pertemuan jemaat” yang diisi dengan acara bernyanyi, mempelajari Alkitab, dan berdoa. Sekali lagi kita menyembah Tuhan dengan hati bukan dengan badan. Bagi mereka yang menyembah Tuhan dengan badan, sangat memerlukan tempat ibadah sedangkan kita tidak!

Sebagaimana orang bebas berkumpul untuk pernikahan, arisan, reuni, hajatan, syukuran, lalu apa alasannya orang Kristen tidak boleh berkumpul untuk bernyanyi dan belajar Alkitab?

Berkembangnya konsep rumah ibadah, dan diperlukannya ijin tempat ibadah adalah penerapan konsep Islam terhadap kekristenan. Dan celakanya itu diiyakan oleh pemimpin Kristen yang buta kebenaran. Kita bukan hanya tidak membutuhkan ijin tempat ibadah, bahkan tidak membutuhkan tempat ibadah, karena ibadah kita tanpa dibatasi tempat, waktu, dan postur tubuh!

Pedang Roh 54 Edisi LIV Tahun XIII Januari-Februari-Maret 2008

Jumat, November 20, 2009

ORANG KRISTEN MELAYAT

Peristiwa kematian adalah peristiwa yang besar dalam perjalanan hidup manusia. Biasanya manusia mengingat bahkan merayakan hari kelahiran, pernikahan, dan kematian seseorang. Famili dan Sahabat datang memberi salam atau belasungkawa ketika ada anggota keluarga yang mengalami tiga peristiwa tersebut.

Kelahiran dan pernikahan adalah dua peristiwa sukacita sedangkan kematian adalah peristiwa dukacita. Karena kita orang Kristen juga hidup bermasyarakat, maka kita juga tidak bisa menghindar dari ketiga peristiwa tersebut.

Baik kelahiran, pernikahan, dan apalagi kematian, biasanya sarat dengan nuansa adat-istiadat. Dan sudah bukan rahasia lagi bahwa dalam adat-istiadat berbagai suku bangsa, telah terdapat campuran unsur tahyul, mistik, bahkan magic di dalamnya. Tentu kekristenantidak perlu menentang adat-istiadat yang tidakbertentangan dengan kebenaran Alkitab. Tetapi bagaimanakah orang Kristen harus bersikap ketika ia bertemu dengan adat-istiadat yang mengandung tahyul, mistik, dan magic?

Orang Kristen Yang Kehilangan

Banyak orang Kristen kurang menyadari bahwa pada saat keluarganya menghadapi peristiwa berduka, mata sanak-famili, teman dan handaitaulan tertuju kepadanya. Saat itu bisa menjadi saat yang berharga untuk bersaksi, namun juga bisa menjadi saat memalukan nama Tuhan. Ketika seorang Kristen mengalami kehilangan anggota keluarga oleh kematian, sikap apakah yang sepatutnya ditunjukkannya?

Bersedih adalah perasaan wajar, terlebih kalau yang meninggal ternyata belum diselamatkan. Bahkan bisa teramat sedih karena saat kematian bisa merupakan berakhirnya kesempatan untuk memberitakan Injil kepadanya. Namun sesedih apapun orang Kristen tidak boleh hingga tidak sadar diri. Yang meninggal tidak dapat diubah lagi, dan harus ingat kini di hadapannya masih banyak sanak-famili dan teman yang memerlukan kesaksiannya, dan kini mata mereka semua tertuju kepadanya.

Kata-kata yang terucapkan harus selaras dengan doktrin kekristenan yang alkitabiah. Jangan sampai mengeluarkan kata-kata atau sikap yang bertentangan dengan ajaran kekristenan, misalnya berdoa supaya yang meninggal diterima di sisi Allah, atau diberi tempat yang layak, karena semua itu bukan hal yang bisa diminta melainkan melalui keputusan hidup orang yang telah meninggal.

Jangan berdoa kepada manusia dan juga jangan berdoa untuk orang yang telah meninggal melainkan untuk orang yang masih hidup. Jangan terlibat sembah-menyembah baik kepada tubuh yang telah meninggal maupun kepada nenek moyang atau apapun selain Allah. Juga jangan terlibat prosesi ibadah agama lain. Jawablah dengan baik dan sopan bahwa anda berbeda iman dan mohon dimaafkan untuk tidak ambil bagian.

Karena yang meninggal bukan saja anggota keluarga, bahkan adalah manusia yang tubuhnya dibuat sesuai dengan gambar dan rupa Allah, maka bersikaplah sopan dan hormat, untuk memasukkan tubuh tersebut ke dalam peti, dan mengantar peti tersebut dengan hormat untuk dikuburkan ke dalam tanah.

Mengenai Hari Dan Peti

Orang Kristen tidak terikat pada hari tertentu karena Tuhan kita lebih besar dan lebih berkuasa dari iblis. Iblis sengaja menghembuskan konsep hari baik dan hari buruk untuk memperbudak manusia. Jika anda adalah pengambil keputusan atas hari penguburan, maka anda bebas sebebas-bebasnya. Jika anda bukan pengambil keputusan, maka biarkanlah karena bagi kita hari apapun baik.

Orang Kristen tidak perlu terjebak dalam mafia peti mati yang menaikkan harga peti setinggi langit. Menghabiskan uang terlalu banyak untuk peti, terutama jika kondisi keuangan pas-pasan tentu tidak bijaksana. Orang Kristen tidak perlu berlomba dalam hal peti mati, melainkan berlomba bersaksi bagi Tuhan.

Sama sekali tidak ada keperluan untuk menaruh Alkitab ke dalam peti karena yang meninggal tidak membutuhkan Alkitab lagi. Alkitab dibutuhkan oleh manusia selagi di dunia ini. Menata peti agar rapi tidaklah masalah demikian juga ketika peti dimasukkan ke liang kubur, posisi letaknya tidak akan sudah mempengaruhi keturunan. Berbagai tahyul dihembuskan iblis untuk menakut-nakuti manusia agar manusia ketakutan dan mencari perlindungan padanya.

Kebaktian penutupan peti perlu dilakukan dengan penuh rasa hormat. Lagu-lagu yang dinyanyikan bukan untuk yang telah meninggal tetapi untuk yang masih hidup. Ada lagu yang syairnya mewartakan konsep kekristenan terhadap kematian dan lain sebagainya.

Tidak ada ketentuan tentang warna pakaian, melainkan mengikuti kebiasaan umum tentang pakaian berduka dan bersuka.

Dalam kebaktian penutupan peti maupun kebaktian-kebaktian yang lain, tentu kita memperhatikan aspek sopan dan teratur (I Kor.14:40). Ada meja di depan peti demi kerapian, bunga-bunga dan berbagai karangan bunga sebagai ungkapan turut berduka dari sahabat. Dan sebelum peti ditutup diberikan kesempatan kepada yang hadir untuk melihat terakhir dengan mengelilingi peti sambil meneteskan minyak wangi tentu bukan tindakan tahyul tetapi agar ruangan tidak bau pengap atau bau mayat (siapa tahu formalin tidak bekerja efektif).

Kebaktian Penurunan Peti

Sebelum peti ditimbun tanah tentu diadakan kebaktian. Selagi peti masih di tahan di atas lubang, pihak keluarga dipersilakan berfoto. Sesudahnya kebaktian bisa dimulai dengan singkat dan penuh khidmat. Ini bukan saatnya bertanding khotbah tetapi saatnya menyampaikan kata-kata yang singkat namun penuh makna.

Setelah kebaktian, pengunjung diberi kesempatan untuk turut mengaminkan bahwa tubuh yang terbuat dari tanah dikembalikan ke dalam tanah dan roh kepada Allah dengan melemparkan tanah kepada peti yang diturunkan. Penaburan bunga sebagai tanda turut berduka bersama keluarga dan berakhirlah acara penguburan dengan hormat atas tubuh almarhum yang diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah.

Sikap Dalam Melayat

Banyak orang Kristen tidak tahu harus berbuat apa ketika melayat. Ada yang ikut-ikutan melakukan hal-hal yang tidak perlu bahkan hingga yang bertentangan dengan kebenaran Alkitab.

Melayat adalah ekspresi rasa simpati kepada keluarga yang berduka dan hormat kepada yang telah meninggal sebagai manusia yang diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah. Bahkan adalah patut untuk menyatakan rasa kagum serta berbalas budi kepada yang telah meninggal dengan menghadiri penguburan tubuhnya. Tuhan mau tubuh manusia yang telah ditinggalkan oleh rohnya dikuburkan dengan hormat. Dan kita bisa menafsirkan bahwa Tuhan juga mau orang-orang memberi hormat kepada seseorang melalui menghadiri prosesi penguburan tubuh orang itu.

Datang melayat dengan menghampiri keluarga berduka dengan memberikan kata-kata penghiburan. Berdiri di samping tubuh yang terbaring dengan sikap hormat. Jika ada anggota keluarganya yang menemani, maka sampaikanlah kenangan-kenangan manis dan positif kepada anggota keluarganya untuk menyatakan bahwa ada hal-hal positif dalam hidup almarhum yang menjadi kenangan bagi anda.

Melayat adalah momen yang berharga, Pengkhotbah 7:2 berkata, “Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.” Dan pada ayat 4 dikatakan, “Orang berhikmat senang berada di rumah duka, tetapi orang bodoh senang berada di rumah tempat bersukaria.

Obrolan di saat melayat haruslah bermanfaat. Selain mengenang kebaikan almarhum, tentu jika kesempatan memungkinkan kita bisa pakai untuk bersaksi tentang makna kehidupanyang berarti di dalam Kristus Yesus. Orang-orang yang sedang melayat di sekeliling kita juga sedang dalam suasana yang cocok. Alam bawah sadar mereka sedang bergulat memikirkan tentang perkara kematian. Pertanyaan yang paling bermakna ialah, “apakah kita siap jika saat giliran kita tiba?”

Harus Sesuai Doktrin Kekristenan

Orang Kristen harus berhati-hati ketika melayat, karena biasanya di saat demikian teman anda mengamati anda, untuk melihat apakah anda konsisten pada iman anda. Mereka ingin menangkap basah anda sedang melakukan sesuatu yang bertentangan dengan doktrin yang anda yakini.

Itulah sebabnya harus mengerti doktrin dengan baik agar jangan sampai tanpa anda sadari telah melakukan sesuatu yang bertentangan dengan doktrin kekristenan yang alkitabiah. Doktrin kekristenan yang alkitabiah tidak membenarkan orang berdoa untuk mereka yang telah meninggal karena setelah seseorang meninggal tidak ada lagi yang dapat dilakukan baginya.

Menghormati yang meninggal, itu benar, tetapi menyembah kepadanya, itu sama sekali tidak boleh. Lalu bagaimana jika orang memberi kepadamu hio dan katanya itu hanya sekedar untuk menghormati bukan menyembah? Sekali-kali jangan sampai terjebak tipu muslihat iblis. Pertanyaan logis, kalau itu adalah menghormati bukan menyembah, lalu kenapa tidak dilakukan terhadap orang yang masih hidup? Mengapa hari ini kita tidak melakukan penghormatan terhadap ayah dan ibu kita dengan membakar hio kepada mereka?

Ingat, Yesus Kristus mau anda menjadi saksinya di dalam segala aspek kehidupan kita, tentu termasuk pada saat kita melayat. Jika anda sendiri adalah anggota keluarga yang sedang berduka, sikapilah dengan wajar dan tetap ingat firman Tuhan. Dan jika anda adalah orang yang turut berduka cita, maka ingat nasehat firman Tuhan, menangislah dengan orang yang sedang menangis (Rom.12:15), tetapi jangan sampai berdosa karena orang yang sedang menangis. Dalam segala hal permuliakan Tuhan Yesus Kristus yang telah memerdekakan kita dari segala ikatan.

-----0000000000000-------

Berita Yang Paling Klasik Adalah Berita Tentang Janji Keselamatan Dari Allah Kepada Manusia Yang Telah Jatuh Ke Dalam Dosa Bahwa Allah Akan Mengirim Juruselamat Untuk Menyelesaikan Masalah Dosa Manusia.

Rabu, November 18, 2009

PIDATO ANAK 12 TAHUN YANG MEMBUNGKAM PARA PEMIMPIN DUNIA DI PBB

Kisah ini menceritakan pengalaman nyata mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki, seorang anak yang pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children's Organization ( ECO ).

ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah lingkungan.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar (dan membungkam) beberapa pemimpin dunia terkemuka.

Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.

Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children Organization

Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi - dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku
kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang " .

Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua.

Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, "Semuanya akan baik-baik saja, 'kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya."

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, "Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu".

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
***********

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.

Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:

"Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato.
Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh asisten saya kemarin. Saya ... tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun "

--------- --------- ------
*Tolong sebarkan tulisan ini ke semua orang yang anda kenal, bukan untuk mendapatkan nasib baik atau kesialan kalau tidak mengirimkan,tapi mari kita bersama-sama membuka mata semua orang di dunia bahwa bumi sekarang sedang dalam keadaan sekarat dan kitalah manusia yang membuatnya seperti ini yang harus bertindak untuk mencegah kehancuran dunia.
*(Copyright from: Moe Joe Free)*
Sumber: Milis

Selasa, November 10, 2009

MENGHAPUS HUKUMAN MATI?

Belakangan ini, yaitu sesudah penggantungan Saddam Husein beserta dua orang pembantunya, para pemimpin Eropa bersuara lantang dan berusaha gencar mendorong semua negara di dunia untuk menghapus hukuman mati. Bagi setiap orang Kristen yang peduli akan kebenaran pasti akan bertanya, sesungguhnya apa kata Alkitab tentang hukuman mati? Apakah hukuman mati alkitabiah? Dan apakah hukuman mati itu sebuah tindakan yang adil? Dan apakah hukuman mati itu tindakan yang manusiawi?

SECARA ALKITABIAH

Semua berawal dari penciptaan manusia oleh Allah yang berdasarkan pada gambar dan rupa Allah (Kej.1:26-27). Para theolog berdebat tentang gambar dan rupa Allah karena manusia diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah. Ada theolog yang berkata bahwa itu menunjuk kepada manusia yang adalah makhluk roh karena Allah itu roh adanya (Yoh.4:24). Jadi mereka ingin mengatakan bahwa Allah tidak ada bentuk dan rupa.

Namun ketika Filipus ingin melihat Allah Bapa, Tuhan Yesus berkata kepadanya, "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?(Yoh.14:9-10).

Kemudian dalam Ibrani 10:5, dikatakan bahwa "Engkau telah menyediakan tubuh bagiKU" menunjuk kepada penyediaan tubuh bagi Kristus oleh Allah Bapa sehingga Ia memiliki gambar dan rupa. Dan Adam diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Kristus yang adalah pribadi kedua illahi. Jadi sesungguhnya tubuh Adam itu diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Kristus, bukan tubuh Kristus sesuai dengan tubuh Adam. Ketika Allah Tri-Tunggal hendak menciptakan manusia, salah satu pribadi illahi berkata, "baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita, . . ." Gambar dan rupa yang dimaksudkan ialah gambar dan rupa Kristus.

Tujuan penciptaannya sangat jelas yaitu supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut, dan burung-burung di udara, dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.

Allah ingin agar manusia yang diciptakan sesuai dengan gambar dan rupaNya bisa dilihat oleh ikan-ikan, burung-burung dan semua binatang sebagai wakil Allah yang akan memerintah mereka. Allah mau agar kehadiran manusia di antara semua ciptaanNya dapat dilihat sebagai kehadiran Allah pencipta mereka.

Itulah sebabnya Allah menciptakan manusia sesuai dengan gambar dan rupa Allah. Sebelum manusia jatuh ke dalam dosa, manusia dikatakan memiliki kemuliaan Allah dan tentu tidak memiliki kekuasaan Allah.

Semua binatang akan takluk kepada manusia karena kehadiran manusia dilihat sebagai kehadiran gambar dan rupa Allah. Setelah manusia jatuh kedalam dosa, manusia dikatakan telah kehilangan kemuliaan Allah (Rom.3:23). Tetapi manusia tetap adalah gambar dan rupa Allah.

Ketika Kain membunuh Habel, sesungguhnya Kain telah membunuh salah satu gambar dan rupa Allah. Kain menyadari bahwa ia akan dibalas dengan hukuman yang setimpal yaitu dibunuh oleh saudaranya yang lain. Tetapi karena Allah belum mengumumkan tentang hukuman bagi orang yang membunuh gambar dan rupaNya, maka Kain diampuni. Kain hanya dibuang, bagaikan pembuangan kriminal ke pulau pembuangan, dan dikutuk. Kain merasa hukumannya terlalu berat sama seperti semua kriminal dan pembelanya yang selalu merasa hukumannya terlalu berat tanpa membandingkan dengan akibat yang telah ditimbulkannya pada korbannya.

Sesudah masa deluvien (air bah), Allah memberi aturan bagi orang-orang bahkan binatang yang menyerang gambar dan rupa Allah. Dikatakan dalam Kejadian 9:5-6, "Tetapi mengenai darah kamu, yakni nyawa kamu, Aku akan menuntut balasnya; dari segala binatang Aku akan menuntutnya, dan dari setiap manusia Aku akan menuntut nyawa sesama manusia. Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri."

TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH

Jika setiap manusia yang dibunuh, lalu anggota keluarganya berusaha mencari si pembunuh dan berusaha membunuhnya, maka akan terjadi bunuh membunuh yang tidak ada habis-habisnya. Rasul Paulus menjelaskan dalam Roma 13:1-7 tentang fungsi pemerintah. Dikatakan dengan jelas bahwa pemerintah adalah penyandang pedang yang akan menghukum para penjahat (kriminal).

Jadi jelas sekali bahwa orang yang anggota keluarganya dibunuh tidak perlu repot-repot mengurus pembalasan karena pemerintah akan mengambil alih tanggung jawab itu. Bahkan kita orang Kristen harus mengampuni penjahat itu karena kita tidak boleh menghukum seseorang bahkan tidak boleh membenci orang. Tetapi pemerintah tidak boleh tergantung pada keluarga korban karena penjahat tersebut bukan saja bersalah kepada keluarga korban, melainkan bersalah kepada masyarakat beradab dan terutama bersalah kepada Tuhan yang menciptakan manusia sesuai dengan gambar dan rupaNya.

Pada ayat tersebut di atas dikatakan alasan seorang pembunuh harus dibunuh adalah karena yang dibunuh itu adalah manusia YANG DICIPTAKAN SESUAI DENGAN GAMBAR DAN RUPA ALLAH. Karena barang siapa yang menyerang gambar dan rupa Allah sama dengan menyerang Allah.

Jadi, kalau Allah pencipta manusia telah menetapkan bahwa kalau seorang manusia dibunuh secara sengaja dan terencana, maka orang itu harus dibunuh oleh pemerintah, maka sebagai orang Kristen yang alkitabiah kita harus mendukung keputusan Allah. Bagi Allah barang siapa dengan sengaja mencabut hak hidup manusia lain, sama dengan ia telah mencabut hak hidup dirinya sendiri.

DARI SEGI KEADILAN

Misalnya sepasang suami-istri memiliki seorang putra yang sangat mereka kasihi, dan ia menjadi tumpuan harapan mereka untuk memelihara mereka di hari tua mereka. Anak yang menjadi harapan mereka ini kemudian mereka sekolahkan dengan seluruh kemampuan mereka hingga keluar negeri dan selesai serta kembali. Suatu hari ia sedang berjalan di sebuah gang, tiba-tiba ia dicegat oleh seorang pemuda tak berpekerjaan untuk merampoknya. Karena ia melawan kemudian ia dibunuh dengan satu kali tusukan pisau di jantungnya.

Adilkah jika pembunuhnya hanya dihukum 20 tahun penjara? Adilkah jika sang pembunuh dihukum seumur hidup? Masihkah boleh ia menikmati hidup sekalipun di dalam penjara? Sementara sepasang orang tua kehilangan harapan hati mereka, bahkan kehilangan semangat hidup mereka. Bukankah sesungguhnya pembunuh itu telah membunuh tiga orang karena satu orang meninggal, dua orang kehilangan semangat hidup.

Sepasang suami-istri dikaruniai seorang putri yang cantik, satu-satunya. Hidup mereka berdua berpusat pada putri mereka. Ia adalah sukacita mereka, semangat hidup mereka bahkan pusat dari ucapan syukur mereka kepada Allah yang telah mengaruniakan seorang putri kepada mereka.

Ketika suatu hari putri mereka yang sudah hampir menikah dengan seorang yang sangat sukses, pulang menumpang sebuah taxi. Ia ternyata dibawa ke sebuah lokasi, diperkosa secara bergilir tiga orang, dan agar tidak ada saksi mereka memilih membunuhnya. Karena bingung untuk membuang mayatnya, mereka memutilasi mayat seorang wanita cantik yang beberapa bulan lagi akan menikah.

Setelah tertangkap, hukuman apakah yang ADIL yang patut dijatuhkan kepada ketiga pemerkosa dan pembunuh yang tidak menghargai hak hidup manusia? Patutkah mereka menuntut orang lain untuk menghargai hak hidup mereka sementara mereka tidak ada rasa hormat sedikit pun terhadap hak hidup seorang wanita yang memiliki masa depan dan menjadi pusat sukacita dan semangat hidup kedua orang tuanya?

Pembaca yang berakal sehat, masih ada banyak cerita lain lagi yang mungkin lebih memiluhkan dari kedua cerita di atas. Negara adalah institusi yang Tuhan tetapkan untuk membalaskan kejahatan manusia terhadap manusia lain. Negara tidak berhak mengurus masalah antar manusia dengan Allah. Negara bertanggung jawab mengurus antar manusia (rakyatnya) dengan seadil-adilnya. Kata ADIL dalam hal hukuman sesungguhnya artinya sepantaran dengan kerugian yang ditimbulkannya.

Bagaimanakah pendapat pembaca jika anda dirampok sebesar 100 juta rupiah, kemudian pemerintah menjatuhkan hukuman atas perampok untuk mengembalikan hanya 50 juta rupiah? Kalau hal demikian terjadi maka banyak orang akan merampok, dan kalau tertangkap maka ia akan untung 50% dan kalau tidak tertangkap akan untung 100%.

Seseorang telah dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain. Hukuman apalagi yang nilainya sepantaran dengan nyawa? Hukuman apalagi yang lebih adil daripada mencabut nyawanya juga? Ketika seseorang dengan sengaja dan terencana mencabut nyawa orang lain, maka ia kehilangan hak atas nyawanya sendiri.

PERINGATAN BAGI MANUSIA LAIN

Sesungguhnya yang ingin dicapai dari penjatuhan hukuman itu bukan hanya unsur adil namun juga sebuah peringatan bagi manusia lain agar tidak melakukan hal yang sama.

Ancaman hukuman yang berat adalah cara yang paling jitu untuk memperingatkan manusia terhadap suatu tindakan yang kita semua tidak mau itu terjadi. Dalam kitab PL Allah menetapkan kasus yang pelanggarnya diancam hukuman mati. Ada banyak sekali kasus yang diancam hukuman mati, menikahi ibu sekaligus anaknya harus dihukum mati, bahkan bersetubuh dengan binatang ancaman hukumannya ialah hukuman mati (Im. 20:1415).

Bersetubuh dengan menantu juga diancam dengan hukuman mati. Dan masih banyak lagi kasus yang diancam hukuman mati. Tuhan memberi alasan mengapa ancaman hukumannya sedemikian berat pada bangsa Isarel adalah karena mereka ditetapkan sebagai bangsa yang kudus. Yang harus dipikirkan mereka setiap hari itu hidup kudus bukan berpikir untuk berdosa. Dosa dengan ancaman hukuman mati adalah dosa yang seharusnya membangkitkan bulu roma seseorang. Hukuman yang sedemikian berat itu tentu dimaksudkan agar tidak akan terbersit sedikit pun di dalam pikiran seseorang untuk melakukannya.

Coba pembaca bayangkan, kalau putri tunggal anda yang anda kasihi, diperkosa secara bergilir tiga orang, dan sesudahnya mereka memutilasi tubuhnya hingga puluhan bagian. Hukuman apakah yang setimpal dan yang bisa memperingatkan orang muda lain untuk tidak mengikuti jejak penjahat itu?

Tidak dapat dipungkiri bahwa semakin berat hukuman atas sebuah tindakan diancamkan, maka akan semakin sedikit pelakunya. Hasilnya tentu masyarakat akan hidup dalam kedamaian. Demikianlah sesungguhnya manfaat sebuah negara atau pemerintahan didiri kan di muka bumi. Kehadiran pemerintah harus menjadi ancaman bagi orang jahat dan pelindung bagi orang baik. Dengan kondisi demikian semua rakyat akan memiliki kedamaian dan kebebasan untuk beribadah kepada Allah sesuai keyakinannya.

PANDANGAN DUNIA

Koran Suara Pembaruan Rabu, 17 Januari 2007, pada halaman 19 memuat sebuah artikel berjudul Eropa Tuntut Penghapusan Hukuman Mati, menuliskan bahwa karena penghukuman mati Saddam Hussein dan kedua pembantunya telah menyebabkan para pemimpin negara Eropa berusaha keras di PBB untuk menekan negara-negara anggota PBB untuk menghapus hukuman mati. Adapun alasan pemimpin Eropa, seperti yang dikemukakan oleh Presiden Komisi Eropa, Jose Manuel Barroso, "kami berpendapat, tidak ada manusia yang memiliki hak untuk mengambil nyawa manusia lain. Penolakan hukuman mati adalah masalah fundamental."

Penulis sangat setuju dengan pandangan Barroso, bahwa tidak ada satu pun manusia pribadi yang berhak mencabut nyawa orang lain. Itulah sebabnya barang siapa yang mencabut nyawa orang lain, harus dihukum sangat berat yaitu dicabut nyawanya. Dan yang berhak mencabut nyawa seseorang yang telah mencabut nyawa orang lain itu bukan pribadi manusia melainkan NEGARA. Pribadi orang tidak berhak mencabut nyawa orang lain, hanya negara dan setelah melalui proses hukum yang adil dan transparan serta mendapat prosedur pembelaan yang memadai.

Bahkan Editorial Media Indonesia menurunkan judul Bebas dari Hukuman Mati, yang isinya mengritik pemerintah Indonesia bahwa ia telah bertindak tidak konsisten dengan UUD 45, dengan mengutip pasal 28 ayat satu bahwa "hak hidup tiap orang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun." Menurut penulis, hukuman mati sama sekali tidak melanggar UUD 45 karena memang tidak boleh mengurangi hak hidup seseorang oleh keadaan. Hak hidup seseorang hilang karena perbuatan orang itu sendiri, yaitu ketika ia mengurangi hak hidup orang lain, bukan oleh keadaan. Ketika ia mencabut nyawa orang dengan sengaja dan terencana, maka itu sama dengan ia mencabut nyawa dirinya sendiri.

Pandangan dunia, terutama negara-negara Eropa yang telah membelakangan Tuhan akibat theolog Liberal yang calvinistik, seolah-olah Tuhan tidak bijaksana ketika Ia menetapkan hukuman mati. Mereka lebih bijaksana daripada Tuhan. Pencipta langit dan bumi tidak adil, merekalah yang lebih adil. Pencipta tidak mengasihi, merekalah yang lebih mengasihi.

Pandangan dunia yang telah dikendalikan iblis memfokuskan perhatian mereka kepada si pembunuh. Mereka simpati kepada pembunuh, berbelas kasihan kepada keluarga pembunuh, bahkan membela hak si pembunuh. Mereka melupakan korban yang sudah tiada, keluarga nya yang menderita kesedihan seumur hidup, orang tua korban yang terlantar karena putra harapan mereka telah tiada, anak-anak korban yang telah menjadi yatim-piatu dan tidak bisa meneruskan sekolah, istrinya yang telah menjadi janda sehingga terpaksa harus menjadi peminta-minta.

Seharusnya semua manusia yang waras menyerukan dipertahankannya hukuman mati, terutama kasus pembunuhan berencana dan sengaja. Siapapun yang tidak mau kehilangan anggota keluarga oleh pembunuhan harus mendukung ketetapan Tuhan agar pembunuh semakin berkurang di muka bumi.

KESIMPULAN

Ketika Alkitab menubuatkan bahwa menjelang kedatangan Tuhan maka kedurhakaan akan semakin bertambah, maka itu pasti akan digenapi.

Cara berpikirnya para pemimpin dunia, terutama pemimpin negara-negara Eropa yang semakin dipe ngaruhi iblis, akan mempersiapkan kea daan yang matang untuk menggenapi nubuatan Yesus Kristus itu. Kedurhakaan tidak akan semakin bertambah jika ancaman hukuman semakin berat namun sebaliknya kedurhakaan akan semakin bertambah apabila ancaman hukuman semakin ringan.

Contoh, "Apabila seseorang mencuri seekor lembu atau seekor domba dan membantainya atau menjualnya, maka ia harus membayar gantinya, yakni lima ekor lembu ganti lembu itu dan empat ekor domba ganti domba itu (Kel.22:1). Tuhan mengatur hukuman yang empat hingga lima kali lipat berat hukuman yang ditimpahkan kepada orang yang melakukan pencurian. Dan korban mendapat ganti rugi empat hingga lima kali lipat.

Di Indonesia kadang bisa terjadi hal yang aneh, yang disalahkan bisa jadi adalah yang menderita kecurian yaitu dimarahi karena tidak menjaga miliknya dengan hati-hati. Akibatnya hampir tidak ada penduduk kota Jakarta yang rumahnya tidak dipasangi pagar. Dan negara kita sesungguhnya dipenuhi pencuri. Pencurian terjadi dari istana presiden (hilangnya laptop), hingga kabel listrik yang menyalurkan listrik ke sebuah kampung.

Semua kekacauan bermasyarakat ini terjadi karena falsafah yang salah. Jika seorang pencuri tertangkap, dan jika ia dengan wajah yang memelas berkata bahwa motivasinya adalah karena tidak ada makanan, petugas hukum menjadi prihatin dan melupakan tugasnya sebagai penegak hukum yang seharusnya tidak memandang muka orang. Secara pribadi kita semua patut prihatin jika ada orang sampai tidak akan makanan. Tetapi siapapun yang prihatin, dialah yang memberi pertolongan termasuk memberikan makanan, bahkan jika petugas hukum merasa prihatin serta berbelas kasihan, ia bisa membagikan sebagian gajinya. Namun sebagai penegak hukum apapun keadaannya, bagaimanapun suasana hatinya, ia adalah seorang penegak hukum.

Hukuman mati, atau hukuman jenis lain yang diancamkan kepada pelaku yang lebih berat dari penderitaan korban yang diakibatkannya, adalah demi kepentingan bermasyarakat dan bernegara yang damai. Tidak ada manusia baik dan sehat pikiran yang tidak merindukan ketentraman.

Ketentraman, kedamaian, bahkan kemakmuran tidak mungkin bisa dicapai oleh sekelompok masyarakat yang tidak dilengkapi aturan hukum yang mengancam krimilal lebih berat dari kerusakan pada korban yang ditimbulkannya.

Terlebih lagi bagi masyarakat yang tidak mau menerima Injil. Bayangkan usaha damai dari Allah yang penuh kasih saja mereka tolak, maka tidak heran kalau mereka berani berbuat kejahatan yang sejahat-jahatnya. Dan kecenderungan hati mereka pasti mengatur hukum yang mengancam pelanggar hukum dengan ancaman yang seringan-ringannya.

Kiranya uraian singkat ini dapat mencelikkan mata orang-orang yang mencintai kebenaran dan kedamian.***(LHF).

PEDANG ROH Edisi 51--LI Tahun XI , April - Mei - Juni 2007

Senin, November 09, 2009

PENGANUGERAHAN GELAR PAHLAWAN NASIONAL BAGI LAKSAMANA MUDA JOHN LIE


Pada tanggal 9 November 2009, dalam rangka peringatan Hari Pahlawan, Presiden Republik Indonesia, menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional dan Bintang Mahaputera Adipradana kepada Alm. Laksamana Muda TNI (Purn) Jahja Daniel Dharma (John Lie) yang berasal dari Sulawesi Utara. Gelar tersebut akan diserahkan kepada Ibu Margaretha Dharma Angkuw yang merupakan istri sekaligus pewaris tunggal dari Alm. Laksamana Muda John Lie, yang didampingi juga oleh keluarga dan Drs. Eddie Lembong dari Yayasan Nabil sebagai pengusul. Keputusan tersebut didasarkan atas pertimbangan Negara melalui Badan Pembina Pahlawan Pusat (BPPP) Departemen Sosial RI yang menilai bahwa jasa-jasa serta pengabdian yang diberikan Laksamana Muda John Lie kepada Republik Indonesia dalam dinas kemiliteran maupun pengabdiannya kepada masyarakat adalah tinggi nilainya.

Laksamana Muda TNI (Purn) Jahja Daniel Dharma (John Lie) adalah perwira TNI AL yang melakukan penyelundupan senjata untuk kepentingan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari penjajahan Belanda dalam kurun waktu 1946-1949. Beliau merupakan salah satu tokoh TNI AL yang paling dicari oleh Angkatan Laut Belanda karena selalu mampu menembus blokade laut yang ketat. Kemudian memasuki masa kedaulatan RI, Laksamana Muda TNI (Purn) Jahja Daniel Dharma (John Lie) tanpa henti turut mempertahankan keutuhan NKRI (1950-1967). Menurut kesaksian Jendral Besar A.H. Nasution (1988), prestasi John Lie ”tiada taranya di AL”, karena beliau adalah ”panglima armada [TNI AL] pada puncak-puncak krisis eksistensi Republik”, yakni dalam operasi-operasi terhadap RMS, PRRI dan Permesta. Disini John Lie memberikan jasanya dalam menjaga keutuhan NKRI. Di usia senjanya pun John Lie tetap berkarya di dalam bidang sosial kemasyarakatan (1968-1988), yakni memanusiakan orang-orang yang dimarjinalkan: kaum gelandangan dan pengemis. Adapun John Lie dilahirkan 9 Maret 1911 di Manado, wafat di Jakarta, 27 Agustus 1988 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Laksamana Muda TNI (Purn) Jahja Daniel Dharma (John Lie) diusulkan oleh Yayasan Nabil sebagai Pahlawan Nasional melalui tahap-tahap yang panjang yang sesuai dengan prosedur yang telah diatur dalam undang-undang yang berlaku. Sebelumnya, salah satu anggota Dewan Pakar Yayasan Nabil, Dr. Asvi Warman Adam, sejak tahun 2003 menggagas ide bahwa Laksamana Muda TNI (Purn) Jahja Daniel Dharma (John Lie) layak diusulkan sebagai Pahlawan Nasional. Atas dasar tersebut juga kemudian Yayasan Nabil menugaskan sejarawan muda asal Sulawesi Selatan, M. Nursam untuk menulis buku biografi perjuangan Laksamana Muda TNI (Purn) Jahja Daniel Dharma (John Lie) sebagai salah satu prasyarat pengusulan. Peluncuran buku yang berjudul Memenuhi Panggilan Ibu Pertiwi diikuti oleh seminar nasional yang mengusung tema “Nilai-nilai Kepahlawanan Laksamana Muda John Lie” di Jakarta dan Manado (sebagai tempat kelahiran John Lie). Peluncuran dan seminar di Universitas Paramadina Jakarta dilangsungkan pada tanggal 4 Februari 2009, sedangkan di Gran Puri Manado pada tanggal 12 Februari 2009, dengan dukungan Universitas Sam Ratulangi dan Pemda Sulut.

Menindaklanjuti hasil seminar yang dihadiri berbagai kalangan, baik akademisi, tokoh masyarakat, tokoh militer, sejarahwan, mahasiswa, dan masyarakat umum, Yayasan Nabil kemudian secara resmi mengusulkan Laksamana Muda TNI (Purn) Jahja Daniel Dharma (John Lie) untuk menjadi Pahlawan Nasional kepada Pemerintah RI melalui Badan Pembina Pahlawan Daerah Sulut (BPPD). Usulan ini kemudian diteruskan ke Badan Pembina Pahlawan Pusat (BPPP) melalui Departemen Sosial RI dengan melengkapi berbagai persyaratan yang diminta dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Yayasan Nabil dalam kesempatan ini mengucapkan terimakasih yang tulus kepada Pemerintah Indonesia yang telah mengangkat alm. Laksamana Muda TNI (Purn) Jahja Daniel Dharma (John Lie) sebagai salah seorang Pahlawan Nasional di tahun 2009. Disamping itu, Yayasan Nabil juga mengucapkan terimakasih atas dukungan berbagai pihak yang telah ikut serta dalam upaya pengusulan alm. Laksamana Muda John Lie menjadi Pahlawan Nasional: pertama-tama kepada istri sekaligus pewaris tunggal almarhum John Lie, Ibu Margareta Dharma Angkuw, para pihak yang ikut menandatangani surat pengusulan: 1. Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, Ph.D, 2. Rektor Universitas Sam Ratulangi Prof. Dr. Donald Rumokoy, SH.MH, 3. Prof. Dr. Saparinah Sadli, 4. Prof. Dr. Ahmad Syafii Ma’arif, 5. Dr. Asvi Warman Adam, 6. Drs. Eddie Lembong, Apt Ketua Pendiri Yayasan Nabil, dan 7. Ronald Korompis tokoh masyarakat Sulut. Tidak ketinggalan pula dukungan yang secara khusus telah diberikan oleh Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang, Kapolda Sulut Bp. Brigjen Bekto Suprapto dan semua pihak yang telah membantu secara langsung dan tidak langsung pengusulan alm. John Lie.

Pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Laksamana Muda John Lie, memiliki dimensi dan nilai tersendiri bagi bangsa Indonesia sebagai sebuah negara dengan berbagai suku, etnis dan agama. Figur Laksamana Muda TNI (Purn) Jahja Daniel Dharma (John Lie) memiliki beragam identitas, pertama-tama selaku warga TNI AL, kemudian sebagai orang Manado, disusul umat Kristiani dan unsur ketionghoaan berada di nomor yang kesekian. Dengan demikian, secara jelas dan berarti, Negara telah membuat Taman Sari Pahlawan Nasional bangsa ini menjadi lebih berwana, sebagaimana yang pernah disampaikan Dr. Asvi Warman Adam sebagai seorang sejarahwan: “jika John Lie diberikan gelar sebagai Pahlawan Nasional dengan dasar jasa-jasanya kepada Bangsa dan Negara, maka foto di “dinding bangsa” ini semakin lengkap mewakili keberagaman yang ada”.

Akhirnya Yayasan Nabil mengucapkan “Selamat” kepada keluarga Almarhum Laksamana Muda John Lie (Jahja Daniel Dharma) atas penganugerahan sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia di tahun 2009.

Yayasan Nation Building (Nabil)

Jl. Limo No, 40, Permata Hijau, Senayan

Jakarta 12220, Indonesia.

Tel : (62-21) 7204383, 7200981 Ext 206,207

Fax : (62-21) 7260788

Email: yayasan_nabil@yahoo.co.id

Web: www.nabilfoundation.org

John Lie, Pahlawan Nasional dari Etnis Tionghoa