Jumat, Juli 15, 2016

Seminar SURABAYA: Topik Kontroversial dalam Kekristenan

brosur_seminar_surabaya_2016
Seminar di SURABAYA, 
Tema: Menerangi Topik Kontroversi Kekristenan dengan Alkitab
Pembicara: Dr. Suhento Liauw
Waktu dan Lokasi Seminar:
Rabu, 17 Agustus 2016 (hari Libur)
Pukul 09.00-15.00 WIB
Restoran Mahameru, Jl. Diponegoro 152, SURABAYA
Kontribusi Rp 25.000,-
Pendaftaran hubungi via SMS atau telpon:
Ev. Aris Lase 0852-1099-0280
Ibu Debbie 0811-330-3081
Sdr. Yohan 0813-3663-8722

Seminar Jakarta: Kedaulatan Allah & Tanggung Jawab Manusia

image

Seminar: Kedaulatan Allah & Tanggung Jawab Manusia dalam Keselamatan

GRATIS !! Wajib mendaftar nama vis telpon atau sms
Rabu, 17 Agustus, pukul 09.00-15.00 WIB
di auditorium GITS, Jl. Danau Agung 2 no 5-7, Sunter, Jakarta Utara,
Pembicara: Dr. Steven Liauw, D.R.E., Th.D
Kontak untuk registrasi: 021-6471-4156 / 0816-1402354 /0897-972-8557

Rabu, Juli 06, 2016

GELOMBANG PENDETA MENJADI MUALAF

Isu yang hangat dan banyak dicopy-paste di jaringan medsos belakangan ini ialah berpindahnya sejumlah pendeta menjadi mualaf. Bahkan di antara nama-nama yang di-paste terdapat nama orang-orang yang pernah menduduki posisi penting. Hal ini menimbulkan pertanyaan terutama di kalangan jemaat biasa. Jika para pengkhotbah saja menjadi mualaf, apalagi orang Kristen biasa.

Dasar Yang Rapuh
Jenis mualaf pertama ialah mereka yang memang tidak mengerti tentang inti pengajaran kekristenan. Ada banyak orang Kristen yang bukan hasil pertobatan melainkan hasil dilahirkan secara jasmani. Mereka dari bayi sudah dibawa ke gereja bahkan sudah dibaptis menjadi orang Kristen. Jika saat dewasa mereka tidak pernah mendengarkan Injil yang benar serta bertobat dengan benar dan percaya pada pengajaran yang benar, mereka akan menjadi orang Kristen yang belum dilahirkan kembali, dan belum mengerti tentang iman kekristenan.

Di gereja yang anggotanya Kristen sejak lahir, dan tidak pernah dilahirkan kembali, tentu bisa jadi pemimpin mereka pun belum dilahirkan kembali. Agama bagi mereka tidak lebih dari sebuah tradisi. Ketika ada tradisi yang lebih bagus, atau ketika tradisinya menghadapi tantangan yang sangat keras, pasti mereka bisa berubah haluan. Bisa jadi ada sejumlah kecil mereka yang tadinya dibaptis saat bayi, kemudian setelah menjadi dewasa mereka mendengar Injil yang benar dan diselamatkan. Tetapi jika jumlah mereka yang lahir baru terlalu sedikit dibandingkan dengan anggota lain yang tidak lahir baru, tentu tidak membawa pengaruh besar bagi gereja.

Rabu, Juni 01, 2016

Kesaksian Rabi Yahudi tentang Benny Hinn

Kesaksian Rabi Yahudi tentang Benny Hinn 

Ah Benny Hinn. Apakah ada yang masih menganggapnya serius? Ya, saya tahu mereka melakukannya dan ada jutaan dari mereka yang mengikuti dia dan bergantung pada setiap kata katanya. Sayang sekali, karena dia yang sesat, penghujat dan pembohong. Saya akan membuktikan ketiga di sini. 

Pertama mari kita sedikit latar belakang dari Benny. Benny adalah seorang Palestina. Dia bukan seorang Yahudi dan tidak pernah menjadi orang Yahudi (dia bahkan tidak tahu bahasa Ibrani dan mencoba untuk bertindak seperti yang dilakukannya sehingga ia dapat terlihat seperti dia memiliki otoritas Alkitab).

Jumat, Mei 27, 2016

ALKITAB dan ORKESTRA SIMFONI

ALKITAB dan ORKESTRA SIMFONI


Reformasi Protestan dari Abad 16 sampai 18 bertepatan dengan era musik klasik Barat dan orkestra simfoni. Ini adalah momentum waktunya bahwa pengaruh Alkitab menyebar luas.

Karakteristik berikut dari orkestra simfoni tradisional dan awal musik klasik Barat adalah prinsip-prinsip yang mewakili cara pandang alkitabiah:

Keindahan (Allah adalah Allah dari keindahan seperti yang terlihat di seluruh ciptaan-Nya) (Kel 28:40; 2 Taw 3:6; Mzm 27:4; 50:2; 96:6; Yes 33:17)
Kesatuan (Mzm 133:1; Yoh 17:23; Kis 2:1)
Berurutan, harmoni (1 Kor. 14:33, 40)
Excellence/Bermutu Tinggi (ahli) (1 Taw 15:21; Mzm 33:3)
Kejelasan, keunikan (1 Korintus 14:7-8)
Kreativitas (Ams 8:12)
Kesederhanaan terkait dengan kompleksitas (kita melihat karakteristik ini seluruh ciptaan Allah) (Mzm 19: 1).

Sabtu, Mei 07, 2016

MENAFSIR ALKITAB DENGAN BENAR

Banyak orang bertanya, mengapakah dalam kekristenan muncul banyak denominasi?Apakah pengajaran semua denominasi kekristenan sama-sama benar? Apakah pengajaran yang berbeda satu dengan yang lain bisa sama-sama benar? Apakah kebenaran Alkitab adalah kebenaran absolut atau kebenaran relatif? Orang Kristen yang masih sehat pikiran pasti tahu bahwa jika Alkitab adalah firman dari Allah yang satu-satunya, maka kesimpulan yang berbeda-beda tidak mungkin sama-sama benar. Kalau begitu, berarti ada gereja yang salah dan yang benar? Mengapakah bisa demikian? Jawabannya adalah dari cara para pemimpinnya menafsirkan Alkitab. Cara menafsirkan Alkitab adalah penyebab utama adanya kesimpulan yang berbeda-beda. Lalu, cara yang benar seharusnya bagaimana?

Jumat, April 22, 2016

Renungan Doktrinal: KARTINI dan WANITA KRISTEN



Pada saat penciptaan Allah menciptakan Adam, kemudian Ia menciptakan Hawa sebagai penolong Adam. Dan kemudian manusia jatuh ke dalam dosa, selanjutnya hubungan pria dan wanita di berbagai suku bangsa tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.

Melalui Rasul Paulus yang terilhami Roh Kudus, dikatakan bahwa istri harus tunduk kepada suami, dan suami harus mengasihi istri, kepala rumah tangga adalah suami (Ef.5:22,25). Ayah yang baik selalu menasehati anak-anaknya untuk mengasihi ibu mereka dan memberi contoh. Ibu yang baik selalu menasehati anak-anaknya untuk tunduk kepada ayah mereka dan memberi contoh. Ini adalah pola keluarga yang Tuhan mau. Tentu tidak berarti istri tidak boleh usul atau berargumentasi, tetapi kepala keluarga adalah suami, dan suami adalah the last decision maker. Dan bisa saja dalam prakteknya ada banyak istri yang lebih pintar dan lebih jago dari suaminya. Tetapi Tuhan tidak mau karena adanya hal-hal itu pola yang ditetapkannya dirusak.