Selasa, Oktober 16, 2018

Orang-Orang yang di Tengah-Tengah

James Henley Thornwell adalah seorang pengkhotbah Presbyterian zaman dulu yang dengan gigih berjuang melawan modernisme theologi di abad ke-19. Sebagai presiden keenam dari South Carolina College (hari ini namanya adalah University of South Carolina), Thornwell sangat capek dengan “orang-orang yang di tengah” pada zmaan dia, yang mengatakan bahwa mereka mencintai kebenaran tetapi mereka lemah dalam berposisi dan tidak mau dengan berani melawan kesalahan. “Menggunakan kata-kata yang gemulai dan dimanis-maniskan dalam membahas topik-topik yang memiliki nilai abadi; memperlakukan kesalahan-kesalahan yang menyerang fondasi segala pengharapan manusia, seolah-olah ini adalah kekhilafan yang wajar dan tidak berbahaya; memberkati hal-hal yang Allah tidak senangi, dan beramah tamah pada tempat-tempat Dia memanggil kita untuk berdiri seperti laki-laki dan tegas, walaupun adalah cara yang paling cocok untuk mendapatkan pujian populer di zaman yang canggih ini, sebenarnya adalah kekejaman terhadap sesama manusia dan pengkhianatan terhadap Sorga. Orang-orang yang pada topik-topik ini lebih mementingkan aturan-aturan kesopanan daripada poin-poin kebenaran, tidaklah membela benteng, tetapi menyerahkannya ke tangan para musuhnya. KASIH AKAN KRISTUS, DAN AKAN JIWA-JIWA YANG UNTUKNYA DIA MATI, AKAN MENJADI TAKARAN SEMANGAT KITA DALAM MEMBONGKAR BAHAYA-BAHAYA YANG MEMERANGKAP JIWA-JIWA MANUSIA” (dikutip dalam sebuah khotbah oleh George Sayles Bishop, penulis dari The Doctrines of Grace and Kindred Themes, 1910).
(Berita Mingguan GITS 22 September 2018 diterjemahkan oleh Dr. Steven Liauw, sumber: www.wayoflife.org)

Sabtu, Oktober 13, 2018

Menjadi Kontemporer

“Menjadi Kontemporer” (Gone Contemporary) adalah judul dari sebuah artikel yang ditulis oleh Dave Mallinak, yang memaparkan kesalahan dan bahaya dari filosofi musik kontemporer yang sudah dianut oleh dunia kekristenan pada umumnya, dan sedang melanda gereja-gereja Baptis juga. Kami merekomendasi seluruh tulisan tersebut, yang juga memberikan tautan-tautan kepada contoh-contoh kebaktian-kebaktian Baptis Independen yang sudah menggunakan musik kontemporer, dan juga sebuah video dialog antara Josh Teis dan Robert Bakss, penulis dari buku Worship Wars. Berikut ini cuplikan dari laporan tersebut yang berkaitan dengan inti dari masalah ini, dan dengan tepat menyerukan separasi dari mereka yang sudah berkomitmen pada filosofi kontemporer: “Seruan untuk musik kontemporer adalah raungan kematian dari suatu gereja yang sekarat. 

Rabu, Juni 13, 2018

PAULUS BERKOMPROMI

Penyakit yang bernama Kompromi ini sungguh mengerikan bagi pengkhotbah dan pengajar kebenaran. Bukan hanya Billy Graham, bahkan Rasul Paulus pun pernah melakukan kompromi oleh tekanan Kelompok
Yakobus di Yerusalem. Dan demi menghindarkan contoh yang tidak baik maka Tuhan melakukan intervensi,
Paulus harus ditangkap.

Ayat 20 Mendengar itu mereka memuliakan Allah. Lalu mereka berkata kepada Paulus: "Saudara, lihatlah, beribu-ribu orang Yahudi telah menjadi percaya dan mereka semua rajin memelihara hukum Taurat. 21 Tetapi mereka mendengar tentang engkau, bahwa engkau mengajar semua orang Yahudi yang tinggal di antara bangsa-bangsa lain untuk melepaskan hukum Musa, sebab engkau mengatakan, supaya mereka jangan menyunatkan anak-anaknya dan jangan hidup menurut adat istiadat kita. 22 Jadi bagaimana sekarang? Tentu mereka akan mendengar, bahwa engkau telah datang ke mari. 23 Sebab itu, lakukanlah apa yang kami katakan ini: Di antara kami ada empat orang yang bernazar. 24 Bawalah mereka bersama-sama dengan engkau, lakukanlah pentahiran dirimu bersama-sama dengan mereka dan tanggunglah biaya mereka, sehingga mereka dapat mencukurkan rambutnya; maka semua orang akan tahu, bahwa segala kabar yang mereka dengar tentang engkau sama sekali tidak benar, melainkan bahwa engkau tetap memelihara hukum Taurat.

Selasa, Juni 05, 2018

TRAGEDI KOMPROMI

Penginjil terkenal Billy Graham barusan meninggal, dan ia dipuji oleh banyak kalangan bahkan beberapa mantan presiden Amerika juga memujinya. Sungguh Billy Graham adalah seorang yang paling dikagumi di sepanjang abad 20 oleh banyak orang Kristen. Tetapi di kalangan Kristen Fundamentalis beberapa hal dalam hidup Billy Graham sangat disesalkan. Ernest Pickering menulis sebuah buku tentang riwayat Billy Graham yang diberi judul The Tragedy of Compromise. Dalam buku tersebut diulas kehidupan Billy Graham dari dia kuliah theologi di Bob Jones University yang terkenal berposisi Fundamental, dan sebagai seorang pengkhotbah muda Baptis Fundamental, kemudian bergeser hingga terakhir membuat pernyataan yang sangat mengejutkan bukan hanya bagi kaum fundamentalis bahkan termasuk teman-temannya.

Penyebab Pergeseran Imannya
Di dalam diri manusia terdapat banyak keinginan. Keinginan yang paling dasar ialah akan makanan dan pakaian, serta tempat tinggal yang nyaman. Manusia juga memiliki keinginan akan kekuasaan sehingga terjadi perebutan kekuasaan yang bahkan menyebabkan pertumpahan darah. Salah satu keinginan lain manusia  ialah keinginan disanjung, dihormati, bahkan dipuja-puji, dianggap sukses atau berhasil dan lain sebagainya.

Sabtu, Mei 26, 2018

DOSA YANG MENDATANGKAN MAUT

Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut,  hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka, yang  berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan, bahwa ia harus berdoa. (1 Jo 5:16 ITB)

Banyak orang bertanya-tanya ketika mereka membaca Surat Yohanes sampai pasal 5:16, apa gerangan  dosa yang tidak mendatangkan maut, dan yang mendatangkan maut? Pembela OSAS tidak mungkin bisa menjawab karena mereka telah terlebih dahulu dikungkung oleh filsafat OSAS. Padahal untuk menelaah semua ayat Alkitab seseorang tidak boleh ada pra-prosisi terlebih dulu.

Rabu, Mei 23, 2018

Kami Tidak Jalan Mundur

Rasul Paulus berkata bahwa yang diinginkan hatinya ialah mengenal Allah dan Yesus Kristus dengan sebaik-baiknya. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, (Fil. 3:10 ITB)

Kita diselamatkan oleh Injil yang sederhana, bahwa Yesus Kristus, Allah yang menjadi manusia rela menggantikan kita dihukumkan di kayu salib menanggung semua dosa kita. Dengan ketulusan hati dan kesederhanaan Injil kita diselamatkan. Dan sebagai bayi rohani kita sangat merindukan susu yang murni agar kita sehat dan bertumbuh normal secara rohani. 

Merindukan Kebenaran
Sebagai bukti bahwa kita sudah lahir sebagai bayi rohani, adalah kerinduan kita akan kebenaran yang bagaikan susu yang murni. Ada banyak orang menjadi Kristen, dan mengunjungi gereja, namun sesungguhnya mereka belum lahir baru sama sekali. Ada banyak orang Kristen yang jadi korban gereja yang didirikan dengan motivasi yang salah dan doktrin yang salah sehingga hanya dimanfaatkan sebagai sapi perah oleh pemimpin mereka.