Sabtu, Desember 05, 2009

MENGENAI PENYESAT-PENYESAT

By: Gembala GBII (Gereja Baptis Independen Indonesia) Malioboro, Jogjakarta, Gmb. Yakub Harianto

Nats: Matius 24:11; 24:23-24; 2 Timotius 3:8; 3:13; 1 Timotius 4:1,2; 1 Yohanes 2:26.

Iblis telah mengubah strateginya. Dia mempelajari dari dahulu bahwa dia tidak dapat mengalahkan Kristus dan orang-orang kristen dengan permusuhan dan penganiayaan. “Darah para martir adalah benih gereja.” Pekerjaan Tuhan selalu bertumbuh dalam masa kesusahan, penganiayaan dan pengorbanan. Setan telah mengubah caranya. Dia telah “mengikut serta dengan kita.” Paulus memperingatkan para Penatua mengenai hal ini dalam Kisah Para Rasul 20:28-30. Bandingkan juga dengan Yudas 4; Efesus 4:14; Matius 7:15; Ulangan 13:1-5; Efesus 5:6; 2 Tesalonika 2:3,4; II Yohanes 7.

Musuh yang paling hebat bagi iman kristen bukan musuh yang diluar, yaitu musuh yang secara terang-terangan melawan dan mencari kesempatan untuk menghancurkan iman kristen dan Alkitab. Musuh yang paling ditakuti dan paling efektif ialah musuh yang di dalam – yang mengaku diri sebagai orang kristen, yang memakai gaya bicara dan kata-kata kristen, yang mengenakan pakaian/jubah kristen, memakai titel kristen dan berpartisipasi dalam upacara keagamaan yang dianggap kristiani—namun sebenarnya mereka adalah srigala-srigala yang memakai pakaian domba.

A. Liberal – Injili – Fundamental.
Tidak seperti yang disangka umum, pada masa kini bukan hanya ada dua posisi teologia – Liberal atau Fundamental. Ada suatu kelompok yang berada di tengah-tengah, yang dikenal sebagai kelompok Injili. Pendapat kaum noe-ortodoks ini dinyatakan oleh salah seorang pemimpin mereka. Dia berkata bahwa orang-orang “liberal” telah pergi terlalu jauh dari iman nenek moyang mereka. Mereka harus berbalik kembali. Akan tetapi ke mana seharusnya mereka pergi – bukan kepada fundamental yang ekstrem yang dianut nenek moyang mereka. Mereka harus mencari suatu perpaduan, suatu kompromi, suatu tempat ditengah-tengah di mana para fundamentalis dan liberal dapat menyetujui. Tempat ditengah-tengah itu –adalah suatu bahaya yang mengerikan seperti seekor srigala berpakaian domba.

1. Hal pertama yang dilakukan kaum injili adalah melepaskan doktrin mengenai Firman yang diilhamkan secara lisan. Ketika itu dilepaskan, segala sesuatu yang lain akan ikut hilang juga. Sebenarnya doktrin itu merupakan batu karang kekristenan. Fundamentalis percaya bahwa Alkitab adalah firman Allah yang diilhamkan secara lisan, kebenaran tanpa kesalahan. Kaum Injili berkata bahwa doktrin ini perlu diselidiki lagi. Liberalisme menolak otoritas Alkitab sebagai Firman Allah yang tanpa kesalahan dan cenderung menginterpretasikan Alkitab dalam pemahaman ilmu pengetahuan modern dan filsafat. Di dalam artikelnya, “We are more than Evangelicals,” Dr. Chester Tulga berkata, “Injili dalam bentuknya sekarang merupakan suatu bentuk fundamentalisme yang sudah dicairkan dan dirembes, kekurangan sikap positifnya fundamentalis dan kemantapan Injili yang sungguh-sungguh. Ia menyatakan kerendahan mutunya di dalam hal sangat mengingini pengakuan dari pemahaman liberal akan intelektualismenya, daripada mengabdikan diri kepada doktrin yang murni yang diperlukan masa kita kini. Ia menyatakan kebingungannya di dalam tubuhnya melalui “New Liberal Evangelicalism” yang telah dirembeskan oleh Neo-Ortodoks, dan mencari suatu perpaduan yang bisa bekerja sama dengan pikiran liberal. Ini dapat dilihat dari penginjil Billy Graham, yang sekarang dukungannya bergantung pada semacam serikat kerja yang terdiri atas orang-orang modernisme, orang-orang yang tidak berpendapat tetap, dan orang-orang injili, dan Allah seolah-olah harus memberkati organisasi tersebut tanpa mempedulikan ajaran FirmanNya sendiri.

2. Para pemimpin Neo-Ortodoks mengakui bahwa Alkitab adalah wahyu yang supernatural, tetapi mereka tidak percaya bahwa itu berasal dari ilham secara lisan. Mereka berpikir bahwa Alkitab diberikan melalui tulisan manusia dan itu tidak mungkin bisa mutlak sempurna dan tanpa kesalahan, hanya secara relatif saja. Kalau pikiran tersebut dialihkan kepada Yesus, itu bisa membawa kepada kesimpulan bahwa karena Yesus datang melalui seorang ibu jasmani, Ia tidak bisa mutlak sempurna dan tanpa dosa, hanya secara relatif saja.

3. Modernisme baru merendahkan kepribadian dan karya Tuhan Yesus Kristus dengan mengurangi penekanan akan kelahiranNya melalui seorang perawan dan menggantikannya dengan “injil lain” untuk doktrin penebusan. Banyak pemimpin neo-ortodoks menyatakan bahwa mereka secara pribadi percaya bahwa Yesus dilahirkan oleh seorang perawan tetapi tentang hal itu mereka percaya bahwa hal itu tidak begitu penting bagi iman kristen. Mereka membicarakan saripati iman kristen yang sangat berharga ini sebagai suatu “tradisi biasa” yang ditambahkan oleh gereja kepada injil-injilnya.

B. Definisi Seducer.
Menurut Ensiklopedi International Standar Bible (Halaman 2712) mengatakan bahwa “seduce” dipakai dalam Alkitab hanya dalam arti yang umum, yaitu, “to lead astray” (memimpin ke jalan yang tidak benar) “to cause to err” (Mengakibatkan perbuatan yang salah).” Sebagaimana dari jalan-jalan kebenaran, kewajiban, atau keagamaan.

Yehezkiel 13:10—

2 Raja-raja 21:9—

Amsal 12:26 –

Yesaya 19:13 –

Wahyu 2:20—

Nama/panggilan/sebutan paling umum bagi penyesat-penyesat dalam firman Allah adalah nabi palsu – Matius 7:15, 21-23.

C. Tanda-tanda Nabi Palsu.

1. “Menyamar seperti domba.”

2. Berseru, “Tuhan, Tuhan.”

3. “Bukankah kami bernubuat demi namaMu?”

4. “Mengusir setan-setan demi namaMu?”

5. “Mengadakan banyak mujizat demi namaMu?”

6. “Sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.”

7. “Kamu sekalian pembuat kejahatan.”

D. Pesan Nabi-Nabi Palsu.

1. Mereka mengkhotbahkan/memberitakan “injil yang lain” – 2 Korintus 11:4; Galatia 1:8,9

2. Mereka mengkhotbahkan “Yesus yang lain” – 2 Korintus 11:4.

3. Mereka mengkhotbahkan “roh yang lain” – 2 Korintus 11:4.

E. Metode Nabi-Nabi Palsu.

1. Khotbah/pemberitaan mereka adalah duniawi dan manusiawi – Yesus yang manusiawi, keselamatan yang duniawi, kekudusan yang duniawi.

2. Khotbah/pemberitaan mereka adalah populer – dalam dunia politis, pendidikan, keagamaan.

3. Khotbah/pemberitaan mereka hebat atau punya kekuatan.

a. Kekuatan Suggestion

b. Kekuatan logis

c. Kekuatan kata-kata

d. Kekuatan kepribadian

e. Kekuatan psikologi massa.

F. Ancaman Nabi-nabi Palsu. – Yeremia 23:9-11, 13, 14, 16.

1. Nabi-nabi Palsu dan bukan politikus, ekonom, pendidik yang mendatangkan malapetaka nasional –Yeremia 23:15.

2. Nabi-nabi palsu mengesampingkan orang dari Tuhan kepada kebohongan – Yeremia 5:30,31; 2 Petrus 2:1-3.

3. Mereka membuat “jalan kebenaran dihujat.”


G. Bagaimana Nabi-nabi Palsu dapat dikenali?

Mereka dapat diketahui melalui:

1. Semangat – Matius 23:15.

2. Kebenaran – Matius 7:15.

3. Moralitas – Orang-orang farisi adalah orang-orang yang paling agamawi dalam masa mereka.


Mereka dapat dikenali melalui:
1. Melalui buah-buah mereka – Matius 7:16-20.

2. Melalui roh Mereka – 1 Yohanes 4:1

3. Melalui penyangkalan mereka terhadap Tuhan Yesus – 2 Petrus 2:1; Yudas 4; 2 Yohanes 7, 9-11.

Kalau Anda mengetahui bahwa mereka adalah nabi-nabi palsu, jangan kembali untuk mendengarkannya kedua kali! Pisahkan dirimu jauh-jauh darinya. Bongkarlah rahasia mereka.

H. Sikap yang Alkitabiah terhadap nabi-nabi palsu


1. Nabi-nabi PL mencela pemimpin-pemimpin agama palsu – Yesaya 28:7; Yeremia 23:11; Yehezkiel 13:3,4; Mikha 3:10,11.

2. Yesus dan Rasul-rasul mencela pemimpin-pemimpin agama-agama palsu – Matius 7:15; 2 Petrus 3:17; 2 Timotius 4:3-7; Roma 16:17,18; Yudas 4,13.
Selengkapnya...

Apa yang perlu Anda ketahui mengenai Gereja Fundamental Baptist Independent?

Disusun oleh Gembala GBII Malioboro, Jogjakarta, Gmb. Yakub Harianto

Independent -


Dalam pemerintahan dan disiplinnya, 
setiap jemaat Perjanjian Baru adalah terpisah
dan independent dari jemaat-jemaat lain.
Tidak ada denominasi atau organisasi
atau lembaga lain yang dapat mengontrol
jemaat setempat selain jemaat setempat itu sendiri.

Gereja Baptist Independent tidak akan menjadi bagian dalam suatu organisasi nasional manapun yang akan mengontrol keberadaan jemaat setempat. Jadi nama “Independent” digunakan maksudnya adalah bahwa gereja tersebut..
1. Mengikuti pola dan contoh gereja-gereja Perjanjian Baru
2. Hanya tunduk kepada otoritas Firman Allah.
3. Bebas dari intervensi luar.

Perjanjian Baru mengajarkan bahwa Kristus adalah kepala jemaat (Efesus 5:23) dan Gembala Agung (1 Petrus 5:4). Pendeta setempat adalah gembala atau pemimpin jemaat (Ibrani 13:7, Kis 20:28, Ef. 4:11). Gereja Baptist Independent memiliki bentuk pemerintahan di mana tiap-tiap anggota memiliki hak pilih dan setiap urusan jemaat diatur oleh jemaat setempat dengan mengikuti bimbingan Firman Allah.

Fundamental
-

Dalam pengajaran dan kepercayaannya
Setiap jemaat Perjanjian Baru adalah
Bible believing, teaching and obeying church

Banyak gereja Baptist Independent menambahkan kata “Fundamental” untuk menunjukkan bahwa mereka masih memegang kepercayaan tradisional dan pola gereja Perjanjian Baru.

Pada masa kini nama “Baptist” digunakan oleh banyak gereja yang tidak sungguh-sungguh mengikuti ajaran Perjanjian Baru. Oleh karena itu kata “Independent” dan “Fundamental” digunakan oleh gereja-gereja Baptist untuk menunjukkan bahwa mereka masih setia memegang teguh ajaran Perjanjian Baru dan untuk membedakan dengan banyak gereja Baptist lainnya yang tidak lagi mengikuti Firman Tuhan. Karena ada banyak gereja Baptist sudah keluar dan bahkan sudah ada yang melangkah jauh dari kebenaran dan bukan hanya itu mereka juga menolak pengajaran Alkitab yang fundamental, misalnya. Ketuhanan Yesus Kristus, kelahiran perawan dan keselamatan oleh anugerah Allah melalui iman. Meskipun mereka masih menyebut diri “Baptist” tetapi dalam kenyataannya mereka tidak percaya dan mempraktekkan apa yang selama ini orang-orang Baptist percayai yang diajarkan Alkitab.

Gereja-gereja Baptist Independent Fundamental tidak bersekutu dengan gereja-gereja tersebut karena mereka mengajarkan atau dalam prakteknya mereka bertentangan dengan ajaran Perjanjian Baru.

Jadi kata “Fundamental” ditambahkan oleh gereja-gereja Baptist Independent baru-baru ini adalah sebagai reaksi atas munculnya banyak gereja Baptist modern pada masa kini yang kompromi dengan ajaran palsu. Jadi sebagai orang-orang Baptist yang mengasihi Firman Tuhan dan memegang teguh kebenaran dan supaya identitas mereka dibedakan dengan mereka yang meskipun mengaku diri Baptist namun sudah meninggalkan kepercayaan tradisional, maka mereka menambahkan kata “Fundamental” pada nama gereja mereka.

Gereja-gereja Baptist Independent Fundamental memiliki persekutuan satu sama lain dan sering bekerja sama dengan gereja-gereja yang seazas dalam hal penginjilan. Gereja Baptist Independent Fundamental akan memisahkan diri dari gereja-gereja yang sekalipun menyebut diri “Baptist” namun dalam prakteknya
1. Tidak mengikuti ajaran Perjanjian baru.
2. Bekerja sama dengan gereja-gereja yang tidak mengajarkan kebenaran Firman Allah.

Efesus 5:11 “Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.”

Gereja Baptist Independent percaya bahwa bekerjasama dengan gereja-gereja yang mengajarkan dan mempraktekkan doktrin palsu adalah sama dengan turut mengambil bagian dalam menyebarkan kesesatan. Semua doktrin yang salah adalah dosa.

Kata “Fundamental” artinya bahwa Gereja Baptist menggunakan Firman Allah dengan tegas dan terus terang sebagai otoritas untuk iman dan praktek. Baru-baru ini di sebuah stasiun televisi di luar negeri menyebut gerekakan Charismatik dan Pentekosta sebagai Gerakan “Fundamentalis”. Beberapa dari antara mereka terang-terangan mengaku diri sebagai orang “Fundamental”. Harap Anda tidak dibingungkan dengan Gereja Baptist Independent Fundamental. Karena di dalam kenyataannya, mereka tidak mengajarkan pengajaran yang Alkitabiah, sedangkan Baptist Independent mau menggunakan kata “Fundamental” karena komitmentnya kepada Firman Allah. Itulah sebabnya mereka mau memegang teguh kemurnian doktrin yang dianut gereja mula-mula dan mempraktekkannya dalam kehidupan berjemaat.

Baptist
Dilihat dari segi sejarah dan kepercayaannya, Baptist bukanlah Protestant karena protesten lahir dari Roma Katolik. Baptist juga bukan Kharismatik atau Pentekosta dan juga bukan kelompok Injili.

Sebuah jemaat Baptist Independent dikenali sebagai Jemaat yang memiliki Kepercayaan sebagai berikut:
Biblical Authority - Alkitab adalah Firman Allah tanpa salah dalam bahasa aslinya karena Alkitab diilhamkan Allah dan diterima sebagai satu-satunya buku yang memiliki otoritas untuk iman dan kehidupan baik oleh jemaat sebagai suatu organisasi maupun oleh setiap anggota sebagai individu--2 Timotius 3:16-17. Alkitab adalah Firman Allah dan bukan mengandung Firman Allah, karena Alkitab diilhamkan Allah, ditulis oleh hamba-hamba Allah yang dipakai oleh Roh Kudus (2 Petrus 1:20-21) dan Allah mengatur dan mengawasi segala sesuatu agar apa yang mereka tulis itu adalah sesuai dengan kehendak Allah.

Orang-orang Baptist percaya bahwa Alkitab memiliki keunikan tersendiri yang tak tertandingi dengan semua buku yang pernah ada, yang masih ada dan yang akan ada. Alkitab ditulis oleh lebih dari 40 penulis dalam jangka waktu lebih dari 1600 tahun. Penulis yang satu tidak mengetahui apa yang telah ditulis oleh yang lain. Akan tetapi sama sekali tidak terdapat satu kontradiksipun di dalam ke 66 buku ini. Alkitab merupakan sebuah perpustakaan yang terdiri dari 66 buku, tetapi ia adalah satu buku. Apa yang Alkitab katakan dan ajarkan, itulah yang menjadi iman dan praktek kita sebagai orang-orang Baptist Independent. Tuhan Yesus berkata kepada murid-muridNya, “…ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.” (Mat. 28:20).

Jadi Alkitab merupakan satu-satunya sumber otoritas yang paling menentukan. Gereja Katolik Roma merasa bahwa mereka memiliki wewenang untuk mengajarkan kebenaran yang mutlak dan tidak mungkin salah, karena mereka menganggap gereja Roma Katolik merupakan satu-satunya gereja yang benar, sehingga apa yang dikatakan dan dilakukan para Uskup adalah kebenaran yang tidak mungkin salah. Akan tetapi, Tuhan tidak pernah memberikan wewenang kepada gereja sebagai satu-satunya otoritas yang paling menentukan. Memang pendeta dan jemaat diperintahkan untuk mengajarkan Firman Allah, tetapi mereka tidak memiliki otoritas untuk mengubah Firman Allah (Wahyu 22:18-19). Memang gereja berfungsi sebagai “tiang penopang dan dasar kebenaran”, tetapi gereja bukan sumber kebanaran—Yohanes 17:17; Maz. 119:160; Mat. 15:3-9; 2 Tim. 3:15-17.

Ada juga yang mengatakan bahwa otoritas yang dapat dipercaya untuk iman dan perbuatan kita adalah hati nurani. Hati nurani dapat menjadi keras atau tidak merasa apa-apa. Andaikata Saudara ditawan oleh pengayau-pengayau di Afrika, dan bertanya kepada Saudara apakah Saudara ingin agar mereka memenggal kepala Saudara? Kalau saudara menjawab, “Jadikanlah suara hatimu menjadi petunjuk jalanmu.” Andaikata Saudara berkata demikian, maka mereka tidak sungkan-sungkan memenggal kepala Saudara—Sebab orang-orang primitif yang makan daging manusia di Afrika tidak mempunyai rasa bersalah ketika mereka memenggal kepala orang. Hanya Firman Allah yang tidak berubah diterima sebagai sumber teologi yang paling menentukan. Alkitab sudah diuji selama berabad-abad tahun dan tetap berdiri sebagai pedoman yang tak kunjung padam.—Maz. 119:89; Yak. 1:17b.

Gereja Baptist Independent adalah gereja yang mempercayai, mengajarkan dan mempraktekkan Firman Allah. Alkitab menjadi central bagi setiap pelayanan karena “Kaubuat namaMu dan JanjiMu (Firman Allah) melebihi segala sesuatu.” Mazmur 138:2. Alkitab secara verbal diilhamkan Allah, tanpa kesalahan dan menjadi standar yang menentukan untuk menghakimi semua sikap dan kepercayaan kita—2 Timotius 3:16, 17 dan 2:15.

A Church That Is Self-Governing – Setiap jemaat Perjanjian Baru adalah Independent dalam pemerintahan dan disiplinnya. Jemaat di Yerusalem tidak berkuasa atas jemaat di Antiokhia, juga Antiokhia tidak atas Efesus atau Efesus atau Korintus, dll. Gereja Perjanjian Baru tidak nampak dalam bentuk sinode, presbiterian, denominasi, atau bentuk organisasi manusia yang mengontrol jemaat setempat. Setiap gereja lokal dilihat sebagai a self –governing body. Pemerintahannya dari para anggota, demokrasi modelnya.

Perhatikanlah! Kristus dan Rasul-rasulnya tidak pernah memberikan sebuah nama sekte (misalnya, “Katolik”, “Lutheran”, “Presbyterian”, “Episcopel” dsb) kepada jemaat-jemaatnya. Jika terdapat lebih dari satu organisasi jemaat, maka kata “jemaat-jemaat” (plural) dipakai, bukan kata “jemaat” (tunggal). Kata “jemaat” tidak dipakai dengan arti “universal”. Roma 16:16; 1 Kor. 11:16. Setiap jemaat setempat memilih pelayan-pelayannya sendiri (Kis. 6:1-6). Setiap jemaat memiliki disiplinnya sendiri (1 Kor. 5:13). Setiap jemaat bertanggung jawab untuk menjaga kemurnian doktrin (1 Tim. 3:15; Wahyu 2:14-16).

Setiap jemaat memberi kebebasan tanpa tekanan untuk menaati Allah sesuai dengan pimpinan Tuhan kepadanya. Roh Kudus memimpin tiap-tiap orang percaya dalam jemaat setempat (Kis. 13:1-2).

Priesthood of believers - Kristus Yesus sebagai pendiri jemaat dan juruselamat anggota-anggotanya adalah satu-satunya imam dan raja mereka. Setiap orang percaya dapat langsung datang kepada Allah tanpa perantara manusia. * Ibrani 4:14-16

Kepada jemaat diberikan hanya dua ordonansi =
Baptisan untuk orang-orang yang sudah percaya dan perjamuan Tuhan

Believer's Baptism - Hanya orang-orang yang “sudah selamat” yang dibaptis selam dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Mereka itu diselamatkan oleh anugerah Allah tanpa “usaha” atau “pekerjaan” Hukum Taurat (Efesus 2:5, 8-9). * Kis. 8:35-39

Baptisan yang benar adalah sebagai berikut:
 Orangnya harus benar: Hanya orang yang sudah selamat yang dibaptiskan (Kis 2:47; 8:36-37)
 Caranya harus benar: Diselamkan—bukan dipercik. Arti baptisan adalah Selam dan baptisan menggambarkan Injil Yesus Kristus (Roma 6:3-4; 1 Kor. 15:1-5; Kis. 8:36-38; Yoh. 3:22-23). Mengganti cara baptisan adalah sama dengan mengganti berita injil (Galatia 1:6-10).
Baptisan bukan untuk keselamatan melainkan sebagai ketaatan kepada Yesus Kristus. Sebuah Penyelewengan yang terjadi pada abad kedua yang berhubungan dengan ajaran yang terbesar, yaitu ajaran keselamatan. Orang-orang Yahudi dan orang-orang kafir sudah berabad-abad dilatih melakukan upacara-upacara dan orang-orang kafir sudah berabad-abad dilatih melakukan upacara-upacara. Mereka sudah menerima “yang melambangkan” sebagai “yang dilambangkan”, bayangan sebagai kebenaran yang hakekat, dan upacara-upacara sebagai alat untuk menyelamatkan jiwa. Betapa mudah memandang baptisan begitu. Demikianlah muncul ide “keselamatan oleh pembaptisan” dan menjadi makin kuat dalam beberapa gereja. Kesalahan lain yang timbul pada zaman yang sama, adalah perubahan dalam hal “calon” pembaptisan. Kesalahan ini adalah akibat ide “keselamatan oleh pembaptisan”. Karena jemaat-jemaat yang menyeleweng itu mengatakan bahwa pembaptisan dapat menyelamatkan jiwa, maka mereka juga berpendapat bahwa semakin cepat dibaptis, semakin cepat selamat. Jadi timbullah “pembaptisan bayi”. Sebelumnya, orang-orang yang percaya sajalah yang diangap calon-calon yang sah untuk dibaptis. Bukan percik yang dibicarakan di sini, “percik” belum timbul pada waktu itu. Akibat dari ajaran buatan manusia tersebut, gereja-gereja dipenuhi dengan anggota-anggota yang belum selamat.

 Otoritasnya mesti benar. Otoritas untuk membaptis diberikan Kristus kepada jemaat-jemaatNya (Matius 28:18-20). Hanya gereja yang mengajarkan dan mempraktekkan Firman Allah yang memiliki otoritas untuk membaptiskan orang-orang percaya (Markus 7:7) dan bukan gereja palsu. Kis 16:5.

The Lord's Table - Hanya orang-orang yang dibaptis demikianlah yang boleh mengambil bagian dalam Perjamuan Tuhan. Yang boleh ikut merayakan Perjamuan Tuhan hanyalah anggota-anggota jemaat setempat. 1 Kor. 11:23-24. Yesus Kristus memulai Perjamuan Tuhan pada malam sebelum disalibkan hanya dengan murid-muridNya. Dan kemudian memberikan otoritas kepada jemaat untuk melakukan Perjamuan Tuhan sebagai peringatan akan diriNya sampai Tuhan datang kembali. Perjamuan Tuhan adalah peringatan dan bukan untuk kelamatan (1 Kor. 11:23-28)\

Individual Soul Liberty - Kekristenan adalah perseorangan, pribadi, sukarela atau bersama diyakininya. Tidak boleh dengan paksaan jasmaniah atau dipaksa oleh pemerintah. Hal ini adalah pilihan perseorangan dan pribadi. Perintah Firman Allah adalah “pilihlah”. Kekristenan tidak boleh diterima, ditolak atau dijalankan oleh orang lain sebagai wakil; dan tidak boleh karena dipaksa.
Setiap individu harus memiliki keyakinan yang benar bagi dirinya tanpa paksaan Roma 14:5-12.

Saved Church Membership - Hanya orang yang sudah selamat dan dibaptis dengan benar yang dapat bergabung menjadi anggota jemaat setempat 1Kor. 1:2 dan Efesus 4:5.

Two Officers of the Local Church - Gembala/Penilik Jemaat/Penatua dan Diaken—1 Tim. 3:1-13.
Pejabat-pejabat gereja setempat adalah Gembala/Penilik Jemaat/Penatua dan diakon-diakon. Pendeta jemaat dipanggil melalui pemilihan mayoritas dari anggota-anggota jemaat setempat (1 Tim. 3:1-16). Orang-orang yang memiliki kualifikasi sebagaimana tertera dalam 1 Timotius 3:8-13 yang dapat ditunjuk oleh jemaat setempat dan terpilih dengan suara mayoritas dapat menjadi diakon. Seorang diakon adalah seorang yang melayani dan tunduk kepada kehendak pendeta dan jemaat setempat. Diakon tidak bertindak sebagai “Majelis atau sinode”.

Soul Winning and Missionary Minded - Gereja Baptist Independent berkeyakinan bahwa tugas memenuhi Amanat Agung merupakan tugas yang sangat serius. Kita tidak hanya bersaksi, tetapi kita berusaha menjelaskan dengan jelas berita Injil kepada orang-orang tersesat, dan memberi tantangan supaya mereka menerima Yesus Kristus sebagai juruselamat mereka. Kita juga melihat keperluan dunia akan Injil dan mulai membangun jemaat-jemaatNya di seluruh dunia. Kita percaya bahwa tanpa Kristus, manusia akan dilemparkan ke neraka selama-lamanya dan itu adalah tanggung jawab kita untuk menyebarkan berita Injil kepada semua orang di seluruh dunia.

Gereja Baptist Independent adalah gereja yang menempatkan dirinya sebagai peranan kunci dalam penggenapan Amanat Agung. Orang-orang Baptist Independent percaya bahwa Amanat Agung yang diberikan Tuhan Yesus kepada murid-muridNya adalah untuk jemaat pada masa kini. Jemaat lokal memiliki suatu peranan kunci dalam menarik, melatih, mengutus dan mendukung para misionaris. Bagi kita sangat sulit membaca Alkitab tanpa dihadapkan dengan kepeduliaan Allah terhadap semua manusia.

Doktrin Allah - Kami percaya bahwa hanya ada satu-satunya Allah yang hidup dan benar yaitu Allah yang dinyatakan di dalam Alkitab. Allah yang dinyatakan di dalam Alkitab adalah Allah yang kekal. Omnipotent, Omnipresent, unchangeable, Intimate, Omniscient, Holy, Love, just, HE SHOULD BE THE OBJECT OF OUR WORSHIP.—Maz. 90:2; Yes. 40:28; Kej. 17:1; Yer. 32:17; Maz. 139:7-10; Mal. 3:6; Rm. 8:4; Maz. 147:5; Kis. 15:18; Maz. 99:9; Yes. 6:31; 1 Yoh. 4:8, 16; Ul. 32:4; Mat. 4:10; Yoh. 4:24.

Tentang Anak Allah – Ia adalah Anak Allah yang ada dari kekekalan, bereksistensi bersama dengan Allah dan sederajat dengan Bapa sebelum dunia dijadikan (Yoh. 1:1; 8:58; 17:5; Fil. 2:6; Kol. 1:16-17).—Ia adalah Anak Allah yang menjelma melalui perawan Maria (Virgin Birth) yang secara supernatural mengandung oleh Roh Kudus tanpa seorang Bapa manusiawi (Kej. 3:15; Gal. 4:4; Yes. 6:14; Luk. 1:26, 27, 31, 34-35).—Ia adalah Anak Allah yang tidak pernah berbuat dosa selama tiga tahun Ia hidup di dunia ini (Yoh. 8:46; 19:4; 18:38b; Mat. 27:24; 1 Kor. 5:21; Ibr. 4:15; 1 Pet. 2:22; 1 Yoh. 3:5b; 1 Pet. 1:19; Rm. 3:26.—Ia adalah Anaka Allah yang mati untuk dosa-dosa kita sesuai dengan Ksuci (Yes. 53:5,6; 1 Kor. 15:3,4; Ibr. 9:28; 1 Pet. 2:24; 3:18; Wahyu 5:9; 13:8; 1 Kor. 15:4).—Ia adalah Anak Allah yang menang atas maut dan neraka ( 1Kor. 15:55-57; Kis. 17:31b; Rm. 1:4; 1 Kor. 15:4)—Ia adalah Anak Allah yang akan datang kembali ke dunia dengan segera (Kis 1:11; 1 Tes. 4:6, 17; Ibr. 9:28)—Ia adalah hakim atas segala bangsa, malaikat-malaikat, bangsa Yahudi dan jiwa Anda (Yoh. 5:22; Kis. 17:31; Fil. 2:9-11).

Tentang Roh Kudus - Roh Kudus adalah seorang pribadi, Allah, Aktive dan sering disalah mengerti (Yoh. 14:17, 26; 16:13; Mat. 3:16; 1 Kor. 12:7-11; Rm. 15:13; Kis. 5:3-4; Ibr. 9:14; Kej. 1:2; 2:7; Yoh. 16:14, 18; 6:63; Kis. 13:2; 1:8; Gal. 5:22,23)—Roh Kudus adalah pribadi, Ia adalah bagian dari The Trinity. Dia bekerja dengan aktif di dalam kehidupan semua orang Kristen. Tanpa Roh Kudus semua pelayanan orang-orang Kristen kehilangan kuasa dan kehilangan buahnya.

Tentang Keselamatan - Tujuan kekal jiwa Anda akan ditentukan oleh hubungan pribadi Anda dengan Tuhan Yesus Kristus (1 Tim. 2:5). Keselamatan tidak terdapat di dalam suatu institusi, suatu sakramen, suatu ordonansi, perbuatan-perbuatan baik, moralitas, bukan pula dalam kedermawanan, melainkan di dalam pribadi Tuhan Yesus Kristus. Keselamatan adalah anugerah dan diberikan kepada orang yang bertobat dan beriman kepada Yesus Kristus (Yoh. 14:6; Kis. 4:12; Ef. 2:8-9; Yoh. 3:16; 6:24; 1 Yoh. 5:11-13; Rm. 6:23; 1 Yoh. 3:9; Ibr. 10:14)—Hidup kekal adalah milik pribadi orang percaya, sekarang dan permanen.

Tentang Orang berdosa - Kita adalah orang berdosa sejak dalam kandungan. Kita adalah orang berdosa secara pilihan. Kita adalah orang berdosa karena tingkah laku. MANUSIA BUKAN ORANG BERDOSA KARENA IA BERBUAT DOSA! MANUSIA BERBUAT DOSA KARENA IA ORANG BERDOSA. Manusia berada di bawah penghukuman pembuangan secara kekal dari Allah; “Tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia” (Efesus 2:12)—Pengobatan untuk dosa manusia adalah pengorbanan Anak Allah di kayu salib sebagai pengganti kita. Pengharapan bagi seorang berdosa yang berada di bawah penghukuman keterpisahan kekal dari Allah hanya dengan mengakui dan menerima pengampunan Allah di dalam Kristus—Maz. 51:7; RM. 5:12; 2 Kor. 11:3; Rm 1:18-32; Yak. 1:15; Pkh 7:20; Tit. 3:3; 1 Pet. 4:3; 1 Kor. 6:9-10; Rm. 3:20; 5:6, 8, 10.

Tentang orang-orang kudus – Setiap orang percaya adalah orang kudus—Hal ini tidak menyangkut posisi, bukan masalah hasil yang dicapai tetapi masalah hubungan. Orang-orang percaya tidak berakhir sebagai “orang kudus” tetapi ia adalah “orang kudus’ saat ia disisihkan dalam keselamatan (Ibr. 10:10). Mereka disebut “orang-orang kudus” bukan berarti mereka sendiri hidup kudus. Kekudusan di sini tidak bergantung pada kelakuan kita, karena ini menyangkut posisi kita di dalam Yesus Kristus. Paulus menyapa orang-orang percaya di Korintus sebagai “Orang-orang kudus” dan kemudian menegor mereka sebagai duniawi dan masih bayi (1 Kor. 1:2; 3:1-3). Tentu saja orang yang sudah selamat harus hidup seperti Kristus hidup, hidup kudus. Akan tetapi kita tidak hidup “kudus” untuk “menjadi kudus”. Kita hidup kudus karena kita “sudah kudus”. Kalau Anda mau hidup kudus supaya dapat menjadi kudus, Anda tidak akan mendapatkannya, karena Anda tidak dapat “hidup kudus” kecuali Anda sudah menjadi “kudus.”

Tentang Iblis - Kami percaya bahwa Iblis dahulu suci, dan menikmati kehormatan surgawi; tetapi karena sombong dan berambisi menjadi seperti Sang Mahakuasa, jatuh dan menarik sejumlah malaikat mengikuti dia. Ia sekarang adalah penghulu jahat di udara dan ilah zaman ini. Kita tahu dia adalah penggoda manusia terbesar, seteru Allah dan penuduh orang-orang suci, pendiri segala agama palsu, penghulu kuasa yang mendalangi kemurtadan dewasa ini. Dia adalah penghulu anti Kristus, dan sumbert dari segala kegelapan. Walau demikian ia ditentukan kesudahannya dikalahkan di dalam tangan Anak Allah sendiri, dan akan dihukum dan dilemparkan ke dalam neraka selama-lamanya. Yes. 14:12-15; Yer. 28:14-17; Wah. 12:9; Yeh. 6; 2 Pet. 2-4; Ef. 2:2; Yoh. 14:30; 1 Tes. 3:5; Mat. 4:1-3; 1 Pet. 5:8; 1 Yoh. 3:8; Mat. 13:25; 27:39; Luk. 22:3-4; Wah. 12:10; 2 Kor. 11:13-15; Mrk. 13:21-22; 1 Yoh. 4:3; 1 Yoh. 2:22; 2 Yoh. 7; Wah. 13:13-14; 2 Tes. 2:8-11; Wah. 19:11; 16:20; Wah. 12:7-9; 1-3; 20:10; Mat. 25:41.

Tentang penciptaan - Kami percaya akan penciptaan yang dijelaskan dalam kitab Kejadian, dan bahwa penciptaan tersebut diterima secara hitam di atas putih, dan bukan suatu kiasan atau ibarat. Manusia diciptakan langsung menurut rupa dan gambar Allah. Penciptaaan manusia bukan suatu evolusi atau perubahan jenis-jenis secara evolusi, atau suatu perkembangan terus-menerus dari bentuk yang rendah ke bentuk yang lebih tinggi. Setiap binatang dan tumbuh-tumbuhan diciptakan secara langsung dan hukum Allah yang apkan ialah supaya mereka berkembang biak “menurut tabiatnya masing-masing.” Kej.1:1; Kel. 20:11; Kis. 4:24; Kol. 1:16-17; Ibr. 11:3; Yoh. 1:3; Wah. 10:6; RM. 11:20; Kis. 17:23-26; Yer. 10:12; Neh. 9:6; Kej. 1:26-27; 2:21-23; 1:11; 1:24.

Tentang Peristiwa yang akan datang – Rapture—Pre-trib, Tribulasi, kedatangan Yesus Kdua kali, Kerajaan seribu tahun, penghukuman kekal bagi orang-orang tersesat, Yerusalem baru.

Doctrine of Separation - Perpisahan mutlak antara gereja dan negara (Mat. 22:15-22; *Rom 13:1-7) . Tidak ada power di bumi ini yang lebih tinggi daripada Firman Allah dan jemaat tidak harus berada dalam kontrol negara. Kita menghormati pemerintah dan mendoakan mereka supaya kita hidup dalam damai.

Iblis telah mengubah strateginya. Dia mempelajari dari dahulu bahwa dia tidak dapat mengalahkan Kristus dan orang-orang Kristen dengan permusuhan dan penganiayaan. Pekerjaan Tuhan selalu bertumbuh dalam masa kesusahan, penganiayaan dan pengorbanan. Satan telah mengubah caranya. Dia menyamar sebagai “malaikat terang”. Paulus memperingatkan para penatua di Efesus supaya menjaga diri mereka sendiri dan menjaga seluruh kawanan (Kis. 20:28-30).

Musuh yang paling hebat bagi iman Kristen bukanlah musuh dari luar—yaitu, musuh yang secara terang-terangan melawan dan mencari kesempatan untuk menghancurkan iman dalam kristus dan Alkitab. Musuh yang paling ditakuti dan paling efektif ialah musuh yang di dalam—ia yang mengakui diri sebagai orang Kristen, yang memakai gaya bicara dan kata-kata orang Kristen, yang mengenakan pakaian/jubah orang Kristen, yang memakai title Kristen dan berpartisipasi dalam pelayanan Kristen—serigala-serigala yang memakai pakaian domba—Yudas 4; Ef. 4:14; Mat. 7:15; Ul. 13:1-5; Ef. 5:6; 2 Tes. 2:3-4; 2 Yoh. 7.

Tidak seperti yang disangka umum, pada masa kini bukan hanya ada dua posisi teologi—Liberal dan fundamental. Ada suatu kelompok yang berada ditengah-tengah, yang dikenal sebagai kelompok Injili. Orang-orang Injili berkata bahwa orang-orang liberal telah pergi jauh dari iman yang sejati yang dimiliki nenek moyang mereka. Mereka harus berbalik kembali. Akan tetapi ke mana seharusnya mereka pergi—bukan kepada fundamentalisme yang ekstrem yang di anut nenek moyang mereka. Mereka harus mencari suatu kompromi, suatu tempat ditengah-tengah di mana para fundamentalis dan Liberal dapat menyetujui.

Orang-orang Baptist Independent tidak mau bersekutu dengan mereka karena mereka tidak menjadi satu dalam firmanNya. Orang-orang Injili mengatakan, doktrin itu tidak penting, asal kita menjadi satu dalam RohNya. Hal tersebut tidak rasional. Bagaimana Roh Kudus dapat mempersatukan kita sedangkan kita tidak menjadi satu dengan firmanNya.
Selengkapnya...

Urantia, ajaran apakah itu?

Di Indonesia belakangan ini masuk suatu ajaran baru, yang seperti biasanya berasal dari Amerika Serikat, dan menamakan dirinya dengan nama 'Urantia.' Urantia di Indonesia dengan rajin menyelusup ke web-web Kristen yang bisa ditembusnya dan mengajak para subscriber web-web tersebut untuk membuka website mereka. Sebagai informasi bagi para netters bila menjumpai ajaran ini, artikel ringkas ini disusun berdasarkan bahan-bahan dari web tersebut dan disorot dari ajaran Alkitab.

BUKU URANTIA
Homepage tersebut diawali dengan argumentasi bahwa pada masa sekarang ajaran agama-agama makin ketinggalan dan kacau balau sehingga diperlukan pencerahan baru. Para agamawan sudah tidak mampu menjawab pertanyaan semacam 'Siapa itu Allah, bagaimana alam semesta diciptakan dan dikelola, apa yang harus dilakukan agar masuk sorga, bisakah manusia menjadi ilahi, dan apakah tujuan hidup manusia di bumi?' Karena itu diperlukan wahyu baru agar manusia tidak tersesat, dan wahyu baru itu ada dalam buku 'Urantia.' 

Buku wahyu 'Urantia' lahir pada tahun 1935 dan dicetak dalam bahasa Inggeris di Chicago, USA pada tahun 1955. Buku itu disebut sebagai hasil dari 'Tim Pewahyu' yang beranggotakan puluhan mahluk roh dan malaikat, mulai dari Konselor Ilahi, Malkisedek, Utusan Perkasa, Malaikat Serafim sampai Midwayers, dan para petinggi roh yang lain. Buku wahyu ini cukup tebal setebal 2097 halaman, dua kali tebal Alkitab Kristen bahasa Indonesia.

Buku ini berisi berbagai ajaran seperti ajaran tentang 'Allah' yang menunjuk pada semua PRIBADI ketuhanan. Pribadi Allah yang pertama yang menjadi pusat dari alam semesta adalah Allah Bapa (Universal Father), wujudnya adalah Roh. Bapa menciptakan Anak sebagai pernyataan pribadi yang mutlak, Anak adalah pusat dari gravitasi dan administrasi dunia ROH (Spirit). Bapa dan Anak menciptakan Sorga sebagai pernyataan MATERI, maka harus ada yang menjembatani keduanya. Saat itulah muncul Allah Roh (Infinite Spirit). Allah Roh adalah pusat AKAL-BUDI (Mind) semesta. Allah Roh adalah Allah yang bertindak.

Roh Allah yang juga disebut sebagai Thought Adjuster adalah dari Allah bapa yang berdiam dalam hati manusia. Roh ini adalah fragmentasi dari Allah Bapa, memiliki identitas tetapi tidak memiliki kepribadian. Roh Adjuster ini memiliki semacam sinar, yang sering disebut sebagai pilot light atau cahaya (terang) kehidupan dan membuat berbagai rencana untuk membimbing kita. Walaupun demikian sangat menghargai kehendak bebas manusia yang dia diami. Disebutkan pula bahwa sejak hari Pentakosta semua orang mendapat pencurahan Roh Adjuster ini.

Ada 7 Roh Pendamping yang disebut Roh Kudus yang adalah roh keturunan dari Universe Mother Spirits, dimana ada pikiran, disitu roh pendamping itu bekerja. Roh Kudus adalah kehadiran the Local Universe Mother Spirit atau Creative Spirit, dan karena berasal dari Allah Roh dan diciptakan untuk menjadi pasangan Creator Son, maka dia juga sering disebut Daughter Spirit atau Divine Minister. Roh Kudus bekerjasama dengan Creator Son menciptakan keturunan alam semesta lokal: Gabriel, Melchizedek, Lanonandeks, dan Life Carrier.

Sebagai science-fiction memang buku ini banyak bercerita soal dunia makro-kosmos seperti 7 galaksi Superuniverse yang mengelilingi Sorga yang masing-masing dikepalai seorang ‘Master Spirit.' Dan tiga orang Ancient of Days. Unit pemerintahan independen terletak pada Local Universe yang masing-masing diciptakan dan dipimpin 'seorang' Creator Son. Yesus adalah seorang Creator Son yang adalah Allah yang berinkarnasi. Yesus mengajarkan agar manusia merasa bahagia di bumi, membebaskan manusia dari perbudakan tabu dan bumi pada dasarnya tidak jahat. Yesus melihat manusia sebagai anak Allah dan melihat potensi hidup yang kekal luar biasa dan mengajar agar manusia menghargai diri sendiri.

Michael Christ sudah memiliki pasangan yaitu Holy Spirit tetapi manusia diperintahkan untuk berkembang biak melalui perkawinan. Manusia BISA mencapai kondisi seperti itu: manusia dan ilahi. Manusia diberikan suatu hak yang sangat besar, yaitu kenaikan (ascending), yaitu bertumbuh dalam kepribadian dan pengalaman, sampai tingkat yang tidak terbatas. Manusia disebut sebagai Ascending Sons of God, jangka waktunya adalah kekekalan. Hidup di dunia adalah masa percobaan atau karier pertama dalam alam semesta. Jika lulus maka manusia mendapat hak untuk hidup terus menerus bila tidak akan dimusnahkan dan dipersonalisasi ulang.

Prinsip agama Yesus adalah persekutuan persaudaraan (brotherhood) manusia adalah sesama anak Allah. Agama Yesus tidak boleh terlembaga menjadi gereja atau agama negara yang standar, agama adalah hubungan pribadi dengan Allah. Agama Yesus mengajarkan pengembangan kerohanian, kejiwaan, intelektual dan kesejahteraan hidup fisik. Pendalaman ajaran Yesus dilakukan melalui kelompok kecil Persaudaraan, Persekutuan, kelompok Sel, kelompok Pengajian, dengan satu atau beberapa Guru yang menjadi pusatnya.

GERAKAN ZAMAN BARU?
Homepage tersebut mengatakan bahwa "Buku Urantia bukan dari aliran Zaman Baru atau Gereja Setan dan dipastikan bukan dari pihak Lucifer atau Iblis 666. Bukan pula agama Kristen atau aliran kebatinan, walaupun banyak ayat Alkitab, Al-Quran atau kitab suci yang lain yang dicantumkan dalam buku ini. Buku Urantia menyebut agama universal yang dia bawa sebagai Agama Yesus, yaitu agama yang dihidupi Isa, Yesus dari Nazaret waktu Dia ada di dunia." 

Dari isi buku tersebut jelas terlihat bahwa memang banyak digunakan istilah-istilah dari Alkitab Kristen dan agama Urantia disebut sebagai agama Yesus, tetapi jelas bahwa sekalipun banyak kutipan dari ayat-ayat Alkitab, ajaran ini diakui bukan ajaran agama Kristen. Tetapi sekalipun disangkal bahwa Urantia bukan Ajaran Gerakan Zaman Baru, mudah terlihat bahwa ajaran buku wahyu Urantia adalah ajaran Gerakan Zaman Baru yaitu "Roh Allah tidak disebut sebagai pribadi tetapi lebih merupakan 'Thought Adjuster' yang bersifat roh yang bisa menciptakan (create), menghasilkan (eventuate) dan memecah diri (fragmentize). Manusia adalah bagian dari roh Thought Adjuster tersebut. Jadi Allah tidak bedanya dengan Macro Cosmos dan manusia adalah Micro Cosmos. Cosmos ini memiliki sinar yang disebut pilot light (bandingkan ini dengan konsep New Age dalam film 'Star Wars' dimana Macro Cosmos dan Micro Cosmos itu digambarkan sebagai sinar alam semesta yang disebut 'The Force.' Kita adalah manusia juga ilahi.)"

Berbeda dengan Alkitab yang mengenal Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus sebagai pribadi ke-Tuhan-an, ajaran buku Urantia menyebut Roh Allah sebagai tidak berpribadi tetapi menciptakan Yesus dan Roh Kudus. Ajaran mengenai manusia sekalipun menggunakan istilah-istilah Alkitab lebih merupakan pencampuran ajaran 'Mormon' dan 'Saksi Yehuwa.' Seperti Mormon dan Saksi Yehuwa, ajaran ini mempercayai bahwa manusia merupakan 'persaudaraan anak-anak Allah' yang dikarunia kebaikan dan kehendak bebas, dan keberhasilan ditentukan oleh lulus tidaknya manusia dalam mengarungi hidup ini, jadi sifatnya 'berpusat manusia' dan manusia bisa mencapai kehidupan kekal atau akan dipunahkan sesuai dengan hasil kehendak bebasnya. Konsep tentang dosa kabur dan alam semesta dianggap pada dasarnya baik. Ini juga ciri Gerakan Zaman Baru.

SIKAP KITA?
Dari isi buku wahyu Urantia kita dapat melihat bahwa buku ini lebih merupakan gambaran fantasi dengan spekulasi mengenai kosmos dan realita roh yang kacau dan sekalipun menyebut sebagai agama Yesus jelas merupakan penyesatan untuk mengajak seseorang keluar dari Yesus Alkitab ke arah Yesus fantasi menurut kacamata pencampuran beberapa nafas pengajaran Gerakan Zaman Baru, Mormon dan Saksi Yehuwa, dan sekarang diajarkan oleh Jesusonian Foundation, Urantia Brotherhood, Urantia Foundation, dan di Indonesia dipromosikan oleh 'Urantia-Indonesia' yang menggunakan metoda misi semacam yang sudah ada di kalangan pelayanan persekutuan Kristen. 

Lebih dari itu, ajaran buku wahyu Urantia ini secara frontal menyerang kekristenan, sebab disebutkan bahwa agama Kristen mengajarkan dua kesalahan besar karena (1) Kekristenan Alkitab mengajarkan tentang penebusan Yesus untuk memenuhi keadilan dan murka Allah; (2) Kekristenan salah dalam mengajarkan pribadi Yesus secara lengkap." Bukan hanya itu, ajaran ini menawarkan jalan keluar bahagia melalui dunia Satania (Satania adalah sistem lokal yang diperintah Lucifer dan setan adalah dutabesar Lucifer dalam urusan planet-planet). Satania dipercayai sebagai surga (heaven):

"Bila awan-awan berkumpul di atas kita, iman kamu harus menerima kenyataan kehadiran Adjuster dalam diri kita … Lihatlah dari balik ketidak-pastian yang tidak kekal kedalam sinar cerah matahari kekekalan dalam ketinggian dunia Satania."

Karena itu daripada kita dibingungkan dengan ajaran-ajaran yang memutar balikkan Injil (Galatia 1:6-7) yang mengaburkan pandangan kita akan kebenaran Allah, sebaiknya kita berhati-hati akan segala ajaran baru semacam yang sekarang mulai secara gencar dipromosikan di Indonesia melalui jendela-jendela homepage kekristenan di Indonesia seperti ajaran wahyu 'Urantia' ini. Sebaliknya, hendaknya kita bertumbuh dengan pengertian kita akan Alkitab firman Allah.

Sumber: Salam kasih dari Herlianto/YBA
Selengkapnya...

Berita Mingguan 5 Desember 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin- subscribe@ yahoogroups. com

MAFIA PERUBAHAN IKLIM TERBONGKAR

Berikut ini disadur dari "Perubahan Iklim: Skandal Ilmu Pengetahuan yang Paling Buruk di Generasi Kita," oleh Christopher Booker, The Telegraph, 28 November 2009: "Seminggu setelah kolega saya James Delingpole, di blog Telegraph-nya, menciptakan istilah "Climategate" untuk menggambarkan skandal yang terbongkar oleh bocornya email-email tertentu dari Unit Riset Iklim University of East Anglia, Google sudah menunjukkan bahwa kata tersebut kini muncul di internet lebih dari sembilan juta kali.... Bahkan George Monbiot dari The Guardian pun telah menyatakan rasa syok dan kecewa total atas hal-hal yang disingkapkan oleh dokumen-dokumen ini, karena penulis-penulis [email-email] ini bukan sekedar akademisi biasa. Yang terlibat di sini adalah sekelompok kecil ilmuwan yang telah selama bertahun-tahun sangat berpengaruh menyerukan peringatan ke seluruh dunia tentang pemanasan global lebih dari siapapun yang lain, terlebih lagi peran mereka di Panel Antarnegara mengenai Perubahan Iklim (IPCC) di PBB. Profesor Philip Jones, direktur dari CRU (Unit Riset Iklim), bertanggung jawab atas dua rangkaian set data yang dipakai oleh IPCC untuk membuat laporannya .... catatan temperatur globalnya adalah yang paling penting di antara empat set data temperatur yang menjadi patokan IPCC dan pemerintah-pemerint ah – terutama dalam hal prakiraan mereka bahwa dunia akan memanas hingga tingkat yang mendatangkan bencana jika trilyunan dolar tidak dikucurkan untuk menghindarinya.

Dr. Jones juga adalah bagian kunci dari sebuah grup kecil yang ketat yang terdiri dari ilmuwan-ilmuwan Amerika dan Inggris yang bertanggung jawab untuk mempromosikan gambaran temperatur dunia sebagaimana disampaikan oleh grafik "tongkat hockey"-nya Michael Mann yang 10 tahun yang lalu membalikkan sejarah iklim dengan memperlihatkan bahwa, setelah 1000 tahun penurunan, temperatur global tiba-tiba belakangan ini naik ke level tertinggi dalam sejarah..... Para pengirim dan penerima email-email yang bocor ini terdiri dari daftar ilmuwan-ilmuwan elit IPCC....Ada tiga percakapan dalam dokumen-dokumen yang bocor ini yang telah menciptakan gelombang kejut terhadap para pengamat di seluruh dunia. Mungkin yang paling jelas .... adalah suatu rangkaian email yang sangat mengguncang yang memperlihatkan bagaimana Dr. Jones dan kolega-koleganya telah selama bertahun-tahun mendiskusikan taktik-taktik licik agar mereka dapat tidak menerbitkan data mereka kepada orang luar sebagaimana diatur oleh hukum kebebasan informasi... .Kedua dan yang paling mengejutkan dari dokumen-dokumen yang bocor ini adalah memperlihatkan bagaimana ilmuwan-ilmuwan ini mencoba memanipulasi data melalui program-program komputer mereka yang belat-belit, agar selalu menunjuk ke satu arah saja – yaitu merendahkan temperatur di masa lampau, dan "mengatur" temperatur kini lebih tinggi, agar seolah-olah terjadi pemanasan yang cepat....Hal ketiga yang terbongkar dari dokumen-dokumen ini adalah cara kejam para akedemisi ini untuk membungkam ahli lain manapun yang mempertanyakan penemuan-penemuan yang mereka lakukan dengan metode yang sedemikian meragukan – bukan hanya dengan cara menolak untuk membeberkan data dasar mereka tetapi juga dengan mendiskreditkan dan memboikot jurnal ilmiah manapun yang berani mempublikasikan karya para pengritik mereka."

PARA PEMIMPIN GEREJA RUMAH DI CINA DIJATUHI HUKUMAN PENJARA
Berikut ini disadur dari "China House Church Leaders Sentenced," AP, 25 Nov. 2009): "Sebuah pengadilan di Cina utara telah memvonis lima orang pemimpin sebuah gereja Protestan yang tidak berizin dengan hukuman penjara hingga tujuh tahun atas tuduhan berkumpul secara ilegal, demikian dilaporkan oleh kelompok-kelompok hak asasi hari Kamis ini. Vonis-vonis ini termasuk yang paling keras dalam tahun-tahun belakangan terhadap yang sering disebut "gereja-gereja rumah" -- jemaat-jemaat yang menolak untuk mendaftarkan diri dan menerima otoritas Biro Urusan Agama milik pemerintah. Penangakapan- penangkapan ini berawal dari sebuah serbuan tanggal 13 September oleh polisi dan penjaga-penjaga yang dibayar atas kebaktian-kebaktian pagi yang dilakukan di gedung asrama oleh Gereja Linfen Fushan yang beranggotakan 50000 orang di Linfen, propinsi Shanxi bagian utara, demikianlah para kelompok hak asasi dan website Boxun.com melaporkan. Mereka yang dijatuhi hukuman hari Rabu oleh Pengadilan Menengah Linfen termasuk gembala sidang gereja tersebut, Wang Xiaoguang dan istrinya Yang Rongli, keduanya mendapatkan hukuman maksimal. Yang Rongli tampaknya dijadikan target karena usaha-usahanya mengajukan petisi ke otoritas lokal demi membantu suaminya Wang, kata Boxun. Yang lainnya diberikan hukuman antara tiga hingga empat setengah tahun.... Secara resmi, pemerintah komunis Cina mengharuskan semua orang Protestan beribadah di gereja Geraka Tiga Mandiri yang non-denominasional. "

ORANG-ORANG MUSLIM TERUS BERPERANG MELAWAN ORANG-ORANG KRISTEN
Laporan-laporan berikut disadur dari edisi-edisi terbaru dari Worthy News. Di Somalia, Gembala sidang Ali Hussein Weheliye ditembak mati oleh militan-militan Islam pada tanggal 10 Oktober ("Islamic Militants Kill Somali Church Leader," 16 Nov. 2009). Weheliye bertobat kepada Kristus tahun 1999. Istrinya dan putrinya saat ini sedang bersembunyi karena takut dibunuh. Serangan ini datang setelah grup al-Shabab yang bertalian dengan al-Qaida mendeklarasikan Somalia sebagai "negara Islam" dan berjanji untuk menghapuskan orang-orang Kristen dan menegakkan hukum Sharia. Di Mesir, kumpulan ramai orang-orang Muslim yang marah membakar toko-tokok milik orang-orang Kristen Koptik ("Egypt Muslims Burn Christian Shops," 21 Nov. 2009). Selebaran-selebaran yang berjudul "Mereka Ini Harus Mati" mengajak orang-orang Islam untuk "membakar, merusak dan membersihkan negara dari orang-orang kafir jahat yang tidak bermoral ini." Di Pakistan, sebuah toko dibom karena menjual VCD film Yesus ("Pakistan Militants Bomb CD Shop," 23 Nov. 2009). Pemilik toko tersebut terluka kritis. Sebuah surat dilayangkan ke penjaga toko itu oleh seorang anak yang berbunyi, "Allah adalah yang terbesar" dan "kematian bagi Amerika, orang-orang Kristen dan semua Yahudi di dunia."

LUTHERAN MEMISAHKAN DIRI DARI DENOMINASI LIBERAL
Kelompok liberal Evangelical Lutheran Church in America (ELCA) sedang pecah karena isu penahbisan homoseksual. Tanggal 18 November, sebuah kelompok Lutheran yang bernama CORE (Coalition for Renewal) mengambil suara untuk membentuk sebuah denomianasi Lutheran yang baru sebagai respons terhadap keputusan ELCA musim panas ini untuk mengizinkan "orang-orang yang terang-terangan sedang mempraktekkan homoseksualitas" untuk menjabat sebagai gembala sidang ("Lutherans Splitting," Baptist Press, 25 Nov. 2009). Belum jelas berapa banyak gereja yang akan bergabung dengan grup baru tersebut, karena memerlukan dua pertiga suara agar sebuah jemaat dapat meninggalkan ELCA. Sekitar 1200 orang pendukung CORE bertemu akhir September yang lalu untuk menunjukkan dukungan mereka atas perpecahan itu.

GEREJA DESAINER HAWA NAFSU
Berikut ini disadur dari sebuah artikel oleh Gembala Sidang Terry Coomer, For the Love of the Family Ministries: "Salah satu musuh terbesar kekristenan hari ini adalah "Gereja Desainer Hawa Nafsu." Ini adalah efek samping dari zaman sesat di mana kita hidup. Galatia 5:16, "Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan [hawa nafsu] daging." Hari ini ada orang-orang yang ingin tahu apa yang diinginkan manusia di sebuah gereja dan lalu memberikan keinginan mereka tesebut. Mengapa? Supaya mereka dapat melakukan persis kebalikan dari apa yang Kitab Suci katakan dan mereka dapat memiliki "Gereja Desainer Hawa Nafsu." Mereka akan mendesain musik, aktivitas, dan kebaktian di gereja tersebut agar menarik bagi daging dan bukannya mengajar dan menuntun kepada perintah-perintah Alkitab. Jauh lebih mudah untuk menyenangkan orang dan membuat mereka merasa nyaman daripada mengajarkan mereka kebenaran. "Gereja Desainer Hawa Nafsu" akan mengizinkanmu untuk mendengar apa yang engkau ingin dengar dengan cara yang engkau inginkan pula. Ini adalah tanda zaman kesesatan yang sedang menghancurkan keluarga, kehidupan, gereja, dan rumah tangga kita. Hal ini telah melanda seluruh negeri. "Gereja Desainer Hawa Nafsu" ini akan berujung pada gereja sedunia yang sesat. Apa yang kita lihat hari ini adalah pendahulu dari gereja ini. Saya butuh berada dalam gereja yang sungguh-sungguh mau membantu saya membangun hubungan yang intim, pribadi, dan bernyala-nyala dengan sang Juruselamat yang memungkinkan saya untuk memiliki kuasa rohani yang riil dalam hidup saya. Inilah kuasa yang benar-benar dapat menjangkau istri dan anak-anak saya bagi Kristus."
Selengkapnya...

Jumat, Desember 04, 2009

Perdebatan Istilah “Allah” Kesalahpahaman Linguistik dan Theologis

by Dr. Steven E. Liauw

Graphe International Theological Seminary (GITS), Sunter, Jakut, Indonesia

Belakangan ini di dunia kekristenan Indonesia banyak sekali terjadi perdebatan mengenai penggunaan istilah “Allah.” Perdebatan ini timbul karena ada pihak atau kelompok yang “mengharamkan” orang Kristen memakai kata “Allah.” Mereka beranggapan bahwa jika orang Kristen memakai kata “Allah,” maka itu sama saja dengan menyembah Tuhannya orang Islam. Hampir selalu bersamaan dengan itu, kelompok yang sama juga mengedepankan nama “Yahweh,” dan menganjurkan orang Kristen mengganti “Allah” dengan “Yahweh” atau “Elohim.” Kita sebut saja kelompok ini sebagai kelompok “anti-Allah.”

Banyak sekali orang Kristen yang menjadi bertanya-tanya mengenai masalah ini. Apalagi hampir semua orang Kristen di Indonesia sudah biasa dengan istilah “Allah,” dan sama sekali tidak memaksudkan Tuhannya Islam. Tentunya orang Kristen awam akan merasa risih ketika kelompok “anti-Allah” mengklaim bahwa mereka selama ini menyembah Tuhan Muslim atau dewa bulan, mengagungkan berhala, dan menghujat Tuhan yang benar. Walaupun seorang Kristen selama ini sangat mengasihi Yesus, mengagung-agungkan nama Yesus, dan bahkan sudah kenal dengan nama Yehovah, namun jika masih memakai kata “Allah,” maka ia dicap sebagai penyembah berhala atau bahkan seorang Muslim! Ini semua adalah tuduhan yang sangat serius. Banyak orang Kristen yang lugu dan awam ketakutan dituduh seperti itu, dan buru-buru menggabungkan diri dengan kelompok “anti-Allah” ini. Bahkan ada acara pelepasan dari “roh Allah” yang dianggap sebagai roh setan oleh kelompok ini.

Apakah benar tuduhan kelompok “anti-Allah” ini? Apakah karena seorang Kristen memakai istilah “Allah” untuk mengacu kepada sang Pencipta, atau menyebut Yesus sebagai Allah, maka dia menjadi seorang Muslim, atau seorang penyembah berhala? Tulisan ini akan memperlihatkan bahwa posisi kelompok “anti-Allah” ini sama sekali tidak berdasar. Mereka mendirikan seluruh argumen mereka atas dasar emosi, dan mereka melakukan kekeliruan nalar linguistik dan theologis yang sangat fatal. Artikel ini akan berfokus pada mengupas kesalahan linguistik dan kesalahan theologis yang mereka lakukan.

I. Kesalahan Linguistik Kelompok “Anti-Allah”

Semangat kelompok “anti-Allah” untuk mendapatkan pendukung-pendukung baru menyebabkan mereka sering mengkhotbahkan sikap “anti-Allah” tersebut kepada orang Kristen atau gereja manapun yang kebetulan mendengarkan mereka. Graphe International Theological Seminary, sebagai suatu institusi pembelajaran theologi tingkat tinggi, tidak terlepas menjadi sasaran “penginjilan” mereka. Beberapa individu yang “anti-Allah” cukup sering berkomunikasi dengan GITS, sehingga kami cukup familiar dengan berbagai argumen “anti-Allah.”

Topik ini juga sudah mendapat perhatian dari GITS, mengingat bahwa pernah diadakan debat antara Bpk. John Gersom dengan penulis sendiri, pernah diselenggarakannya seminar mengenai “nama Allah” di GITS, dan pembahasan mengenai nama sang Pencipta di Pedang Roh edisi ke-61. Walaupun pembahasan-pembahasan sebelumnya ini telah menjadi berkat bagi banyak orang, banyak individu dari kelompok “anti-Allah” yang tetap besikeras dengan posisi mereka.

Mereka sering mengulang-ulang argumen-argumen seperti “kalau kamu menyebut Allah, berarti kamu orang Islam,” “Allah tidak ada dalam Alkitab bahasa Ibrani ataupun Yunani,” “Allah itu nama pribadi,” “Allah itu artinya dewa bulan,” dan lainnya. Semua ini menunjukkan bahwa ada beberapa poin linguistik yang tidak mereka mengerti atau abaikan.

A. Bahwa Satu Kata Bisa Memiliki Arti Yang Berbeda Untuk Kelompok yang Berbeda
Tidak diperlukan seorang linguis untuk mengetahui bahwa suatu kata dapat memiliki arti yang berbeda ketika dipakai oleh kelompok yang berbeda. Ini adalah fenomena bahasa yang sering terjadi dan tidak dapat disangkali. Sebagai contoh adalah kata football. Jika orang Eropa menyebut kata football, maka yang dimaksudkannya adalah sepakbola. Sebaliknya, jika orang Amerika menyebut kata football, maka yang ia maksudkan adalah olahraga mirip rugby yang sama sekali berbeda dari sepakbola. Yang mana yang benar dan yang mana yang salah? Tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Arti dari kata football tergantung kepada siapa yang mengucapkannya dan konteks pembicaraan.

Masih banyak lagi contoh seperti ini. Kata soda, misalnya, memiliki pengertian yang berbeda-beda bagi berbagai orang. Untuk orang Amerika bagian tengah, soda berarti minuman ringan seperti Coca Cola atau Pepsi. Bagi banyak orang lain, soda berarti buih-buih atau gelembung-gelembung, sedangkan bagi orang kimia, soda berarti sodium oksida. Bill memiliki arti tagihan bagi orang Inggris, tetapi memiliki arti lembaran uang bagi orang Amerika (dua arti yang sama sekali bertentangan, karena yang satu berarti anda memiliki uang, dan yang satu lagi berarti harus kehilangan uang). Fanny adalah slang untuk organ kelamin wanita bagi orang-orang Inggris, tetapi berarti “pantat” bagi orang-orang Amerika. Tentunya ini bisa mengakibatkan momen-momen yang memalukan. Contoh-contoh seperti ini dapat diteruskan lagi berkali-kali lipat.

Fenomena ini tidak hanya terbatas pada bahasa Inggris, tetapi ada dalam setiap bahasa. Sedikit “searching” di Internet dapat menambah wawasan dalam hal ini. Satu website tentang bahasa Spanyol menjelaskan bahwa kata mona memiliki arti “gadis cantik” di Spanyol, “gadis sombong” di Venezuela, dan “gadis pirang” di Colombia. Bahasa Melayu sendiri menyediakan cukup banyak contoh. Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu, dan bahasa Malaysia juga adalah salah satu bentuk bahasa Melayu. Namun semua orang yang pernah ke Malaysia tahu bahwa ada banyak kata-kata yang dimiliki oleh kedua bahasa ini, namun memiliki pengertian yang berbeda. Perbedaan makna bisa kecil hingga besar. Kata “berbual” tidak memiliki konotasi negatif di Malaysia (artinya “berbicara” atau “ngobrol”) sedangkan di Indonesia memiliki konotasi negatif (menghambur-hamburkan kata-kata secara sia-sia). Kata “jimat” berarti hemat di Malaysia, tetapi mengandung arti suatu benda keramat di Indonesia. Ada banyak sekali contoh lain dan yang tertera dalam tulisan ini hanyalah sebagian kecil dari suatu fenomena bahasa yang bersifat universal.

Jika seseorang mengerti akan prinsip ini, maka seharusnya ia tidak perlu heran jika kata “Allah” dapat dipakai dengan pengertian yang berbeda oleh kelompok yang berbeda. Kelompok “anti-Allah” menghabiskan banyak energi dan argumen untuk menekankan bahwa “Allah” adalah nama pribadi, yaitu nama Tuhan yang disembah oleh orang Islam. Mereka mengajukan banyak sekali pendapat ulama-ulama Muslim, tokoh-tokoh Arab, ataupun sumber-sumber lain yang menyatakan bahwa “Allah” adalah nama pribadi. Namun dalam semua usaha ini, mereka gagal melihat permasalahan utamanya. Orang-orang Kristen di Indonesia bukan tidak tahu bagaimana cara orang Islam memakai kata “Allah.” Orang Kristen Indonesia bukan tidak paham bahwa ada kelompok yang menyebut Allah sebagai nama pribadi. Namun, inti sari dari seluruh topik ini adalah: “Orang Kristen Indonesia memakai kata Allah bukan sebagai nama pribadi.”

Jadi, minimal ada dua cara pemakaian kata “Allah” di Indonesia. Orang Islam memakai kata Allah dengan arti nama pribadi sesembahan mereka. Orang Kristen memakai kata Allah dengan pengertian generik “sesembahan,” atau yang sepadan dengan kata “God” dalam bahasa Inggris atau “Elohim” dalam bahasa Ibrani. Sebaliknya, kelompok “anti-Allah” sengaja tidak mau mengerti bahwa ada dua jenis pemakaian seperti ini. Mereka ngotot bahwa hanya boleh ada satu pemakaian kata Allah, yaitu pemakaian sebagaimana orang Islam.

Tentunya posisi kelompok “anti-Allah” ini sama sekali tidak masuk akal secara linguistik. Mengapakah tidak boleh ada dua arti bagi “Allah”? Toh banyak sekali kata-kata lain yang memiliki dua makna, bahkan lebih, ketika dipakai oleh kelompok yang berbeda. Hanyalah seseorang yang tidak berbudi yang memaksakan pengertian dia kepada pemakaian kelompok lain. Jika seorang Inggris berbicara kepada seorang Amerika, bahwa dia sangat suka “football,” lalu orang Amerika itu sadar bahwa football yang dimaksud oleh orang Inggris itu berbeda dengan football Amerika yang dia kenal, maka sangatlah tidak sopan jika orang Amerika itu berbalik menyerang si orang Inggris bahwa football itu bukanlah permainan menggocek bola dengan kaki untuk mencetak gol, melainkan adalah permainan membawa bola dengan tangan ke ujung lapangan. Bukan saja itu tindakan yang tidak sopan, tetapi juga dijamin tidak akan berhasil. Orang Inggris itu akan berkata, “ya itu football bagimu,” sedangkan “football bagi saya adalah demikian.” Demikian juga orang Inggris itu tidak bisa memaksakan pengertian dia tentang football kepada orang Amerika tersebut.

Hal ini sangat mudah dimengerti, tetapi kelompok “anti-Allah” sengaja tidak mau mengertinya. Jika ada orang Kristen yang memakai kata “Allah,” mereka menuduhnya menyembah Tuhan orang Islam. Ini sama konyolnya dengan orang Amerika yang memaksakan arti kata football ala Amerika kepada orang Inggris. Seharusnya, konteks dan pengetahuan tentang siapa yang sedang berbicara dapat menjadi petunjuk yang pasti mengenai makna yang dimaksud.

Ironisnya, orang Islam sendiri sadar bahwa orang Kristen memakai kata “Allah” dengan cara yang berbeda dengan mereka. Ulasan tentang kata “Allah” dalam Wikipedia (yang tentunya didominasi oleh pendapat Muslim) mengandung observasi berikut di bagian akhirnya: “Umat Nasrani lebih menyukai kata Tuhan dibanding kata Allah. Akan tetapi, terjemahan Bible dalam bahasa Indonesia yang dinamakan sendiri oleh para penterjemahnya sebagai ‘Al-Kitab’, menggunakan kata “Allah” untuk ‘Tuhan Bapa’. Jadi, Allah dalam Kristianitas/Nasrani sedikit berbeda dengan Allah dalam pengertian ajaran Islam. Secara pengucapan juga ada perbedaan dengan Allah dalam tradisi Islam. Allah dalam agama Kristen diucapkan dengan ‘alah’, bukan ‘awlloh’ seperti umat Islam ucapkan, Allah dalam tradisi Islam diucapkan dengan logat bahasa Arab.”1

Entry Wikipedia di atas membuktikan bahwa umat Muslim sendiri tahu, bahwa orang Kristen memakai kata “Allah” dengan makna yang berbeda. Umat Kristiani sendiri juga sangat paham bahwa “Allah” yang mereka sembah berbeda dengan “Allah” (Awlloh) Islam. Rupanya yang tidak tahu hanyalah kelompok “anti-Allah” yang memaksa orang Kristen untuk memakai definisi Islam untuk kata “Allah.”

B. Bahwa Bahasa Harus Dipahami Dengan Pendekatan Deskriptif Bukan Preskriptif
Tidak ada satu individu pun yang mengontrol bahasa. Bahasa adalah bagian dari kebudayaan suatu masyarakat, dan oleh karena itu bahasa berubah sesuai dengan penggunaan masyarakat itu. Di dalam ilmu bidang linguistik ada dua macam pendekatan dalam melihat bahasa: pendekatan preskriptif dan pendekatan deskriptif. Perbedaan antara dua pendekatan ini dapat terlihat jelas dalam pembuatan kamus.

Ada kamus yang dibuat dengan pola pikir bahwa kamuslah yang mendefinisikan arti suatu kata, dan masyarakat harus mengikuti kamus tersebut. Memakai kata yang tidak ada dalam kamus dianggap sebagai penyalahgunaan bahasa. Kamus seperti ini juga memberitahu bahwa kata tertentu harus dipakai dengan cara begini, dan kata lain lagi tidak boleh dipakai dengan cara demikian. Ini adalah pendekatan preskriptif.

Ada lagi kamus yang dibuat dengan pola pikir yang sama sekali berbeda. Kamus ini tidak mencoba untuk menyatakan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh, jenis bahasa yang baik atau yang tidak baik, kamus ini hanya menjelaskan bagaimana masyarakat mempergunakan suatu kata. Ini adalah pendekatan deskriptif.

Pendekatan preskriptif memiliki tempatnya tersendiri, dan tidak dapat dihilangkan sama sekali. Pendekatan ini sangat berguna dalam situasi tertentu, misalnya saat mengajarkan bahasa di sekolah kepada anak-anak atau orang asing. Namun demikian, pendekatan preskriptif tidak dapat dipakai untuk menggambarkan realita penggunaan bahasa di masyarakat.

Sebagai contoh dalam bahasa Inggris, kata ain’t sudah lama menuai kritikan para ahli bahasa dan grammarians. Kata ini dianggap sebagai slang yang tidak berguna, dan dalam pelajaran bahasa selalu ditekankan bahwa ini bukanlah kata yang baku.2 Namun demikian, kelompok masyarakat tertentu tetap menggunakan kata ini, dan kata ini juga muncul terus di dalam literatur, terutama novel-novel yang mengutip kata-kata tokoh secara langsung. Pada awalnya, kamus-kamus tidak mau memasukkan kata ain’t ke dalam daftar mereka, karena kata ini dianggap tidak eksis secara resmi dalam tatanan bahasa yang baik dan benar. Tetapi karena kata ini tetap dipakai luas dalam masyarakat, akhirnya berbagai kamus menyertakan juga kata ini.

Contoh di atas mengilustrasi bahwa tidak ada satu organisasi pun, apalagi perorangan atau kelompok, yang dapat mengontrol bahasa dan menentukan bagaimana suatu masyarakat harus berbahasa. Sumbangsih dari setiap anggota masyarakat itulah yang membentuk bahasa itu seiring dengan berjalannya waktu. Usaha-usaha untuk menciptakan “polisi bahasa” selalu gagal.

Kelompok “anti-Allah” mengambil pendekatan preskriptif dalam melihat kata “Allah.” Mereka ingin mendefinisikan apa arti kata “Allah.” Mereka ingin menjadi “polisi bahasa” yang menentukan bagaimana orang harus menggunakan kata tersebut, dan bagaimana kata tersebut tidak boleh digunakan. Karena cocok dengan agenda mereka, mereka mendefinisikan kata “Allah” dengan definisi Islam, yaitu suatu nama pribadi. Mereka sama sekali tidak mempertimbangkan bahwa kelompok-kelompok tertentu dalam masyarakat yang menggunakan kata “Allah” dengan makna yang berbeda. Dengan pendekatan seperti itu, maka ada kesenjangan antara “teori” mereka dengan fakta lapangan. Mereka berkata bahwa orang yang menyembah Allah berarti menyembah Tuhan orang Islam. Tetapi pada kenyataannya tidak demikian. Hampir semua orang Kristen di Indonesia menyembah “Allah,” dan sama sekali tidak menyembah “Tuhan” orang Islam. “Allah” yang dimaksud oleh orang Kristen adalah Allah Tritunggal. Allah yang dimaksud orang Kristen adalah Allah Bapa yang begitu mengasihi dunia sehingga menyerahkan AnakNya. Allah yang dimaksud oleh orang Kristen adalah Yesus Kristus. Allah yang dimaksud orang Kristen adalah Roh Kudus. Ini jelas berbeda dengan konsep Islam. Jadi, walaupun kelompok “anti-Allah” mencoba untuk menentukan bagaimana sebuah kata harus dipakai, mereka telah gagal.

Sudah tiba saatnya bagi kelompok “anti-Allah,” yang sebenarnya terdiri dari banyak individu yang brilian dan semangat untuk Tuhan, untuk menyadari bahwa pendekatan mereka selama ini salah. Dengan pendekatan preskriptif murni, mereka telah berusaha untuk menjadi “polisi bahasa,” dan mendikte bagaimana orang Kristen harus memakai suatu kata. Padahal, orang Kristen sudah sejak ratusan tahun yang lalu memiliki makna tersendiri untuk kata “Allah” yang berbeda dengan konsep Islam.

C. Bahwa Kata Allah Sudah Menjadi Bagian dari Bahasa Indonesia
Satu hal yang harus selalu diingat dalam pembahasan mengenai kata “Allah,” adalah bahwa kata “Allah” sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia. Memang, kata “Allah” berasal dari bahasa Arab. Namun ratusan tahun yang lalu, kata ini telah masuk ke dalam nusantara dan menjadi bagian dari kosa kata bahasa Indonesia. Jadi, pembahasan kata “Allah” dalam bahasa Indonesia, haruslah mengacu kepada aturan-aturan bahasa Indonesia, bukan bahasa Arab.

Kelompok “anti-Allah” senang membahas tentang kata “Allah” dalam bahasa Arab. Mereka berkata bahwa kata Allah tidak dapat diberi akhiran milik, seperti “Allahku,” “Allahmu,” atau “Allahnya.” Dengan ini mereka berargumentasi bahwa Allah adalah nama pribadi, bukan suatu gelar atau jabatan.

Argumen seperti ini sama sekali tidak mengenai inti persoalan. Bagaimana kata “Allah” dipakai dalam bahasa Arab sama sekali tidak mempengaruhi pemakaiannya dalam bahasa Indonesia. Karena kata “Allah” telah sepenuhnya diserap ke dalam bahasa Indonesia, penggunaannya dalam bahasa Indonesia mengikuti aturan Indonesia, bukan aturan Arab. Sebagai ilustrasi, perhatikanlah contoh kata “manajemen.” Kata ini jelas adalah serapan dari kata “management” dalam bahasa Inggris. Untuk membuatnya menjadi jamak, bahasa Inggris menambahkan “s” menjadi “managements.” Apakah dalam bahasa Indonesia kata ini menjadi jamak dalam bentuk “manajemens,” yaitu dengan penambahan “s”? Tentu tidak! Walaupun kata “manajemen” berasal dari bahasa Inggris, tetapi karena telah diserap ke dalam bahasa Indonesia, ia harus mengikuti aturan bahasa Indonesia.

Hal yang serupa terjadi pada kata Allah yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia. Kelompok “anti-Allah” menyerukan bahwa kata ini tidak dapat diberi akhiran milik. Hal ini bisa saja benar dalam bahasa Arab, tetapi apakah benar dalam bahasa Indonesia? Sedikit survei atas literatur Kristen Indonesia, termasuk juga Alkitab bahasa Indonesia, menunjukkan bahwa bentuk-bentuk “Allahku,” “Allahmu,” dan sejenisnya, banyak sekali dipakai. Pembaca juga hanya perlu meng-google kata “Allahku” dan “Allahmu” untuk melihat bahwa kedua bentuk ini tidak asing di dunia internet. Jadi sekali lagi ada kesenjangan antara pendekatan preskriptif dengan pendekatan deskriptif. Di satu sisi ada kelompok yang merasa berhak untuk mengatur bagaimana masyarakat menggunakan suatu kata. Di sisi lain, realita yang ada memperlihatkan bahwa masyarakat sudah sejak dulu menggunakan kata tersebut. Ini membuktikan bahwa kelompok manapun, termasuk kelompok “anti-Allah,” tidak dapat dengan serta merta mendikte bagaimana suatu kata boleh atau tidak boleh dipakai dalam masyarakat. Kesalahan mereka dalam kasus kata “Allah” semakin berat jika mengingat bahwa dasar argumen mereka adalah aturan-aturan dalam bahasa Arab, bukan bahasa Indonesia.

D. Bahwa Alkitab Bahasa Indonesia Seharusnya Berisikan Bahasa Indonesia, Bukan Bahasa Lain
Karena menolak kata “Allah,” kelompok anti-Allah tidak tahan melihat dan mempergunakan Alkitab yang diterbitkan oleh LAI, dan mereka menerbitkan Alkitab-Alkitab mereka sendiri. Ada beberapa versi Alkitab yang sudah mereka terbitkan. Dalam Alkitab-Alkitab yang tidak ber-“Allah” ini, mereka harus menemukan kata lain untuk menggantikan “Allah” untuk menerjemahkan elohim dan theos. Ada tiga teknik yang dipakai, yaitu menerjemahkannya sebagai Yahweh/Yehovah, sebagai Tuhan, dan sebagai Elohim. Ketiga-tiganyanya melanggar prinsip penerjemahan Alkitab.

Pertama, ada sebagian kelompok “anti-Allah” yang menerjemahkan elohim dengan Yahweh atau Yehovah. Ini adalah kesalahan yang serius. Di dalam Perjanjian Lama bahasa Ibrani, kedua kata ini muncul, bahkan kadang-kadang muncul bersamaan. Yehovah dan elohim adalah dua kata yang berbeda. Seorang penerjemah Alkitab memiliki tugas untuk menerjemahkan teks asli, bukan untuk mengubahnya. Walaupun seringkali baik elohim maupun Yehovah mengacu kepada pribadi yang sama, tetapi penerjemah tidak memiliki kewenangan untuk menggantikan kata yang satu dengan yang lainnya. Roh Kudus telah menginspirasikan Kitab Suci secara tepat dan kata per kata (verbal). Ketika suatu ayat Firman Tuhan berbunyi elohim, berarti Roh Kudus memiliki alasan untuk menggunakan kata itu dan bukan Yehovah. Menerjemahkan elohim menjadi Yahweh/Yehovah tidak lain adalah tindakan mengubah Firman Tuhan. Hal ini sudah cukup untuk membuktikan bahwa elohim tidak boleh diterjemahkan “Yehovah,” belum lagi pertimbangan praktis bahwa jika kedua kata ini muncul bersamaan,3 akan sangat lucu dan tidak akurat jika diterjemahkan “Yahweh Yahweh.”

Kedua, sebagian orang dari kelompok “anti-Allah” menerjemahkan elohim atau theos dengan kata “Tuhan.” Sebagai contoh, sebuah Alkitab berjudul “Kitab Suci Umat Perjanjian Tuhan” yang diterbitkan oleh kelompok anti-Allah ini, dan yang mereka sumbangkan kepada GITS, berbunyi “Pada mulanya Tuhan menciptakan langit dan bumi” (Kejadian 1:1). Ini juga adalah penerjemahan yang sangat tidak akurat. Kata “Tuhan” berasal dari kata “tuan,” dan memiliki pengertian “pemilik.” Hanya saja, jika “tuan” berarti pemilik akan sesuatu, misal “tuan tanah” atau “tuan rumah,” maka “Tuhan” berarti pemilik dari segalanya. Dalam bahasa Inggris, kedua bentuk ini menjadi satu, yaitu “Lord,” dan hanya konteks yang memberitahu apakah “lord” yang dimaksud adalah manusia, ataukah pemilik segala sesuatu, yaitu Sang Pencipta. Dalam kasus ini, Bahasa Indonesia lebih spesifik daripada bahasa Inggris, karena membedakan antara “pemilik” yang sekedar manusia (tuan), dengan “pemilik” alam semesta (Tuhan). Cukup menarik bahwa bahasa Yunani sama dengan bahasa Inggris, yaitu tidak membedakan antara “tuan” (kurios) dengan “Tuhan” (juga kurios). Sebaliknya, bahasa Ibrani sama seperti bahasa Indonesia, memberikan sedikit perbedaan antara “tuan” dengan “Tuhan.” Kata “tuan” dalam bahasa Ibrani adalah adon, sedangkan bentuk adonai selalu mengacu kepada “Tuhan.” Jadi, jelas sekali bahwa elohim tidak bisa diterjemahkan Tuhan, karena Tuhan dalam bahasa Ibrani adalah adonai. Demikian juga theos tidak dapat diterjemahkan Tuhan, karena Tuhan dalam bahasa Yunani adalah kurios.

Ketiga, sebagaimana dalam Kitab Suci ILT (Indonesian Literal Translation) yang diterbitkan oleh Yayasan Lentera Bangsa, Kejadian 1:1 berbunyi “Pada awalnya Elohim menciptakan langit dan bumi.” Tidak ada yang salah dalam hal akurasi “terjemahan” yang satu ini, kecuali bahwa elohim sama sekali bukanlah terjemahan. Sepertinya, para penerjemah ILT menyadari kelemahan dari terjemahan-terjemahan sebelumnya yang memakai “Tuhan” atau “Yahweh.” Mereka mencoba mencari padanan untuk elohim dalam bahasa Indonesia. Jika saja mereka tidak bias, mereka akan sadar bahwa kata “Allah” sudah digunakan ratusan tahun lamanya oleh orang Kristen di Indonesia sepadan dengan kata “Elohim.” Orang Islam boleh saja menggunakan kata “Allah” sebagai nama, tetapi sebagaimana sudah ditunjukkan di bagian sebelumnya, orang Kristen memakai kata “Allah” sepadan dengan “Elohim” atau “God.” Namun karena sikap “anti-Allah” mereka yang didasarkan pada kesalahpahaman linguistik tersebut, mereka menolak kata “Allah.” Tidak ada padanan lain yang cocok4 sehingga mereka akhirnya malah tidak melakukan penerjemahan, melainkan tetap memakai kata elohim.

Tentu saja hal yang dilakukan oleh ILT ini membawa ekses negatif. Orang yang tidak tahu bahasa Ibrani, akan bingung dengan istilah “elohim,” dan sedikit sekali orang yang akan membaca kata pengantar Alkitab ILT untuk mencari tahu arti kata tersebut. ILT telah memaksakan suatu bahasa asing untuk masuk ke dalam Alkitab Indonesia. Pada intinya, GITS tidak keberatan dengan kata elohim, karena memang demikianlah di bahasa aslinya. Keberatan muncul karena ILT tidak lagi menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, padahal tujuan dari penerjemahan adalah agar pembaca tidak perlu mengetahui istilah asing. Apalagi masyarakat Kristen Indonesia sebenarnya memiliki kata yang merupakan padanan sempurna untuk elohim, yaitu kata “Allah.” Jika saja para penerjemah ILT paham prinsip linguistik bahwa suatu istilah dapat dipakai oleh kelompok berbeda dengan arti yang berbeda, maka mereka tidak akan ngotot memberikan pengertian Islam kepada kata “Allah” ketika dipakai oleh orang Kristen.

Kekecewaan GITS atas ILT justru lebih besar lagi di Perjanjian Baru. ILT tetap memakai kata elohim, padahal teks Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani, sehingga sama sekali tidak ada kata elohim dalam Perjanjian Baru yang asli, melainkan kata theos. Jika ILT sudah mentransliterasikan elohim di Perjanjian Lama, mengapa tidak juga mentransliterasikan theos dalam Perjanjian Baru. Yang terjadi justru adalah keanehan yang luar biasa, ILT bukan menerjemahkan theos ke dalam bahasa Indonesia, malah menerjemahkannya ke dalam bahasa Ibrani! Sekali lagi karena kesalahpahaman linguistik mereka tentang kata “Allah,” mereka malah mencoba untuk menciptakan suatu kata serapan baru.

Yang lebih mengecewakan lagi adalah munculnya kata “Yahweh” dalam Perjanjian Baru ILT. Dalam Matius pasal 1 saja, ILT memakai Yahweh tiga kali (ay. 20, 22, dan 24). Fenomena ini tidak terbatas pada Matius, tetapi mencakup keseluruhan Perjanjian Baru, dari Matius hingga Wahyu. Memasukkan Yahweh ke dalam suatu terjemahan Perjanjian Baru sungguh adalah kekeliruan besar atau bahkan dapat dikatakan suatu penipuan. Masyarakat Kristen Indonesia layak mendapatkan suatu terjemahan yang akurat, yang menerjemahkan teks asli Alkitab apa adanya tanpa bias theologi para penerjemah. Masyarakat Kristen Indonesia tidak perlu disuguhi penafsiran atau hipotesis para penerjemah, kami hanya perlu penerjemahan yang apa adanya. Pada awalnya, Indonesian Literal Translation nampak sangat berpotensi, dan GITS senang dengan beberapa poin dari ILT, antara lain bahwa terjemahan ini berbasiskan Textus Receptus dan bukan Critical Text. Tetapi dengan memasukkan kata “Yahweh” ke dalam Perjanjian Baru, mereka memperlihatkan bahwa tujuan utama mereka bukanlah akurasi, melainkan agenda “anti-Allah.” Adanya “Yahweh” dalam Perjanjian Baru membuat mereka sama sekali tidak literal dan kehilangan segala kredibilitas.

Dalam kata pengantar mereka, para penerjemah ILT menjelaskan bahwa kata elohim dalam Perjanjian Baru berasal dari Hebrew New Testament. Betapa beraninya mereka mengakui kesalahan mereka! Mereka bukan menerjemahkan dari teks bahasa asli (Yunani), melainkan dari teks terjemahan lainnya (HNT). Tidak jelas mengapa para penerjemah ILT harus mengacu kepada HNT dalam penerjemahan Perjanjian Baru. GITS mendapatkan bahwa sebagian kelompok “anti-Allah” percaya bahwa Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Ibrani. Apakah para penerjemah ILT termasuk dalam kategori ini? Mereka menerjemahkan sebagian besar Perjanjian Baru dari Textus Receptus, tetapi menggunakan HNT untuk nama-nama ilahi. Ini sungguh tidak masuk akal dan tidak konsisten! Jika mereka percaya bahwa TR adalah teks asli, maka mereka punya tanggung jawab untuk menerjemahkan secara tepat dari TR, bukannya malah comot sana sini dari HNT yang adalah terjemahan dari TR juga. Yang jelas, doktrin sesat bahwa Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Ibrani telah dibantah dalam Pedang Roh Edisi 61.

Kekacauan konsep antara yang mana adalah terjemahan dan yang mana adalah bahasa asli tidak hanya menjangkit kepada para penerjemah ILT atau Kitab Suci “anti-Allah” lainnya, melainkan juga meluas di kalangan awam mereka. Penulis, sebagai Purek Akademis GITS, sering mendapat sms dari kalangan “anti-Allah” yang mengajak untuk berdebat/berdiskusi masalah penggunaan kata “Allah.” Kadang-kadang ada sms atau argumen yang memperlihatkan kesalahpahaman yang besar sekali. Sebagai contoh, penulis pernah mendapat sms seperti demikian: “Mengapa masih memakai Allah, coba tunjukkan di mana ada Allah dalam teks asli Ibrani dan Yunani.”

Argumen seperti demikian sesungguhnya lebih mengundang tawa daripada merupakan ancaman yang serius. Tentu saja tidak ada kata “Allah” dalam teks asli Alkitab dalam bahasa Ibrani dan Yunani, karena kata “Allah” bukanlah bahasa Ibrani atau Yunani. Dalam teks Ibrani ada kata “Elohim,” dan dalam teks Yunani ada kata “Theos” yang diterjemahkan menjadi kata “Allah” dalam Alkitab Indonesia. Hal ini tampaknya sangat sederhana, tetapi orang yang mengirim sms tersebut tidak mau mengerti. Jika ngotot bahwa kata “Allah” tidak boleh ada karena absen dalam teks bahasa asli, maka berdasarkan logika yang menyimpang ini kata “God” juga tidak boleh ada dalam Alkitab Inggris, karena tidak muncul dalam teks asli Ibrani dan Yunani. Bahkan juga tidak boleh ada kata “saya,” “kamu,” atau “dia,” karena semuanya tidak ada dalam teks bahasa asli. Tentunya pembaca bisa melihat kebodohan argumen ini. Sungguh, ketika seseorang bukan mencari kebenaran melainkan ingin mempertahankan suatu agenda, maka dia tidak lagi menilai bukti dengan objektif. Sudah tiba saatnya bagi kelompok “anti-Allah” untuk membuka mata mereka atas kesalahpahaman linguistik yang telah mereka lakukan selama ini.

E. Bahwa Kata “Yehovah” Juga Bisa Dipakai Dengan Berbagai Arti
Kelompok “anti-Allah” sebenarnya menerapkan standar ganda dalam berbagai argumen mereka. Di satu sisi, mereka tidak mau menerima bahwa kata “Allah” bisa memiliki banyak arti. Jika orang Kristen menggunakan kata “Allah,” mereka segera menuduh menyembah ilah Islam. Percuma saja si orang Kristen mencoba menjelaskan bahwa dia menggunakan kata “Allah” secara berbeda dengan kata “Allah” dalam konsep Islam. Semua argumen ini tidak akan diterima oleh mereka. Sekali pakai kata “Allah,” segera anda digeneralisir, dicap, dan divonis sebagai seorang “Islam.”

Padahal, kelompok “anti-Allah” ini sebenarnya berada dalam posisi yang sama persis. Mereka menggunakan kata “Yehovah,” tetapi apakah mereka tidak tahu bahwa ada banyak kelompok yang mempergunakan kata “Yehovah” secara salah. Contoh yang paling jelas adalah kelompok Saksi Yehovah yang sudah ada sejak abad ke-19 (bandingkan dengan kelompok “anti-Allah” yang baru muncul di akhir abad ke-20). Kelompok Saksi Yehovah juga menggunakan kata “Yehovah,” tetapi apakah ini berarti kelompok “anti-Allah” menyembah “Yehovah” yang sama dengan mereka?

Dari pengalaman penulis, orang-orang “anti-Allah” paling alergi jika disamakan dengan Saksi Yehovah. Dengan lantang mereka akan berkata, “Kami bukan Saksi Yehovah.” Hal ini sangat dapat dimengerti, karena memang Saksi Yehovah adalah suatu bidat yang pengajarannya sama sekali tidak Alkitabiah, bahkan bersifat membinasakan. Penulis juga tidak mengatakan bahwa kedua kelompok ini sama. Sama sekali tidak, mereka sangat berbeda. Mereka memang sama-sama menggunakan nama Yehovah (GITS juga menjunjung dan menggunakan nama Yehovah), tetapi Yehovah yang dimaksud berbeda. “Yehovah” yang orang Kristen percayai adalah Yehovah yang Tritunggal, sedangkan “Yehovah” dalam organisasi Watchtower (Saksi Yehovah) bukan Tritunggal. Yehovah dalam Alkitab memperingatkan orang berdosa akan api neraka yang riil dan kekal, sedangkan Saksi Yehovah bahkan tidak percaya ada neraka. Ini hanya sekilas pintas perbedaan yang banyak sekali antara dua konsep “Yehovah” ini.

GITS tidak mempermasalahkan jika orang Kristen (termasuk kelompok “anti-Allah”) menggunakan nama Yehovah, karena GITS sadar bahwa satu kata bisa saja dipakai dengan makna yang berbeda oleh kelompok yang berbeda. Bahwa seorang Kristen memakai kata “Yehovah,” tidak serta merta berarti dia adalah seorang Saksi Yehovah. Kelompok “anti-Allah” juga mengaminkan hal ini. Mereka terus menerus menegaskan bahwa “Yehovah” mereka berbeda dengan “Yehovah”-nya Saksi Yehovah. GITS tidak mempermasalahkan hal ini. Tetapi, bukankah sangat tidak fair jika kelompok “anti-Allah” lalu tidak mau memberikan kelonggaran yang sama kepada orang Kristen yang memakai kata “Allah”? Mengapakah kelompok “anti-Allah” boleh memakai kata “Yehovah” dalam pengertian yang berbeda dengan Saksi Yehovah, sedangkan orang Kristen tidak boleh memakai kata “Allah” dalam pengertian yang berbeda dari orang Islam? Bukankah ini kemunafikan? Sudah tiba saatnya bagi kelompok “anti-Allah” untuk menyadari, bahwa baik itu kata “Allah” ataupun kata “Yehovah,” tidak ada yang bersifat keramat. Keduanya bisa dipakai untuk mengacu kepada Pencipta yang sejati sesuai dengan di dalam Alkitab, dan keduanya juga bisa dipakai untuk mengacu kepada ilah lain yang tidak sesuai dengan gambaran sang Pencipta.

F. Bahwa Kata “Allah” Secara Etimologis Berasal dari Kata Elohim/Eloah
Artikel ini tidak akan membahas apakah “Allah” berasal dari “al-ilah” atau tidak. Penulis percaya bahwa kata “Allah” memang berasal dari kata “al-ilah,” namun mengapa harus berhenti pada “al-ilah”? Semua orang yang sungguh-sungguh percaya Alkitab, percaya bahwa semua bahasa di dunia ini berasal dari satu bahasa, yaitu bahasa yang dipakai oleh manusia sebelum peristiwa menara Babel (Kej. 11). Bahasa apakah itu? Tidak diragukan lagi bahwa bahasa yang paling awal, bahasanya Adam dan Hawa, bahasa persatuan yang dikacaukan oleh Tuhan di menara Babel, adalah bahasa Ibrani.

Walaupun orang-orang liberal dan para linguis atheis mengklasifikasikan Ibrani sebagai bahasa yang muda, namun sebenarnya bahasa Ibrani adalah bahasanya Adam dan Hawa. Bahasa mana lagi yang dapat cocok dengan narasi dalam kitab Kejadian. Manusia pertama disebut Adam karena dia diambil dari tanah. Hanya dalam bahasa Ibrani kata adamah berarti “tanah.” Wanita pertama disebut Hawa (ibu segala yang hidup), dan dalam bahasa Ibrani, kata hawwah memiliki arti “kehidupan.” Bukti-bukti seperti ini menumpuk.

Jika bahasa Ibrani adalah bahasa awal umat manusia, maka semua bahasa lain berasal dari bahasa Ibrani. Ada satu cabang linguistik baru yang menelusuri semua bahasa kembali ke Ibrani, yaitu Edenics. Buku “The Origin of Speeches” oleh Isaac E. Mozeson adalah contoh Edenics dipraktekkan untuk menemukan hubungan antara kata-kata dalam berbagai bahasa dengan kata aslinya dalam bahasa Ibrani. Buku ini sangat menarik, dan memperlihatkan bahwa sungguh kisah menara Babel adalah benar. Seringkali, kata-kata dalam bahasa Ibrani diubah urutannya dalam bahasa lain (yang dikacaukan Tuhan). Sebagai contoh, kata camel (Inggris: unta) berasal dari kata gamal (Ibrani: unta). Kata giraffe berhubungan secara etimologis dengan kata oref (Ibrani: punggung leher), kata sparrow (pipit) berhubungan dengan kata tsipor (Ibrani: burung), bahkan kata kerbau juga berhubungan dengan kata baqar (Ibrani: sapi, kerbau) melalui proses pemindahan huruf.

Contoh-contoh di atas hanyalah sebagian kecil dari ribuan yang ada dan yang sudah ditelusuri oleh cabang linguistik edenics. Intinya adalah bahwa banyak sekali kata-kata di seluruh bahasa dunia yang saling berhubungan dan yang akhirnya kembali lagi ke Ibrani. Dalam kasus “Allah,” tidak perlu menjadi seorang ahli bahasa yang luar biasa untuk bisa melihat bahwa Allah (Arab), ilah (Arab), Allah (Indonesia), elaha (Aram), alaha (Syriac) dan eloah (Ibrani) semuanya berhubungan satu dengan lainnya. Hanya mereka yang punya agenda tertentu yang menolak melihat hubungan etimologis yang nyata di depan mata ini. Kata eloah dalam bahasa Ibrani memiliki dasar tiga huruf mati: Aleph, Lamed, dan Hey. Kata “Allah” dalam bahasa Arab terdiri dari Alif, Lam, Lam, dan Ha. Tidak sulit untuk melihat hubungan etimologisnya.

Entah sebagai bahan canda atau dengan keseriusan, kelompok “anti-Allah” kadang-kadang merujuk kepada kata allah dalam Yosua 24:26, yang diterjemahkan “pohon besar” sebagai etimologi dari kata “Allah.” Ini jelas adalah argumen yang konyol dan cara berpikir yang tidak mengerti prinsip-prinsip linguistik. Dalam mencari etimologi, seorang linguist bukan hanya mencari kesamaan bentuk (yang bisa saja karena kebetulan), tetapi juga mencari persaman arti. Jika hanya melihat bentuk, maka bisa saja diambil kesimpulan bahwa air (Inggris: udara) berasal dari air (Indonesia: air). Padahal kedua kata ini tidak berhubungan secara etimologis sama sekali. Demikian juga allah yang berarti “pohon besar,” walaupun mirip bentuknya, bukanlah etimologi dari “Allah.” Sebaliknya, jelas bahwa eloah (God) adalah etimologi dari elaha, alaha, ilah, Allah, yang semuanya merujuk kepada sesuatu atau pribadi yang disembah.5

Mengenai etimologi, kelompok “anti-Allah” menghabiskan banyak waktu dan argumen untuk mencoba membuktikan bahwa “Allah” tidak berasal dari “al-ilah.” Namun demikian mereka sendiri tidak mengajukan etimologi dari kata “Allah.” Satu pertanyaan yang tidak mereka jawab adalah: “kalau bukan dari al-ilah, atau kalau bukan dari eloah, apa sebenarnya etimologi Allah menurut kalian?” Sudah menjadi aturan umum, bahwa kritikan yang berbobot atau suatu hal, haruslah menawarkan solusi alternatif yang lebih baik. Selama ini kelompok “anti-Allah” berfokus untuk menyerang semua upaya menelusuri etimologi dari kata Allah. Jika mereka memang memiliki substansi dalam keberatan mereka, maka mereka harus dapat memberikan alternatif yang lebih baik.

Sama sekali tidak dapat diterima dalam ilmu linguistik untuk mengatakan bahwa “Allah” tidak memiliki etimologi. Argumen ini penulis dapatkan dari seorang tokoh “anti-Allah” yang berdebat lewat sms. Dia mengatakan bahwa nama pribadi tidak memiliki etimologi. Tentunya ini adalah konsep yang sangat salah. Buku-buku nama bayi yang tersedia di toko-toko buku seluruh dunia menyajikan etimologi dari hampir semua nama bayi yang lazim. Mengatakan bahwa kata “Allah” tidak memiliki etimologi adalah pelarian diri dari masalah, dan suatu pengakuan bahwa mereka tidak punya alternatif yang lebih baik, dan hanya ingin meruntuhkan upaya-upaya penelusuran etimologi demi kepentingan theologis mereka.

II. Kesalahan Theologis Kelompok “Anti-Allah”
Orang-orang Yahudi pernah membuat kesalahan theologis yang sangat besar berkaitan dengan nama sang Pencipta. Terpukau oleh keagungan dan kedahsyatan Tuhan di gunung Sinai, tetapi tanpa pengertian rohani yang sejati, banyak orang-orang Yahudi yang tidak sungguh beriman salah menerapkan Hukum yang ketiga. “Janganlah menyebut nama YEHOVAH, Allahmu, dengan sembarangan..” (Kel. 20:7). Ayat ini Tuhan berikan untuk menanamkan rasa hormat kepada diriNya, bukan untuk melarang penggunaan namaNya sama sekali. Terbukti, orang-orang Yahudi yang beriman (misalnya para nabi, dan para penulis Perjanjian Lama lainnya) menggunakan nama Yehovah dengan baik dan benar di dalam halaman-halaman Kitab Suci.

Kelompok “anti-Allah” juga tahu akan kesalahan yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi tidak beriman tersebut. Mereka, dengan benar, mencerca kesalahan theologis yang menyebabkan sebagian orang Yahudi tidak berani untuk mengucapkan nama Yehovah. Kelompok “anti-Allah” menganggap bahwa mereka punya misi untuk berbuat kebalikan dari yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi tidak beriman itu. Mereka kini gencar sekali menggunakan nama Yehovah. Namun dalam usaha mereka untuk melawan kesalahan Yahudi dalam hal tidak mengucapkan nama Yehovah sama sekali, mereka justru jatuh ke dalam kesalahan-kesalahan theologis lainnya di ujung spektrum yang berlawanan.

A. Bahwa Memakai Nama Yehovah/Yahweh Akan Membuat Seseorang Lebih Rohani
GITS, sebagai institusi pembelajaran Alkitab, tentu sangat senang jika orang Kristen semakin kenal dengan nama Yehovah. Tidak ada yang salah dengan menggunakan nama Yehovah dengan baik dan benar, disertai oleh pengertian rohani akan makna dari nama itu. Orang Yahudi telah salah total dalam ketakutan mereka untuk menyebut apa yang mereka namai “tetragramaton.” Namun dalam semangat mereka untuk melawan kesalahan Yahudi tersebut, orang-orang dari kelompok “anti-Allah” justru menjadi ekstrim ke arah yang berlawanan. Mereka menyebut-nyebut Yehovah (mereka lebih sering memakai Yahweh) dalam hampir setiap kesempatan.

Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran, bahwa sebagian orang menganggap penggunaan nama Yehovah akan membuat dia lebih rohani. Ini mirip dengan fenomena di kalangan tertentu yang sering menyebut “Jesus, Jesus, Jesus…” di mana-mana. GITS sama sekali tidak ada masalah dengan penggunaan nama-nama ilahi, baik itu Yesus maupun Yehovah, asal tidak dengan pengertian yang salah. Namun jika ada pihak yang berpikir bahwa hanya dengan menyebut nama-nama ini mereka terdengar lebih rohani, maka mereka telah gagal menyadari kerohanian yang sesungguhnya.

Masih dalam satu topik pembicaraan, banyak pihak telah memperhatikan bahwa kelompok “anti-Allah” dalam banyak hal mencoba untuk men-yahudi-kan orang Kristen. Mereka sering tidak menyebut Yesus melainkan Yeshua. Mereka tidak menyebut Kristus, melainkan Hammasiakh (bahasa Ibrani yang artinya: sang Mesias; Khristos adalah bahasa Yunani untuk Mesias) Mereka mengganti kata “Yohanes” dengan versi Ibraninya, yaitu Yokhanan, Matius dengan Mattithyahu, Yakub menjadi Ya’aqov, Musa menjadi Moshe, dan Yesaya dengan Yeshayahu, sebagai contoh.6

Tidak jelas bagi penulis apa motivasi dibalik peng-ibranian segala istilah yang tadinya sudah sangat dikenal oleh orang Kristen di Indonesia. Sepertinya ada sikap bahwa semakin Ibrani seorang Kristen, maka semakin rohani ia. Ini adalah sikap yang sangat berbahaya, dan dapat membuat orang yang kebetulan menguasai bahasa Ibrani merasa diri sangat rohani. Padahal tidak ada hubungan antara ke-Ibrani-an seseorang dengan kerohaniannya. Kelompok “anti-Allah” justru semakin terjerembab kepada konsep Islam. Banyak orang Islam merasa bahwa semakin “Arab” dirinya, semakin rohani ia. Posisi kelompok “anti-Allah” sama, hanya mengganti “Arab” dengan Ibrani.

Alkitab tidak pernah menyuruh seorang percaya di zaman Perjanjian Baru untuk menjadi Yahudi. Tentu adalah suatu hal yang baik jika seorang Kristen bisa belajar bahasa Yunani dan Ibrani, mengerti tentang berbagai latar belakang Alkitab, dan tahu adat-istiadat zaman-zaman Alkitab agar dapat mengerti Kitab Suci lebih baik lagi. Namun Tuhan tidak pernah menyuruh orang percaya untuk berbicara seperti orang Ibrani, atau berpola pikir Ibrani-centric.

Selain dapat menimbulkan rasa superioritas kerohanian yang semu, peng-ibranian hal-hal Kristiani ini juga berpotensi menimbulkan kebingungan besar di kalangan awam. Sebagai seorang dosen bahasa Ibrani, penulis tidak kesulitan sedikitpun mengerti dan memahami apa yang dikatakan atau dilakukan oleh kelompok “anti-Allah” ini. Namun orang awam akan mudah menjadi bingung. Ambil saja contoh istilah Yeshua Hammasiakh. Orang Kristen jauh lebih mengenal nama Yesus. Pada kenyataannya, Anak Allah yang menjelma menjadi manusia memang tercatat bernama Iesous dalam Perjanjian Baru bahasa Yunani, sehingga transliterasi ke “Yesus” sudah tepat. Tidak pernah dalam Alkitab bahasa asli muncul istilah “Yeshua Hammasiakh,” yang ada adalah “Iesous Khristos.” Walaupun mungkin saja Tuhan Yesus dipanggil “Yeshua” oleh orang-orang Yahudi yang hidup sezaman denganNya, faktanya tetap saja bahwa para Rasul menuliskan “Iesous” dalam Perjanjian Baru. Tidak ada alasan untuk mengubah nama “Yesus” yang sudah sangat dikenal dan dicintai oleh orang percaya, kecuali jika kelompok “anti-Allah” main mata dengan teori tak berdasar bahwa Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Ibrani.

B. Bahwa Seseorang Perlu Menyebut Nama Yehovah Untuk Diselamatkan
Dalam sebuah percakapan dengan seorang tokoh “anti-Allah,” penulis dikagetkan oleh konsep yang dia ajukan yaitu bahwa orang harus menyebut nama “Yahweh” agar dapat diselamatkan. Mereka memakai ayat-ayat seperti Roma 10:13 untuk mendukung doktrin ini, “Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.” Nama Tuhan ditafsirkan sebagai “Yahweh” atau “Yehovah,” dan mereka mengharuskan penyebutan nama ini untuk keselamatan jiwa seseorang.

Doktrin ini adalah doktrin yang sangat berbahaya, dan yang tidak didukung oleh Alkitab. Roh Kudus dengan tegas menuliskan bahwa “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kis. 4:12). Nama yang dimaksud di ayat 12 ini adalah nama Yesus Kristus (ay. 10). Di zaman jemaat lokal ini, seseorang perlu mengenal dan mengetahui apa yang Yesus Kristus lakukan baginya, dan percaya menerima Yesus Kristus, barulah ia diselamatkan. Tidak ada indikasi sedikitpun bahwa ia harus tahu nama Yehovah. Bahkan dalam seluruh Perjanjian Baru, nama Yehovah tidak satu kali pun muncul!

Banyak orang Kristen, termasuk penulis, belum mengenal nama Yehovah sewaktu diselamatkan. Barulah setelah belajar Kitab Suci secara lebih mendalam, nama Yehovah menjadi tidak asing lagi. Kalau mereka mau jujur, banyak individu di kelompok “anti-Allah” juga pastilah demikian, yaitu baru mengenal nama Yehovah belakangan. Ini tidak berarti bahwa mereka tidak diselamatkan sebelumnya.

Salah satu hal yang tidak dipahami oleh kelompok “anti-Allah” adalah bahwa dalam Perjanjian Lama, Tuhan menekankan nama Yehovah. Namun dalam Perjanjian Baru, Tuhan sama sekali tidak menekankan nama ini (terbukti nama ini tidak dituliskan satu kalipun oleh para penulis PB) karena Tuhan menekankan nama Yesus. Orang-orang kelompok “anti-Allah” salah zaman. Mestinya mereka lahir di zaman Perjanjian Lama. Tidak ada yang salah dengan mengenal, mengasihi, dan mempergunakan nama Yehovah. Namun bukanlah panggilan orang percaya Perjanjian Baru untuk mengagungkan nama ini lebih dari nama Yesus Kristus. Bagi kita yang hidup di zaman Perjanjian Baru, fokus kita seharusnya adalah pada nama Yesus yang tak tertandingi.

Masih ada beberapa poin lainnya mengenai topik ini yang sangat menarik untuk dibahas, misalnya tentang penggunaan Yehovah vs. Yahweh. Namun karena topik-topik ini sudah dibahas dalam Pedang Roh 61 (http://www.graphe-ministry.org/downloads/Pedangroh/Pedang_Roh_Edisi_61.pdf), tidak akan diulangi lagi di sini. Pembaca yang ingin tahu lebih lanjut lagi silakan membaca Pedang Roh tersebut dan mengunjungi website kami (www.graphe-ministry.org).

Demikianlah sedikit ulasan dan analisis tentang gerakan “anti-Allah” yang berkembang di Indonesia belakangan ini. Penulis sama sekali tidak memiliki permasalahan pribadi dengan satu individupun dari kelompok ini. Tulisan ini juga dibuat bukan untuk menyerang pribadi tertentu (oleh karena itu tidak ada nama yang disebut), melainkan untuk menjunjung tinggi kebenaran. Marilah kita menempatkan Alkitab sebagai standar paling tinggi, dan saling menguji satu sama lain untuk mencapai kebenaran itu.

1 “Allah” di http://id.wikipedia.org/wiki/Allah, diakses tanggal 20 November 2009.

2 Kata ain’t adalah suatu bentuk kontraksi slang dari kata kerja be + not.

3 Bentuk ~yhil{a/ hw”hy> muncul banyak sekali dalam Alkitab.

4 Dalam pengantar ILT, mereka menjelaskan bahwa menggunakan “ilah” terasa tidak pas karena dalam bahasa Indonesia “ilah” memiliki konotasi berhala atau sesembahan palsu. GITS setuju bahwa pemakaian kata “ilah” kurang tepat.

5 Seorang yang fasih dengan bahasa-bahasa Semit, seperti Ibrani, Arab, dan Aram, pasti tahu bahwa lebih penting konsonan dari pada huruf hidup dalam melacak etimologi.

6 Sumber dari Renungan Harian Yeshua yang diberikan kepada GITS.
Selengkapnya...

Rabu, Desember 02, 2009

Ketika Mengetahui Adam Masuk Surga


Rasanya hatiku bersukacita sebagai keturunan Adam, saya merasa bersyukur karena Adam, nenek moyang wa, masuk Surga.

Ketika Adam dan Hawa, istrinya masu diusir keluar dari Taman EDEN, maka Tuhan JEHOVAH membuatkan mereka pakaian dari kulit binatang
(ssttttt ......bisa jadi hewannya Domba, who body knows--> Melambangkan DOSA yang DITUTUPI/DIAMPUNI/COVER by the BLOOD of The LAMB of GOD yaitu YESUS KRISTUS, Anak Domba YHWH yang menghapus DOSA DUNIA-Yohanes 1:29)

Kej 3:21 Dan TUHAN Allah (Ibrani: JEHOVAH Elohim) membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

Gen 3:21 And Jehovah God made coats of skin for the man and his wife, and clothed them. (LITV=Literal Translation of The Holy Bible)

Lalu Adam dan Hawa diusir dari Taman EDEN, kacian dech.... tapi masih lebih baik daripada dimasukin ke penjara karena curi 2 buah semangka. Kita tahu Adam dan Hawa mencuri Buah Pohon Pengetahuan Baik dan Jahat, udah curi (yang pasti tanpa izin), lalu makan. Ehm ibu tua yg curi buah kakao duluan ketahuan Penjaga, belum sempat makan, en terpaksa tinggalin hasil curiannya, lalu dilaporkan dan jadi tahanan rumah:), tragis, Adam dan Hawa belum seberapa dibanding kasus Curi Buah Semangka, curi buah Kakao, Curi Listrik untuk Ngecas HP. Memang Adam dan Hawa tidak mencuri Uang sampai Triliunan dan membawa kabur ke luar negeri seperti koruptor2 di Negara Nusantara.

Tapi, apa boleh buat, Jehovah Elohim memutuskan untuk mengusir mereka dari Taman EDEN. Kejam???? Tidak juga, mereka dibuatkan PAKAIAN dari KULIT BINATANG melambangkan JURUSELAMAT yg dijanjikan JEHOVAH kepada Hawa, bahwa nanti KETURUNAN PEREMPUAN itu akan MENGHANCURKAN KEPALA ULAR (IBLIS).

Pakaian Kulit Binatang melambangkan DOSA yg SUDAH DITUTUPI Tuhan. Pemazmur yaitu Raja Daud pernah berkata,

Mazmur 32:1 Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!

Ketika Hawa merintih kesakitan karena sakit bersalin (sesuai dengan jenis hukuman Tuhan kepada Hawa dan kaumnya, gara2 memetik buah dan memakan buah TERLARANG), dan melahirkan seorang anak laki2, Hawa dan Adam mengira itulah JURUSELAMAT yg dijanjikan JEHOVAH Elohim, namun ternyata bukan.

Lahir Habel, bukan juga, lahir SET, bukan juga, lahir buanyak anak Laki-laki dan Perempuan dari Adam dan Hawa, ada teolog yg menduga anak Adam dan Hawa bisa mencapai minimal 20an orang mengingat usia mereka yg PUANJAANGGGGGG (Adam 930 tahun).

Itu baru minimal, kalo maksimal, ditambah PERINTAH TUHAN BERANAK CUCULAH dan BERTAMBAH BANYAKLAH, katakan setahun Adam dan Hawa punya anak 1 (Bayi kan dikandung 9 bulan), maka bisa punya anak mungkin ada 900 orang, bisa kurang bisa lebih......Mana GEN Manusia Pertama (Adam) dan Kedua (Hawa) pasti OKE PUNYA, kagak ada namanya GEN RESESIF zaman dulu, makanya Kain dan Habel bisa bebas menikah dengan sodaranya, sampai pada INSES [Pernikahan antar sodara sedarah, sebangsa, dan setanah air, MERDEKA!!!! Ada Amin sodara???? Eh salah, maksudnya SEDARAH itu SEKANDUNG, itu Tok, tak ada tambahan sebangsa setanah air:) hehehe] dilarang di kemudian hari dalam Taurat Musa.

Maka Adam dan Hawa mengingat IBadah SIMBOLIK dari Penyembelihan Hewan untuk diambil kulit binatang buat PAKAIAN mereka menutupi TUBUH mereka yg TELANJANG.

Maka Adam dan Hawa mengajarkan itu kepada Kain dan Habel, sehingga Musa hanya cerita yg penting2 saja soal Kain dan Habel yg mempersembahkan PERSEMBAHAN mereka kepada JEHOVAH. Persembahan Habel diterima karena SESUAI dengan Ibadah SImbolik yg diajarkan kepada Adam dan Hawa. Pergi ambil Hewan, sembelih itu Hewan bagi JEHOVAH, sbg simbol pengakuan DOSA dan penebus SALAH yg melambangkan JURUSELAMAT YESUS KRISTUS yg AKAN DATANG.

Sayangnya Kain datang mempersembahkan bukan Hewan, dia mempersembahkan Hasil Tani, bawa buah2an, bawa tebu, bawa apel, bawa jeruk ponkam, anggur, jambu, pir, nanas, melon, dll (pura2nya gitu lho),

ehm... ehm....., pikir Kain, ah kagak usah pake2 Hewan segalalah, Sadis banget Tuhan minta Hewan dipotong dikorbankan, gue kan Vegetarian gitu lho, nyamuk z gue kagak bunuh meski terus isap darah gue, gumam Kain dalam hati.

Berita itu sampai ke Habel dan Adam serta Hawa, ibunya. Mereka Marah kepada Kain,

kata mereka, "Mengapa lu melanggar Ibadah Simbolik yg diperintahkan JEHOVAH Elohim kepada kita? Nggak takut mati lu, Kami kan udah ajarkan soal PENEBUSAN DOSA dan PERSEMBAHAN HEwan itu sebagai SIMBOL JURUSELAMAT yg AKAN DATANG sesuai Janji JEHOVAH kepada kami waktu dihukum itu, kenapa lu langgar?"

Kain meski dengan muka merah sedikit gusar, dengan entengnya berkata, "Eh Eh kok gitu sich, lho kok marah, jangan gitu mama, jangan gitu papa.....kalian bikin ku ILFEEL...tenang...tenang..."

Akhirnya JEHOVAH terima persembahan Habel dan Persembahan Kain tidak DIINDAHKAN Jehovah.

Lalu Kain tidak terima, IRI dan PANAS HATIlah Kain, dan Membunuh HABEL.

Inilah Kisah IBADAH SIMBOLIK Adam dan Hawa. Adam dan Hawa melakukan Ibadah Simbolik dan Mengajarkan Kepada Anak cucunya.

Adam dan Hawa MASUK SURGA karena PERCAYA dan MENGIMANI JURUSELAMAT yang AKAN DATANG sedangkan KITA masuk SURGA karena PERCAYA dan MENGIMANI JURUSELAMAT yang SUDAH DATANG.

Ada Amin sodara?? Min... Min....dipanggil pak Dede, kata teman sebelah Amin..... Minmerry maksudnya ya:) hahahaha
(Amin yang duduk dibangku belakang gereja terbangun dari tidurnya dan berteriak, "Ada Apa Pak Dede?") ***

Selengkapnya...

Selasa, Desember 01, 2009

FOTO-FOTO KE TAMAN PINTAR JOGJA













Selengkapnya...

Sabtu, November 28, 2009

Berita Mingguan 28 November 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

INSTITUSI BAIT SUCI SEDANG MENCARI MESIAS
Institusi Bait Suci di Yerusalem telah menghabiskan $27 juta dolar untuk mempersiapkan kedatangan Mesias. Mereka telah membuat perabotan-perabotan, termasuk sangkakala-sangkaka la perak, kandil-kandil emas, harpa, dan pakaian untuk Imam Besar yang dijahit dari benang emas. Ketika ditanya kapan Mesias akan datang, Direktu Institusi Bait Suci, Yehuda Glick menjawab, "Yang kita tahu hanyalah bahwa kita sedang hidup di zaman mujizat dan semua mujizat itu sudah diprediksikan di Buku tersebut akan terjadi pada awal akhir zaman. Bisa saja besok, bisa juga 100 tahun lagi, atau bahkan 400 tahun lagi" ("Jews Raise Millions to Be Ready for Coming of the Messiah," Sydney Morning Herald, 14 Nov. 2009). Institusi tersebut mempekerjakan dua arsitek untuk mendesain Bait Suci yang ketiga, "sebuah bangunan modern, dengan sistem parkir mobil dan elevator, tetapi akan mirip dengan Bait Suci Kedua." Banyak orang "Injili" yang menyumbang ke Institusi Bait Suci, tetapi sumbangan-sumbangan ini akan lebih banyak membantu Antikristus daripada bagi Kristus. Adalah Antikristus yang akan memakai bait yang dibangun oleh orang-orang Yahudi yang telah menolak Kristus. Kondisi Israel modern yang sekarang ini adalah penggenapan setengah dari nubuatan tentang tulang-tulang yang kering di Yehezkiel 37. Mereka telah kembali ke tanah mereka, tetapi tidak ada nafas kehidupan di dalam mereka (Yeh. 37:8). Mereka masih dalam pemberontakan terhadap Hukum Allah. Dalam Kesusahan Besar, orang Yahudi akan tertipu oleh janji Antikristus akan perdamaian dan akan membuat perjanjian dengannya. Bait suci akan dibangun kembali, tetapi akan menjadi baitnya Antikristus ketika ia mengumumkan dirinya sebagai Allah (Dan. 9:27; Mat. 24;15; 2 Tes. 2:3-4).

JESUS SEMINAR MENCARI NEW AGE
Berikut ini disadur dari Australian Independent Baptist Newsletter: "Kebanyakan pembaca surat ini sudah tahu bahwa organisasi Jesus Seminar adalah sesat, namun kadang-kadang menarik juga untuk melihat apa yang mereka sedang lakukan untuk memajukan kesesatan. Buku terbaru yang ditulis oleh Lloyd Geering adalah salah satu yang semakin mendorong proses meninggalkan "iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus" (Yudas 1:3). Dukungan terhadap bukunya Geering ini sebagaimana di websitenya Jesus Seminar antara lain, `Gereja-gereja utama di dunia Barat sedang menurun....karena mereka tidak sinkron dengan dunia sekuler modern....gereja- gereja memperlihatkan kurangnya iman dengan cara mengharuskan ketiadasalahan Alkitab dan suatu set doktrin yang tidak dapat berubah yang dirancang untuk pandangan dunia yang sudah kuno" (jesusseminar. org, 6 November 2009). Dalam buku "Coming Back to Earth" ini, Geering `memanggil kita untuk menyelesaikan pekerjaan Zaman Aksial Kedua.' Istilah ini mengacu kepada suatu Zaman Baru (New Age) yang katanya akan mencapai tingkat "kesadaran diri global." Zaman Aksial Kedua `adalah tentang mengerti diri kita sendiri sebagai bagian dari keseluruhan yang saling berhubungan, dengan sebuah jaringan global....dan suatu kesadaran yang semakin meningkat bahwa Allah ada di dalam kita, di dalam orang-orang lain, bumi, dan dalam kehidupan itu sendiri. Zaman Aksial Kedua ini menyatukan timur dengan barat' (http://www.christ- community. net/sermons/ sermon03_ 04_07.htm). Saudara-saudari, kesesatan dan ketidakpercayaan luas di mana-mana dan sepertinya seluruh dunia menerimanya dengan tidak peduli menuju kepada kebinasaan, jadi `...tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya" (1 Yoh. 2:28).

APAKAH PERJANJIAN BARU DITULIS DALAM BAHASA ARAM?
Baru-baru ini saya menerima pertanyaan berikut: "Salah seorang teman saya mengklaim bahwa Perjanjian Baru aslinya ditulis dalam bahasa Aram dan bukan Yunani. Dia juga mengatakan bahwa kebanyakan orang Yahudi pada zaman itu berbicara Aram dan tidak ada yang berbicara Yunani." JAWABAN DARI SDR CLOUD: Ada banyak suara di Internet mengenai teori "supremasi Aram" ini, tetapi saya menganggapnya tidak dapat dipertahankan. Memang benar bahwa bahasa Aram dipakai oleh orang Yahudi di Israel pada zaman Kristus, dan Kristus sendiri berbahasa Aram dan hal ini dikutip di beberapa tempat (misal "Talita kum" di Markus 5:41 dan "Efata" di Markus 7:34). Tetapi Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani, karena itulah bahasa internasional dan bahasa perdagangan Kerajaan Romawi. Manuskrip Yunani dari abad pertama yang mengandung bagian-bagian Perjanjian Baru masih ada yang tersimpan hingga hari ini, sementara manuskrip Aramaik yang paling tua tidak ada yang sekuno itu (walaupun kita tahu bahwa versi terjemahan Aram yaitu Peshitta, adalah terjemahan yang sangat kuno). Tuhan Yesus tidak diragukan lagi dapat berbicara bahasa Aram, Yunani, dan Ibrani. Ia membaca dari kitab Taurat Yahudi di sebuah sinagog, yang ditulis dalam bahasa Ibrani, dan Ia menyinggung iota dan titik (Matius 5:18) yang adalah bagian dari bahasa Ibrani. Mengenai klaim bahwa orang Yahudi tidak berbahasa Yunani, itu tidak benar. Sudah ada bagian-bagian Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani sebelum Kristus lahir. Yunani dan Latin adalah bahasa internasional yang resmi di wilayah Mediterrania karena penaklukan oleh Aleksander Agung tiga abad sebelum Kristus. Tulisan di atas salib adalah dalam bahasa Yunani, Latin, dan Ibrani (Lukas 23:38). Paulus, yang menuliskan sebagian besar Perjanjian Baru, jelas fasih berbahasa Yunani (Kis. 21:37).

ANJING-ANJING PIT BULL DALAM SEL
Berikut ini disadur dari "Apa yang Darwin Tidak Ketahui" oleh Geoffrey Simmons, M.D.: "Setiap sel memiliki paket-paket enzim yang kecil yang disebut lisosom, yang dapat digambarkan sebagai anjing-anjing pit bull yang ganas yang tinggal di kandang-kandang dalam rumah anda. Karena mereka dapat menghancurkan kebanyakan senyawa organik, jika mereka terlepas mereka akan menjadi sangat berbahaya. Di level sel, kandang mereka adalah vesikel-vesikel, dan mereka diperlakukan dengan sangat berhati-hati. Lisosom memiliki banyak keguanan; salah satunya adalah untuk mempertahankan diri. Setelah sebuah sel darah putih menelan sebuah bakteria, kuman itu dikurung di dalam sebuah vesikel dan dibawa ke salah satu dari kandang pit bull ini, di mana ia dicabik-cabik hingga hancur. Serpihan-serpihanny a lalu ditaruh ke dalam sebuah vesikel lainnya dan dibawa ke pinggir sel untuk dibuang ke dalam peredaran darah. Ketika sebuah sel mati, kandang-kandang ini terbuka, dan mekanisme yang sama akan menghancurkan sel tersebut" (hal. 51). Saya bertanya-tanya apakah Richard Dawkins dapat memberitahu kita bagaimana lisosom-lisosom ini bisa muncul melalui proses Darwin?

Selengkapnya...

Rabu, November 25, 2009

Kangen JK yang Cepat dan Tegas

Suhendra - detikNews

Jakarta - Kisruh soal Bank Century dan kasus Bibit-Chandra yang berlarut-larut membuat beberapa kalangan masyarakat merindukan sosok pemimpin pengambil keputusan super cepat dan tegas. Rupanya hal ini masih melekat pada sosok mantan Wapres Jusuf Kalla (JK). Adik kandung JK yakni Halim Kalla rupanya juga mengamini adanya kerinduan masyarakat terhadap sosok kakaknya itu pada saat ini.

"Soal banyaknya yang kangen, saya baca di koran seperti itu," kata Halim tersenyum saat ditemui detikcom di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/11/2009).

Bos Intim Group ini mengatakan saat ini kakaknya tinggal di Makasar menghabiskan waktu pensiun dan hari tua dengan keluarga besarnya. Setelah kalah pada saat pilpres lalu, praktis JK lebih banyak di Makasar kampung halamannya.

"Sekarang Pak JK ada di Makassar," katanya.

Ia memahami sosok kakaknya yang pernah memimpin negeri ini, dengan gaya khasnya membuat banyak masyarakat yang masih mengingat dan bersimpati. "Saya melihat, masyarakat membutuhkan pemikiran cepat dan cerdik, Pak JK masih memiliki ide-ide itu," katanya.

Bahkan kata Halim, kerinduan masyarakat terhadap terobosan-terobosan cepat dan tepat sangat dibutuhkan dalam program seratus hari pemerintahan saat ini. "Memang masyarakat apalagi dalam program 100 hari, butuh kecepatan," imbuhnya.

Halim menambahkan meski sudah pensiun, JK tetap melakukan pemantauan bisnisnya di bawah bendera Hadji Kalla Grup yang berpusat di Makasar Sulawesi Selatan. "Pak JK sudah pensiun, tapi tentunya masih memantau (bisnisnya-red)," pungkasnya.

(hen/ape)

Selengkapnya...

Sabtu, November 21, 2009

Memuliakan Tubuh Tuhan

MENGGANTIKAN YESUS HIDUP

Jemaat lokal yang terdiri dari orang-orang lahir baru, orang-orang yang didiami Roh Kudus adalah Tubuh Kristus, atau dapat dikatakan Kristus sendiri yang hadir di tengah-tengah masyarakat, yang dapat disaksikan atau diamati oleh masyarakat. Melalui jemaat lokal Tuhan ingin memberitakan Injil Keselamatan dan mengajarkan kebenaran yang akan mendatangkan kebaikan bagi umat manusia di muka bumi. Tuhan juga ingin agar manusia di dunia mengenalNya melalui mengenal jemaat lokal, bahkan mengenalNya melalui tiap-tiap anggota dari jemaat lokal yang alkitabiah.

Tiap-tiap orang yang telah diselamatkan patut menjalani hidup yang memuliakan Tuhan. Terutama karena orang yang telah diselamatkan adalah orang yang telah setuju Yesus dihukum untuk menggantikannya di kayu salib dan ia hidup menggantikanYesus di dunia sampai Yesus Kristus datang menjemputnya di angkasa.

Hidup memuliakan Tuhan! Kita harus hidup memuliakan Tuhan! Adalah slogan-slogan yang sering tercetus dari bibir orang Kristen. Ada banyak diantaranya yang berpikir bahwa itu dilaksanakan melalui nyanyian yang syairnya Mulia Engkau Tuhan atau Dimuliakan NamaMu Tuhan. Sesungguhnya ini hanyalah salah satu cara yang paling tidak utama, karena yang Tuhan inginkan bukanlah kata-kata yang sekedar keluar dari bibir namun yang tidak disertai dengan perbuatan atau tidak terwujudkan dalam kehidupan.

MENGHIDUPI KEHIDUPAN YANG TERPUJI

Memuliakan Tuhan yang sangat diinginkan Tuhan ialah menjalankan kehidupan dengan merujuk kepada kehendakNya. Sekali lagi, karena Ia telah menggantikan kita dihukum, maka sepatutnya kita menggantikanNya hidup. Dengan demikian hidup yang kita hidupi ini sesungguhnya adalah hidupNya yang harus dijalankan sesuai dengan kehendakNya (Gal.2:20).

Darimanakah kita dapatkan kehendak Tuhan itu? Dalam perjalanan sejarah yang sangat panjang telah banyak orang mempertanyakan pertanyaan tersebut. Dan juga telah banyak orang mencoba menjawab dengan jawaban yang aneh-aneh bahkan banyak di antaranya sangat berbau mistik dan ke arah perdukunan. Seolah-olah Tuhan bekerja melalui “pendeta” sebagaimana iblis bekerja melalui para peramal nasib atau dukun.

Tuhan memberikan kepada kita sebuah kitab yang di dalamnya tertulis segala sesuatu yang dikehendakiNya. Banyak orang, bahkan orang Kristen tidak mau baca Alkitab apalagi mempelajarinya, sementara itu mereka bertanya kesana dan kemari untuk mengetahui kehendak Tuhan.

Misalnya, Tuhan telah katakan bahwa jemaat lokal adalah tubuhNya. Jelas sekali siapapun yang mau memuliakan Tuhan di dunia ini harus memuliakan tubuhnya, yaitu gereja lokal. Dengan tiap-tiap anggota jemaat menghidupi kehidupan pribadi yang penuh disiplin dan rumah tangga yang harmonis, adalah salah satu cara yang paling utama dalam memuliakan Tuhan.

MEMBUAT NAMA JEMAAT HARUM

Ketika anggota jemaat membuat nama jemaat harum, maka itu adalah sebuah tindakan memuliakan Tuhan. Misalnya ketika anggota jemaat ingin membantu seseorang yang diketahui sedang kesusahan keuangan. Jika ia memberikan bantuan keuangan langsung kepada orang itu, maka ia akan menerima ucapan terima kasih, dan juga sikap hormat dari orang yang ditolongnya. Tetapi jika ia memberikannya dengan memasukkannya ke dalam amplop dengan tulisan “Untuk Ibu Petrus. Pertolongan dari salah seorang jemaat, ucapkanlah syukur dan muliakanlah Tuhan” dan memasukkan ke dalam kantong kolekte, atau diserahkan lewat Gembala dengan permintaan tidak perlu diberitahu dari siapa, pokoknya dari salah seorang anggota jemaat,maka tubuh Tuhanlah yang akan dimuliakan dan upah kepada si pemberi akan tertabung kekal di Sorga.

Tetapi biasanya manusia ingin menerima upahnya sekarang dan di dunia. Biasanya ia mau menyerahkannya sendiri sehingga yang menerima berkali-kali mengucapkan terima kasih. Ingat, setiap kali ucapan terima kasih dilontarkan, upah di Sorga didebet, bahkan kata Tuhan Yesus bisa-bisa saldonya kosong sama sekali.

Intinya, setiap anggota yang ingin melakukan kebaikan, lakukanlah atas nama jemaat agar jemaat yang adalah tubuh Tuhan dipuji atau dipermuliakan. Dengan cara demikianlah sebenarnya anak-anak Tuhan memuliakan nama Tuhan, yaitu memuliakan tubuh-Nya. Lagi pula dengan berbuat demikian akan membuat jemaat memiliki daya tarik bagi orang-orang yang perlu diselamatkan.

JIKA ANGGOTA JEMAAT BERBUAT SALAH?

Sebaliknya jika anggota jemaat berbuat salah? Atau melakukan dosa atau hal-hal yang tidak terpuji di masyarakat? Tentu ada ketentuan Alkitab dan nalar akal sehat untuk menyelesaikannya.

Sebenarnya di dalam Alkitab tercatat empat pengadilan; pengadilan pemerintahan duniawi (Kej.9:6, Ul.16:18, dll.), pengadilan jemaat lokal (I Kor.5:12), pengadilan Bema Kristus (II Kor.5:10), dan pengadilan Tahta Putih (Wah.20:11).

Setiap anggota jemaat yang melakukan perbuatan tidak terpuji, sekalipun yang tidak terkategorikan dosa, telah mencemarkan nama baik Tuhan atau tubuhNya, yaitu jemaat. Dan kita tahu bahwa sesungguhnya Tuhan telah menggantikan kita disalibkan atas semua dosa kita yang dulu, sekarang, hingga yang terakhir kita buat dalam hidup kita. Di hadapan Allah Bapa kita adalah orang-orang kudus (I Kor.1:2, Ef.1:1), yang total tidak ada dosa sama sekali karena seluruh dosa kita telah diambil alih oleh Tuhan Yesus. Selanjutnya setiap kali kita jatuh ke dalam dosa atau berbuat sesuatu yang tidak terpuji, kita mencemarkan nama baik Tuhan, dan tentu nama baik tubuhNya, yaitu jemaat.

Ada gereja yang mengajarkan bahwa semua dosa kita telah diampuni sehingga tidak perlu lagi memohon ampun atas dosa-dosa yang dilakukannya sehingga orang Kristen demikian hidup dalam kesombongan karena doktrin yang salah. Betul sekali bahwa semua dosa kita telah ditanggung oleh Tuhan Yesus artinya Yesus Kristus telah menggantikan kita dihukumkan dan kini kita sedang menggantikan Yesus hidup.

Di saat kita sedang menggantikan Yesus hidup ini sesungguhnya kalau kita jatuh ke dalam dosa, kita bersalah kepada Tuhan Yesus bukan kepada Allah Bapa. Untuk mendapatkan pengampunan Tuhan Yesus yang segera agar tidak terjadi pengurangan upah pada pengadilan Bema Kristus, kita perlu meminta ampun kepada jemaat yang adalah tubuhNya. Inilah sebabnya dalam Mat.18:17, proses pendisiplinan jemaat lokal tahap akhir ialah “menyampaikannya kepada jemaat”.

Apakah maksudnya? Artinya orang tersebut harus mengaku salah dan meminta maaf kepada jemaat jika perkaranya telah diketahui orang banyak atau telah mencemarkan nama baik jemaat. Misalnya, dosa-dosa yang tidak mungkin disembunyikan, yang nanti suatu hari pasti akan diketahui publik, harus diakui di depan jemaat dan memohon maaf kepada jemaat. Jika dosanya hanya diketahui oleh satu orang dan ia bertobat setelah ditegur oleh satu orang itu maka perkaranya tidak perlu sampai kepada pengadilan jemaat.Tetapi jika ia tidak mau bertobat maka diproses pada tahap berikut yaitu membawa beberapa orang untuk menegurnya. Jika sampai tahap ini ia mau bertobat, maka urusannya selesai. Namun jika tidak, maka akan dilaporkan kepada jemaat dan kalau sampai pada tahap ini ia mau bertobat tentu ia harus meminta maaf bukan kepada satu atau beberapa orang lagi melainkan kepada seluruh jemaat.

Setelah yang bersangkutan meminta maaf dan mayoritas jemaat memaafkannya (II Kor.2:6), maka itu sama dengan Tuhan Yesus telah memaafkannya karena jemaat lokal adalah tubuhNya. Jika jemaat tidak memaafkannya, itu sama dengan Tuhan Yesus tidak memaafkan. Itulah yang Tuhan maksudkan pada Mat.18:18, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikatdi duniaini akan terikatdi sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.

Jelas sekali itu bukan wewenang perorangan Kristen melainkan wewenang jemaat lokal. Terlebih lagi ini bukan wewenang Paus, atau ketua sinode. Ini adalah wewenang jemaat lokal artinya sekurang-kurangnya keputusan mayoritas anggota jemaat (II Kor.2:6).

Itulah sebabnya di GBIA GRAPHE kita terapkan pendisiplinan jemaat. Manusia itu lemah dan bisa jatuh ke dalam dosa, tetapi ketika seseorang jatuh ke dalam dosa, jika dosa itu diketahui publik, artinya telah mencemarkan nama baik jemaat, ia harus menahan malu untuk maju ke hadapan jemaat untuk mengaku salah dan memohon maaf. Setahu penulis di Indonesia hanya GRAPHE yang menerapkan pendisiplinan demikian.

Sangatlah tidak benar apa yang dilakukan oleh Gereja Roma Katolik yang mempertahankan posisi imam untuk menerima pengakuan dosa anggota jemaat, padahal pada masa dispensasi sekarang setiap orang percaya adalah imam atas dirinya sendiri dan Tuhan Yesus adalah imam besar. Kekacauan sistem berjemaat karena tidak mematuhi Alkitab akan membawa implikasi yang dahsyat terhadap kehidupan rohani orang Kristen.

BEDA MEMOHON MAAF DENGAN MELARIKAN DIRI?

Bisa jadi, dan memang sudah terjadi, anggota jemaat yang bersalah, tidak sanggup menahan malu, melainkan melarikan diri dari jemaat, pindah ke gereja lain, bahkan bisa jadi di sana diagung-agungkan. Tentu terhadap anggota demikian hanya bisa diumumkan bahwa mereka bukan lagi anggota jemaat.

Namun secara rohani implikasinya sangat berat karena mereka tidak mengaku salah dan tidak meminta maaf kepada jemaat lokal yang adalah tubuh Kristus. Jadi, sesuai dengan pernyataan Tuhan, maka apa yang tidak dilepaskan oleh jemaat di bumi, tidak akan terlepas di Sorga. Dosa mereka tetap akan dicatat dan tetap akan dituntut tanggung jawabnya di pengadilan (Bema) Kristus.

Sebaliknya orang yang berani berdiri di gereja yang Kudus.” Gereja demikian tidak mungkin bisa menuntun jemaatnya untuk memuliakan Tuhan.

Kedua, jika ingin melakukan sesuatu yang positif, lakukanlah atas nama jemaat agar jemaatlah yang menerima pujian dan ucapan terima kasih. Tubuh Tuhanlah yang dipuji, yang dimuliakan dalam setiap perbuatan baik anggotanya.

Ketiga, jika kita jatuh ke dalam dosa, maka tidak boleh melarikan diri dari jemaat melainkan maju ke depan untuk mengaku salah dan meminta maaf kepada jemaat yang adalah tubuh Tuhan. Itulah sebabnya setiap akhir kebaktian, sebelum doa penutup, dari mimbar Graphe selalu ada undangan bagi yang mau maju untuk menyatakan diri telah diselamatkan, mau menyerahkan diri untuk dibaptis, mau bergabung menjadi anggota hadapan seluruh jemaat untuk mengaku salah dan menyesal serta memohon maaf kepada jemaat lokal yang adalah tubuh Kristus, jika jemaat mengampuninya maka Tuhan pun otomatis mengampuninya.

KESIMPULAN

Bagaimanakah cara orang Kristen memuliakan Tuhan? Pertama, orang Kristen harus mendapatkan gereja yang alkitabiah. Bahkan harus mengejarnya sekalipun gereja yang alkitabiah ada di ujung langit, apalagi hanya di Sunter Podomoro. Sebab gereja yang tidak alkitabiah tidak menerapkan sistem pendisiplinan anggota jemaatnya, dan jemaat demikian tidak mungkin bisa kudus sekalipun setiap minggu ia mengaku “percaya kepada jemaat dan tentu saat itu juga ada kesempatan bagi yang mau mengaku salah dan memohon maaf kepada jemaat.

Tiap-tiap orang Kristen harus bertekad menjadi saksi positif, yang berani berkata contohlah saya, ikutilah teladan saya. Namun jika gagal, maka jadilah peringatan negatif. Nasihatilah orang dengan berkata, jangan seperti saya dalam hal ITU, jangan ikuti perbuatan saya yang satu itu.

Jika semua orang Kristen menjadi anggota jemaat dari gereja yang alkitabiah, serta menjalankan disiplin berjemaat dengan tertib, maka kesaksian kekristenan akan terang bagaikan bintang. Kiranya Tuhan akan senang dengan apa yang dilakukan oleh tubuhnya, jemaat lokal GBIA GRAPHE.***

Sumber: PEDANG ROH Edisi 46 Tahun XI Januari-Februari-Maret 2006

Selengkapnya...

Jemaat Bersaksi Kepada Malaikat

Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu. Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu. Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat (I Pet.1:10-12).

Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu, supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita (Ef.3:8-11).

Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat (I Kor.11:10).

YANG BERHIKMAT PATUT MERASA INGIN TAHU

Jika pembaca sungguh-sungguh mencintai kebenaran, pasti akan tertegun, atau setidaknya bertanya-tanya tentang isi ayat-ayat Alkitab tersebut. Di dalam surat Petrus dinyatakan bahwa malaikat di Sorga pun sangat ingin tahu tentang isi Injil yang masa kini kita dengar dan yang menyelamatkan kita. Para nabi zaman Perjanjian Lama sangat ingin tahu sesungguhnya pada zaman manakah Sang Mesias yang mereka nubuatkan itu akan datang? Mereka diberitahu bahwa Mesias tidak akan lahir pada masa mereka, sehingga mereka meneliti saat kedatangan Mesias. Dan malaikat-malaikat pun sangat ingin tahu misteri illahi yang sedemikian agung itu.

Dan sesungguhnya agunglah rahasia (misteri) ibadah kita: "Dia (Allah), yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan" (I Tim.3:16)

Rupanya malaikat adalah makhluk yang sama dengan manusia dalam arti diberi akal budi dan kehendak bebas. Hanya malaikat tidak diberi kesempatan untuk bertobat karena mereka berdosa dalam kesempurnaan di Sorga. Namun malaikat memiliki rasa kagum dan rasa ingin tahu yang besar sebagaimana manusia. Mereka sangat ingin tahu cara Allah yang maha kuasa namun juga yang maha adil dan maha suci menyelamatkan manusia yang telah jatuh ke dalam dosa.

Mungkinkah ada sebuah cara untuk menyelamatkan manusia yang tidak bertentangan dengan sifat Allah? Ketahuilah bahwa Allah sanggup melakukan apapun kecuali satu hal, yaitu menyangkal diriNya (II Tim.2:13).

Sebagai makhluk yang memiliki rasa ingin tahu, tentu mereka sangat ingin tahu cara Allah yang maha suci dan maha adil menyelesaikan urusan dosa manusia.

BERKHOTBAH KEPADA MALAIKAT

Sejalan dengan itu, dalam Efesus pasal tiga sebagaimana telah dikutip, Rasul Paulus menyatakan bahwa segala ragam hikmat Allah telah dinyatakan kepada Jemaat, tentu maksudnya telah dituliskan di dalam Alkitab, dan oleh jemaat ragam hikmat itu diberitakan kepada pemerintah-pemerintah di dunia, dan juga kepada penguasa-penguasa di Sorga. Berarti termasuk Mikhael, penghulu malaikat, turut memperhatikan khotbah yang disampaikan oleh pengkhotbah di mimbar jemaat yang alkitabiah.

Kalau malaikat di Sorga saja memperhatikan khotbah yang disampaikan oleh jemaat yang alkitabiah, apalagi pemerintah-pemerintah di dunia ini. Itulah sebabnya bangsa yang memperhatikan khotbah yang alkitabiah akan rapi, santun, makmur, dan teratur masyarakatnya, sementara bangsa yang tidak memperhatikan khotbah alkitabiah apalagi yang menolak Alkitab sama sekali, keputusan-keputusan pemerintahannya terkesan sangat tidak bijaksana. Ada banyak undang-undang, peraturan pemerintah yang saling bertentangan, bahkan yang sifatnya menentang akal sehat manusia.

Mereka bahkan tidak sanggup membedakan antara demonstran dengan perusuh. Seharusnya ada undang-undang yang mengatur, bahwa demonstrasi itu tidak merusak barang, yaitu hanya menyerukan tuntutan. Tetapi kalau sudah mulai melempar batu, maka itu perusuh, bukan demonstran. Demonstrasi sepatutnya dilakukan siang hari, sedangkan yang malam hari itu kerusuhan.

Rasul Paulus sudah menuliskan, tentu oleh ilham dari Allah, bahwa dengan membaca Alkitab manusia akan bertambah hikmat. Itulah sebabnya gereja yang alkitabiah bukan hanya Gembalanya yang akan semakin berhikmat, bahkan anggota jemaatnya yang setiap minggu mendengarkan khotbah pun pasti akan semakin berhikmat. Sebaliknya orang-orang yang memusuhi Alkitab, adalah orang yang memusuhi SUMBER HIKMAT,tentu hasilnya adalah akan semakin bodoh.

Betapa besar peranan sebuah jemaat lokal yang alkitabiah. Ia dipakai oleh Tuhan untuk mengajar kepada malaikat tentang rahasia Allah dan berbagai ragam hikmat. Berarti dengan mempelajari Alkitab, tentu melalui konsep theologi yang benar, manusia akan semakin berhikmat. Bahkan sangat mungkin akan lebih berhikmat daripada para malaikat. Karena pengkhotbah di jemaat Alkitabiah mengkhotbahi para malaikat.

MEMBERI CONTOH PARA MALAIKAT

Kemudian dalam I Korintus pasal sebelas Rasul Paulus menyatakan bahwa perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat. Apa hubungannya antara tanda di kepala wanita dengan para malaikat?

Allah menaruh tanggung jawab kondisi moral dunia kepada para wanita. Jika Allah menciptakan pria dan wanita dengan sifat sama-sama menyerang (ofensif), maka kita akan sering menyaksikan orang bersetubuh di tepi jalan seperti anjing. Sebaliknya jika Allah menciptakan pria dan wanita dengan sifat sama bertahan (defensif), maka manusia akan segera punah. Allah yang penuh hikmat telah menciptakan manusia dengan sifat, yang pria menyerang dan yang wanita bertahan. Itulah sebabnya Allah membuatkan pria tombak sedangkan yang wanita diberikan perisai atau dipasangkan segel, dan tentu ada perintah agar segelnya dijaga sebaik-baiknya.

Tanggung jawab kondisi moral dunia Allah serahkan ke dalam tangan wanita. Kalau dunia semakin tidak bermoral, Allah akan tuntut tanggung jawabnya dari wanita. Itulah sebabnya wanita harus berpakaian sedemikian rupakarena bertanggungjawab untukmenjaga kondisi moral dunia.

Allah juga menciptakan pria dengan sifat akan terangsang melalui melihat (visual) dan wanita akan terangsang melalui sentuhan (touch). Jika seorang wanita memperlihatkan buah dadanya kepada seorang pria, maka rangsangan yang ditimbulkan oleh perbuatan wanita itu sama kadarnya dengan pria tersebut meraba wanita itu. Inilah alasannya mengapa di dalam Alkitab wanita diperintahkan untuk berpakaian sopan, yaitu menutupi bagian-bagian yang bisa menimbulkan rangsangan bagi pria.

Gereja-gereja Liberal di Eropa dan Amerika melepaskan kode etik berpakaian dan juga diikuti oleh gereja-gereja Injili, dengan argumentasi tidak ada hubungan antara pakaian dan iman, akhirnya menghasilkan para wanita yang berpakaian memalukan.

Sementara itu kaum pria mereka mengamati wanita Muslim yang berpakaian tertutup dan menjadi kagum serta menginginkan istri yang demikian. Padahal wanita Kristen harus memberi contoh berpakaian bukan saja kepada orang-orang duniawi bahkan kepada para malaikat.

WANITA YANG BERWIBAWA

Di dalam Alkitab jelas-jelas diperintahkan bahwa istri harus tunduk kepada suami dan suami harus mengasihi istri (Ef.5:22-25). Dan selaras dengan perintah ini adalah wanita tidak boleh memimpin laki-laki di dalam acara jemaat (I Tim.2:12, I Kor.14:34). Sementara itu gereja-gereja Liberal dan Injili menganggap ayat-ayat ini adalah ayat kuno, ayat yang disebabkan karena rasa sentimen Paulus kepada wanita dan berbagai alasan pembenaran manusiawi. Karena di gereja mereka wanita bahkan menjadi Gembala jemaat, memimpin acara jemaat, sehingga di rumah, mereka tentu tidak mau tunduk kepada suami melainkan menanduk suami.

Sementara itu kaum pria mereka di Eropa dan Amerika melihat wanita Muslim berpakaian sangat tertutup, dan mereka tunduk penuh kepada suami mereka, dan muncul rasa kagum dan menginginkan istri yang demikian. Mereka telah membuang harta pusaka mereka yang sangat mahal dan mulia, kemudian memandang pada barang orang lain dan menginginkannya.

Hal-hal inilah yang menjadi faktor pesatnya perkembangan Islam di Eropa dan Amerika. Bahkan Perancis sudah hampir menjadi negara Islam. Sementara menurut Frontline di London jumlah orang Islam sudah lebih banyak dari orang Metodis, padahal John Wesley mendirikan Metodis dari kota London.

Ketika orang Kristen berjemaat, seisi Sorga akan memperhatikan, bahkan iblis juga ikut memperhatikan, hanya iblis tentu dengan maksud negatif, dan orang-orang dunia sekeliling kita sudah pasti akan memperhatikan. Iblis melihat ada banyak wanita yang menjadi Gembala, dan sebagian memimpin kebaktian, tentu keadaan ini sangat mengagetkan para malaikat yang masih baik di Sorga. Iblis, yang adalah berasal dari malaikat, mendapat pembenaran atas sikapnya yang tidak mau tunduk dari sikap para wanita yang tidak mau tunduk kepada suami, terlebih yang mengkhotbahi para suami orang.

Itulah sebabnya Rasul Paulus menulis dalam I Kor.11:10 bahwa wanita harus memakai tanda wibawa di kepala oleh karena para malaikat. Tanda wibawa apa? Sesungguhnya itu adalah tanda tunduk, atau tanda sebagai wanita baik-baik, bukan wanita jalang, atau bukan wanita yang tidak takut kepada Tuhan.

Jadi, dengan memakai tanda khusus di kepala, wanita tersebut seolah-olah mengumumkan bahwa dirinya adalah wanita yang beribadah kepada Tuhan, wanita yang baik-baik, yang tunduk kepada suami. Mereka tidak memimpin suami mereka, dan juga tidak memimpin suami orang lain. Dengan perbuatan ini Tuhan mau agar para malaikat yang menyaksikan mendapatkan pelajaran tentang tunduk, tentang mempertahankan moral yang tinggi dari para wanita.

Pada zaman dulu, bahkan sebagian juga masih melakukannya sekarang, wanita-wanita Kristen selalu memakai penutup kepala dalam berjemaat. Ketika zaman semakin modern mereka memakai bukan sekedar penutup kepala melainkan sesuatu yang berfungsi memperindah, misalnya topi yang cantik. Bahkan akhirnya mereka hanya sekedar memakai penutup atau topi tanpa mengerti mengapa ia memakai topi atau penutup kepala sehingga sambil memakai tanda tunduk ia malah menanduk.

Akhirnya bisa kita simpulkan bahwa yang harus dipelihara adalah tunduk, bukan simbol dari tunduk. Tidak ada gunanya memakai simbol tunduk jika yang bersangkutan tidak bersikap tunduk.

GEREJA KEHILANGAN KESAKSIAN

Semakin hari gereja semakin kehilangan kesaksian. Secara doktrinal banyak gereja yang tidak memberitakan Injil yang sungguh-sungguh mampu menyelamatkan. Injil yang diberitakan di banyak gereja ternyata telah dikurangi dan ditambahi. Kalvinis mengurangi Injil dengan berkata bahwa manusia diselamatkan oleh pilihan Allah yang tanpa kondisi. Theologi ini jelas-jelas mengurangi seruan untuk bertobat karena kalau kita dipilih untuk masuk Sorga sebelum dunia dijadikan, apakah urgensinya untuk bertobat?

Gerakan kharismatik bahkan tidak memberitakan Injil melainkan memberitakan “Dukun Yesus” yang bisa memberikan berkat lebih dari dukun di gunung Kawi.

Ada juga gereja yang menambahi Injil dengan mengajarkan bahwa jika tidak dibaptis sekalipun seseorang sudah bertobat dan percaya, ia tidak bisa masuk Sorga. Jadi, menambahi Injil dengan upacara baptisan.

Kebanyakan gereja tidak mempermasalahkan posisi dan peran wanita di dalam berjemaat. Apakah yang Tuhan senang wanita lakukan dalam berjemaat? Masalahnya bukan wanita itu bisa atau tidak, melainkan Tuhan senang atau tidak. Bahkan sudah banyak sekali wanita yang menjadi Gembala Jemaat. Mereka mengkhotbahkan Alkitab sambil melanggar ayat-ayat Alkitab.

Masalah peran wanita di dalam jemaat barulah salah satu ragam hikmat Allah, padahal menurut Rasul Paulus ada berbagai ragam hikmat Allah yang telah dinyatakan kepada jemaat dan oleh jemaat diharapkan dapat diberitakan kepada pemerintah-pemerintah di dunia dan penguasa-penguasa di Sorga.

Karena gereja kehilangan kesaksian, maka gereja-gereja di Eropa banyak yang telah berubah menjadi sarang pelacuran karena kondisi gedung yang besar namun gelap berhubung tidak ada jemaat sehingga tidak mampu membayar rekening listrik.

Keadaan gereja yang hancur di Eropa adalah hasil “pelayanan” para theolog Liberal yang mencari makan dari Alkitab namun tidak mempercayai ayat-ayat Alkitab. Angin ini bukan hanya menghembusi Eropa namun juga melanda Amerika, dan tentu Asia tidak akan diabaikannya.

Banyak pemimpin gereja membaca tulisan dari GRAPHE dan marah, serta berkata bahwa GRAPHE mau benar sendiri, atau menganggap hanya GRAPHE sendiri saja yang benar. Seluruh dunia hanya GRAPHE yang benar, dan berbagai pernyataan lain lagi yang sangat tidak intelek. Padahal GRAPHE tidak pernah mengatakan bahwahanya GRAPHE saja yang benar.

GRAPHE hanya menguraikan Alkitab sesuai dengan keyakinan GRAPHE. Siapapun orang Kristen, apalagi seorang theolog, yang mau bertheologi harus tahu bahwa Alkitab adalah dasar berpijak GRAPHE dan seharusnya menjadi dasar berpijak semua orang Kristen apalagi theolog. Pihak manapun yang tidak setuju dengan penafsiran GRAPHE dipersilakan melakukan counter yang juga didasarkan pada ayat-ayat Alkitab. Dan tiap-tiap orang yang berakal sehat seharusnya memegang teguh keyakinannya sebelum ada argumentasi counter yang mengungguli argumentasinya.

KESIMPULAN

Dari ayat-ayat terkutip di atas kita diberitahukan bahwa jemaat lokal yang alkitabiah sangat besar perannya. Melalui jemaat ini berbagai ragam hikmat Allah diberitakan kepada manusia di bumi dan juga malaikat di Sorga.

Masalah peran wanita di dalam jemaat selain merupakan salah satu ragam hikmat Allah yang gaungnya hingga ke Sorga, ia juga bisa menjadi salah satu faktor untuk menilai apakah kondisi sebuah jemaat lokal menyenangkan hati Tuhan atau sekedar memakai nama Tuhan namun sesungguhnya sangat menyebalkan hati Tuhan.***

Sumber: PEDANG ROH Edisi 46 Tahun XI Januari-Februari-Maret 2006

Selengkapnya...

Tubuh Tuhan Di Dunia

Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." (Matius 18:20)

Apakah dari penyataan Tuhan di atas dapat disimpulkan bahwa jika seseorang itu sendirian maka Tuhan tidak bisa hadir di tempat itu? Bagaimanakah keharmonisan sifat kemahahadiran Tuhan dengan pernyataan Tuhan di atas? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sesungguhnya adalah sebuah tantangan bagi seorang theolog yang hidupnya terpanggil untuk menyelidiki dan menjelaskan isi Alkitab.

TUHAN SEDANG BERBICARA TENTANG JEMAAT

Pada pasal 18 mulai dari ayat 15 Tuhan berbicara tentang disiplin jemaat. Ia sedang mengajarkan tentang cara menyelesaikan masalah anggota jemaat yang jatuh ke dalam dosa. Ia mengajarkan bahwa jika ada anggota jemaat yang jatuh ke dalam dosa, maka yang mengetahuinya harus menegurnya secara empat mata. Dan jika ia tidak mau bertobat, maka tergurlah ia dengan beberapa orang saksi. Dan jika ia tidak mau bertobat juga maka sampaikanlah perkaranya kepada jemaat. Dan jika ia juga tetap tidak mau bertobat, maka anggaplah ia seorang pemungut cukai, artinya dikeluarkan dari keanggotaan jemaat (I Kor.5:13).

Dalam perikop ini Tuhan sedang berbicara tentang jemaat. “Dua atau tiga orang berkumpul dalam namaKU,” ini sesungguhnya adalah pembentukan jemaat. Bukan saling telpon, dan juga bukan saling mendoakan di tempat masing-masing, melainkan berkumpul. Dan bukan sembarangan berkumpul, melainkan berkumpul dalam nama-Ku. Artinya, bukan sembarangan kumpulan orang, melainkan kumpulan orang yang dihimpun dalam nama Tuhan. Dibagian lain dijelaskan bahwa kumpulan ini harus ada Gembala, dan tentu berarti ada anggota jemaat atau domba. Jelas sekali bahwa Tuhan sedang berbicara tentang kumpulan jemaat yang adalah tubuhNya. Karena kumpulan jemaat adalah tubuhNya, maka jelas sekali bahwa Ia hadir di situ.

JEMAAT DIBERI KUASA PENUH

Selanjutnya Tuhan berkata bahwa apa yang murid-muridNya ikat di dunia ini akan terikat di Sorga dan apa yang mereka lepaskan di dunia ini akan terlepas di Sorga. Tentu Tuhan tidak berbicara ikat-mengikat barang untuk dibawa melainkan sedang berbicara tentang kuasa dan peran jemaat lokal yang sangat besar dan sangat penting. Ada atau tidak orang diselamatkan setelah Tuhan kembali ke Sorga akan tergantung pada jemaat. Artinya jika jemaat tidak bergairah memberitakan Injil maka akan sedikit orang diselamatkan. Sebaliknya jika gereja betul-betul melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik maka akan semakin banyak orang masuk Sorga.

Hal ini selaras dengan Roma pasal 10 dimana Rasul Paulus berkata bahwa setiap orang yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan. Tetapi tidak ada orang yang akan berseru jika mereka tidak percaya, dan mereka tidak bisa percaya jika mereka tidak pernah mendengar, dan mereka tidak akan mendengar jika tidak ada yang pergi memberitakan kepada mereka, dan tidak ada orang yang akan pergi memberitakan jika mereka tidak diutus.

Rasul Paulus berhenti sampai pada tahap mengutus. Siapakah yang bertanggung jawab mengutus? Ketika Tuhan belum kembali ke Sorga, sebagai Gembala dari jemaat pertama sebelum tugas penggembalaan diserahkan kepada Petrus, Ialah yang mengutus mereka. Dan selanjutnya tentu jemaatlah yang mengutus, karena jemaat adalah tubuh Kristus.

DOA YANG PALING DIDENGAR

Selanjutnya Tuhan berkata, “jika dua orang di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapaku yang di Sorga.” Ayat ini (19) adalah lanjutan dari ayat-ayat di atas dimana Tuhan sedang berbicara tentang jemaat. Tidak berarti suami istri sepakat meminta apapun maka permintaan mereka akan dikabulkan Bapa. Tetapi Tuhan sedang berbicara tentang kumpulan jemaat yang dilakukan dalam namaNya. Jadi, dua orang sepakat meminta sesuatu maksudNya doa permintaan yang telah disetujui oleh jemaat (dua atau tiga orang yang berkumpul dalam namaNya).

Itulah sebabnya pada edisi Pedang Roh yang lalu saya katakan bahwa doa ramai-ramai di Senayan itu adalah doa yang paling menyebalkan hati Tuhan, sedangkan doa jemaat lokal adalah doa yang paling didengar oleh Tuhan. Bayangkan doa gabungan orang-orang percaya Yesus adalah Tuhan dan Yesus bukan Tuhan. Tentu doa ini sangat menyebalkan hati Tuhan. Sedangkan doa jemaat adalah permintaan tubuh kepada kepala.

Dan permintaan itu harus sehati atau sepakat. Iblis menyusup masuk ke dalam gerakan Kharismatik, dan gereja-gereja Injili juga ikut-ikutan terseret ke dalam sistem doa “keroyokan.” Saya menyebut doa buka suara ramai-ramai itu sebagai doa keroyokan. Dan doa ini adalah doa masing-masing hati bukan doa yang sehati. Bayangkan, seratus orang berkumpul dan masing-masing mengeluarkan suara. Bukankah ini artinya masing-masing hati? Masing-masing mengucapkan segala permintaan yang ada didalam hatinya,bukan? Dulu gereja selalu berdoa secara sehati, yaitu sebelum Kharismatik menghancurkan prinsip-prinsip berjemaat yang alkitabiah.

Kalau ada seratus orang berjemaat, satu orang diminta untuk memimpin doa, yang berarti hanya orang itu saja yang mengeluarkan suara, dan semua anggota jemaat turut mendengarkan dan mengaminkan tiap-tiap kata yang diucapkan. Ini yang namanya sehati atau sepakat di dalam nama Tuhan.

Coba pembaca renungkan, yang disebut anggota jemaat berdoa sehati itu masing-masing mengucapkan doanya atau satu orang mengucapkannya dan yang lain mengaminkannya? Menurut hemat saya, jika masing-masing mengucapkannya, berarti itu masing-masing hati, bukan bersatu hati.

Saya mendengar ada “pendeta” yang membaca tulisan saya dan kemudian merobek-robeknya. Kepada yang menyampaikan kepada saya, saya katakan bahwa “pendeta” itu bodoh. Sebagai seorang pendidik, pengajar, pemikir, dan entah apalagi predikat yang bisa disebutkan kepada seorang pendeta, masakan menyelesaikan sesuatu yang menyangkut kebenaran dengan emosi dan sikap konyol, bukannya dengan otak yang dingin memikirkannya sungguh-sungguh? Sekiranya ada bantahan, silakan sampaikan melalui argumentasi dari akal sehat dan Alkitab.

JEMAAT YANG BAGAIMANAKAH YANG ADALAH TUBUH TUHAN?

“Dua atau tiga orang berkumpul dalam namaKu,” kata Tuhan, maka Ia ada di tengah-tengah mereka. Berarti dua atau tiga orang berkumpul maka itu adalah tubuh Tuhan. Artinya, tubuh Tuhan adalah jemaat lokal, yaitu sejumlah orang yang berkumpul atas nama Tuhan. Dengan kata lain, tubuh Tuhan itu adalah kumpulan dua, tiga orang atau lebih di suatu lokasi. Dengan kata lain, tubuh Tuhan itu adalah sebuah jemaat lokal.

Ada pandangan yang salah tentang tubuh Tuhan di kalangan orang Kristen, yaitu bahwa tubuh Tuhan adalah terdiri dari orang Kristen seluruh dunia. Maksud mereka tubuh Tuhan itu satu dan terdiri dari seluruh orang Kristen dari berbagai denominasi. Atau dengan kata lain tubuh Tuhan itu sesungguhnya adalah gereja universal yang terdiri dari orang Kristen seluruh dunia.

Akhirnya orang Kristen mau tidak mau harus memilih salah satu konsep tentang tubuh Tuhan, yaitu gereja lokal atau gereja universal. Artinya, setiap orang Kristen harus memilih antara percaya bahwa tiap-tiap gereja lokal, seperti Graphe di Sunter, atau Immanuel di Semarang itu tubuh TuhanYesus atau percaya bahwa tubuh Tuhan Yesus itu satu dan terdiri dari kekristenan seluruh dunia yang di dalamnya terdiri dari baik Katolik, Saksi Yehova, GKI, GKE, GKJ dan lain-lain.

Terus terang, kami sesungguhnya adalah orang-orang yang percaya bahwa tubuh Kristus itu kumpulan orang percaya di suatu lokasi, bukan orang Kristen seluruh dunia. Sebagaimana Tuhan Yesus tegaskan bahwa tubuhNya adalah kumpulan dua atau tiga orang yang dilakukan dalam namaNya, jelas bahwa yang Ia maksudkan adalah gereja lokal bukan gereja universal.

YANG MANAKAH GEREJA ANTI-KRISTUS?

Hampir tidak ada theolog yang menentang penafsiran bahwa pada akhir zaman anti-Kristus akan menguasai dunia. Ia akan menguasai politik, ekonomi, dan agama. Ia akan mempersatukan seluruh negara sehingga kembali terwujud satu pemerintahan dunia yang terdiri dari besi campur tanah liat. Besi jelas adalah Eropa dan tanah liat kalau bukan dunia Islam kemungkinan Tiongkok. Itulah yang Tuhan perlihatkan kepadaNebukadnezar melalui mimpi dan yang maknanya ditafsirkan oleh Daniel.

Satu pemerintahan global dengan satu ekonomi dan satu agama adalah nubuatan Alkitab yang pasti akan digenapi. Sesungguhnya yang menjadi target utama anti-Kristus adalah satu agama dunia, karena politik dan ekonomi sesungguhnya hanyalah kendaraan anti-Kristus untuk memaksa setiap manusia menyembahnya sebagai Allah. Sejak peperangan di Sorga, Lucifer memang haus disembah sebagai Allah. Itulah sebabnya skenario utamanya ialah mempersatukan semua agama dan kemudian mengendalikan pemimpin puncaknya dan memaksa manusia menyembah kepadanya.

Dalam Wahyu pasal 13 juga telah dinubuatkan secara jelas bahwa anti-Kristus akan mengendalikan dunia sehingga orang tidak bisa membeli atau menjual tanpa seijinnya, bahkan orang-orang akan dipasangi tanda 666 sebagai tanda miliknya.

Zaman Belanda dikenal taktik devide et impera memecah-belah dan kemudian menguasai semuanya. Itu taktik jitu jika sifatnya adalah perang fisik. Tetapi jika sifat peperangannya adalah perang pengajaran (perang rohani), maka untuk menyesatkan semua orang, iblis harus mempersatukan semuanya. Peperangan fisik memiliki unsur pemaksaan fisik, sehingga dipecah belah dulu menjadi kelompok-kelompok kecil agar gampang dikalahkan, dan setelah dikalahkan satu persatu kemudian disatukan sehingga menguasai satu nusantara.

Tetapi jika sifat peperangannya adalah pengajaran atau rohani, maka tentu jauh lebih efektif mempersatukan seluruhnya menjadi satu organisasi yang berbentuk kerucut dan usaha penyesatan bisa diintensifkan pada pimpinan puncak. Bahkan sesungguhnya anti-Kristus telah berhasil menyesatkan pimpinan suatu organisasi agama besar dan kini berusaha keras untuk menyatukan semua kelompok kecil ke dalam tubuh denominasi gereja yang besar dan sesat itu.

Sambil mempersatukan, anti-Kristus harus menyerukan konsep “doktrin menceraikan kasih menyatukan” untuk menghasut orang Kristen agar alergi terhadap doktrin. Padahal doktrinlah yang membedakan antara Kristen dengan Budha, dan doktrinlah yang membedakan antara Saksi Yehova dengan gereja Baptis. Kalau orang Kristen tidak memperhatikan doktrinlagi,maka tidak ada perbedaan lagi antara HKBP dengan Mormon, dan tidak ada perbedaan lagi antara Gereja Advent dengan Gereja Baptis.

Anti-Kristus pernah jaya melalui Gereja Roma Katolik (GRK) yang menguasai politik, ekonomi dan agama sekitar seribuan tahun. Sejak Constantine mengawinkan gereja dengan negara, seluruh kekristenan secara otomatis dan perlahan-lahan menyatu dengan negara dan menguasai politik, ekonomi dan agama. Tercatat dalam sejarah sikap GRK yang menganiaya setiap orang yang berbeda penafsirannya dengan GRK. Efektifnya kekejaman itu berlangsung dari tahun lima ratusan hingga tahun seribu lima ratusan, atau kurang lebih seribu tahun. Tercatat jutaan Anna-Baptis dibantai sepanjang millenium iblis itu. Dan menurut Alberto Rivera, ada puluhan juta orang yang dibunuh di Spanyol dalam program inkuisisi yang dijalankan GRK melalui Ordo Dominican.

Puncak kesesatan Gereja Roma Katolik ialah pada tahun 1500-an dimana karena mau mengumpulkan dana untuk pembangunan gereja di Roma, dijuallah surat yang menyatakan dosa seseorang telah terampuni. Tentu sangat mengagetkan orang-orang yang masih waras pada saat itu. Dan hanya ada satu orang pemberani yang bernama Martin Luther yang berani mengumumkan kesalahan GRK.

Setelah protes Martin Luther maka muncullah gereja-gereja Protestan. Sementara itu Anna-Baptis yang tadinya bersembunyi di bawah tanah masih ragu-ragu tentang sikap dan ketegasan doktrin gereja-gereja Protestan. Dan ternyata keraguan mereka benar, bahwa Gereja Protestan hanya memprotes doktrin tentang keselamatan, namun tidak memprotes doktrin tentang cara bergereja sehingga sistem bergereja kalangan Protestan masih kurang lebih GRK.

Menurut Michael de Semlyen dalam bukunya All Roads Lead to Rome, Ignatius dari Loyola mendirikan Ordo Jesuit dengan agenda utamanya untuk membawa kembali “saudara” yang keluar untuk kembali ke GRK apapun caranya, dan berapapun harganya. Dan salah satu program untuk mencapai itu ialah GERAKAN EKUMENE.

GEREJA LOKAL INDEPENDEN ADALAH TUBUH KRISTUS

Sebagaimana kata Tuhan Yesus,dua atau tiga orang berkumpul dalam namaNya, Ia ada di tengah-tengah mereka, sama sekali bukan berarti kalau sendirian Tuhan tidak ada di sana, melainkan yang dimaksud Tuhan adalah itu adalah tubuhNya. Jemaat lokal, yang terkecil sekalipun, yaitu yang terdiri dari dua atau tiga orang.

Gereja lokal yang adalah tubuh Tuhan tidak tunduk kepada siapapun dan apapun termasuk tidak tunduk kepada pemerintah. Sebagai warga negara kita harus tunduk kepada hukum Republik Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia setiap orang Kristen harus tunduk kepada seluruh hukum dan undang-undang Republik Indonesia. Tetapi gereja lokal adalah tubuh Tuhan, dan tubuh Tuhan tidak tunduk kepada kuasa apapun di muka bumi, bahkan kuasa alam maut sekalipun gereja lokal tidak boleh tunduk (Mat.16:18). Karena kalau gereja tunduk kepada kuasa pemerintahan duniawi, itu sama artinya dengan tubuh Tuhan Yesus sedang diborgol oleh polisiduniawi. Sekalilagi, sebagai warga negara yang baik setiap orang Kristen di negara manapun harus mematuhi hukum negaranya, tetapi gereja tidak bisa tunduk karena gereja itu tubuh Tuhan.

Gereja lokal dan independen, artinya gereja yang percaya bahwa tiap-tiap gereja lokal adalah tubuh Tuhan. Tiap-tiap gereja lokal mendasarkan doktrin dan segala tindak-tanduknya pada Alkitab. Satu gereja dengan yang lain berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah, saling membantu, saling menasihati bahkan saling menegur agar tidak sampai menyimpang terlalu jauh dan terlanjur sulit untuk kembali ke jalan yang benar.

Tentu ada banyak kekurangan dari gereja lokal independen yang adalah tubuh Tuhan itu selagi masih di dunia ini. Tetapi makin hari harus semakin sempurna melalui pengajaran yang didasarkan pada Alkitab saja, dan pelaksanaan disiplin gereja yang ketat. Gereja lokal independen yang alkitabiah tidak memiliki kuasa untuk menindak gereja lokal lain. Bahkan di dalam gereja lokal independen yang alkitabiah tidak ada yang boleh sok berkuasa untuk melarang gereja lokal lain memakai nama yang sama dengan nama gerejanya. Gereja lokal independen alkitabiah pantang memakai kuasa pemerintah duniawi untuk pembenaran dirinya, karena satu-satunya standar kebenaran adalah Alkitab,dan hanya Alkitab saja. Dengan prinsip-prinsip tersebut, maka Gereja lokal independen alkitabiah benar-benar akan berfungsi sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran bagi dunia ini (I Tim.3:15).***


Sumber: PEDANG ROH Edisi 46 Tahun XI Januari-Februari-Maret 2006 Selengkapnya...

Kami Martir, Bukan Jihad

Ketika artikel ini sedang ditulis, dunia dikejutkan lagi dengan bom Bali jilid dua yang membunuh belasan hingga dua puluhan orang. Menurut polisi, kesimpulan sementara pelaku bomnya termasuk dalam korban karena sekalian bunuh diri, sehingga disebut bom bunuh diri, dan di sinyalir atau diduga merupakan perbuatan Jemaah Islamiah.

Mereka berjuang untuk kebenaran yang mereka yakini dengan kekerasan. Mereka berkeyakinan bahwa jika mereka membunuh orang demi tujuan mereka, maka mereka bukan hanya tidak akan mendapat hukuman dari Tuhan bahkan sebaliknya akan mendapat hadiah. Karena konsep dan keyakinan demikian maka terjadilah bom-bom bunuh diri di mana-mana. Menurut mereka tindakan mereka adalah memerangi kejahatan dengan melakukan bom yang mematikan banyak orang yang tidak bersalah.

Sebagian lagi menghancurkan rumah atau toko yang dipakai untuk perjudian. Menghancurkan toko yang menjual minuman keras, bahkan mereka juga menghancurkan rumah yang dipakai untuk kebaktian. Mereka menuduh aktivitas-aktivitas tersebut sebagai kejahatan, maka mereka menghancurkan rumah-rumah tersebut. Tindakan menghancurkan rumah orang dinilai tidak jahat. Semua tindakan mereka diklaim sebagai kepatuhan terhadap kitab suci mereka, atau sebagai pengimplementasian iman fundamental mereka.

Prinsip Fundamentalis Kristen

Fundamentalis Kristen tidak mungkin melakukan kekerasan apalagi kejahatan. Fundamentalis Kristen tidak menganut konsep tujuan menghalkan cara. Tujuan yang mulia harus dicapai dengan cara yang mulia juga. Justru di benak Fundamentalis Kristen, jangan sampai tujuan yang mulia dirusak oleh cara pencapaiannya yang tidak mulia.

Sikap Terhadap Negara

Fundamentalis Kristen adalah orang-orang yang percaya dengan segenap hati kepada Allah yang maha kuasa dan maha adil. Percaya sepenuh hati bahwa Allah adalah hakim terakhir yang akan mengadili dengan seadil-adilnya, dan akan “mengkasasi” ulang semua kasus di dunia ini.

Fundamentalis Kristen tidak membalas kejahatan dengan kejahatan karena percaya bahwa segala kejahatan di dunia ini yang tidak terhukumkan oleh negara, pasti akan dihukum ulang oleh Allah yang maha adil. Hanya orang yang tidak percaya kepada Allahlah yang akan membalas kejahatan dengan kejahatan.

Fundamentalis Kristen percaya pada fungsi negara sebagaimana ditetapkan oleh Allah sebagai pihak yang berwenang untuk menjatuhkan hukuman. Ketika seorang Fundamentalis Kristen dijahati oleh sesama warga negara lain, maka pertama Fundamentalis Kristen akan melaporkan kepada aparat hukum negara. Tentu yang kedua ialah melapor kepada Allah yang maha adil dengan doa.

Negara dengan aparathukumnyadiharapkan bisa melaksanakan hukuman yang setimpal atau bahkan seharusnya lebih berat kepada pelaku kejahatan. Tentara sebuah negara berperan menjaga agar negara tetap eksis supaya wilayah tersebut tidak akan menjadi wilayah tanpa pemerintah yang akan berlaku hukum rimba.

Ketika seorang warga negara percaya pada aparat penegak hukum negara tersebut maka ia tidak akan melaksanakan pembalasan melainkan menyerahkan semua perkaranya kepada aparat hukum. Sebaliknya apabila seorang warga negara tidak percaya kepada aparat hukum negara tersebut maka ia akan membalas setiap kejahatan yang menimpanya. Selagi raja damai belum datang mendirikan kerajaan damai, kejahatan akan selalu ada.

Ukuran keberhasilan aparat hukum sebuah negara, bukan hanya pada penurunan tingkat kejahatan yang terjadi pada negara tersebut, melainkan juga pada kepercayaan warga negara kepada aparat hukum yang diwujudkan dengan menyerahkan kasusnya untuk ditangani aparat hukum.

Sikap Terhadap Allah

Mengapakah Tuhan Yesus mengkategorikan orang-orang yang melakukan kejahatan sebagai anak-anak iblis? Selain memang iblis melakukan kejahatan, anak-anak iblis juga tidak rela mempercayakan kasusnya kapada Allah. Iblis tidak percaya bahwa Allah akan mengadili dengan adil dan akan mengadili ulang semua kejahatan yang telah diadili secara tidak adil oleh hakim dunia yang hatinya tidak adil.

Ketika seseorang percaya bahwa Allah pencipta langit dan bumi adalah Allah yang maha adil, maka sesungguhnya ia pasti akan diekspresikan imannya melalui sikap menyerahkan semua perkara ketidakadilan yang menimpanya kepada Allah yang maha adil. Ia akan memandang sambil tersenyum terhadap semua ketidakadilan yang menimpanya bahkan terhadap pengadilan pemerintah yang tidak adil. Ia percaya dengan segenap hati bahwa semua ketidakadilan pasti akan diselesaikan Allah ketika tiba hari penghakiman.

Sebaliknya orang-orang yang tidak percaya kepada Allah, yang hanya di mulut saja menyeru-nyerukan nama Allah, akan melakukan pembalasan atas kejahatan yang menimpa mereka. Sesungguhnya mereka tidak percaya kepada Allah, mereka hanya memanfaatkan nama Allah untuk kepentingan mereka sendiri.

Jika mereka percaya kepada Allah maka mereka akan menyerahkan pembalasan kepada Allah, karena Allah berfirman, “...janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah,sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan” (Rom. 12:19)

Rasul Paulus mengingatkan kepada jemaat di kota Roma agar tidak melakukan pembalasan atas kejahatan yang menimpa mereka. Fundamentalis Kristen sangat patuh kepada firman Tuhan oleh sebab itu Fundamentalis Kristen tidak pernah tercatat melakukan kejahatan, dan tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan.

Beda Martir Dengan Jihad

Belakangan ini keharuman nama Fundamentalis Kristen tercoreng oleh fundamentalis agama lain yang menghalalkan cara demi tujuan. Fundamentalis Kristen menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kebebasan manusia untuk menentukan apa yang akan dipercayainya. Fundamentalis Kristen tidak mungkin melakukan kristenisasi karena mengkristenkan orang yang sesungguhnya tidak mau menjadi Kristen adalah kesalahan besar bagi Fundamentalis Kristen. Tidak boleh ada seorang Kristen pun yang tidak bertobat melainkan karena sesuatu yang bersifat jasmani, materi dan duniawi.

Fundamentalis Kristen berani mati demi kebenaran yang diyakininya, bukan mematikan orang demi apa yang diyakininya. Martir adalah orang yang berani mati demi kebenaran yang diyakininya, sedangkan jihad adalah mematikan orang demi sesuatu yang diyakini. Ingat, Fundamentalis Kristen itu pasukan martir, bukan pasukan jihad. ***

Sumber: PEDANG ROH Edisi 45 Tahun XI Oktober-November-Desember 2005

Selengkapnya...

Siapakah Kaum Fundamentalis Itu?

Tulisan ini pernah dimuat di edisi-37. Tetapi karena dirasakan sangat dibutuhkan dalam topik edisi ini, maka dikutip ulang.

Kata Fundamental dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi ke-2 tahun 1991, berarti ‘bersifat dasar atau pokok atau mendasar’. Kata tersebut berasal dari kata ‘fundamen’ yang artinya asas, dasar, atau hakikat. Tetapi pada kamus yang sama kata ‘fundamentalis’ diartikannya sebagai “penganut gerakan keagamaan yang bersifat kolot dan reaksioner yang selalu merasa perlu kembali ke ajaran agama yang asli seperti yang tersurat di dalam kitab suci.”

Arti yang diberikan oleh KBBI sebagian benar dan sebagian mengandung unsur bias yang subyektif dari kelompok tertentu. Kata ‘kolot’ dan ‘reaksioner’ itu aspek subyektif yang ditambahkan oleh team editor yang bias dan tidak bijaksana, kecuali jika kitab suci agama tersebut adalah benar-benar kolot.

Sebab dua kata tambahan itu tidak cocok dengan arti kata fundamen dan fundamental yang memiliki arti positif. Padahal tambahan akhiran ‘is’ hanyalah menunjuk kepada orang, tanpa merubah arti dasar katanya. Kalau kata fundamental berarti dasar atau asas, maka fundamentalis tentu berarti orang yang memegang teguh asas atau dasar. Jika tanpa kata-kata bias subyektif tersebut maka arti kata fundamentalis adalah “penganut gerakan keagamaan yang selalu merasa perlu kembali ke ajaran agama yang asli seperti yang tersurat di dalam kitab suci.”

Jika pembaca merenungkan makna kata fundamental, maka gerakan fundamental adalah gerakan yang positif karena menuju ke ajaran agama yang asli seperti yang tersurat di dalam kitab suci. Lalu selanjutnya akankah gerakan fundamental itu membawa kedamaian dan ketentraman bagi masyarakat atau sebaliknya, tentu tergantung pada hakikat kitab suci yang diusung oleh para fundamentalisnya. Jika hakikat kitab suci yang diusung oleh para fundamentalisnya adalah betul-betul berasal dari Allah serta mengajarkan jalan damai, misalnya dilandasi ayat-ayat “kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan,” atau “segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka,” maka semakin fundamental kelompok yang mengusung kitab suci tersebut, pasti mereka akan semakin santun dan cinta damai. Tetapi sebaliknya jika kitab suci yang diusung kelompok fundamental mengajarkan mereka membunuh setiap orang yang berbeda iman dengan mereka, atau memegang prinsip “tujuan menghalalkan cara”, maka semakin fundamental pengusung kitab suci tersebut pasti akan menghasilkan kengerian dan malapetaka yang semakin dahsyat di tengah-tengah masyarakat.

Pembaca yang bijaksana dan penuh hikmat, Kristen Fundamental adalah kelompok orang yang berjuang dengan segenap jiwa raga untuk mempertahankan keaslian kekristenan sehingga sama persis dengan yang dibawakan Tuhan Yesus dan yang diajarkan serta diimani oleh para rasul.Jikaanda seorang Kristen yang telah dilahirkan kembali dan bersungguh-sungguh ingin menyenangkan hati Tuhan yang telah menyelamatkan anda, dan ada kehausan yang sangat besar terhadap kebenaran yang murni dari Alkitab, maka tidak ada jalan lain selain menjadi seorang Kristen Fundamental.

EFEK DARI SISTEM PENAFSIRAN

Lawan dari fundamentalis adalah kelompok kompromistis atau kelompok ignorance yaitu kelompok yang menganggap tidak perlu terlalu kukuh dalam memegang kebenaran Alkitab. Biasanya kelompok ini disebut kelompok Liberal (bebas) yaitu kelompok yang menafsirkan Alkitab secara bebas atau tidak mau terlalu terikat pada arti literalnya, biasanya alegorikal. Bahkan mereka percaya bahwa Alkitab mengandung banyak kesalahan. Bagi mereka Alkitab itu tak ubahnya sebagaimana catatan-catatan sejarah sekuler atau bahkan lebih buruk dari itu karena sebagian mereka lebih percaya kepada catatan sejarah ketika terjadi ketidakcocokan antara catatan sejarah dengan Alkitab.

Kelompok Fundamental menafsirkan kitab suci mereka secara literal. Itulah yang dimaksud dalam KBBI dengan istilah “kembali kepada dasar”, yaitu kembali pada arti kata secara literal dari kitab suci yang diyakini. Jadi kalau di dalam kitab sucinya menulis membunuh setiap orang kafir, maka itulah yang ingin dijalankan oleh kaum fundamentalnya. Sebaliknya kalau dalam kitab suci tertulis kasihilah musuhmu, maka itulah juga yang ingin dilaksanakan oleh kaum fundamentalnya.

Fundamentalis Kristen adalah kelompok yang menafsirkan Alkitab secara literal, grammatikal, dan historikal. Karena memang hakekat kemurnian iman kekristenan adapada kata-kata Alkitab secara literal. Itulah sebabnya tidak mungkin bagi seseorang untuk menjadi Kristen sejati tanpa menjadi seorang Kristen Fundamental.

Ketika seseorang menolak menjadi Fundamentalis Kristen, itu sama artinya dengan ia menolak menyangkal diri, memikul salibnya dan mengikut Kristus. Betapa tingginya tuntutan Kristus terhadap murid-muridNya ketika Ia meminta kepada setiap yang ingin menjadi muridNya untuk menyangkal diri mereka (Mat.16:24). Kristus menuntut sikap militansi dan fanatisme setiap pengikutNya. Dan yang tidak bersedia menjadi fundamentalis, militan serta fanatik bagi Kristus dipersilakan mengundurkan diri. Menyangkal diri artinya tidak mementingkan tuntutan diri dan memikul salib yang artinya siap menderita hingga mati seperti gurunya. Fanatisme dan militansi murid Yesus sifatnya sama sekali tidak membahayakan siapapun, karena sama sekali tidak boleh menyakiti orang lain. Militansi murid Yesus berbeda total dengan militansi agama-agama lain yang kitab sucinya atau pemimpinnya memerintahkan perbuatan kekerasan terhadap umat agama lain. Seandainya semua manusia di muka bumi menjadi murid Yesus yang militan atau menjadi Kristen Fundamental, maka kondisi di bumi akan segera seperti di Sorga.

Orang-orang yang tidak mengenal pengajaran kekristenan seutuhnya berpikir bahwa jika setiap pengikut Kristus itu harus fundamentalis, militan dan fanatik, maka dunia akan kacau. Tentu saja tidak! Bahkan kebalikannya karena efek samping dari fundamentalis, militan, dan fanatik sebuah agama itu sepenuhnya tergantung pada sifat agama tersebut. Dalam sejarah kekristenan, sejak zaman rasul-rasul, semua pengikut Kristus yang fundamental, militan dan fanatik tidak pernah menyakiti siapapun bahkan tidak menyakiti binatang, melainkan tercatat bahwa merekalah yang menderita aniaya di berbagai negara sepanjang masa.

Dianiaya Bukan Menganiaya

Mereka tidak menyakiti fisik orang berdosa dan sesat melainkan hanya menyatakan kesalahan mereka sesuai Alkitab. Akibatnya mereka dibenci bahkan dianiaya karena orang-orang berdosa dan sesat tidak mau bertobat dari kesalahan mereka. Ketika Fundamentalis Kristen dikatakan sesat, fanatik, militan, dicacimaki, dihujat bahkan dipukul serta disalibkan, mereka hanya tersenyum saja atau bertindak hanya sejauh memberikan argumentasi tentang sikap iman mereka.

Tetapi sejarah mencatat sikap yang berbeda dari penentang-penentang mereka. Penentang mereka tidak bisa dikritik dan biasanya marah bahkan melakukan tindakan penganiayaan terhadap pihak manapun yang berani mengritik mereka. Mereka bagaikan penjahat yang tidak boleh disebut kejahatannya, atau orang berdosa yang tidak mengijinkan tindakan pengungkapan perbuatan dosanya, atau koruptor yang ngamuk karena akan dibuktikan tindakan korupsinya.

Tercatat dalam Alkitab penganiayaan terhadap para rasul oleh orang-orang Yahudi maupun Yunani dan Romawi. Dan tercatat dalam sejarah penganiayaan terhadap kelompok fundamentalis Anabaptist (Waldenses, Donatis, Novatians dll.) oleh umat Roma Katolik, dan penganiayaan pemimpin Protestan terhadap Anabaptis. Bahkan John Bunyan, penulis novel terkenal Perjalanan Seorang Musafir dipenjarakan 12 tahun oleh gereja Anglikan Inggris hanya karena ia berkhotbah menentang baptisan bayi dan baptisan percik serta menentang gereja yang dikawinkan dengan negara.

Tercatat dalam sejarah, sikap Fundamentalis Kristen yang santun dan penuh kasih bahkan terhadap musuh yang menganiaya mereka. Sikap demikian bisa muncul sekalipun pada saat dianiaya adalah karena iman fundamental mereka. Mereka selalu ingat ayat Alkitab yang berbunyi, “janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan melainkan kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan (Rom.12:21). Mereka menafsirkan ayat tersebut secara literal, bahkan menafsirkan ayat “jika seseorang menampar pipi kananmu, berikan juga pipi kirimu” juga secara literal.

Intinya, Kristen Fundamental adalah kelompok Kristen yang memegang teguh bahkan memegang mati Alkitab serta berusaha keras mematuhinya secara literal. Efeknya tentu juga menghasilkan ketaatan yang tinggi terhadap Amanat Agung Tuhan Yesus untuk pergi memberitakan kabar baik kepada semua manusia sambil menyatakan kesalahan dan kebenaran sesuai Alkitab.

Pembaca pasti bisa menebak, kelompok orang yang bagaimanakah yang akan memusuhi Kristen Fundamental. Pertama, tentu kelompok yang tidak mau menerima Yesus sebagai Juruselamat, melainkan yang mau tetap mengandalkan kekuatan kemanusiaannya untuk masuk Sorga. Kedua, kelompok yang telah percaya pada suatu pengajaran, baik pengajaran perdukunan hingga agama modern. Sepatutnya mereka tidak perlu marah, melainkan menguji kebenaran yang disampaikan. Sebab jika Alkitab adalah firman Allah, maka tentu mereka harus meninggalkan kepercayaan mereka jika mereka ingin masuk Sorga. Dan dalam keadaan demikian mereka sama sekali tidak rugi melainkan untung. Yang akan menderita kerugian adalah orang-orang yang menggantungkan kebutuhan hidup mereka pada ajaran agama-agama yang sedang dianut oleh masyarakat di situ.

Orang demikian, karena ada faktor vested-interest tentu tidak lagi bisa menilai pengajaran agama yang bertentangan dengan keyakinannya secara obyektif. Ketiga, adalah orang-orang berdosa, yang hidupnya tidak sesuai dengan sepuluh hukum Tuhan (Kel.20:1 -17), karena tidak rela bertobat, pasti tidak senang terhadap Kristen Fundamental yang tanpa kompromi menegur dosa. Dan yang Keempat, adalah yang paling mengerikan, yaitu sesama Kristen yang berbeda penafsiran. Kelompok ini biasanya karena malu mengakui kesalahan atau penyimpangan pengajaran kekristenannya dari iman fundamental, merasa risih terhadap kumandang pengajaran kekristenan yang fundamental, tidak segan-segan melakukan penganiyaan baik dilakukan pribadi, berkelompok, bahkan meminjam kekuasaan pemerintahan duniawi.

Aneka Penyerangan Terhadap Fundamentalis Kristen

1. Dengan Tuduhan Yang Salah

Mereka membaca Alkitab Perjanjian Lama (PL) dan mendapatkan ayat-ayat yang bersifat kekerasan dan menuduh Kristen Fundamental akan berbuat seperti itu. Padahal Kristen Fundamental yang sungguh-sungguh alkitabiah melihat kitab P.L. sekedar sejarah yang melatarbelakangi peralihan sistem ibadah dari sistem simbolik menjadi ibadah hakekat. Jemaat Tuhan pada masa Perjanjian Baru (PB) adalah proyek Tuhan yang dimunculkan ketika bangsa Israel menolak Anak Daud yang dijanjikan. Kitab PB adalah kebenaran hakekat yang harus dipatuhi oleh Kristen Fundamental sedangkan kitab PL hanyalah sejarah latar belakang tentang peralihan dari keutamaan bangsa Israel menjadi keutamaan jemaat lokal di mata Tuhan.

2. Dengan Berbagai Penyesatan

Pada prinsipnya hanya ada dua kelompok penyesatan dalam tubuh kekristenan; yaitu yang menambahi dan mengurangi Alkitab, dan yang salah menafsirkan Alkitab. Kelompok Ebionit (Kristen yang terpengaruhi Yudaisme) adalah kelompok yang mengurangi Alkitab karena mereka hanya

mengakui kitab PL (dari Kejadian sampai Maleakhi) saja firman Tuhan. Mereka tidak mengakui kitab PB sebagai firman Tuhan. Sedangkan Roma Katolik, Mormon, Christian Science, Kharismatik (Pantekosta, Bethel, Sidang Jemaat Allah dll.), adalah kelompok yang menambahi Alkitab. Singkat kata, gereja apapun yang memiliki extra biblical authority (otoritas di luar Alkitab) adalah menambahi firman Tuhan. Kharismatik Cs menambahi Firman Tuhan secara lisan dengan wahyu dan nubuatan yang turun sesudah kitab Wahyu.

Saksi Yehova, Advent, Calvinis, adalah kelompok yang tidak menambah atau mengurangi Alkitab, tetapi salah menafsirkan Alkitab. Semua ini terjadi bukan karena kebetulan tetapi karena ada kuasa yang lebih besar yang menjadi cause-force atas semua kesalahan yang sangat mendasar itu.

3. Dengan Sikap Terhadap Alkitab

Kelompok Liberal menjadi pendahulu munculnya sikap penghinaan terhadap Alkitab dengan mengatakan bahwa Alkitab penuh salah. Sikap ini menyebabkan Kristen di Eropa kehilangan pegangan. Kalau Alkitab penuh kesalahan, untuk apa diimani, untuk apa dibaca. Eropa berevolusi dari sebuah wilayah yang berkobar-kobar untuk misi menjadi wilayah penghujat Alkitab. Dan kini menurut Frontline orang Islam di Inggris lebih banyak dari orang Methodis. Gedung-gedung gereja dibeli oleh Muslim dan menara salibnya digantikubah bulan bintang. Eropa hari ini dan masa datang yang akan lebih buruk lagi adalah hasil kerja kelompok Liberal yang gilang-gemilang.

Gerakan Injili yang dimulai oleh Harold Ockenga dari Amerika Serikat dengan dukungan Billy Graham melanda dunia sesudah Perang Dunia II. Gerakan kompromistis yang tidak tegas terhadap kebenaran ini telah menghasilkan Kristen tanpa pengertian dan tanpa semangat penginjilan. Penyebabnya adalah karena mereka tidak sungguh-sungguh lahir baru, penyebab tidak sungguh-sungguh lahir baru adalah pengajaran yang tidak tegas.

Kelompok Injili yang abu-abu ini sangat cepat berubah menjadi Liberal atau kharismatik. Di Jakarta, bahkan Indonesia, sulit ditemukan gereja Injili yang tidak terpenetrasi oleh gaya dan konsep kharismatik.

4. Dengan Kuasa Kelompok / Pemerintah

Di dunia sekuler telah tumbuh berbagai asosiasi, baik itu asosiasi perdagangan, profesi bahkan asosiasi pembela hak tertentu. Kalau kita membaca kitab Wahyu 13:11-18 kita dapatkan nubuatan bahwa pada akhir zaman anti-Kristus akan mengendalikan perdagangan sehingga orang tidak bisa menjual dan membeli tanpa mendapat perijinannya. Bagaimanakah cara anti-Kristus mengontrol perdagangan seluruh dunia? Jawabannya dengan kekuasaan organisasi dan pemerintah.

Kalau dibentuk sebuah Asosiasi Pedagang Beras (APB), dan demi menguntungkan pengurus asosiasi lalu mereka menetapkan bahwa semua pedagang beras harus masuk asosiasi APB dan yang tidak masuk akan mereka pencet hingga mati, maka siapapun yang mau beli beras atau jual beras tentu harus seijin APB. Sekalipun anda memegang ijazah kedokteran UI dan lulus dengan Suma-Cumlaude, namun jika tidak berkenan pada IDI, anda tidak bisa survive sebagai seorang dokter profesional.

Kini di berbagai kota didirikan Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) atau mungkin ada kota lain yang memakai nama lain namun intinya sama yaitu semacam asosiasi gereja-gereja. Sebenarnya sudah lama telah ada PGI, PII dll., BKAG hanya tambahan untuk memperketat.

Tidak lama lagi, atau mungkin sudah terjadi, BKAG akan memencet mati gereja-gereja yang tidak sesuai dengan keinginan mereka atau gereja baru yang tidak mereka setujui. Sudah pasti anti-Kristus akan memakai organisasi ini untuk menghalangi pendirian gereja yang alkitabiah. Bisa saja pada saat pertama didirikan tidak bertujuan demikian, tetapi PASTI akan dimanfaatkan anti-Kristus untuk menghalangi bahkan mematikan gereja Kristen Fundamental yang dengan lantang menyerukan kebenaran. Di saat kedatangan Kristus semakin mendekat, intensitas usaha anti-Kristus meningkat. Dalam keadaan demikian, hanya ada dua kemungkinan, seseorang dipakai sebagai alat iblis atau alat Tuhan untuk kebenaran.

5. Memelihara Kambing Hitam Agar Ada Yang Dikambinghitamkan.

Fundamentalis Kristen, yang adalah orang-orang Kristen yang militan untuk kebenaran Alkitab, tentu bukanlah kelompok yang membahagiakan anti-Kristus. Bahkan akhirnya hanya kelompok inilah satu-satunya penghalang tercapainya ambisi anti-kristus. Terutama ketika manusia di dunia semakin kehilangan akal sehat. Lihatkah anda dimana teroris diperlakukan sebagai pahlawan? Yang menjarah rumah orang disebut korban kerusuhan? Yang merampok orang dibela habis-habisan? Banyak hal yang dulu tidak masuk akal, kini diusung tinggi-tinggi.

Lucifer pasti berpikir keras untuk menghancurkan Kristen Fundamental yang selalu lantang menyerukan Injil yang benar tanpa kompromi. Yesus Kristus adalah satu-satunya Juruselamat, tidak ada seorang pun bisa masuk Sorga tanpa Yesus Kristus. Dan Alkitab adalah satu-satunya firman Allah. Terminologi absolut demikian tidak disukai orang, bahkan juga Kristen kompromistis. Yang disukai manusia zaman pluralisme ini adalah terminologi relatif, misalnya Yesus salah satu Juruselamat, Alkitab salah satu firman Allah.

Kelihatannya, agar Fundamental Kristen bisa dikambinghitamkan, anti-Kristus perlu memelihara kambing hitam. Ia menggerakkan suatu kelompok Fundamental untuk melakukan tindakan yang drastis dan dahsyat misalnya membunuh secara membabi buta, dan sesudahnya ia akan menciptakan kondisi pengecaman bahkan tindakan drastis dan dahsyat juga terhadap semua kelompok Fundamental secara babi-buta. Seluruh kelompok Fundamental akan dilabel sebagai kelompok yang berbahaya bagi perdamaian. Sekalipun Fundamental Kristen adalah kelompok yang PALING santun di muka bumi ini, ia tetap akan dilihat sebagai yang membahayakan karena sesungguhnya inilah tujuannya. Kesuksesannya melabel semua Fundamentalis, akan menyebabkan Fundamental Kristen tidak berkutik bahkan dihindari atau kalau bisa dihabiskan dengan kuasa pemerintah. Dan pada saat skenario yang terbaca ini terjadi, tidak ada lagi kelompok tersisa yang menyuarakan Injil yang benar lagi. Saya berdoa, dan kelihatannya Tuhan akan menjawab, kiranya

Tuhan datang sebelum skenario anti-Kristus ini dijalankan hingga akhir. Sesungguhnya tidak ada zona netral, seseorang harus memilih berdiri di pihak Kristus yang asli atau pihak Kristus palsu. Untuk itu ia harus berpikir keras dalam menguji (I Tes 5:21).

Kalau Seseorang Menentang Fundamentalis Kristen, Apakah Alasannya, Dan Apakah Motivasinya? Bukankah Setiap Orang Kristen Harus Menjadi Murid Tuhan Yang Serius? Bukankah Menjadi Murid Yang Serius Sama Artinya Dengan Menjadi Seorang Kristen Yang Fundamental? ***

Sumber: PEDANG ROH Edisi 45 Tahun XI Oktober-November-Desember 2005

Selengkapnya...

Siapakah Yang Patut Kita Takuti?

Belakangan ini sebagian orang Kristen mengalami perasaan ketakutan karena tempat ibadah mereka didatangi oleh sekelompok orang yang berdemonstrasi menuntut tempat itu tidak dipakai untuk kebaktian. Bahkan ketika Pedang Roh ini sedang ditulis, di surat kabar diberitakan bahwa sejumlah gereja di Kelapa Gading, Pluit, dan Muara Karang diancam akan ditutup. Berita ini telah menyebabkan sebagian orang Kristen resah dan gelisah. Dalam keadaan demikian penulis bertanya di dalam hati, dan juga kepada anggota jemaat penulis, siapakah yang perlu kita takuti?

Kita Orang Yang Pasti Masuk Sorga.

Tadinya kita adalah orang berdosa yang pasti masuk Neraka. Karena upah dosa ialah maut, maka sekecil apapun dosa kita, maka kita pasti akan masuk Neraka. Dosa tidak dapat dihapuskan dengan amal, ibadah, dan berbagai perbuatan manusia. Dosa hanya dapat diselesaikan dengan penghukuman. Itulah sebabnya sejak manusia jatuh ke dalam dosa Allah segera menjanjikan Penyelamat. Sambil menantikan kedatangan Sang Penyelamat Allah perintahkan manusia melakukan ibadah simbolik yaitu menyembelih domba di atas mezbah untuk menggambarkan Sang Penyelamatdan proses penyelamatanNya yang menggantikan manusia menerima penghukuman dosa manusia.

Kedatangan Yesus Kristus adalah kedatangan Anak Domba Allah yang menghapus dosa isi dunia. Kematian Yesus di kayu salib adalah penggenapan ibadah simbolik penyembelihan domba di atas mezbah. Yesus telah menanggung dosa seisi dunia, bukan dosa orang pilihan saja, melainkan dosa seisi dunia (Yoh.1:29, Ibr.2:9, I Yoh.2:2).

Selanjutnya ketetapan Allah bahwa setiap orang yang bertobat dan percaya kepadaNya maka semua (dulu, sekarang dan akan datang) dosanya akan dihitung oleh Allah tertanggung di kayu salib. Sejak orang tersebut bertobat, maka ia dimeteraikan oleh Roh Kudus (Ef.1:213), tidak perlu penumpangan tangan, dan menjadi orang kudus secara posisi di hadapan Allah (I Kor.1:2, Ef.1:1). Sejak saat itu kita menjadi orang kudus secara hati (Nature) sesuai Ef.1:13, dan juga kudus secara posisi sesuai dengan I Kor.1:1, Ef.1:1. Dan sejak saat itu apapun yang terjadi kita PASTI masuk Sorga. Sebelum masuk Sorga Allah perintahkan kita membangun karakter yang kudus untuk bersaksi bagi Bapa kita yang kudus dengan membentuk karakter yang kudus (II Kor.7:1).

Jadi pembaca sekalian, bagi orang yang sudah bertobat dan percaya dengan segenap hati bahwa Yesus telah disalibkan baginya dan kini ia sedang hidup menggantikan Yesus, apapun yang terjadi kita pasti masuk Sorga. Orang yang dalam keadaan demikian menertawakan maut. Apa itu maut, apa itu kematian, apa itu ancaman?

Beriman Kepada Kebenaran Atau Kebohongan?

Ada umat Agama yang dibohongi oleh pemimpin mereka yang merekrut mereka menjadi pasukan berani mati dengan membuatkan mereka kunci plastik sambil meyakinkan mereka bahwa mereka akan pergi berperang untuk Allah dan kalau mereka mati maka mereka langsung masuk Sorga dengan kunci plastik itu. Ada juga yang memancing orang muda untuk berkorban nyawa dengan mengatakan bahwa mereka akan diberi wanita-wanita cantik jika mereka berani mengorbankan nyawa mereka, seolah-olah masih ada pelacuran di Sorga. Padahal kata Tuhan kita akan hidup seperti malaikat yaitu tidak berhubungan sex lagi.

Pada masa awal masa kekristenan, Stephanus mati dirajam sambil berseru kepada Allah yang membuka pintu langit untuk menyambutnya. Dan dalam perjalanan sejarah kekristenan tak terhitung banyaknya orang Kristen alkitabiah yang telah mati dengan tersenyum atau sambil menyerahkan nyawanya kepada Tuhan.

Polikarpus diikat di sebuah tiang dengan ancaman dibakar hidup-hidup jika ia tidak mau menyangkali imannya. Ia berkata bahwa sampai ia berumur delapan puluh tahun Tuhan tidak pernah tidak setia kepadanya, bagaimana mungkin ia akan menyangkali-Nya. Penganiayanya menjadi marah dan membakarnya hidup-hidup. Felix Manz seorang pengikut Zwingli, teman sekerja John Calvin, yang bertobat dan meyakini iman kaum Anna Baptis, ditenggelamkan oleh Zwingli di sungai Limnat pada tanggal 5 Januari 1527. John Bunyan, penulis buku Perjalanan Seorang Musafir (Pilgrim Progress), dipenjarakan 12 tahun oleh gereja Inggris.

Kolom ini tidak cukup untuk menuliskan kisah pahlawan-pahlawan iman yang telah mendahului kita yang telah dengan gagah berani menantang maut. Yang paling mengesankan ialah ibu kandung Felix Manz, yang berseru kepada anaknya yang sedang digiring untuk ditenggelamkan oleh salah satu pendeta Gereja Reform, agar anaknya tetap setia, nanti akan bertemu di Sorga. Ketika Felix ditenggelamkan, sebelum air menutup wajahnya ia berseru dalam bahasa Latin In manus tuas, Domine, commendo spiritum meum” (ke dalam tanganMu, Tuhan, kuserahkan rohku).

Jika ada orang Kristen yang ketakutan ketika diancam, atau hanya ada segelintir, ya katakanlah satu juta orang berdemonstrasi di depan gereja, yang ada di pikiran penulis adalah, apakah ia sungguh-sungguh telah lahir baru? Apakah orang Kristen yang ketakutan itu sungguh yakin bahwa ia telah beriman kepada kebenaran, bahwa kalau ia mati maka ia pasti akan masuk Sorga? Orang-orang beriman kepada kebohongantelah dengan gagah berani untuk mati padahal mereka pasti akan menderita amat sangat di Neraka, lalu mengapakah orang Kristen yang lahir baru, yang percaya kepada firman Allah yang benar bisa mengalami ketakutan? Sungguhkah anda orang Kristen yang telah lahir baru?

Kepada Siapakah Kita Harus Takut?

Sejak seseorang dilahirkan kembali di dalam Tuhan, ia adalah milik Tuhan dan wajib hidup menggantikan Tuhan. Karena Tuhan telah mati menggantikannya, maka ia patut hidup menggantikan Tuhan. Karena hidup menggantikan Tuhan, maka dalam kehidupan sehari-hari ia harus mengetahui segala hal yang Tuhan inginkan bagi dirinya. Hidupnya bukan miliknya, melainkan milik Tuhan Yesus yang telah mati baginya.

Dalam menjalankan hidup yang adalah milik Tuhan seseorang harus menghidupi kehidupannya dengan penuh rasa takut akan Tuhan. Sisa hidupnya adalah untuk menyenangkan hati Tuhan melalui melakukan seluruh kehendakNya. Lalu dimanakah kita tahu akan kehendak Tuhan? Jelas kehendak Tuhan ada dalam firmanNya, bukan di dalam mimpi dan berbagai penglihatan maupun suara bisikan yang bisa dilakukan iblis. Kehendak Tuhan ada di dalam Alkitab.

Tuhan menghendaki agar setiap orang yang telah dilahirkan kembali semakin hari semakin mengerti kebenaran yang telah dituliskanNya dalam Alkitab. Tuhan juga menghendaki selain mengerti kebenaran, muridNya juga semakin kudus tingkah lakunya. Dalam berjemaatTuhan menghendaki agar dalam jemaat diajarkan hal-hal yang tepat sesuai dengan Alkitab dan jemaat dijalankan sesuai dengan ketentuan-ketentuan Alkitab.

Orang Kristen tidak perlu takut kepada siapapun jika tidak melakukan kejahatan. Bernyanyi, membaca firman Tuhan, berdoa atau segala sesuatu yang dilakukan dalam kebaktian itu bukan kejahatan. Oleh sebab itu orang Kristen yang melakukan kebaktian tidak perlu takut kepada siapapun. Sesungguhnya tidak ada hukum yang sesuai dengan akal sehat yang bisa melarang orang Kristen melakukan kebaktian. Karena tidak ada hukum yang melarang orang bernyanyi, melarang orang membaca Alkitab, apalagi melarang orang berdoa. Jadi, melakukan kebaktian itu sama sekali bukan sebuah kejahatan, bahkan bukan suatu kesalahan.

Tuhan sudah tahu bahwa banyak orang Kristen adalah penakut, padahal penakut adalah orang yang pertama masuk Neraka (Wah.21:8). Oleh sebab itu selain memerintahkan murid-muridNya untuk memuridkan orang lain atau semua bangsa,Ia menambahkan bahwa Ia menyertai orang yang melaksanakan tugasnya sampai akhir zaman. Selama kita takut kepada Tuhan, yaitu mematuhi perintahNya,dan menghidupi kehidupan yang dikehendakiNya, dan berjemaat sesuai dengan ketetapanNya, maka janjiNya pasti ditepatiNya.

Hanya orang yang tidak lahir baru, atau orang Kristen yang lemah iman, yang akan ketakutan menghadapi ancaman. Kalau dilihat dari sisi positifnya, penganiayaan dan ancaman diijinkan Tuhan untuk membuang orang-orang yang kristen-kristenan dan akhirnya tinggallah Kristen sejati yang sungguh-sungguh lahir baru, yang tahu persis bahwa yang perlu ditakuti hanyalah Tuhan bukan manusia.

Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka (Mat.10:28).

Persiapan Apakah Yang Patut Dilakukan?

Orang Kristen alkitabiah harus selalu ingat bahwa kita tidak boleh melakukan kekerasan (anarkis). Tuhan tidak mengijinkan kita melakukan kejahatan karena perbuatan jahat kita akan membuktikan kita bukan anak-anak Allah melainkan anak-anak iblis sebagaimana Tuhan argumentasikan pada orang-orang Farisi.

Barang siapa yang melakukan kejahatan bukan berasal dari Allah melainkan dari iblis (Yoh.8:44). Tuhan mau kita cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Dalam bahasa aslinya “tulus” (), dalam KJV diterjemahkan harmless yang artinya tidak membahayakan kalau secara literal semestinya diterjemahkan innocent artinya tak bersalah. Betul kita tidak ada salah karena bernyanyi tidak mungkin salah, dan berdoa tidak mungkin salah, apalagi membaca Alkitab dan menjelaskan Alkitab, semua yang dilakukan dalam kebaktian bukanlah sesuatu yang salah. Lalu kita diam saja sambil melihat rumah kita dihancurkan? Ini bodoh, bahkan dungu!

Pertama kita laporkan kepada pemerintah, karena Allah mendirikan pemerintah di muka bumi ini adalah untuk membalas kejahatan manusia yang menjahati manusia lain. Untuk zaman sekarang ini, di atas pemerintah sebuah negara masih ada Perserikatan Bangsa-bangsa yang dibentuk untuk menyelesaikan masalah antar negara. Jadi, negara seharusnya menyelesaikan masalah antar warganya. Dan kalau negara tidak mau berfungsi seharusnya kita bisa naik banding ke PBB. Seharusnya PGI, PII, KWI, entah apalagi organisasi yang didirikan diluar Alkitab,pemimpin-pemimpin denominasi atau “pendeta” yang merasa diri pemimpin, bisa melakukan tugas ini. Pergi ke komisi hak asasi manusia PBB, dan mengundang mereka datang untuk melihat keadaan penjaminan hak asasi di negara yang meratifikasi artikel hak asasi manusia.

Sesungguhnya tindakan antisipasi ialah menunjukkan bahwa kita tidak takut, sama sekali tidak takut, karena kita adalah orang yang bukan hanya berani mati bahkan sudah siap mati. Bahwa kita adalah orang yang berfalsafah mati itu untung. Si pelaku anarkis berani mati, kita bahkan siap mati, dan siap masuk Sorga.

Kita bisa mencetak brosur yang isinya mengantisipasi atau yang menyerang hati, bukan menyerang badan. Misalnya brosur yang isinya menyimpulkan bahwa siapapun yang berbuat anarkis bukan berasal dari Allah yang maha kasih, melainkan dari iblis yang dari mulanya adalah pembuat kejahatan. Brosur ini bisa dibagikan di lingkungan atau kemana saja. Intinya, sebarkanlah brosur-brosur sebagai respons dari ancaman. Kita tidak boleh menyerang badan atau merusak barang orang, tetapi kita bisa memakai tulisan untuk menyerang pikiran orang.

Bahkan stiker yang sering kita lihat tertempel di bumper atau kaca belakang mobil sering kali isinya kurang cerdas. Ada yang tulisannya “I Love Jesus”, ini stiker bodoh. “You love Jesus” itu urusan diri sendiri dan tidak perlu pamer-pameran. Bahkan stiker yang begini akan menimbulkan stiker tandingan yang konyol-konyol juga. Cobalah orang Kristen pasang stiker yang bunyinya “Tuhan melakukan kebaikan, Iblis melakukan kejahatan.” Penulis pernah memasang tulisan (bukan stiker melainkan tulisan yang digunting) di kaca belakang mobil tulisan yang berbunyi, “Agama Yang Baik Menghasilkan Umat Yang Berbuat Baik Pada Umat Agama Lain.

Mungkin bisa membuat stiker yang berbunyi “Semua Perbuatan Anarkis Berasal Dari Iblis, Bukan Dari Tuhan.” Dengan stiker-stiker demikian kita bisa menusuk hati orang-orang yang sedang berpikir untuk melakukan sesuatu yang jahat terhadap gereja. Mereka perlu disadarkan bahwa sudah bukan zamannya melipatgandakan umat atau mempertahankan umat dengan kekerasan. Ini zaman globalisasi, dimana PBB turut serta mengawasi negara-negara, terutama record negara dalam penegakan hak asasi manusia.

Selain selebaran dan stiker, gereja perlu menyiapkan spanduk yang bunyinya menusuk hati, misalnya; “Betulkah Di Indonesia Ada Kebebasan Beragama?” Atau spanduk yang berbunyi, “Kami Adalah Warga Negara Yang Memiliki Hak, Bukan Rakyat Jajahan!” Kalau gereja dirusak atau dibakar, maka gereja bisa memasang spanduk yang berbunyi, “Gedung Ini Rusak Karena Negara Gagal Mengamankan Rakyatnya.” Bisa juga dengan spanduk yang berbunyi, “Merusak Rumah Orang, Suku Primitif Saja Tahu Itu Kejahatan.”

Intinya, orang Kristen tidak boleh membalas kejahatan, tetapi orang Kristen bisa membalas melalui kecerdikan. Ketika anggota Kongres Amerika mempermasalahkan keabsahan Papua sebagai wilayah Indonesia, hal ini sangat mengusik elit politik kita. Pemimpin negara harus menyadari bahwa zaman sekarang tidak ada negara yang bisa survive sendiri, dan kalau ada negara yang menindas atau membiarkan sebagian warganya ditindas oleh mayoritas maka negara lain akan turut berbicara.

Sejak 17 Agustus 1945, Proklamator, Bung Karno, telah memproklamirkan kemerdekaan rakyat Indonesia. Lalu jika sebagian rakyat tidak merdeka melakukan ibadah di rumahnya sendiri, berarti mereka masih belum merdeka. Kalau belum merdeka, maka tidak ada pilihan lain selain berjuang untuk merdeka. Karena kita tidak diijinkan Tuhan untuk berjuang dengan pedang dan lembing, maka kita bisa berjuang dengan pena dan kertas, dengan kain dan tinta, dengan radio dan televisi.

Berargumentasi Dengan Akal Sehat

Orang Kristen harus berjuang untuk kebebasan beriman dan kebebasan mempraktekkan iman di rumahnya sendiri. Kalau di rumah kita sendiri kita tidak boleh bernyanyi dan tidak boleh membaca Alkitab serta tidak boleh berdoa, dan tidak boleh mengajak teman-teman kita melakukan itu, maka kondisi orang Kristen di Indonesia sekarang lebih parah dari zaman penjajahan Belanda dan Jepang.

Betulkah pemerintah Republik Indonesia sebegitu ketat dengan ijin peruntukan bangunan? Betulkah semua trotoar telah berfungsi sebagai trotoar? Betulkah tidak ada rumah tinggal yang difungsikan sebagai apotik, sebagai tempat praktek dokter, sebagai gudang, sebagai home-industry, sebagai restoran, dan lain sebagainya? Mengapa ada orang boleh berjualan di jalanan, bahkan kalau menikah atau sunatan boleh memblokir jalan, bahkan boleh sembahyang di jalanan, lalu orang Kristen tidak boleh bernyanyi bersama teman-temannya di rumahnya sendiri? Mengapa tidak ada pemimpin Kristen yang muncul di TV yang berani berargumentasi secara akal sehat untuk memeriksa hati nurani rakyat Indonesia?

Di daerah Pademangan, tepatnya di jalan Rajawali ada sebuah gereja (GKKK) yang halamannya diserobot oleh umat agama lain untuk membangun rumah ibadah mereka. Jangankan IMB, bahkan tanah pun hasil serobotan. Di daerah Utan Panjang, setelah mengalami kebakaran, kemudian terlihat sejumlah orang memegang kaleng meminta uang dari pengemudi kendaraan yang lewat. Dan tidak lama kemudian berdiri sebuah rumah ibadah, yang posisinya hampir kena badan jalan. Mungkinkah gedung tersebut ada IMB? Mungkinkah dikeluarkan IMB pada gedung yang posisinya hampir kena badan jalan? Mengapakah pemerintah RI sudah terang-terangan diskriminasi dan para pemimpin Kristen di Legislatif, Yudikatif dan Eksekutif diam saja? Mengapa ada orang yang merusak rumah orang lain, polisi tidak menangkap penjahat itu dan para pemimpin Kristen diam saja? Mereka pengecut atau hanya mementingkan diri sendiri?

Tulisan ini terdengar agak keras, namun sesungguhnya bukan keras melainkan terlalu terus terang. Inilah yang disebut tulus seperti merpati, yaitu berterus terang. Mudah-mudahan keterusterangan ini bisa mencerdaskan dan menyadarkan sebagian orang Kristen dan menggugah hati nurani orang-orang yang hanya bisa melihat pihak lain namun tidak bisa melihat pihaknya.

Konklusi

Akhirnya, siapakah yang kita patut takuti? Saya hanya takut kepada Tuhan karena saya tidak melakukan kesalahan apapun yangmembuat saya perlu takut kepada pemerintah yang menyandang pedang. Tuhan memberikan kepada saya tugas untuk menjadikan semua bangsa muridNya dan Ia berjanji akan menyertai saya. Keamanan saya bukanlah tanggung jawab saya, melainkan tanggung jawab Tuhan. Tanggung jawab saya adalah melaksanakan perintahNya.

Kalau Ia mau saya mati sekarang tidak ada seorang pun yang dapat menghalangiNya, dan jika Ia belum mau memanggil saya, tidak ada seorang pun yang bisa menyentuh saya.

Takutlah akan Tuhan, terutama hamba-hamba Tuhan. Jangan sampai mengajarkan sesuatu yang bertentangan dengan Alkitab, dan jangan lalai melaksanakan tugas yang diberikan oleh Tuhan. Jangan sampai karena situasi yang buruk kita jadi lalai, bahkan kita salah bersikap, yaitu lebih takut kepada manusia daripada Allah.***

Sumber: PEDANG ROH Edisi 45 Tahun XI Oktober-November-Desember 2005

Selengkapnya...

Negara yang Diberkati dan Dikutuk Tuhan

Keterangan Alkitab Tentang Pemerintah

Dalam suratnya kepada jemaat kota Roma Rasul Paulus menulis Tiap-tiap orang harus taklukkepada pemerintah yang diatasnya, sebab tidak adapemerintah, yang tidak berasaldari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barang siapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya. Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat. Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita. Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah. (Rom. 13:1-6)

Masalah pemerintahan disinggung Rasul Paulus dalam surat ini mungkin karena kota Roma adalah ibu kota Kerajaan Romawi, bahkan ibu kota dunia saat itu, sehingga “bau” kekuasaan sangat menyolok. Dan melalui surat yang terinspirasi ini kita tahu bahwa hadirnya pemerintahan di muka bumi ini adalah kehendak Tuhan bahkan pemerintah disebut hamba Allah. Mengapa demikian?

Dimulainya Pemerintahan Manusia

Sejak manusia jatuh ke dalam dosa dan jumlah manusia semakin banyak, maka Tuhan tahu bahwa akan terjadiperbuatan jahat antara satu manusia terhadap yang lain. Ketika Kain membunuh Habel, Kain tahu bahwa suatu hari ia pasti akan dibalas oleh salah satu saudaranya yang lain yang mengasihi Habel. Terlebih ketika jumlah manusia sudah semakin banyak, maka pasti akan terjadi balas-membalas satu sama lain sehingga dendam kesumat antar manusia akan merusak hati nurani manusia. Jika hal demikian terjadi maka tidak ada satu manusia pun yang bisa hidup tentram di muka bumi ini.

Untuk itu maka sesudah air bah, Tuhan menetapkan hukuman mati bagi manusia yang membunuh manusia lain. Semua theolog melihat masa sesudah air bah adalah masa dimulainya Human Government (pemerintahan manusia), dan pengaturan hukuman mati (Capital Punishment) adalah undang-undang pertama yang pernah Tuhan umumkan. Dan iblis melalui Amnesty International berusaha menghapus hukum pertama yang Tuhan umumkan ini.

Tugas Utama Pemerintah

Perbedaan antara negara dengan pemerintah adalah bahwa negara merupakan sebuah wilayah yang dihuni oleh sejumlah manusia dan memiliki aparat pemerintah (administrator). Pemerintah adalah salah satu komponen dari tiga komponen utama sebuah negara. Tanpa pemerintah atau salah satu dari tiga komponen tersebut tidak ada negara. Ada berbagai bentuk atau sistem pemerintahan yang dipakai untuk mewujudkan sebuah negara, misalnya kerajaan, parlementer, republik, dll.

Apapun bentuk atau sistem pemerintahan yang terbentuk oleh sejumlah orang di sebuah wilayah, yang Tuhan ingin pemerintah tersebut kerjakan ialah sebagai administrator yang baik dan penegakan hukum yang tanpa pandang bulu. Ada pengaturan administrasi misalnya mencatat orang yang lahir, yang mati, yang kawin dengan seadil-adilnya. Karena ada aparat administrasi maka diperlukan dana untuk menggaji mereka maka rakyat dikenakan pajak. Tentu Tuhan ingin agar pengaturan pajak bersifat seadil-adilnya, bukan orang kaya dipajak banyak-banyak dan orang miskin disubsidi. Ini sistem pemerintahan “Robin hood” atau semi komunis. Administrator seharusnya mencari tahu mengapa ada sebagian orang kaya dan sebagiannya miskin? Apakah itu akibat dari pengaturan administrasi yang bersifat menekan atau yang bersangkutan malas, bodoh dan lain sebagainya. Apakah seseorang kaya karena warisan, atau karena hasil korupsi? Kalau malas, maka tentu harus dicambuk bukan disubsidi, sedangkan kalau bodoh berarti pengaturan sistem pendidikannya yang harus diperbaiki agar semua rakyat menjadi pintar, memiliki ketrampilan dan menjadi makmur.

Yang lebih penting dari pada pengaturan administrasi ialah penegakan hukum. Inilah yang Rasul Paulus maksudkan dengan anak kalimat, “karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang”. Tugas utama pemerintah ialah menjaga agar jangan sampai manusia-manusia di wilayah pemerintahannya saling menjahati, dan saling membalas dendam atas kejahatan yang menimpanya. Karena ada pemerintah yang akan membalaskan kejahatan yang menimpa anggota keluarga seseorang, maka ia tidak perlu melakukan pembalasan sendiri. Misalnya, ayah seseorang dibunuh dengan perencanaan karena ingin mengambil hartanya. Adalah tugas pemerintah untuk mengusut dan menangkap orang yang telah membunuh ayah orang tersebut. Dan jika pembunuh ternyata masih famili mereka dan pembunuh tersebut memohon ampun pada anggota keluarga korban, pemerintah tetap harus menangkap dan menghukum si pembunuh. Si pembunuh telah melanggar hukum yang dibuat oleh pemerintah yang direstui Allah. Si pembunuh bukan hanya bersalah kepada keluarga korban, melainkan kepada Allah yang menciptakan manusia dan pemerintah yang membuat hukum. Sesuai dengan pengajaran Tuhan Yesus tentu keluarga korban harus mengampuni, tetapi pemerintah tidak bisa mengampuni karena pemerintah bukan pribadi dan pemerintah bekerja sesuai hukum bukan sesuai dengan perasaan pribadi pejabatnya.

Apapun kata keluarga korban, pemerintah harus menuntut si pembunuh dengan hukuman mati, karena kategori pembunuhan berencana seharusnya ganjarannya adalah hukuman mati. Tidak ada hukuman yang lebih setimpal daripada hukuman mati bagi pembunuh berencana. Mungkin di dalam keluarga besar korban ada yang tidak bisa mengampuni si pembunuh, toh ia bisa puas karena yang membunuh anggota keluarganya juga dihukum mati. Apakah ini melanggar hak asasi manusia? Mustahil, karena orang yang telah mematikan orang secara terencana tidak memiliki hak asasi untuk hidup lagi. Dan hukuman demikian diperlukan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berencana membunuh orang.

Sebaliknya jika yang mematikan orang secara berencana hanya dihukum sepuluh tahun penjara, itu tidak adil, karena korban perbuatannya telah mati, sementara ia hanya dikurung sepuluh tahun. Bahkan bisa dikatakan makan-tidur sepuluh tahun. Yang melakukan kejahatan harus mendapat ganjaran yang setimpal bahkan harus lebih berat agar orang-orang yang mungkin akan melakukan perbuatan serupa berpikir berkali-kali.

Tuhan mau pemerintah menjadi penengah di antara seluruh rakyatnya. Kalau tetangga seseorang membunyikan alat musik dengan suara keras pada jam 12 malam seharusnya bukan tetangganya yang lain yang harus menegurnya. Siapapun yang terganggu oleh warga negara lain sepatutnya menelpon polisi dan memberitahukan gangguan yang dialaminya dan polisilah yang menegur si pengganggu. Dengan demikian tidak akan ada percekcokan antar warga, sampai tawuran segala.

Pemerintah bukan hanya mengadili perkara antar warga negara melainkan perlu mencegah timbulnya masalah antar warga negara. Pengaturan lalulintas yang baik mencegah bentrokan antar pemakai jalan. Demikian juga dengan pengaturan pada semua aspek kehidupan. Semuanya dilakukan dengan tujuan agar ada keadilan sehingga tidak ada bentrokan antar warga, semua warga negara hidup dalam damai.

Orang-orang yang rajin dan baik serta yang berjasa bagi negara diberi hadiah, atau penghargaan. Sedangkan mereka yang nakal dalam bentuk yang paling ringan hingga yang paling berat tidak ada yang bisa lolos dari sanksi atau hukuman.

Pada abad pertengahan di Eropa, orang yang malas ditangkap dan dimasukkan ke dalam sumur yang dilengkapi pompa tangan dengan kaki yang terikat pada dasar sumur. Sumur itu kemudian dialiri air, dan jika si pemalas mau hidup ia harus memompa air yang mengalir masuk. Jika ia malas maka ia akan mati kelelap.

Sesungguhnya hanya ada dua sebab utama seseorang hidup miskin, yaitu; yang pertama sikap negatif dari diri atau kelompoknya, atau kedua ialah mendapat halangan dari luar sehingga tidak bisa bekerja. Kalau tidak mau bekerja itu berarti halangannya adalah diri orang itu sendiri atau malas. Bisa juga karena sikap negatif masyarakat di suatu daerah yang terlalu fanatik atau bahkan memusuhi orang yang sebenarnya bisa menciptakan lapangan kerja. Halangan dari luar bisa juga datang dari pemerintah, misalnya tidak ada KTP, didiskriminasi pemerintah, dan lain sebagainya.

Bahkan didiskriminasi pemerintah dan tidak punya KTP pun seseorang masih bisa bekerja kalau ia mau bekerja. Jika sebuah negara memiliki pemerintah yang mengatur adminstrasinya dengan adil dan benar, serta menegakkan hukum tanpa pandang bulu, maka niscaya negara tersebut pasti akan diberkati Tuhan.

Negara Yang Menyimpang Dari Keinginan Tuhan

Seandainya sebuah negara dijalankan oleh perangkat pemerintah yang menyelenggarakan administrasi secara korup dan diskriminatif, maka pasti segala bentuk ketidakadilan akan muncul dimana-mana. Karena diskriminatif maka keturunan suku tertentu dipersulit dalam administrasi negara. Mereka sulit mendapatkan akte kelahiran, sulit mendapatkan akte nikah, sulit mendapatkan KTP bahkan sulit mendapatkan akte mati. Di negara demikian sudah pasti kegiatan ibadah agama minoritas akan dipersulit. Karena kesulitan memperoleh pelayanan administrasi, kehidupan mereka tertekan, bahkan sebagian hidup sangat miskin karena tidak bisa bersekolah, dan tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Negara yang demikian tentu sudah dekat pada kutuk, karena berdosa besar secara kemanusiaan.

Terlebih lagi jika diikuti juga dengan penegakan hukum yang sesungguhnya adalah pelanggaran hukum. Aparat penegak hukumnya justru memeras rakyatnyadengan berbagai cara dan alasan. Bahkan mereka bukan melakukan kejahatan secara perorangan, melainkan secara institusi. Bayangkan kalau polisinya berani memeras orang di depan teman-teman dan komandannya. Jika sampai pada kondisi demikian, berarti keseluruhan polisinya sudah bejad. Kalau kejaksaan juga memeras orang yang didakwa didepan teman-teman dan hasilnya disetorkan kepada atasannya maka berarti seluruh kejaksaan sudah bejad. Apalagi kalau anggota hakimnya juga berani memasang tarif untuk menjual perkara maka berarti seluruh kehakiman di negara itu sudah bejad.

Jika ada negara sampai pada tahap demikian, maka negara itu sudah pasti terkutuk karena keberadaan sebuah negara sebagaimana diinginkan Tuhan bukan hanya tidak terpenuhi melainkan negara itu sendiri sudah merupakansebuahlingkarankejahatan. Keberadaan negara tersebut lebih buruk daripada tidak ada negara, artinya lebih baik manusia di wilayah tersebut hidup sesuai dengan hukum rimba dari pada di bawah pemerintah yang menindas. Dalam hukum rimba masing-masing masih membangun pertahanannya sendiri, ada yang membuat senjata sendiri dan ada yang berlatih bela diri (misalnya keadaan di Tiongkok pada zaman Kungfu). Pemerintah bejad lebih buruk dari hutan rimba adalah karena masyarakatnya tidak diperbolehkan membalas kejahatan, bahkan mereka juga tidak diperbolehkan untuk membela diri.

Misalnya masyarakat tidak diperbolehkan memiliki senjata bahkan memiliki parang saja tidak boleh sementara itu setiap saat mereka bisa diserang dan aparat hukum pemerintah tidak berbuat apa-apa.

Dan jika anggota keluarga mereka terbunuh, andai pembunuhnya tertangkap namun hanya dihukum lima atau enam tahun penjara. Masyarakat di negara demikian tidak ada pilihan lain selain berseru kepada Tuhan yang maha adil. Dan yang tidak percaya kepada Tuhan berusaha membalas kejahatan yang menimpanya sehingga anarkisme merajarela. Tentu Tuhan yang maha adil, yang mendengarkan seruan orang-orang yang tertindas, akan bertindak untuk mengutuk negara demikian karena keberadaan negara tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.

Apakah ada negara yang demikian dimuka bumi? Mungkin ada. Menurut berita di media cetak maupun elektronik di Afrika ada beberapa negara yang kondisinya sebagaimana yang digambarkan. Gambaran penulis tentang negara yang baik sebagaimana yang dikehendaki Tuhan dan yang bejad yang akan dikutuk Tuhan tidak ditujukan kepada negara manapun. Untuk itu tidak ada pihak yang patut tersinggung, melainkan semua pembaca dipersilakan menyocokkan uraian penulis dengan berita manca negara yang didengar melalui TV maupun surat kabar.

Tujuan tulisan ini adalah untuk menjelaskan alasan Rasul Paulus menulis dalam surat Roma bahwa pemerintah adalah hamba Allah. Banyak orang Kristen tidak mengerti fungsi negara atau pemerintah di hadapan Allah. Allah yang maha tahu dan bijak mengerti bahwa kalau tidak ada pemerintah maka pasti akan ada banyak tabrakan di persimpangan jalan dan orang yang lebih kuat pasti akan menang. Pemerintah didirikan agar bisa mengatur masyarakat dengan seadil-adilnya. Dan aparat hukum diadakan agar masyarakat tidak saling menjahati dan kalau ada yang berbuat jahat akan dihukum lebih berat dari akibat perbuatannya.

Jadi, orang Kristen diperintahkan untuk menghormati pemerintah yang berfungsi sebagaimana mestinya sesuai dengan akal sehat dan Alkitab. Pemerintah yang tidak menangkap orang yang membakar rumah kita tentu tidak patut dihormati. Sekalipun kita tidak boleh membalas kejahatan karena kita percaya pada akhirnya Allah akan membalaskan segala ketidakadilan yang belum mendapat hukuman semestinya di bumi, namun orang Kristen atau warga negara yang merasa tertindas bisa berseru, berdoa, atau membawa kasusnya ke hadapan Tuhan dan memohon keadilanNya.

Perumpamaan Tuhan Yesus tentang seorang hakim dan janda dalam Lukas 18:1 dst.

Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akanAllah dan tidak menghormati seorangpun Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."Kata Tuhan:"Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Banyak orang salah mengartikan ayat ini sehingga seolah-olah orang Kristen boleh merengek-rengek meminta sesuatu kepada Tuhan, dan Ia akan memberikan. Sama sekali tidak! Tuhan memakai perumpamaan ini untuk mengajarkan bahwa Ia jauh lebih bermoral daripada hakim yang buruk itu. Kalau hakim itu membela perkara janda ini karena bosan didatangi terus, maka Allah akan membela orang yang diperlakukan tidak adil bukan karena bosan diseru-serukan terus melainkan karena Ia adalah Allah yang maha adil dan maha baik kepada seluruh makhlukNya.

Kalau menyangkut keadilan, walaupun korban bukan muridNya (orang Kristen) tetapi cukup korban adalah seorang manusia yang diciptakan sesuai dengan gambar dan peta Allah, maka Allah pencipta manusia akan membelanya. Apalagi jika ia berseru-seru dalam penindasannya. Tuhan akan mengutuk pemerintah yang melakukan penindasan terhadap manusia ciptaanNya, atau yang tidak menegakkan keadilan atas manusia ciptaanNya.

Pemerintah yang baik, yang menjalankan kuasanya sesuai dengan kehendak Tuhan patut dihormati bahkan didoakan. Yang sesuai dengan kehendak Tuhan adalah yang menegakkan hak asasi manusia karena Tuhan menciptakan manusia dan memberikan hak asasi kepadanya. Pemerintah yang sesuai dengan kehendak Tuhan juga adalah yang membuat hukum sesuai dengan akal sehat serta penuh rasa keadilan. Pemerintah yang sesuai dengan kehendak Tuhan menertibkan aparat penegak hukumnya sehingga mereka bertindak sesuai dengan aturan hukum dan tentu rasa keadilan dan kepatutan. Orang Kristen harus berdoa agar pemerintah dimana ia menjadi warga di dalamnya menuju ke keadaan sesuai dengan kehendak Tuhan.

Tetapi jika pemerintah menyimpang dari segala kepatutan dan terjadi penindasan,penuh ketidakadilan, korupsi dan diskriminatif, maka orang Kristen tidak boleh segan-segan berseru kepada Tuhan dan berdoa agar Tuhan melenyapkan pemerintah demikian serta menggantikannya dengan pemerintah yang menghormati hak asasi manusia dan yang menegakkan hukum yang sesuai dengan akal sehat dan penuh keadilan. Tuhan tidak mengijinkan pribadi melakukan tindakan pembalasan dengan kekerasan, melainkan menyuruh kita berseru kepadaNya seperti janda yang diumpamakanNya. Ia datang kepada hakim yang fasik. Kita datang kepada Allah yang adil, Ia pasti akan bertindak lebih dari hakim tersebut. Dan tindakannya dahsyat, bisa berupa gempa bumi, badai, bahkan berbagai hal yang sungguh-sungguh dahsyat. Kalau manusia yangmembalas biasanya tidak seberapa, tetapi kalau Allah yang menghukum itu sungguh dahsyat.***

Sumber: PEDANG ROH Edisi 45 Tahun XI Oktober-November-Desember 2005

Selengkapnya...

Menjawab Saksi Yehova

Kebebasan beragama adalah hal yang baik. Sebelum masa reformasi, Indonesia tidak memiliki kebebasan beragama yang sebebas-bebasnya. Hal itu karena hanya ada lima agama yang diakui oleh negara, padahal di dunia ini ada banyak sekali agama. Agama-agama yang tidak ternaungi oleh Depag, akhirnya nebeng di bawah nama agama lain, atau sama sekali tidak mendaftarkan diri dan “beroperasi” secara diam-diam.

Semenjak jatuhnya Soeharto, ada sedikit perbaikan dalam hal ini. Kini, Departemen Agama mengakui lebih dari lima agama, antara lain Kong Hu Cu. Gereja-gereja juga kini tidak perlu lagi berada di bawah sinode-sinode yang telah diakui pemerintah. Memang, seharusnya negara tidak perlu menentukan agama mana yang sah, atau yang tidak sah, karena masing-masing orang memiliki hak asasi untuk mempercayai apa yang diingininya. Negara sama sekali tidak berhak menilai “aliran” manakah yang benar dan yang salah, sehingga tugas negara seharusnya hanyalah menjaga agar tidak terjadi pelanggaran hukum oleh pihak manapun.

Bertambahnya kebebasan beragama di Indonesia, bukan hanya dipakai oleh orang-orang percaya demi pekabaran Injil, tetapi juga dipakai oleh Iblis untuk memajukan penyesatan. Salah satu aspek yang paling kentara adalah bangkitnya sekte Saksi Yehova (SY). Golongan yang tidak diakui selama Orde Baru ini, kini sudah resmi terdaftar di Departemen Agama dan sedang meningkatkan aktivitas mereka. Banyak orang Kristen yang salah pengertian, lalu mengecam kebebasan beragama sebagai sesuatu yang kurang baik karena memberi kesempatan bagi SY untuk berkembang. Sebenarnya tidak boleh bersikap demikian. Yang salah bukanlah kebebasan beragama, karena kebebasan itu baik. Jika tidak ada kebebasan, maka Iblis juga akan campur tangan, sehingga golongan yang benar pun tidak boleh beroperasi (misal di Arab Saudi tidak boleh ada gereja). Kebebasan itu sesuai dengan keinginan Allah, tetapi yang salah adalah kurangnya pengetahuan “orang-orang Kristen” sehingga mudah untuk disesatkan oleh berbagai bidat seperti Saksi Yehova (SY).

Cara untuk memerangi bidat bukanlah dengan melarang berdirinya bidat tersebut lewat pemerintah. Cara seperti itu akan ditunggangi Iblis sehingga suatu hari juga melarang berdirinya gereja yang benar. Cara yang alkitabiah untuk memerangi bidat adalah dengan cara menelanjangi pengajaran mereka, membuktikan kesalahan mereka dari Alkitab, dan menjauhi mereka. Untuk itulah artikel ini ditulis.

Banyak yang dapat ditulis mengenai saksi Yehova, tetapi tempat demikian terbatas. Oleh karena itu, tulisan ini akan bermaksud untuk menjawab serangan utama yang dilakukan oleh Saksi Yehova. Pengajaran inti dari Saksi Yehova adalah bahwa Yesus bukanlah Allah yang mahabenar dan mahakuasa. Kurang ajarnya, mereka mencoba untuk membuktikan hal ini dari Alkitab itu sendiri. Dengan memelintir ayat, mencuplik ayat keluar dari konteks, mengabaikan sebagian besar Alkitab, dan bahkan mengubah terjemahan, mereka telah memiliki sekumpulan ayat-ayat favorit yang mereka pakai untuk menggoncang iman kepada Yesus sebagai pribadi Allah yang kedua, Allah Anak. Orang Kristen yang peduli akan keselamatan jiwanya dan keselamatan jiwa orang-orang di sekitarnya harus waspada dan siap untuk memberikan pertanggungan jawab atas serangan-serangan ini. Dengan demikian, kiranya pembaca dapat merasakan manfaat dari tulisan ini.

Berikut ini adalah 4 ayat yang sering dipakai oleh Saksi Yehova untuk menyerang keilahian Yesus dan disertai tanggapan kaum Fundamental. Memang masih ada ayat-ayat lain yang mereka pakai, tetapi tempat hanya mengijinkan empat pembahasan. Ayat-ayat yang serupa dapat dijawab dengan metode yang sama.

I. Lukas 18:19 “Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”

Kelompok Saksi Yehova senang sekali menggunakan ayat ini untuk mengklaim bahwa Yesus sendiri tidak menganggap diriNya Allah. Nah, di sini kita melihat inkonsistensi dari para Saksi. Bagaimana kalau kita menunjukkan kepada mereka ayat-ayat lain yang menjelaskan bahwa Yesus adalah Allah? Ambil contoh I Yohanes 5:20. Di dalam ayat itu jelas-jelas dikatakan bahwa Yesus adalah Allah yang benar. Seharusnya satu ayat ini saja sudah cukup untuk menyelesaikan perdebatan. Tetapi tidak demikian adanya karena kebutaan rohani. Para SY (Saksi Yehova) tetap bersikukuh bahwa setiap kali Yesus disebut Allah dalam Alkitab, yang dimaksud bukanlah Allah yang benar, tetapi “seorang allah.” Jadi menurut kaum SY, Yesus adalah allah, tetapi bukan Allah.

Tetapi, ketika menghadapi Lukas 18:19, mereka segera berseru, “Aha! Yesus mengaku bahwa ia bukan Allah yang benar.” Lihat betapa piciknya! Jika ada ayat yang menyatakan Yesus itu Allah, mereka mengatakan bahwa “Allah” yang dimaksud bukanlah Allah yang benar. Tetapi, ketika menghadapi ayat tersebut di atas, mereka mengklaim bahwa yang dimaksud disini adalah Allah yang benar. Dengan standar ganda seperti ini, manusia dapat menciptakan doktrin apa saja yang ia kehendaki, dan berpura-pura bahwa Alkitab mendukungnya.

Tetapi, benarkah bahwa dalam Lukas 18:19 Yesus mengaku bukan Allah? Sebenarnya tidak demikian. Para Saksi Yehova sengaja tidak menjelaskan maksud dari perkataan Yesus yang sesungguhnya sesuai dengan konteks. Pada waktu itu Yesus didatangi oleh seorang muda yang kaya raya. Orang kaya ini ingin mencari pembenaran dari Yesus, dan bertanya tentang jalan ke surga pada Yesus. Jelas orang kaya ini adalah seorang yang tidak percaya, karena Yesus menyayangkan pada akhir percakapan bahwa uang yang banyak yang dimiliki oleh anak muda itu telah menghalangi dia masuk kerajaan surga. Nah, jadi ada seorang yang belum percaya mendatangi Yesus, dan menyapaNya, “Guru yang baik.” Yesus, alih-alih menyatakan diri bukan Allah, justru pada kesempatan itu ingin mengetes anak muda tersebut. "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.” Maksud Yesus, jika engkau tidak percaya Aku Allah, mengapa menyebut Aku baik? Di sini, justru Yesus mengharapkan orang muda tersebut tersentak dan mengakui bahwa Yesus memang pantas disebut baik, karena Ia adalah Allah. Jadi, kita lihat, perikop ini justru mendukung keilahian Yesus. Yesus selalu sadar bahwa Ia memang Allah. Berulang kali Ia menunjukkannya, seperti pada saat ia mengatakan bahwa “Aku dan Bapa adalah satu,” saat Ia memberi pengampunan dosa, dll. Kaum SY juga suatu hari akan mengaku bahwa Yesus adalah Allah, karena suatu hari semua lidah akan mengaku dan semua lutut akan bertelut.

II. Yohanes 14:28 “sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.”

Ayat ini berpotensi menimbulkan kekacauan jika tidak disertai dengan pengertian akan Allah Tritunggal. Ingat, bukan manusia yang menentukan bagaimana Allah itu seharusnya, melainkan Allah-lah yang telah menciptakan manusia sesuai keinginanNya, lalu berkomunikasi dengan manusia agar manusia mengerti tentang Allah. Sehingga, tugas manusia bukanlah untuk menciptakan Allah sesuai dengan bayangan kita masing-masing, tetapi menerima dengan segenap hati penyataan Allah akan diriNya sendiri sebagaimana dituliskan dalam Alkitab.

Allah dalam Alkitab adalah Allah yang satu sekaligus tiga. Allah yang terdiri dari tiga pribadi, Bapa, Putra dan Roh Kudus, yang adalah pribadi yang berbeda, tetapi satu adanya. Apakah ini sulit untuk dimengerti? Mungkin. Tetapi, Allah tidak perlu memenuhi tuntutan intelektual manusia, dan justru Allah tidak mungkin dimengerti sepenuhnya oleh manusia. Sama seperti manusia tidak dapat menjelaskan kelahiran perawan, kebangkitan dari dunia orang mati, lima roti memberi makan lima ribu orang, dsb, maka manusia tidak perlu menuntut bahwa pribadi Allah dapat ia mengerti seratus persen. Toh banyak hal dalam alam yang tidak dimengerti, tetapi diterima sebagai kebenaran. Contoh yang sangat mirip adalah cahaya. Belakangan, para ilmuwan menemukan bahwa cahaya memiliki tiga sifat, yaitu sifat partikel, sifat gelombang dan sifat quantum. Sebenarnya, ketiga sifat ini eksklusif satu dengan yang lainnya, tetapi herannya ketiganya satu di dalam cahaya. Tentu ini bukanlah analogi yang sempurna untuk Allah, tetapi dapat menunjukkan bahwa manusia memang tidak mengerti segala sesuatu, dan tidak perlu meragukan apa yang sudah jelas di dalam Alkitab.

Berkaitan dengan Allah Tritunggal, mereka adalah pribadi yang berbeda tetapi satu. Dalam rencana penyelamatan, telah ditentukan bahwa Allah Anak akan merendahkan diriNya (Fil. 2:6-7 kenosis dalam bahasa Yunani; Ibrani 2:68) dan mengambil rupa manusia. Pada saat Allah Putra berada dalam rupa manusia, Ia berada dalam posisi yang lebih rendah daripada Allah Bapa. Hal ini bukan karena Ia memang lebih rendah (Fil. 2:6-7 menjelaskan bahwa Ia pada awalnya setara dengan Bapa), tetapi karena Ia sengaja merendahkan diri. Tetapi, pada hakekatnya Ia tetaplah satu esensi dengan Bapa, oleh sebab itu Ia mengatakan di tempat lain bahwa Ia dan Bapa adalah satu (Yoh. 10:30).

Dengan menggabung-gabungkan beberapa ayat Alkitab, kita telah mendapatkan penjelasan yang sangat logis, alkitabiah, dan cocok untuk permasalahan yang ditimbulkan oleh kaum SY atas Yohanes 14:28. Yesus sedang berbicara dalam kemanusiaanNya. KemanusiaanNya penting untuk menyelamatkan manusia, tetapi keilahianNya tidak kalah penting. Dan barang siapa hendak beroleh selamat, harus percaya pada Yesus yang adalah Allah menjelma menjadi manusia, termasuk kaum SY.

III. Wahyu 3:14 “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah”

Dengan mengesampingkan berbagai ayat yang mendukung keilahian Yesus, SY justru sangat ahli dalam mencari dan memakai ayat-ayat yang “seolah-olah” menyatakan bahwa Yesus bukan Allah. Salah satu yang suka mereka pakai adalah ayat ini, yang mereka klaim membuktikan bahwa Yesus adalah salah satu ciptaan Allah, dan bukan Allah itu sendiri. Benarkah demikian?

Jika kita sekilas saja membaca kitab Wahyu, maka kita akan mendapatkan gambaran tentang Yesus yang jauh berbeda dari apa yang para SY ingin kita percayai. Bahkan dalam pasal 1 ayat 8, Yesus berkata bahwa Ia adalah “Alfa dan Omega ...yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, yang Mahakuasa.” Kalimat ini adalah klaim akan pre-eksistensi, bahwa Yesus tidak pernah diciptakan dan telah eksis sejak kekekalan lampau bersama Allah Bapa. Doktrin serupa kita temui di berbagai bagian lain Alkitab (misal Yoh. 1:1). Dalam Wahyu 2:8, hal yang sama kembali diserukan. Rasul Yohanes tentu tidak akan mengatakan bahwa Yesus diciptakan dalam 3:14, ketika diseluruh kitab Wahyu lainnya Yesus digambarkan sebagai ilahi.

Kunci untuk mengerti ayat ini adalah kesadaran bahwa kata “permulaan” tidak harus berarti sebagai bagian dari. Kata “permulaan” ini berasal dari bahasa Yunani arkhe. Studi kata ini menunjukkan bahwa arkhe dapat memiliki pengertian sebagai agen yang memulai, atau dalam bahasa Inggrisnya originator. Dalam pengertian yang demikian, Wahyu 3:14 konsisten dengan seluruh bagian Alkitab lainnya dalam menegaskan bahwa Yesus adalah pencipta langit dan bumi, permulaan dari ciptaan Allah, yaitu oknum yang memulai penciptaan, yang menyokongnya hari ini, dan yang akan menghancurkannya satu hari nanti.

IV. Amsal 8:22 “TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.”

Masih dalam topik cipta mencipta, orang-orang yang tidak mengakui keilahian Yesus, mulai dari Arian pada abad-abad awal, hingga SY pada hari ini, sering memakai Amsal pasal 8 untuk “membuktikan” bahwa Yesus diciptakan. Sebenarnya Amsal pasal 8 sama sekali tidak menyinggung nama Yesus, tetapi berbicara mengenai hikmat. Kaum SY mengklaim bahwa Hikmat di sini adalah Yesus. Dengan cara demikian, mereka mengatakan bahwa Yesus diciptakan.

Pengamatan yang lebih cermat terhadap perikop ini, disertai dengan pengetahuan akan bahasa Ibrani yang cukup, menyingkapkan bahwa kebenarannya tidaklah demikian.

Pertama-tama, dalam sastra, gaya bahasa personifikasi sering sekali dipakai. Angin dapat berbicara, pohon melambai-lambai, bulan tersenyum, dan lain sebagainya adalah bentuk personifikasi dari hal-hal yang sebenarnya bukanlah pribadi. Demikian juga, Amsal pasal 8 menerapkan gaya bahasa personifikasi. Hikmat tentulah bukan pribadi, tetapi dipersonifikasikan sedemikan rupa. Inti pengajaran pasal 8 adalah pentingnya hikmat.

Apakah Hikmat itu adalah Yesus? Para penulis Alkitab memberikan kepastian bahwa Yesus memang memiliki kegenapan hikmat (Ibr. 1:3; dsb). Dan, karena Yesus memiliki segala hikmat, maka banyak hal dalam Amsal pasal 8 dapat dikatakan benar bagi Yesus. Tetapi, sama sekali tidak ada keharusan untuk menggantikan setiap kata “hikmat” dalam pasal ini dengan Yesus. Hikmat pada dasarnya adalah suatu sifat, bahkan salah satu sifat dasar Allah, sebagaimana yang ingin dijelaskan dalam pasal ini juga. Sedangkan Yesus adalah pribadi, sehingga tidaklah mungkin untuk membuktikan penciptaan Yesus melalui perikop ini.

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah kata “menciptakan” di ayat 22 yang menjadi sorotan kita. Kata ini berasal dari bahasa Ibrani qanah. Kata ini memiliki dua arti, yaitu “menciptakan” dan “memiliki.” Hampir semua Alkitab terjemahan lama memakai kata “memiliki” di sini. Mengapa? Karena hikmat tidak mungkin diciptakan. Hikmat adalah sifat Allah, sama seperti kasih, suci dan adil. Apakah Allah menciptakan kasih? Tentu tidak. Siapapun yang menggunakan ayat-ayat ini untuik mengklaim bahwa “hikmat” diciptakan, berarti mengklaim pula bahwa pada mulanya Allah tidak berhikmat sehingga Ia menciptakan hikmat, agar Ia menjadi pintar. Hal ini bukan saja suatu penghujatan besar, tetapi juga adalah sesuatu yang tidak masuk akal. Agak kurang hikmat?***

***dr. Steven E. Liauw, M.Div.

Alumni kedokteran UI, dan M.Div. dari STT GRAPHE (berubah nama menjadi GITS).

Beliau saat ini adalah Dekan Akademik GITS (Graphe International Theological Seminary)

Sumber: PEDANG ROH Edisi 44 Tahun XI Juli-Agustus-September 2005

Selengkapnya...

Yang Paling Sesat Dari Segala Yang Sesat

Manusia Jatuh Kedalam Dosa

Pada zaman PL, Allah membangun sebuah bangsa untuk menjadi tiang penopang dan dasar kebenaran. Fungsi bangsa ini adalah untuk menjaga ibadah yang Allah perintahkan untuk dilakukan manusia supaya tetap ingat pada janji Allah untuk mengirim Juruselamat. Janji untuk mengirim Juruselamat pertama kali Allah ucapkan kepada Adam dan Hawa sesaat setelah mereka jatuh ke dalam dosa.

Supaya jika mereka mati mereka tidak dihukumkan di Neraka bersama dengan iblis, Allah berencana menanggung dosa mereka, bahkan dosa semua manusia (Yoh.1:29). Ia akan berinkarnasi (kenosis) dalam Filipi pasal dua kata ini diterjemahkan dengan “menghampakan” diri, menjadi manusia dan akan dihukumkan di kayu salib. Pilatus menyangka bahwa dialah yang memutuskan melepaskan atau menyalibkan Yesus. Padahal Tuhan Yesus berkata kepadanya bahwa ia tidak berkuasa sedikit pun (Yoh.19:11) atas diriNya. Peristiwa penyaliban Kristus adalah keputusan Allah untuk menjatuhkan hukuman atas dosa seisi dunia.

Sebelum Sang Juruselamat tiba, Allah perintahkan Adam dan Hawa melakukan ibadah simbolik, yaitu menyembelih seekor domba di atas mezbah, tentu sambil beriman kepada Sang Juruselamat yang disimbolkannya, sebagai tanda bahwa dosa mereka akan ditanggung oleh Sang Juruselamat yang disimbolkan oleh domba itu. Jadi, Adam dan Hawa dan setiap orang yang hidup sebelum penyaliban Kristus akan diselamatkan apabila mereka beriman kepada Sang Juruselamat sambil menyembelih seekor domba untuk menggambarkannya.

Sampai pada zaman Nuh hampir tidak ada orang yang melakukannya lagi kecuali Nuh. Itulah sebabnya Allah berkenan kepada Nuh dan menghapus semua manusia kontemporernya. Hal pertama yang dilakukan Nuh setelah keluar dari bahtera adalah mempersembahkan domba bakaran dan Tuhan bersukacita ketika mencium baunya.

Pada saat itu ayah berfungsi sebagai imam bagi keluarganya dan tentu sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran juga. Jika seorang ayah tidak becus, maka anak-cucunya bisa dalam bahaya besar, mereka bisa masuk Neraka.

Setelah peristiwa menara Babel, manusia tersebar sesuai dengan kelompok bahasanya. Dan makin hari makin banyak ayah yang tidak bertanggung jawab sehingga tidak mengajarkan kebenaran kepada anak-cucu mereka.

Bangsa Yahudi Tiang Penopang

Pada saat kondisi seperti inilah, Allah membangun sebuah bangsa untuk menjadi tiang penopang dan dasar kebenaran menggantikan posisi ayah, dan mengangkat Harun beserta keturunannya sebagai imam. Pada awalnya Allah sendiri adalah raja mereka, tetapi kemudian mereka meminta raja dan Allah mengabulkan kehendak hati mereka dan otomatis tugas dan tanggung jawab sang raja yang paling utama ialah memastikan ibadah simbolik yang Allah sempurnakan di Sinai (kemah Tuhan) terlaksana dengan baik.

Daud sangat disayang Tuhan karena ia sangat memperhatikan tugas utamanya yaitu bukan hanya menjaga ibadah itu melainkan menggantinya dari bentuk tenda yang gampang rusak menjadi rumah (bait) yang lebih permanen. Tuhan sungguh-sungguh mengasihi Daud karena ia memperhatikan hal yang paling diperhatikan Tuhan. Sementara itu Saul sangat dibenci Tuhan karena ia “menciderai” ketetapan Tuhan. Yang boleh mempersembahkan korban hanyalah imam, tetapi karena didesak-desak oleh rakyat akhirnya Saul memberanikan diri melakukannya sebelum Samuel datang. Saul dianggap gagal oleh Tuhan karena tidak bisa berdiri teguh menghadapi desakan rakyat.

Pada masa dari Hukum Taurat diturunkan di gunung Sinai hingga Yohanes Pembaptis tampil (Luk.16:16, Mat.11:13-14), adalah masa periode bangsa Yahudi sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran. Tuhan menetapkan hukum yang sangat keras atas bangsa ini; seperti mata ganti mata dan jika ada yang berzinah maka harus dirajam dan berbagai ketentuan yang sangat keras. Semua ini dilakukan Allah hanya agar tiang penopang dan dasar kebenaran (bangsa Yahudi) menjadi bangsa yang betul-betul tidak terkontaminasi iman lain. Segala bentuk penyembahan berhala, bahkan petenung harus dimatikan. Segala macam ketetapan makanan untuk mensimbolkan bahwa mereka adalah bangsa yang kudus, dibuat Tuhan. Dengan kata lain, semua bangsa lain di muka bumi yang ingin mendapatkan kebenaran ilahi harus mengarah ke bangsa Yahudi (I Raj.10:1-13, Kis.8:2638).

Apakah Saul lebih berdosa daripada Daud? Sama sekali tidak! Lalu mengapakah Tuhan lebih sayang Daud daripada Saul? Jawabnya adalah Daud melakukan dosa moralitas, yaitu berzinah dan membunuh orang yang tidak bersalah. Tetapi Saul melakukan dosa doktrinal, yaitu mempersembahkan korban bakaran padahal itu adalah tugas seorang imam.

Jemaat PB adalah Tiang Penopang

Sejak Yohanes Pembaptis tampil (Mat.11:13-14), maka tugas bangsa Yahudi sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran berakhir, karena Sang Juruselamat yang disimbolkan oleh semua rangkaian tata-ibadah simbolik telah tiba. Dengan kata lain, fungsi ibadah simbolik telah tergenapi.

Sang Juruselamat mengumpulkan murid yangdisebut JEMAAT (ekklesia) yang tadinya dikumpulkan oleh Yohanes Pembaptis tetapi kemudian dipimpin oleh Sang Juruselamat sendiri. Fungsi jemaat ini sangat penting terlebih setelah penolakan bangsa Yahudi atas Sang Juruselamat dunia yang sekaligus akan menjadi raja mereka. Karena mereka menolakNya menjadi raja mereka, maka untuk suatu waktu Ia tidak menjadi raja mereka, tetapi Ia tetap adalah Juruselamat dunia.

Setiap manusia berdosa yang bertobat dan percaya kepadaNya, semua dosanya akan dihitungkan telah tertanggungkan kepadaNya ketika Ia terhukum di kayu salib dan turun ke Neraka.

Selanjutnya Tuhan menjadikan murid-muridNya, yang kumpulan mereka disebut JEMAAT, dan disebutNya juga sebagai tubuhNya, sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran menggantikan posisi bangsa Yahudi (ITim.3:15). Ibadah simbolik dihapuskan dan digantikan dengan ibadah hakekat (Ibr.10:1dst.) Atau beribadah secara lahiriah jasmaniah digantikan dengan ibadah di dalam roh (rohani/hati) dan kebenaran. Tiap-tiap orang percaya adalah imam dengan Tuhan Yesus sebagai imam besar (I Pet.2:9,Ibr.4:14-5:9).

Tuhan menetapkan aturan-aturan bagi Jemaat-Nya yang juga disebut dengan tubuh-Nya yang berbeda dari bangsa Yahudi. Kitab PL adalah latar belakang yang memberitahukan kita tentang perjalanan ibadah dari simbolik ke hakekat. Kitab PB adalah pengajaran yang harus difahami dan dijalankan oleh jemaat Perjanjian Baru yang berfungsi sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran.

Setiap orang yang bertobat dan percaya kepada Injil harus bergabung ke dalam sebuah jemaat lokal untuk membuat jemaat lokal selalu eksis hingga Tuhan datang. Tiang penopang dan dasar kebenaran ini harus kokoh kuat hingga Tuhan mengangkatnya. Jemaat atau tiang penopang kebenaran harus sungguh-sungguh berdiri di atas firman Tuhan, tidak boleh bergoyang dan harus berjalan lurus, tidak boleh menyimpang ke kiri atau ke kanan.

Hal yang terpenting pada zaman ini adalah bahwa Jemaat Perjanjian Baru ini adalah kelompok orang yang berdisiplin tinggi. Anggota jemaat tiang penopang adalah terdiri dari orang-orang yang bertobat dan percaya, bukan karena keturunan, apalagi karena paksaan atau hasil intimidasi. Bahkan jika ada yang bersalah setelah ditegur tidak mau bertobat harus diusir atau dikeluarkan (Mat.18:15-20, I Kor.5:13).

Dosa Yang Paling Besar

Kalau dosa Saul dianggap sangat besar, bahkan lebih besar dari dosa Daud yang membunuh dan berzinah, maka di zaman Perjanjian Baru ini tidak ada dosa yang lebih besar daripada dosa membawa jemaat menyimpang dari kebenaran atau menganiaya jemaat. Wahai Pemberita Injil, Pengajar Alkitab, atau apa saja sebutan anda (pendetakah, penginjilkah, atau guru), camkanlah, jika anda berkompromi dan menyesatkan orang atau menyebabkan penghargaan orang terhadap Alkitab menurun, ITU ADALAH KESALAHAN YANG TERBESAR.

Dan pada zaman PB, dimana menetapkan Jemaat LokalNya sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran, adalah terdiri dari orang-orang yang bertobat dan percaya kepada Injil (lahir baru), bukan karena keturunan apalagi hasil intimidasi.

Penulis mendapat laporan dari alumni yang pergi membangun jemaat, bahwa mereka mendapat intimidasi dari orang-orang Kristen bahkan “pendeta”, supaya tidak membangun jemaat di wilayah mereka. Aneh tapi nyata! Siapakah yang mematok yang ini wilayahnya denominasi ini? Mengapa mereka menjaga jemaat mereka dengan pengajaran, melainkan dengan cara intimidasi? Anggota jemaat yang tetap di sebuah gereja bukan karena yakin bahwa gereja itu melainkan tidak berani pindah karena diancam akan dianiaya, tindakan mereka sekaligus membuktikan bahwa ia sedang di dalam gereja yang tidak benar! Dan tindakan para pemimpin gereja demikian membuktikan mereka bukan murid Kristus yang cinta damai, melainkan murid orang-orang Farisi, atau murid para imam yang menyalibkan Yesus Kristus.

Bukankah orang-orang yang kita gembalakan adalah milik Tuhan, bukan milik kita? Bukankah mereka adalah domba Tuhan, bukan domba kita? Mengapa ada “pendeta” yang menuduh “pendeta” lain mencuri dombanya? Tidakkah “pendeta” yang kehilangan domba perlu merenung, siapa tahu kepergian dombanya adalah suatu teguran Tuhan agar ia melakukan introspeksi. Intinya, TIDAK ADA MURID TUHAN YANG MELAKUKAN KEKERASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN JEMAAT/UMAT.

Apalagi yang namanya menyerang orang yang sedang belajar Alkitab, atau sedang bernyanyi memuji Tuhan, itu adalah dosa yang sangat besar yang bukan terhadap manusia tetapi terhadap Tuhan. Karena ketika sekumpulan orang bernyanyi dan belajar firman Tuhan, itu adalah tubuh Tuhan. Siapapun yang menyerang mereka adalah menyerang tubuh Tuhan, atau menyerang TUHAN.

Yang lebih buruk lagi adalah orang Kristen yang memakai tangan pemerintah untuk menindas orang lain. Orang Kristen demikian perlu membaca ulang-ulang I Korintus 6:1. Pemerintah tidak berhak menentukan pengajaran yang ini salah dan yang itu benar.

Tugas pemerintah ialah menjaga, melindungi rakyat dari tindakan kejahatan. Jika saya percaya bahwa komputer saya adalah Tuhan, itu hak saya, dan tidak ada urusannya dengan orang lain. Dan jika saya memberitahukan orang lain dan orang itu juga mau ikut percaya bahwa komputer saya adalah Tuhan, itupun tidak ada urusan dengan pemerintah. Tetapi jika saya memukul orang, menipu uang orang, berbuat mesum, atau apapun yang bersifat pidana, barulah pemerintah berhak turun tangan.

Kebebasan mempercayai sesuatu, bahkan pindah gereja adalah HAK ASASI MANUSIA. ***

Sumber: PEDANG ROH Edisi 44 Tahun XI Juli-Agustus-September 2005

Selengkapnya...

Rangkuman Buku Da Vinci’s Code

Oleh: dr. Steven E. Liauw, M.Div.

Buku The Da Vinci’s Code karangan Dan Brown telah menjadi best-seller di Amerika, dan bahkan telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, salah satunya bahasa Indonesia. Apa yang membuat buku ini unik dibandingkan buku-buku best-seller lainnya adalah klaim-klaim yang terkandung di dalamnya, klaim-klaim bahwa ia menemukan fakta Yesus, gereja, dan Alkitab yang sesungguhnya. Dan Brown, walaupun mengaku sebagai orang percaya, justru dalam bukunya ini mengajarkan segala sesuatu yang bertentangan dengan sejarah dan kebenaran.

Pada sampul depan edisi terjemahan Indonesia, tercantum kata-kata “memukau nalar, mengguncang iman!” Penulis dan penerjemah buku ini justru merasa puas dan bangga bahwa karya mereka akan mengguncangkan iman banyak sekali orang Kristen awam yang mudah diombang-ambingkan oleh berbagai angin pengajaran. Oleh sebab itu, buku ini perlu untuk dicermati, bukan untuk dihayati, tetapi untuk dijawab dan dibuktikan kesalahannya. Review ini akan merangkum alur cerita dari buku The Da Vinci’s Code agar pembaca tidak perlu membaca buku ini bagi diri sendiri (dan memperkaya Dan Brown).

The Da Vinci’s Code adalah sebuah fiksi thriller dengan alur cerita yang memukau. Tetapi, walaupun menggunakan tokoh utama fiktif, tetapi Dan Brown mengklaim bahwa segala informasi sejarah yang terkandung dalam buku ini adalah akurat. Pada awal buku, pembaca langsung diperhadapkan dengan suatu adegan pembunuhan. Adalah Jacques Sauniere, seorang kurator terkenal yang dibunuh oleh seorang agen Opus Dei (salah satu organisasi Katolik) bernama Silas di dalam museum Louvre, Paris. Jacques Sauniere, walaupun terbunuh, adalah tokoh yang sentral dalam cerita ini, karena ia sebenarnya adalah mahaguru dari sebuah perkumpulan rahasia, yaitu Biarawan Sion.

Cerita berlanjut pada penyelidikan akan pembunuhan Sauniere. Adalah Kapten Fache, seorang kapten dari DCPJ (versi Perancis dari FBI) yang menangani kasus ini. Teka-teki dalam buku ini muncul karena Sauniere meninggalkan pesan berupa kode-kode yang mistik dan aneh sebelum dia meninggal, antara lain posisi tubuhnya yang telanjang bulat dan diatur serupa dengan gambar Virtruvian-man karya Da Vinci, gambar pentakel di pusarnya menggunakan darahnya sendiri, sebuah deret angka, dan dua kalimat anagram. Selain itu, Sauniere juga berpesan untuk mencari Robert Langdon, seorang ahli simbologi agama dari Harvard. Berdasarkan petunjuk tersebut, Fache langsung menetapkan Langdon sebagai tersangka utama dan mencoba untuk mengorek keterangan darinya dengan cara berpura-pura menanyakan pendapat Langdon tentang pesan-pesan yang ditinggalkan Sauniere. Tentu saja, Fache terlebih dahulu menghapus nama Langdon dari pesan tersebut.

Ketika Fache sedang sibuk memancing reaksi Langdon di area kejadian, tiba-tiba mereka diinterupsi oleh Sophie Neveu, wanita yang bekerja di bagian kriptologi dan yang juga adalah cucu dari Sauniere. Sophie yakin bahwa pesan-pesan yang ditinggalkan kakeknya adalah untuk dirinya, dan ia tahu bahwa Langdon sedang dijebak oleh Fache.

Oleh sebab itu, ia datang untuk menolong Langdon, sekaligus memecahkan pesan tersembunyi kakeknya dengan dibantu oleh Langdon. Setelah berhasil menipu Fache, ia dan Langdon melarikan diri sambil berusaha memecahkan rahasia tersebut.

Mereka berdua akhirnya mengetahui bahwa Sauniere adalah anggota dari kelompok rahasia Biarawan Sion. Biarawan Sion diklaim telah ada sejak satu milenium yang lalu dan bertugas menjaga rahasia yang sangat penting yang berkaitan dengan sejarah Yesus yang asli.

Menurut cerita, kelompok ini ditindas sepanjang zaman oleh gereja yang berkuasa karena mereka menjaga kebenaran yang amat ditakuti oleh gereja. Nah, kebenaran inilah yang ingin diteruskan oleh Sauniere kepada cucu perempuannya menjelang ajal hidupnya.

Bermodalkan kecepatan nalar Sophie yang sudah sering dilatih oleh kakeknya sewaktu kecil, dan juga pengetahuan Langdon akan simbol dan sejarah Biarawan Sion, keduanya memecahkan satu misteri demi misteri lainnya.

Sampai di sini, pembaca perlu mengetahui tentang Biarawan Sion yang sebenarnya. Sebenarnya, organisasi ini didirikan oleh Pierre Plantard dan tiga orang lain pada tahun 1954 dengan nama Priory of Sion. Klub ini bertujuan meningkatkan jumlah rumah berbiaya rendah di Perancis, dan bubar pada tahun 1957. Walau demikian, Plantard tetap mempertahankan nama klub tersebut. Ia lalu menciptakan serangkaian dokumen palsu yang membuktikan bahwa ada garis darah dari Maria Magdalena melalui raja-raja Perancis, sampai pada dirinya sendiri. Pada tahun 1993, Plantard diadili, dan dalam pengadilan Plantard mengakui bahwa seluruh ide Biarawan Sion adalah hasil ciptaannya sendiri.1

Mari kita kembali ke cerita fiksi. Sambil terus dikejar polisi, Sophie mendapatkan bahwa pesan-pesan kakeknya di museum membimbingnya kepada sebuah kunci. Kunci tersebut juga merujuk pada satu alamat yang ternyata adalah Bank Penyimpanan Zurich. Ternyata kunci itu adalah kunci salah satu rekening Bank. Kembali Sophie dan Langdon harus memutar otak dan mencari nomor rekeningnya. Tetapi ternyata nomor rekeningnya adalah deret angka Fibonacchi yang ditinggalkan Sauniere sebagai pesan di museum. Dan, setelah membuka kotak penyimpanan, Langdon dan Sophie menemukan sebuah cryptex (sebuah kotak penyimpan pesan rahasia dengan kode lima huruf). Rupanya rahasia yang disimpan oleh Sauniere ada di dalam cryptex tersebut.

Sambil semua ini terjadi, polisi berada tepat di belakang mereka, dan dengan giat berusaha menangkap keduanya. Sophie dan Langdon melarikan diri dari satu tempat ke tempat lain, bagaikan lolos dari lubang jarum. Akhirnya mereka memutuskan untuk melarikan diri ke rumah Sir Leigh Teabing, seorang bangsawan Inggris teman Langdon, sekaligus juga seorang yang menghabiskan hidupnya menyelidiki tentang Biarawan Sion.

Setelah bertemu dengan Teabing, pembaca mendapat penjelasan lebih lanjut tentang misteri yang sedang dikejar oleh Sophie dan Langdon. Rahasia yang dijaga oleh Biarawan Sion, ternyata adalah tentang Cawan Suci (Holy Grail), yaitu cawan yang dipakai oleh Yesus pada perjamuan terakhir. (Orang fundamental tidak peduli dengan hal-hal aneh seperti “Cawan Suci” yang sama sekali tidak memiliki nilai di mata orang lahir baru). Hanya saja, ternyata Cawan Suci bukanlah cawan sama sekali. Cawan itu hanyalah simbol.

Teabing lalu menjelaskan kepada Sophie, dengan didukung berbagai buku dan pesan-pesan tersembunyi dalam karya-karya Da Vinci, bahwa Cawan Suci sebenarnya adalah seorang perempuan, yaitu Maria Magdalena.

Teabing melanjutkan penjelasan bahwa Yesus yang asli tidaklah seperti yang diketahui luas saat ini. Yesus yang dikenal sekarang adalah hasil rekayasa gereja, dipimpin oleh Konstantine dalam konsili Nicea. Teabing bahkan menegaskan bahwa keilahian Yesus pun adalah doktrin baru yang disepakati berdasarkan voting pada konsili Nicea. Demikian pula pemilihan atas kitab-kitab yang dimasukkan dalam kanon Alkitab, semata-mata adalah pilihan gereja berdasarkan kesesuaian dengan doktrin yang dikembangkan gereja. Gereja digambarkan oleh Teabing sebagai organisasi patriarkis yang menindas kaum perempuan, menganggap seks kotor,dan membelenggu kebebasan berpikir. Oleh sebab itu, gereja berusaha untuk memendam kebenaran bahwa Yesus sebenarnya menikah dengan Maria Magdalena, dan memiliki seorang putri bernama Sarah. Sarah juga memiliki keturunan yang bahkan berlanjut hingga hari ini.

Gereja dikatakan memerangi konsep ini dan berusaha menghancurkannya. Oleh sebab itulah dibentuk Biarawan Sion, yaitu organisasi persaudaraan yang bersumpah untuk melindungi rahasia dan kebenaran tentang Cawan Suci beserta keturunan dari Maria Magdalena. Cawan Suci yang banyak dicari orang hari ini, diyakini akan memimpin kepada sisa-sisa tulang/jasad dari Maria Magdalena. Biarawan Sion berfokus pada penyembahan akan dewi suci yang dilambangkan oleh Maria Magdalena dan berada dalam diri tiap perempuan.

Penulis merasa perlu untuk menyela cerita pada saat ini dan memberikan fakta yang sebenarnya. Dan Brown sungguh tidak dapat membedakan khayalan dari kebenaran. Ia menegaskan bahwa sebelum konsili Nicea, orang Kristen sejati tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, dan bahwa keilahian Yesus ditetapkan melalui voting (yang cukup ketat menurut Teabing). Jebakan seperti ini hanyalah untuk orang-orang yang sama sekali tidak tahu sejarah dan yang memang sudah anti-kristen. Perpustakaan umum terbuka lebar bagi siapa saja untuk memeriksa ratusan karya tulis bapa-bapa gereja sebelum Nicea yang menegaskan bahwa mereka percaya akan keilahian Yesus (antara lain Clement, Justin Martyr, Eusebius, dll).

Tudingan Teabing (Dan Brown maksudnya) bahwa Alkitab ditentukan saat Nicea juga konyol. Dalam setiap konsili, keputusan yang diambil hanyalah mencerminkan apa yang telah dipercaya oleh khalayak ramai saat itu,bukan suatu keputusan arbiter. Jauh sebelum Nicea, jemaat mula-mula telah menerima 27 kitab PB sebagai firman Tuhan dan menolak yang lainnya atas bimbingan Roh Kudus. Bahwa Yesus mengawini Maria Magdalena adalah fantasi yang tak dapat dibuktikan sama sekali. “Kode-kode” Da Vinci adalah hasil imajinasi yang hebat, dan tidak ada bukti bahwa Da Vinci bermaksud menaruh kode-kode pada karyanya.

Fiksi tetaplah fiksi, dan mari kita lanjutkan pembahasan tentang fiksinya Dan Brown.

Setelah Teabing menyelesaikan penjelasan yang panjang lebar, tiba-tiba Silas (pembunuh Sauniere) muncul untuk merebut cryptex. Walaupun Silas akhirnya berhasil dilumpuhkan,datang pula polisi Perancis yang telah berhasil melacak Langdon ke rumah Teabing. Mereka pun terpaksa lari. Beruntung, Teabing adalah seorang yang berkuasa dan kaya, sehingga mereka lari ke Inggris menggunakan jet pribadi Teabing. Di dalam perjalanan, ketiganya berhasil memecahkan sandi cryptex yang ternyata adalah SOFIA, atau bentuk lain dari nama Sophie. Tetapi, mereka sungguh terkejut, karena ternyata cyptex itu berisi cryptex yang kedua, juga dengan kode lima huruf.

Petunjuk berikutnya membawa mereka ke sebuah gereja di London, di mana mereka mencari sebuah makam yang akan memberikan kata kunci untuk cryptex yang kedua ini. Pada saat ini, Silas yang telah mereka ikat dan bawa, ternyata dibebaskan oleh pembantu Teabing yang ternyata berkomplot. Di bawah todongan pistol, cryptex direbut oleh Silas, dan Teabing di bawa sebagai sandera.

Sophie dan Langdon merasa sangat putus asa, tetapi mereka mencari cara untuk menolong Teabing. Mereka meneliti di perpustakaan dan mendapatkan petunjuk lokasi makam yang mereka cari tersebut.

Ketika sampai di makam tersebut, mereka akhirnya sangat terkejut ketika mendapatkan bahwa Teabing menodongkan senjata pada mereka. Ternyata Teabing adalah otak dibalik semua pembunuhan yang terjadi. Teabing kesal dengan para Biarawan, karena menganggap mereka telah dibeli oleh Gereja dan tidak berani mengungkapkan kebenaran Cawan Suci. Itulah sebabnya ia mempergunakan Silas untuk membunuh Sauniere, yaitu untuk mencari sendiri Cawan Suci dan membeberkannya pada dunia.

Teabing berusaha untuk membujuk Langdon agar mau bekerja sama dengannya. Ia menyerahkan cryptex pada Langdon dengan harapan Langdon dapat menemukan sandi yang tepat. Namun, karena Sophie dan Langdon enggan bekerja sama, Teabing memutuskan untuk menembak mereka. Pada saat itulah Langdon melempar cryptex ke udara. Teabing, yang telah mengabdikan hidup mencari Cawan Suci tidak dapat membiarkan cryptex hancur, sehingga ia membuang pistolnya untuk menyelamatkan cryptex.

Namun, tanpa dapat dicegah, cryptex toh hancur juga. Teabing merasa putus asa, tetapi ternyata Langdon telah berhasil membuka sandi, dan dengan diam-diam telah mengeluarkan isi cryptex. Rahasia kuno itu masih ada! Setelah Teabing akhirnya ditangkap, Langdon dan Sophie yang kini tidak lagi dikejar polisi meneruskan pencarian mereka dengan damai.

Mereka pergi ke sebuah gereja Roslin. Ternyata di sana mereka bertemu dengan nenek Sophie yang dikira sudah meninggal, dan juga adik laki-laki Sophie. Setelah menggabungkan cerita, ternyata Sophie sendiri adalah keturunan langsung dari Yesus dan Maria Magdalena, sehingga ia dilindungi.

Ketika orang tuanya meninggal dalam kecelakaan yang mencurigakan, kakek dan nenek Sophie berpencar dan masing-masing membesarkan satu orang cucu. Hal ini dilakukan demi keamanan. Pada akhir cerita, Langdon kembali ke Paris karena tidak menemukan Cawan Suci di Roslin. Namun, ia tiba-tiba ingat kembali akan salah satu petunjuk Sauniere, dan akhirnya meyakini bahwa tulang-tulang Maria Magdalena disembunyikan di Paris, dekat museum Louvre itu sendiri.***

1 James L. Garlow dan Peter Jones, Cracking Da Vinci’s Code (Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer, 2005), hal. 114-117.

Sumber: PEDANG ROH Edisi 44 Tahun XI Juli-Agustus-September 2005

Selengkapnya...

MEREKA MENYESATKAN DAN DISESATKAN

sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan. II Tim 3:13

Rasul Paulus pada kalimat-kalimat sebelum yang kita kutip di atas, menyatakan bahwa perjuangannya dalam memberitakan kebenaran sungguh berat. Ia telah dianiaya di Antiokhia, Ikonium dan di Listra yang dirasakan juga oleh Timotius. Pada ayat ke-12 ia menyimpulkan bahwa orang yang benar-benar hidup beribadah akan menderita aniaya. Alasannya adalah karena orang jahat akan semakin jahat, dan mereka akan saling menyesatkan.

Penyesatan Merajarela

Berita yang paling baru, majalah Tempo, 3 Juli 2005 halaman 58, dengan judul Gereja Nyaris Bertauhid, mengisahkan Pendeta Robert P. Walean, Sr. yang mengajarkan “Islam Hanif” kepada jemaat Advent, sehingga menyebabkan prokontra di kalangan Jemaat bahkan pendeta Gereja Advent.

Dan Brown menulis novel yang berjudul The Da Vinci’s Code untuk menghujat Tuhan dengan cerita novel isapan jempol bahwa Yesus telah menghamili Maria Magdalena sebelum penyaliban, dan akhirnya Maria Magdalena melahirkan anak di Prancis Selatan.

Sementara itu Jurnal Theologi dan Gereja, Penuntun (Paidagogos), yang diterbitkan oleh GKI JAWA BARAT, pada Vol.5 No.19, 2003, pada makalah Kristen Fundamentalis dan Masa Depan Hubungan antar Agama, oleh Martin Hartono Sutedja, S.Th., bukan hanya menyerang kaum Kristen Fundamentalis, namun sesungguhnya menyerang Alkitab.

Terlebih lagi dalam artikel Klaim Palsu dan Sikap Eksklusif Fundamentalis-Injili: Suatu Ancaman bagi Masa Depan Hubungan antarAgama, oleh Adji Ali Sugito, S.Th., yang telah terang-terang menyatakan bahwa, “Alkitab bukanlah Firman Allah yang setiap kata-kata atau pemikirannya harus ditaati secara mutlak oleh manusia di sepanjang zaman.”(Hal.263).

Lebih mengagetkan lagi, seorang pengikut Saksi Yehova datang ke kantor penulis untuk berargumentasi bahwa Yesus bukanlah Allah. Ketika dihadapkan kepadanya beberapa ayat yang telah terang-terangan menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Allah (1 Yoh.5:20, Fil.2:6,Yoh.1:1-3), yang bersangkutan dengan enteng mengeluarkan Alkitabnya dan membacakan ayat-ayat tersebut yang ternyata bunyinya berbeda dari Alkitab penulis. Rupanya Alkitabnya adalah terjemahan dan terbitan kelompok mereka sendiri. Sungguh mengagetkan!

Belum lagi kita hadapi gereja-gereja yang penyimpangannya tidak sejauh kondisi tersebut di atas, namun telah kehilangan “cahaya” dan rasa “asin”nya karena sikap kompromi terhadap arus penyesatan zaman ini.

Segala macam racun yang diciptakan untuk membinasakan jiwa ke Neraka, telah tersebar ke seluruh muka bumi dengan gampang melalui media cetak maupun visual yang sangat canggih di zaman ini. Dari jenis yang terlihat sangat ilmiah (kaum Liberal [National Geography Society]) hingga yang sangat mistik (kaum Kharismatik). Akhirnya seorang patut bertanya, apakah yang disebut Kristen sejati, dan apakah komentar Kristen sejati atas semua ini?

Identifikasi Masalah

Robert P. Walean berdasarkan satu ayat saja, yaitu Yesaya 60:7 yang berbunyi, “Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.” Berdasarkan ayat ini Robert yakin bahwa orang Islam adalah golongan yang diterima Tuhan, karena orang Kedar di situ menunjuk pada bangsa Arab.

Kemudian ia mengkombinasikan dengan ayat Al-Quran surat An-Nahl ayat 123, yang berbunyi, “kemudian kami wahyukan kepadamu, ikutlah agama Ibrahami secara hanif.” Dari satu ayat Alkitab dan satu ayat Al-Quran Robert mendirikan “Islam Hanif” yang hari sucinya adalah hari Sabtu sesuai dengan keyakinan Gereja Advent.

Bayangkan, tanpa sekolah theologi, atau tidak pernah belajar tentang sistem penafsiran Alkitab yang benar, setelah bangkrut sebagai exportir furniture, demikian kata Tempo, ia mendirikan sebuah aliran campuran Islam-Kristen, dan sudah ada 500 orang pengikut atau anggota jemaat.

Di luar negeri, Dan Brown, menulis sebuah novel yang berjudul The Da Vinci’s Code. Ia telah menulis berdasarkan kode lukisan Leonardo Da Vinci yang hidup antara tahun 1452-1519 bahwa Yesus Kristus menghamili Maria Magdalena, dan memiliki keturunan yang hidup hingga kini. (Rangkuman bukunya ada di halaman 5)

Yang konyol adalah, sekalipun berbentuk novel dan dengan nama-nama samaran, ternyata banyak orang mempercayainya sehingga buku tersebut telah laku jutaan copy. Sehingga pada Jumat malam, tanggal 1 Juli 2005, Channel TV National Geography membahas buku ini dengan mewawancarai berbagai pribadi. Seorang Pastor ditanya apakah ia bisa percaya bahwa Yesus memiliki keturunan yang hidup hingga kini, ia menjawab “saya tidak tahu.”

Bukan hanya buku The Da Vinci’s Code ini, bahkan The Last Temptation juga menceritakan tentang hal yang hampir sama. Juga ada sebuah buku yang ditulis oleh Holger Kersten yang berjudul Jesus Lived in India, dan kita harus bersiap-siap mendengar munculnya buku lain yang mungkin lebih berani dengan isi yang lebih kontroversial lagi.

Sementara itu GKI Jawa Barat menerbitkan artikel yang menyatakan bahwa Alkitab bukan catatan firman Allah yang akurat yang patut dipercayai seluruh pernyataannya.

Bahkan, digambarkan bahwa keakuratannya jauh lebih tidak bisa dipercayai jika dibandingkan dengan laporan para wartawan masa kini.

Dimanakah letak kepala semua benang kusut ini sesungguhnya? Jawabnya, ketika orang Kristen tidak tahu dasar imannya, dan ketika orang Kristen menghancurkan dasar imannya, atau ketika orang-orang Kristen duduk di ujung dahan sambil memotong pangkal dahannya, maka kalau bukan dungu, ia adalah antek-antek iblis yang disusupkan ke dalam kekristenan.

Diagnosa Penyebab Penyesatan

Pemazmur dalam Mzm.11:3 menyatakan sebuah kebenaran yang sangat hakiki, katanya, “apabila dasar-dasar dihancurkan, apakah yang dapat dibuat oleh orang benar itu?” Sebelumnya di ayat dua pemazmur mengajak melihat tingkah orang fasik (ungodly), mereka memasang anak panah untuk memanah orang yang tulus hati di tempat gelap. Iblis sedang membidik manusia-manusia di dunia dengan segala jenis “anak panah” untuk menghancurkan iman kekristenan.

Sasaran yang paling utama untuk dihancurkan ialah DASAR-DASAR (foundations) kekristenan itu sendiri. Jika fondasi kekristenan berhasil dihancurkan, maka tidak ada lagi yang bisa dipertahankan. Daripada menyesatkan secara individu, tentu jauh lebih menguntungkan bagi iblis untuk menghancurkan dasar-dasarnya. Jika ia berhasil menghancurkan dasar-dasar kekristenan, maka Injil yang diberitakan pun tidak ada arti lagi.

Ketika Alkitab tidak dihormati, maka Injil tidak perlu diberitakan lagi. Kalau Alkitab bukan firman Allah yang tiap-tiap katanya harus diimani dan dipatuhi maka berarti dasar kekristenan telah dihancurkan. Semua buku theologi yang pernah ditulis adalah bohong jika Alkitab bukan firman Allah yang tidak ada salah. Sebab kalau Alkitab adalah catatan atau refleksi religius belaka maka ia tidak memiliki otoritas untuk dipatuhi.

Kalau Alkitab kehilangan otoritas maka tentu Yohanes 14:6 juga kehilangan otoritas sehingga Yesus akan menjadi salah satu juruselamat, bukan satu-satunya Juruselamat. Padahal baik ayat Yoh.14:6, maupun Kis.4:12, jelas-jelas menegaskan absolutisme bahwa HANYA Yesus SAJA satu-satunya Juruselamat. Siapapun yang tidak bertobat dan percaya kepada Yesus sebagai Juruselamatnya, akan mati dan binasa di Neraka. Atas dasar inilah maka Injil harus diberitakan kepada umat agama lain. Tindakan ini bukan kristenisasi, melainkan sebuah rescue mission. Bagi yang percaya pada Alkitab, dan yang mengaminkan bahwa di bawah kolong langit ini tidak ada keselamatan pada nama lain selain nama Yesus, pemberitaan Injil adalah sebuah tindakan terpuji dan penuh kasih atau sebuah rescue mission.

Tetapi sebaliknya ketika seseorang tidak menjunjung tinggi Alkitab, melainkan menganggap Alkitab sekedar tulisan refleksi iman para murid Tuhan, dan melihat ada kebenaran ilahi pada kitab-kitab suci lain, maka otomatis yang bersangkutan akan melihat Yesus hanya SALAH SATU juruselamat, bukan satu-satunya juruselamat. Kalau Yesus sekedar salah satu Juruselamat, dan umat agama lain bisa masuk Sorga tanpa melalui Yesus Kritus, maka tidak perlu ada usaha penginjilan. David Livingstone, Hudson Taylor, William Carey, Adoniram Judson semuanya adalah orang bodoh yang telah menjerumuskan hidupnya untuk pekerjaan yang tidak perlu.

Betulkah umat Islam bisa masuk Sorga tanpa bertobat dan percaya Yesus? Betulkah orang bisa mengikuti ajaran Khong Hu Cu dan bisa masukSorga? Betulkah orang berpantang makan daging dan bertapa untuk mengosongkan diri bisa masuk Sorga? Kalau betul, maka tidak perlu pemberitaan Injil. Kalau betul maka perintah Yesus Kristus dalam Mark.16:15 “pergilah ke seluruh dunia, dan beritakan Injil,” serta “menjadi saksiku di Yerusalem dan diseluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi,” adalah perintah konyol yang tidak perlu.

Sesungguhnya semua penyesatan dalam kekristenan bisa muncul, penyebab utamanya ialah penghormatan terhadap Alkitab yang menurun. Kelompok Saksi Yehova berani merubah arti ayat sesuai dengan kemauan mereka adalah karena mereka tidak takut pada ancaman dalam Wahyu 22:18-19.

Dimanakah Sumber Otoritas Alkitab?

Kitab Perjanjian Lama, 39 kitab, yang terdiri dari tiga kelompok kitab (Torah, Nabium, dan Ketubim), adalah firman Allah yang diturunkan oleh : 1. Tradisi Yahudi dengan penuh hormat. Mereka adalah orang yang sangat menghormati Allah dan firmanNya. Dalam penyalinan ulang, ketika hendak menulis kata YHWH mereka mencuci tangan terlebih dulu. Seandainya teks PL dipelihara Martin Hartono Sutedja,S.Th.,atau Adji Ali Sugito, S.Th., maka sudah pasti akan banyak berubah. Semua 2. penulis kitab PB mengutip kitab-kitab PL dan terang-terangan menyatakannya firman Allah, bukan catatan refleksi iman para penulisnya. Dan yang terutama adalah 3. pernyataan Yesus Kristus bahwa ketiga kelompok kitab tersebut menulis tentang Dia (Luk.24:44), yang mengandung arti bahwa kitab-kitab itu adalah petunjuk dari Allah tentang Sang Mesias.

Berdasarkan sekurang-kurangnya tiga alasan tersebut di atas maka kitab PL tidak diragukan sedikit pun adalah firman Allah yang tidak ada salah. Di dalamnya terdapat petunjuk tentang ibadah simbolik, sejarah, pengajaran moral, nubuat tentang Mesias dan hal-hal lain di depan, bahkan berbagai aturan khusus untuk bangsa Yahudi sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran untuk periode waktu dari Taurat diturunkan hingga Yohanes tampil (Luk.16:16, Mat.11:13-14).

Karena di dalamnya terdapat berbagai hal tersebut di atas, maka untuk orang Kristen periode sesudah Yohanes tampil hingga hari pengangkatan (Rapture), harus dapat membedakan antara perintah-perintah untuk bangsa Yahudi yang berhenti hingga Yohanes tampil dengan perintah moral yang berlaku sepanjang masa. Hukum-hukum (KUHPer) yang Tuhan berikan untuk menertibkan bangsa Yahudi dan banyak aturan ibadah simbolik hanya berlaku hingga Yohanes tampil.

Sementara itu orang Kristen harus dapat memilah perintah-perintah yang bersifat kekal, misalnya item-item sepuluh hukum kecuali hukum keempat yaitu penghormatan hari Sabat yang adalah simbol menghormati Allah yang telah digenapi oleh Tuhan Yesus karena kita tidak lagi beribadah dalam simbolik melainkan dalam hakekat (Mat.12:1-8, Mrk.2:28, Luk.6:5). Para Rasul kemudian beribadah bukan pada hari Sabtu melainkan pada hari Minggu (Kis.20:7, I Kor.16:2).

Kitab PL diterima sebagai firman Tuhan dan umat Kriten yang adalah tiang penopang dan dasar kebenaran periode (Yohanes Tampil hingga rapture [Mat.11:13-14, Luk.16:16 bandingkan dengan I Tim.3:15]). Kitab PL bagi orang Kristen adalah dasar latar belakang tentang Mesias. Jika tanpa kitab PL, lalu tiba-tiba anak Yusuf dan Maria menyebut dirinya Juruselamat, itukan membingungkan. Kita tahu bahwa kita tidak perlu menyunat anak kita pada hari kedelapan karena itu adalah perintah Tuhan kepada Abraham untuk keturunan sebagai tanda kontrak bahwa mereka akan menjadi bangsa tiang penopang dan dasar kebenaran hingga Sang Juruselamat tiba. Sistem penafsiran Alkitab yang benar akan memperlihatkan hubungan antara PL dan PB yang indah dan harmonis.

Kitab-kitab PB diterima sebagai firman Tuhan sama sekali bukan melalui persidangan Nicea, melainkan karena jemaat-jemaat mula mula tahu bahwa tulisan tersebut: 1. ditulis langsung oleh Rasul, dan yang 2. di-back up oleh Rasul, serta yang 3. di-proofread atau beredar selagi Rasul masih hidup adalah firman Allah. Ke-27 kitab PB yang di tangan kita telah memenuhi salah satu dari ketiga syarat di atas. Karena iblis tahu tiga syarat tersebut sangat penting, maka ia memakai theolog Liberal untuk mengutak-atik kitab-kitab PB melalui higher-criticism. Mereka berkata bahwa Injil Matius bukan Rasul Matius yang tulis, dan Surat Timotius bukan tulisan Rasul Paulus, yang tujuan kesemuanya adalah untuk membuat tulisan-tulisan tersebut tidak memenuhi syarat tersebut di atas. Mereka selalu membuat teori bahwa kitab tertentu ditulis pada abad ke-2 bahkan ke-3 agar terkesan tulisan itu dibuat sesudah tidak ada kehadiran Rasul lagi.

Kitab PL adalah kesaksian para Nabi yang adalah firman Allah untuk menuntun manusia mengenal Sang Mesias (Juruselamat) yang dijanjikan. Kesaksiannya lebih penting daripada kesaksian manusia yang mati dan hidup lagi (Luk.16:19-31).Dan kitab-kitab PB adalahkesaksian paraRasul,yang adalah saksi mata atas segala yang diperbuat Yesus. Jelas orang pintar lebih percaya kepada Rasul Petrus yang mengatakan bahwa Yesus tidak berdosa sama sekali (I Pet.2:22) daripada kepada Dan Brown. Hanya orang bodoh yang lebih percaya pada Dan Brown yang telah menjadi kaya raya dari novel hasil fantasinya.

Sementara itu Leonardo Da Vinci yang hidup pada abad-15, bahkan tidak pernah melihat wajah Yesus maupun wajah Maria Magdalena. Semua lukisannya adalah hasil imajinasi fantasinya. Orang Kristen fundamentalis tidak terpengaruh sedikit pun oleh fantasi konyol dan cerita bohong Dan Brown.

Kekokohan Fondasi Kekristenan

Ketika proses pewahyuan sampai kitab Wahyu pasal terakhir ayat terakhir, maka Allah tidak menurunkan wahyu lagi. Jadi, yang disebut firman Allah hanyalah 66 kitab yang ada dalam Alkitab, dimana 39 kitab PL kita diwarisi dari bangsa Yahudi, dan 27 kitab PB adalah kesaksian dan pengajaran para Rasul. Oleh sebab itu fondasi kekristenan yang paling dasar adalah tulisan para Nabi dan para Rasul yang hanya terdapat dalam Alkitab.

Jika semua orang Kristen faham akan kebenaran hakiki ini dan menolak keberadaan nabi manapun yang datang kemudian, maka penyesatan pasti akan jauh berkurang dan Injil lebih gampang diberitakan.

Untuk meyakinkan manusia bahwa seseorang itu Nabi yang berbicara atas nama Allah, mereka para Nabi mengatakan sesuatu sebelum hal tersebut terjadi. Inilah yang disebut bernubuat, artinya memberitahukan hal yang akan terjadi di masa depan. Belakangan ini banyak nabi palsu menubuatkan pada pemilu yang lalu bahwa Megawati akan jagi presiden lagi, bahkan Ruyandi Hutasoit akan jadi presiden dan lain sebagainya.

Munculnya orang-orang yang menyebut dirinya nabi sesudah pewahyuan selesai adalah program iblis untuk membuat para Nabi penulis Alkitab menjadi kehilangan kekhususan. Sebab kalau si Rudi yang minggu lalu bernubuat adalah nabi, apa bedanya ia dengan Musa dan Yesaya? Kalau si Amat yang bernubuat dan menulis buku menyebut dirinya nabi, maka apa bedanya isi kitab Daniel dengan isi buku Amat? Oleh sebab itu sesudah pewahyuan berhenti, maka tidak ada seorang pun boleh dipercayai sebagai nabi. Untuk kebenaran ini tidak boleh ada kompromi sedikit pun.

Lalu bagaimana dengan Rasul? Tuhan Yesus sendiri menetapkan 12 murid yang disebut Rasul, dan ketika Yudas tersingkir dipilihlah seorang yang syaratnya bersama-sama dengan rombongan sejak baptisan Yohanes. Mengapakah Tuhan Yesus menetapkan 12 orang sebagai Rasul? Karena Tuhan tahu bahwa nanti akan muncul orang seperti Dan Brown, Holger Kersten, dan mungkin akan ada lagi yang mengarang cerita sesuai dengan daya fantasi mereka. Murid-murid Tuhan sepanjang masa harus tahu bahwa orang bisa mengarang cerita apa saja tentang kehidupan Yesus, tetapi yang benar adalah yang diceritakan oleh 12 RasulNya yang hidup bersamanya siang malam selama tiga setengah tahun.

Orang bisa mengarang cerita bahwa Yesus merampok, mengawini Maria Magdalena, atau membunuh orang Farisi atau apa saja. Tetapi semua itu jangan dipercaya, karena mereka tidak bersama-sama Tuhan Yesus sehari 24 jam seperti kedua belas RasulNya.

Mengapa kita tidak terima Injil apokripa seperti Injil Petrus, Injil Thomas, Injil Barnabas dll.? Jawabnya adalah semua kitab itu muncul setelah Petrus tidak ada, setelah Thomas tidak ada dan setelah Barnabas tidak ada. Siapakah yang bisa tahu bahwa itu betul tulisan Barnabas? Sedangkan empat Injil dan surat-surat yang ada dalam kitab PB kita adalah kitab-kitab yang beredar selagi Rasul Yohanes masih hidup (sebelum tahun 95 AD).

Rasul Paulus dipanggil Kristus menjadi Rasul dan telah diterima oleh semua Rasul lain sebagaimana pernyataan Rasul Petrus (II Pet.315-16). Iabukan dipanggil untuk menulis riwayat hidup Yesus tetapi dipanggil untuk mengajarkan dan menuliskan konsep theologi Perjanjian Baru yang berbeda dengan konsep theologi Perjanjian Lama. Konsep theologi PL bersifat ibadah simbolik sedangkan konsep theologi PB bersifat ibadah hakekat (dalam roh dan kebenaran).

Jadi, iblis memakai theolog Liberal untuk menghancurkan Alkitab dari segi tipuan intelektual yang ujungnya memberi kesan bahwa Alkitab bukanlah firman Allah yang patut dipercayai apalagi dipatuhi setiap katanya. Di sisi lain ia memakai “pebisnis” rohani kalangan kharismatik untuk bernubuat palsu dan berbahasa lidah palsu untuk mengesankan bahwa zaman sekarang masih ada nabi dan rasul. Dengan berbuat demikian mereka menurunkan derajat para Rasul asli. Sebab, kalau si Toni bisa bernubuat berarti posisinya sama dengan Petrus dong! Kalau di Ani berbahasa lidah maka berarti jika bahasa lidahnya diterjemahkan maka itu adalah firman Allah yang sama tingkatannya dengan isi Alkitab dong!

Jika hari ini ada nabi dan rasul, maka dimanakah keistimewaan para Nabi Perjanjian Lama, dan dimanakah keistimewaan para Rasul yang menulis kitab Perjanjian Baru?

Lihatkah pembaca alasan iblis memunculkan nabi palsu dan rasul palsu? Tujuan utama semua itu adalah agar Alkitab kehilangan keistimewaannya, agar Alkitab kehilangan otoritasnya di hati manusia. Orang Kristen alkitabiah harus dengan tegas berkata bahwa sesudah pewahyuan kitab Wahyu pasal terakhir dan ayat terakhir, Allah tidak menurunkan wahyu lagi. Dan sejak saat itu Allah tidak mengangkat orang menjadi Nabi atau Rasul. Dan tentu Allah tidak menurunkan wahyu untuk dinubuatkan lagi.

Lihatkah pembaca bagaimana cara iblis menurunkan otoritas Alkitab? Dalam buku Behind the Scenes: The True Face of the Fake Healers, Yves A. Brault menulis bahwa suatu ketika di depan penonton TBN, Benny Hinn ditanya oleh reporter tentang banyak nubuatannya yang tidak akurat, ia menjawab bahwa sama seperti para Nabi dan para Rasul ia juga manusia yang bisa salah. Ia menaikkan derajatnya dengan cara menurunkan derajat para Nabi dan para Rasul. Padahal Tuhan telah mengatakan dalam Ulangan 18:17-18, kalau ada orang menyebut dirinya nabi dan bernubuat dan ternyata nubuatannya tidak terjadi, maka ia pasti bukan nabi dari Tuhan. Pada zaman itu demi sacral-society Tuhan perintahkan orang tersebut dirajam.

Untuk menunjukkan bahwa semua omongan dan tulisan Nabi dan Rasul tidak akan salah karena diilhamkan Allah, mereka diberi kuasa melakukanmujizat(IIKor.12:12). Oleh sebab itu, selain Nabidan Rasul tidak ada orang yang mendapat kuasa melakukan mujizat dari Allah. Yves A. Brault, orang yang telah mengikuti Benny Hinn bertahun-tahun mengungkapkan tipu muslihat dibalik setiap orang yang diklaim telah disembuhkan.

Tuhan sengaja memberikan kuasa kepada Rasul Paulus, bahkan sapu tangannya, bisa menyembuhkan orang. Dan Tuhan memberikan kuasa kepada Petrus, bahkan bayangannya bisa menyembuhkan orang. Untuk apakah semuanya itu? Agar Paulus dan Petrus jadi keren? Bukan! Melainkan untuk membuktikan bahwa kesaksian dan pengajaran mereka dari Tuhan. Tulisan mereka bukan sekedar refleksi iman, melainkan firman Allah. Kalau firman Allah, sudah pasti tidak ada salah, karena Allah mahabenar dan Allah sempurna.

Kalau Allah sanggup menciptakan langit dan bumi, tidak sanggupkah Ia menuliskan sebuah kitab yang tidak ada salah? Demi memenuhi kebutuhan akal sehat manusia yang diciptakanNya, Allah sengaja memakai lebih dari satu orang menuliskan hal-hal yang bersifat sejarah. Allah tentu tahu bahwa akan ada perbedaan hal-hal kecil antara penulis yang satu dengan yang lain, yang bukan kesalahan melainkan perbedaan penekanan. Jika hanya satu koran saja yang menulis sebuah peristiwa, jelas tidak akan ada pertentangan. Tetapi kalau lima-enam koran yang menulis peristiwa yang sama, walaupun ada perbedaan detail, masyarakat puas dengan perbedaan-perbedaan karena itu melengkapi pengetahuan mereka. Apa yang kurang mendapat perhatian oleh wartawan yang satu ternyata menjadi perhatian wartawan lain.

Kalau semua koran itu dibaca dua ribu tahun ke depan, tentu akan ada masalah. Tetapi jelas bahwa para wartawan telah menulis dengan jujur. Apalagi para Rasul yang telah mati bagi tulisan mereka dan dipimpin Roh Kudus.

Lalu, bagaimana dengan kesalahan-kesalahan yang ditunjuk Adji Ali Sutedja, S.Th.? Sikap yang terlalu cepat menyalahkan Alkitab adalah sikap SOMBONG yang menganggap diri lebih tahu dari Allah, atau menganggap diri mahahadir dan mahatahu. Kalau hari ini di Suara Pembaruan menulis mahasiswa pada tanggal 1 Agustus 2005 berdemonstrasi menuntut penyelesaian kasus Bulog-gate lalu koran Kompas menulis 1 Agustus 2005 mahasiswa berdemonstrasi menuntut penyelesaian kasus Akbar Tanjung, dan kedua koran itu dibaca oleh orang-orang pada tahun 4000 masehi, lalu berkata bahwa wartawan Suara Pembaruan dan wartawan Kompas ngaco, sangat tidak akurat, dan berbagai penilaian negatif, maka itu masih tidak apa-apa. Tetapi jika menyangkut firman Allah, jelas ada resikonya di hadapan Allah. Sering kali seseorang yang tidak sanggup memahami cerita yang seolah-olah kontradiksi dengan pikirannya yang cetek, daripada rendah hati mengaku belum mampu atau masih perlu waktu untuk menyelidikinya, malah lebih memilih menyalahkan penulis Alkitab yang jujur, bahkan diilhamkan oleh Roh Kudus. Ini kesombongan yang bisa menuntun dirinya dan orang lain ke Neraka.

Kesimpulan

Ketika catatan para Rasul yang bersama-sama Tuhan Yesus 24 jam sehari-semalam direndahkan, terlebih lagi ketika kitab yang diilhamkan Allah untuk menyelamatkan manusia dari hukuman dosa diremehkan, dan ketika theolog Liberal menyerang Alkitab dengan alasan mencari kebenaran, lebih-lebih lagi para “dukun rohani” seperti Benny Hinn cs meninggikan diri dengan cara merendahkan posisi penulis Alkitab, maka novel hasil imajinasi Dan Brown akan laris keras sehingga dalam sekejap ia menjadi kaya-raya. Robert P. Walean bisa menyimpulkan seluruh kebenaran Alkitab hanya dengan satu ayat tanpa perlu konfirmasi dari ayat-ayat lain Alkitab, adalah lintasan keanehan-keanehan yang menyentakkan.

Ketika firman Allah dinetralisir menjadi tulisan umum, ketika satu-satunya firman Allah menjadi salah satu firman Allah, dan ketika di muka bumi ini tidak ada satu kitab yang betul-betul diyakini firman Allah, maka fondasi untuk mendapatkan kebenaran lenyaplah sudah. Ketika Alkitab berhasil dilencengkan maka Iblis telah berhasil menghancurkan dasar atau fondasi kekristenan, bukan hanya di hati orang-orang yang fasik (ungodly) namun juga di hati kalangan orang Kristen bahkan theolog, terutama yang mencari makan dengan Alkitab. Pada saat dunia tiba pada kondiri tidak ada standar kebenaran, nilai kesaksian para Nabi dan para Rasul dinihilkan, maka perkataan Rasul Paulus sangat tepat dan nyata, bahwa orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.

Akhirnya kita patut berseru seperti seruan pemazmur, “tolonglah kiranya, Tuhan, sebab orang saleh telah habis, telah lenyap orang-orang yang setia dari antara anak-anak manusia” atau dalam bahasa Inggrisnya “Help, LORD; for the godly man ceaseth; for the faithful fail from among the children of men” (Mzm.12:2).

Sumber: PEDANG ROH Edisi 44 Tahun XI Juli-Agustus-September 2005

Selengkapnya...

ORANG KRISTEN TIDAK PERLU IJIN TEMPAT IBADAH

Orang Kristen alkitabiah menyembah dengan hati, secara rohani, dan dalam kebenaran. Bukan menyembah Tuhan dengan badan melainkan dengan hati, dan tanpa dibatasi waktu, tempat maupun postur tubuh. Jadi, orang Kristen alkitabiah tidak membutuhkan tempat ibadah.

Penyembahan orang Kristen alkitabiah adalah dari sikap hatinya setiap waktu. Ia tidak membutuhkan tempat khusus, waktu khusus dan cara khusus. Jadi, tidak membutuhkan tempat ibadah! Itulah sebabnya tidak dibutuhkan ijin tempat ibadah!

Yang biasa dilakukan hari Minggu itu seharusnya disebut “acara pertemuan jemaat” yang diisi dengan acara bernyanyi, mempelajari Alkitab, dan berdoa. Sekali lagi kita menyembah Tuhan dengan hati bukan dengan badan. Bagi mereka yang menyembah Tuhan dengan badan, sangat memerlukan tempat ibadah sedangkan kita tidak!

Sebagaimana orang bebas berkumpul untuk pernikahan, arisan, reuni, hajatan, syukuran, lalu apa alasannya orang Kristen tidak boleh berkumpul untuk bernyanyi dan belajar Alkitab?

Berkembangnya konsep rumah ibadah, dan diperlukannya ijin tempat ibadah adalah penerapan konsep Islam terhadap kekristenan. Dan celakanya itu diiyakan oleh pemimpin Kristen yang buta kebenaran. Kita bukan hanya tidak membutuhkan ijin tempat ibadah, bahkan tidak membutuhkan tempat ibadah, karena ibadah kita tanpa dibatasi tempat, waktu, dan postur tubuh!

Pedang Roh 54 Edisi LIV Tahun XIII Januari-Februari-Maret 2008
Selengkapnya...

Berita Mingguan 21 November 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

LEE STROBEL BERASOSIASI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG BERBAHAYA
Lee Strobel, penulis terkenal akan beberapa buku apologetika yang dipakai luas, termasuk The Case for Christ, adalah seorang "injili," dan asosiasinya dengan penyesat-penyesat memberikan peringatan yang nyaring. Pada bulan Januari 2010 ia dijadwalkan untuk berbicara di konferensi Break Forth di Kanada bersama dengan William Paul Young, penulis dari buku The Shack, dan Leonard Sweet, seorang perenung New Age. Lighthouse Trails mengobservasi, "[Walaupun banyak orang mengagumi karya Strobel di masa lampau,] sama sekali tidak mengherankan bahwa dia ikut serta dalam acara Break Forth. Dia mendukung pelayanan anaknya yang bersifat sangat emerging/kontemplatif, yaitu Metamorpha, dia tampil berkali-kali di Crystal Cathedral milik Robert Schuller selama tahun-tahun ini, dan dia terus memiliki koneksi dengan Gereja Saddleback dan Willow Creek, jadi membedakan antara yang benar dan salah bukanlah sesuatu yang menjadi perhatian utama Strobel" ("Why Are Joel Rosenberg and Frank Peretti Appearing With New Age/New Spirituality Sympathizers, " Lighthouse Trails, 9 Nov. 2009). Orang yang akan berbicara bersama dengan Strobel nanti, Paul Young, menggambarkan Allah sebagai seorang wanita dan mengklaim bahwa Dia tidak menghakimi dosa atau mengirim siapapun ke neraka. Leonard Sweet mempromosikan kerohanian New Age yang universal (semua orang selamat) yang dia sebut New Light dan "kesadaran Kristus." Dia menggambarkan konsep ini dengan kata-kata "persatuan antara manusia dengan Allah" yang adalah "hal utama dalam semua agama dunia" (Quantum Spirituality, hal. 235). Dia mengatakan bahwa hal yang sama dialami oleh Mohammad, Musa, dan Krishna. Dia mempromosikan Matthew Fox, M. Scott Peck, dan Ken Wilber, orang-orang New Age yang percaya keilahian manusia. Sweet mengatakan bahwa kemanusiaan perlu belajar kebenaran kata-kata Thomas Merton, seorang imam Katolik-Budha, "kita memang sudah satu" (Quantum Spirituality, hal. 13). Alkitab memperingatkan kita bahwa adalah tidak mungkin bergandengan tangan dengan orang-orang seperti ini dalam sebuah pelayanan tanpa mengambil bagian dalam kejahatan mereka (2 Yoh. 8-11).


ATURAN! HUKUM!
Ketika sebuah tim senam SMA baru-baru ini gagal mempertahankan gelar mereka di pertandingan karena pelatih mereka melanggar aturan, respons terhadap kejadian itu menceritakan banyak sekali hal. Respons berkisar dari "ya kami mengerti dan menerima aturan" hingga "kami spesial dan tidak perlu diikat oleh aturan konyol seperti itu." Pada akhir pekan tanggal 7-8 November, SMA Northwest dari kota Shawnee Mission, Kansas, mundur dari peringkat pertama menjadi peringkat ketiga setelah salah satu pelatih mereka secara tidak pantas mempertanyakan sebuah keputusan penilaian juri, dan protes yang tidak pantas itu mengakibatkan tim tersebut terkena penalti satu poin. Direktur bidang atletik sekolah tersebut, Richard Grinage, mengakui bahwa sang pelatih bertindak berlawanan dengan peraturan. Pelatih yang bersangkutan sendiri tidak menyesal, dan dia berkata, "Kami adalah tim yang paling kuat dan memiliki nilai tertinggi yaitu 103.9, dan gagl karena suatu peraturan yang tidak pernah dijalankan selama 30 tahun ini; kami akhirnya mendapat nilai 102.9 dan urutan tiga" ("Sometimes It's Better to Just Keep Your Mouth Shut," Homeschool.rivals. com, 11 Nov. 2009). Menjelaskan tentang tujuan dari peraturan tersebut, Becky Oakes dari Federasi Nasional Asosiasi Negara Bagian mengatakan bahwa "membiarkan seorang pelatih untuk selalu mempertanyakan seorang wasit bisa merusak alur acara bagi para atlit dan kompetisi ini." Ini adalah hal yang wajar. Pertandingan harus memiliki peraturan. Hidup harus memiliki hukum. Dan jika hukum dilanggar sementara tidak ada penalti, maka hukum telah dihancurkan dan anarki berjaya. Inilah mengapa sang Allah Pencipta yang mahakudus menghukum pelanggaran terhadap HukumNya, dan ini berarti bahwa kita semua pantas menerima hukumanNya yang adil, karena kita semua orang berdosa. Tetapi dalam kasihNya yang besar Ia telah menyediakan jalan keselamatan bagi mereka yang bersandar pada AnakNya Yesus Kristus di kayu salib. Kasih Allah yang tak dapat terselami ini tidak dapat dimengerti di luar dari kemahakudusanNya yang tidak dapat ditawar. Injil tidak dapat dimengerti lepas dari Hukum.


KEBAKTIAN UNTUK BINATANG PELIHARAAN
Sebagian gereja di AS kini menyediakan kebaktian untuk binatang, dan percaya bahwa mereka memiliki jiwa. Gereja Covenant Presbyterian di Los Angeles belakangan ini memulai kebaktian untuk anjing, yaitu kebaktian sekitar 30 menit yang diperlengkapi dengan tempat tidur anjing, pembagian makanan anjing, himne tentang anjing, dan doa untuk anjing (baik yang masih hidup maupun sudah mati). Gembala Sidang Tom Eggebeen berharap bahwa hal ini akan "menghangatkan kembali koneksi gereja tersebut dengan komunitas, menyediakan penghiburan bagi mereka yang tua, dan mungkin menarik penyembah-penyembah baru yang gila tentang teman berkaki empat mereka" ("Gone to the Dogs," AP, 8 Nov. 2009). Eggebeen mengatakan bahwa "ketika kita mencintai seekor anjing dan anjing mencintai kita, itu adalah bagian dari Allah." Laura Hobgood-Oster, profesor agama di Universitas Southwestern, menemukan 500 gereja yang memiliki berkat khusus untuk binatang dan ada sekitar enam yang menyediakan kebaktian untuk binatang peliharaan. Ada satu di pinggiran kota Boston yang bernama Woof `n Worship. Salah satu yang menghadiri kebaktian anjingnya Eggebeen mengatakan, "Saya tidak punya anak, jadi binatang peliharaan saya adalah anak-anak saya." Sebenarnya, walaupun binatang bisa menjadi suatu berkat, karena Allah menciptakan mereka bagi manusia, mereka bukanlah anak-anak dan mereka tidak punya jiwa yang kekal. Mereka tidak punya kesadaran akan Allah, dan ketika mereka mati, maka mereka mati.


BANYAK DI KALANGAN BAPTIS INDEPENDEN YANG BERKOMPROMI
Peringatan berikut ini diedit dari sebuah khotbah oleh Gembala Sidang Terry Coomer, pendiri dan direktur dari pelayanan For Love of the Family. "Sejujurnya, saya sangat kaget ketika saya berbicara dengan para pemimpin Kristen dan gembala-gembala. Baru-baru ini saya berbincang dengan seseorang tentang sebuah Sekolah Alkitab yang dia pimpin. Dia memberitahu saya bahwa dia mau mengubah banyak hal. Dia berbicara mengenai musik yang benar, standar pakaian yang benar, pendirian yang benar tentang Alkitab, semua hal-hal yang sangat terpuji. Namun demikian, para pemimpin dan guru-guru di Sekolah Alkitab ini dalam kehidupan pribadi mereka melakukan semua hal yang dia akui secara pribadi sebagai hal-hal yang salah. Saya mau bertanya kepada anda, bagaimana mungkin seseorang mempertahankan standar tentang pakaian kalau dia sendiri tidak memiliki standar itu? Bagaimana seseorang dapat berprinsip melawan musik Southern Gospel jika ia membiarkan musik itu di gerejanya dan mengizinkan orang-orang yang mempromosikan musik tersebut untuk berkhotbah? Bagaimana mungkin seseorang mengambil sikap mempertahankan Alkitab ketika ia percaya semua jenis teks itu baik? Jawabannya adalah dia tidak mungkin bisa, dan dia mengizinkan hal-hal ini dalam gerejanya karena hal-hal itu menarik bagi daging. Roma 6:12 mengatakan, "Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. " Kebangkitan rohani tidak mungkin terjadi di suatu gereja atau suatu bangsa selama kehidupan para pemimpinnya diatur oleh "keinginan daging.".... Saudara, kebutuhan yang sebenarnya pada hari ini bukanlah program tambahan, tetapi kehidupan nyata Kristiani yang kudus. KITA MEMILIKI BANYAK SEKALI BANYAK SEKALI KOMPROMI HARI INI. Gereja kami berprinsip untuk melawan semua hal yang disebutkan di atas dan tidak akan berkompromi. Ini bukan berarti kami menjadi orang-orang tertentu sebagai musuh, namun ada hal-hal yang saya tidak dapat dan tidak boleh ikut serta dalamnya atau mengecilkannya dengan berkata bahwa itu hanyalah masalah beda pendapat. Jika seseorang memiliki keinginan yang nyata untuk berubah dan ia meminta tolong, kami menolong mereka dan menyediakan informasi, tetapi anggapan bahwa saya harus membiarkan para tukang kompromi berkhotbah di gereja saya demi menolong mereka atau sebagai suatu gerakan politik dari pihak saya, itu adalah omong kosong. Banyak yang melakukan hal ini dengan alasan bahwa orang-orang yang mereka undang belum mengerti isu-isu tersebut. Namun tidak, sobat, mereka adalah orang-orang yang berkompromi, dan jika kamu mengundang mereka untuk berkhotbah atau berasosiasi dengan mereka dalam pelayanan, maka kamu ikut serta dalam gaya hidup mereka `dalam keinginan daging.' Ini adalah kesalahan serius yang menghancurkan semangat rohani dalam gereja-gereja kita, dalam jemaat, sekolah Alkitab, dan anak-anak. Kita sedang mengajari mereka bahwa tidak masalah menghidupi keinginan daging dan kehidupan yang berkompromi. Ini adalah pelanggaran Firman Tuhan yang nyata dan memalukan dan adalah dosa ketidaktaatan yang disengaja. Kita perlu ingat bahwa suatu hari, mungkin hari ini, kita akan berdiri di hadapan Allah dan memberikan pertanggungan jawab atas cara kita menjalani hidup ini. Titus 2:11-12 berkata, " Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini."

Selengkapnya...

Berita Mingguan 14 November 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

PEMBUNUHAN MASSAL DI MARKAS MILITER AMERIKA ADALAH TINDAKAN TERORISME ISLAM
Walaupun sebagian pejabat-pejabat pemerintah dan tokoh-tokoh media mencoba untuk menyalahkan hal-hal lain, jelas bahwa pembunuhan massal yang dilakukan oleh Nidal Malik Hasan terhadap 13 orang, dan melukai 31 lainnya, di Markas Militer Fort Hood, Texas, adalah sebuah tindakan terorisme Islam. Hasan berteriak "Allahu Akbar" ("Allah Maha besar") sebelum meulai menembak, dan salah seorang tetangganya berkata bahwa Hasan memberikan kepadanya sebuah Quran jam 9 pagi hari itu sebelum ia berangkat ke markas dan ia berkata, "Saya akan melakukan pekerjaan baik bagi Allah" ("For Hood Gunman Had Told US Military Colleages That Infidels Should Have Throats Cut," Telegraph, London, 8 Nov. 2009). Hasan memberitahu beberapa orang temannya bahwa "orang-orang tidak percaya" (kafir) seharusnya dipotong lehernya dan bahwa mereka seharusnya dibakar. Sebelumnya, masih di musim panas yang baru lalu ini, ia menyoraki penembakan mati seorang perekrut Little Rock Army oleh seorang Muslim ("The Military's Blunders," New York Post, 7 Nov. 2009). Dalam sebuah ceramah di Walter Reed Army Medical Center (dia bekerja di situ sebelum dipindahkan ke Fort Hood pada bulan Juli tahun ini), Hasan mengeluarkan unek-uneknya bahwa "orang-orang yang tidak percaya harus dipenggal kepala dan dituangkan minyak mendidih ke kerongkongan mereka." Ketika ditugaskan di Walter Reed, Hasan menghadiri mesjid Dar al-Hijrah berbarengan dengan dua orang yang termasuk teroris peristiwa 11 September ("Fort Hood Shooting: Texas Army Killer Linked to September 11 Terrorists," The Telegraph, 7 Nov. 2009). Imam yang menjabat saat itu adalah Anwar al-Awlaki, yang sekarang tinggal di Yemen. Charles Allen, mantan pembantu-sekertaris bagian intelijen di Departemen Homeland Security, menggambarkan dia sebuah "seorang pendukung al-Qaeda yang menargetkan orang-orang Muslim USA dengan ceramah-ceramah online yang bersifat radikal mendukung serangan-serangan teroris." Val Finell, seorang dokter angkatan darat yang belajar bersama dengan Hasan, mengatakan bahwa dia dan teman-teman lain mempertanyakan kesetiaan Hasan terhadap Konstitusi USA dan komitmennya terhadap pertahanan Amerika ("Officials: U.S. Aware of Hasan Efforts to Contact al Qaeda," ABC News, 9 Nov. 2009). Dr. Finnel mengatakan bahwa kebanyakan perwira tidak mengajukan komplian karena "takut seolah-olah diskriminasi terhadap seorang tentara Muslim" ("Fort Hood Gunman Had Told US Military Colleagues," The Telegraph, 8 Nov.) Hal ini mengekspos kebodohan "sikap harus benar secara politis" yang telah melanda militer USA, yang kini lebih semangat untuk menyenangkan para feminis, aktivis lingkungan, orang-orang Muslim, dan para pengacara, daripada melakukan tugasnya untuk melindungi Amerika dari semua musuh. Namun demikian, akar permasalahannya bukanlah kelemahan pihak militer; akar permasalahannya adalah kesesatan dan sikap penakut dari para pengkhotbah bangsa tersebut (USA), yang menolak untuk memproklamirkan takut akan Allah dengan berani dan tanpa kompromi. Sebagai hasilnya, bangsa ini telah kehilangan hikmat dan kuasanya. Jadi, solusinya, dari pihak orang-orang percaya, adalah utuk tidak berfokus pada politik atau menenggelamkan diri ke dalam talkshow-talkshow konservatif di radio; solusinya adalah berfokus pada kesalehan, dalam kehidupan pribadi kita dan dalam gereja-gereja kita. "Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka" (2 Taw. 7:14).


PARA EKUMENIS MERAYAKAN ULANG TAHUN "PERSETUJUAN TENTANG PEMBENARAN"
Tanggal 31 Oktober yang lalu, berbagai gereja-gereja liberal yang ekumenis merayakan ulang tahun kesepuluh penandatanganan "Joint Declaration on the Doctrine of Justification" (Deklarasi Bersama tentang Doktrin Pembenaran). Wakil dari Gereja Roma Katolik dan Federasi Dunia Lutheran menandatangani dokumen tersebut tanggal 31 Oktober 1999, dan Konsili Methodis Sedunia menandatanganinya pada tahun 2006. Banyak orang-orang Injili yang "tertipu" telah memuji deklarasi tersebut, dan mengklaim bahwa Roma kini setuju dengan para "Protestan" mengenai doktrin ini, tetapi pada kenyataannya Roma sama sekali tidak mengalah dalam hal apapun dalam deklarasi yang di rancang dengan sangat pintar tersebut. Dokumen ini mempertahankan Injil sakramental Roma yang sesat dalam segala seginya, yaitu bahwa pembenaran adalah IMPARTASI (pemberian) hidup yang baru kepada orang berdosa sehingga dia dimampukan untuk mengenal dan mencari Allah, dan ini adalah sebuah PROSES yang mulai dari baptisan dan memerlukan pekerjaan baik dan partisipasi dalam sakramen-sakramen gereja. Poin nomor 11 dalam Deklarasi Bersama itu berbunyi, "Pembenaran. ...terjadi saat penerimaan Roh Kudus dalam baptisan..." Konsili Trent mengutuki semua orang yang berani mengatakan bahwa pembenaran adalah hanya melalui iman dan hanya karena kasih karunia oleh penebusan Kristus yang sempurna, dan deklarasi ekumenis ini sama sekali tidak menarik kembali kutukan itu satu iotapun. Perhatikan pernyataan berikut ini dari sesi keenam konsili Trent: "Jika ada orang yang mengatakan bahwa iman yang membenarkan tidak lain adalah keyakinan akan belas kasihan ilahi, yang mengampuni dosa demi Kristus, atau bahwa keyakinan ini sajalah yang membenarkan kita, BIARLAH DIA ANATHEMA" (Canons Concerning Justification, Canon 12). Jika Gereja Roma Katolik tiba-tiba setuju dengan orang-orang non-Katolik yang percaya Alkitab bahwa keselamatan hanyalah karena kasih karunia melalui iman dalam pengorbanan Kristus yang sempurna dan mencukupi TANPA PEKERJAAN ATAU SAKRAMEN ATAU BAPTISAN ATAU KEIMAMATAN, maka ia akan mengutuki sendiri para pausnya yang terdahulu. Untuk informasi lebih banyak lagi mengenai hal ini silakan lihat artike-artikel berikut dalam di www.wayoflife. org: "Liberal Lutherans and Roman Catholics Agree to Deny the Gospel" dan "How the Roman Catholic Church Denies Salvation by Grace Alone."

PEKAN RAYA PERCERAIAN DI PARIS MENARIK RIBUAN ORANG
Paris menjadi tempat paling pertama di Perancis yang mengadakan pekan raya perceraian tanggal 7-8 yang lalu, dan kira-kira 4000 orang ikut serta. Di Perancis, hampir satu dari setiap dua pernikahan berakhir dengan perceraian, dan pekan raya "New Start" diadakan untuk memberikan pelayanan bagi pangsa pasar yang besar ini. Orang-orang yang hadir dapat berkonsultasi dengan pengacara dan peramal kartu tarot, mengunjungi spesialis-spesialis remodeling, membukukan janji dengan ahli-ahli bedah plastik, dan meningkatkan rasa percaya diri mereka dengan para pelatih rasa percaya diri. Seminar-seminar tersedia yang bertajuk mulai dari "Bagaimana cara merayu kembali partner anda dengan metode Gestalt," hingga "Bertemu di Web." Brigitte Gaumet, organizer dari pekan raya tersebut mengatakan bahwa dia mendapat ide ini setelah Presiden Perancis Nicolas Sarkozy menceraikan istri kedua segera setelah mendapatkan jabatan. "Bagi saya," dia berkata, "hal itu memperjelas bahwa perceraian sudah kehilangan stigma dan bahwa hal itu adalah hal yang lazim" ("Paris New Fair Targets Divorce Market," AP, 9 Nov. 2009). Perceraian selalu adalah sebuah tragedi, dan walaupun ia adalah realita dalam dunia yang terkutuk oleh dosa ini, dan kadang-kadang tidak dapat terhindarkan, perceraian seharusnya tidak boleh pernah didukung atau dirayakan. Hancurnya pernikahan di seluruh dunia adalah tanda dari akhir zaman: "Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya: "Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!" (Maz. 2:1-3).

BINTANG FILM MEROBEK IMAMAT 18:22 DARI ALKITAB-ALKITAB
Ian McKellen, seorang bintang film Inggris yang populer memerankan tukang sihir Gandalf dalam "Lord of the Rings," mengatakan dalam sebuah wawancara dengan majalah Detail bahwa ia merobek Imamat 18 dari Alkitab-Alkitab di kamar-kamar hotel. McKellen, seorang homseksual mengatakan, "Saya tidak bangga karena merusak buku itu, tetapi pilihannya adalah apakah saya menghilangkan halaman itu atau saya membuang seluruh Alkitabnya" ("Ian McKellen Rips Leviticus," Popeater.com, 2 Nov. 2009). Pada kenyataannya, seluruh Alkitab menghukum homoseksualitas. Hal ini sudah mulai sejak kitab pertama Alkitab, yaitu dengan penetapan pernikahan antara seorang laki-laki dengan seorang wanita sebagai konteks yang diperbolehkan secara ilahi untuk hubungan seksual. Allah tidak membuat seorang Hasan bagi Adam, Dia membuat seorang Hawa. Kitab terakhir dalam Alkitab juga melanjutkan serangan terhadap homoseksualitas. Yohanes mengatakan bahwa mereka yang masuk ke dalam lautan api termasuk "orang-orang keji" (Wah. 21:8), dan homoseksualitas adalah salah satu hal yang dinyatakan keji dalam Firman Tuhan. Suatu jalan penyelamatan yang mulia telah disediakan bagi manusia melalui pengorbanan Anak tunggal Allah, tetapi mereka yang merobek halaman-halaman tertentu dari Firman Allah dan dengan demikian menyangkali kekudusan dan penghakiman adil Allah atas dosa, tidak akan mendapat bagian dalam kasih karunia dan belas kasihanNya. Kamu tidak mungkin selamat kecuali kamu mengakui bahwa kamu orang berdosa yang memerlukan keselamatan.

Selengkapnya...

Jumat, November 20, 2009

ORANG KRISTEN MELAYAT

Peristiwa kematian adalah peristiwa yang besar dalam perjalanan hidup manusia. Biasanya manusia mengingat bahkan merayakan hari kelahiran, pernikahan, dan kematian seseorang. Famili dan Sahabat datang memberi salam atau belasungkawa ketika ada anggota keluarga yang mengalami tiga peristiwa tersebut.

Kelahiran dan pernikahan adalah dua peristiwa sukacita sedangkan kematian adalah peristiwa dukacita. Karena kita orang Kristen juga hidup bermasyarakat, maka kita juga tidak bisa menghindar dari ketiga peristiwa tersebut.

Baik kelahiran, pernikahan, dan apalagi kematian, biasanya sarat dengan nuansa adat-istiadat. Dan sudah bukan rahasia lagi bahwa dalam adat-istiadat berbagai suku bangsa, telah terdapat campuran unsur tahyul, mistik, bahkan magic di dalamnya. Tentu kekristenantidak perlu menentang adat-istiadat yang tidakbertentangan dengan kebenaran Alkitab. Tetapi bagaimanakah orang Kristen harus bersikap ketika ia bertemu dengan adat-istiadat yang mengandung tahyul, mistik, dan magic?

Orang Kristen Yang Kehilangan

Banyak orang Kristen kurang menyadari bahwa pada saat keluarganya menghadapi peristiwa berduka, mata sanak-famili, teman dan handaitaulan tertuju kepadanya. Saat itu bisa menjadi saat yang berharga untuk bersaksi, namun juga bisa menjadi saat memalukan nama Tuhan. Ketika seorang Kristen mengalami kehilangan anggota keluarga oleh kematian, sikap apakah yang sepatutnya ditunjukkannya?

Bersedih adalah perasaan wajar, terlebih kalau yang meninggal ternyata belum diselamatkan. Bahkan bisa teramat sedih karena saat kematian bisa merupakan berakhirnya kesempatan untuk memberitakan Injil kepadanya. Namun sesedih apapun orang Kristen tidak boleh hingga tidak sadar diri. Yang meninggal tidak dapat diubah lagi, dan harus ingat kini di hadapannya masih banyak sanak-famili dan teman yang memerlukan kesaksiannya, dan kini mata mereka semua tertuju kepadanya.

Kata-kata yang terucapkan harus selaras dengan doktrin kekristenan yang alkitabiah. Jangan sampai mengeluarkan kata-kata atau sikap yang bertentangan dengan ajaran kekristenan, misalnya berdoa supaya yang meninggal diterima di sisi Allah, atau diberi tempat yang layak, karena semua itu bukan hal yang bisa diminta melainkan melalui keputusan hidup orang yang telah meninggal.

Jangan berdoa kepada manusia dan juga jangan berdoa untuk orang yang telah meninggal melainkan untuk orang yang masih hidup. Jangan terlibat sembah-menyembah baik kepada tubuh yang telah meninggal maupun kepada nenek moyang atau apapun selain Allah. Juga jangan terlibat prosesi ibadah agama lain. Jawablah dengan baik dan sopan bahwa anda berbeda iman dan mohon dimaafkan untuk tidak ambil bagian.

Karena yang meninggal bukan saja anggota keluarga, bahkan adalah manusia yang tubuhnya dibuat sesuai dengan gambar dan rupa Allah, maka bersikaplah sopan dan hormat, untuk memasukkan tubuh tersebut ke dalam peti, dan mengantar peti tersebut dengan hormat untuk dikuburkan ke dalam tanah.

Mengenai Hari Dan Peti

Orang Kristen tidak terikat pada hari tertentu karena Tuhan kita lebih besar dan lebih berkuasa dari iblis. Iblis sengaja menghembuskan konsep hari baik dan hari buruk untuk memperbudak manusia. Jika anda adalah pengambil keputusan atas hari penguburan, maka anda bebas sebebas-bebasnya. Jika anda bukan pengambil keputusan, maka biarkanlah karena bagi kita hari apapun baik.

Orang Kristen tidak perlu terjebak dalam mafia peti mati yang menaikkan harga peti setinggi langit. Menghabiskan uang terlalu banyak untuk peti, terutama jika kondisi keuangan pas-pasan tentu tidak bijaksana. Orang Kristen tidak perlu berlomba dalam hal peti mati, melainkan berlomba bersaksi bagi Tuhan.

Sama sekali tidak ada keperluan untuk menaruh Alkitab ke dalam peti karena yang meninggal tidak membutuhkan Alkitab lagi. Alkitab dibutuhkan oleh manusia selagi di dunia ini. Menata peti agar rapi tidaklah masalah demikian juga ketika peti dimasukkan ke liang kubur, posisi letaknya tidak akan sudah mempengaruhi keturunan. Berbagai tahyul dihembuskan iblis untuk menakut-nakuti manusia agar manusia ketakutan dan mencari perlindungan padanya.

Kebaktian penutupan peti perlu dilakukan dengan penuh rasa hormat. Lagu-lagu yang dinyanyikan bukan untuk yang telah meninggal tetapi untuk yang masih hidup. Ada lagu yang syairnya mewartakan konsep kekristenan terhadap kematian dan lain sebagainya.

Tidak ada ketentuan tentang warna pakaian, melainkan mengikuti kebiasaan umum tentang pakaian berduka dan bersuka.

Dalam kebaktian penutupan peti maupun kebaktian-kebaktian yang lain, tentu kita memperhatikan aspek sopan dan teratur (I Kor.14:40). Ada meja di depan peti demi kerapian, bunga-bunga dan berbagai karangan bunga sebagai ungkapan turut berduka dari sahabat. Dan sebelum peti ditutup diberikan kesempatan kepada yang hadir untuk melihat terakhir dengan mengelilingi peti sambil meneteskan minyak wangi tentu bukan tindakan tahyul tetapi agar ruangan tidak bau pengap atau bau mayat (siapa tahu formalin tidak bekerja efektif).

Kebaktian Penurunan Peti

Sebelum peti ditimbun tanah tentu diadakan kebaktian. Selagi peti masih di tahan di atas lubang, pihak keluarga dipersilakan berfoto. Sesudahnya kebaktian bisa dimulai dengan singkat dan penuh khidmat. Ini bukan saatnya bertanding khotbah tetapi saatnya menyampaikan kata-kata yang singkat namun penuh makna.

Setelah kebaktian, pengunjung diberi kesempatan untuk turut mengaminkan bahwa tubuh yang terbuat dari tanah dikembalikan ke dalam tanah dan roh kepada Allah dengan melemparkan tanah kepada peti yang diturunkan. Penaburan bunga sebagai tanda turut berduka bersama keluarga dan berakhirlah acara penguburan dengan hormat atas tubuh almarhum yang diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah.

Sikap Dalam Melayat

Banyak orang Kristen tidak tahu harus berbuat apa ketika melayat. Ada yang ikut-ikutan melakukan hal-hal yang tidak perlu bahkan hingga yang bertentangan dengan kebenaran Alkitab.

Melayat adalah ekspresi rasa simpati kepada keluarga yang berduka dan hormat kepada yang telah meninggal sebagai manusia yang diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah. Bahkan adalah patut untuk menyatakan rasa kagum serta berbalas budi kepada yang telah meninggal dengan menghadiri penguburan tubuhnya. Tuhan mau tubuh manusia yang telah ditinggalkan oleh rohnya dikuburkan dengan hormat. Dan kita bisa menafsirkan bahwa Tuhan juga mau orang-orang memberi hormat kepada seseorang melalui menghadiri prosesi penguburan tubuh orang itu.

Datang melayat dengan menghampiri keluarga berduka dengan memberikan kata-kata penghiburan. Berdiri di samping tubuh yang terbaring dengan sikap hormat. Jika ada anggota keluarganya yang menemani, maka sampaikanlah kenangan-kenangan manis dan positif kepada anggota keluarganya untuk menyatakan bahwa ada hal-hal positif dalam hidup almarhum yang menjadi kenangan bagi anda.

Melayat adalah momen yang berharga, Pengkhotbah 7:2 berkata, “Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.” Dan pada ayat 4 dikatakan, “Orang berhikmat senang berada di rumah duka, tetapi orang bodoh senang berada di rumah tempat bersukaria.

Obrolan di saat melayat haruslah bermanfaat. Selain mengenang kebaikan almarhum, tentu jika kesempatan memungkinkan kita bisa pakai untuk bersaksi tentang makna kehidupanyang berarti di dalam Kristus Yesus. Orang-orang yang sedang melayat di sekeliling kita juga sedang dalam suasana yang cocok. Alam bawah sadar mereka sedang bergulat memikirkan tentang perkara kematian. Pertanyaan yang paling bermakna ialah, “apakah kita siap jika saat giliran kita tiba?”

Harus Sesuai Doktrin Kekristenan

Orang Kristen harus berhati-hati ketika melayat, karena biasanya di saat demikian teman anda mengamati anda, untuk melihat apakah anda konsisten pada iman anda. Mereka ingin menangkap basah anda sedang melakukan sesuatu yang bertentangan dengan doktrin yang anda yakini.

Itulah sebabnya harus mengerti doktrin dengan baik agar jangan sampai tanpa anda sadari telah melakukan sesuatu yang bertentangan dengan doktrin kekristenan yang alkitabiah. Doktrin kekristenan yang alkitabiah tidak membenarkan orang berdoa untuk mereka yang telah meninggal karena setelah seseorang meninggal tidak ada lagi yang dapat dilakukan baginya.

Menghormati yang meninggal, itu benar, tetapi menyembah kepadanya, itu sama sekali tidak boleh. Lalu bagaimana jika orang memberi kepadamu hio dan katanya itu hanya sekedar untuk menghormati bukan menyembah? Sekali-kali jangan sampai terjebak tipu muslihat iblis. Pertanyaan logis, kalau itu adalah menghormati bukan menyembah, lalu kenapa tidak dilakukan terhadap orang yang masih hidup? Mengapa hari ini kita tidak melakukan penghormatan terhadap ayah dan ibu kita dengan membakar hio kepada mereka?

Ingat, Yesus Kristus mau anda menjadi saksinya di dalam segala aspek kehidupan kita, tentu termasuk pada saat kita melayat. Jika anda sendiri adalah anggota keluarga yang sedang berduka, sikapilah dengan wajar dan tetap ingat firman Tuhan. Dan jika anda adalah orang yang turut berduka cita, maka ingat nasehat firman Tuhan, menangislah dengan orang yang sedang menangis (Rom.12:15), tetapi jangan sampai berdosa karena orang yang sedang menangis. Dalam segala hal permuliakan Tuhan Yesus Kristus yang telah memerdekakan kita dari segala ikatan.

-----0000000000000-------

Berita Yang Paling Klasik Adalah Berita Tentang Janji Keselamatan Dari Allah Kepada Manusia Yang Telah Jatuh Ke Dalam Dosa Bahwa Allah Akan Mengirim Juruselamat Untuk Menyelesaikan Masalah Dosa Manusia.

Selengkapnya...

Selamat Jalan Drs. Agus B. Lay

Jumat, 8 Oktober 2004, penulis dikejutkan oleh berita tentang dipanggilnya Bapak Agus Lay oleh Bapa di Sorga untuk menerima hadiah yang telah disiapkanNya baginya.

Penulis sangat menghargai pelayanan dan segala jerih lelah beliau dalam memberitakan Injil. Sangat sedikit pelayan Tuhan di Indonesia yang sedemikian serius dalam melayani Tuhan hingga akhir hayat seperti Bapak Agus Lay.

Sebagaimana biasa, acara diisi oleh berbagai kata sambutan. Di antara berbagai kata sambutan yang disampaikan, yang paling menarik hati penulis ialah yang disampaikan oleh Bapak Stephen Tong. Mungkin karena penulis sedang dalam suasana menulis Pedang Roh dengan judul utama Nyatakan Apa Yang Salah, sehingga kata sambutan Bapak Stephen Tong sangat mengena di hati penulis.

Dr. Stephen Tong dengan lantang mengritik berbagai pihak dalam kata sambutannya antara lain orang-orang kaya yang tidak sungguh-sungguh mempersembahkan materi mereka untuk pelayanan. Orang seperti Drs. Agus Lay telah mempersembahkan seluruh hidupnya untuk melayani Tuhan sementara itu orang-orang kaya mempersembahkan hanya sebagian kecil dari berkat materi yang mereka terima, yang sangat sedikit jika dibandingkan dengan yang mereka pakai untuk menyenangkan keluarga mereka.

Kemudian beliau juga mengecam gereja-gereja yang tidak berfungsi dengan baik. Hadirnya LPMI (CampusCrusadefor Christ) yang notabene adalah parachurch adalah bukti kegagalan gereja demikian kata beliau. Tentu penulis sangat setuju dengan pernyataan beliau yang satu ini karena sesuai dengan konsep gereja lokal yang kita yakini.

Sesungguhnya sedikit sekali theolog yang memahami Doktrin Gereja (Ecclesiology) yang alkitabiah. Faktor penyebabnya adalah baik Luther, Calvin, beserta teman-teman mereka tidak mereformasi sistem gereja katolik melainkan hanya mereformasi aspek soteriologi, bibliology dan lain sebagainya. Mereka tidak memahami hal yang paling dasar, yaitu perbedaan antara konsep tubuh Kristus itu satu jemaat lokal, dengan tubuh Kristus itu terdiri dari orang Kristen seluruh dunia (universal). Mempercayai tubuh Kristus itu terdiri dari satu jemaat lokal atau terdiri dari orang Kristen seluruh dunia adalah dua hal yang sangat berbeda. Karena yang satu adalah konsep dari Tuhan sedangkan yang lainnya adalah konsep dari iblis.

Anti-Kristus dalam agendanya adalah, pada akhirnya ia menguasai dunia (Dan.2, Wah.13:11-18). Untuk menguasai dunia ia harus menguasai politik dan ekonomi. Dan kedua aspek ini akan dipakainya sebagai sarana untuk mengusai agama, yang adalah tujuan utamanya karena ia ingin memaksa setiap manusia menyembahnya.

Tanpa mempersatukan semua tentu akan sulit menguasai semua. Tetapi jika ia berhasil menyatukan semua, menjadi one world goverment dan one world religion, maka ia akan lebih mudah menggenggam semuanya. Ketika seluruh kekristenan disatukan ke bawah satu pimpinan, maka pihak mana yang menguasai pimpinan itu akan menguasai semuanya. Sejarah kekristenan telah mencatat ketika seluruh gereja disatukan ke bawah satu gereja yang Am, atau katolik atau universal, dan ketika sang pemimpin disesatkan atau dikuasai iblis, maka seluruh organisasi itu diseret ke dalam kesesatan.

Itulah sebabnya penulis yakin bahwa konsep dari Tuhan ialah satu tubuh Kristus adalah satu jemaat lokal, dan jemaat lokal yang adalah tubuh Kristus itu harus merdeka, independen, artinya tidak dibawah kuasa sinode, persekutuan, atau entah apalagi namanya.

Tuhanlah yang mendirikan jemaat lokal yang independen diseluruh muka bumi. Tuhan tahu bahwa akan ada penyesatan, bahkan Tuhan katakan bahwa penyesatan itu pasti ada (Luk.17:1). Tetapi dengan tiap jemaat lokal independen, maka jika yang satu disesatkan, yang lain belum tentu. Bahkan jika gereja menerapkan perintah II Tim.4:1-5, berani menyatakan yang salah, menegor dan menasehati, maka yang salah kemungkinan bisa berbalik menjadi benar. Dan seandainya tidak bisa diperbaiki lagi, maka bisa diterapkan local church separation sebagaimana dinasehatkan dalam Tit.3:10, sehingga yang lain tidak perlu ikut-ikutan sesat.

Gereja Lutheran, Calvinis, Methodis, kharismatik dan lain-lain yang tidak memahami tentang perbedaan antara Doktrin Gereja Lokal dengan Doktrin Gereja Universal (katolik) sedang diseret anti-Kristus ke dalam sebuah persatuan yang ujung-ujungnya akan dikuasai oleh anti-Kristus.

Dr. Stephen Tong sangat lantang mengritik gereja gereja, namun sayang tidak menunjukkan jalan yang benar kepada gereja-gereja. Banyak gereja bukan hanya tidak berfungsi sebagai wadah pemberita Injil sehingga muncul parachurch, bahkan banyak gereja telah berubah menjadi perusahaan, dan hamba-hamba Tuhannya berubah menjadi pedagang, atau karyawan oportunis yang siap dibajak oleh yang berani membayar lebih tinggi atau memberi fasilitas yang lebih baik.

Apa permasalahan intinya? Sesungguhnya permasalahan intinya ialah baik Luther maupun Calvin tidak mereformasi Doktrin Gereja, sementara para theolog pengikut mereka sudah terlanjur mengikutinya sehingga tidak enak hati untuk berubah total mengikuti yang lain. Misalnya seseorang dari lahir sudah di gereja Calvinis, atau di gereja yang memakai sistem sinode (dipaksakan Soeharto), sehingga tidak mengenal bahkan mendengar dan terus langsung menentang konsep Doktrin Gereja Lokal yang independen. Mengritik hal-hal sampingan sambil mengabaikan hal-hal inti adalah sebuah usaha menjaring angin, karena memahami perbedaan kedua konsep dengan semua konsistensi dan konsekuensinya adalah inti permasalahan yang dihadapi gereja masa kini.

Penulis sangat kagum pada sikap Dr. Stephen Tong yang sangat berani mengritik kesalahan-kesalahan gereja. Memang, kebenaran itu bukan dicapai dengan marah-marah, apalagi dengan kekuatan fisik, melainkan dengan akal budi yang dikelola kedalam bentuk nasehat, teguran, bahkan kritikan tajam. Dan kalau tidak terasa dengan kritik ringan hingga tajam, mungkin karena sudah kurang sensitif, maka peluru terakhir ialah dengan kecaman pedas.

Bapak Agus Lay telah dipanggil Bapa di Sorga, dan munculnya LPMI adalah teguran bagi gereja, karena jika gereja berfungsi dengan baik, artinya melakukan penginjilan dengan baik, maka LPMI dilahirkan. Atau sepatutnya gereja lokallah yang mendirikan LPMI yang posisinya di bawah otoritas gereja lokal.

Tuhan Yesus datang dengan dua tujuan utama; yaitu menyelamatkan jiwa yang terhilang (Luk.19:10),dan membangun jemaat lokal (Mat.16:18). Tuhan tidak datang untuk mendirikan sekolah theologi, panti asuhan, yayasan penginjilan dan berbagai parachurch. Ia hanya mau mendirikan gereja lokal dan memberikan tugas kepada gereja lokal untuk menyelematkan jiwa yang terhilang dengan Injil serta membangun jemaat lokal secara multiplikasi (Mat.28:19-20).

Selanjutnya, demi melaksanakan Amanat Agung sebaik-baiknya mendirikan berbagai parachurch. Jadi parachurch itu didirikan oleh church bukan didirikan oleh perorangan seperti Bill Bright. Dan parachurch harus berada di bawah otoritas gereja lokal, bukan berdiri sendiri. Terlebih salah lagi kalau parachurch itu tidak memiliki suatu keyakinan doktrin sehingga menganjurkan orang-orang yang berhasil diinjilinya untuk berjemaat di gereja mana saja.

Tuhan Yesus menghendaki setiap gereja lokal melakukan dua hal besar, yaitu menginjil keluar dan mengajar kedalam. Jika setiap gereja lokal melakukan tugasnya dengan baik yaitu sungguh-sungguh berhasil menginjil keluar sehingga banyak jiwa diselamatkan, dan mereka dibawa masuk kedalam gereja dan berhasil diajar segala doktrin yang alkitabiah serta mengajar mereka menjadi mampu menginjil keluar, maka niscaya multiplikasi jumlah jemaat lokal akan berkembang pesat sehingga dalam tempo yang sesingkat-singkatnya dunia akan dipenuhi gereja-gereja lokal independent alkitabiah.

Tetapi mengapa, apa yang diinginkan Tuhan itu tidak tercapai? Jawabannya, para pemimpin gereja salah memahami firman Tuhan. Terutama salah dalam memahami Doktrin Keselamatan soteriology). Jika Allah telah memilih sejumlah orang untuk diselamatkan dan sejumlah orang menuju kebinasaan (konsep Calvinis), maka tentu tidak ada semangat penginjilan, bahkan tidak perlu dilakukan aktivitas penginjilan. Konsep Calvinis yang salah menyebabkan arah gerak gereja yang salah. Gereja berlomba-lomba membangun gedung yang mewah dan besar untuk menunggu orang pilihan datang, bukan pergi keluar melakukan penginjilan.Demikian juga dengan mahasiswa theolog yang dihasilkan oleh konsep ini. Mereka tidak sanggup melakukan penginjilan, melainkan hanya jago memimpin kebaktian (master of ceremony). Jika kondisi gereja dan pelayan Tuhan jebolan berbagai STT demikian, tentu sangat dibutuhkan lembaga penginjilan seperti LPMI dan lain sebagainya.

Lebih kacau lagi dimana ada banyak gereja yang percaya masih eksisnya karunia kenabian atau karunia bernubuat. Mereka meleset dalam memahami dasar kekristenan yaitu Alkitab yang adalah satu-satunya firman Tuhan. Jika Alkitab bukan satu-satunya firman Tuhan yang benar, maka kekristenan tidak bedanya dengan semua agama yang lain. Sebaliknya jika Alkitab adalah satu-satunya firman Tuhan, maka konsekuensinya ialah kitab Wahyu pasal terakhir ayat terakhir adalah firman Tuhan yang terakhir (wahyu terakhir).

Dan sesudah penurunan wahyu terakhir di pulau Patmos, Allah tidak menurunkan wahyu lagi, dan otomatis tidak ada karunia kenabian lagi zaman ini. Semua orang yang mengklaim diri mendapat wahyu dan bernubuat absolutely bukan dari Tuhan. Penulis sangat kaget mendengar Dr. Stephen Tong berkata bahwa gereja-gereja memerlukan pelayan Tuhan yang mempunyai karunia kenabian. Karunia kerasulan dan kenabian telah berhenti seturut dengan berhentinya proses pewahyuan. Sekarang yang dibutuhkan adalah karunia pemberitaan Injil, penggembalaan dan pengajaran (Ef.4:11).

Pada aspek penyelenggaraan gereja, pembaptisan bayi telah mengacaukan konsep baptisan dengan keselamatan. Karena Yesus Kristus telah mati bagi dosa seisi dunia (I Yoh.2:2,Ibr.2:9),maka kesimpulannya semua bayi yang meninggal sudah pasti masuk Sorga. Mereka tidak perlu dibaptis karena baptisan untuk yang mau menjadi murid, bukan untuk kepastian masuk Sorga.

Dapatkah anda lihat bahwa pembaptisan bayi mengacaukan konsep keselamatan? Demikian juga dengan pembaptisan orang yang sedang sekarat di rumah sakit. Orang yang sedang sekarat tidak membutuhkan baptisan melainkan berita Injil yang murni. Kalau ia bertobat dan percaya dengan segenap hati, maka ia pasti diselamatkan, tanpa perlu dilakukan pembaptisan. Justru pembaptisan akan menghantarnya ke neraka karena akan menyebabkan yang bersangkutan berpikir bahwa baptisannya telah menyelamatkannya.

Tentu masih ada banyak hal yang perlu dibenarkan dari gereja-gereja yang ada di Indonesia. Kritikan tidak akan ada gunanya dan perbaikan tidak akan terjadi apabila seseorang menganggap diri di atas orang lain. Yang lebih tidak memungkinkan perbaikan lagi ialah sikap mematenkan sebuah konsep doktrin, atau mengikuti secara mati-matian seorang tokoh. Tetapi sebaliknya, jika semua pihak mau membuka diri untuk diskusi, rela mendengarkan pendapat orang lain, bahkan selalu berpikir kritis, maka gereja-gereja akan menuju posisi makin positif terhadap kebenaran. Dan jangan menyatakan seseorang salah tanpa menunjukkan poin-poin kesalahannya, apalagi tidak pernah mendengarkan pengajaran atau membaca bukunya.

Melalui peristiwa pulangnya Drs. Agus B. Lay ke rumah Bapa di Sorga, kiranya semangat penginjilan kita akan lebih berkobar lagi. Terutama kita harus percaya bahwa keselamatan itu diperoleh dengan iman (Ef.2:8-9), bukan dipilih tanpa kondisi (unconditional election), dan iman itu timbul dari pendengaran (Rom.10:17), dan agar orang-orang bisa mendengar Injil, harus ada yang pergi memberitakan Injil (Rom.10:14), tentu akan ada orang yang pergi memberitakan Injil jika ada yang mengutus (Rom.10:15). Ingat, institusi satu-satunya yang ditetapkan Tuhan sebagai pengutus adalah jemaat lokal, bukan yayasan penginjilan.***

Sumber: PEDANG ROH Edisi 41 Tahun X Oktober-November-Desember 2004

Selengkapnya...

MENJAGA STT GRAPHE BUKAN DARI SERANGAN LUAR, MELAINKAN PENYUSUP DARI DALAM

Belajar dari sejarah sekolah theologi lain, yang pada awal didirikan memiliki tujuan yang sangat agung, dan juga pengajaran doktrin yang sangat fundamental konservatif, namun hanya dalam tempo yang sangat singkat berubah menjadi sekolah theologi liberal atau kharismatikal, maka segenap keluarga besar STT GRAPHE beserta seluruh pendukungnya harus sungguh-sungguh waspada. Sekali STT GRAPHE jatuh ke pimpinan yang tidak cinta kebenaran, maka pupuslah harapan kita akan sebuah institusi efektif yang memproduksi pelayanan Tuhan yang menyenangkan hati Tuhan.

Sering kali pada awalnya seseorang terlihat sepertinya sangat mencintai kebenaran, misalnya berseru-seru dimimbar, bahkan mungkin hingga pernah mengajarkan kebenaran, namun kemudian kita mendengar bahwa ia telah membuang doktrin alkitabiah yang pernah dipegang dan ajarkannya, dengan mengkompromikan kebenaran untuk mencapai kesuksesan materi dan duniawi.

Dari pengalaman yang masih sangat sedikit namun sudah cukup untuk menyadarkan pimpinan STT GRAPHE bahwa sebelum ada pembuktian melalui cobaan dan himpitan dalam suatu jangka waktu, janganlah terlalu cepat menyimpulkan bahwa seseorang benar-benar cinta kebenaran.

Seseorang yang berani kelaparan demi kebenaran, belum tentu ia berani mati demi kebenaran. Seseorang yang kalau dibantu secara finansial akan tetap berdiri tegak di atas kebenaran, namun kalau tidak dibantu lalu berkompromi adalah orang yang melayani perut bukan melayani Tuhan. Dan seseorang yang mengkompromikan kebenaran agar bisa diterima oleh berbagai kelompok, atau menjadi terkenal, atau bisa terlihat berhasil secara jasmani, materi dan duniawi adalah Demas abad modern. Seorang yang sungguh-sungguh cinta kebenaran adalah seorang yang siap kelaparan, bahkan siap mati demi kebenaran, yaitu yang memikul salibnya tiap-tiap hari sambil mengikut Tuhan. Sama sekali bukan berarti orang yang cinta kebenaran harus selalu hidup miskin dan menderita setiap saat. Jika ada berkat Tuhan yang alkitabiah, tentu boleh diterima dan disyukurkan. Tetapi jika tidak ada, ia tidak menukarkannya dengan kebenaran yang dimilikinya. Sebaliknya ia akan mempertahankan kebenaran dengan nyawanya.

Sumber: PEDANG ROH Edisi 41 Tahun X Oktober-November-Desember 2004

Selengkapnya...

Rabu, November 18, 2009

PIDATO ANAK 12 TAHUN YANG MEMBUNGKAM PARA PEMIMPIN DUNIA DI PBB

Kisah ini menceritakan pengalaman nyata mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki, seorang anak yang pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children's Organization ( ECO ).

ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah lingkungan.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar (dan membungkam) beberapa pemimpin dunia terkemuka.

Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.

Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children Organization

Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi - dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku
kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang " .

Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua.

Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, "Semuanya akan baik-baik saja, 'kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya."

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, "Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu".

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
***********

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.

Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:

"Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato.
Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh asisten saya kemarin. Saya ... tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun "

--------- --------- ------
*Tolong sebarkan tulisan ini ke semua orang yang anda kenal, bukan untuk mendapatkan nasib baik atau kesialan kalau tidak mengirimkan,tapi mari kita bersama-sama membuka mata semua orang di dunia bahwa bumi sekarang sedang dalam keadaan sekarat dan kitalah manusia yang membuatnya seperti ini yang harus bertindak untuk mencegah kehancuran dunia.
*(Copyright from: Moe Joe Free)*
Sumber: Milis
Selengkapnya...

Ulasan Film: '2012'

Tak seorang pun cukup sentimentil dan spektakuler seperti Roland Emmerich, seperti yang terbukti pada film Independence Day dan The Day After Tomorrow. 2012 memutar trilogi bencana dalam mode yang menakjubkan.

Berdasarkan atas taksiran dari ramalan suku Maya kuno yang mengatakan bahwa dunia akan berakhir pada 21 Desember 2012, bintang film kiamat terkini Roland Emmerich dengan luar biasa memerankan John Cusack sebagai laki-laki keluarga biasa Jackson Curtis. Dan juga didukung oleh para pemain berbakat lainnya seperti Amanda Peet, Chiwetel Ejiofor, Oliver Platt, Thandie Newton, Jimi Mistry, Thomas McCarthy, Danny Glover dan si mata liar Woody Harrelson.

Film 2012 ini dikelompokkan dalam tiga adegan meliputi:

Adegan Pertama: Pengembangan cerita dimana kita seperti mempelajari "Ilmu pengetahuan" di belakang pertunjukan besar ini dan mengenal para pemain utama di dalam melodrama.

Adegan Kedua: Kematian, kerusakan dan kekacauan ketika hari kiamat datang dan dunia bergeser, runtuh dan meledak di sekitar kita (ini merupakan adegan terbaik).

Adegan Ketiga: Pahlawan pemberani yang belajar dari rencana pemerintah untuk menyelamatkan spesies-spesies dari kehancuran gila dan mencoba untuk berlari lebih cepat dari kehancuran global untuk melihat fajar berikutnya di bumi (ini pernah terjadi sebelumnya dan akan terjadi lagi...).

Intrik ini tidak peduli walau bagaimanapun, ia hanya merupakan sebuah latar belakang dari hiburan dua setengah jam kebodohan yang tidak tahu malu, menegangkan dan menakjubkan. Ya, film ini terlalu panjang setidaknya 20 menit, dari Prison Break sampai ke "Ark" sebagai potongan yang terlalu mustahil, dan bahkan adegan berikutnya Poseidon sangat berlebihan lagi. Tetapi pada saat itu Anda bersama para penonton lainnya akan mengikuti setiap langkah yang menegangkan, seluruh bagian tubuh anda akan menyaksikan adegan penyelamatan diri di hadapan gelombang pasang sang pembunuh.

Sorotan dari efek festival Emmerich selama sekitar satu jam ini tidak diragukan lagi. Curtis Cusack memasukkan keluarganya ke dalam sebuah mobil limo dan menghindari gempa bumi yang merusak, gedung-gedung yang runtuh dan ledakan bola api dalam sebuah penyelamatan diri dari kota LA yang sedang hancur. Datang penyelamatan sebuah pesawat terbang dan ledakan akhir di udara terbuka (itu tidaklah merusak), Anda akhirnya bernafas lega setelah menahan nafas selama 15 menit untuk kegembiran karena sudah mengetahui akhir cerita dari film ini. Ini adalah tujuan dari efek-efek film, dan ini juga persisnya kenapa Anda pergi untuk melihat kategori film seperti ini.

Sebuah film bencana klasik modern untuk dirating bersama-sama dengan adikarya seperti Earthquake, The Towering Inferno dan When Worlds Collide, 2012 membakukan posisi Emmerich sebagai master bencana nomor satu. Jadi temukan layar lebar untuk melihat film ini, angkat topi anda, dan bersiap-siaplah untuk hal-hal yang tidak masuk akal dan nikmati apa yang merupakan hiburan menegangkan yang mempesona. (James Carroll/EpochTimes/khl) Sumber: Email

Misteri 2012 dan Mama Laurents

FILM KNOWING DAN LEFT BEHIND 4


Selengkapnya...

Kamis, November 12, 2009

95 DALIL ALKITABIAH


1


Percaya bahwa Tuhan Tritunggal adalah Pencipta langit dan bumi beserta seluruh isinya dalam enam hari biasa/literal yang terdiri dari dua puluh empat jam (Kej.1 &2; Perhatikan Kel 20:9-11).


2


Percaya bahwa Tuhan menciptakan alam semesta dan Tuhan menciptakan dua makhluk yang berkepribadian, diberi kemampuan berpikir, serta kehendak bebas, menurut Rupa dan Gambar Tuhan YHWH atau Jehovah yaitu Malaikat dan Manusia. Tuhan tidak ingin disembah oleh Robot melainkan oleh pribadi yang berkehendak bebas. Mereka bisa memilih menaati atau menentangNya. Jika dari hati mereka yang bebas timbul pilihan menaati Tuhan, itulah kenikmatan bagi Sang Pencipta.


3


Percaya bahwa Tuhan menempatkan Pohon Kehidupan dan Pohon Pengetahuan Baik-Jahat di Taman Eden sebagai simbol alternatif bagi mereka. Jika mereka mau bersikap positif terhadap Tuhan, mereka bisa mengekspresikan dengan memakan buah Pohon Kehidupan. Namun jika mereka memilih bersikap negatif terhadap Tuhan, mereka akan mengekspresikan dengan memakan buah Pohon Pengetahuan Baik-Jahat. Kehendak bebas yang diberikan Tuhan kepada para Malaikat dan Manusia adalah Ketetapan Tuhan dan tidak bisa diubah karena Tuhan tidak bisa menyangkal diriNya (II Tim 2:13). Sebagai pribadi, alias bukan robot, tentu memiliki resiko. Dan sekalipun ada resiko kita tetap lebih senang menjadi pribadi daripada diciptakan sebagai robot.


4


Percaya bahwa terjadi Kejatuhan Malaikat dan Manusia. Dalam hati 1/3 jumlah para Malaikat timbul niat jahat terhadap Tuhan, dan mereka ingin menghancurkan Tuhan. Tentu mereka akan dihukum dan sebelum penghukuman dijatuhkan, untuk membedakan mereka dari malaikat yang masih setia, para malaikat pemberontak diberi sebutan baru yaitu iblis. Mereka tahu ada makhluk lain yang berakal budi yaitu Manusia, yang bisa dihasut untuk memihak mereka. Hawa dihasut sehingga lebih percaya pada perkataan iblis daripada perkataan Tuhan, sehingga memakan buah Pengetahuan Baik-Jahat, sehingga timbul DOSA. Adam pun ikut berdosa dengan memakan buah tersebut. Inilah Momen Kejatuhan Manusia ke dalam DOSA. Mereka lebih percaya iblis daripada Tuhan


5


Percaya bahwa 1/3 malaikat pemberontak bersama Lucifer, yang disebut iblis, TIDAK DIAMPUNI DOSAnya karena setiap Malaikat itu berdosa dari dirinya sendiri, berdosa di Tempat Yang Maha Kudus/Sorga/Tahta Hadirat Tuhan. Juga karena Para Malaikat diciptakan sekaligus (Tanpa REGENERASI) berbeda dengan Manusia yang diciptakan tidak sekaligus (bersamaan dalam satu waktu) alias manusia lewat REGENERASI (kelahiran).


6


Percaya bahwa manusia diciptakan sesuai dengan Rupa dan Gambar Tuhan YHWH atau Jehovah (Kej 1:29; 5:1; 9:6), bukan hasil evolusi. Percaya bahwa setiap orang yang dilahirkan dari keturunan Adam dan Hawa telah menempati/mewarisi POSISI orang berdosa atau Natur (sifat hati) yang berdosa karena Adam dan Hawa telah jatuh ke dalam dosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan, (Rom.3:10,23).


7


Percaya bahwa Sebelum Adam dan Hawa tidak ada manusia yang diciptakan Tuhan (Pre-Adamic), Menolak Tegas adanya teori manusia Pra-Adam yang terdiri dari Tubuh dan Jiwa.


8


Percaya bahwa Manusia adalah suatu Pribadi ciptaan Allah yang diberi kemampuan berpikir, kesadaran diri, kehendak bebas, dan ketika jatuh dalam dosa, hanya kehilangan Kemuliaan Allah dan hubungan/komunikasi dengan pencipta. Manusia tetap mempunyai kehendak bebas. (Kej 3:22, 11:6)


9


Percaya bahwa Manusia berdosa tidak bisa masuk Surga, karena Surga adalah Tempat yang Maha Kudus. Manusia berdosa tidak bisa menghampiri Tuhan karena Tuhan adalah Pribadi yang Maha Kudus. Karena manusia lebih percaya perkataan iblis maka ia akan dihukumkan bersama-sama dengan iblis. Hukumannya ialah mati sebagaimana kata Tuhan bahwa jika mereka makan buah Pengetahuan Baik-Jahat, maka mereka akan mati.


10


Percaya bahwa jika Manusia ingin masuk Surga, maka DOSA manusia HARUS DISELESAIKAN.


11


Percaya bahwa HANYA ada satu cara untuk membereskan dosa yaitu dengan Penghukuman. Dosa tidak dapat dihapus atau tidak dapat diselesaikan dengan perbuatan baik, ritual ibadah dan berbagai kerajinan keagamaan atau usaha manusia. Jika manusia bisa menyelesaikan DOSA, maka itu berarti manusia akan masuk Surga oleh JASAnya. Usaha manusia tidak mungkin menyelesaikan DOSA manusia. Alkitab mengajarkan bahwa DOSA hanya dapat diselesaikan dengan PENGHUKUMAN. Roma 6:23 “Upah DOSA adalah MAUT.” Inilah INTI PERBEDAAN antara Kekristenan dengan semua agama di muka bumi. Hampir semua agama mengajarkan cara Penyelesaian Dosa yang intinya adalah usaha manusia. Namun Alkitab mengajarkan bahwa DOSA diselesaikan dengan penghukuman. Ini sesuai dengan sifat Tuhan yang MAHA ADIL dan MAHA KUDUS, yang harus menghukum DOSA.


12


Percaya bahwa Tuhan begitu Mengasihi Manusia karena Tuhan Maha KASIH, dan dosa hanya dapat diselesaikan dengan PENGHUKUMAN, berarti manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya. Untuk itu Tuhan berjanji akan mengirim JURUSELAMAT, yang lahir dari seorang Dara/perawan yang akan sanggup menghancurkan kepala ular (penyataan simbolik: mengalahkan iblis)


13


Percaya bahwa Hanya ada SATU CARA untuk Menyelamatkan manusia dari PENGHUKUMAN, yaitu dengan mengirim JURUSELAMAT yang akan dihukumkan sebagai pengganti manusia berdosa, tegasnya DOSA hanya dapat diselesaikan melalui PENGHUKUMAN (II Kor.4:23, Rom.6:23).


14


Percaya bahwa Manusia yang berdosa mampu merespon terhadap berita Injil, sehingga Aktivitas penginjilan adalah KEHARUSAN. Mati secara rohani bukanlah mati seperti mayat yg tidak bisa merespon berita Injil. (Kis 2:37, 8:36-37)


15


Percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah yang diperanakkan oleh Roh Kudus, lahir dari anak Dara/Perawan Maria (Mat 1:23). Yesus Kristus adalah Tuhan sejati dan manusia Sejati, Satu Pribadi (One Person) dengan dua sifat/natur: Ilahi dan Insani (Mat 1:18-20; Yoh 1:1,2,14). Percaya Yesus Kristus telah mati (mat 27:45-56; Mrk 15:33-41; Luk 23:44-49; Yoh 19;28-30; I Kor 15:3), diutus untuk menanggung dosa semua manusia (1 Yoh 2:2), tinggal dirahim bumi 3 hari 3 malam (Mat 12:40; Yun 1:17). Bangkit pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci (1 Kor 15:4-5), Naik ke Surga (Kis 1:6-9) dan Yesus akan datang Kembali (Maranatha) sebagai Hakim dan Raja.


16


Dosa manusia yang belum memiliki kesadaran diri (bayi), bahkan dosa Adam hingga dosa manusia terakhir telah ditanggung oleh Tuhan di kayu salib (Yoh.1:29, Ibr.2:9, I Yoh.2:2). Sehingga Bayi yg mati PASTI MASUK SURGA karena sudah ditebus oleh Darah Yesus. (2 Sam 12:23)


17


Percaya bahwa kepada manusia yang telah memiliki kesadaran diri dan melakukan dosa atas kesadaran diri diserukan untuk bertobat dan menerima Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat untuk mendapatkan pengampunan dosa atau pengaplikasian anugerah keselamatan (Mat.4:17, Yoh.3:16, Ef.1:7, Kol.1:14). Keselamatan itu Anugerah/Kasih Karunia, melalui Iman kepada Yesus Kristus (Ef 2:8-10).


18


Percaya bahwa Setiap Manusia yang hidup pada masa sebelum Kelahiran Yesus, Diselamatkan karena Bertobat dan Percaya kepada JURUSELAMAT yang AKAN DATANG (Percaya janji Tuhan mengirim JURUSELAMAT) yang disimbolkan dengan Korban Sembelihan Hewan di Mezbah.


19


Percaya bahwa Setiap Manusia yang hidup setelah Kelahiran Yesus, Diselamatkan karena Bertobat dan Percaya kepada JURUSELAMAT yang SUDAH DATANG. Bertobat artinya mengakui diri berdosa dan telah menyesali dosa. Percaya bahwa diri anda yang seharusnya dihukumkan tetapi Sang Juruselamat TELAH dihukumkan menggantikan anda.


20


Percaya bahwa tidak ada jalan keselamatan lain selain Injil Yesus Kristus karena siapapun yang berada di luar Kristus akan menanggung hukuman atas dosa dirinya. Tidak ada satu manusia pun bisa masuk Surga tanpa percaya kepada Yesus Kristus dari Adam hingga manusia terakhir (Yoh.14:6, Ibr.8:6, I Tim.2:5).


21


Percaya bahwa setiap orang yang tidak pernah dengar Injil tetap akan masuk Neraka.


22


Percaya bahwa Injil yang murni adalah Injil yang tidak ditambahkan dengan percaya kepada Maria, upacara baptisan, kerajinan ibadah dan apa saja (Gal.1:8, 5:3-4). Dan tidak menekankan kesuksesan duniawi atau yang mengurangi aspek seruan bertobat (I Kor.15:19).


23


Percaya bahwa Iman yang Menyelamatkan ialah kita percaya bahwa YESUS KRISTUS telah DISALIBKAN untuk MENANGGUNG semua DOSA kita. Atau seseorang percaya dengan segenap hati bahwa Yesus telah MENGGANTIKANnya disalibkan dan kini ia sedang menggantikanNya hidup, Memahami kondisi diri sebagai orang berdosa yang tidak berdaya, yang akan masuk ke Neraka, serta menyesali dosa-dosanya, dan mengucap syukur atas kasih Yesus kristus yang rela dihukumkan menggantikannya. (Rm 10:9-10).


24


Percaya bahwa orang yang telah diselamatkan tidak akan kehilangan keselamatannya karena terjatuh ke dalam dosa. Tetapi yang bersangkutan harus tetap tinggal di dalam kasih karunia Yesus Kristus atau tetap Beriman sampai Mati dan tidak menyangkal Tuhan (Rom.11:22, I Kor.15:2, II Kor.6:6, II Tim.2:12, Yak.5:19, I Yoh.2:24,27, II Yoh 9).


25


Percaya bahwa ada kehidupan setelah kematian, atau Kebangkitan orang mati atau Kebangkitan Tubuh untuk menuju kepada Kehidupan Kekal atau Kematian Kekal.


26


Percaya bahwa ada Surga bagi orang yang bertobat serta menerima Kristus sebagai Juruselamatnya, dan ada Neraka bagi orang yang menolak anugerah Allah. Percaya bahwa Surga, Neraka dan Kerajaan Seribu Tahun ADA dan Benar-benar NYATA


27


Percaya bahwa Alkitab adalah Otoritas Satu-satunya (Sole Authority) bagi Iman dan Praktek hidup orang Kristen. (II Tim 3:14-17, Mzm 119:105)


28


Percaya bahwa Alkitab, dari Kejadian 1:1 sampai Wahyu 22:21, adalah satu-satunya firman Allah yang tidak ada salah. Di luar Alkitab tidak ada firman Allah baik tertulis maupun lisan.


29


Percaya bahwa Alkitab bersifat kanon tertutup. Kitab Wahyu 22:21 adalah firman Allah yang terakhir. Sesudah Wahyu 22:21 dituliskan, maka Allah telah menghentikan proses pewahyuan dan juga menghentikan semua karunia yang berhubungan dengan pewahyuan (yaitu bahasa lidah/roh, nubuat, menafsirkan bahasa lidah, I Kor 13:8-10).


30


Percaya dalam doktrin Alkitab yaitu Alkitab diwahyukan secara Verbal Plenary Inspiration (VPI) dan Dijaga tanpa salah sedikitpun atau Verbal Plenary Preservation (VPP). (Mzm 12:7, Mat 24:35, Mrk 13:31, Luk 21:33).


31


Percaya bahwa Alkitab adalah Absolut Innerancy dan Biblical Infallibility yaitu 66 Kitab Kanon yg terdiri dari 39 Kitab PL dan 27 Kitab PB adalah Kitab-kitab yang diseleksi oleh Roh Kudus melalui jemaat mula-mula.


32


Percaya bahwa gereja apapun yang memiliki/Mengajarkan Otoritas di Luar Alkitab atau Extra biblical Authority adalah Menambahi Firman Tuhan.


33


Percaya bahwa penafsiran Alkitab yang benar adalah literal-grammatikal-historikal. Penerapan cara penafsiran alegoris hanya kalau secara akal sehat cara literal-grammatikal tidak mungkin diterapkan.


34


Percaya bahwa 2 Kategori ajaran sesat: Keluar dari Alkitab dan Salah Menafsirkan Alkitab. Ini bisa terjadi juga ketika seseorang menambah atau mengurangi ajaran Alkitab. (Wahyu 22:18-19)


35


Percaya bahwa setiap orang percaya harus menggabungkan diri ke dalam salah satu gereja lokal untuk membentuk tubuh Kristus serta bertumbuh di dalam Kristus (Ef.4:11-16).


36


Percaya bahwa hanya ada 2 Tujuan Besar Kedatangan Tuhan Yesus ke dunia yaitu Pertama, Untuk menyelamatkan manusia yang berdosa dan Kedua, setelah mereka diselamatkan, sambil menunggu kedatanganNya menjemput mereka, Ia mengharuskan mereka membentuk Jemaat/Gereja. Organisasi yang hanya menginjil namun tidak membentuk/mendirikan Jemaat, hanya melakukan separuh Perintah Tuhan. Dan orang Kristen yang Taat harus melakukan keseluruhan Perintah Tuhan.


37


Percaya bahwa pada masa Perjanjian Baru, Gereja Lokal adalah Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran (TPDK). I Tim 3:15


38


Percaya bahwa gereja harus terpisah total dari negara dan pemerintah dan gereja tidak boleh terlibat politik praktis (Mat.22:21).


39


Percaya bahwa Orang Kristen sebagai Warga Negara boleh berpolitik, tetapi Gereja/Jemaat Lokal tidak boleh berpolitik, misal: gereja mengadakan acara politik seperti Doa Politik, dll.


40


Percaya bahwa manusia atau Negara yang menghukum orang atas dasar kepercayaannya adalah sama dengan melarangnya memercayai sesuatu yang diyakininya dan hal ini jelas melanggar HAM.


41


Percaya bahwa gereja yang benar adalah gereja yang bersifat lokal bukan yang bersifat universal/katolik/am (Ef.1:1), dan otonomi penuh, tidak tunduk kepada kuasa apapun bahkan kuasa alam maut (Mat.16:18).


42


Percaya bahwa tubuh Tuhan Yesus itu bukan seluruh kekristenan, melainkan tiap-tiap gereja lokal (Ef.1:23). Percaya bahwa Doktrin Gereja Lokal adalah Alkitabiah, sedangkan Doktrin Gereja Universal tidak Alkitabiah.


43


Percaya bahwa hubungan satu gereja lokal dengan gereja lokal lain bukan sebagai atasan dan bawahan (vertikal) melainkan sebagai sahabat dan saudara (horisontal).


44


Percaya bahwa Tuhan hanya mendirikan gereja lokal dan gereja lokallah yang mendirikan yayasan, sekolah dan berbagai sarana pemberitaan Injil. Parachurch yang alkitabiah adalah yang didirikan gereja lokal serta tunduk kepada gereja lokal (Mat.16:18).


45


Percaya bahwa Konsep Keluarga Alkitabiah adalah Suami mengasihi Istri dan Istri tunduk kepada Suami sama seperti Kristus mengasihi Jemaat dan Jemaat Tunduk kepada Kristus.


46


Percaya bahwa Tuhan telah menghentikan jabatan IMAM dan praktek keimamatan (pemberkatan oleh “pendeta“ pada akhir kebaktian, pemberkatan nikah, dll) untuk Gereja/Jemaat perjanjian Baru. Setiap orang Percaya adalah IMAM atas dirinya sendiri. Dan Yesus kristus adalah IMAM BESAR AGUNG yang menjadi perantara Allah dan Manusia berdosa. (1 Pet 2:9)


47


Percaya bahwa jabatan Nabi dan Rasul sudah tidak ada dan telah dihentikan sejak wahyu terakhir diberikan kepada Rasul Yohanes di Pulau Patmos, dan kini tinggal sebagai jabatan pengajar firman: Penginjil/Evangelis, Gembala=Gbl / Penatua= Pnt/ Penilik Jemaat=PJ (bukan Pendeta/Pandita), dan Pengajar/Guru Jemaat=GJ (1 Tim 3:1, Ef 4:11) serta sebagai jabatan pelayan jemaat/pelayan “meja”, Diaken=Dkn (bukan Majelis). (Kis 6:1-7; 1 Tim 3:8).


48


Percaya bahwa wanita tidak dipanggil untuk mengajar, berkhotbah dan memimpin laki-laki dewasa dalam Kebaktian Umum atau Pertemuan Jemaat (I Tim.2:12-13, I Kor.14:34,37). Wanita bisa menginjil, mengajar dan berkhotbah pada Persekutuan Pemuda, Remaja, Kaum Wanita/Ibu, dan Sekolah Minggu alias mengajar anak Playgroup sampai Mahasiswa dan pelayanan lain yang bukan di Kebaktian Umum. Prinsip ini seiring dengan sebagaimana istri harus tunduk kepada suami dan suami harus mengasihi istri (Ef.5:22-27, 1 Kor 11:10). Penundukan ini sebagai kesaksian bagi para malaikat karena mereka (perempuan menaati perintah Tuhan) seperti Gereja Tunduk kepada Kristus dan Kristus mengasihi JemaatNya. Dalam hal ini, yang kita bicarakan adalah masalah Gereja / masalah spiritual/rohani, dan tidak ada hubungannya dengan dunia sekuler atau pemerintah, Wanita boleh menjadi Presiden, Direktur, Menteri, dll.

Percaya bahwa apa yang ditulis oleh Paulus kepada gereja adalah wahyu Tuhan (perintah Tuhan), bukan budaya masa lalu. (I Kor 14:37 Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah PERINTAH Tuhan)


49


Percaya bahwa baptisan tidak menyelamatkan melainkan hanya salah satu upacara yang diperintahkan untuk dilaksanakan oleh gereja lokal. Dan baptisan yang benar adalah baptisan yang dilakukan terhadap orang yang sudah lahir baru (orang benar), dimasukkan ke dalam air (cara yang benar), dan oleh gereja yang benar (doktrinnya benar) (Mrk.16:16, Mat.28:19, Rom.6:3-4). Baptisan tidak diperuntukkan bagi bayi/anak kecil karena belum bisa mengaku percaya dengan kesadaran sendiri, juga baptisan bukan pengganti sunat dalam PL.


50


Percaya bahwa hanya ada dua upacara yang diperintahkan (Ordinansi, bukan Sakramen) untuk dilaksanakan oleh gereja lokal, yaitu upacara baptisan selam (Mat 3:16, Mrk 1:10, Yoh 3:23, Kis 8:36-39) dan upacara perjamuan Tuhan (bukan Perjamuan Kudus). Kedua-duanya tidak esensi untuk keselamatan melainkan hanya untuk mengingat akan kematian dan kebangkitan Tuhan yang menyelamatkan alias Simbolis/Peringatan (Mat.3:11, Mat 28:19, I Kor.11:23-26, Yoh 6:63).

Istilah ”Perjamuan Kudus” dapat menyebabkan orang Kristen bisa salah paham dalam memahami maknanya. Seperti sebagian orang Kristen percaya, jika kita mengikuti Perjamuan Kudus, maka kita akan menjadi Kudus. Ini Konsep Mistik. Demikian juga dengan istilah Sakramen.


51


Percaya bahwa Konsep Family Altar adalah Salah karena kita tidak lagi hidup dalam masa Keimamatan Ayah (zaman antara Adam sampai Taurat diturunkan)


52


Percaya bahwa Hukum Taurat sudah diGENAPkan bukan dibatalkan dan seluruh paket Ibadah Simbolik yang terkandung dalam hukum Taurat sudah selesai tugasnya.




Percaya bahwa Paket Ibadah Simbolik/Jasmaniah/Rituil (seperti nama Jehovah, aturan hari Sabat/Sabtu, makanan yang diHARAMkan, Penyakit Kusta yang menyimbolkan Kutukan, Ritual Ibadah di Bait Suci) semuanya telah selesai tugasnya, karena yang DISIMBOLKAN telah TIBA (Anak Domba Allah yaitu Yesus Kristus).


53


Percaya bahwa ibadah yang bersifat lahiriah dengan berbagai ritualnya telah digantikan dengan ibadah Hakekat dalam roh dan kebenaran. Tidak ada simbol lahiriah (tidak ada keterikatan pada postur tubuh, waktu maupun tempat) dalam ibadah selain keteraturan dan kesopanan (Yoh.4:23-24, I Kor.14:40).


54


Percaya bahwa Keimamatan Harun telah dihentikan dan kini setiap orang Percaya adalah IMAM, bahkan Imamat yang Rajani (1 Pet 2:9). Tidak boleh ada jabatan imam atau praktek keimamatan. Tidak boleh memberkati orang atau diberkati orang. Zaman Family Altar sudah selesai. Tidak boleh ada yang angkat tangan di akhir kebaktian untuk memberkati orang, karena itu adalah praktek keimamatan. Dan yang benar adalah Peneguhan Nikah bukan PEMBERKATAN Nikah. Gereja/Jemaat Lokal berfungsi sebagai Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran menggantikan posisi bangsa Israel.


55


Percaya bahwa segala syair lagu pujian harus ditujukan kepada Allah dan sesuai dengan kebenaran Alkitab. Segala musik yang terindah hanya bagi Tuhan. (Kol 3:16, Why 7:12, Mat 26:30). Jika Musik di Gereja anda tidak bisa dibedakan dengan Musik Dunia, maka ada 2 kemungkinan: Gereja semakin Duniawi atau Dunia semakin Rohani.


56


Percaya bahwa dalam Alkitab Tidak ditemukan Penumpangan Tangan untuk PEMBERKATAN dalam Perjanjian Baru. Penumpangan Tangan untuk Pengukuhan Jabatan (Gembala, Penginjil, Pengajar/Guru Jemaat dan Diaken) sebagai bentuk Restu/Approve atas nama Jemaat. (Kis 6:6, 13:3; 1 Tim 4:14, 2 Tim 1:6).


57