Rabu, November 08, 2017

Seminar Calvinisme Jakarta 1 Desember 2017



Seminar Akademik dengan tema CALVINISME

Yudas Iskariot: Penjahat atau Pahlawan ???

Apakah manusia ditentukan dan dipilih untuk selamat?
Apakah Yudas berjasa dalam keselamatan manusia?
Apakah tindakan Yudas sudah ditentukan Allah?
Apakah manusia memiliki kehendak bebas?
Bagaimana hubungan kehendak bebas dengan nubuat?

Jumat, 1 Desember 2017 (HARI LIBUR)

Pkl 09.00-15.00 WIB

Aula GITS, Jl. Danau Agung 2 no 7, Sunter, Jakarta Utara

Pembicara: Dr. Steven E. Liauw, D.R.E., Th.D

adalah purek Akademis di Graphe International Theological Seminary (GITS) sekaligus pengajar Theologi, Eksegesis dan Bahasa Yunani dan Ibrani. Beliau menyelesaikan Doctor of Religious Education di Tabernacle Baptist Theological Seminary pada tahun 2006, dan menyelesaikan Doctor of Theology di Bible Baptist Theological Seminary pada tahun 2011.

Pembahasan: Pertanyaan mengenai bagaimana kedaulatan Allah berhubungan dengan kehendak dan tanggung jawab manusia, selalu dapat menjadi pembicaraan dan diskusi yang menarik. Hal ini karena topik tersebut terkait erat dengan konsep moralitas manusia. orang kristen mengakui bahwa Allah berdaulat, tetapi bagaimanakah memahami kedaulatan Allah? Apakah Allah yang berdaulat berarti Allah yang menakdirkan segala sesuatu? Lalu bagaimana hubungannya dengan kemahatahuan Allah? Jika Allah sudah tahu apa yang anda akan perbuat hari ini, apakah itu berarti anda tidak memiliki pilihan lain selain melakukan apa yang Allah telah ketahui? Lalu, bagaimana ini semua berhubungan dengan kehendak bebas manusia, dan tuntutan tanggung jawab? Contoh kasus adalah Yudas Iskariot. Tindakan Yudas menjual Tuhan telah diketahui dan dinubuatkan sebelumnya. Apakah ia telah ditakdirkan untuk peran tersebut? Dan apakah itu hal yang positif atau negatif? Di satu sisi, Yudas melakukan tindakan yang tercela, tetapi di sisi lain, bukankah pengkhianatannya memungkinkan penenbusan dosa di atas kayu salib? Jadi Yudas Iskariot: Penjahat atau Pahlawan?

Prinsip-prinsip kedaulatan Allah dan tanggung jawab manusia ini semakin runcing ketika diterapkan ke masalah keselamatan. Apakah keselamatan manusia ditentukan Allah lewat pemilihan yang tanpa syarat sejak kekekalan, ataukah manusia bisa memilih untuk percaya atau menolak Injil? Apa kata Alkitab tentang Predestinasi? Bagaimanakah pemahaman akan hal-hal ini mempengaruhi citra karakter Allah, yaitu keadilanNya dan kebaikannya?

Dapat dipastikan bahwa akan ada pembahasan yang seru dan mendalam, yang akan menantang semua hadirin untuk mempelajari Kitab Suci secara tepat, harmonis, dan holistik. Periko-perikop yang krusial, seperti Roma 9, Yohanes 6, dan banyak lainnya, akan dipelajari. kebenaran Alkitab dan karakter Allah akan dijunjung tinggi. Jangan lewatkan kesempatan baik ini untuk memperdalam pemahaman tentang Alkitab dan doktrin yang penting ini.

Selasa, Oktober 31, 2017

500 Tahun REFORMASI: Memahami Segalanya Tentang CALVINISME


Peringatan 500 Tahun Reformasi, saya membagikan Gratis Buku PDF/ E-Book dengan judul :

Memahami Segalanya Tentang CALVINISME (Understanding All About Calvinisme)

dengan tebal  878 Halaman. Silahkan dibagikan secara GRATIS.

Klik Link dibawah ini:

Senin, Oktober 16, 2017

IBLIS JUGA BISA BUAT MUJIZAT

Muijzat adalah sesuatu yang ajaib, yang tidak dapat dikerjakan oleh manusia. Beda mujizat dari sulap ialah bahwa mujizat adalah sesuatu yang tidak dapat dikerjakan oleh manusia, sedangkan sulap adalah tipu-gerak bahkan tipu dengan teknologi untuk mengelabui penonton. Tetapi di zaman iblis berhasil menginvasi manusia, sesuai terminologi Dave Hunt dalam buku Occult Invasion, banyak pesulap yang telah memakai bantuan iblis.

Mujizat Iblis Zaman Musa
Pada saat Jehovah membawa keluar bangsa Yahudi untuk bertugas menjaga ibadah simbolik dan menyinari bangsa-bangsa, raja Mesir, Firaun, tidak mengijinkan. Kita sudah sering membaca tindakan Allah Jehovah dengan mujizat-mujizat yang amat dahsyat. Tetapi iblis tidak mau kalah, dia juga beraksi menunjukan bahwa dia bisa membuat mujizat melawan mujizat Allah.

Kemudian Firaunpun memanggil orang-orang berilmu dan ahli-ahli sihir; dan merekapun, ahli-ahli Mesir itu, membuat yang demikian juga dengan ilmu mantera mereka. Masing-masing mereka melemparkan tongkatnya, dan tongkat-tongkat itu menjadi ular; tetapi tongkat Harun menelan tongkat-tongkat mereka. (Kel.7:11-12 ITB)

Jumat, Agustus 04, 2017

Kesalahan Pembaptisan Bayi

Banyak gereja hari ini membaptiskan bayi, atau lebih cocok sebenarnya dikatakan mereka memercik bayi. Kata “baptis” berarti menyelamkan, dan kebanyakan gereja tidak menyelamkan bayi, mereka hanya memercik mereka. Tetapi, Gereja Ortodoks Timur, yang memiliki basis Yunani (dibandingkan Roma Katolik yang berbasiskan Latin), benar-benar menyelamkan bayi.

Gereja-gereja Protestan juga melakukan “baptis” bayi atau pemercikan bayi. Ini karena gereja-gereja Protestan keluar dari Roma Katolik, dan karena itu mewarisi sebagian doktrin-doktrin Katolik. Sepanjang sejarah, ada sekelompok orang-orang percaya alkitabiah, yang dikenal dengan berbagai nama (Donatis, Bogomil, Waldensian, Novatian, Anabaptis, dll., modern ini kaum Baptis), yang sejak awal berada di luar Roma Katolik, dan mempertahankan pengajaran alkitabiah bahwa hanya orang percaya yang boleh dibaptis. Berikut ini akan dipaparkan secara singkat, kesalahan praktek membaptiskan bayi (apalagi memercik bayi). Membaptis bayi adalah kesalahan besar, karena:

Jumat, Juli 07, 2017

ADAT-ISTIADAT PERNIKAHAN

Pernikahan adalah sebuah peristiwa yang dimulai dari Adam dan Hawa. Tuhan yang menciptakan Hawa setelah melihat Adam seorang diri, membawanya kepada Adam, menikahkan mereka, sehingga mulai saat itu mereka menjadi suami-istri. Pernikahan berikut yang kita baca di Alkitab ialah pernikahan Ishak dengan Ribka yang didapatkan pembantu Abraham dari Mesopotamia.

Sebelum hukum Taurat melarang  pernikahan incest, kebanyakan pernikahan masih dilakukan di antara saudara dekat. Tentu keadaan rumah tangga yang dihasilkan lebih baik karena pasangan suami-istri sudah kenal baik, dan berlatar belakang yang sama. Tetapi ketika keturunan manusia bergenerasi-generasi, ternyata telah terjadi kerusakan genetika, sehingga pernikahan antar anggota keluarga dekat bisa menghasilkan bayi yang cacat. Sebelum manusia tahu akan hal ini, Allah yang maha tahu telah terlebih dulu tahu sehingga memberikan hukum yang melarang pernikahan incest.

KEKRISTENAN DAN ADAT ISTIADAT

KEKRISTENAN DAN ADAT ISTIADAT

"Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan." Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu? (Mat 15:2-3 ITB)

Semua orang Kristen yang membaca Alkitab akan mendapatkan percakapan pertentangan antara Tuhan dengan orang Yahudi mengenai adat-istiadat. Bahkan pertentangan meruncing hingga tahap hendak membunuh Yesus Kristus karena adat-istiadat. 

Semua bangsa di muka bumi memiliki adat-istiadat. Karena munculnya adat sebuah suku atau bangsa itu dari sekelompok masyarakat melakukan sesuatu, dan kemudian mengulangnya terus menerus. Karena diulang-ulang dan yang tidak melakukannya atau berusaha melakukan yang berbeda dilihat oleh masyarakat sebagai pembangkang, atau tidak menghormati nenek moyang yang sudah pernah melakukan hal itu bahkan sudah berulang-ulang, akhirnya menjadi adat.

Senin, Juli 03, 2017

ADAT DI SEKITAR ACARA KEMATIAN

Kematian adalah peristiwa besar dalam kehidupan manusia. Setelah hidup bersama puluhan tahun, tiba-tiba meninggal, dan seterusnya tidak bisa berkomunikasi lagi. Oleh sebab itu peristiwa kematian biasanya sangat sedih, dan ada yang sangat menggoncangkan jiwa. Konsep Alkitab Tentang Kematian Tuhan sudah memperingatkan manusia untuk tidak memakan buah pohon pengetahuan baik dan jahat, karena akan mati. Orang yang memakannya akan dihukum mati. Tetapi Hawa tidak percaya kepada Allah, melainkan lebih percaya kepada Setan, sehingga memakannya, dan memberikannya kepada suaminya.

Setelah sepasang manusia jatuh ke dalam dosa, maka manusia tersebut harus dihukum mati. Tetapi karena Allah mengasihi manusia, sehingga merencanakan penyelamatan. Dosa tidak bisa diselesaikannya dengan kata-kata pengampunan karena sifat Allah yang maha suci dan maha adil. Dosa selesai jika dijatuhi penghukuman. Oleh sebab itu Allah merencanakan pengiriman Juruselamat yang akan dihukumkan untuk menggantikan manusia. Selanjutnya Tuhan menutup akses ke pohon kehidupan agar manusia yang telah berdosa, telah tahu tentang kejahatan, tidak hidup selamanya.