Sabtu, Mei 19, 2018

INTI BAHASAN SURAT IBRANI

Surat Ibrani ditulis kepada orang-orang Ibrani (Yahudi) diaspora, yang dapat dipercayai bahwa penulisnya adalah Rasul Paulus. Pertama, penulis adalah orang dekat dengan Timotius sesuai dengan salam di akhir surat (13:23). Kedua, dalam lingkaran orang dekat Timotius tidak ada orang yang memiliki pemahaman lebih tentang kitab PL dan keyahudian selain Rasul Paulus. Ketiga, jemaat mula-mula tidak mungkin menerima sembarangan tulisan sebagai firman Tuhan. Sekurang-kurangnya tulisan tersebut diketahui oleh Rasul dan disetujui oleh Rasul.

Jangan Mengabaikan Keselamatan
Di pasal 1 surat Ibrani, Paulus menekankan bahwa Yesus Kristus adalah Mesias yang dinanti-nantikan oleh segenap bangsa Yahudi (1:8-9). Bahwa Yesus adalah Anak Allah. Di pasal 2 Paulus berkata bahwa keselamatan dari Allah itu sedemikian nyata, dan pertama-tama diberitakan oleh Tuhan sendiri (2:3) dan kemudian dilanjutkan oleh mereka yang pernah mendengarnya dengan cara yang dapat dipercaya. Tuhan meneguhkan pemberitaan mereka dengan mujizat dan berbagai pernyataan kekuasaan. 

Siapa Memegang Siapa?

Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. (1Co 15:2 ITB)

Argumentasi yang pernah saya dengar bahkan sering, dari orang-orang yang mati-matian membela OSAS, ialah bahwa dia dipegang oleh Allah, bukan dia yang memegang Allah. Maksudnya ialah bahwa kalau dia yang pegang Allah maka kurang kuat, biasanya digambarkan dengan anak kecil, tetapi jika Allah yang memegang dia maka tidak mungkin terlepas. 

Tetapi Rasul Paulus yang menulis surat Korintus menyuruh jemaat Korintus, yang Paulus asumsikan lahir baru, untuk memegang teguh Injil yang telah menyelamatkan mereka. Ternyata bayangan bahwa orang yang telah lahir baru akan dipegang Allah adalah separuh kebenaran, karena kondisi dipegang Allah tergantung pada kondisi yang bersangkutan memegang Injil yang telah menyelamatkannya. 

Jumat, Mei 18, 2018

MENYALIBKAN YESUS LAGI

Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum. Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah; tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran. (Ibrani 6:4-8 ITB)

Coba bandingkan kalimat ayat ini dari yang bahasa asli dengan yang bahasa Indonesia dan yang bahasa Inggris, maka akan dapatkan bahwa yang LAI redaksinya agak membingungkan.

Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad, tidak mungkin dibaharui untuk bertobat lagi, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum. (terjemahan yang sesuai bahasa aslinya).

Jumat, April 13, 2018

SEMINAR ALKITAB 1 MEI 2018 DI JAKARTA




Mari Hadirilah seminar penting yang mengupas ajaran ALKITAB yang Alkitabiah mengenai 
MUNGKINKAH ALLAH HANYA BERFIRMAN DI ALKITAB?
SELASA (Tanggal MERAH, LIBUR), 1 MEI 2018
Pkl: 09.00-15.00 WIB di Aula GITS, Jl. Danau Agung 2 no 5-7, Sunter, Jakarta Utara
Pembicara: Suhento Liauw, Th.D
Untuk keperluan KONSUMSI dan ketertiban Administrasi, mohon SEGERA melakukan pendaftaran. 

Daftar online di http://bit.ly/salk18
 atau

Daftar SEGERA, SMS kan Nama Anda ke Kontak untuk registrasi: 021-6471-4156 (Telpon) / 0816-1402354 / 0897-972-8557

Dapatkan brosurnya di :
TB. Immanuel, Jl. Proklamasi no. 76, Jakarta Pusat
TB. Immanuel, Ruko Wisma Gading Permai Menara C no. 30, Kelapa Gading, Jakarta Utara
TB. Immanuel, Jl. Tanjung Duren Raya No. 95, Jakarta Barat
TB. Immanuel, Jl. Sultan Iskandar Muda no. 88D, Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan
TB. BPK Gunung Mulia, Jl. Proklamasi, Jakpus
TB. LAI, Jl. Salemba, Jakarta Timur
TB. GoodNews, Mall Citraland/Ciputra lt 4 no 33-35, Jl. Arteri S. Parman, Grogol, Jakarta Barat
TB. Oneway Bookstore, Tanjung Duren, Jakarta Barat
TB. Haleluya Mall Kelapa Gading 2, Lantai 2 no 320, Jakarta Utara
TB. Katolik AVILA, Mall Kelapa Gading 2, Lantai 2 no 309B, Jakarta Utara
Toko Kaset Pondok Pujian, Mall Kota Casablanca, Jakarta Selatan
Toko Kaset Pondok Pujian, Mall CENTRAL PARK Jakarta Barat
TB. Gramedia Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara
Didukung oleh:
Radio Berita Klasik AM 828,

Rabu, November 08, 2017

Seminar Calvinisme Jakarta 1 Desember 2017



Seminar Akademik dengan tema CALVINISME

Yudas Iskariot: Penjahat atau Pahlawan ???

Apakah manusia ditentukan dan dipilih untuk selamat?
Apakah Yudas berjasa dalam keselamatan manusia?
Apakah tindakan Yudas sudah ditentukan Allah?
Apakah manusia memiliki kehendak bebas?
Bagaimana hubungan kehendak bebas dengan nubuat?

Jumat, 1 Desember 2017 (HARI LIBUR)

Pkl 09.00-15.00 WIB

Aula GITS, Jl. Danau Agung 2 no 7, Sunter, Jakarta Utara

Pembicara: Dr. Steven E. Liauw, D.R.E., Th.D

adalah purek Akademis di Graphe International Theological Seminary (GITS) sekaligus pengajar Theologi, Eksegesis dan Bahasa Yunani dan Ibrani. Beliau menyelesaikan Doctor of Religious Education di Tabernacle Baptist Theological Seminary pada tahun 2006, dan menyelesaikan Doctor of Theology di Bible Baptist Theological Seminary pada tahun 2011.

Pembahasan: Pertanyaan mengenai bagaimana kedaulatan Allah berhubungan dengan kehendak dan tanggung jawab manusia, selalu dapat menjadi pembicaraan dan diskusi yang menarik. Hal ini karena topik tersebut terkait erat dengan konsep moralitas manusia. orang kristen mengakui bahwa Allah berdaulat, tetapi bagaimanakah memahami kedaulatan Allah? Apakah Allah yang berdaulat berarti Allah yang menakdirkan segala sesuatu? Lalu bagaimana hubungannya dengan kemahatahuan Allah? Jika Allah sudah tahu apa yang anda akan perbuat hari ini, apakah itu berarti anda tidak memiliki pilihan lain selain melakukan apa yang Allah telah ketahui? Lalu, bagaimana ini semua berhubungan dengan kehendak bebas manusia, dan tuntutan tanggung jawab? Contoh kasus adalah Yudas Iskariot. Tindakan Yudas menjual Tuhan telah diketahui dan dinubuatkan sebelumnya. Apakah ia telah ditakdirkan untuk peran tersebut? Dan apakah itu hal yang positif atau negatif? Di satu sisi, Yudas melakukan tindakan yang tercela, tetapi di sisi lain, bukankah pengkhianatannya memungkinkan penenbusan dosa di atas kayu salib? Jadi Yudas Iskariot: Penjahat atau Pahlawan?

Prinsip-prinsip kedaulatan Allah dan tanggung jawab manusia ini semakin runcing ketika diterapkan ke masalah keselamatan. Apakah keselamatan manusia ditentukan Allah lewat pemilihan yang tanpa syarat sejak kekekalan, ataukah manusia bisa memilih untuk percaya atau menolak Injil? Apa kata Alkitab tentang Predestinasi? Bagaimanakah pemahaman akan hal-hal ini mempengaruhi citra karakter Allah, yaitu keadilanNya dan kebaikannya?

Dapat dipastikan bahwa akan ada pembahasan yang seru dan mendalam, yang akan menantang semua hadirin untuk mempelajari Kitab Suci secara tepat, harmonis, dan holistik. Periko-perikop yang krusial, seperti Roma 9, Yohanes 6, dan banyak lainnya, akan dipelajari. kebenaran Alkitab dan karakter Allah akan dijunjung tinggi. Jangan lewatkan kesempatan baik ini untuk memperdalam pemahaman tentang Alkitab dan doktrin yang penting ini.

Selasa, Oktober 31, 2017

500 Tahun REFORMASI: Memahami Segalanya Tentang CALVINISME


Peringatan 500 Tahun Reformasi, saya membagikan Gratis Buku PDF/ E-Book dengan judul :

Memahami Segalanya Tentang CALVINISME (Understanding All About Calvinisme)

dengan tebal  878 Halaman. Silahkan dibagikan secara GRATIS.

Klik Link dibawah ini:

Senin, Oktober 16, 2017

IBLIS JUGA BISA BUAT MUJIZAT

Muijzat adalah sesuatu yang ajaib, yang tidak dapat dikerjakan oleh manusia. Beda mujizat dari sulap ialah bahwa mujizat adalah sesuatu yang tidak dapat dikerjakan oleh manusia, sedangkan sulap adalah tipu-gerak bahkan tipu dengan teknologi untuk mengelabui penonton. Tetapi di zaman iblis berhasil menginvasi manusia, sesuai terminologi Dave Hunt dalam buku Occult Invasion, banyak pesulap yang telah memakai bantuan iblis.

Mujizat Iblis Zaman Musa
Pada saat Jehovah membawa keluar bangsa Yahudi untuk bertugas menjaga ibadah simbolik dan menyinari bangsa-bangsa, raja Mesir, Firaun, tidak mengijinkan. Kita sudah sering membaca tindakan Allah Jehovah dengan mujizat-mujizat yang amat dahsyat. Tetapi iblis tidak mau kalah, dia juga beraksi menunjukan bahwa dia bisa membuat mujizat melawan mujizat Allah.

Kemudian Firaunpun memanggil orang-orang berilmu dan ahli-ahli sihir; dan merekapun, ahli-ahli Mesir itu, membuat yang demikian juga dengan ilmu mantera mereka. Masing-masing mereka melemparkan tongkatnya, dan tongkat-tongkat itu menjadi ular; tetapi tongkat Harun menelan tongkat-tongkat mereka. (Kel.7:11-12 ITB)