Rabu, Juni 13, 2018

PAULUS BERKOMPROMI

Penyakit yang bernama Kompromi ini sungguh mengerikan bagi pengkhotbah dan pengajar kebenaran. Bukan hanya Billy Graham, bahkan Rasul Paulus pun pernah melakukan kompromi oleh tekanan Kelompok
Yakobus di Yerusalem. Dan demi menghindarkan contoh yang tidak baik maka Tuhan melakukan intervensi,
Paulus harus ditangkap.

Ayat 20 Mendengar itu mereka memuliakan Allah. Lalu mereka berkata kepada Paulus: "Saudara, lihatlah, beribu-ribu orang Yahudi telah menjadi percaya dan mereka semua rajin memelihara hukum Taurat. 21 Tetapi mereka mendengar tentang engkau, bahwa engkau mengajar semua orang Yahudi yang tinggal di antara bangsa-bangsa lain untuk melepaskan hukum Musa, sebab engkau mengatakan, supaya mereka jangan menyunatkan anak-anaknya dan jangan hidup menurut adat istiadat kita. 22 Jadi bagaimana sekarang? Tentu mereka akan mendengar, bahwa engkau telah datang ke mari. 23 Sebab itu, lakukanlah apa yang kami katakan ini: Di antara kami ada empat orang yang bernazar. 24 Bawalah mereka bersama-sama dengan engkau, lakukanlah pentahiran dirimu bersama-sama dengan mereka dan tanggunglah biaya mereka, sehingga mereka dapat mencukurkan rambutnya; maka semua orang akan tahu, bahwa segala kabar yang mereka dengar tentang engkau sama sekali tidak benar, melainkan bahwa engkau tetap memelihara hukum Taurat.

Selasa, Juni 05, 2018

TRAGEDI KOMPROMI

Penginjil terkenal Billy Graham barusan meninggal, dan ia dipuji oleh banyak kalangan bahkan beberapa mantan presiden Amerika juga memujinya. Sungguh Billy Graham adalah seorang yang paling dikagumi di sepanjang abad 20 oleh banyak orang Kristen. Tetapi di kalangan Kristen Fundamentalis beberapa hal dalam hidup Billy Graham sangat disesalkan. Ernest Pickering menulis sebuah buku tentang riwayat Billy Graham yang diberi judul The Tragedy of Compromise. Dalam buku tersebut diulas kehidupan Billy Graham dari dia kuliah theologi di Bob Jones University yang terkenal berposisi Fundamental, dan sebagai seorang pengkhotbah muda Baptis Fundamental, kemudian bergeser hingga terakhir membuat pernyataan yang sangat mengejutkan bukan hanya bagi kaum fundamentalis bahkan termasuk teman-temannya.

Penyebab Pergeseran Imannya
Di dalam diri manusia terdapat banyak keinginan. Keinginan yang paling dasar ialah akan makanan dan pakaian, serta tempat tinggal yang nyaman. Manusia juga memiliki keinginan akan kekuasaan sehingga terjadi perebutan kekuasaan yang bahkan menyebabkan pertumpahan darah. Salah satu keinginan lain manusia  ialah keinginan disanjung, dihormati, bahkan dipuja-puji, dianggap sukses atau berhasil dan lain sebagainya.

Sabtu, Mei 26, 2018

DOSA YANG MENDATANGKAN MAUT

Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut,  hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka, yang  berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan, bahwa ia harus berdoa. (1 Jo 5:16 ITB)

Banyak orang bertanya-tanya ketika mereka membaca Surat Yohanes sampai pasal 5:16, apa gerangan  dosa yang tidak mendatangkan maut, dan yang mendatangkan maut? Pembela OSAS tidak mungkin bisa menjawab karena mereka telah terlebih dahulu dikungkung oleh filsafat OSAS. Padahal untuk menelaah semua ayat Alkitab seseorang tidak boleh ada pra-prosisi terlebih dulu.

Rabu, Mei 23, 2018

Kami Tidak Jalan Mundur

Rasul Paulus berkata bahwa yang diinginkan hatinya ialah mengenal Allah dan Yesus Kristus dengan sebaik-baiknya. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, (Fil. 3:10 ITB)

Kita diselamatkan oleh Injil yang sederhana, bahwa Yesus Kristus, Allah yang menjadi manusia rela menggantikan kita dihukumkan di kayu salib menanggung semua dosa kita. Dengan ketulusan hati dan kesederhanaan Injil kita diselamatkan. Dan sebagai bayi rohani kita sangat merindukan susu yang murni agar kita sehat dan bertumbuh normal secara rohani. 

Merindukan Kebenaran
Sebagai bukti bahwa kita sudah lahir sebagai bayi rohani, adalah kerinduan kita akan kebenaran yang bagaikan susu yang murni. Ada banyak orang menjadi Kristen, dan mengunjungi gereja, namun sesungguhnya mereka belum lahir baru sama sekali. Ada banyak orang Kristen yang jadi korban gereja yang didirikan dengan motivasi yang salah dan doktrin yang salah sehingga hanya dimanfaatkan sebagai sapi perah oleh pemimpin mereka.

Sabtu, Mei 19, 2018

INTI BAHASAN SURAT IBRANI

Surat Ibrani ditulis kepada orang-orang Ibrani (Yahudi) diaspora, yang dapat dipercayai bahwa penulisnya adalah Rasul Paulus. Pertama, penulis adalah orang dekat dengan Timotius sesuai dengan salam di akhir surat (13:23). Kedua, dalam lingkaran orang dekat Timotius tidak ada orang yang memiliki pemahaman lebih tentang kitab PL dan keyahudian selain Rasul Paulus. Ketiga, jemaat mula-mula tidak mungkin menerima sembarangan tulisan sebagai firman Tuhan. Sekurang-kurangnya tulisan tersebut diketahui oleh Rasul dan disetujui oleh Rasul.

Jangan Mengabaikan Keselamatan
Di pasal 1 surat Ibrani, Paulus menekankan bahwa Yesus Kristus adalah Mesias yang dinanti-nantikan oleh segenap bangsa Yahudi (1:8-9). Bahwa Yesus adalah Anak Allah. Di pasal 2 Paulus berkata bahwa keselamatan dari Allah itu sedemikian nyata, dan pertama-tama diberitakan oleh Tuhan sendiri (2:3) dan kemudian dilanjutkan oleh mereka yang pernah mendengarnya dengan cara yang dapat dipercaya. Tuhan meneguhkan pemberitaan mereka dengan mujizat dan berbagai pernyataan kekuasaan. 

Siapa Memegang Siapa?

Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. (1Co 15:2 ITB)

Argumentasi yang pernah saya dengar bahkan sering, dari orang-orang yang mati-matian membela OSAS, ialah bahwa dia dipegang oleh Allah, bukan dia yang memegang Allah. Maksudnya ialah bahwa kalau dia yang pegang Allah maka kurang kuat, biasanya digambarkan dengan anak kecil, tetapi jika Allah yang memegang dia maka tidak mungkin terlepas. 

Tetapi Rasul Paulus yang menulis surat Korintus menyuruh jemaat Korintus, yang Paulus asumsikan lahir baru, untuk memegang teguh Injil yang telah menyelamatkan mereka. Ternyata bayangan bahwa orang yang telah lahir baru akan dipegang Allah adalah separuh kebenaran, karena kondisi dipegang Allah tergantung pada kondisi yang bersangkutan memegang Injil yang telah menyelamatkannya. 

Jumat, Mei 18, 2018

MENYALIBKAN YESUS LAGI

Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum. Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah; tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran. (Ibrani 6:4-8 ITB)

Coba bandingkan kalimat ayat ini dari yang bahasa asli dengan yang bahasa Indonesia dan yang bahasa Inggris, maka akan dapatkan bahwa yang LAI redaksinya agak membingungkan.

Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad, tidak mungkin dibaharui untuk bertobat lagi, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum. (terjemahan yang sesuai bahasa aslinya).