Sembarangan menuduh orang lain sesat. Kita tidak bisa menerima perbuatan demikian. Ini adalah perbuatan yang sangat tidak terpuji. Bahkan ini adalah perbuatan seorang pengecut yang tidak intelek. Orang Kristen lahir baru seharusnya tidak melakukan perbuatan demikian. Bagaimanakah seseorang boleh menuduh orang lain sesat tanpa alasan yang jelas? Bukankah orang Kristen harus saling mengasihi, lalu mengapa ada orang yang menuduh orang lain sesama Kristen sesat? Dan bukankah ada firman Tuhan yang mengajar kita untuk tidak menghakimi orang lain?
Logika Dalam Memfitnah atau Mengajar
Orang yang berhikmat tidak akan sembarangan menuduh orang lain sesat. Bahkan menuduh orang lain sesat tanpa alasan adalah sebuah fitnah. Petugas kepolisian tidak boleh sembarangan menangkap orang, dan anggota kejaksaan tidak boleh sembarangan menuntut orang, apalagi seorang hakim, tentu ia tidak boleh sembarangan memutuskan perkara yang disidangnya. Semua itu harus dilakukan atas dasar yang kuat, berdasarkan pada bukti-bukti atau saksi-saksi.
Orang yang menyatakan bahwa dua tambah dua sama dengan lima itu salah harus sanggup membuktikan bahwa yang benar dua tambah dua adalah empat, bukan lima. Ketika ia sanggup membuktikan bahwa dua ditambah dua sama dengan empat, maka orang tersebut bukan pemfitnah melainkan seorang guru yang patut dihormati dan dihargai. Ketika orang-orang berpendapat bahwa kota Washington DC ada di Amerika Latin, lalu seseorang datang mengatakan bahwa pendapat itu salah, yang benar kota Washington DC itu di Amerika Serikat, dan ia sanggup membuktikan dengan membuka peta dunia serta menunjukkan letak kota Washington DC, maka ia bukan pemfitnah melainkan seorang guru yang patut dihormati dan dihargai.