Tampilkan postingan dengan label AKHIR ZAMAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AKHIR ZAMAN. Tampilkan semua postingan

Senin, September 19, 2016

Imam Besar Telah Dipilih, Kebaktian Bait Yahudi Dapat Dimulai Kembali dalam Satu Minggu

Persiapan untuk Bait Ketiga terus berlanjut. Sanhedrin orang Yahudi telah merekomendasikan Rabi Baruch Kahane sebagai Kohen Gadol (Imam bessar) andaikata situasi politik berubah dan orang Yahudi memiliki akses ke Bukit Bait untuk mempersembahkan korban. Kahane “yakin bahwa jika situasi itu terjadi, kebaktian Bait Suci dapat dimulai dalam waktu kurang dari satu minggu” (“High Priest Is Chosen,”Breaking Israel News, 29 Agus. 2016). Temple Institute, yang didirikan tahun 1986, telah membentuk perabot-perabot yang diperlukan untuk Bait, termasuk pakaian-pakaian imam, mahkota emas imam besar yang menghabiskan $30.000, tutup dada imam besar dengan 12 batu berharga yang berukirkan nama suku-suku Israel, bejana cuci dari tembaga, sebuah mezbah ukupan, sangkakala-sangkakala perak, shofar yang dilapis emas dan perak, dan banyak hal lain lagi. Yang menarik adalah menorah, yang dibuat dari 95 pon emas murni. Pada Desember 2007, menorah ini dipindahkan ke sebuah lokasi di luar Plaza Tembok Barat, di seberang Bukit Bait, dan menorah ini sekarang ada di sana menantikan pembangunan Bait Ketiga.

Senin, November 09, 2015

PERAN IBLIS DI AKHIR ZAMAN

Malaikat di Sorga bersorak-sorai ketika seorang berdosa bertobat (Luk. 15:10). Sebaliknya tentu Iblis mengucapkan sumpah serapahnya karena merasa kehilangan seorang pengikut yang akan menemani mereka di neraka. Pada masa Perjanjian Lama Iblis berusaha untuk menyesatkan manusia dengan mengacaukan konsep keselamatan yang sudah Tuhan ajarkan kepada manusia, yaitu dengan memerintahkan ibadah pengorbanan domba, Allah berusaha menutup kemungkinan munculnya konsep penyelesaian dosa yang akan dimunculkan Iblis. Iblis menawarkan konsep penyelesaian dosa tanpa pencurahan darah, misalnya dengan berbuat amal, sesajian yang berupa berbagai makanan (hasil tanaman seperti yang dilakukan Kain).

Beberapa kalangan masyarakat primitif ditemukan dalam bentuk-bentuk penyembahan tersembunyi dalam mengorbankan manusia. Iblis sengaja mengacaukan konsep penggantian (substitution) juruselamat simbolik dengan domba (binatang bersih) melalui penggantian manusia langsung atau edngan hasil tanaman. Penolakan akal sehat terhadap upacara pengorbanan manusia akan mengacaukan program Allah yang sedang merencanakan penghukuman atas dosa seisi dunia pada diri Kristus.

Sabtu, Desember 29, 2012

Berita Bulan Desember 2012

SEBUAH BATERE BERUSIA 2.300 TAHUN
(Berita Mingguan GITS 29 Desember 2012, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini dari Creation Moments, 9 April 2012, www.creationmoments.com: "Kejadian 4:22, 'Zila juga melahirkan anak, yakni Tubal-Kain, bapa semua tukang tembaga dan tukang besi...' Sementara para sejarahwan evolusionis mengacu kepada zaman-zaman sebelum kelahiran Kristus dengan istilah-istilah seperti zaman Batu, Tembaga, dan Besi, sepertinya teknologi logam yang dimiliki manusia jauh lebih canggih dari yang tergambarkan melalui istilah-istilah ini. Dan hal ini cocok dengan apa yang disampaikan oleh Kejadian 4 tentang sejarah manusia. Sebuah contoh akan hal ini dilaporkan dalam Science Digest edisi April 1957. Pada tahun 1930an, para arkeolog sedang menggali di sebuah reruntuhan kecil di pinggir Baghad, ketika mereka menemukan sesuatu yang kelihatan sangat mirip sebuah batere sel kering modern.

Objek itu dianalisa, dan sebuah model dibuat oleh seorang insinyur di Laboratorium Tegangan Tinggi milik General Electric. Alat itu ternyata adalah sebuah batere sel basah yang memiliki cukup tenaga untuk menyaput perhiasan dengan emas – ini adalah penggunaan listrik yang pertama tercatat dalam sejarah. Batere tersebut dibuat dan dipakai oleh para tukang perak Baghdad dari tahun 250 hingga 224 SM. Ukurannya kira-kira sebesar dua batere senter modern, dan terbuat dari bahan yang mirip dengan yang dipakai hari ini dan yang banyak terdapat di dunia kuno, termasuk tembaga dan solder timah campuran 60 / 40. Penemuan-penemuan ini membuat hampir tidak mungkin untuk mengesampingkan pasal-pasal awal Kejadian sebagai mitos. Gambaran yang disampaikan tentang umat manusia yang kreatif dan pintar terasa benar. Dan pesan Alkitab tentang bagaimana umat manusia memerlukan keselamatan di dalam Yesus Kristus, juga terdengar benar."

Kamis, Juni 28, 2012

Siapakah ”Dua Saksi” dalam kitab Wahyu?

Wahyu 11:3-4 menjelaskan tentang dua saksi: “Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, 1260 hari lamanya. Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam.”
Beberapa penafsir Alkitab mengidentifikasikan kedua saksi itu adalah Henokh (karena tidak mati, Kej 5:24) dan Elia (juga tidak maengalami kematian, 2 Raj 2:11-12) atau Musa. Tetapi, untuk hal ini ada 3 alasan penting yang mengindikasikan mereka adalah Musa dan Elia. 

Musa dan Elia adalah 2 orang yang berpengaruh dalam sejarah bangsa Yahudi. Musa memperkenalkan Hukum Tuhan yang tertulis kepada Israel. Elia figur pemimpin profetik. Ketika orang Yahudi menyebut “Musa dan Elia”, itu berarti “Hukum dan Para Nabi”. Musa dan Elia bersama Yesus dan ketiga murid di atas gunung ketika Yesus berubah rupa di depan mereka (Mat 17).

Kamis, April 26, 2012

Pertanyaan dan Jawaban SEMINAR AKHIR ZAMAN Dr. Suhento Liauw, 22 MEI 2005 di GKKK Jogja

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara tertulis dalam SEMINAR ESKATOLOGI, 22 MEI 2005 di GKKK Jogjakarta

Tinta merah adalah pertanyaan
Tinta hitam adalah jawaban

Tanda-tanda apa saja yang bisa dilihat menjelang akhir zaman? Apa saja yang belum tergenapi?
Beberapa diantaranya ialah :
Tanda-tanda yang disebutkan Yesus : Mat 7 : 15-23,24:3-44 ; Luk 17:20-37, 21:7-19, 25-33
Yang disebutkan Paulus : II Tes 2:3-10;I Tim 4:1-3 ; II Tim 3:1-9
Yang disebut Petrus : II Pet 3:3, 5-7,10
Yang disebut Yohanes : Kitab Wahyu ( Banyak Sekali)
Lain-lain : Kis 2:16-21, Yoel 2:28-32,Dan 9-12, Yudas 18, dll.

Masih banyak tanda yang Alkitab catatkan bagi kita, semuanya jelas tertulis asalkan kita mau mempelajarinya, semakin kita mempelajarinya kita akan semakin mengerti tanda mana saja yang sudah digenapi, dan mana yang belum. STT GRAPHE menyediakan pelajaran Eschatology untuk membahas tanda tanda pada akhir zaman.

Bagaimana pendapat anda tentang pengajaran A-Millenialisme? Anda setuju atau tidak?
Tidak, Dalam Kis 1: 6 dst, Tuhan menegaskan bahwa akan ada masa Kerajaan Seribu Tahun itu. Paham a-millenialisme ini muncul karna gagalnya teologi post-milenial setelah Perang dunia II.
Manusia akhirnya sadar bahwa tidak mungkin dapat mewujudkan Kerajaan seribu tahun yang damai dibawah pemerintahan manusia. Agar dapat sedikit menyelamatkan muka, Para teolog yang menganut post-milenial akhirnya menyatakan bahwa kerajaan itu hanyalah sebuah alegori, dan tidak riil, Lahirlah teologi A-millenialisme. Doktrin ini lahir oleh sistem penafsiran alegorikal. Jelas sistem ini bukanlah sistem penafsiran yang baik. Seharusnya kata-kata yang masih bisa ditafsirkan secara literal tidak boleh ditafsirkan secara alegorikal. Kecuali secara akal sehat tidak dapat ditafsirkan secara literal, misalnya kata Tuhan, “biarkanlah orang mati menguburkan orang mati,” jelas kata mati pertama adalah alegorikal karena tidak bisa diterima akal sehat jika ditafsirkan secara literal.

Jumat, November 18, 2011

Kitab Kehidupan dan Dampaknya pada Doktrin Keselamatan

Dr. Steven E. Liauw, Graphe International Theological Seminary

Kitab Kehidupan adalah salah satu misteri di dalam Alkitab. Tuhan memberitahu manusia melalui FirmanNya tentang eksistensi sebuah kitab yang disebut “book of life” atau “Kitab Kehidupan.” Nama dari kitab ini saja sudah cukup untuk membangkitkan rasa ingin tahu kita, apalagi ketika perikop-perikop Firman Tuhan menyingkapkan bahwa apa yang tertulis dalam Kitab Kehidupan ini akan membawa dampak yang sangat besar bagi setiap individu.


Ada banyak teori mengenai Kitab Kehidupan ini. Sama seperti banyak topik menarik lainnya dalam Alkitab (misalnya Melkisedek), kita seringkali berharap seandainya Tuhan memberikan lebih banyak informasi lagi. Bagaimana bentuk kitab ini? Seberapa panjangkah ia? Kapankah persisnya nama seseorang muncul dalam Kitab ini? Masih banyak informasi yang orang percaya rindukan tentang topik ini. Namun, Tuhan memberitahukan orang percaya, apa yang perlu untuk kita ketahui, dan semua yang tercatat dalam Firman Tuhan berguna bagi kita (2 Tim. 3:15-17). Hal-hal yang Tuhan tidak singkapkan berarti adalah hal-hal yang tidak penting bagi kehidupan kita sebagai orang percaya. Kita tidak perlu menghabiskan terlalu banyak waktu untuk berspekulasi dalam hal-hal tersebut. Sebaliknya, kita harus berfokus pada apa yang Tuhan singkapkan, menerimanya dengan iman, dan menerapkannya dalam doktrin dan praktek kita, apapun resikonya. 

Senin, Januari 17, 2011

Renungan Singkat Akhir Zaman

Dalam kitab Daniel pasal 9:27 dinubuatkan bahwa bangsa Yahudi akan mengalami masa kesusahan selama 7 tahun. Kini mereka tidak mengakui Yesus sebagai Mesias dan sedang menantikan Mesias menurut versi mereka. Tetapi di ujung tahun yang ketujuh mereka akan bertobat dan mengakui Yesus sebagai Mesias mereka, yaitu pada saat mereka dipojokkan oleh tentara multinational dan tidak ada jalan keluar. Yesus datang menolong Yahudi yang bertobat (revelation).

Dalam I Tes.4:13-18 Rasul Paulus memberitahu kita bahwa di akhir masa jemaat, akan terjadi pengangkatan (rapture). Berarti sesudah rapture akan terjadi sentimen anti-semit, ada kesusahan selama 7 tahun, yang puncaknya adalah terkumpulnya tentara multi-national untuk menyerang Israel. Kalau anda jeli mengikuti perkembangan dunia, maka anda pasti dapat melihat di TV dan membaca di koran tentang semakin meningkatnya sentimen anti-semit di seluruh dunia. Di Perancis, tiap-tiap hari sikap anti Yahudi semakin meningkat sampai Ariel Sharon berkata bahwa orang Yahudi yang tidak segera tinggalkan Perancis itu bodoh.

Pembaca yang bijak, jika suasana menuju ke ujung masa kesusahan sudah jelas dan semakin hari semakin meningkat, maka bukankah saat rapture lebih dekat lagi? Di Eropa sentimen anti-Yahudi tiap-tiap hari meningkat, bahkan di America dimana terdapat orang Yahudi dalam jumlah lebih banyak dari di Israel, sikap membela Yahudi semakin meluntur. Kalau saat REVELATION sudah dekat, apalagi saat RAPTURE.

GRAPHE berusaha menyampaikan kebenaran yang alkitabiah, dengan tegas tanpa kompromi sedikitpun. Kalau GRAPHE salah silakan membenci GRAPHE dan Tuhan akan menghitung itu sebagai kebajikan. Tetapi jika GRAPHE benar maka celakalah orang yang bersikap negatif terhadapnya.

Sumber: PEDANG ROH Edisi 51 April-Juni 2007

Sabtu, Agustus 28, 2010

TEMPLE DENIAL VS. ARCHAEOLOGY

The following is excerpted from The Fight for Jerusalem: Radical Islam, the West, and the Future of the Holy City by Dore Gold (Washington, D.C.: Regnery Publishing, 2007):

“[T]he Palestinians’ battle for Jerusalem incorporates more than just the frontal, military assault of the intifada. Its first stages entailed a campaign by Arafat to completely delegitimize the Israeli claim to the city. This began on the ninth day of the Camp David summit [in the year 2000], when Arafat subjected Clinton to a lecture of staggering historical revisionism. His central argument was that the biblical temple never existed on the Temple Mount or even in Jerusalem. Arafat baldly asserted that ‘There is nothing there [i.e., no trace of a temple on the Temple Mount],’ further insisting that ‘Solomon’s Temple was not in Jerusalem, but Nablus.’ ...

[This] doctrine of ‘Temple Denial’ quickly became a new Palestinian dogma that was even repeated, with the firmest conviction, by Western-educated Palestinian officials who are assiduously courted by the international media. ...

Jumat, Agustus 13, 2010

Tujuh Pokok Jemaat Harus Mengerti tentang Akhir Zaman

1. Akhir Zaman bukan Kiamat

Akhir Zaman bukanlah kiamat bagi kita. Tetapi akhir dari tatanan sistem duniawi. Banyak orang mengatakan itu sebagai berakhirnya dunia, itu benar dalam arti segala sesuatu yang duniawi akan segera berakhir. Tetapi bukan berarti bumi ini akan hancur seluruhnya.

2. Tujuh Tahun Yang Menentukan

Ada banyak hal akan terjadi pada tujuh tahun terakhir. Banyak perubahan-perubahan besar dan bencana-bencana akan terjadi di bumi ini, Kefasikan dan kejahatan manusia akan mencapai titik puncaknya (2Tim3:1-9). Orang jahat akan semakin jahat, orang yang cemar akan semakin cemar. Tetapi orang benar akan semakin benar, orang kudus akan semakin menguduskan diri mereka (Wah 22:11).


Senin, Mei 17, 2010

Ramalan Dede Wijaya tentang Kematian Mama Laurentz Terbukti

Ketika mama Laurentz berkata bahwa dia tidak bisa menerawang alias meramal apa yg akan terjadi tahun 2012 nanti, saya bergumam dan meramal bahwa Mama Laurentz akan mati sebelum tahun 2012. Waktu itu saya pikir, kita lihat siapa yang duluan, Ramalan 2012 atau Matinya Mama Laurentz sebelum 2012.

Dan ternyata terjadilah kisah nyatanya.
Baca di SINI
http://hiburan.kompasiana.com/group/gosip/2010/04/16/misteri-2012-dan-mama-laurents/

Baca Penggenapannya di SINI

Semoga anak cucu anda tidak terjun dalam dunia ramal-meramal, Baca saja Nubuatan Alkitab dan kita nantikan penggenapannya. Nonton Film THE APOCALYPSE of St. John.

APOCALYPSE Bag 1
APOCALYPSE Bag 2
APOCALYPSE Bag 3
APOCALYPSE Bag 4
APOCALYPSE Bag 5
APOCALYPSE Bag 6
APOCALYPSE Bag 7
APOCALYPSE Bag 8
APOCALYPSE Bag 9
APOCALYPSE Bag 10
APOCALYPSE Bag 11
APOCALYPSE Bag 12

Rabu, November 18, 2009

Ulasan Film: '2012'

Tak seorang pun cukup sentimentil dan spektakuler seperti Roland Emmerich, seperti yang terbukti pada film Independence Day dan The Day After Tomorrow. 2012 memutar trilogi bencana dalam mode yang menakjubkan.

Berdasarkan atas taksiran dari ramalan suku Maya kuno yang mengatakan bahwa dunia akan berakhir pada 21 Desember 2012, bintang film kiamat terkini Roland Emmerich dengan luar biasa memerankan John Cusack sebagai laki-laki keluarga biasa Jackson Curtis. Dan juga didukung oleh para pemain berbakat lainnya seperti Amanda Peet, Chiwetel Ejiofor, Oliver Platt, Thandie Newton, Jimi Mistry, Thomas McCarthy, Danny Glover dan si mata liar Woody Harrelson.

Film 2012 ini dikelompokkan dalam tiga adegan meliputi:
Adegan Pertama: Pengembangan cerita dimana kita seperti mempelajari "Ilmu pengetahuan" di belakang pertunjukan besar ini dan mengenal para pemain utama di dalam melodrama.
Adegan Kedua: Kematian, kerusakan dan kekacauan ketika hari kiamat datang dan dunia bergeser, runtuh dan meledak di sekitar kita (ini merupakan adegan terbaik).
Adegan Ketiga: Pahlawan pemberani yang belajar dari rencana pemerintah untuk menyelamatkan spesies-spesies dari kehancuran gila dan mencoba untuk berlari lebih cepat dari kehancuran global untuk melihat fajar berikutnya di bumi (ini pernah terjadi sebelumnya dan akan terjadi lagi...).
Intrik ini tidak peduli walau bagaimanapun, ia hanya merupakan sebuah latar belakang dari hiburan dua setengah jam kebodohan yang tidak tahu malu, menegangkan dan menakjubkan. Ya, film ini terlalu panjang setidaknya 20 menit, dari Prison Break sampai ke "Ark" sebagai potongan yang terlalu mustahil, dan bahkan adegan berikutnya Poseidon sangat berlebihan lagi. Tetapi pada saat itu Anda bersama para penonton lainnya akan mengikuti setiap langkah yang menegangkan, seluruh bagian tubuh anda akan menyaksikan adegan penyelamatan diri di hadapan gelombang pasang sang pembunuh.

Sorotan dari efek festival Emmerich selama sekitar satu jam ini tidak diragukan lagi. Curtis Cusack memasukkan keluarganya ke dalam sebuah mobil limo dan menghindari gempa bumi yang merusak, gedung-gedung yang runtuh dan ledakan bola api dalam sebuah penyelamatan diri dari kota LA yang sedang hancur. Datang penyelamatan sebuah pesawat terbang dan ledakan akhir di udara terbuka (itu tidaklah merusak), Anda akhirnya bernafas lega setelah menahan nafas selama 15 menit untuk kegembiran karena sudah mengetahui akhir cerita dari film ini. Ini adalah tujuan dari efek-efek film, dan ini juga persisnya kenapa Anda pergi untuk melihat kategori film seperti ini.

Sebuah film bencana klasik modern untuk dirating bersama-sama dengan adikarya seperti Earthquake, The Towering Inferno dan When Worlds Collide, 2012 membakukan posisi Emmerich sebagai master bencana nomor satu. Jadi temukan layar lebar untuk melihat film ini, angkat topi anda, dan bersiap-siaplah untuk hal-hal yang tidak masuk akal dan nikmati apa yang merupakan hiburan menegangkan yang mempesona. (James Carroll/EpochTimes/khl) Sumber: Email


Rabu, Juni 24, 2009

THE PRE-TRIBULATION RAPTURE

FBIS News Service, 23 Juni 2009

Updated June 24, 2009 (first published May 2, 2003) (David Cloud, Fundamental Baptist Information Service, P.O. Box 610368, Port Huron, MI 48061, 866-295-4143, fbns@wayoflife.org; for instructions about subscribing and unsubscribing or changing addresses, see the information paragraph at the end of the article) –

The following is enlarged from the Way of Life Advanced Bible Studies Course UNDERSTANDING BIBLE PROPHECY (third edition, March 2009). This thorough and practical course enables the student to understand and enjoy Bible prophecy. It deals with the interpretation of prophecy, dispensationalism, the covenants, the kingdom of God, the nations in prophecy, and Messianic prophecy. A large section is devoted to “a prophetic overview of the future,” detailing the Bible’s prophecies that have not yet been fulfilled. Other sections deal with the prophecies of Ezekiel, Daniel, and Revelation. 219 pages, $9.95


_____________________________

The word “rapture” does not appear in the Bible, but it is a term used to describe the catching away of the saints of 1 Thessalonians 4:13-18. The term “caught up” in 1 Th. 4:17 is also translated “pluck” (Jn. 10:28), “take by force” (Acts 23:10), and “pulling [out of the fire]” (Jude 23). It refers to a forceful seizing and a snatching away. It is used of the Spirit of God snatching away Philip after the conversion of the Ethiopian eunuch (Acts 8:39). This is exactly what Christ will do to the New Testament believers before the onslaught of the Great Tribulation.

Notes on 1 Thessalonians 4:13-18:

1. The Rapture is (1) a resurrection of the dead in Christ (v. 14-16), (2) a catching up and translation of the living New Testament saints (v. 17).
2. The dead in Christ are with Him in heaven (v. 14).
3. The Rapture is the believer’s hope (v. 13). It is what we are looking forward to.
4. The Rapture is certain. (a) It is as sure as Christ’s resurrection (v. 14). (b) It is the word of the Lord (v. 15).
5. The Rapture is a comfort (v. 18). If this translation did not occur until the end of the torments of the Great Tribulation, it certainly would not produce solace for the Christian standing on this side of the Tribulation.
6. The Rapture is before the day of the Lord’s wrath (5:1-5, 9).

This event is also described in 1 Corinthians 15:51-58.

1. The Rapture is a mystery that was not revealed in the Old Testament (v. 51). The Old Testament prophets taught about the resurrection, but they did not teach that some would be caught up without dying. The translation of the New Testament saints will involve an instantaneous change from morality to immortality. Those believers living at that hour will never see death.

2. The translation of the church-age saints is said to be a source of comfort and encouragement (1 Co. 15:58). Again, if this translation did not occur until the end of the torments of the Great Tribulation, it would not be a comfort.

Among those who believe in a literal Rapture of church-age saints, there are three general positions. All of these pertain to the timing of the Rapture in relation to the Great Tribulation. The three views are (1) Pre-tribulational, meaning the church-age saints will be raptured before the Great Tribulation. (2) Mid-tribulational (also called Pre-wrath Rapture), meaning the church-age saints will go through the first half of the Tribulation. (3) Post-tribulational, meaning the church-age saints will go through the entire Tribulation period.

THE EVIDENCE FOR THE PRE-TRIBULATION RAPTURE

For the following reasons we are convinced the Bible teaches a Pre-tribulational Rapture. In the following study, we are using the term “church” in a general, institutional sense:

1. CHURCH-AGE BELIEVERS ARE PROMISED SALVATION FROM WRATH (1 Th. 1:9-10; 5:1-9; Rom. 5:9; Rev. 3:10).

The Great Tribulation is expressly called the day of God’s wrath. Today the Lord is withholding His anger; He is seated upon a throne of grace, but the day approaches when He will take the seat of judgment. Then “the day of his wrath” will be upon all the world (Ps. 110:5; Isa. 13:6-13; Rev. 6:16-17). It is true that in every century, Bible-believing churches have been subjected to persecution, but this is quite different from the Great Tribulation. The general persecutions of the saints are caused by the wrath of wicked men and the devil, whereas the seven-year Tribulation is a period especially pertaining to God’s wrath (Rev. 6:16-17; 14:10). Some feel that the church will not be saved out of the time of wrath, but will be saved through it. This cannot be true, since the Bible clearly reveals that those who are on earth during the Great Tribulation will not be delivered from wrath but will be overcome (Rev. 13:7). The Scriptures that promise church-a ge believers deliverance from wrath must refer to salvation out from the very presence of the wrath. Concerning the Great Tribulation, we are told that “as a snare shall it come on all them that dwell on the face of the whole earth” (Lk. 21:35). Therefore, church-age believers must either be physically removed from the earth, or they will be involved in the day of wrath. God promises removal. “... I also will keep thee from the hour of temptation, which shall come upon all the world, to try them that dwell upon the earth” (Rev. 3:10). This verse does not say that God will keep the church age saints through the temptation but from it.

2. THE HOLY SPIRIT IS TO BE REMOVED BEFORE THE TRIBULATION (2 Th. 2:1-8).

In other passages of the Bible, the Holy Spirit is said to be the restrainer of sin (Ge. 6:3; Is. 59:19). The Holy Spirit came into the world in His present dispensation at Pentecost (Acts 2), when He came to empower the church for the Great Commission (Acts 1:8). He will remove the church-age believers before the time of God’s great wrath. This does not mean the Holy Spirit will not be present in the world at that time. He is God and is omnipresent. It means that He will not be present in the same sense that He is in this age.

3. CHURCH-AGE BELIEVERS ARE PROMISED MANSIONS IN HEAVEN (Jn. 14:1-3).

When the Lord Jesus returns to the earth at the end of the Tribulation, He sets up His Messianic kingdom. If the Rapture occurred at the end of the Tribulation, the promise to church-age believers pertaining to Heaven would not be fulfilled. Church-age believers are a heavenly people with a heavenly hope (Eph. 1; Ph. 3:20; Col. 3:1-3). Some dispensationalists teach that the church-age saints will live in heaven during the millennium. I believe they will live both in heaven and in earth. Jesus promised the apostles that they would reign with Him over Israel (Matt. 19:28).

4. THE TRANSLATION OF CHURCH-AGE SAINTS IS SAID TO BE IMMINENT (it could happen any time) whereas the Second Coming is said to be preceded by specific signs.

Christ taught this (Matthew 24:42, 44; 25:13; Mark 13:33). Paul taught it (Phil. 4:5; Titus 2:12-13). James taught it (Jam. 5:8-9). And Peter taught it (1 Pet. 4:7). The early Christians were living in expectation of Christ’s return (1 Th. 1:9-10). The apostle Paul instructed the church at Thessalonica that they did not need to heed signs and times, because the New Testament believer has been promised redemption from the “day of darkness” that shall overcome the whole world (1 Th. 5:1-9). The church is not waiting for the appearing of the Antichrist, but for the redemption of the Son of God.

5. THE CHURCH IS A MYSTERY UNREVEALED IN THE Old TESTAMENT (Eph. 3:1-11).

The New Testament church has no part in the chronology of events foretold by the Old Testament prophets. They clearly foretold the first coming of Christ, His miraculous birth, life, death, resurrection, and ascension. The same prophets described Christ’s Second Coming in glory, preceded by a time of unprecedented worldwide tribulation, and followed by the establishment of the glorious Messianic kingdom centered in Jerusalem. But these prophets did not see the present church age--“which in other ages was not made known unto the sons of men, as it is now revealed unto his holy apostles and prophets by the Spirit” (Eph. 3:5).

Between the first and second coming, there is a time gap that was not seen by the Old Testament prophets. This gap is the church age. The prophets did not see that Israel would be set aside temporarily while God called out from among all nations a special body of people. After He has accomplished this purpose and the fullness of the Gentiles is come in, God will restart Israel’s prophetic clock and will fulfill all Old Testament prophecies in relation to His ancient chosen nation. “... blindness in part is happened to Israel, until the fulness of the Gentiles be come in” (Rom. 11:25).

The Great Tribulation deals with Israel, not with church-age believers. This present mystery period will end with the removal of the church-age believers from the earth; and the Lord will then take up His plan for the nation Israel as He fulfills the Old Testament prophecies of the time of Jacob’s trouble, the coming of Messiah in glory, the regathering of the remnant, and the establishment of the Messianic kingdom.

6. THERE ARE EVENTS INTERVENING BETWEEN THE TRANSLATION AND RESURRECTION OF THE CHURCH AND THE SECOND ADVENT.

According to 1 Cor. 15:51, EVERY saved person will be translated at the Rapture. Yet Mat. 25:31-46 shows that when Jesus returns to the earth at the Second Advent He will find many true believers in their natural bodies. There must, then, be a period of time between the Rapture of the church-age saints and the Second Coming to allow for these folk to be saved. It is reasonable to believe that this period is the seven years of the Great Tribulation.

7. THE BOOK OF REVELATION SHOWS THAT THE CHURCH IS NOT ON EARTH DURING THE TRIBULATION.

(a) The church is not seen on earth in chapters 4-18.

(b) The witness for God in the earth during the Tribulation is Israel, not the church (Rev. 7).

(c) The prayers of the saints in Revelation 8 are prayers for judgment. Only Israel prayed such prayers. The church-age saints are instructed to pray for her enemies, not against them (Lk. 9:51-56). These prayers of Revelation are those of the Psalms and are based on God’s promise to Abraham to curse those that cursed Israel (Gen. 12:1-3).

(d) The scorpion-like creatures of Revelation 9 are given freedom to hurt all earth-dwellers except those Jews who were sealed by the angel of Revelation 7; if church-age believers were on earth, they would be subject to this horrible judgment of God.

(e) Revelation 10 identifies the events of Revelation 4-18 with those foretold by Old Testament prophets--the days of the Great Tribulation, the “day of the Lord.” The church age was never in the view of these Old Testament prophecies; it was an unrevealed mystery. The church has a different purpose and program than national Israel. It is Israel that is in view in Old Testament prophecy and in Revelation 4-18.

(f) The ministry of the two witnesses of Revelation 11 identifies them with national Israel and with Old Testament prophecies of the “day of the Lord.” The two witnesses minister from Jerusalem, Israel’s capital. The churches have no such capital, her hope being heavenly, not earthly (Col. 3:1-4; Phil. 3:17-21). The two witnesses are clothed in sackcloth, typical of Old Testament Israel, not New Testament believers. Nowhere are the churches seen in sackcloth. They are told, rather, to “rejoice in the Lord alway: and again I say, Rejoice” (Phil. 4:4). The church-age believer’s judgment is forever past, and he is to keep his mind centered in the heavenlies where, in position, he is seated eternally victorious with Christ (Eph. 2:5-10). Revelation 11:4 identifies the two witnesses with Old Testament prophecy. Zech. 4:3, 11, 14 is a prophecy of Israel, not the church. Further, the two witnesses call down judgment upon their enemies in Rev. 10:5 -6. Jesus rebuked his disciples for desiring to do just this and instructed the church-age believer to pray for the well-being of his enemies, not for their destruction (Lk. 9:54-56; Rom. 12:14, 17-21).

(g) The devil persecutes Israel, not the church, during the Tribulation (Rev. 12). There can be no doubt that the woman in this chapter is identified as national Israel. Verse 5 shows the woman bringing forth Christ; it is obvious that Jesus was brought forth by Israel, not by the churches (Isa. 9:6-7; Rom. 9:5). Also, the symbols of Rev. 12:1-2 recall familiar Old Testament typology of Israel. She is referred to as a woman (Isa. 54:5-7). The sun and moon and the 12 stars of verse 2 remind us of Joseph’s dream regarding Israel (Gen. 37:9). The words of Rev. 12:2 are almost an exact quote from Micah 5:3, again referencing Israel’s delivery of the Messiah. These symbols are not used in the New Testament of the churches.

THE ATTACK ON THE PRE-TRIBULATIONAL RAPTURE

The doctrine of the pre-tribulational rapture is under severe attack today. Consider some examples from the emerging church:

Brian McLaren mocks the “fundamentalist expectations” of a literal second coming of Christ with its attendant judgments on the world and assumes that the world will go on like it is for hundreds of thousands of years (A Generous Orthodoxy, p. 305). He calls the literal, imminent return of Christ “pop-Evangelical eschatology” (Generous Orthodoxy, p. 267) and the “eschatology of abandonment” (interview with Planet Preterist, Jan. 30, 2005, http://planetpreterist.com/news-2774.html). McLaren says that the book of Revelation is not a “book about the distant future” but is “a way of talking about the challenges of the immediate present” (The Secret Message of Jesus, 2007, p. 176). He says that phrases such as “the moon will turn to blood” “are no more to be taken literally than phrases we might read in the paper today” (The Secret Message, p. 178).

Jonny Baker of Grace in London, England, rejects dispensationalism as “escapology theology” and “advocates that Christians need to invest themselves in the current culture, not live on hold until time runs out” (Emerging Churches, pp. 78, 79).

Tony Jones says that the emergent church, in contrast to the dispensational viewpoint, is characterized by “an eschatology of hope” (An Emergent Manifesto of Hope, p. 130). He says: “What I mean is that the folks who hang around the emerging church tend to see goodness and light in God’s future, not darkness and gnashing of teeth. While that may seem obvious to some followers of God, pop theology today is facing the other way. ... Those novelists and the theologians who provide them their material take the view that we’re in a downward spiral, and when things ‘down here’ become bad enough, Jesus will return in glory. But those of us represented in this book take the contrary view. God’s promised future is good, and it awaits us, beckoning us forward” (p. 130).

N.T. Wright, who has a great influence on the emerging church, warns that the doctrine of an imminent rapture is dangerous because it interferes with kingdom building and environmental activities. “If there’s going to be an Armageddon, and we’ll all be in heaven already or raptured up just in time, it really doesn’t matter if you have acid rain or greenhouse gases prior to that. Or, for that matter, whether you bombed civilians in Iraq. All that really matters is saving souls for that disembodied heaven” (“Christians Wrong about Heaven, Says Bishop,” Time, Feb. 7, 2008).

Tony Campolo says: “I mean all of this stuff [about the imminent coming of Christ and a literal Tribulation] comes out of not only fundamentalism. It comes out of dispensationalism, which is a weird little form of fundamentalism that started like a hundred fifty years ago. ... I think that we need to challenge the government to do the work of the Kingdom of God, to do what is right in the eyes of the Lord. That whole sense of the rapture, which may occur at any moment, is used as a device to oppose engagement with the principalities, the powers, the political and economic structures of our age” (“Opposition to women preachers evidence of demonic influence,” Baptist Press, June 27, 2003).

Mark Driscoll refers to the pre-tribulational rapture as “pessimistic dispensationalism” (Listening to the Beliefs of Emerging Churches, p. 146). He has said that “eschatology-minded Christians” are not welcome in his church.

THE IMPORTANCE OF THE PRE-TRIBULATIONAL RAPTURE

The doctrine of the pre-tribulational rapture is not a peripheral one. As we have seen, Christ, Paul, James, and Peter taught that the return of Christ was imminent and was to be expected at any time (Mat. 24:44; Phil. 4:5; Jam. 5:8-9; 1 Pet. 4:7). The early Christians lived in expectation of Christ’s return the literal fulfillment of the prophecies. “For they themselves shew of us what manner of entering in we had unto you, and how ye turned to God from idols to serve the living and true God; And to wait for his Son from heaven, whom he raised from the dead, even Jesus, which delivered us from the wrath to come” (1 Thessalonians 1:9-10).

The doctrine of a pre-tribulational Rapture is a great motivator for purifying one’s personal Christian life.

1. It encourages the believer in trials and persecutions. “Then we which are alive and remain shall be caught up together with them in the clouds, to meet the Lord in the air: and so shall we ever be with the Lord. Wherefore comfort one another with these words” (1 Thessalonians 4:17-18).

2. It keeps the church’s focus on the Great Commission (Mat. 28:18-20; Mk 16:15; Lk. 24:44-48; Acts 1:8). It teaches us that preaching the gospel, winning people to Christ, and establishing churches as the pillar and ground of the truth is the most urgent matter. D.L. Moody had it right when he said: “I look upon this world as a wrecked vessel. God has given me a lifeboat and said to me, ‘Moody, save all you can.’”

3. It motivates us to be busy in the Lord’s work (1 Cor. 15:58).

4. It motivates us to live obedient lives (1 Jn. 3:1-3; 1 Th. 5:4-7).

5. It motivates us to separate from evil (Tit. 2:13-14).

6. It keeps believers on the outlook for heresy and apostasy (2 Timothy 4:3-4; 1 John 2:24-28).

Selasa, Juni 16, 2009

The Antichrist’s One World Economy

translated by Mrs. Krista Ang


The Cause of Crisis in US

The world was shocked when several US financing companies went bankrupt since this would impact other financing companies, even the banking sector. The first impact was the crash of stock prices in Dow Jones Index. Henry Paulson, US Finance Minister, immediately devised a US$700 billion bailout plan. When the first proposal was rejected by the Congress, the fall of stock prices was even worse. So Paulson, who was back up by George W. Bush, stated that if US Congress was not willing to accept this proposal, not only US but also the whole world would experience a severe economic crisis. Finally, the Congress had no option but to approve this bailout plan.


Indonesian financial analyst, Christianto Wibisono, stated in 13 October 2008 Suara Pembaruan Newspaper that US financial crisis was not caused by George W. Bush, but by the lifestyle of Americans who tend to spend much more than what they actually earn. Many people are still unaware that although the world is temporarily saved by the US$700 billion bailout, the credit card crisis is still looming ahead. It is estimated that US credit card debt reached US$1 trillion. We in Indonesia are also being encouraged to use credit card and make credit card debt as part of our lifestyle.


So why could this US financial crisis happen? The answer is because the world relied heavily on US democracy system and free market economy. All people wanted to deposit their money in US. Even the third world countries’ corruptors put their money in US banks! This made US banks experienced what was called over-liquidity (too much money), so they offered low interest rates. Due to excess of funds, they offer loans easily to housing financing companies. Because the easiness of getting funds out of banks, many financing companies made unwise decisions in order to achieve their target of loan granted. So, without proper customer feasibility study, they granted housing loans to people who actually could not afford it. On the other hand, the customers who were used to live on loans, without due consideration, greedily grabbed this opportunity to buy big and expensive houses. Finally, the amount of non performing loans increased so much that many financing companies went bankrupt. This problem created a severe impact to the banks that loaned money to these companies. If the amount involved was small, its influence would be limited. But because the amount reached billions of dollars, it became not only national but also an international problem.


Lucifer’s Heroin

Credit card debt became a common thing not only in US but in the whole world. People with credit card tend to purchase anything without further thought since “buy now, pay later” becomes their motto. Older generations used to advise their children to save money. But today, people are used to owe money, sometimes even until several levels. Banks that issue credit cards wish that the credit card holders spend as much as they can and only pay the minimum amount because they cannot afford to pay in full, since this will generate high interest income for the banks.


People living at the end of the age are so pampered with technology. Technology itself is not evil or wrong. Using hand phones is of course more convenient than using monolog phones that must be connected through wire. Other technological inventions also add more to our comfort. But this comfort is not for free. It has a price and it is not cheap. To buy it, people need much money so they must work hard to afford it. Those who are not patient enough to wait can use credit card to buy it even if they don’t enough money yet.


So, through technological advancement and “buy now, pay later” principle, people can fill their houses with all the technological gimmicks through debt. This kind of lifestyle has spread to most, if not all, people of this age. People no longer give second or third thought when buying things. With credit cards, they still have one month lag time and also the minimum payment facility.


Every country with free market economy encourages its citizens to be economic human beings. They work so hard day and night to get money in order to buy material things that they scarcely have enough time for their family or their church. They go to work so early in the morning and go home so late at night. This financial chaos in US is only Lucifer’s test case to see how panic people would be when facing financial problems. He will hold this power to cause all people to worship him. This chaos in the end will lead to the unitization of world economy under one monetary policy. Nancy Pelosi urged George W. Bush to invite all G8 countries to sit down together to discuss joint actions to solve this economic problem. This crisis will ultimately lead the world to one single economic policy.


The US presidential election could be a test to Americans. Would they prefer economy to Christian virtues? Apparently Americans will choose the candidate who is able to lead them to economic welfare rather than family values based on Christian virtues. Americans cannot afford to face an economic hardship after enjoying economic welfare for so long. They don’t really know how to save money or to survive an economic crisis. After all, finding jobs has never been difficult before. Why do they need to save money?


So, the moral of the US president candidate is no longer important. The most important thing is whether he can lead US to economic improvement. Therefore, it is not surprising if one day Lucifer comes in the open and state his position against biblical Christians, people will still choose him. Lucifer will be fully back up by the homosexuals, people from all religions, untruthful Christians, Hollywood movie stars who practice free sex, and other communities. Lucifer has been successful in offering “heroin” in the form of leisure living and freedom to borrow money. He knows for sure that most people will die without him.


No One Can Sell and Buy

In Revelation 13:16-17, it is written that “And he causeth all, both small and great, rich and poor, free and bond, to receive a mark in their right hand, or in their foreheads: and that no man might buy and sell, save he that had the mark, or the name of the beast, or the number of his name.” In your opinion, what are the factors that will enable Lucifer to control the world economy, to the point where no one can buy or sell without his permission? There must have been a monetary unitization so the monetary authority for the whole world is held by one ruler.


Lucifer will be successful in unitizing the world politics so that one world government is established. It is possible to have one federation country with 200 states. US will become one state, and so will Indonesia and China. The world president must be a very prominent person and will be elected by all people in the whole world. Don’t you know that we have already had a World Parliament? And do you know that in October 2008 Indonesia has proposed Agung Laksono as a candidate for the chairman of the world parliament?


We are heading toward one world economy and one world monetary policy. We have already had World Bank and International Monetary Fund (IMF) which help many countries to solve their financial problems. Can you now see that a global anti-Christ government which was revealed by God in Nebuchadnezzar’s dream as a great image whose feet were made of iron and clay is now being formed?


Revelation chapter 13 which was quoted above told us that anti-Christ would rule the world and control the economy so that no one can sell and buy without his permission. Many people reading Revelation chapter 13 were shocked by the number of the anti-Christ, 666, while unaware that they themselves were in the program.


The Kingdom of Iron and Clay

Nebuchadnezzar dreamed dreams, and it was recorded in Daniel chapter 2. There was almost a slaughter in the Babylonian Kingdom because no one was able to interpret the dreams of the great king. However, since those dreams came from God, only God could reveal the meaning, and this was done through Daniel. We were told that the head of the image made of gold represented the Babylonian Kingdom at that time. It was also said that after this kingdom, four more kingdoms would emerge before another kingdom symbolized by a rock rolling down from a mountain destroyed them. Because after 2,600 years have passed after Daniel got this revelation, it is very easy for us today to understand that the breast and arms made of silver were actually the Median-Persian Kingdom that came after Babylonia, the belly and thighs made of bronze were actually the Greek Kingdom with its “Alexander the unGreat” and the legs made of iron were actually the Roman Empire (European Union) that crucified Jesus Christ.


So what does the kingdom of iron and clay actually mean? It is surely not Singosari or Sriwijaya (Indonesian local kingdoms before Indonesia became an independent country), or England. Since the Roman Empire collapsed, there has been no other kingdom or government as global as it was. Because this fifth kingdom was described as made of iron and clay, then the iron must be Europe, which was the identity of the fourth kingdom. Now the question is, what is represented by the clay?


It appears that the financial crisis happening today is the process of the forming of the “clay.” Christianto Wibisono and other economists view that through this crisis, US will be more “damaged” and China will be more “triumphant.” Don’t forget that the Arabian countries (Islamic countries) are not affected by this crisis. Media Indonesia Newspaper on its 13 October 2008 issue stated that Saudi Arabia planned to construct a building complex which height was more than 1 Km and cost about US$26.7 billion.


Can it be that what was meant by the “clay” was actually China which is very famous for its ceramic? Or could it be that the clay was actually the Arabian countries (Islamic countries) or the combination of both? If the “iron” represented the Western world (Europe), can it mean that the “clay” was the Eastern World (the combination of China, Arab, etc.)? So will the whole world unite like iron mixed with clay? Let us wait for the final event. It can be that you will experience it.


He Will Infiltrate the Church

Chapter 13 of Revelation is being fulfilled and the antichrist with the 666 sign is forming itself. The fifth kingdom that is the iron and clay mix which was described in the image of Nebuchadnezzar’s dream, is revealing itself. The real antichrist is actually a person who claims himself to be Christ. The word “anti”is a Greek preposition which means against someone by impersonating the person against whom he is fighting. So antichrist is against Christ by claiming himself as Christ or in other words, antichrist is a phony Christ. Christ in Greek has the same meaning with Messiah in Hebrew. So, the antichrist will come not from the leaders of other religions, but from Christians.


He will preach about Christ according to his version, and he will call himself as the Anointed One, which is the meaning of the word “Christ.” He calls himself or his office as the replacement of Christ. Before the main antichrist comes, he will send his spies pretending as Christians to all churches. He will tell everyone not to talk about doctrines, because in the absence of the teaching of true doctrines will make his covers more secured. He will lead the churches to lower the moral standards and introduce pop music as Christian songs. He will concoct a doctrine, in which everyone who will go to heaven has been chosen before the world was made, so eliminates the need to spread the Gospel. He will lead all churches to one institution. In his book, All Roads Lead to Rome, Michael de Semlyen declared the Roman Catholic Church as the final station of antichrist.


He will unite the world under one power, and all economic policies will also under his. But those are not the ends but mere tools, since the deepest desire of Lucifer is to be worshiped not only by human beings, but also by God, his Creator (Matthew 4:9). He will unite the churches in his clutch and proclaim himself as Christ. This will happen after he gives a quasi power to his disciples to perform miracles in the name of “Christ” (which is himself), and at the same time he will destroy pure Christian doctrines, moral, and motivation (the three measures of flour) with yeast.


Advice for Christians

Beware, be wise, and pay attention to the doctrines because doctrines were the differentiating factors between one religion and another. If you don’t like to learn about doctrine, then you will not be able to differentiate one church with another, and slowly but sure, you will not be able to differentiate one religion with another. Examine the teachings of each church, and differentiate one teaching with another. Learn carefully to make sure that you accept only the most biblical and logical teachings. Don’t be amazed only with one doctrine, but each doctrine of one church must be harmonious with others of the same church. Don’t forget to compare the teachings of GRAPHE with those of other churches’. Should you have any questions, feel free to email us at church@grapheministry.org or gits@grapheministry.org. The true teachings will allow all who hear them to examine them. Delicious food can only be offered but not forced to be eaten. Make sure that you join a biblical church while we are waiting the second coming of our Lord, because the Lord once said sardonically, “. . . when the Son of man cometh, shall he find faith on the earth?” He is pessimistic to find true faith when he comes again. It must be that true faith is being eroded by churches with false doctrines.


Does it mean that you can still use credit to buy a car or a house? Of course you can, but you have to make sure that the amount of the installment is within your affordable range. Can you still use Credit Card? Of course! But control your spending. Try to be content with what you have, and save as much money as you can to anticipate troubled days. We have to help other Christians who are proved to be faithful, not just pretending to be, as a proof that we are brothers in Christ.

Kamis, Maret 12, 2009

KERAJAAN SERIBU TAHUN (THE MILLENNIAL KINGDOM)

“Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga” (Matius 6:9-10).

Sudah hampir dua ribu tahun orang-orang Kristen telah berdoa “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” Kami memanjatkan “Doa yang diajarkan Tuhan” ini di akhir renungan bersama keluarga di rumah kami setiap malam. Banyak orang mungkin memanjatkan doa ini hanya dalam kebaktian, namun bagi saya secara pribadi ini adalah doa yang nyata dan saya merenungkan setiap kata dari doa ini. Nenek saya, ibu dari ibu saya, mamanjatkan “Doa yang diajarkan Tuhan” bersama dengan saya setiap malam ketika saya masih kanak-kanak, dan saya terus melakukannya di sepanjang hidup saya, setiap malam sebelum pergi tidur.

Dr. J. Vernon McGee berkata, “Datanglah kerajaan-Mu” adalah kerajaan yang tentangnya Matius sedang bicarakan, kerajaan yang akan didirikan oleh Kristus di muka bumi ini. Ini adalah permohonan yang layak bagi kita semua panjatkan dalam doa (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, Thomas Nelson Publishers, 1983 edition, volume IV, hal. 37; catatan untuk Matius 6:10).

Ketika saya memanjatkan doa itu, saya sedang mendoakan tentang Kerajaan Seribu Tahun datang dalam kepenuhannya ketika Kristus datang kembali. Kata “millennium” berarti seribu. Kata Yunani “chilia” (seribu) digunakan enam kali dalam Wahyu 20:2-7. Orang-orang Kristen abad pertama dan kedua percaya ini adalah 1,000 tahun pemerintahan Kristus di muka bumi ini secara literal. Mereka adalah para penganut premillennial. Itu berarti semua orang Kristen abad mula-mula mengharapkan Kristus kembali ke dunia ini untuk mendirikan Kerajaan. Kata “pre” dalam “premillennialisme” berarti bahwa Kristus akan datang kembali sebelum Kerajaan Seribu Tahun. Papias (yang meninggal tahun 165 M) berkata, “Akan ada millennium setelah kebangkitan orang mati, ketika pemerintahan Kristus secara pribadi akan didirikan di muka bumi ini.” Polycarp (70-156 M) berbicara tentang [orang-orang Kristen] yang akan memerintah bersama dengan Kristus dan fakta bahwa orang-orang Kudus akan menghakimi dunia (lihat Henry C. Thiessen, Ph.D., Introductory Lectures in Systematic Theology, Eerdmans Publishing Company, edisi 1949, hal. 470, sudah diterjemahkan oleh Gandum Mas dengan judul Teologi Sistematika).

Namun bertahun-tahun kemudian orang-orang Kristen mulai mengajarkan bahwa Kerajaan itu lebih bersifat alegoris dari pada literal. Mereka mulai mengajarkan pandangan amillennialisme, mulai dengan Clement dari Alexandria (155-220 M) dan khususnya Origen dari Alexandria (185-254 M). Pengajaran mereka, yang mengalegorikan dan mengrohanikan Kerajaan 1000 tahun mulai disebarkan, dan Konsili Roma di bawah Paus Damasus secara resmi mengutuk pandangan premillennial, yang mereka sebut “Chiliasm,” pada tahun 373 M. Jadi, Gereja Katolik menjadi amillennial, yaitu, mereka mengajarkan bahwa tidak akan ada kedatangan Kristus untuk mendirikan Kerajaan-Nya di muka bumi ini, dan bahwa Gereja Roma Katolik sendiri secara perlahan-lahan akan mempertobatkan dunia, dan janji tentang Kerajaan itu akan dipenuhi melalui kemenangan Katolikisme. Pandangan ini dikenal sebagai “amillennialisme.” Huruf “a” di depan kata “millennium” berarti bahwa tidak akan ada Kerajaan seribu tahun di bumi. “Amillennialisme” berarti “tidak ada Kerajaan seribu tahun.”


Daniel Whitby (1638-1726 M) adalah seorang Unitarian yang mengingkari keilahian Kristus. Whitby merestorasi metode tafsir alegoris Origen, dan menyebutnya “hipotesis baru.” Daniel Whitby, seorang bidat Unitarian, “mengajarkan bahwa semua janji tentang Kerajaan itu akan digenapi dalam pengertian rohani dan alegoris… Ia sering disebut sebagai bapak dari post-millennialisme modern” (Thiessen, hal. 471). Postmillennialisme mengajarkan bahwa Kristus akan datang setelah millennium – setelah gereja berhasil mempertobatkan seluruh dunia. Postmillennialisme, pada kenyataannya, hanyalah bentuk modern dari amillennialisme. Seperti amillennialisme, mereka mempertahankan bahwa tidak akan ada pemuliahan Israel, bahwa “gereja” telah menggantikan Israel, bahwa Kristus tidak akan datang kembali dalam penampakan untuk mendirikan Kerajaan-Nya di bumi, dan bahwa “gereja” akan mempertobatkan dunia, dan membawa ke zaman keemasan.

Mal Couch berkata, Perang Dunia I, dan akhirnya disusul dengan Perang Dunia II, sebenarnya telah mengakhiri pengharapan kaum postmillennial. Kejahatan umat manusia adalah bukti bahwa tidak ada yang menjadi lebih baik, seperti yang [mereka] ajarkan (Mal Couch, Ph.D., Tim LaHaye Prophecy Study Bible, AMG Publishers, 2000, hal. 1398).

Dengan cara yang aneh, pandangan alegoris, pandangan pengrohanian ini nampak muncul lagi, dengan “teologi penggantian” (“replacement theology”) [“gereja” menggantikan Israel dalam rencana Allah] mengklaim bahwa “gereja” dapat “menaklukkan masyarakat dan memulihkan kebenaran” dan mendirikan Kerajaan itu (Couch, ibid). Ini sesungguhnya merupakan kebangkitan kembali pandangan Roma Katolik tentang “triumphalisme” Kristen dan “penggantian” (“replacement”) bangsa Yahudi oleh “gereja” dalam rencana Allah. Ini bukanlah apa yang diajarkan oleh Alkitab.

Saya pernah kuliah di Golden Gate Baptist Theological Seminary (Southern Baptist) ketika itu jauh lebih liberal dari pada hari ini. Saya ingat salah satu professor yang mengajar amillennialisme dan postmillennialisme seolah-olah pandangan-pandangan itu adalah kebenaran. Kemudian ia merendahkan dan mengejek premillennialisme, menyebutnya sebagai “chiliasme,” dan bidat, dan mencemoohnya sebagai doktrin sesat yang diajarkan dalam Scofield Study Bible, yang tidak dipercayai oleh para “sarjana.” Ia sering sekali menyerang Scofield Study Bible tentang subyek ini, sehingga kemudian saya pergi dan membeli Scofield Study Bible tersebut untuk pertama kalinya – dan mulai menggunakannya sejak saat itu! Malam ini juga saya sedang berkhotbah dari Alkitab Scofield, seperti yang saya lakukan setiap hari Minggu, karena saya percaya pandangan premillennial tentang kedatangan Kristus seperti yang diajarkan dalam Scofield Study Bible. Saya percaya bahwa Alkitab tidak mengajarkan pandangan amillennialisme atau pun postmillennialisme.

Minggu malam yang lalu kita telah melihat tiga kebenaran agung di dalam Zakharia 14:4-5, 9. Pertama, Kristus akan datang kembali secara tiba-tiba di Bukit Zaitun, “Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur…” (Zakharia 14:4).

Kristus akan turun lagi dari Sorga, turun ke Bukit Zaitun yang sama di mana Ia naik. Para malaikat itu berkata, “‘Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.’ Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem” (Kisah Rasul 1:11-12).

“Kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun” (Zakharia 14:4). Kaki yang saya yang pernah dipakukan di kayu Salib akan turun di bukit yang sama di mana Kristus pernah naik kembali ke Sorga (Kisah Rasul 1:9-12). Kedua, Kristus akan datang kembali dengan semua orang kudus-Nya.

“Lalu TUHAN, Allahku, akan datang, dan semua orang kudus bersama-sama Dia” (Zakharia 14:5).

Ini artinya bahwa semua orang-orang Kristen yang pernah diangkat sebelumnya akan turun dari angkasa, mengikuti Kristus. Peristiwa ini pertama kali dinubuatkan oleh Henokh sebelum Air Bah.

“Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya” (Yudas 14).

Dan Rasul Yohanes berbicara tentang ini dalam Wahyu 19:14, “Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia,” ketika Ia turun dari Sorga untuk membinasakan pasukan Antikristus dan mendirikan Kerajaan Seribu Tahun di muka bumi ini. Ketiga, Zakharia 14:9 mengatakan bahwa Kristus akan mendirikan Kerajaan-Nya di bumi ini,

“Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya” (Zakharia 14:9).

Akhirnya doa yang dipanjatkan selama dua ribu tahun ini akan terkabulkan,

“Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga” (Matius 6:10).

Akhirnya, kita melihat Wahyu 20, dan saya ingin kita kembali ke sana malam ini. Mari kita melihat Wahyu 20, mulai dengan ayat satu. Di sini kita belajar dua kebenaran penting tentang Kerajaan yang akan datang.

I. Pertama, Setan akan diikat selama 1,000 tahun.

“Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya” (Wahyu 20:1-3).

Anda harus memperhatikan bahwa “seribu tahun” ditekankan dua kali di ayat satu sampai tiga. “Seribu tahun” ditekankan sebanyak enam kali dalam Wahyu pasal dua puluh ini.

Dr. McGee berkata, Ini benar bahwa Millennium ditekankan hanya dalam satu pasal, namun Allah menekankannya enam kali [dalam pasal itu]. Berapa banyak kali Ia telah mengatakan sesuatu sebelum itu benar-benar terjadi? Ia menekankan banyak hal lainnya yang orang-orang tekankan dan pikir juga penting karena semua itu disebutkan sekali atau dua kali dalam Kitab Suci. Enam kali kata seribu tahun ditekankan, dan di sini adalah dalam hubungannya dengan Setan (McGee, ibid., volume 5, hal. 1055; catatan untuk Wahyu 20:1-3).

Tidak adanya Setan di muka bumi sepanjang masa Kerajaan Seribu Tahun akan mengubah kondisi dari gelap menjadi terang. Selama Setan beroperasi di dunia ini tidak akan pernah ada Kerajaan yang sempurna. Kehendak Allah tidak akan dapat terjadi “di bumi seperti di sorga” (Matius 6:10) selama Setan belum disingkirkan dari bumi ini. Seorang malaikat akan turun dengan rantai besar dan akan mengikat Setan selama periode Kerajaan Seribu Tahun Kristus.

“Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya” (Wahyu 20:1-3).

Setan akan dilemparkan “ke dalam jurang maut, dan [malaikat akan] menutup jurang maut itu…” (Wahyu 20:3) sepanjang Kerajaan Seribu Tahun Kristus. Setan akan dipenjarakan dalam “jurang maut,” secara literal “abyss” (“jurang yang tanpa dasar”). Ini bukan Lautan Api. Setan akan dilemparkan ke dalam Lautan Api setelah Kerajaan itu berakhir, di akhir Kerajaan seribu tahun itu. Betapa indahnya dunia ini ketika Kristus mendirikan Kerajaan-Nya di bumi ini. Setan tidak akan ada lagi di sini untuk mencobai dan menyakiti kita lagi di Kerajaan Allah kita dan Kristus-Nya! Seperti yang dituangkan dalam lagu pujian ini,

Kuasa Setan akan segera dikalahkan,

Oh, itu adalah hari ini!

Kesedihan dan kesakitan tidak akan ada lagi,

Oh, itu adalah hari ini!

Glori, glori! Betapa sukacitanya hatiku.

Glori. Glori! Ketika Allah memahkotai-Nya menjadi Raja.

Glori. Glori! Segeralah siap menyambutnya

Glori. Glori! Yesus akan datang segera

(“What If It Were Today?” by Lelia N. Morris, 1862-1929;

diubah oleh Pendeta).

Setan akan diikat di dalam jurang maut selama masa Kerajaan itu! Betapa indahnya janji itu!

II. Kedua, Kerajaan Kristus akan didirikan di bumi selama seribu tahun.

Mari ikuti saya dengan membuka Alkitab Anda ketika saya membaca Wahyu 20:4-6.

“Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun. Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya” (Wahyu 20:4-6).

Tim LaHaye Prophecy Study Bible berkata bahwa ayat empat dan lima berbicara tentang orang-orang yang akan dieksekusi mati oleh Antikristus pada masa Kesusahan Besar karena menolak untuk menerima tandanya pada tangan dan dahi mereka. Mereka akan dibangkitnya secara jasmani sehingga mereka dapat memerintah bersama dengan Kristus sepanjang masa Kerajaan Seribu Tahun-Nya di bumi ini (see Tim LaHaye Prophecy Study Bible, AMG Publishers, 2000 edition, hal. 1399; catatan untuk Wahyu 20:4-5). Ayat enam berkata,

“Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya” (Wahyu 20:6).

Tim LaHaye Prophecy Study Bible berkata tentang ayat ini,

“Kebangkitan pertama” adalah untuk orang-orang percaya dan terjadi dalam tiga tahapan:

(1) Kristus sebagai buah sulung (I Kor. 15:20);

(2) pengangkatan… (I Kor. 15:23; I Tes. 4:13-18);

(3) orang-orang kudus pada masa Kesusahan Besar dibangkitkan sebelum Kerajaan itu bersama dengan orang-orang kudus Perjanjian Lama (Maz. 50:1-6). Kebangkitan ini termasuk semua [orang yang telah bertobat] yang mati sampai kedatangan Kristus (ibid., hal. 1400; catatan untuk Wahyu 20:6).

Ayat enam menunjukkan bahwa orang-orang yang telah dibangkitkan pada “kebangkitan pertama” itu, “akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya” (Wahyu 20:6).

Betapa ini akan menjadi hal yang terindah memerintah bersama Kristus dalam Kerajaan-Nya! Namun kita harus menjadi para pemenang untuk dapat mengalaminya. Kita membaca dalam Wahyu 3:21, “Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya” (Wahyu 3:21).

Untuk menjadi layak memerintah bersama dengan Kristus dalam Kerajaan-Nya di bumi, Anda harus menjadi pemenang. Namun untuk menjadi pemenang, yang pertama Anda harus bertobat. Yesus mengatakan itu sangat jelas bahwa langkah pertama untuk masuk dan memerintah dalam Kerajaan itu adalah pertobatan sejati. Yesus berkata,

“sesungguhnya jika kamu tidak bertobat… kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Matius 18:3).

Anda harus mengalami pertobatan sejati atau Anda tidak akan masuk ke dalam “kerajaan sorga,” dan jika Anda tidak masuk ke dalam “kerajaan sorga” sudah pasti Anda tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Seribu Tahun Kristus di bumi! Oleh sebab itu, Anda harus menemukan pertobatan sejati di dalam Kristus lebih dari segalanya dalam hidup ini!

Pertobatan sejati biasanya pertama melibatkan keinsafan akan dosa, kemudian perjuangan untuk membebaskan diri Anda sendiri dari dosa sampai Anda menyadari bahwa Anda tidak dapat melakukannya. Akhirnya, pertobatan datang ketika Anda menyerahkan diri Anda sendiri, menyadari bahwa Anda telah rusak total, dan kemudian datang kepada Kristus agar dosa Anda disucikan oleh Darah-Nya. Ketika Anda datang kepada Kristus dosa Anda ditebus oleh kematian-Nya di kayu Salib, dan berserahlah kepada Dia melalui iman di dalam Dia saja, dan Anda akan mengalami pertobatan sejati dan mulai menjadi seorang pemenang, yang layak memerintah bersama Kristus dalam Kerajaan Seribu Tahun-Nya di bumi. Namun langkah pertama Anda harus mengalami pertobatan sejati di dalam Kristus Yesus. Kiranya Tuhan segera memberikan kepada Anda pengalaman pertobatan di dalam Yesus Kristus.
Amin.

(AKHIR KHOTBAH)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

Diterjemahkan oleh Dr. Eddy Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Kebaktian Malam, 14 Desember 2008

di Baptist Tabernacle of Los Angeles

Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet

di www.realconversion. com. Klik on “Manuskrip-Manuskrip Khotbah.”

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Wahyu 20:1-7.

Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:

“What If It Were Today?” (by Lelia N. Morris, 1862-1929).

http://www.rlhymers.com/Online_ Sermons_Indonesi an/2008/121408PM _MillennialKingdom.html

AMSAL 23:23 Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian.

Senin, Februari 23, 2009

MANUSIA AKHIR ZAMAN

Kotbah Dr. Suhento Liauw
Minggu, 6 Juli 2003
Kebaktian Pagi
Nats: II Timotius 3:1-5

Saudara yang terkasih dalam Tuhan, Paulus menuliskan kepada Timotius mengenai ciri-ciri manusia akhir zaman. Mengapakah ada daftar yang sedemikian buruk mengenai manusia akhir zaman? Jikalau kita membaca perikop ini, saya dapat meraba apa yang Paulus maksudkan. Apakah penyebab utama sehingga manusia sedemikian rusaknya? Sebenarnya ada dua penyebab utama yang mengakibatkan mereka demikian. Penyebab yang paling dasar sekali adalah mereka tidak peduli pada hal-hal rohani. Mereka lebih memperhatikan dan menghargai hal-hal jasmani karena bagi mereka itu adalah segala-galanya.

Memang uang memegang peranan penting, tetapi jikalau kita menempatkan uang di atas hal rohani, maka kita sudah melakukan suatu kesalahan di hadapan Allah. Siapakah di muka bumi ini yang tidak memerlukan uang? Tidak ada seorang pun yang dapat lepas darinya. Siapakah orang di muka bumi ini yang berani berkata bahwa dia tidak memerlukan materi? Kita semua memerlukan pakaian, sepatu, dan berbagai materi lainnya. Tidak ada seorangpun di muka bumi ini yang tidak memerlukan materi. Tetapi persoalannya adalah ketika dua hal di hadapkan pada kita, pilihan kita akan mencerminkan isi hati kita.

Senin, Desember 08, 2008

PENGANGKATAN / RAPTURE GEREJA

Oleh Dr. W. A. Criswell

Diterjemahkan Dr. Eddy Peter Purwanto


1 Thessalonians 4:15-17

02-19-84
Anda sedang bergabung di First Baptist Church di Dallas. Dan ini adalah gembala kami, yang akan membawakan Firman Tuhan dengan tema: Pengangkatan/ Raptur Jemaat. Ini adalah seri khotbah doktrinal tentang eskatologi yang kedua – doktrin akhir zaman, atau Kedatangan Tuhan kita yang kedua – Pengangkatan/ Raptur Jemaat.


Mari kita membaca 1 Tesalonika 4, mulai ayat 13:
“Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan – ini adalah wahyu dari Allah sendiri – kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah – parakaleo, asal kata “Paraclete,”sebutan untuk Roh Kudus – seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini” (1 Tesalonika 4:13-18)

Setiap pasal dari 1 dan 2 Tesalonika banyak mengacu kepada deskripsi tentang kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Dan pasal ini – 1 Tesalonika 4 – menjelaskan tentang Raptur atau hari pengangkatan umat Allah, jemaat Tuhan, ketika Ia datang untuk milik kepunyaan-Nya.

Seorang sarkastik yang setengah atheis berkata kepada kami berhubungan dengan apa yang tertulis dalam Alkitab. Ia berkata, “Tidak ada kata “rapture” dalam Alkitab.”

Yah, kalau di dalam King James Version, itu benar. Dalam King James Version tidak ada kata “rapture,” sama halnya juga tidak ada kata “Trinity” atau banyak deskriptif ekklesiastikal penting lainnya – walaupun kata Trinitas tidak ada dalam Alkitab, namun Trinitas itu ada dalam Alkitab.

Sebagai contoh dalam 2 Korintus 13:14 berbunyi: “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus — Pribadi pertama —, dan kasih Allah – Pribadi kedua – , dan persekutuan Roh Kudus – Pribadi ketiga – menyertai kamu sekalian.” Bukankah ini Trinitas. Ini adalah penyataan tentang pribadi Allah, yaitu esensi Allah: tiga pribadi dalam satu – Trinitas – walaupun kata itu tidak pernah digunakan dalam Alkitab.

Begitu juga dengan kara “rapture.” Kata “rapture” ini tidak ada dalam Alkitab. Namun ini adalah terjemahan dari kata Yunani “harpazo.” Rasul Paulus mengatakan bahwa orang-orang yang masih hidup pada waktu Tuhan turun dari sorga, orang-orang percaya yang masih hidup ini akan di harpazo, atau diangkat.

Apakah arti kata harpazo ini? Ini digunakan juga dalam 2 Korintus 12:4. Kata ini berarti “melarikan dengan cepat.” Ini juga berarti “membawa pergi secara tiba-tiba.” Dan saya harus menerjemahkan kata harpazo ini dengan kata “menculik.” Dan ini digunakan dalam 2 Korintus ketika Paulus berkata, “Ia tiba-tiba diangkat (harpazo) ke Firdaus.” Dan di sini ia mengatakan bahwa ketika Kristus datang kembali orang-orang percaya yang masih hidup akan di-harpazo.

Dan dalam Alkitab bahasa Inggris, King James Version, kata ini diterjemahkan “caught up” atau “diangkat.” Paulus menggunakan kata “Ia di- harpazo – ia diangkat kepada Allah.” Dan dalam perikop ini, generasi umat Tuhan yang masih hidup ketika Tuhan datang akan diangkat menyongsong Tuhan di angkasa.

Jerome, dalam terjemahan Alkitab bahasa Latinnya, yaitu Vulgata, menerjemahkan kata ini dengan kata “rapere,” asal kata “rapture” dalam bahasa Inggris. Ini adalah istilah teologi yang baik, sehingga Anda dengan mudah dapat memahami secara mendalam keagungan kata ini dari penyataan Firman Allah.

Paulus berkata, “Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan.” Ini adalah sesuatu yang Tuhan kita singkapkan kepada kita. Maksud dari perkataan ini sangatlah jelas, ketika ia berkata, “dengan Firman Tuhan” – ini berhubungan dengan pengangkatan atau raptur umat Allah. Perjanjian Lama dari awal sampai akhir dipenuhi dengan nubuatan tentang kedatangan sang Mesias yaitu Kristus. Namun mereka tidak pernah dapat melihat berhubungan dengan kedatangan kedua yang dibicarakan di sini.

Dalam nafas yang sama, dalam kalimat yang sama, kadang-kadang dalam klausa yang sama, mereka berbicara tentang kemuliaan kedatangan Tuhan kita: sebagai Hamba yang menderita dan Raja yang memerintah. Mereka tidak pernah dapat membedakan kedua fase kedatangan Tuhan kita ini.

Pada saat kedatangan-Nya yang pertama, Ia lahir dari anak dara untuk mati demi menanggung dosa kita, untuk menebus umat manusia yang telah jatuh ke dalam dosa. Namun, Ia juga akan datang sebagai Raja yang akan memerintah atas seluruh ciptaan Allah: segala sesuatu yang ada di sorga dan di bumi dan di bawah bumi, di abusos, di dunia orang mati, di seluruh alam semesta. Ia akan datang menjadi Raja dan Tuhan atas segala sesuatu.

Namun nabi-nabi dalam Perjanjian Lama yang secara terus menerus menubuatkan, memberitahukan sebelumnya tentang kedatangan Tuhan Mesias ini, mereka tidak pernah dapat melihat perbedaan dari kedua kedatangan-Nya itu. Dan mereka tidak pernah melihat masa yang disisipkan, masa transisi, masa antara kedua kedatangan-Nya itu. Yang ada dalam pikiran mereka, hanya ada satu kedatangan yang agung.

Fakta sesungguhnya tentang kedua kedatangan-Nya ini menjadi rahasia yang tersimpan dalam hati-Nya. Paulus berbicara tentang itu. Ia menyebutnya musterion, “misteri, rahasia yang tidak disingkapkan” kepada para nabi P.L. namun yang kemudian disingkapkan kepada rasul-rasul- Nya yang suci. Dan Yesus mulai membentangkannya ketika Ia ada di sini, di bumi ini.

Apa yang para nabi Perjanjian Lama bicarakan berhubungan dengan kedatangan Tuhan kita sebagai Raja yang agung dan berkuasa dan yang akan memerintah direfleksikan dan ditunjukkan dalam pengharapan para rasul dan murid-murid Kristus. Ketika mereka membaca Kitab Suci Perjanjian Lama, secara alami mereka menantikan satu penampakan dari Tuhan yang agung sebagai Mesias, Kristus.

Sehingga pada kedatangan Tuhan Yesus yang pertama, pada waktu kedatangan-Nya yang pertama, pada waktu kehadiran-Nya ang pertama, pada waktu parousia-Nya yang pertama, pada waktu Ia ada di sana, mereka menunggu penggenapan nubuatan-nubuatan Perjanjian Lama. Mereka menanti Tuhan Yesus yang adalah Mesias yang akan memerintah atas seluruh ciptaan Allah dan atas seluruh bumi. Mereka mengharapkan Dia akan meruntuhkan kekuasaan Romawi dan memerdekakan Israel. Mereka sedang mencari Yehuda yang diagungkan di antara semua suku dan bangsa-bangsa di dunia.

Dan mereka – murid-murid itu – sedang berharap untuk dapat menjadi para menteri dalam kerajaan millennial mesianik dari Tuhan Yesus Kristus yang agung itu. Tiap-tiap murid ada yang ingin duduk di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya. Dan ada juga yang ingin menjadi Menteri Keuangan. Dan setiap murid ingin memiliki tugas dan jabatan dalam kabinet kerajaan Allah. Itulah apa yang diharapkan para rasul pada waktu itu.

Dan ketika Yesus mulai berbicara kepada mereka tentang kematian-Nya, mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka menjadi ragu dan takut. Dan ketika akhirnya mereka melihat Yesus Kristus dibunuh, dan mereka melihat Dia mati, setiap pengharapan yang pernah mereka miliki untuk ikut memerintah dalam kerajaan mesianik binasa dalam debu tanah. Dan dalam keputus-asaan yang teramat dalam yang sulit untuk kita fahami akhirnya mereka menundukkan kepala mereka dalam kekalahan.

Namun, ada wahyu baru yang kemudian datang kepada mereka. Paulus berkata, “Aku berkata dengan Firman Tuhan.” Ada sesuatu yang baru datang. Sesuatu yang tidak pernah diisyaratkan dalam Perjanjian Lama. Dan tidak pernah dilihat oleh seorang nabipun.

Matius 16:18, Yesus berbicara tentang jemaat. Itu adalah pertama kalinya dunia mendengar kata jemaat: “Aku akan mambangun jemaat-Ku.” Pada saat hati para murid hancur dan larut dalam dukacita, yaitu ketika Tuhan mengatakan kepada mereka bahwa Ia akan dibunuh dan meninggalkan mereka, Yohanes 14:1-3, Yesus berkata:

“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.”

Dan itulah apa yang Paulus maksudkan ketika ia berkata, “Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan” [I Tes. 4:15]. “Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” [Yohanes 14:3].

Itu adalah musterion yang agung, rahasia yang Allah simpan dalam hati-Nya sampai kemudian Ia menyingkapkannya kepada rasul-rasul- Nya yang kudus. Dan ketika pewahyuan penuh dibuat, ada panggilan Allah dari langit, dan orang-orang mati di dalam Kristus yang pertama akan bangkit, dan kemudan akan ada pemuliaan bagi orang-orang kudus yang masih hidup yang akan diangkat bersama dengan orang-orang mati yang telah dibangkitkan untuk berjumpa dengan Tuhan di angkasa dan untuk bersama dengan Dia selama-lamanya.

PERTAMA, KEBANGKITAN ORANG PERCAYA YANG TELAH MENINGGAL

Pertama, ia berkata, akan ada kebangkitan orang mati. Ada kata yang kita terjemahkan ke dalam bahasa Inggris yang berasal dari kata Yunani ek. Ini berari “keluar dari antara orang mati.”

Ketika orang mengacu kepada kebangkitan orang Kristen, itulah cara Alkitab mengatakannya, dan itu adalah kebangkitan dari antara orang mati. Artinya hanya orang-orang kudus di dalam Kristus yang dijelaskan dalam Alkitab sebagai “tidur dalam Yesus.” Itu tidak pernah mengacu kepada orang yang tidak percaya. Orang-orang yang tidur di dalam Yesus adalah orang-orang yang telah jatuh ke dalam pelukan hangat dan kasih-Nya. Seperti sebuah lagu mengatakan:

Kami beristirahat

Dalam pelukan Yesus

Dalam lengan Tuhan kita.

Mereka sedang tidur dalam Yesus. Mereka tidak mati. Mereka masih hidup dalam keadaan yang terberkati: dalam hadirat Allah, di firdaus. Dan ketika Anda tidur, itu hanya untuk sementara. Anda tidur untuk bangun. Dan orang-orang kudus yang telah mati akan dibangkitkan kembali. Dan dalam Kitab Wahyu, itu disebut sebagai kebangkitan yang pertama. Itu adalah kebangkitan keluar dan dari antara orang mati.

Kebangkitan kedua, kebangkitan terakhir adalah bagi orang-orang yang tidak percaya yang dibangkitkan untuk dihakimi di Tahta Putih Allah yang Besar, mereka adalah orang-orang yang akan dihakimi menurut perbuatan mereka dan akan dihukum untuk selama-lamanya di Neraka dan lautan api.

Namun orang-orang yang dibangkitkan pada kebangkitan pertama ini dibangkitkan keluar dari antara orang mati. Dan mereka mendengar panggilan Allah yang datang dari tempat tinggi, dari sorga. Jika orang yang tidak percaya tidak mendengar panggilan Allah dalam hidup ini, ia tidak ingin mendengar panggilan Allah kepada orang-orang kudus-Nya untuk bangkit dari antara orang mati.

Hal kedua berhubungan dengan ini adalah: ia berkata di sini bahwa akan ada generasi yang masih hidup setelah orang-orang ini dibangkitkan dari antara orang mati dan mereka akan diubahkan dengan mengenakan tubuh kemuliaan. Orang-orang percaya yang masih hidup pada waktu Tuhan datang akan diangkat – harpazo, rapere, raptured – bersama dengan mereka untuk berjumpa dengan Tuhan di angkasa.

Dan Paulus berkata bahwa itu adalah misteri yang lain. Dalam 1 Korintus 15:51-52, Paulus berkata:

“Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.”

Ada suatu generasi – ini adalah misteri yang disingkapkan di sini, yang sebelumnya tersimpan dalam hati Allah, sebagai rahasia – akan ada generasi yang tidak akan pernah merasakan kematian. Mereka tidak akan pernah merasakan dukacita. Mereka tidak akan pernah menangis. Mereka akan diangkat ke dalam kemuliaan.

Oh, saudaraku, seperti lagu ini mengatakan:

Oh, betapa sukacitanya, oh, betapa senangnya

Kita akan pergi tanpa melalui kematian.

Tiada sakit, tiada kesedihan,

Tiada kengerian, tiada tangis,

Diangkat ke angkasa

Berjumpa dengan Tuhan di udara

Ketika Yesus datang untuk milik kepunyaan-Nya


Itu adalah misteri kedua yang agung. Kita akan diangkat untuk berjumpa dengan Tuhan di udara.

Dan kemudian Paulus menulis bahwa Tuhan kita akan turun dari Sorga. Dan sebanyak tiga kali ia menggunakan preposisi ‘en’ di sini:

“Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan berseru dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa” [I Tes. 4:16-17] – cetak miring ada dalam KJV.

Jadi Paulus berkata, ketika Tuhan turun, Ia datang dengan berseru: keleuo. Terjemahan yang tepat untuk kata ini adalah “dengan seruan perintah.” Dan itu selalu berarti demikian: dengan seruan perintah.

Ini adalah kata Yunani klasik dan Anda dapat menemukannya dalam literatur Yunani klasik. Umumnya kata keleuo untuk menunjukkan suatu seruan perintah yang ditujukan kepada para tentaranya: ini adalah suatu perintah. Seorang laksamana akan memerintah orangnya di armada itu – keleuo – dengan seruan perintah. Seorang kusir yang sedang mengendalikan kuda-kudanya akan keleuo. Dengan seruan perintah kuda-kuda itu akan berjalan menarik keretanya.

Persis seperti itulah penggunakan kata itu di sini. Tuhan datang dengan seruan perintah yang berotoritas – Tuhan atas segala sesuatu.

Apakah Anda pernah memikirkan ini? Dalam Yohanes 11, ketika Yesus berdiri di depan kuburan, dan sungguh saya katakan kepada Anda, jika Yesus tidak menyebut nama Lazarus ketika ia berkata, “Keluarlah dari kubur itu,” maka seluruh orang mati akan keluar dari kubur mereka untuk bertemu dengan Yesus. Dengan seruan perintah, Tuhan akan turun dari sorga, dan orang-orang yang mati di dalam Kristus yang pertama akan bangkit.


KEDUA, PENGHULU MALAIKAT BERSERU

Apakah Anda memperhatikan hal kedua: “pada waktu penghulu malaikat berseru”? Hanya ada satu penghulu malaikat dalam Alkitab yaitu Mikael. Dan Mikael selalu dilukiskan sebagai musuh berat Setan yang memiliki kuasa kematian.

Ketika Musa mati, Mikael bertengkar dengan Setan berhubungan dengan atau untuk merebutkan tubuh Musa. Apa yang Setan inginkan terhadap tubuh Musa? Untuk menunjukkan tubuh itu kepada Israel dengan mengatakan: “Ini adalah sahabat terbaik Allah, yang telah berbicara muka dengan muda dengan Tuhan Allah, sebagai manusia yang telah melihat Dia. Melihat Dia. Namun kini ia telah mati. Kuasa kematian adalah milikku,” kata Setan.

Dan Mikael bertengkar dengan dia. Dalam Kitab Nabi Daniel, Daniel sang negarawan, ketika di Babilonia dan Persia ia melihat pembinasaan terhadap umat Allah, namun Mikael yang menjadi pembela mereka dan pemenang.

Dan dalam Kitab Wahyu 20 dijelaskan bahwa ada perang di Sorga. Mikael dan para malaikatnya berperang melawan Setan – Naga – dan para malaikatnya. Dan Setan tidak dapat mengalahkannya.

Dan Mikael, yang memenangkan pertempuran itu, berseru dari sorga dan atas seluruh bumi dan dunia orang mati: “Setan telah dikalahkan. Ia yang memiliki kuasa atas maut dan kubur telah dihancurkan untuk selama-lamanya.” Itulah suara penghulu malaikat, Mikael. “Kita telah menang. Kita telah menang. Kita telah menang.”

KETIGA, TENTANG SANGKAKALA ALLAH

“Dan dengan sangkakala Allah.” Itu adalah dimana saya telah mulai memikirkan tentang Daud, tentang sangkakala-sangkaka la Allah.

Di seluruh Alkitab, Anda akan sering bertemu tentang sangkakala-sangkaka la ini. Mereka meniup sangakakala ketika mereka mengitari Yerikho dan kemudian tembok-tembok rubuh. Mereka meniup sangkakala itu pada permulaan Tahun Baru Yahudi, Rosh Hashanah, pesta peniupan sangkakala-sangkaka la. Dan mereka meniup sangkakala-sangkaka la pada setiap tahun Yobel – tahun kelima puluh, setelah tujuh kali tujuh, setelah tahun yang ke empat puluh sembilan, tahun Yobel. Itu ditandai dengan peniupan sangkakala-sangkaka la.

Dalam Injil Matius pasal dua puluh empat, dan Wahyu pasal pertama dan keempat, keagungan dan kemuliaan Allah diumumkan dengan peniupan sangkakala-sangkaka la.

Dan dalam Alkitab, ada dua suara sangkakala yang besar. Yang pertama, Anda akan menemukan dalam Kitab Yesaya 27, ketika Allah meniupkan sangkakala untuk mengumpulkan kembali seluruh Israel ke tanah air mereka, yaitu pada saat seluruh Israel diselamatkan. Peniupan sangkakala besar yang kedua adalah untuk mengumpulkan umat Allah yang ada di sini: Ketika Allah meniup sangkakala dan itu adalah pada saat umat Allah bangkit dari kematian, untuk diubah dan diberikan tubuh kemuliaan dan untuk bersama dengan Tuhan mereka selama-lamanya.

Selanjutnya, Rasul Paulus, dalam perikop ini, ia menyebutkan tentang “nafiri terakhir” itu:

“Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah” (I Korintus 15:51-52).

Jadi apakah maksudnya itu: “Nafiri yang terakhir?” [dalam bahasa Inggris “trumpet” yang diterjemahkan “sangkakala” dalam I Tesalonika 4:16 dan diterjemahkan “nafiri” dalam I Korintus 15: 52]. Yah, saya telah membaca dan membaca dan membaca, dan ada banyak sekali pemikiran dan penafsiran yang diusulkan tentang apakah artinya “pada waktu bunyi nafiri yang terakhir.” Namun, satu-satunya penafsiran yang paling tepat menurut saya adalah ini: ini berhubungan dengan peniupan sangkakala oleh pasukan (legium) Romawi. Sangkakala pertama, ketika itu dikumandangkan, sebagai tanda para prajurit harus pergi ke tenda dan membongkar tendanya. Itulah sangkakala pertama. Sangkakala kedua dikumandangkan ketika ia harus kembali ke barisan. Dan sangkakala ketiga dikumandangkan ketika ia harus kembali berbaris.

Itulah sangkakala terakhir. Itu adalah panggilan untuk umat Allah. Itu adalah saat mereka harus naik dan bergabung dengan Tuhan.

Saudaraku yang terkasih! Jemaat disebut ekklesia, “orang-orang yang dipanggil keluar.” Kata yang memiliki arti yang persis sama dengan itu. Orang yang dipanggil keluar – ekklesia, ek-kaleo – orang yang dipanggil keluar.

Jemaat dipanggil keluar untuk berkumpul menjadi jemaat Tuhan. Allah telah memanggil kita untuk memperoleh keselamatan. Allah telah memanggil kita untuk memuji dan bersukacita. Allah telah memanggil kita untuk suatu sukacita dan kemuliaan.

Dan suatu hari nanti, Allah akan memanggil kita kepada Dirinya sendiri. Dan kita akan diangkat untuk berjumpa dengan Tuhan dan bersama dengan Dia selama-lamanya. Itulah nafiri atau sangkakala ketiga dan yang terakhir: ketika Allah akan memanggil kita keluar dari kubur dan dari dunia ini untuk bersama dengan Dia selama-lamanya.

Selanjutnya, Paulus menulis, dan ia menyimpulkan wahyu yang agung ini dengan kata ini: “Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini” (I Tesalonika 4:17-18).

Selanjutnya, ijinkan saya untuk menerjemahkan seperti tafsiran kebanyakan orang tentang perkataan ini: “Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.” Saudaraku yang terkasih, segala sesuatu yang berhubungan dengan kematian dan penghakiman dan dunia ini membuat kita seringkali takut untuk menghadapinya.

Namun, Oh, saudaraku: “Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.” Sebagain itu akan mengacu kepada fakta bahwa kita akan hidup kembali. Kita akan hidup kembali.

Saya kira, orang yang telah terjerat dalam bisnis dunia ini, mereka tidak berpikir tentang kematian. Namun saudaraku, selama saya hidup di dunia ini dan telah melayani Tuhan sejak umur 17 tahun, 55 tahun yang lalu. Saya hidup di dunia kematian.

“Hiburkanlah seorang akan yang lain”: Sebagian itu mengacu kepada pewahyuan bahwa kita akan hidup bersama kembali. Keterpisahan karena kematian bersifat sementara. Kita akan dikumpulkan kembali dan bersama untuk selama-lamanya.

“Hiburkanlah seorang akan yang lain”: Sebagian, saya kira, itu adalah sorga dan kemuluaan yang akan dinyatakan di dalam kita. Namun, kebanyakan, saya kira, itu adalah apa yang Paulus tulis di sini: “Kita akan bersama dengan Tuhan untuk selama-lamanya. Oleh sebab itu, hiburkanlah seorang akan yang lain.” Kita akan bersama dengan Yesus untuk selama-lamanya.” Kita akan bersama dengan Yesus untuk selama-lamanya.

Anda tahu, kira-kira ada 14 kata yang berbeda dalam bahasa Yunani yang diterjemahkan “dengan” atau “with.” Namun, salah satunya menunjukkan kedekatan, keintiman, persekutuan yang penuh kasih atau afeksi. Dan itulah kata yang diterjemahkan “bersama dengan” di sini. Dalam kata Yunani, itu adalah sun.

Sebagi contoh, kata Yunani untuk penderitaan adalah pathos. Dan ketika Anda menggabungkan kata itu menjadi sumpathos, kata itu diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi “sympathy.” Seseorang yang dapat turut merasakan kelemahan atau luka batin yang Anda alami: simpatik. Itulah maksud kata sun di sini, bersama dengan Tuhan – suatu persekutuan yang erat dengan Yesus.

Suatu kali saya mendengar tentang seseorang yang diselamatkan dengan begitu luar biasa. Dan pada hari itu ketika saya baru menginjak remaja, mereka bersaksi di kebaktian Rabu malam. Seperti kita, kita selalu membuka ruang kesaksian setiap kebaktian Rabu malam.

Jadi orang yang telah diselamatkan atau dipertobatkan dengan ajaib ini, ia bersaksi, dan ia berkata, “Ketika saya mati dan ketika saya pergi ke Sorga, yang pertama kali saya ingin lihat adalah Tuhan saya. Saya ingin melihat Yesus.

Hari-hari telah berlalu dan bapaknya terkasih yang luar biasa itu meninggal. Dan mereka berkata, “Anda masih ingin yang pertama melihat Yesus?”

“Ya,” jawabnya.

Kemudian, ibunya meninggal, yaitu ibu yang sangat ia kasihi. “Anda masih ingin yang pertama melihat Yesus?”

“Ya,” jawabnya.

Kemudian, anak lelakinya yang merupakan impiannya dan anak yang paling dikasihinya meninggal. Dan mereka bertanya, “Apakah Anda masih ingin melihat Yesus yang pertama?”

“Ya,” jawabnya.

Dan kemudian, istrinya yang sangat dicintainya meninggal. Dan mereka berkata kepadanya, “Anda masih ingin yang pertama melihat Yesus? Anda masih ingin melihat Yesus terlebih dahulu?”

Bagi seseorang yang telah diselamatkan dengan ajaib, dan yang mengasihi Tuhan, yang sun atau bersama Tuhan dalam segala suka dukanya. Anda tahu, rasul dengan terus terang mengatakan bahwa kematian telah memisahkan kita dari Dia, klimaks yang luar biasa dari Roma 8 adalah:

“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerint ah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 8:38-39).

Kematian tidak akan memisahkan kita. Dan kita tidak akan dipisahkan dari Yesus dalam hidup ini. Ia berkata, “Saya akan bersama denganmu, bahkan sampai akhir zaman.”

Ia bersama dengan kita. Jika Anda telah melaksanakan amanat, misi bagi Yesus, dengarkanlah dan Anda akan mendengar kaki Tuhan kita melangkah mendekat di belakang Anda. Jika Anda pernah diharu-birukan atau disakiti atau dihancurkan, Anda akan mendengar suara-Nya berkata, “Aku tidak akan pernah meninggalkanmu atau melupakanmu untuk selama-lamanya.”

Dan ketika kita menghadapi hari terakhir itu, itu akan menjadi hari Yesus yang akan berdiri bersama dengan kita dan menguatkan kita: “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku” (Mazmur 23:4).

Tahukah Anda, saya berpikir banyak kali, ketika waktu kematian saya tiba, itu akan menjadi kesempatan terbesar saya untuk menunjukkan kepada semua orang yang kepada mereka saya telah berkhotbah selama lebih dari 40 tahun – itu akan menjadi kesempatan terbesar saya untuk menunjukkan iman prajurit Yesus, anak Allah: untuk mati secara berjaya dalam lengan Kristus. Oh Tuhan! Kemudian Ia akan bersama dengan saya.

Dan satu hal lain: “Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan” – kita dan Dia.

1 Yohanes 3:2 berkata: “Apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.” Kita akan menjadi seperti Dia.

Dan Ia akan seperti kita dan kita akan bersama dengan Dia. Kita seperti Dia, dan Dia seperti kita. Dan kita akan bersama dengan Dia.

Dalam halaman-halaman sejarah yang saya baca, ketika Alexander Agung menaklukkan Imperium Persia, keluarga Darius menjadi tawanan komandan militer Yuhani tersohor itu. Dan ia datang menengoknya. Ia datang untuk melihat keluarga Darius yang ada dalam penjara itu.

Dan ketika Alexander dan Faustian melangkah masuk ke penjara, ibu Darius berpikir bahwa Faustian adalah Alexander. Dan ia membungkuk hormat kepadanya.

Ketika ia mengetahui bahwa ia salah orang, ia meminta maaf kepada Alexander, dan berkata, “Saya pikir ia adalah Anda dan mohon maafkan saya.”

Dan Alexander menjawab, “Nyonya, Anda tidak membuat kesalahan. Karena Faustian adalah Alexander.” Ia adalah Alexander yang lain. Mereka begitu dekat, sebagai sahabat karib yang begitu dekat.

Apakah Anda mengetahu hal pasti yang akan terjadi dengan Yohanes: Rasul Yohanes? Dalam Kitab Wahyu 22:8-9, Yohanes berkata:

“Dan setelah aku mendengar dan melihatnya, aku tersungkur di depan kaki malaikat, yang telah menunjukkan semuanya itu kepadaku, untuk menyembahnya. Tetapi ia berkata kepadaku: "Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. Sembahlah Allah!"”

Malaikat itu juga seperti Yesus, sehingga ketika Yohanes melihatnya dan mendengarkannya, kemudian ia tersungkur untuk sujud menyembah dia.

Seperti itulah kita. Dan Ia seperti kita. Kita akan bersama dengan Tuhan. Kita akan seperti Dia. Dan Dia akan seperti kita.

“Pak Pendeta, bagaimana hal seperti itu dapat terjadi?”

Saya akan menjelaskan kepada Anda bagaimana itu bisa terjadi: Tuhan kita adalah gembala yang agung, namun Ia bukan gembala tanpa kita: domba-dombanya. Tuhan kita adalah Raja yang agung, namun Ia bukan Raja tanpa kita: warga kerajaan-Nya. Ia adalah Juruselamat yang agung, namun Ia bukan Juruselamat tanpa kita: orang-orang kudus-Nya. Ia adalah mempelai laki-laki yang agung, namun Ia bukan mempelai tanpa kita: mempelai perempuan-Nya. Ia adalah Penebus yang agung, namun Ia bukan penebus yang agung tanpa kita, umat tebusan-Nya. Ia adalah Tuhan yang akan datang, namun Ia bukan Tuhan yang akan datang tanpa kita, karena untuk kitalah Ia datang. Kita adalah tubuh-Nya. Kita adalah kepenuhan-Nya. Kita adalah kemuliaan-Nya. Kita adalah mahkota sukacita-Nya: Yesus dan saya.

Terpujilah namanya untuk selama-lamanya! Kita akan berhenti sampai di sini, dan akan melanjutkannya Minggu depan. Berbahagialah hati Anda! Pada saat kita berdiri dan menyanyikan lagu pujian. Saya berkata kepada Anda yang kepadanya Roh Kudus telah berbicara, serahkanlah hidup Anda bersama dengan kami dalam persekutuan jemaat terkasih ini. Kami beribu-ribu kali mengucapkan selamat datang! Selamat datang!

Mungkin saat ini ada yang mau mengaku secara terbuka kepada semua orang tentang iman Anda di dalam Tuhan Yesus Kristus dan mau mengatakan: “Hari ini juga, saya mau menerima Engkau menjadi Juruselamat saya.” Silahkan maju ke depan!

http://www.wacriswe ll-indo.org/ eskatologi% 202.htm