Minggu, November 08, 2009

Berita Mingguan 07 November 2009

PELAYANAN ANAK-ANAK MUDA MENGATAKAN BAHWA YESUS YANG "COOL PARTY" AKAN SANGAT SUKA DENGAN VIDEO GAME "THE BEATLES"
Lane Palmer, dari organisasi Dare 2 Share, sebuah pelayanan anak muda interdenominasional , mengklaim bahwa Yesus akan menyukai sebuah video game baru, yaitu "The Beatles: Rock Band." Palmer bersukacita bahwa ini berarti "ribuan, jika bukan jutaan, remaja-remaja akan diperkenalkan kepada magic the Beatles," dan ia dapat membayangkan "Yesus dan para rasul sedang tertawa-tawa atas sebuah video game jika mereka punya PS3 abad pertama" ("Would Jesus Love `The Beatles: Rock Band?'" Palmer mendasarkan pernyataannya ini atas suatu kesalahpahaman besar tentang tindakan Yesus di pernikahan Kana sebagaimana dicatat dalam Yohanes 2. Dengan gaya khas emerging church, Palmer berpikir bahwa Yesus mengubah air menjadi anggur beralkohol dan dengan demikian meningkatkan "fun" kemabukan pesta pernikahan tersebut. Ia mengatakan, "[Yesus] ikut serta dalam berbagai kegiatan sosial yang akan sangat bertentangan dengan orang-orang religius yang terlalu kaku. Mereka bukan marah karena Dia pergi ke pesta-pesta; mereka geram karena Dia sungguh bersenang-senang selama dalam pesta-pesta tersebut.... alasan Yesus pergi ke pesta adalah dan bersama-sama dengan "orang-orang berdosa" bukanlah untuk menghakimi atau menghukum mereka."

Gerakan emerging church melihat dunia yang jatuh dalam dosa ini sebagai suatu pesta yang harus dinikmati, dan mereka dengan bebas berpartisipasi dalam musik, seni, fashion, dan film dunia. Mereka "berkomunikasi" dengan kebudayaan dunia bukannya menjauhinya dan telah menciptakan Yesus yang sesuai dengan keinginan mereka, tetapi yang jelas Yesus yang berpesta pora gaya emerging church hanyalah imajinasi manusia. Walaupun Yesus Kristus adalah teman orang berdosa, ikut dalam pernikahan dan acara makan-makan mereka, ia bukanlah "tukang pesta" (party animal). Ia menghidupi dan menyerukan kesalehan dalam segala situasi. Ia adalah seorang teman bagi orang berdosa sekaligus "terpisah dari orang berdosa" (Ibr. 7:26), karena kekudusanNya. Matius 11:9 mengatakan bahwa Kristus adalah "seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa," namun itu adalah apa yang musuhNya katakan tentang Dia. Pada faktanya, dia bukanlah pelahap ataupun peminum. Dia adalah teman pemungut cukai dan orag berdosa bukan dalam hal Ia ikut berpesta dengan mereka tetapi bahwa Ia mengasihi mereka dan mencoba untuk menyelamatkan mereka. Kristus bukanlah "tidak menghakimi." Ia menegur dosa. Ia menyatakan ketamakan dari pemimpin muda yang kaya (Mat. 19:16-22) dan perselingkuhan wanita di sumur (Yoh. 4:16-18). Kristus sering memperingatkan tentang neraka yang kekal dan berapi-api (mis. Mat. 5:22, 29, 30, 7:19; 10:28; 11:23; 13:40, 42, 50; 23:33; Mar. 9:43-48; Yoh. 3:36). KhotbahNya yang pertama adalah "bertobatlah" (Mat. 4:17), dan Ia memperingatkan bahwa mereka yang tidak bertobat akan binasa (Luk. 13:3; Yoh. 3:36). Ia menyebut orang-orang sekelilingnya jahat (Mat. 7:11; 12:34). Ia memandang kepada orang-orang dengan amarah karena ketegaran hati mereka (Mar. 3:5). Ia memperingatkan orang agar berhenti berdosa (Yoh. 5:14; 8;11). Tidak ada dari hal-hal di atas yang terdengar "cool" dalam artian dunia, dan juga bukanlah cara yang efektif untuk tetap berpesta secara duniawi!

DAWKINS: PENULIS BUKU YANG BUTA
Richard Dawkins, penulis atheis dari buku "The Blind Watchmaker," mengklaim bahwa tidak ada bukti akan desain intelijen di alam semesta. Ia mengolok-olok argumen tentang desain, dan mengklaim bahwa di dunia ini, walaupun "sepertinya" ada desain, namun itu tidak benar karena naturalisme Darwin dapat menjelaskan segela sesuatu. Ia mengatakan bahwa para atheis harus bangga karena posisi mereka karena lebih superior dan lebih masuk akal daripada doktrin seorang Allah Pencipta. Alkitab berkata, "Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih" (Roma 1:20). Jika hal-hal yang tidak nampak dari Allah dapat jelas terlihat dalam ciptaan, lalu mengapakah Richard Dawkins tidak dapat melihat mereka? Jawabannya adalah karena ia buta secara rohani. Saya memiliki seorang teman pengkhotbah yang buta di pegunungan Himalaya dan ia pernah berkhotbah di gereja kami di Kathmandu. Jika dia berkata kepada saya, "Saudara Cloud, saya telah mendengar bahwa ada gunung-gunung yang sangat indah tertutupi oleh salju di sekitar sini, tetapi saya tidak percaya karena saya tidak melihat mereka," maka saya akan berkata kepadanya, "Prem, kamu tidak dapat melihat mereka karena kamu buta. Saya dapat menggambarkannya bagimu, tetapi kamu tetap tidak dapat melihatnya." Prem tidak akan dapat melihat sampai nanti dalam tubuh kebangkitannya, dan Dawkins tidak akan dapat melihat kecuali ia merendahkan diri di hadapan Allah Pencipta yang Mahakuasa, mengakui kondisinya yang sesat dan pemberontakannya melawan Hukum Allah dan penghakiman Allah yang adil, dan mempercayakan dirinya kepada belas kasihan Allah dalam Yesus Kristus. Dawkins tidak memiliki apapun yang dapat dibanggakan, dia adalah pembuat buku yang buta. Di hadapan argumen "pembuat jam," dia hanya dapat berdalih sana sini dengan mitos-mitos Darwinian, tetapi ia tidak dapat membuktikannya salah. Pada kenyataannya, memang argumen "pembuat jam" ini tidak dapat dilawan. Kompleksitas dan desain yang luar biasa dan desain yang kita temui di alam semesta – desain sayap, mata, jantung, otak, kupu-kupu, DNA, polinas, intelijen manusia – tidak dapat dijelaskan oleh "selesksi alam" atau "mutasi kebetulan," dan juga tidak dapat dipatahkan hanya dengan mitos Darwin bahwa segalanya "ya memang demikian dari awalnya."
Editor: Argumen "Pembuat Jam" atau "The Watchmaker" adalah sebagai berikut: Jika seseorang menemukan sebuah jam yang berfungsi dengan baik di pinggir pantai, apakah yang akan ia pikirkan? Melihat adanya suatu alat yang kompleks dan bekerja dengan baik, kesimpulannya pastilah ada yang membuat jam tersebut. Tidak mungkin jam itu terjadi dengan sendirinya. Jikalau kita dapat berkata demikian tentang sebuah jam, apalagi alam semesta kita yang jauh lebih kompleks dibandingkan dengan jam tangan.

SEORANG KRISTEN DIPECAT KARENA MENYATAKAN KEPERCAYAANNYA TENTANG PERNIKAHAN TRADISIONAL
Pada bulan Agustus, Peter Vadala dipecat oleh Brookstone Corporation karena memberitahu seorang rekan kerjanya yang lesbian bahwa iman Kristianinya tidak menerima pernikahan sesama jenis. Hal ini terjadi saat dia sedang bekerja sebagai wakil manager toko Brookstone tersebut di Bandara Udara Logan di Boston, setelah dia diusik seharian oleh rekan kerja tersebut, yang terus menerus berlagak bahwa dia sebentar lagi akan "menikah." Si wanita lesbian itu kemudian menghubungi departemen Sumber Daya Manusia, dan dua hari kemudian Vadala dipecat ("Massachussets man Fired from Corporation over Christian Belief in Traditional Marriage," MassResistance. org, 30 Oktober 2009). Perusahaan itu memberitahu Peter bahwa "di negara bagian Massachusetts, pernikahan sesama jenis itu legal" dan bahwa tindakannya dinilai "tidak pantas" dan merupakan "serangan." Dia bahkan dituduh "memaksakan kepercayaannya" terhadap orang lain. Hmm, betapa "tolerannya" orang-orang homoseksual.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar