Selasa, November 11, 2008

10 ALASAN UNTUK MEMPERCAYAI KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN

1. Ketidakadilan dalam Kehidupan

2. Keindahan dan Keseimbangan

3. Pengalaman-Pengalaman Menjelang Ajal
4. Suatu Tempat di Dalam Hati
5. Kepercayaan yang Universal
6. Allah yang Kekal
7. Nubuat-Nubuat Perjanjian Lama
8. Perkataan-Perkataan Kristus
9. Kebangkitan Kristus
10. Akibat-Akibat Praktis


1. KETIDAKADILAN DALAM KEHIDUPAN

Kita akan sulit percaya bahwa kehidupan ini benar-benar baik jika di balik
kuburan tidak ada apa-apa lagi sebagai kompensasi bagi masalah-masalah
ketidakadilan. Sementara sebagian orang kelihatannya ditakdirkan untuk
kebahagiaan, yang lainnya dilahirkan di dalam keadaan yang mengerikan. Jika kita
yakin tidak ada suatu apapun yang dapat menyeimbangkan ketidak-setaraan
pembagian penderitaan, maka banyak orang punya alasan untuk mengutuk hari
kelahiran mereka karena kehidupan sengsara yang mereka terima. (.Ayu 3:1-3)
Kita bisa menyetujui Raja Salomo, ketika pada suatu masa yang kelam dalam
kehidupannya, berkata, "Lagi aku melihat segala penindasan yang terjadi di bawah
matahari, dan lihatlah, air mata orang-orang yang ditindas dan tak ada yang
menghibur mereka, karena di fihak orang-orang yang menindas ada kekuasaan. Oleh
sebab itu aku menganggap orang-orang mati, yang sudah lama meninggal, lebih
bahagia dari pada orang-orang hidup, yang sekarang masih hidup. Tetapi yang
lebih bahagia dari pada kedua-duanya itu kuanggap orang yang belum ada, yang
belum melihat perbuatan jahat, yang terjadi di bawah matahari," (.Pen 4:1-3).

2. KEINDAHAN DAN KESEIMBANGAN

Ada banyak hal dalam kehidupan ini yang kelihatannya tidak sesuai dengan
masalah-masalah ketidakadilan dan penderitaan. Untuk segala sesuatu yang
menyakitkan dan tidak adil, ada keindahan dan keseimbangan. Untuk saat-saat
penuh ketakutan dan kekerasan, ada saat-saat penuh keharmonisan dan kedamaian.
Sementara tubuh-tubuh yang dimakan usia menyerah pada rasa sakit dan kelemahan,
anak-anak dan binatang-binatang muda dengan gembira bermain tanpa beban.
Kesenian manusia, dalam segala keagungannya, menyaingi burung-burung yang
beterbangan dan menyanyikan nyanyian pagi. Setiap saat matahari tenggelam dan
terbit memberikan suatu jawaban bagi kebutuhan alam untuk istirahat dan
pemulihan. Malam-malam gelap dan musim dingin yang beku datang dengan kesadaran
bahwa "semua ini juga akan berlalu." Jika tidak ada apapun di balik kuburan,
pola alam yang indah ini sama sekali tidak lengkap.

3. PENGALAMAN-PENGALAMAN MENJELANG AJAL

Bukti klinis tentang kehidupan setelah kematian bersifat subyektif dan dapat
dipertanyakan. Seringkali kita sulit menilai arti dari "pengalaman-pengalaman di
luar tubuh," misalnya, bertemu dengan sinar terang, terowongan panjang, atau
malaikat penuntun. Juga sulit untuk mengetahui bagaimana harus menanggapi mereka
yang berbicara tentang penglihatan-penglihatan tentang surga atau neraka ketika
mereka menjelang ajal. Apa yang kita ketahui adalah bahwa ada cukup banyak
pengalaman seperti ini untuk menciptakan suatu perpustakaan yang lumayan besar
untuk memuat topik ini. Secara keseluruhan, kumpulan dari bukti-bukti ini
menunjukkan bahwa ketika mendekati ajal, banyak orang yang merasakan mereka
bukan sedang menuju kepada akhir dari keberadaan mereka melainkan kepada awal
dari suatu perjalanan yang lain.

4. SUATU TEMPAT DI DALAM HATI

Hati manusia merindukan lebih dari apa yang dapat ditawarkan oleh kehidupan ini.
Setiap kita mengalami apa yang disebut oleh Raja Salomo sebagai "kekekalan di
dalam hati (kita)," (.Pen 3:11). Sekalipun sulit memahami maksud
Salomo, jelas bahwa ia sedang menunjuk pada kerinduan yang tak terhindarkan pada
sesuatu yang tidak dapat dipenuhi oleh dunia ini. Hal itu adalah suatu
kekosongan jiwa yang juga tidak dapat dihindari oleh Salomo. Untuk sesaat, ia
berusaha mengisi kekosongan batin tersebut dengan pekerjaan, alkohol, dan tawa.
Ia mencoba untuk memuaskan rasa rindu itu dengan filsafat, musik, dan hubungan
seksual. Tetapi kekecewaannya kian bertambah. Hanya ketika ia kembali pada
kepercayaan adanya penghakiman akhir dan kehidupan sesudah kematian, dia dapat
menemukan sesuatu yang cukup besar untuk memuaskan rasa rindunya pada makna
kehidupan (.Pen 12:14).

5. KEPERCAYAAN YANG UNIVERSAL

Sementara sebagian orang percaya pada ketidak-mungkinan mengetahui adanya
kehidupan sesudah kematian, kepercayaan kepada kekekalan adalah suatu fenomena
yang universal. Dari piramida-piramida Mesir sampai munculnya pemikiran Gerakan
Zaman Baru, orang dari segala zaman dan tempat telah percaya bahwa jiwa manusia
tetap hidup setelah kematian. Jika tidak ada kesadaran atau tawa atau penyesalan
di balik kubur, maka kehidupan telah membohongi hampir setiap orang dari Firaun
dari Mesir sampai Yesus dari Nazaret.

6. ALLAH YANG KEKAL

Alkitab mengajarkan bahwa Allah adalah sumber kekekalan. Sifat-sifat-Nya adalah
abadi. Alkitab yang sama memberitahu kita bahwa Allah menciptakan kita menurut
citra-Nya, dan bahwa rencana-Nya adalah untuk membawa anak-anak-Nya untuk masuk
ke dalam rumah-Nya yang kekal. Kitab Suci ini juga mengajarkan bahwa kematian
terjadi dalam kehidupan manusia karena nenek-moyang kita, yakni Adam dan Hawa,
telah melanggar larangan Allah. (.Kej 3:1-19) Implikasinya adalah
jika Allah membiarkan umat manusia hidup selamanya dalam kondisi memberontak
kepada Allah, kita akan memiliki kesempatan yang tak habis-habisnya untuk
mengembangkan diri menjadi ciptaan yang angkuh dan egois. Tetapi sebaliknya,
Allah mulai menyingkapkan suatu rencana yang pada akhirnya akan menghasilkan
pulangnya orang-orang ke rumah Allah yang kekal, yakni orang-orang yang memilih
hidup damai dengan Allah. (.Maz 90:1; Yoh 14:1-3)

7. NUBUAT-NUBUAT PERJANJIAN LAMA

Sebagian orang berargumentasi bahwa kekekalan adalah suatu pemikiran Perjanjian
Baru. Tetapi Daniel, seorang nabi Perjanjian Lama, telah berbicara tentang suatu
hari di mana mereka yang mati akan dibangkitkan, sebagian untuk mendapat hidup
kekal, dan sebagian lagi untuk mendapat kehinaan kekal. (.Dan 12:1-3)
Seorang penulis Mazmur juga berbicara tentang kehidupan setelah kematian. Dalam
.Maz 73, seorang bernama Asaf menggambarkan bagaimana ia hampir
kehilangan imannya kepada Allah ketika ia memikirkan orang fasik yang mengalami
kemujuran sementara orang benar menderita. Tetapi kemudian ia berkata bahwa ia
masuk ke dalam tempat kudus Allah. Dari perspektif ibadah, ia tiba-tiba melihat
orang fasik berdiri pada tempat yang licin dari kefanaan mereka. Dengan
pemahaman yang baru, ia mengakui, "Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan
kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan. Siapa gerangan ada padaku di
sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun
dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah
selama-lamanya,". (.Maz 73:24-26)

8. PERKATAAN-PERKATAAN KRISTUS

Sedikit orang yang akan menuduh Yesus sebagai orang jahat atau seorang guru
palsu. Bahkan orang-orang atheis dan orang-orang beragama non-Kristen pun
biasanya menyebut Yesus dengan hormat dan kagum. Tetapi Yesus tidak berpura-pura
atau menyembunyikan kenyataan adanya kelanjutan hidup setelah kematian. Ia
berkata, "Janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi
yang tidak berkuasa membunuh jiwa; tetapi takutlah terutama kepada Dia yang
berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka,". (.Mat 10:28)
Yesus menjanjikan Firdaus kepada penyamun yang bertobat yang hampir mati di
sisi-Nya. Tetapi Ia juga menggunakan Lembah Hinom, suatu tempat pembuangan
sampah yang menjijikkan di luar Yerusalem, sebagai suatu simbol tentang apa yang
menanti mereka yang tidak mempedulikan penghakiman Allah. Menurut Yesus,
menghadapi kenyataan kehidupan setelah kematian adalah hal yang paling penting
dalam hidup. Misalnya, Ia berkata, jika sebelah mata menghalangi Anda dari
Allah, Anda memiliki alasan untuk membuang mata tersebut. "... lebih baik engkau
masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua
dicampakkan ke dalam neraka,". (.Mar 9:47)

9. KEBANGKITAN KRISTUS

Tidak ada bukti yang lebih besar tentang adanya kehidupan setelah kematian dari
pada kebangkitan Yesus Kristus. Perjanjian Lama menubuatkan seorang Mesias yang
akan mengalahkan dosa dan yang mati bagi umat-Nya. (.Yes 53; Dan 9:26)
Para pengikut Yesus bersaksi bahwa itulah yang Dia lakukan. Ia dengan rela mati
di tangan orang-orang yang menyalibkan-Nya, dikuburkan dalam sebuah kuburan
pinjaman, dan 3 hari kemudian kuburan tersebut menjadi kosong. Para saksi
mengatakan bahwa mereka tidak hanya telah melihat kubur yang kosong tetapi juga
Kristus yang bangkit yang menampakkan diri kepada ratusan orang selama 40 hari
sebelum Dia naik ke surga (.Kis 1:1-11; 1Ko 15:1-8).

10. AKIBAT-AKIBAT PRAKTIS

Keyakinan adanya kehidupan setelah kematian merupakan suatu sumber rasa aman,
optimisme, dan pemulihan rohani bagi seseorang. (.1Yo 3:2) Tidak ada suatupun yang menawarkan lebih banyak kekuatan dan dorongan dari pada keyakinan bahwa ada suatu kehidupan yang lebih baik bagi mereka yang menggunakan masa sekarang untuk mempersiapkan hidup dalam kekekalan. Kepercayaan pada kesempatan-kesempatan yang tak terbatas dalam kekekalan telah memampukan banyak orang untuk mengorbankan nyawa mereka bagi kepentingan orang-orang yang dikasihi. Karena keyakinan-Nya pada kehidupan setelah kematian, maka Yesus mampu berkata, "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?" (.Mat 16:26)
Kebenaran ini pula yang mendorong martir Kristen, Jim Elliot, yang dibunuh oleh
orang-orang Indian Auca pada tahun 1956, untuk mengatakan, "Dia, yang memberikan
apa yang tidak dapat dijaganya untuk memperoleh apa yang tidak dapat diambil
darinya, bukanlah orang yang bodoh."

ANDA TIDAK SENDIRIAN jika Anda secara jujur merasakan bahwa Anda belum
diyakinkan tentang kehidupan setelah kematian. Tetapi ingatlah bahwa Yesus
berjanji untuk memberikan pertolongan Ilahi kepada mereka yang ingin mengenal
kebenaran dan yang mau menaklukkan diri kepadanya. Ia berkata, "Barangsiapa mau
melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah,
entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri,". (.Yoh 7:17)

Bila Anda yakin pada bukti adanya kehidupan setelah kematian, ingatlah Alkitab
berkata bahwa Kristus mati untuk melunasi hutang-hutang dosa kita, dan bahwa
semua orang yang percaya kepada-Nya akan menerima karunia pengampunan dan
kehidupan kekal. Keselamatan yang ditawarkan Kristus bukanlah upah untuk usaha
kita, tetapi suatu anugerah bagi mereka yang, melalui bukti-bukti tersebut,
percaya kepada-Nya.

© 2000-2004 RBC Ministries Asia, Ltd.(cd SABDA 3.0)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar