Sabtu, November 08, 2008

MENGALAMI PRIBADI YHWH

Ayub 42:1-6

Sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat, kita pasti memiliki iman kepada Elohim. Dan iman kita pasti benar entah darimana asalnya kita memiliki iman itu. Apakah itu karena pemberitaan orang lain atau karena kita membaca Alkitab secara pribadi. Tetapi timbul pertanyaan: "Mengapa iman yang benar itu sering kali runtuh ketika diperhadapkan kepada masalah dan persoalan?" Apa yang salah dari keyakinan seseorang kepada Kristus tetapi pada waktu tertentu harus beralih dari keyakinan itu kepada keyakinan yang lain sebagaimana yang dilakukan oleh orang Kristen hari-hari ini?" Sebenarnya tidak ada masalah dari iman yang mereka miliki karena mereka percaya kepada Elohim di dalam Yesus Kristus. Sebagaimana firman Tuhan berkata bahwa hanya melalui Yesus manusia bisa mengenal Elohim. Tetapi kalau hari ini ada orang yang beralih keyakinan dari Yesus kepada keyakinan yang lain hal itu terjadi karena keyakinannya kepada Yesus bukanlah keyakinan yang didasari oleh pengalamannya kepada Yesus yang ia imani.

Tidak ada yang salah dari keyakinan Ayub sebelum dia mengalami penderitaan. Elohim saja memuji hidupnya yang saleh dan orang yang beribadah kepada Elohim (Ayub 1:8) Tetapi ternyata tidaklah cukup hanya memiliki iman kepada Elohim namun harus juga mengalami apa yang diimani. Itulah sebabnya ketika Ayub melewati penderitaan yang Tuhan ijinkan terjadi dengan maksud agar dia mengalami pribadi Elohim yang dia percayai, dia berkata, "Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau" (ayat 5). Ternyata kehidupannya yang saleh dan beribadah serta memiliki iman yang sangat dipuji oleh Elohim dihasilkan dari apa kata orang yang belum teruji kemurniannya. Bukan berarti iman Ayub sebelum ia menderita bukanlah iman yang benar. Tetapi iman yang benar itu perlu diperhadapkan kepada kenyataan hidup yang di dalamnya Ayub bisa mengalami Elohim yang ia imani.
Ternyata iman yang benar harus juga mengalami pribadi Elohim yang kita percayai. Dan acapkali untuk mengalami Elohim yang kita percayai itu kita dapatkan lewat pergumulan hidup seperti penderitaan layaknya Ayub. Namun hal itu hanya bisa apabila kita tidak berontak dan lari dari pergumulan yang ada seperti yang diajurkan oleh istri Ayub. Tetapi mau tunduk dan taat pada rencana Tuhan. "... Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal" (ayat 2). Kalau kita mengalami iman yang kita miliki, maka iman itu akan membawa kita kepada pribadi Elohim yang belum kita ketahui sebelumnya. Seperti Ayub di mana lewat penderitaan dia dapat melihat pribadi Elohim yang sesungguhnya dalam hidupnya. Kitapun akan bisa melihat pribadi Elohim dalam kehidupan kita apabila kita terbuka dengan rencana Tuhan dalam kehidupan kita dengan bersedia berjalan di jalan yang Tuhan tetapkan sekalipun jalan itu adalah jalan penderitaan. Ingatlah bahwa Tuhan ingin kita bukan saja mengenal Dia, tetapi juga mengalami pribadi-Nya.

Mungkin kita merasa sudah banyak tahu tentang Tuhan dan pengetahuan kita itu benar karena kita dapatkan dari sumber yang benar seperti Alkitab. Tetapi pengetahuan yang benar itu tidaklah cukup kalau tidak ditunjang dengan pengenalan akan apa yang kita ketahui. Itulah sebabnya mari masuk lebih jauh dengan apa yang ada ketahui agar Anda bisa menyadari bahwa apa yang Anda ketahui itu masih jauh dari apa yang sebenarnya harus Anda miliki. Dan pribadi Elohim bukan saja untuk diketahui dan dikenal, tetapi juga mutlak dialami. Kalau tidak maka pengetahuan dan pengenalan kita akan memudar ketika kita diperhadapkan kepada persoalan yang seolah-olah apa yang kita ketahui tidak seperti apa yang kita hadapi. Namun apapun yang terjadi kita tetap akan percaya kalau kita sudah mengalami apa yang kita percayai.

Oleh karena itu, jangan hanya memiliki iman yang benar, tetapi mari masuk di jalan Tuhan untuk mengalami pribadi Elohim yang Anda percayai. Banyak cara Tuhan untuk membuat Anda mengalami pribadi-Nya. Namun apapun cara itu jangan pernah berontak sekalipun itu jalan penderitaan. Karena hanya lewat itu Anda bisa mengalami pribadi-Nya. (*)

www.maulisiahaan.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar