Rabu, September 23, 2009

PERTANYAAN BERHADIAH BMW TERJAWAB SUDAH !! (Bag 3)

B. Tentang kematian Yesus

Yes 53:8-9a - “(8) Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umatKu ia kena tulah. (9a) Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, ...”.

1. ‘Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil’ (Yes 53:8a).

Kata ‘terambil’ maksudnya ‘ia terambil oleh kematian’.
Harus diartikan seperti ini sehingga sesuai dengan kata-kata selanjutnya dalam Yes 53:8c: ‘Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup’.

Juga kalau kita membandingkan dengan Kis 8:33 yang mengutip Yes 53:8 ini, maka jelas bahwa pandangan ini memang benar.
Kis 8:33 - “Dalam kehinaanNya berlangsunglah hukumanNya; siapakah yang akan menceriterakan asal-usulNya? Sebab nyawaNya diambil dari bumi”.

Catatan: Barnes (hal 272) mengatakan bahwa Kis 8:33 mengambil dari Yes 53:8 versi LXX / Septuaginta (Perjanjian Lama berbahasa Yunani), yang sekalipun tidak menterjemahkannya secara hurufiah, tetapi cukup tepat dalam memberikan arti umum dari bagian tersebut.

2. “Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup” (Yes 53:8b).

Ini jelas menunjuk pada kematian Kristus. Tidak cukup bahwa Yesus harus menderita. Karena upah dosa adalah maut (Ro 6:23 Kej 2:17), kalau Yesus mau memikul hukuman dosa manusia, Ia harus mati!

3. “kuburnya ... dalam matinya” (Yes 53:9a).

Ini sudah pasti menunjuk pada kematian dan penguburan Yesus.

Calvin mengatakan bahwa bagian ini menunjukkan bahwa kematian Kristus menjadi sumber dari kehidupan kita. Ia yang hidup menjadi mati / mengalami kematian, supaya kita yang mati di dalam dosa bisa mendapatkan hidup yang kekal!

C. Tentang kebangkitan Yesus

1. Yes 53:10.

Tadi kita sudah melihat kematian Yesus dinubuatkan Yes 53:8-9. Dan kebangkitanNya dinubuatkan dalam Yes 53:10b.

Yes 53:10: “Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya”.

Yes 53:8-9 sudah bicara tentang kematianNya, tetapi Yes 53:10 bicara tentang ‘ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut’. Ini tidak mungkin terjadi kecuali Ia bangkit dari antara orang mati.

a. ‘melihat keturunannya’.


1. ‘keturunannya’.

KJV: ‘his seed’ (= benihnya / keturunannya).
RSV/NIV/NASB: ‘his offspring’ (= keturunannya).

Yang dimaksud dengan ‘keturunan Kristus’ di sini adalah ‘orang kristen’.

Pulpit Commentary: “The ‘seed’ of a teacher of religion are his disciples” (= ‘Benih’ / ‘keturunan’ dari seorang guru agama adalah murid-muridnya) - hal 297.

Bdk. Filemon 10 Gal 4:19 1Yoh 2:1,18,28 3:7,18 4:4 5:21 dimana kata ‘anak’ digunakan dalam arti ‘murid’ dan dengan 1Kor 4:15 dimana kata ‘bapa’ digunakan dalam arti ‘guru’ / ‘pengajar’. Juga dengan Mark 10:24 Yoh 21:4 dimana Yesus memanggil murid-muridNya dengan sebutan ‘children’ / ‘anak-anak’.

Pulpit Commentary (hal 297) membandingkan juga dengan Maz 22:31 - “Anak-anak cucu akan beribadah kepadaNya”.

2. ‘melihat keturunannya’.

Ini menunjukkan bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.

b. ‘umurnya akan lanjut’.

Calvin: “Christ shall not be hindered by his death from prolonging his days, that is, from living eternally” (= Kristus tidak akan dihalangi oleh kematianNya untuk memperpanjang hari-hariNya / usiaNya, yaitu, untuk hidup secara kekal) - hal 125.

Jadi, lagi-lagi anak kalimat ini menunjuk pada kebangkitan Yesus dari antara orang mati.

2. Maz 16:10.

Maz 16:10 - “sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang KudusMu melihat kebinasaan”.

Kitab Suci Indonesia salah terjemahan, dan karena itu saya berikan terjemahan dari Kitab Suci bahasa Inggris versi NIV di bawah ini.

NIV: ‘because you will not abandon me to the grave, nor will you let your Holy One see decay’ (= karena Engkau tidak akan meninggalkan aku di kubur, ataupun akan membiarkan orang KudusMu melihat / mengalami pembusukan).

Bdk. Kis 2:24-32 - “(24) Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu. (25) Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. (26) Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram, (27) sebab Engkau tidak menyerahkan (meninggalkan) aku kepada dunia orang mati (= kubur), dan tidak membiarkan Orang KudusMu melihat kebinasaan (mengalami pembusukan). (28) Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapanMu. (29) Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini. (30) Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya. (31) Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa dagingNya tidak mengalami kebinasaan (pembusukan). (32) Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi”.

Catatan: semua kata yang saya coret salah terjemahan, dan saya berikan terjemahan yang benar dalam kurung.

Tujuan text ini adalah untuk membuktikan bahwa Maz 16:10 tidak tergenapi dalam diri Daud, tetapi dalam diri Kristus, dan ini membuktikan bahwa nubuat dalam Maz 16:10 memang menubuatkan kebangkitan Kristus. Hal yang sama terjadi lagi dalam Kis 13:30-37.

Bdk. Kis 13:30-37 - “(30) Tetapi Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati. (31) Dan selama beberapa waktu Ia menampakkan diri kepada mereka yang mengikuti Dia dari Galilea ke Yerusalem. Mereka itulah yang sekarang menjadi saksiNya bagi umat ini. (32) Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, (33) telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: AnakKu Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini. (34) Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan Ia tidak akan diserahkan kembali kepada kebinasaan. Hal itu dinyatakan oleh Tuhan dalam firman ini: Aku akan menggenapi kepadamu janji-janji yang kudus yang dapat dipercayai, yang telah Kuberikan kepada Daud. (35) Sebab itu Ia mengatakan dalam mazmur yang lain: Engkau tidak akan membiarkan Orang KudusMu melihat kebinasaan (mengalami pembusukan). (36) Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya, dan ia memang diserahkan kepada kebinasaan (pembusukan). (37) Tetapi Yesus, yang dibangkitkan Allah, tidak demikian”.

Kebangkitan Yesus ini mutlak penting, karena itu menunjukkan bahwa maut / upah dosa sudah Ia bereskan. Kalau ada satu dosa saja dari orang-orang percaya yang belum beres, Yesus tidak mungkin bisa bangkit! Fakta bahwa Yesus bangkit dari antara orang mati, menunjukkan bahwa dosa-dosa orang percaya sudah dibereskan tanpa kecuali. Itu menyebabkan orang Kristen bisa mempunyai keyakinan keselamatan! Kami orang Kristen tidak berkata: ‘Insya allah kami akan masuk surga’! Kami juga tidak mengatakan ‘moga-moga kami masuk surga’! Kami yakin bahwa kapanpun kami mati, kami PASTI masuk surga! Bukan karena kami baik, tetapi karena dosa kami sudah dibereskan oleh Yesus Kristus!

3. Kalau mau ada satu ayat yang menubuatkan tentang kematian maupun kebangkitan Yesus.

Kej 3:15 - “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.’”.

Kata-kata pada bagian akhir digenapi pada saat Yesus mati di kayu salib (ini merupakan penggenapan dari ‘engkau akan meremukkan tumitnya’) dan bangkit dari antara orang mati (ini merupakan penggenapan dari ‘keturunannya akan meremukkan kepalamu’).

D. Tentang ‘3 hari / hari yang ke 3’

Mana ayat Perjanjian Lama yang menubuatkan bahwa Yesus akan bangkit pada hari ke 3? Ini ayatnya!

Yunus 1:15,17 - “(15) Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk. ... (17) Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya”.

Ini merupakan nubuat dalam bentuk TYPE! Yunus merupakan TYPE tentang Kristus, dan keberadaan Yunus dalam perut ikan selama 3 hari merupakan TYPE dari Yesus ada dalam kematian / kubur selama 3 hari.

Ini dibuktikan oleh text di bawah ini yang merupakan kata-kata Yesus sendiri.

Mat 12:40 - “Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam”.

Jadi, matinya Yesus selama 3 hari, atau bangkitnya Yesus pada hari ke 3, sesuai dengan nubuat dalam bentuk type, yang terjadi dalam diri Yunus, pada waktu ia ditelan ikan dan berada dalam perut ikan selama 3 hari.

Luk 11:29,30,32 - “(29) Ketika orang banyak mengerumuniNya, berkatalah Yesus: ‘Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. (30) Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. ... (32) Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!’”.

Bahwa Yunus merupakan type dari Yesus merupakan sesuatu yang sudah diajarkan oleh kekristenan, jauh sebelum Bp Mokoginta menulis bukunya. Jadi, ini bukan penafsiran yang saya buat-buat sekedar untuk menjawab pertanyaan Bp Mokoginta! Bahwa ini memang merupakan penafsiran umum dari para penafsir, saya tunjukkan dari kutipan-kutipan di bawah ini:

Matthew Henry (tentang Yun 1:15): “Jonah is herein a type of Christ, that he gives his life a ransom for many; but with this material difference, that the storm Jonah gave himself up to still was of his own raising, but that storm which Christ gave himself up to still was of our raising. Yet, as Jonah delivered himself up to be cast into a raging sea that it might be calm, so did our Lord Jesus, when he died that we might live”.

Matthew Henry (tentang Yun 1:17): “The fish swallowed up Jonah, not to devour him, but to protect him. ... Jonah by this miraculous preservation was designed to be made, ... An illustrious type of Christ, who was buried and rose again according to the scriptures (1 Cor 15:4), according to this scripture, for, as Jonah was three days and three nights in the whale’s belly, so was the Son of man three days and three nights in the heart of the earth, Matt 12:40. Jonah’s burial was a figure of Christ’s”.

Catatan: ‘illustrious’ = jelas / terkenal.

Jamieson, Fausset & Brown (tentang Yun 1:17): “But then God ‘prepared’ a great fish to be his living grave, in order to prefigure the three days’ burial and resurrection of the Saviour. ... Jonah’s condition under punishment, shut out from the outer world, was rendered ... as also a future type of Jesus’ literal death for sin, and resurrection by the Spirit of God. Three days and three nights. Probably, like the antitype Christ, Jonah was cast forth on the land on the third day (Matt 12:40); the Hebrew counting the first and third parts of days as whole 24 hour days”.

Jamieson, Fausset & Brown: “The correspondence between Jonah the type and Christ the antitype is most minute. Man was ready to be swallowed by the waves of hell, stirred up by the tempest of God’s wrath against sin, when Christ, as one of us, volunteered to give up His life to save our lives; just as the mariners were about to perish in the waves, until Jonah gave himself up as the victim to appease God’s righteous anger. But the sin in Jonah’s case was inherent: in Christ’s, not inherent, but voluntarily imputed. As the Gentile mariners prayed that innocent blood should not be laid upon them, so the Gentile Pontius Pilate washed his hands of the death of Christ, saying, ‘I am clean from the blood of this man.’ The conversion of the Gentiles flowed from the death of Jesus, as the conversion of the mariners, and subsequently of the Ninevites ensued upon the casting of Jonah into the sea. From Christ’s vicarious sacrifice there results to believers the settled calm of heartfelt peace. As Jonah, after a three days’ entombment, through his return to the land of the living, became a prophet to the Gentiles, whom he was the instrument of converting, whereas he had failed to convert Israel: so Christ, through His resurrection out of death, became the power of God to the salvation of the Gentiles, after the Jews had rejected Him. The life of Jonah illustrates how wonderfully God can overrule history to be covert prophecy. Thus the infidel is rebuked, who would make nature the master instead of the servant of the God both of nature and of grace: and who ‘would extinguish for themselves the Light of the world, in order that it may not eclipse the rushlight of their own theory’ (Pusey)”.

Catatan: ‘covert’ = tersembunyi / samar.

Barnes’ Notes (tentang Yun 1:17): “God could as easily have kept Jonah alive in the sea as in the fish’s belly, but, in order to prefigure the burial of the Lord, He willed him to be within the fish whose belly was as a grave”.

Pulpit Commentary: “Jonah was a type of Christ in his resurrection. (a) As to the fact. (b) As to the time (vide Exposition; see also Hos 6:2)” - hal 531.

The Bible Exposition Commentary: Old Testament (tentang Yunus 2:10): “The miracle. Few miracles in Scripture have been attacked as much as this one, and Christian scholars have gathered various kinds of evidence to prove that it could happen. Since the Bible doesn’t tell us what kind of fish swallowed Jonah, we don’t have to measure sharks and whales or comb history for similar incidents. It was a ‘prepared’ fish (1:17), designed by God for the occasion, and therefore it was adequate for the task. Jesus didn’t question the historicity of the miracle, so why should we? The sign (Matt 12:39; 16:4; Luke 11:29). The ‘sign of Jonah’ is seen in his experience of ‘death,’ burial, and resurrection on the third day, and it was the only sign Jesus gave to the nation of Israel. At Pentecost. Peter preached the Resurrection (Acts 2:22-26) and so did Paul when he preached to the Jews in other nations (13:26-37). In fact, the emphasis in the Book of Acts is on the resurrection of Jesus Christ: for the apostles were ‘witnesses of the Resurrection’ (2:32; 3:15; 5:32; 10:39). Some students are troubled by the phrase ‘three days and three nights,’ especially since both Scripture and tradition indicate that Jesus was crucified on Friday. In order to protect the integrity of the Scripture, some have suggested that the Crucifixion be moved back to Thursday or even Wednesday. But to the Jews, a part of a day was treated as a whole day, and we need not interpret ‘three days and three nights’ to mean seventy-two hours to the very second. For that matter, we can’t prove that Jonah was in the fish exactly seventy-two hours. The important thing is that centuries after the event, Jonah became a ‘sign’ to the Jewish people and pointed them to Jesus Christ”.

Spurgeon: “The great sign of our Lord’s mission is his resurrection, and his preparing gospel of salvation for the heathen. His life-story is well symbolized by that of Jonah. They cast our Lord overboard, even as the sailors did the man of God. The sacrifice of Jonah calmed the sea for the mariners; our Lord’s death made peace for us. Our Lord was a while in the heart of the earth as Jonah in the depth of the sea; but he rose again, and his ministry was full of the power of his resurrection. As Jonah’s ministry was certified by his restoration from the sea, so is our Lord’s ministry attested by his rising from the dead. The man who had come back from death and burial in the sea commanded the attention of all Nineveh, and so does the risen Savior demand and deserve the obedient faith of all to whom his message comes” - ‘Commentary on Matthew’ (AGES).

John Wesley: “The sign of Jonah - Who was herein a type of Christ”.

Matthew Henry (tentang Mat 12:40): “Now this sign of the prophet Jonas he further explains here; (v. 40) As Jonas was three days and three nights in the whale’s belly, and then came out again safe and well, thus Christ shall be so long in the grave, and then shall rise again. [1.] The grave was to Christ as the belly of the fish was to Jonah; thither he was thrown, as a Ransom for lives ready to be lost in a storm; there he lay, as in the belly of hell (Jonah 2:2), and seemed to be cast out of God’s sight. [2.] He continued in the grave just as long as Jonah continued in the fish’s belly, three days and three nights; not three whole days and nights: it is probable, Jonah did not lie so long in the whale’s belly, but part of three natural days (‎nychthemerai‎, the Greeks called them); he was buried in the afternoon of the sixth day of the week, and rose again in the morning of the first day; it is a manner of speech very usual; see 1 Kings 20:29; Est 4:16; 5:1; Luke 2:21. So long Jonah was a prisoner for his own sins, so long Christ was a Prisoner for ours. [3.] As Jonah in the whale’s belly comforted himself with an assurance that yet he should look again toward God’s holy temple (Jonah 2:4), so Christ when he lay in the grave, is expressly said to rest in hope, as one assured he should not see corruption, Acts 2:26,27. [4.] As Jonah on the third day was discharged from his prison, and came to the land of the living again, from the congregation of the dead (for dead things are said to be formed from under the waters, Job 26:5), so Christ on the third day should return to life, and rise out of his grave to send abroad the gospel to the Gentiles”.

William Hendriksen (tentang Mat 12:40): “as Jonah was swallowed up by the sea-monster, so he, Jesus, will be swallowed up by the earth; and as Jonah was delivered from his imprisonment, so also Jonah’s great Antitype would arise from the grave” - hal 533,534.

William Hendriksen (tentang Mat 12:40): “Exactly how, in the case of Jonah these three days and three nights were computed Scripture nowhere reveals. Were they three entire days and nights, seventy-two hours in all, or was the period of his stay in the belly of the fish one entire day plus parts of two other days? We do not know. We do know that in Esther 4:16 the third day cannot have been an entire day (see 5:1, ‘on the third day,’ not ‘after the third day’). ... To say, therefore, that in order to do justice to Matt. 12:40 Jesus must have been in the grave three entire days plus three entire nights is unreasonable. It is contrary to Jewish usage of such terms” - hal 534.

Lenski (tentang Mat 12:40): “‘The sign of Jonah’ means that what happened to Jonah pictures and typifies what the same divine power will do with Jesus ... Nor does Jesus regard it as a side issue but as a type of the very climax of his own work, his death and his resurrection ... The manner of numbering nights with the days is an idiomatic Jewish usage. As Jonah escaped on the third day, so Jesus arose on the third day. ... The fish had swallowed Jonah bodily, and his bodily stay in the fish typifies the stay of Jesus’ body in the tomb” - hal 492,493,494.

Lenski (tentang Mat 12:40): “The typical feature is simply this: when Jonah disappeared in the maw of the monster, his career seemed to have been ended - it was not; he returned alive and preached with wonderful success in Niniveh. So when the Jews saw Christ laid in the tomb, they thought that his career was ended - it, too, was not; he returned alive, and his mighty work went on according to the divine will. The parellel is emphasized and placed beyond question by the three days. The antitype thus fits the type exactly according to the divine design which arranged both” - hal 494.

The Biblical Illustrator (New Testament) - tentang Mat 12:40: “Jonah a type of Christ: - I. The striking signification of his name. Jonah signifies dove - a striking emblem of the meek and gentle Jesus. II. As a proclaimer of God's will to men. III. In his sufferings and deliverance. Jonah, after all, very imperfectly typified Christ”.

Catatan:

a. Orang-orang Niniwe bertobat karena pemberitaan Firman Tuhan oleh Yunus. Dan Yesus jauh lebih besar dari Yunus. Karena itu, orang-orang jaman sekarang yang tidak bertobat setelah mendengar tentang Yesus, lebih brengsek dari orang-orang Niniwe!
b. Ay 40: ‘3 hari 3 malam’.

Ini menyebabkan ada orang yang beranggapan bahwa Yesus mati pada hari Kamis (karena Ia bangkit pada hari Minggu). Tetapi Mark 15:42 jelas menunjukkan bahwa Yesus mati pada hari Jum’at (Sabat = Sabtu; jadi ‘menjelang Sabat’ = Jum’at).

Tetapi kalau Yesus mati pada hari Jum’at pk 3 siang (Luk 23:44) dan bangkit pada hari Minggu dini hari, maka itu berarti bahwa Ia mati / ada dalam kubur hanya sekitar 38 jam. Lalu bagaimana menafsirkan Mat 12:40 yang berkata ‘3 hari 3 malam’? Jawab: ingat bahwa dalam menghitung hari, orang Yahudi menganggap ‘sebagian hari’ sebagai satu hari penuh!

Contoh:

1. Ester 4:16-5:1 - “(4:16) ‘Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.’ (4:17) Maka pergilah Mordekhai dan diperbuatnyalah tepat seperti yang dipesankan Ester kepadanya. (5:1) Pada hari yang ketiga Ester mengenakan pakaian ratu, lalu berdirilah ia di pelataran dalam istana raja, tepat di depan istana raja. Raja bersemayam di atas takhta kerajaan di dalam istana, berhadapan dengan pintu istana itu”.

Perhatikan bahwa Ester 4:16 mengatakan bahwa orang-orang Yahudi itu diminta untuk berpuasa 3 hari penuh, kemudian Ester akan menghadap raja. Tetapi Ester 5:1 mengatakan ‘pada hari ke 3’ (bukan ‘setelah hari ke 3’), Ester sudah menghadap raja. Ini menunjukkan bahwa pada hari ke 3 mereka hanya berpuasa dalam sebagian dari hari itu, tetapi toh dianggap sebagai satu hari penuh.

2. Kej 42:17-18 - “(17) Dan dimasukkannyalah mereka bersama-sama ke dalam tahanan tiga hari lamanya. (18) Pada hari yang ketiga berkatalah Yusuf kepada mereka: ‘Buatlah begini, maka kamu akan tetap hidup, aku takut akan Allah”.

Penjelasan sama dengan tentang Ester di atas.

3. Mat 27:63-64 - “(63) dan mereka berkata: ‘Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidupNya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. (64) Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-muridNya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama.’”.

4. 2Taw 10:5,12 - “(5) Tetapi ia menjawab mereka: ‘Datanglah kembali kepadaku lusa.’ Lalu pergilah rakyat itu. ... (12) Lusanya datanglah Yerobeam dengan segenap rakyat kepada Rehabeam, seperti yang dikatakan raja: ‘Kembalilah kepadaku lusa.’”.

KJV: ‘after three days ... on the third day ... on the third day’ (= setelah 3 hari ... pada hari yang ke 3 ... pada hari yang ke 3).

RSV: ‘in three days ... the third day ... the third day’ (= dalam 3 hari ... hari yang ke 3 ... hari yang ke 3).

NIV: ‘in three days ... three days later ... in three days’ (= dalam 3 hari ... 3 hari lagi ... dalam 3 hari).

NASB: ‘in three days ... on the third day ... on the third day’ (= dalam 3 hari ... pada hari ke 3 ... pada hari ke 3).

Yesus mati hari Jum’at, itu dianggap satu hari. Hari Sabtu Ia ada dalam kubur (itu hari kedua). Lalu sebagian dari hari Minggu Ia masih ada dalam kubur (itu dianggap sebagai hari ketiga). Jadi, kata-kata Yesus dalam Mat 12:40 cocok dengan apa yang Ia alami.

Barnes’ Notes (tentang Mat 12:40): “‘Three days and three nights.’ It will be seen in the account of the resurrection of Christ that he was in the grave but two nights and a part of three days. See Matt 28:6. This computation is, however, strictly in accordance with the Jewish mode of reckoning. If it had ‘not’ been, the Jews would have understood it, and would have charged our Saviour as being a false prophet, for it was well known to them that he had spoken this prophecy, Matt 27:63. Such a charge, however, was never made; and it is plain, therefore, that what was ‘meant’ by the prediction was accomplished. It was a maxim, also, among the Jews, in computing time, that a part of a day was to be received as the whole. Many instances of this kind occur in both sacred and profane history. See 2 Chron 10:5,12; Gen 42:17-18. Compare Est 4:16 with Est 5:1”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar