Selasa, September 22, 2009

Pertanyaan Berhadiah BMW Terjawab Sudah !! (Bag 2)


1. Alkitab bisa menuliskan nubuatnya dalam bentuk TYPE, yang lalu digenapi oleh anti-TYPEnya dalam Perjanjian Baru (kebanyakan dalam diri Yesus).

Apakah Type itu?

a. Type adalah hal-hal dalam Kitab Suci yang ditentukan Allah sebagai bayangan dari hal-hal lain yang terjadi sesudahnya.

Jadi, ada 2 hal yang berhubungan, dimana hal pertama terjadi lebih dulu dan merupakan bayangan / Type dari hal kedua yang terjadi belakangan. Hal pertamanya disebut Type; dan hal keduanya disebut Anti-Type.

b. Macam-macam Type:

1. Orang.

Contoh: Adam adalah Type dari Kristus (Ro 5:14).

2. Binatang.

Contoh: domba untuk korban pengampunan dosa adalah Type dari Kristus yang dikorbankan untuk dosa kita (Yoh 1:29 1Pet 1:19 Wah 5:6,7).

3. Peristiwa.

Contoh: peristiwa ular tembaga (Bil 21:4-9 Yoh 3:14,15).

4. Jabatan.

Contoh: imam / imam besar (Ibr 2:17 Ibr 4:14,15).

5. Ketentuan.

Contoh: dalam Perjanjian Lama ada ketentuan dimana semua harus disucikan dengan darah, dan ini merupakan Type dari ketentuan dalam Perjanjian Baru dimana orang hanya bisa mendapat pengampunan dosa oleh darah Kristus (Ibr 9:19-22).

Walter C. Kaiser, Jr.: “The typological method focuses on six kinds of divinely ordained and preestablished similarities between the OT ‘type’ and the NT ‘antitype,’ namely, persons (Adam), institutions (sacrifices), offices (priesthood), events (the Exodus), actions (lifting up the brazen serpent), and things (Tabernacle)” [= Metode TYPOLOGI memfokuskan pada 6 jenis kemiripan yang ditentukan secara ilahi dan diteguhkan sebelumnya, antara ‘type’ PL dan ‘anti-type’ PB, yaitu pribadi-pribadi / orang-orang (Adam), hukum yang ditetapkan (korban-korban), jabatan-jabatan (imamat), peristiwa-peristiwa (Keluaran), tindakan-tindakan (pengangkatan / peninggian ular tembaga), dan benda-benda (Kemah Suci)] - ‘The Uses of The Old Testament in the New’, hal 9.

Contoh:

a. Yoh 19:36 - “Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: ‘Tidak ada tulangNya yang akan dipatahkan.’”.

Kel 12:46 - “Paskah itu harus dimakan dalam satu rumah juga; tidak boleh kaubawa sedikitpun dari daging itu keluar rumah; satu tulangpun tidak boleh kamu patahkan.

Catatan: ‘Paskah’ di sini adalah ‘Paskah Perjanjian Lama’, yang menunjuk pada keluarnya bangsa Israel dari Mesir.

b. Yoh 3:14-15 - “(14) Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, (15) supaya setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal”.

Bdk. Bil 21:4-9 - “(4) Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan. (5) Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: ‘Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak.’ (6) Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati. (7) Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: ‘Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkanNya ular-ular ini dari pada kami.’ Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. (8) Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: ‘Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.’ (9) Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.

Kalau Bp Mokoginta tak mau menerima anti-type sebagai penggenapan type, maka saya ingin menggunakan tulisan Bp Mokoginta sendiri sebagai argumentasi. Dalam bukunya yang berjudul ‘Mustahil Kristen bisa menjawab’, hal 118-dst, ia menulis sebagai berikut: “Sebelum kami berikan pertanyaannya dan juga sebelum anda menjawabnya, ada baiknya kami sampaikan bahwa yang namanya nubuat harus digenapi, jika tidak maka nubuat tersebut tidak benar alias bohong. Bersama ini kami berikan sedikit contoh penggenapan suatu nubuat yang benar-benar terjadi, seperti:

Nubuat dalam Perjanjian Lama:

‘Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anakKu itu. (Hosea 11:1)

Penggenapan di Perjanjian Baru

‘Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibuNya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: ‘Dari Mesir Kupanggil AnakKu.’ (Matius 2:14-15)”.

Bagaimana mungkin Bp Mokoginta sendiri bisa setuju kalau Mat 2:14-15 merupakan penggenapan dari Hos 11:1, padahal yang disebut ‘anakKu’ dalam Hos 11:1 adalah Israel, sedangkan yang disebut ‘AnakKu’ dalam Mat 2:15 adalah Yesus? Tetapi memang dalam hal ini ‘Israel’ merupakan TYPE dari ‘Yesus’, atau ‘Yesus’ merupakan anti TYPE dari ‘Israel’.

2. Penggenapannya hanya merupakan suatu peristiwa, yang digambarkan dengan kata-kata yang sangat berbeda dengan nubuatnya.

Contoh:

Yoh 2:19-22 - “(19) Jawab Yesus kepada mereka: ‘Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.’ (20) Lalu kata orang Yahudi kepadaNya: ‘Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?’ (21) Tetapi yang dimaksudkanNya dengan Bait Allah ialah tubuhNya sendiri. (22) Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-muridNya bahwa hal itu telah dikatakanNya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.

Kalau Bp Mokoginta tak setuju bahwa suatu nubuat bisa digenapi dengan suatu peristiwa, yang digambarkan dengan kata-kata yang sangat berbeda dengan nubuatnya sendiri, maka saya ingin bertanya: “Mengapa Islam bisa mempercayai Ul 18:15-dst (tentang nabi yang akan datang), dan juga Yoh 14:16 (tentang Penolong yang lain), sebagai menunjuk kepada Muhammad, padahal sama sekali tak ada kata-kata yang persis / mirip dengan kedua text tersebut??”.

Ul 18:15-19 - “(15) Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan. (16) Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati. (17) Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik; (18) seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firmanKu dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. (19) Orang yang tidak mendengarkan segala firmanKu yang akan diucapkan nabi itu demi namaKu, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban”.

Catatan: kata ‘saudaramu’ pada waktu ditujukan kepada Israel, pada umumnya menunjuk kepada sesama bangsa Israel, dan kadang-kadang menunjuk kepada bani Edom, tetapi TIDAK PERNAH menunjuk kepada bani Ismael / orang Arab!!! Karena itu, tidak mungkin sama sekali bahwa nubuat ini menunjuk kepada Muhammad!! Untuk ini lihat APENDIX di bagian paling akhir tulisan ini.

Yoh 14:16 - “(16) Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, (17) yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu”.

Catatan : jelas ayat ini menubuatkan ‘Roh’, dan karena itu tidak mungkin menunjuk kepada Muhammad. Apalagi adanya kata-kata ‘menyertai kamu selama-lamanya’. Bp Mashud ‘menafsirkan’ bahwa artinya adalah ‘punya roh’, dan ‘ajarannya menyertai kamu selama-lamanya’. Lucu sekali! Ayatnya mengatakan ‘Roh’, bukan ‘manusia yang punya roh’. Bp Mokoginta mengatakan adanya kata ‘seorang’, tetapi saya jawab bahwa kata ‘seorang’ terpaksa digunakan dalam bahasa Indonesia karena kalau tidak, mau digunakan kata apa? ‘Selembar’? Dalam KJV: ‘And I will pray the Father, and he shall give you another Comforter, that he may abide with you for ever’. Perhatikan bahwa sama sekali tak ada kata ‘a man’ (seorang)!! Lalu, bagaimana mungkin ditafsirkan ‘ajarannya yang menyertai kamu selama-lamanya? Pertama, kata ‘kamu’ mencakup murid-murid Yesus pada saat itu. Mana mungkin ajaran Muhammad menyertai para murid Yesus, padahal Muhammadnya sendiri belum ada pada saat itu?? Juga, ayatnya sama sekali tak bicara tentang ‘ajaran’nya, tetapi tentang ‘orang’nya! Ini betul merupakan suatu pemerkosaan ayat Kitab Suci!

Tetapi penekanan saya dalam hal ini adalah: orang Islam bisa menganggap bahwa kedua nubuat itu tergenapi dalam diri Muhammad padahal sama sekali tak ada kata-kata yang mirip / persis dimanapun (baik dalam Alkitab maupun Al-Quran) yang menunjukkan bahwa Muhammad adalah penggenapan kedua text tersebut! Lalu mengapa dalam persoalan Luk 24:46 mereka menuntut ayat Perjanjian Lama yang mirip / persis??? BUKANKAH INI MERUPAKAN SUATU TUNTUTAN YANG TIDAK KONSISTEN?

Dalam hal ini bagi mereka hanya ada dua pilihan:

a. Menganggap kami / saya benar, yaitu nubuat dan penggenapan tak harus kata-katanya sama / mirip.

b. Mengakui bahwa claim Islam bahwa kedua ayat tersebut digenapi dalam diri Muhammad adalah salah!

Saya tanya kepada mereka: mau pilih yang mana?????????

I. Tentang kata-kata ‘Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga’.

Luk 24:46 - “KataNya kepada mereka: ‘Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.

Ada 4 hal yang dibicarakan ayat ini:

A. Penderitaan Yesus / Mesias.

B. Kematian Yesus / Mesias

C. Kebangkitan Yesus / Mesias.

D. KebangkitanNya terjadi pada hari ke 3.

Dimana dalam Perjanjian Lama ada ayat yang membicarakan hal-hal itu? Jelas kalau dicari satu ayat yang membicarakan semua itu, maka ayat seperti itu memang tidak ada. Tetapi tidak ada yang mengatakan bahwa harus satu ayat, bisa beberapa ayat yang digabungkan. Perhatikan bahwa Luk 24:46 itu sendiri tidak mengatakan ‘Ada tertulis hanya dalam satu ayat.

Juga perlu diketahui bahwa dalam Alkitab asli ataupun manuscript-manuscript, tidak ada penomoran pasal maupun ayat!

A. Tentang penderitaan Yesus / Mesias.

Ini ada dalam banyak ayat seperti:

1. Yes 53:4-7 - “(4) Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. (5) Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (6) Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. (7) Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya”.

a. Text ini menekankan Yesus sebagai pengganti kita dengan memikul hukuman yang seharusnya untuk kita.

b. Kata ‘tertikam’ diterjemahkan ‘was wounded’ (= dilukai) oleh KJV/RSV tetapi diterjemahkan ‘was pierced’ (= ditikam) oleh NIV/NASB. Kata bahasa Ibraninya bisa diterjemahkan keduanya.

Kata ‘tertikam’ cocok dengan nubuat dalam Zakh 12:10 - “‘Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung”.

c. Kata ‘bilur’ menunjuk pada pencambukan.

NASB: ‘His scourging (= pencambukanNya).

Yesaya hidup pada sekitar 700 tahun sebelum Kristus! Dari mana ia bisa tahu dan menggambarkan penderitaan Kristus secara mendetail?

2. Maz 22:2a,16b,17b,19 - “(2a) Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? ... (16b) ... lidahku melekat pada langit-langit mulutku; ... (17b) ... mereka menusuk tangan dan kakiku. ... (19) Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku”.

a. Maz 22:2a - Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?.

Bdk. Mat 27:46 - “Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: ‘Eli, Eli, lama sabakhtani?’ Artinya: AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?.

Mengapa Yesus harus terpisah dari Bapa? Karena dosa memang memisahkan manusia dari Allah (Kej 3 Yes 59:1-2 2Tes 1:9). Yesus menggantikan kita untuk mengalami keterpisahan itu supaya kita yang percaya kepada Yesus diperdamaikan dengan Allah.

Ro 5:1 - “Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.

KJV/RSV/NIV/NASB: ‘we have peace with God’ (= kita mempunyai damai dengan Allah).

Ro 5:10 - “Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian AnakNya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidupNya!”.

b. Maz 22:16b - “lidahku melekat pada langit-langit mulutku”.

Bdk. Maz 69:22b - pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam.

Bdk. Yoh 19:28-30a - “(28) Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia - supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci - : ‘Aku haus!’ (29) Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. (30) Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, ...”.

Mengapa Ia harus kehausan? Karena itu yang akan kita alami kalau kita masuk neraka (bdk. Luk 16:24). Ia mengalaminya untuk kita sehingga kalau kita percaya kepadaNya kita tak usah mengalami kehausan di neraka, tetapi kita akan masuk surga.

c. Maz 22:19 - “Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku”.

Bdk. Mat 27:35 - “Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaianNya dengan membuang undi”.

Ia nyaris telanjang di kayu salib. Mengapa Ia harus dipermalukan seperti itu? Ia yang maha mulia dipermalukan seperti itu, supaya kita yang seharusnya dipermalukan, bisa dimuliakan (asal mau percaya kepada Yesus).

d. Maz 22:17c - “mereka menusuk tangan dan kakiku”.

Ini jelas menunjuk pada penyaliban.

Maz 22 ditulis oleh Daud sekitar 1000 tahun sebelum Kristus. Dari mana ia bisa tahu penderitaan yang akan menimpa Kristus dengan begitu detail?

Adanya sangat banyak nubuat-nubuat dalam Alkitab yang tergenapi dengan tepat merupakan keunggulan Alkitab atas semua Kitab Suci agama lain! Juga secara jelas membuktikan Alkitab sebagai Firman Tuhan!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar