Rabu, Oktober 01, 2008

BERITA MINGGUAN 27 SEPTEMBER 2008

LICINNYA JALAN EUTHANASIA
Licinnya jalan Euthanasia (tindakan membunuh seseorang karena diminta oleh orang tersebut) semakin nyata dari pernyataan berikut dari seorang pendukung euthanasia (menyebut diri "ethicist") di Inggris. Dalam wawancara dengan Life and Work, majalah gereja Skotlandia, Baroness Warnock berkata, "Jika anda orang idiot, anda sedang menghamburkan hidup orang lain – hidup keluargamu – dan anda menghamburkan sumber daya National Health Service. Saya secara absolut setujut dengan argumen bahwa jika rasa sakit tidak dapat ditahan lagi, maka seseorang seharusnya diberi pertolongan agar dapat mati, tetapi saya merasa ada argumen yang lebih luas bahwa jika seseorang adalah beban untuk keluarganya, atau untuk negaranya, maka saya rasa mereka juga seharusnya diperbolehkan untuk mati...Saya rasa demikianlah keadaannya di masa depan, dan secara brutal, anda akan melihat orang-orang dengan izin khusus untuk membunuh orang lain" ("Dementia Patients Should Consider Ending Lives," USA Today, 19 Sept. 2008).

Alkitab memberikan kita tanggung jawab untuk mencukupi orang-orang yang kita kasihi, tetapi tidak pernah kita diberitahu bahwa kita punya hak untuk membunuh mereka! "Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman" (1 Tim. 5:8). Adalah masyarakat yang sombong, bodoh, dan memberontak, yang berpikir bahwa mereka punya prerogatif Allah untuk mengakhiri kehidupan kapan pun mereka inginkan. Kematian bukanlah suatu kehormatan, dan juga bukanlah hak; kematian adalah hukuman Allah atas manusia yang berdosa. Namun demikian, kita memuji Dia, karena Ia tidak membiarkan kita mati tanpa pengharapan tetapi telah membuat jalan keselamatan melalui kematian AnakNya Yesus Kristus yang menggantikan kita. "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita" (Rom. 6:23).

KECINTAAN MUSIK KRISTEN KONTEMPORER TERHADAP DUNIA
Alkitab mengatakan, "Janganlah kamu mengasihi dunia," dan "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini," tetapi Musik Kristen Kontemporer (Christian Contemporary Music) dengan berani melanggar hal ini. Perhatikan DecemberRadio (sebuah Grup musik "kristen"). Album mereka yang pertama di tahun 2006 memenangkan mereka penghargaan Dove Award for Rock Album of the Year, dan majalah Christianity Today menyebut mereka Best Band of the Year dan Best New Artist. Mereke mengaku sebagai orang Kristen dan berbicara mengenai Allah, tetapi Injil sama sekali tidak diberitakan dalam website mereka, dan sketsa biografi mereka hanya menyinggung dengan cepat masalah "menjadi Kristen," atau "berserah pada Kristus," tanpa ada detil apapun. Josh "menjadi Kristen" pada umur tujuh; Brian pada umur delapan; Eric pada umur enam. Bukan hanya mereka tidak memberikan kesaksian keselamatan yang jelas, mereka juga tidak menyinggung tentang gereja, meskipun Alkitab mengatakan bahwa gereja adalah keluarga Allah dan tiang penopang dan dasar kebenaran (1 Tim. 3:15). Mereka lebih banyak berbicara mengenai pengaruh-pengaruh musik mereka ketimbang hubungan yang menyelamatkan dengan Kristus. Mereka mendaftarkan Led Zeppelin, Herman's Hermits, Rolling Stones Black Crowes, Tom Petty, Eric Clapton, Van Halen, Stevie Ray Vaugh, dan grup-grup rock berisik lainnya. Pada tanggal 21 April 2008, Josh Reedy dan Erik Miker dari grup DecemberRadio, diwawancarai oleh John DeBiase dari Jesus Freak Hideout. Pernyataan-pernyata an berikut mendemonstrasikan cinta mereka akan dunia. "Satu hal yang membuat kami semangat sebagai satu band, mengenai musik dan bermain live, adalah melihat Eric Clapton dan Stevie Ray Vaughan dan semua gitaris-gitaris hebat ini. Apa yang mereka lakukan. Apa yang dia perbuat dengan Cream. Dari mereka hingga Aerosmith, Tom Petty dengan lagunya `Runnin' Down a Dream.....Saya sungguh berapi-api mengenai era musik tersebut. Ada yang spesial di sana....Hal- hal yang kami dengar ketika sedang tumbuh dewasa dari koleksi musik kuno ayah kami seperti Chicago dan Led Zeppelin menginspirasikan kami.....{Brian, gitaris kami] menghabiskan waktu di depan komputer hanya untuk mempelajari semua hal tentang Eric Clapton dan orang-orang ini. Ia mempelajari semuanya lalu menjadikannya miliknya sendiri." Setelah saya diselamatkan dari latar belakang rock & roll / obat-obatan pada tahun 1973 saat berumur 23 tahun, Allah berbicara kepada saya dari Firman Tuhan (mis. Roma 12:2; Ef. 5:11; Yak. 4:4; 1 Yos. 2:15-17) dan menginstruksikan saya untuk membuang musik jahat masa lalu saya dan untuk menyanyikan pujian baru, yang berarti baru dalam hal sifatnya. Saya menolak rock & roll dunia yang kotor dan memberontak saat itu, dan saya menolaknya sekarang. Rasul Yohanes mendefinisikan dunia sebagai "keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup." Tidak ada lagi gambaran yang lebih tepat untuk rock & roll. Apa yang kurang dari "Christian rock" adalah rasa takut akan Allah. "Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah" (Yak. 4:4).

BUKU PANDUAN MUSLIM TAHUN 1925 MENGATAKAN BAHWA BAIT DI BUKIT ADALAH MILIK YAHUDI
Sejak tahun 1990, telah terjadi kampanye Islam untuk mengingkari bahwa Israel pernah memiliki bait di Yerusalem. Kampanye "Temple Denial" ini dimaksudkan untuk membuat tidak sah klaim Israel terhadap kota tersebut. Dalam The Fight for Jerusalem, Dore Gold menggambarkan cepatnya penyebaran propaganda ini. "Temple Denial menyebar di sepanjang Timur Tengah seperti api liar mulai dari halaman-halaman editorial al-Jazirah di Arab Saudi hingga seminar-seminar internasional di UAE....Temple Denial menemukan tanah yang subur di universitas- universitas Arab, terutama yang memiliki perspektif Islam radikal, di mana pandangan ini membentuk generasi yang baru." Gold memberikan banyak bukti bahwa ada bait Yahudi di Yerusalem dulu, termasuk kesaksian Josephus, relik Arch of Titus di Roma, dan berbagai benda yang telah ditemukan seperti plakat dari bait dan juga berbagai koin (lihat http://www.wayoflif e.org/fbns/ temple-denial- vs-archaeology. html) Kini ada bukti baru. Jewish Temple Institute belakangan ini mendapatkan sebuah salinan buku panduan tahun 1925 yang dipublikasikan oleh Supreme Moslem Council (Konsil Muslim Tertinggi), yang menyatakan sebagai berikut: "Identitasnya sebagai Bait Salomo tidak diragukan lagi. Ini juga merupakan tempat, menurut kepercayaan semua orang, di mana Daud membangun sebuah mezbah kepada Tuhan" (Arutz Sheva, 2 Sept. 2008). Di bulan Maret 2008, Israel Antiquities Authority (Otoritas Benda-Benda Antik Israel) mengumumkan untuk pertama kalinya dalam sejarah riset Arkeologi, bahwa peninggalan dari Bait Salomo telah ditemukan dekat dengan bait yang di Yerusalem ("First Temple Building Remains Found, Arutz Sheva, 17 Maret 2008). Penggalian yang dilakukan 2 tahun terakhir telah menyingkapkan "jalan yang besar dan bertiang dari abad kedua" yang terletak tepat di atas lapisan dari zaman Bait yang pertama, sehingga melindunginya dari jarahan pada masa-masa kemudian.

PARLEMEN IRAN MENGESAHKAN UNDANG-UNDANG HUKUMAN MATI BAGI YANG MURTAD
Berikut adalah kutipan dari WEA Religious Liberty News, 22 Sept. 2008: "Bahwa murtad (meninggalkan Islam) adalah suatu tindakan yang sangat beresiko, bahkan urusan yang mematikan di negara Muslim manapun, bukanlah berita baru bagi mereka yang telah murtad ataupun para pengamat kebebasan beragama. Bahwa Komisi Tinggi PBB atas Pengungi (UNHCR) tidak selalu berpikir demikian adalah berita baru bagi banyak orang. Hukum Sharia Tradisional mengharuskan hukuman mati bagi orang-orang yang murtad, didasarkan pada Hadits (perkataan-perkataa n Muhammad) "Siapapun yang menukar agama Islamnya, bunuh dia" (Sahih Al-Bukhari, Vol. 9:57).....Sebuah kebangkitan paham Sunni Wahabi yang didukung oleh keuntungan minyak Arab Saudi sejak akhir 1970an....Kini Iran sedang dalam proses mengeluarkan undang-undang untuk membuat kemurtadan dan tindakan mempromosikan kemurtadan (termasuk melalui internet), sebagai tindakan kejahatan hukuman mati, denagn alasan untuk menjaga "keamanan mental" negara.....Namun demikian beberapa tahun belakangan beberapa negara Barat mengembalikan orang-orang Iran Kristen yang mencari suaka, termasuk mereka yang "murtad, kembali kepada Iran, dengan alasan bahwa UNHCR mengklaim mereka tidak akan dianiaya. Tolong UNHCR mencamkan: Sebagaimana dilaporkan oleh Christian Solidarity Worldwide, "Parlemen Iran memungut suara hari Selasa [9 Sept] dan meloloskan rancangan undang-undang yang menjatuhkan hukuman mati bagi kemurtadan. RUU tersebut disahkan oleh 196 suara, 7 menentang, dan 2 abstain." Khaleej Times (Dubai), pada bulan Juli, melaporkan bahwa RUU itu menyatakan mereka yang terbukti akan kesalahan tersebut `harus dihukum sebagai mohareb (musuk Allah) dan rusak di bumi.' RUU itu juga hukuman dalam kasus-kasus seperti ini `tidak dapat diturunkan, ditunda, atau diubah.' .....Pada tanggal 10 September, Compass Direct (CD) melaporkan bahwa dua orang Kristen Iran kini telah secara resmi dituduh "murtad."

Disadur dari Way of Life Ministry
Diterjemahkan oleh: DR. Steven E. Liauw

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar