Sabtu, Oktober 11, 2008

Berita Mingguan 11 Oktober 2008-Way of Life Ministry

RICK WARREN MENGATAKAN BAHWA DIA TIDAK TERTARIK UNTUK MENGUBAH DOKTRIN ORANG-ORANG YANG SESAT
Dalam sebuah wawancara dengan Christianity Today, Rick Warren mengatakan: "Kita perlu memobilisasi semiliar orang Katolik dan Ortodoks. Saya tidak begitu tertarik dengan dialog antar-agama. Saya lebih tertarik ke proyek antar-agama. Mari kita lakukan sesuatu bersama-sama. Anda kemungkinan tidak akan mengubah doktrin anda, dan saya juga kemungkinan tidak akan mengubah doktrin saya. Kita memiliki kepercayaan yang berbeda. Tetapi faktanya adalah, kita melayani Tuhan yang sama. Mari bekerjasama dalam hal-hal yang kita sepakati" ("After the Aloha Shirts," Christianity Today, 1 Okt. 2008). Sebaliknya, rasul Paulus mengatakan bahwa mereka yang mengacaukan Injil kasih karunia Kristus dikutuk oleh Allah (Gal. 1:6-9). Jadi jelas sekali bahwa orang-orang yang mengabarkan Injil yang benar dan mereka yang mengabarkan Injil yang salah tidak melayani Tuhan yang sama. Kristus memberitahu para pemimpin Yahudi yang menolak keselamatan melalui kasih karunia bahwa bapa mereka adalah Iblis (Yoh. 8:44). Hati-hatilah terhadap Rick Warren. Dia adalah orang buta yang memimpin orang buta dan sedang membangun pelacurnya Setan, bukan mempelai Kristus (lihat http://www.wayoflif e.org/fbns/ howrome.htm. )
Nabi Amos dengan bijak bertanya, "Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji [sepakat]?" dan Warren menjawab, "Siapa peduli mereka sepakat atau tidak sepakat, mari kita berjalan bersama."

ILMUWAN EVOLUSI BELAJAR DARI DESAIN ALAM SAMBIL MENYANGKAL BAHWA ALAM MEMANG DIDESAIN
Berikut ini disadur dari "As Engineers Turn to Marine Biology to Improve Wing, Turbine, and Armor Designs, the Media Tries to Quash Intelligent Design Overtones," Evolution News, Sept. 2008: "Menurut sebuah artikel yang dirilis oleh Science Daily News, para insinyur kini beralih ke biologi binatang air untuk mendapatkan pencerahan cara membuat pisau dan sayap turbin yang lebih baik. Artikel tersebut melaporkan bahwa `bentuk dari sirip ikan paus yang memiliki satu sisi penuh tonjolan telah menginspirasikan terciptanya desain yang sama sekali baru bagi pisau-pisau turbin. Desain ini telah terbukti lebih efisien dan lebih tidak bersuara, tetapi ini semua bertentangan dengan teori tradisional. ' Rupanya tonjolan-tonjolan kecil di sisi sirip yang paling depan dapat menciptakan vorteks sementara ikan paus bergerak membelah air, dan aliran yang tidak seimbang ini `membantu menghasilkan daya angkat tanpa terjadinya stall, dan juga meningkatkan kemampuan maneuver dan kelincahan.' Para penulis artikel tersebut sepertinya sadar bahwa ada referensi-referensi kepada desain yang mereka tidak inginkan, sehingga mereka mengakhiri artikel dengan pandangan evolusionis: `Makhluk laut telah berevolusi selama jutaan tahun untuk memaksimalkan efisiensi pergerakan dalam air.' Namun seorang ilmuwan dikutip mengatakan, `Pelajaran dari teladan biologis ini adalah bahwa aliran yang tidak lancar dan bentuk-bentuk yang kompleks dapat meningkatkan daya angkat, mengurangi tahanan dan memperkecil stall dan hilangnya daya angkat secara tiba-tiba, lebih baik dari apa yang dapat dicapai sistem desain saat ini.' Pandangan alternatif, tentunya, adalah bahwa Tuhan sudah menaruh desain ini ke dalam ciptaanNya, dan manusia hanya perlu menemukannya dan belajar dari ciptaan Allah...Apakah proses yang buta dan tak bertujuan (evolusi) dapat menghasilkan `persis apa yang kita butuhkan hari ini'? Wah, beruntung sekali kita."

FILOSOFI ROCK & ROLL
Filosofi Rock & Roll adalah segalanya tentang "saya" dan "apa yang saya mau." Pop Machine mengutarakannya demikian: "Rock & roll adalah tentang menuju independensi, tidak peduli tentang apa yang orang tuamu tidak setujui" ("Metallica? OK, But We Still Don't Like the Rock and Roll Hall of Fame," Chicgao Tribune, 23 Sept. 2008). Rolling Stones mengatakan: "Saya bebas untuk melakukan apa yang saya mau kapan saja." Ted Nugent berkata: "Rock adalah perayaan total akan kefisikan" (Rolling Stone, 25 Agus. 1977). Manajer punk rock, Malcolm McLaren mengungkapkan, "Rock `n' roll adalah kafir dan primitif, dan sangat jungle" (Rock, Agus. 1983, hal. 60). Majalah Time menulis, "Dalam pengertian tertentu semua rock bersifat revolusioner. Dengan beatnya dan suaranya, ia selalu secara implisit menolak segala rasa penahan dan merayakan kebebasan dan seksualitas" (3 Jan. 1969). Ellen Willis mengatakan, "Daya tarik dasar dari rock and roll adalah kualitasnya yang tidak hormat dan mengacuhkan" (TV Guide, Januari 1979, hal. 15). Michael Moynihan berseru, "Musik rock telah selalu berisikan benih-benih hal-hal yang terlarang" (Lord's of Chaos, hal. x). Irwin Siber mengungkapkan, "Kuasa terbesar rock `n' roll ada pada beat-nya.... ia adalah musik yang secara basic adalah seksual, tidak Puritan....dan adalah ancaman terhadap pola dan nilai-nilai yang sudah mapan" (Sing Out, Mei 1965, hal. 63). Martin Perlich mengatakan, "Rock membuat orang muda menjadi radikal, karena ia mengasingkan mereka dari nilai-nilai tradisional yang tidak lagi mereka lihat sebagai sesuatu yang relevan" (The Cleveland Press, 25 Juli, 1969, hal. 1N). Daryl Hall dari grup Hall and Oates membeberkan, "Tujuan utama dari rock and roll adalah perayaan diri sendiri (self)" (Interview with Timothy White, 1987, Rock Lives, hal. 594). David Brinkley mengutarakan, "Elvis mengubah gaya rambut kita, gaya pakaian kita, dan sikap kita terhadap seks" (NBC News, dikutip oleh Larry Nager, Memphis Beat, hal. 216). Robert Palmer berkata, "Rock and roll menantang norma-norma dan nilai-nilai yang dominan dengan semangat yang sungguh bersifat Dionisius" (Rock & Roll an Unruly History, hal. 150). (Dionisius, atau Bacchus, adalah dewa anggur dan kemabukan zaman dulu). Johnny Thunders menyebut bahwa "rock and roll sesungguh adalah suatu sikap hidup," dan Tina Turner berkata "ia nakal" (dikutip dalam Rock Facts, Rock & Roll Hall of Fame and Museum, hal. 12, 14). Oh, saya punya ide. Bagaimana kalau kita mengambil musik Rock, lalu memakainya untuk memuliakan Tuhan Yesus Kristus yang kudus, kudus, kudus? Baiklah gereja-gereja yang memakai musik rock `n' roll merasa malu karena mereka telah mencoba untuk menggabungkan kekudusan Allah dengan kecemaran dosa dunia.

KEROHANIAN BARACK OBAMA
Berikut ini disadur dari "Obama tumbuh dewasa bersama Alkitab dan Quran," Lighthouse Trails, 2 Sept. 2008: "Baru-baru ini, ketika Barack Obama diwawancarai oleh Rick Warren, Obama memberitahu Warren bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamatnya. Tetapi "panji" yang Obama angkat ini adalah panji yang didasarkan pada fondasi antar-agama, yang mewakili `kekristenan' model baru, yang lebih mirip kerohaniannya Brian McLaren daripada kekristenan yang tradisional dan Alkitabiah. Bukunya Stephen Mansfield (The Faith of Barack Obama, penerbit Thomas Nelson), membahas ketakutan banyak orang bahwa Obama bisa saja diam-diam adalah seorang Muslim, tetapi dia membuang kemungkinan itu dalam bukunya, dengan mengatakan bahwa dia [Obama] masih terlalu muda untuk menjadi `petobat penuh ke dalam Islam' (hal. 18). Tetapi apa yang muncul dalam buku itu adalah seorang yang memiliki filosofi New Age, yang percaya bahwa semua agama adalah jalur yang sah kepada Allah, dan bahwa semua manusia berhubungan satu sama lain (secara rohani maksudnya, yaitu ada Allah dalam semua). Obama memang dengan jelas mempercayai bahwa bentuk kekristenan yang ia pegang saat di Trinity Church pada tahun 1985, bukanlah satu-satunya jalan kepada Allah. `Saya berakar pada tradisi Kristen,' ia mengatakan. Tetapi ia menekankan, "Saya percaya ada banyak jalan ke tempat yang sama dan itu adalah kepercayaan kepada kuasa yang lebih tinggi, sebuah kepercayaan bahwa kita terhubung sebagai suatu umat.' Ia pertama melihat penerimaannya akan banyak iman dalam diri ibunya. `Dalam rumah kami,' ia menjelaskan, `Alkitab, Quran, dan Bhagavad Vita, terletak di lemari....Pada hari Paskah atau Natal, ibu saya bisa saja menarik saya ke gereja, sama seperti dia menarik saya ke kuil Budha, perayaan Tahun Baru Cina, kuil Shinto, dan situs-situs penguburan Hawaii yang kuno' (hal. 55 dari buku Mansfield, yang mengutip Audacity of Hope, Obama, hal. 203). Setelah dibesarkan di lingkungan yang bersifat inter-agama, Obama kemudian menghabiskan dua puluh tahun di gereja, yang mendukung pendekatan rohani panentheistik (Allah ada dalam semua).Dalam sebuah artikel tahun 2006 di United Church News, Obama mengatakan bahwa pengajaran-pengajar an UCC (United Church of Christ), dan dia adalah anggota dalamnya, adalah `batu fondasi bagi pekerjaan politisnya. Jadi apa-apa saja isi dari pengajaran-pengajar an itu? Di website Trinity, dalam halaman tentang Yoga, pernyataan berikut diberi highlight: "Di dalam setiap kita ada benih keilahian. Setiap Jiwa adalah ilahi. Saya berlutut kepada keilahian yang ada dalam kita semua!" Ini adalah pengajaran Hindu klasik bahwa keilahian tinggal dalam setiap manusia. Ini juga adalah pesan dari gerakan New Age – keilahian manusia! .... Obama menekankan bahwa mendasarkan kebijakan nasional pada kebenaran Alkitab adalah `hal yang berbahaya' (Audacity of Hope, hal. 230). Ada satu kalimat dalam buku Audacity of Hope yang merangkumkan kerohanian Barack Obama. Ia menyatakan: "Ketika saya membaca Alkitab, saya membacanya dengan kepercayaan bahwa ini bukanlah teks yang statis (yang stabil) tetapi Firman Hidup dan bahwa saya harus selalu terbuka terhadap pewahyuan baru' (hal. 224)."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar