Senin, September 22, 2008

Berita Mingguan 20 SEPTEMBER 2008

GEREJA INGGRIS MEMINTA MAAF KEPADA DARWIN
Pada tanggal 14 September, Gereja Inggris secara resmi meminta maaf kepada Charles Darwin karena telah menolak teori evolusinya. Pernyataan dari gereja Inggris berbunyi: "Charles Darwin, 200 tahun setelah kelahiranmu, Gereja Inggris berhutang permintaan maaf karena salah mengerti terhadap anda dan, karena reaksi pertama kami salah, telah membuat orang lain tetap salah mengerti terhadap anda" ("Church Makes `Ludicrous' Apology," The Daily Mail, 13 Sept. 2008). Pernyataan ini ditulis oleh Malcolm Brown, seorang yang menjabat di Konsil Uskup Agung, yaitu badan kepemimpinan Gereja Inggris yang kini diketuai oleh Uskup Agung Canterbury (Rowan Williams). Pernyataan ini berargumen bahwa teori evolusi bukanlah tidak cocok dengan pengajaran Kristen, dan itu adalah argumen yang sangat konyol.

Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa dunia diciptakan oleh Allah dalam enam hari, bahwa tumbuhan dan binatang dibuat untuk berkembang biak menurut jenis mereka masing-masing, bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, bahwa manusia berdosa melawan Allah, dan bahwa dunia lalu terlempar ke dalam kacaunya kejatuhan dosa. Semua ini cocok sekali dengan kondisi yang kita lihat di dunia hari ini, dan juga cocok dengan catatan arkheologi dan geologi. Jika tidak ada penciptaan ilahi, jika manusia adalah produk evolusi, maka kitab Kejadian adalah mitos, kejatuhan dalam dosa adalah fabel, tidak ada tujuan dalam kehidupan, tidak ada kehidupan setelah kematian, dan tidak ada keselamatan. Jika cerita tentang Adam hanyalah legenda, maka Rasul-Rasul Yesus Kristus telah tertipu dan Injil yang mereka beritakan adalah tipuan, karena mereka menyebut Adam tujuh kali dalam tulisan emreka, dan selalu menggambarkan Adam sebagai tokoh yang historis.

PAUS MENGHORMATI MARIA YANG SESAT DI LOURDES
Bulan ini, Paus Benediktus XVI mengunjungi Lourdes untuk merayakan peringatan 150 tahun `penampakan' Maria kepada seorang perempuan 14 tahun bernama Bernadette. Ia mengingatkan orang ramai bahwa Maria menampakkan dirinya sebagai Immaculate Conception (doktrin Katolik bahwa Maria lahir tanpa dosa), dan mengklaim lahir tanpa dosa. Hal ini membuktikan bahwa "Maria" yang menampakkan diri di Lourdes adalah roh yang menipu, karena Maria yang sebenarnya dalam Alkitab mengakui bahwa dia adalah seorang berdosa yang memerlukan Juruselamat (Luk. 1:47). Paus mengatakan bahwa orang-orang berbondong-bondong ke Lourdes karena mereka "dapat mempercayakan kepada Maria pikiran mereka yang paling intim" ("Pope Celebrates Mass, Tells Lourdes Pilgrims Mary Leads to Christ," Catholic News Service, 14 Sept. 2008). Ini adalah pernyataan yang menghujat, karena hanya ada satu yang mengetahui pikiran manusia yang paling dalam, yaitu Allah yang mahakuasa (1 Raj. 8:39). Sementara berada di Lourdes, Paus melakukan penghujatan lain dengan cara "berlutut dan berdoa dalam pujaan sunyi di hadapan Sakramen Kudus." Hal ini didasarkan pada doktrin yang keji bahwa wafer misa berubah menjadi Yesus Kristus dan dapat disembah sebagai Allah. Konsili Vatikan Kedua menyatakan, "Orang beriman maka harusnya berusaha untuk menyembah Kristus Tuhan kita dalam Sakramen Kudus" ("The Constitution on the Sacred Liturgy," Instruction on the Worship of the Eucharistic Mystery, Pasal 3, I B, hal. 132).

KEMUNAFIKAN MUSIK KRISTEN KONTEMPORER
Contemporary Christian Music (Musik Kristen Kontemporer) seolah memiliki gaya yang "saleh," tetapi gaya ini sungguh tipis! Pertimbangkan grup The Jonas Brothers, sebuah band yang telah menjadi sangat populer dua tahun belakangan, terutama karena mereka masuk Disney Channel. Mereka adalah orang-orang Kristen yang dididik homeschool, ayah mereka seorang gembala jemaat, dan mereka menampilkan diri sebagai orang-orang yang baik dan berorientasi keluarga, bahkan mereka memakai "cincin kemurnian" yang menyimbolkan janji mereka untuk tetap murni secara moral hingga hari pernikahan. Tetapi apa yang mereka lakukan, tempat-tempat yang mereka kunjungi, dan apa yang mereka nyanyikan, dan cara mereka menyanyikannya melanggar semua pernyataan mereka. Dengan penampilan mereka di MTV utnuk acara Video Music Awards, dan saya asumsikan mereka bersenang-senang dan beria-ria dengan orang-orang yang sedang menghancurkan moralitas masyarakat modern di sana, bukannya menghardik kekotoran dan pemberontakan mereka sebagaimana Efesus 5:11, mereka mengirimkan pesan yang kuat kepada orang-orang muda Kristen dan pesan itu bukanlah pesan akan kekudusan dan ketaatan. Lebih jauh lagi, musik mereka membangkitkan kebebasan (seks). Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Nick Jonas, menyinggung tentang konser rock & roll mereka, mengatakan, "cewek-cewek yang berteriak-teriak di bawah sungguh luar biasa" (Celebrity News, 22 Feb. 2008). Cewek-cewek yang berteriak itu bukan berteriak untuk Tuhan. Mereka berteriak karena pengaruh musik rock pada mereka secara fisik dan juga sensualitas menontoni orang-orang muda sedang show. Ketika saya mengecek web site The Jonas Brother tanggal 9 September 2008, situs itu penuh dengan pesan-pesan sensual dari para fans wanita. Berikut beberapa contoh: "Saya cinta kalian; kalian adalah prinsip saya; kalianlah lelaki idamanku; suara-suara yang saya dengar tiap hari, adalah yang ada dalam hatiku." "Joe, kamu begitu hotttttttt.. ....joe kamu begitu cakep & seksi. Saya cinta kamu sekaliiiiii. " Bahkan lirik-lirik lagu mereka mendukung hubungan antara pria dan wanita yang memimpin kepada immoralitas. Perhatikan lirik dari lagu "Live to Party": ""We're gonna live to party/ gotta bust your move/ Everyone's in the groove/ Tell the DJ to play my song/ Are you ready to rock & roll/ ... We were out on the floor and we danced the night away/ ... I drove her home and she whispered in my ear/ Party doesn't have to end, we can dance here..." Tidak ada yang murni dan baik dalam lagu-lagu seperti ini. Hai orang tua, jika anak-anakmu mendengarkan lagu pop Disney dan Musik Kristen Kontemporer, maka mereka berada dalam bahaya kesesatan rohani, moral, dan doktrinal yang besar.

MAYORITAS ORANG ISRAEL PERCAYA BAHWA NEGARA ISRAEL TIDAK AKAN EKSIS LAGI DALAM 20-30 TAHUN
Menurut poling, mayoritas orang Israel percaya bahwa negara Israel akan hilang dalam dua atau tiga dekade mendatang ("Will Israel Soon Disappear," OneNewsNow, 3 Sept. 2008). Berbicara secara kemanusiaan, mereka tampaknya benar, tetapi mereka sedang melihat masa depan dengan mata ketidakpercayaan. Israel kini kembali di tanahnya sesuai dengan nubuatan Alkitab namun dia masih mati secara rohani. Dalam Yehezkiel 37, nabi diperlihatkan lembah yang penuh tulang dan disuruh untuk berkhotbah bagi mereka. Pertama tulang-tulang itu menyatu lalu ditutupi oleh daging, "tetapi mereka belum bernafas" (Yeh. 37:8). Nabi berkhotbah lagi dan "nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar" (Yeh. 37:10). Sisa dari pasal itu menjelaskan bahwa ini mengacu keapda pemulihan Israel ke tanahnya dan pendirian kembali kerajaan Daud di akhir zaman. Nubuat ini mengajar kita bahwa pemulihan Israel terjadi dalam dua bagian. Pertama, bangsa yang telah cerai berai hingga ujung bumi dan kelihatannya mati dan selamanya terpisah, bersatu kembali, tetapi dalam kondisi rohani yang mati. Inilah yang kita lihat hari ini. Berikutnya, Allah memberikan nafas hidup ke dalam mereka dan mereka hidup. Ini akan terjadi saat Kesusahan Besar ketika Allah akan menobatkan sisa Israel dan memulihkan mereka ke posisi berkat. Mereka akan bertobat dari ketidaktaatan mereka kepada Firman Allah dan menerima Mesias yang telah mereka tolak (Zak. 12-14), dan Yesus akan mendirikan kerajaan yang dijanjikan kepada Daud (Yes. 9:6-7). Sebelum ini semua terjadi, Israel akan ditipu oleh Antikristus dan akan mempercayai program damainya (1 Tes. 5:3; 2 Tes. 2:3-12). Ia akan datang mengendarai kuda putih seolah seorang yang damai, tetapi "damai"nya akan berakibat kesusahan terbesar yang dunia pernah alami (Wah. 6). Israel tidak akan pernah hancur. Saat Allah selesai dengan penghukumanNya atas Israel, dia akan kembali mulia sebagai pusat kerajaan Allah di bumi.

PEMBAGI ALKITAB DIBAKAR HINGGA MATI DI INDIA
Di tengah kekerasan yang memuncak akhir-akhir ini terhadap orang-orang Kristen di negara bagian Orissa, India, seorang pengkhotbah dibakar hingga mati. Kumuda Bardhan, usia lima puluh tahun, ditarget oleh radikal-radikal Hindu karena dia mengunjungi desa demi desa, memberitakan Injil dan membagi-bagikan Alkitab. Rombongan yang berjumlah lebih dari 1000 membakar gerejanya dan rumah-rumah orang Kristen. Ketika dia meminta mereka untuk berhenti, mereka memukulinya hingga pingsan dan melemparkan dia ke dalam api ("Bible Distributor Killed in India," Mission Network News, 12 Sept. 2008). Istri, anak, dan menantu Bardhan masuk rumah sakit. Setidaknya satu lagu orang yang mengaku Kristen juga mati dibakar dalam kekerasan baru-baru ini, dan tahun 1999 misionari Baptis, Graham Staines dan kedua putranya, dibakar hingga mati oleh gerombolan Hindu di negara bagian yang sama di India.

Diterjemahkan oleh: DR. Steven E. Liauw

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar