Minggu, Mei 18, 2008

ISRAEL- HOMOSEKS- BACA ALKITAB

Berikut ini disadur dari Way of Life Ministry

ISRAEL BERUMUR ENAM PULUH TAHUN
Minggu ini, negara Israel modern merayakan kemerdekaannya yang keenam pulu. Pada pukul 12:00 AM tengah malam, 14 Mei, 1948, negara yang lemah itu mengumumkan kenegaraannya dengan deklarasi berikut: "Panggilan kami tertuju kepada semua umat Yahudi di seluruh dunia untuk bangkit ke sisi kami.....dan untuk berdiri bersama kami dalam perjuangan besar pemenuhan impian generasi-generasi akan penyelamatan Israel." Sebelas menit kemudian, Presiden AS, Harry Truman mengumumkan bahwa ia mengakui negara Israel. Orang-orang Yahudi bersukacita di seluruh dunia. Di Roma, mereka berparade di bawah bangunan Arch of Titus yang kuno tersebut, yang dibangun hampir 2000 tahun yang lalu untuk merayakan penaklukan Yerusalem oleh tentara Roma pada tahun 70 M, dan yang mengandung gambar-gambar tawanan Yahudi dan benda-benda dari Bait Yahudi. Setelah melewati dua milenium penganiayaan, orang Yahudi kembali lagi dan mereka masih berbicara dalam bahasa kuno mereka! Ini adalah salah satu hal yang paling menakjubkan dalam sejarah, dan membuktikan bahwa Alkitab diilhami secara ilahi, karena telah memprediksikan semua ini 4000 tahun yang lalu. Seluruh sejarah Israel telah dinubuatkan oleh Musa dan dicatat dalam kitab Ulangan. Allah memperingatkan bahwa jika Israel melanggar hukumNya, ia akan "dicabut dari tanah" dan diserakkan "ke antara segala bangsa dari ujung bumi ke ujung bumi" (Ul. 28:63-64). Di sanalah orang Yahudi "tidak akan mendapat ketenteraman di antara bangsa-bangsa itu dan tidak akan ada tempat berjejak bagi telapak kakimu; TUHAN akan memberikan di sana kepadamu hati yang gelisah, mata yang penuh rindu dan jiwa yang merana. Hidupmu akan terkatung-katung, siang dan malam engkau akan terkejut dan kuatir akan hidupmu" (Ul. 28:65-66). Ini adalah deskripsi yang akurat mengenai sejarah Israel selama dua milenium. Yerusalem dihancurkan pada tahun 70 M oleh tentara Roma di bawah Jendral Titus, dan pada tahun 135 M, Yerusalem dibajak habis oleh perintah Kaisar Hadrian karena pemberontakan orang Yahudi yang dipimpin oleh Bar Kochbar. Orang-orang Yahudi lalu terserak-serak ke ujung bumi dan tidak menemukan peristirahatan. Mereka dibenci oleh orang Muslim, dan dikerja dan dianiaya oleh Gereja Yunani Ortodoks dan Roma Katolik selama seribu tahun. Hitler mencoba untuk melenyapkan mereka. Lebih mementingkan bangsa Arab, Inggris berusaha menghalangi mereka kembali ke tanah mereka setelah Perang Dunia II. Mayoritas duni ini masih bersikap berlawanan terhadap Israel dan berita-berita tentang krisis Timur Tengah secara umum dibuat untuk memojokkan Israel. Tetapi, nubuat Alkitab telah memberitahu lebih dahulu bahwa Israel akan dikembalikan ke tanahnya dan dia akan tetap sebagai suatu negara bahkan setelah mengalami semua ini, dan itulah yang terjadi pada tahun 1948. Tidak pernah dalam sejarah dunia suatu suku bangsa berserak-serak ke seluruh dunia dan dianiaya selama 2000 tahun dan masih bisa kembali lagi sebagai suatu bangsa. Nubuatan Alkitab menggambarkan pemulihan Israel dalam dua bagian. Pertama, dia akan kembali lagi ke tanah mereka dalam kondisi tidak percaya. Kemudian, dia akan bertobat. Nubuatan yang menakjubkan dalam Yehezkiel 37:1-14 menggambarkan kedua tahap ini. Israel digambarkan sebagai lembah yang penuh tulang, tetapi lalu dibangkitkan. Pertama-tama, tulang-tulang itu diberikan urat dan daging dan mereka berdiri tetapi tidak memiliki nafas, dan selanjutnya Allah memberikan nafas kepada tulang-tulang mati tersebut, dan mereka menjadi hidup. Bagian pertama dari nubuatan ini sudah digenapi. Israel sudah kembali ke tanah mereka sebagai suatu bangsa, tetapi mereka masih dalam ketidakpercayaan. Mereka terus menolak Mesias mereka, Yesus Kristus. Mereka tidak memiliki Bait ataupun tatanan keimamatan, dan tidak memiliki penyembahan yang hakiki. Semasa Kesesakan Besar, Allah akan membuat Israel bertobat dan akan menghembuskan nafas kehidupan rohani kepada mereka dan mereka akan hidup. Eksistensi Israel yang terjaga hingga hari ini adalah suatu mujizat yang besar dan adalah bukti yang tidak terbantahkan bahwa Alkitab diilhami secara ilahi, dan mengingatkan kita bahwa kita semua perlu bersiap-siap akan kedatangan Kristus.

AKTIVIS HOMOSEKSUAL MENARGETKAN GEREJA-GEREJA
Soulforce, sebuah grup aktivis homoseksual, terus berupaya memasukkan agenda mereka ke dalam gereja-gereja, sekolah-sekolah, dan organisasi-organisa si Kristen. Programnya saat ini, yaitu The American Family Outing, menargetkan enam gereja mega, termasuk gereja The Potter's House (T.D. Jakes), Willow Creek Community Church (Bill Hybels), dan Lakewood Church (Joel Osteen). Salah satu anggota Soulforce yang high-profile adalah Jay Bakker, putra dari Jim dan Tammy Faye Bakker. Sebelem kematiannya tahun 2007, Tammy Faye menjadi seorang aktivis hak-hak homoseksual. Soulforce sedang menekan gereja-gereja agar menerima homoseksual dengan cara yang tidak menghakimi. Jay Bakker mengatakan, "Mari kita menyingkirkan perbedaan-perbedaan kita dan berbagai kasih dan pengharapan Kristus" ("Gay Group Reaches Out to Lakewood," Houston Chronicle, 8 Mei, 2008). Membagi kasih Kristus adalah satu hal, tetapi tidak berani menghakimi dosa adalah hal lain lagi. Gereja-gereja seharusnya menerima orang berdosa manapun agar ia dapat mendengar Injil, tetapi keanggotaan dalam jemaat hanyalah bagi mereka yang telah dilahirbarukan melalui pertobatan kepada Allah dalam iman kepada Yesus Kristus (Kis. 20:21), dan kelahiran kembali akan mengubah pandangan seseorang terhadap dosa. Di antara anggota-anggota jemaat di Korintus, ada yang sebelumnya pernah terlibat dalam homoseksualitas, tetapi mereka telah bertobat dan berubah (1 Kor. 6:9-11). Tammy Faye Bakker tampil dalam suatu acara "gay-pride" nasional, termasuk dalam kontes meniru Tammy Faye, di mana dia "dikelilingi oleh lelaki dalam kostum wanita" (Charisme News, November 2002). Tammy memberitahu para hadiri bahwa "ada Allah yang mengasihi mereka dan memelihara mereka," tetapi dia tidak memberitahu mereka bahwa homoseksualitas adalah dosa dan bahwa Allah menuntut pertobatan. Setelah suami pertama Tammy Faye, Jim Bakker, masuk penjara karena menipu para pengikutnya sebanyak $158 juta, dia menceraikannya dan menikah kembali dengan Roe Messner, seorang teman keluarga. Tentang para pengritiknya yang menyerukan agar dia lebih jelas lagi melawan homoseksualitas, Tammy Faye berkata, "Saya pikir gereja haruslah menjadi rumah sakit, dan bukan pengadilan." Pada kenyataannya, gereja adalah kedua-duanya, rumah sakit sekaligus pengadilan. Gereja Perjanjian Baru mengundang "barangsiapa yang mau" untuk menerima tawaran keselamatan yang cuma-cuma dari Kristus dan dilahirkan kembali, etapi gereja juga menghakimi orang-orang yang mengaku percaya, tetapi yang berjalan dalam kebenaran (1 Kor. 5).

ORANG TUA, DIDIK ANAK-ANAKMU UNTUK MEMBACA ALKITAB
Berikut ini disadur dari Training Your Children to Turn Out Right, sebuah buku yang sangat bagus oleh David Sorenson – "Hai para orang tua terkasih, kebiasaan yang paling penting yang anda bisa tanamkan dalam anak-anakmu adalah kebiasaan untuk datang kepada Firman Allah pagi dan malam. Perhatikan bahwa saya menggunakan istilah "kebiasaan." Ini memang disengaja. Masalah membaca Firman Tuhan adalah sesuatu yang harus dijadikan kebiasaan. Kebiasaan dibangun melalui tindakan yang berulang kali, tetapi agar anak-anak membangun kebiasaan membaca Alkitab setiap hari, maka anda sebagai orang tua, harus melakukan langkah-langkah agar tindakan ini masuk dalam kehidupan mereka. Anda tidak bisa hanya memberitahu mereka untuk melakukannya, lalu berharap bahwa mereka akan melakukannya. Anda harus membuat suatu program, sebuah jadwal, dan memberikan insentif untuk membantu memotivasi mereka masuk ke dalam Alkitab..... .Selama bertahun-tahun, saya kadang mendapatkan orang yang berkata, "Ya, menurut saya kita harus membaca Alkitab karena kita ingin, bukan karena kita harus." Diserang oleh dunia, kedagingan kita, dan juga Iblis, akan ada jauh lebih banyak hari saat kita tidak merasa ingin membaca Alkitab dari pada hari-hari kita merasa ingin. Jika kita melakukan segala sesuatu hanya karena saat itu kita merasa ingin untuk melakukannya, maka kita sedang menjalani kehidupan rohani yang sangat dangkal. Sebaliknya, kita harus membaca Firman Tuhan karena itu kewajiban kita, karena itu hal yang benar dilakukan, dan karena itu adalah kehendak Allah. Bagaimana perasaan kita pada hari yang bersangkutan, itu tidak relevan..... Kita juga perlu menanamkan sikap dan filosofi yang demikian ke dalam anak-anak kita.....Ketika kami memulai putri-putri kami dalam program pembacaan Alkitab tiap hari mereka, kami menaruh pembatas buku di 1 Yohanes. Ketika mereka baru pertama kali mulai, kami menargetkan mereka membaca satu ayat di pagi hari, lalu satu ayat di sore hari. Pada awalnya, kami ikut membaca bersama mereka dan membantu mereka membaca....Sambil mereka semakin maju dalam kemampuan membaca mereka, kami meningkatkan target menjadi tiga ayat sehari saat mereka kelas 1 SD....Saat mereka sekitar kelas 3 atau 4 SD, mereka mulai membaca satu pasal sehari. Ketika mereka mecapai kelas 6 SD, mereka diharuskan membaca dua pasal sehari, satu di pagi hari, satu di malam hari. Ketika mereka masuk SMP, mereka membaca empat pasal sehari. Program seperti ini akan membuat seseorang membaca Alkitab seluruhnya dalam satu tahun. Program ini berlanjut hingga masa-masa SMA mereka.....Beban agar kebiasaan ini dapat terbentuk dalam anak-anak sepenuhnya ada pada pundak kita sebagai orang tua. Sebagai orang tua, kita harus memeriksa hal ini secara rutin" (Training Your Children to Turn out Right, 1995, hal. 15-19).

from GITS Buletin, DR. Steven E. Liauw

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar