Sabtu, Desember 05, 2009

MENGENAI PENYESAT-PENYESAT

By: Gembala GBII (Gereja Baptis Independen Indonesia) Malioboro, Jogjakarta, Gmb. Yakub Harianto

Nats: Matius 24:11; 24:23-24; 2 Timotius 3:8; 3:13; 1 Timotius 4:1,2; 1 Yohanes 2:26.

Iblis telah mengubah strateginya. Dia mempelajari dari dahulu bahwa dia tidak dapat mengalahkan Kristus dan orang-orang kristen dengan permusuhan dan penganiayaan. “Darah para martir adalah benih gereja.” Pekerjaan Tuhan selalu bertumbuh dalam masa kesusahan, penganiayaan dan pengorbanan. Setan telah mengubah caranya. Dia telah “mengikut serta dengan kita.” Paulus memperingatkan para Penatua mengenai hal ini dalam Kisah Para Rasul 20:28-30. Bandingkan juga dengan Yudas 4; Efesus 4:14; Matius 7:15; Ulangan 13:1-5; Efesus 5:6; 2 Tesalonika 2:3,4; II Yohanes 7.

Musuh yang paling hebat bagi iman kristen bukan musuh yang diluar, yaitu musuh yang secara terang-terangan melawan dan mencari kesempatan untuk menghancurkan iman kristen dan Alkitab. Musuh yang paling ditakuti dan paling efektif ialah musuh yang di dalam – yang mengaku diri sebagai orang kristen, yang memakai gaya bicara dan kata-kata kristen, yang mengenakan pakaian/jubah kristen, memakai titel kristen dan berpartisipasi dalam upacara keagamaan yang dianggap kristiani—namun sebenarnya mereka adalah srigala-srigala yang memakai pakaian domba.

A. Liberal – Injili – Fundamental.
Tidak seperti yang disangka umum, pada masa kini bukan hanya ada dua posisi teologia – Liberal atau Fundamental. Ada suatu kelompok yang berada di tengah-tengah, yang dikenal sebagai kelompok Injili. Pendapat kaum noe-ortodoks ini dinyatakan oleh salah seorang pemimpin mereka. Dia berkata bahwa orang-orang “liberal” telah pergi terlalu jauh dari iman nenek moyang mereka. Mereka harus berbalik kembali. Akan tetapi ke mana seharusnya mereka pergi – bukan kepada fundamental yang ekstrem yang dianut nenek moyang mereka. Mereka harus mencari suatu perpaduan, suatu kompromi, suatu tempat ditengah-tengah di mana para fundamentalis dan liberal dapat menyetujui. Tempat ditengah-tengah itu –adalah suatu bahaya yang mengerikan seperti seekor srigala berpakaian domba.

1. Hal pertama yang dilakukan kaum injili adalah melepaskan doktrin mengenai Firman yang diilhamkan secara lisan. Ketika itu dilepaskan, segala sesuatu yang lain akan ikut hilang juga. Sebenarnya doktrin itu merupakan batu karang kekristenan. Fundamentalis percaya bahwa Alkitab adalah firman Allah yang diilhamkan secara lisan, kebenaran tanpa kesalahan. Kaum Injili berkata bahwa doktrin ini perlu diselidiki lagi. Liberalisme menolak otoritas Alkitab sebagai Firman Allah yang tanpa kesalahan dan cenderung menginterpretasikan Alkitab dalam pemahaman ilmu pengetahuan modern dan filsafat. Di dalam artikelnya, “We are more than Evangelicals,” Dr. Chester Tulga berkata, “Injili dalam bentuknya sekarang merupakan suatu bentuk fundamentalisme yang sudah dicairkan dan dirembes, kekurangan sikap positifnya fundamentalis dan kemantapan Injili yang sungguh-sungguh. Ia menyatakan kerendahan mutunya di dalam hal sangat mengingini pengakuan dari pemahaman liberal akan intelektualismenya, daripada mengabdikan diri kepada doktrin yang murni yang diperlukan masa kita kini. Ia menyatakan kebingungannya di dalam tubuhnya melalui “New Liberal Evangelicalism” yang telah dirembeskan oleh Neo-Ortodoks, dan mencari suatu perpaduan yang bisa bekerja sama dengan pikiran liberal. Ini dapat dilihat dari penginjil Billy Graham, yang sekarang dukungannya bergantung pada semacam serikat kerja yang terdiri atas orang-orang modernisme, orang-orang yang tidak berpendapat tetap, dan orang-orang injili, dan Allah seolah-olah harus memberkati organisasi tersebut tanpa mempedulikan ajaran FirmanNya sendiri.

2. Para pemimpin Neo-Ortodoks mengakui bahwa Alkitab adalah wahyu yang supernatural, tetapi mereka tidak percaya bahwa itu berasal dari ilham secara lisan. Mereka berpikir bahwa Alkitab diberikan melalui tulisan manusia dan itu tidak mungkin bisa mutlak sempurna dan tanpa kesalahan, hanya secara relatif saja. Kalau pikiran tersebut dialihkan kepada Yesus, itu bisa membawa kepada kesimpulan bahwa karena Yesus datang melalui seorang ibu jasmani, Ia tidak bisa mutlak sempurna dan tanpa dosa, hanya secara relatif saja.

3. Modernisme baru merendahkan kepribadian dan karya Tuhan Yesus Kristus dengan mengurangi penekanan akan kelahiranNya melalui seorang perawan dan menggantikannya dengan “injil lain” untuk doktrin penebusan. Banyak pemimpin neo-ortodoks menyatakan bahwa mereka secara pribadi percaya bahwa Yesus dilahirkan oleh seorang perawan tetapi tentang hal itu mereka percaya bahwa hal itu tidak begitu penting bagi iman kristen. Mereka membicarakan saripati iman kristen yang sangat berharga ini sebagai suatu “tradisi biasa” yang ditambahkan oleh gereja kepada injil-injilnya.

B. Definisi Seducer.
Menurut Ensiklopedi International Standar Bible (Halaman 2712) mengatakan bahwa “seduce” dipakai dalam Alkitab hanya dalam arti yang umum, yaitu, “to lead astray” (memimpin ke jalan yang tidak benar) “to cause to err” (Mengakibatkan perbuatan yang salah).” Sebagaimana dari jalan-jalan kebenaran, kewajiban, atau keagamaan.

Yehezkiel 13:10—

2 Raja-raja 21:9—

Amsal 12:26 –

Yesaya 19:13 –

Wahyu 2:20—

Nama/panggilan/sebutan paling umum bagi penyesat-penyesat dalam firman Allah adalah nabi palsu – Matius 7:15, 21-23.

C. Tanda-tanda Nabi Palsu.

1. “Menyamar seperti domba.”

2. Berseru, “Tuhan, Tuhan.”

3. “Bukankah kami bernubuat demi namaMu?”

4. “Mengusir setan-setan demi namaMu?”

5. “Mengadakan banyak mujizat demi namaMu?”

6. “Sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.”

7. “Kamu sekalian pembuat kejahatan.”

D. Pesan Nabi-Nabi Palsu.

1. Mereka mengkhotbahkan/memberitakan “injil yang lain” – 2 Korintus 11:4; Galatia 1:8,9

2. Mereka mengkhotbahkan “Yesus yang lain” – 2 Korintus 11:4.

3. Mereka mengkhotbahkan “roh yang lain” – 2 Korintus 11:4.

E. Metode Nabi-Nabi Palsu.

1. Khotbah/pemberitaan mereka adalah duniawi dan manusiawi – Yesus yang manusiawi, keselamatan yang duniawi, kekudusan yang duniawi.

2. Khotbah/pemberitaan mereka adalah populer – dalam dunia politis, pendidikan, keagamaan.

3. Khotbah/pemberitaan mereka hebat atau punya kekuatan.

a. Kekuatan Suggestion

b. Kekuatan logis

c. Kekuatan kata-kata

d. Kekuatan kepribadian

e. Kekuatan psikologi massa.

F. Ancaman Nabi-nabi Palsu. – Yeremia 23:9-11, 13, 14, 16.

1. Nabi-nabi Palsu dan bukan politikus, ekonom, pendidik yang mendatangkan malapetaka nasional –Yeremia 23:15.

2. Nabi-nabi palsu mengesampingkan orang dari Tuhan kepada kebohongan – Yeremia 5:30,31; 2 Petrus 2:1-3.

3. Mereka membuat “jalan kebenaran dihujat.”


G. Bagaimana Nabi-nabi Palsu dapat dikenali?

Mereka dapat diketahui melalui:

1. Semangat – Matius 23:15.

2. Kebenaran – Matius 7:15.

3. Moralitas – Orang-orang farisi adalah orang-orang yang paling agamawi dalam masa mereka.


Mereka dapat dikenali melalui:
1. Melalui buah-buah mereka – Matius 7:16-20.

2. Melalui roh Mereka – 1 Yohanes 4:1

3. Melalui penyangkalan mereka terhadap Tuhan Yesus – 2 Petrus 2:1; Yudas 4; 2 Yohanes 7, 9-11.

Kalau Anda mengetahui bahwa mereka adalah nabi-nabi palsu, jangan kembali untuk mendengarkannya kedua kali! Pisahkan dirimu jauh-jauh darinya. Bongkarlah rahasia mereka.

H. Sikap yang Alkitabiah terhadap nabi-nabi palsu


1. Nabi-nabi PL mencela pemimpin-pemimpin agama palsu – Yesaya 28:7; Yeremia 23:11; Yehezkiel 13:3,4; Mikha 3:10,11.

2. Yesus dan Rasul-rasul mencela pemimpin-pemimpin agama-agama palsu – Matius 7:15; 2 Petrus 3:17; 2 Timotius 4:3-7; Roma 16:17,18; Yudas 4,13.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar