Kamis, Juni 05, 2008

KETEPATAN PENGGENAPAN NUBUAT ALKITAB SEBAGAI TANDA TANGAN ALLAH (Bagian 1)

Dari semua jajaran malaikat terdengar keluh kesah, ”Berapa lama, ya Tuhan, berapa lama lagi?”
Suara yang kecil dan tenang itu menjawab ’Tunggu dan lihatlah, O putra-putra kemuliaan, bagaimana akhirnya’

Thomas Macaulay—Pernikahan Tirza dan Ahira

Penelitian tentang penggenapan nubuat Alkitab memberikan bukti yang melimpah ruah bahwa Allah berkuasa atas sejarah manusia. Meskipun kejadian sehari-hari memperlihatkan adanya kekacauan, tangan Allah masih bekerja di belakang sejarah masa kini untuk menggenapkan kehendak ilahi dalam seluruh bagian Alkitab. Satu per satu dari ketiga masa pembuangan bangsa Israel telah dinubuatkan: pembuangan mereka yang pertama di Mesir, yang berlangsung selama 430 tahun, pembuangan selama 70 tahun di Babilonia, dan penyerakan orang-orang Yahudi ke seluruh dunia selama 2000 tahun terakhir ini. Setiap kali bangsa Israel berada di luar Tanah Perjanjian, berapa lama pembuangan itu akan berlangsung sudah diberitahukan terlebih dahulu oleh Allah. Secara luar biasa, kelahiran kembali negara Israel pada 15 Mei 1948, telah dinuatkan oleh Yehezkiel lebih dari 25 abad sebelum peristiwa ini terjadi. Siapa pun yang mau meneliti tanda ini dapat melihat dengan jelas bahwa sejarah berlangsung mengikuti suatu pola yang mengandung suatu tujuan, suatu rancangan yang telah diletakkan berabad-abad yang lalu dalam firman Allah. Pertanyaan yang harus kita ajukan adalah sebagai berikut, “Siapakah perancangnya?” Dan, “Apakah maksud atau tujuan-Nya dalam sejarah maupun kehidupan kita?”
Alkitab sendiri menyatakan bahwa tanda berupa penggenapan nubuat merupakan bukti yang sempurna bahwa Kitab Suci ditulis berdasarkan inspirasi Allah. Perkataan Nabi Yesaya menyatakan dengan jelas bahwa Allah sendiri telah mengemukakan bahwa fenomena dari kejadian-kejadian yang ternyata telah dinubuatkan secara benar dan tepat merupakan bukti absolut bahwa Allah telah mengilhami penulis-penulis Alkitab untuk menulis Kitab Suci. Nabi Yesaya mencatat pernyataan Allah: ”Nubuat-nubuat yang dahulu, sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu” (Yesaya 42:9).

Tidak seorang pun, kecuali Allah, dapat menubuatkan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang secara rinci. Bahkan setan dan roh-roh jahatnya pun tidak bisa. 25 abad yang lalu Nabi Yesaya menuliskan kata-kata yang penuh kuasa ini langsung dari (mulut) Allah yang perkasa, ”Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan” (Yesaya 46:9, 10). Alkitab mengandung 1817 nubuat individual mengenai 737 subjek yang terpisah dalam 8352 ayat Alkitab. Nubuat-nubuat yang sedemikian banyak ini mencakup 27 % dari semua (31.124) ayat yang terdapat dalam seluruh Kitab Suci. Sejumlah besar sarjana teologia telah menyelidiki sebagian besar dari nubuat-nubuat ini maupun rincian penggenapannya sebagaimana telah dibuktikan oleh banyak tanda atau historis, selama 2 ribu tahun terakhir ini.

Hanya Allah Dapat Menubuatkan Masa Depan secara TEPAT

Meskipun dunia ini dipenuhi dengan teks-teks rohani yang ditulis oleh sejumlah besar penulis agami, suatu pemeriksaan yang saksama atas literatur ini memperlihatkan bahwa tidak satu pun dari teks-teks ini mengandung nubuat-nubuat terperinci yang telah digenapi. Alasannya cukup sederhana: karena tidak seorang pun kecuali Allah dapat mengetahui tentang masa depan secara akurat. Filsuf-filsuf agamawi yang menulis teks-teks lainnya telah bersikap cukup bijak untuk tidak mencoba menyampaikan nubuat-nubuat secara terperinci karena nubuat-nubuat semacam itu akan cepat membuktikan bahwa para penulisnya sesat. Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku. Siapakah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, biarlah ia memberitahukannya dan membentangkannya kepada-Ku! Siapakah yang mengabarkan dari dahulu kala hal-hal yang akan datang? Apa yang akan tiba, biarlah mereka memberitahukannya kepada kami!” (Yesaya 44:6,7). Literatur klasik dan agamawi buah pena orang-orang Yunani, Romawi, dan kebudayaan Timur Tengah lainnya tidak mengandung nubuat-nubuat terperinci tentang peristiwa-peristiwa, manusia-manusia, atau hal-hal yang cenderung terjadi dimasa yang akan datang. Bahkan tidak ada nubuat yang memberitahukan tentang akan datangnya pemimpin-pemimpin agamawi dunia. Hanya nubuat-nubuat Perjanjian Lama memberikan sejumlah besar rincian yang tepat tentang kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus dari Nazaret.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar