Selasa, Juni 10, 2008

KETEPATAN PENGGENAPAN NUBUAT ALKITAB SEBAGAI TANDA TANGAN ALLAH (Bagian 2)

Meskipun sangat sulit dan bahkan sebenarnya tidak mungkin untuk menebak tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang, sejumlah besar nabi palsu telah berusaha untuk membuat ramalan-ramalan di masa lalu dan melanjutkan kegiatannya dalam generasi kita. Akan tetapi, ramalan-ramalan manusia ini hampir selalu salah, kecuali segelintir tebakan yang beruntung. Sebagaimana yang telah saya tuliskan dalam buku pertama saya, Armageddon-Apointment With Destiny (halamn 14,15), suatu penyelidikan yang menarik tentang pernyataan-pernyataan ramalan ahli-ahli kebatinan New Age (Zaman Baru) yang dikenal dengan sebutan The Shattered Crystal Ball (Bola Kristal yang Hancur) telah membuktikan bahwa ramalan-ramalan ahli-ahli kebatinan modern ini ternyata salah dan tidak bisa diandalkan. ”Penyelidikan ini menganalisis ketepatan dari sepuluh ahli kebatinan terkemuka yang ramalan-ramalannya diterbitkan selama periode tiga tahun, yakni pada tahun 1976 sampai dengan tahun 1979. penyelidikan ini membandingkan semua ramalan yang sudah diterbitkan dengan angka kesuksesan atau kegagalannya. Hasil-hasilnya sangat mengejutkan: 98 persen ramalan-ramalan mereka sama sekali tidak benar! Hanya 2 persen dari ramalan-ramalan mereka digenapi...enam dari kesepuluh ahli kebatinan tersebut selalu (100 persen) salah.

Beberapa penulis Zaman Baru telah mengemukakan bahwa beberapa peramal seperti Nostradamus (1555 Masehi) mampu memprediksi masa depan. Banyak penulis Zaman Baru modern telah mengatakan bahwa Nostradamus bahkan telah meramalkan bahwa Adolph Hitler akan menjadi pemimpin masa depan bangsa Jerman dalam ratusan ramalannya yang dinamainya ”Centuries” (”Abad-Abad”). Pernyataan ini sama sekali tidak benar! Malah sebenarnya Nostradamus tidak pernah menyebut nama Adolph Hitler dalam ramalan-ramalannya. Perkataannya yang paling dekat dengan ”Hitler” adalah ketika ia menyebutkan kata ”Ister” dalam beberapa ramalan yang menurut mayoritas penerjemahnya, berbicara tentang suatu sungai di Eropa, yakni Sungai Ister yang adalah anak Sungai Danube. Akan tetapi, beberapa pengarang yang menulis analisa mereka setelah Perang Dunia II telah membuat suatu pernyataan yang sesat bahwa Nostradamus benar-benar telah meramalkan sejarah Hitler, diktator Jerman tersebut. Anehnya, mereka mengemukakan bahwa nama ”Hitler” cukup mirip dengan kata ”Histler” yang tidak begitu berbeda dengan kata aktual ”Ister” yang terdapat dalam prediksi Notradamus! Penulis Zaman Baru, Erika Cheetham, yang menulis buku The Final Prophecies of Nostradamus pada 1989, mengakui dalam bukunya bahwa, ”Sampai 1936, boleh dikata, semua komentator yang mengupas Centuries berpendapat bahwa kata Ister berkaitan dengan Sungai Danube.” Bahkan pendukung utama Nostradamus, seperti Henry C. Roberts, editor buku The Complete Prophecies of Nostradamus, (Jericho, N.Y.:Nostradamus, Inc. 1976) mengakui dalam Kata Pendahuluannya bahwa tulisan-tulisan yang merupakan ramalan dari Nostradamus ini ”tidak dapat dipahami”. Ia menulis bahwa prediksi atau ramalan tentang masa depan tersebut ”tidak dapat dipahami, kacau balau, dan berbicara tentang hal-hal yang belum diketahui/dikenal dan diterima/diakui manusia. Bait-bait sanjak empat baris yang ditulisnya secara janggal, terpecah-pecah, dan kacau balau serta tidak karuan, baik dalam bahasa Prancis maupun Inggris, merupakan tanda atau ciri khas media ramalannya.”

Penulis-penulis Zaman Baru lainnya telah memuji-muji ketepatan ramalan-ramalan Edgar Cayce yang dijuluki sebagai ”nabi tidur”-nya Amerika pada awal abad ini. Saya telah mewawancarai, baik Hugh Lynn Cayce, anak laki-laki Edgar Cayce, maupun cucu laki-lakinya pada awal 1970-an di pusat riset mereka di Virginia Beach, Virginia. Dalam wawancara yang mengesankan itu, mereka menceritakan tentang riset yang telah mereka selesaikan atas suatu naskah yang memperlihatkan sejumlah besar ramalan salah yang telah dibuat oleh Edgar Cayce pada masa karirnya. Beberapa ramalan sesat yang dikemukakan oleh Cayce adalah tentang letak tambang-tambang minyak atau sumber-sumber mineral. Oleh sebab itu, saya tidak merasa heran ketika mereka mengatakan bahwa mereka tidak bermaksud untuk menerbitkan naskah tersebut.

Tidak Seorang pun Mengetahui Masa Depan kecuali Allah

Kemampuan manusia untuk meramalkan dengan tepat kecenderungan-kecenderungan atau peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang sebenarnya sama sekali tidak ada selain dari tebakan-tebakan yang beruntung. Meskipun umat manusia mempunyai pengetahuan tinggi dan kemampuan berpoikir yang cemerlang, kita tidak dapat meramalkan kecenderungan-kecenderungan dan peristiwa-peristiwa masa depan.
(bersambung ke bagian 3).

Sumber: TANDA TANGAN ALLAH, Grant R. Jeffrey, Jakarta: YPI Imanuel

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar