Sabtu, Juni 14, 2008

Berita Mingguan Way of Life

PENEMU PAKAIAN `PANTSUIT' UNTUK WANITA MENINGGAL
Yves Saint Laurent, yang menciptakan pantsuit untuk wanita (jas dengan celana), meninggal pada tanggal 1 Juni pada umur 71. Ia menghidupi hidup yang secara moral hancur, dan ini adalah hal yang biasa dalam industri fashion. Ia adalah seorang homoseksual, pernah mendekam di institusi psikiatris, dan kecanduan obat-obatan. Partner homoseksualnya, Pierre Berge, mengatakan bahwa Saint Laurent "memainkan peran" dalam pembebasan wanita. Sesungguhnya, dia memainkan peran memperbudak mereka kepada fashion dan menggoda mereka untuk menolak feminimitas yang Allah berikan. Ia menciptakan pakaian `pantsuit' pada tahun 1966 sebagai bagian dari pemberontakan budaya rock & roll. Jurnalis Inggris Linda Grant mengobservasi bahwa pantsuit "membawa wanita ke tingkat yang sama dengan laki-laki dalam hal fashion" dan adalah "sumbangsih fashion terhadap feminisme." ("Feminism Was Built on the Trouser Suit," The Guardian, 3 June 2008).

Gembala David Kidd memberi peringatan: "Dari antara semua serigala dalam budaya yang memangsa prinsip-prinsip Kristiani, tidak ada yang lebih kejam terhadap kewanitaan yang bermoral dan sopan daripada fashion modern. Dari rok pendek, hingga baju ketat, potongan dada rendah, hingga jeans yang `low-rise,' setiap gelombang fashion yang baru menantang wanita untuk membuang sikap hati-hati mereka dan mempertunjukkan diri dengan cara yang baru dan lebih berani. Tragisnya, banyak wanita Kristen telah mengorbankan hal-hal yang berharga seperti kesopanan, kepantasan, dan kehati-hatian kepada serigala budaya yang tak kenal ampun itu, yang tidak pernah akan puas." (David Kidd, The Fall and Rise of Christian Standards, hal. 87-88).

SEKOLAH BISNIS INDIA MEMAKAI DEWA MONYET SEBAGAI DIREKTUR
Sardar Bhagat Singh College of Technology and Management di Lucknow, India, menunjuk dewa monyet India, Hanuman, sebagai direktur. Ia bahkan diberikan kantor sendiri, lengkap dengan meja dan komputer laptop, dan semua tamunya harus masuk ke kantornya tanpa alas kaki sebagai tanda hormat. Hanuman adalah dewa monyet India. Vivek Kangdi, wakil direktur dari sekolah tersebut, mengatakan: "Ketika kami sedang mencari seorang direktur untuk perusahaan kami, kami melacak banyak nama-nama besar dalam bidan teknologi dan manajemen. Pada akhirnya kami memutuskan pada Lord Hanuman, karena tidak ada yang lebih besar dari pada dia" ("Indian School Names," AP, 7 Juni 2008). Perguruan Tinggi Sardar Bhagat Singh, yang buka tahun lalu, memberikan gelar dalam bidang teknik dan manajemen. Tentunya orang-orang India ini tahu bahwa tindakan mereka akan menyebabkan banyak yang mencemooh, tetapi mereka rela untuk menderita cemooh tersebut. Orang-orang Kristen yang percaya Alkitab seharusnya sama beraninya demi Tuhan Yesus Kristus, Pencipta dan Juruselamat dunia, sebagaimana para Hindu ini bagi Hanuman. "Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya" (Ibrani 13:13).

GEMBALA SIDANG DIANIAYA OLEH "HUKUM ANTI BENCI" DI KANADA
Berikut ini disadur dari "Government to Pastor: Renounce Your Faith," WorldNetDaily, 9 June 2008: "Pemerintah Kanada telah memerintahkan seorang gembala sidang Kristen untuk menyangkali imannya dan untuk tidak pernah lagi menyatakan perlawanan moral terhadap homoseksualitas, menurut sebuah laporan terbaru. Di dalam keputusan yang baru keluar beberapa hari lalu oleh pengadilan jadi-jadian Alberta Human Rights Tribunal, gembala sidang Injili Stephen Boisson dilarang mengungkapkan sudut pandangnya yang berdasarkan Alkitab tentang homoseksualitas, dan dipaksa membayar [$7000] atas `kerusakan karena sakit hati dan penderitaan' dan juga diharuskan meminta maaf kepada para aktivis yang komplain telah dia lukai....Boisson telah menulis sebuah surat kepada editor koran lokalnya, Red Deer, pada tahun 2002, yang mengecam kemajuan para aktivis homoseksual sebagai sesuatu yang `jahat' dan berkata: "Anak-anak yang berumur 5 dan 6 tahun terpapar kepada literatur dan bimbingan homoseksual di sekolah negeri yang merusak secara psikologis maupun fisiologis.' Aktivis yang dimaksud, guru lokal Darren Lund, mengajukan gugatan dan keputusan bersalah oleh Lori G. Andreachuk, seorang pengacara, keluar beberapa minggu yang lalu. Keputusan terbaru berkaitan dengan penetapan hukuman....Dan mengenai masa depan, Andreachuk menulis, "Mr. Boissoin dan The Concerned Christian Coalition Inc. harus berhenti menerbitkan di surat kabar, email, radio, pidato umum, atau Internet, pernyataan-pernyata an yang menjelekkan tentang gay dan homoseksual. ...Lebih lanjut lagi, semua komentar yang menjelekkan homoseksual harus dihapus dari Website-website dan publikasi Mr. Boissoin dan The Concerned Christian Coalition Inc." menurut sang pengacara... ..Ezra Levant, seorang penulis dan pengacara yang juga telah diserang oleh HRC, mengatakan dalam blognya: "Pemerintah kini percaya bahwa jika mereka tidak mampu meyakinkan seorang gembala sidang Kristen bahwa ia salah, maka mereka tinggal memerintahkan dia untuk menghukum diri sendiri? Di luar pengadilan-pengadil an Stalin Rusia dan Mao Cina, di mana lagikah kegiatan Orwellian seperti ini dapat dianggap sebagai keadilan?... .Pada esensinya, Alberta Human Rights Tribunal sedang memerintahkan sang pelayan Tuhan untuk menyangkali iman Kristianinya, karena perlawanannya terhadap homoseksualitas didasarkan pada Alkitab."

FASHION DAN BONEKA UNTUK ANAK PEREMPUAN
"Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu" (Ams. 22:6). Ayat ini mengingatkan kita bahwa mendidik anak mengenai pakaian yang sopan mulai dari masa kanak-kanak. Waktu yang terbaik untuk mengajar seorang anak perempuan tentang berpakaian secara sopan adalah ketika ia masih merangkak. Ketika dia sudah sampai pada tahun-tahun remaja, maka dia akan sudah terbiasa dengan pakaian yang feminim dan sopan dan tidak akan merasa canggung memakai pakaian yang bagus. Tentu saja kuncinya bukan hanya pada memakaikan pakaian yang baik, tetapi mengajarinya mengapa ia berpakaian seperti itu, dan menanamkan dalam dirinya prinsip-prinsip kesopanan sepanjang masa kecilnya, sambil berdoa bahwa dia akan diselamatkan dan memasukkan prinsip-prinsip tersebut ke dalam hati karena dia ingin menyenangkan Tuhan. HATI-HATILAH TERHADAP INDUSTRI FASHION UNTUK ANAK-ANAK PEREMPUAN. Industri ini mencoba untuk menseksualisasikan anak-anak dari masa kecil mereka. Peringatan berikut sangat baik: "Waktu itu suatu hari di musim panas 2002 ketika saya memutuskan untuk membeli sandal untuk putri-putri saya yang berumur 4 dan 6 tahun. Saya tidak pernah berpikir bahwa perjalanan kami ke toko dapat memberikan banyak pelajaran... .Akhirnya, setelah pergi ke sebelas toko yang berbeda, saya masih tidak dapat menemukan sesuatu yang cocok. Mengapa? Karena setiap pasang sandal yang saya temukan – setiap pasangnya – memiliki hak tinggi. Hak tinggi untuk anak 4 tahun? Rupanya, sandal untuk anak-anak perempuan bukanlah untuk berlari dan melompat dan bermain. Tujuan sandal-sandal ini adalah agar anak-anak perempuan ini terlihat seperti pelacur..... Sangat mengejutkan saya bahwa 40 tahun setelah revolusi seksual yang semestinya "membebaskan perempuan dari tekanan laki-laki," ternyata kita para wanita mengajarkan kepada putri-putri kita bahwa mereka baru berharga kalau terlihat binal. Anak laki-laki tidak lagi menghargai perempuan karena anak-anak perempuan tidak mengharuskan penghargaan atas pribadi mereka. Semua ini mulai dengan membelikan seorang putri 4 tahun sandal berhak tinggi dan boneka-boneka Bratz....Saya mendengar ada orang tua yang mengatakan bahwa mereka tidak bisa menghentikan pre-seksualisasi anak-anak karena anak-anak toh akan mendapatkannya di sekolah atau dari teman-teman mereka....Omong kosong. Adalah orang tua yang mengijinkan pakaian, mainan, poster, dan musik yang tidak pantas ke dalam rumah mereka" ("Sexy Six Year Olds," WorldNetDaily, 31 Mei 2008). JUGA SANGATLAH PENTING UNTUK MEWASPADAI INDUSTRI MAINAN. Ketika anak-anak kami tumbuh dewasa, kami tidak pernah mengijinkan boneka Barbie atau hal-hal sejenis masuk ke dalam rumah kami. Kini telah ada boneka Bratz (milik MGM) dan banyak boneka anak-anak lainnya yang terseksualisasi. Berikut ini adalah peringatan yang tepat dari seorang nenek: "Saya adalah anggota sebuah gereja fundamental, tetapi saya telah memperhatikan bahwa ada orang tua yang sepertinya tidak bermasalah membiarkan putri-putri kecil mereka bermain dengan boneka Barbie. Dan bahkan boneka Polly Pocket kini semakain tidak senonoh pakaiannya. Lagi pula, aksesoris untuk boneka-boneka Barbie dan Polly Pocket mempromosikan gaya hidup dan tampilan yang duniawi..... Saya percaya bahwa boneka-boneka seperti ini terlalu tidka sopan untuk anak perempuan umur berapapun, apalagi yang baru berumur 4 dan 5 tahun. Mereka jelas mempromosikan pesan yang salah dan fokus yang salah dalam kehidupan seorang perempuan muda."

Diterjemahkan oleh: DR. Steven E. Liauw

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar