Selasa, Oktober 05, 2010

Debat Teologi Ioanes Rakhmat VS Budi Asali (Part 4)

PDT. BUDI ASALI : Tanggapan saya:
Anda paranormal yang bodoh, menebak-nebak tetapi salah. Saya percaya tubuh kebangkitan itu memang tubuh, tetapi sebetulnya tidak membutuhkan makan ataupun minum. Kalau Ia makan setelah Kebangkitan, itu hanya untuk menunjukkan bahwa Ia betul-betul tubuh, bukan roh.

Luk 24:36-43 - “(36) Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: ‘Damai sejahtera bagi kamu!’ (37) Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. (38) Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: ‘Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? (39) Lihatlah tanganKu dan kakiKu: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada padaKu.’ (40) Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kakiNya kepada mereka. (41) Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: ‘Adakah padamu makanan di sini?’ (42) Lalu mereka memberikan kepadaNya sepotong ikan goreng. (43) Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka”.

Catatan: kata ‘hantu’ seharusnya ‘roh’; dalam bahasa Yunani PNEUMA.

Tubuh kebangkitan tidak bisa sakit, menjadi tua dan sebagainya (1Kor 15:42-44,53-55). Jadi segala omong kosong anda silahkan disimpan untuk anda sendiri.

IOANES RAKHMAT : Supaya tidak absurd, anda mesti punya penjelasan lain tentang tubuh-kebangkitan Yesus, atau tentang nature dari Yesus-yang-bangkit, yang mengajar murid-muridnya.
Tidak lain, harus dipahami bahwa Yesus-yang-bangkit itu bekerja melalui dimensi/indera spiritual manusia, sebagai Roh yang mengilhamkan sesuatu, bukan sebagai tubuh/jasad yang berkelana ke sana ke sini, gentayangan, mengajar, sebelum akhirnya naik ke sorga.

PDT. BUDI ASALI : Tanggapan saya:
Saya baru ini tahu kalau orang liberal seperti anda punya pandangan seperti Saksi Yehuwa! Jadi, Yesus tidak bangkit secara jasmani? Lalu kemana hilangnya tubuhNya? Mengapa kuburNya bisa kosong? Lagi-lagi anda mengabaikan Kitab Suci (Luk 24:36-43) secara total! Ini lagi-lagi bukti bahwa anda bukan hanya tidak menggunakan Kitab Suci, tetapi bahkan tak peduli kalau pandangan anda bertentangan dengan Kitab Suci! COBA JELASKAN LUK 24:36-43 ITU AYAT DEMI AYAT, DAN KATA DEMI KATA! Bisakah sesuai dengan pandangan anda? Jawab pertanyaan ini, jangan menghindarinya kalau anda bukan pengecut!

IOANES RAKHMAT : Nah, Matius 28:18-20 adalah penemuan gereja yang diklaim diilhamkan oleh Roh Yesus-yang- bangkit, sehingga ketika dimuat dalam Injil Matius amanat ini ditempatkan pada mulut Yesus-yang-sudah-dibangkitkan. Pada abad-abad perdana, bermunculan banyak nabi Kristen yang mengklaim diri menerima wahyu-wahyu dari Yesus-yang-sudah-bangkit.

PDT. BUDI ASALI : Tanggapan saya:
Ya, seperti jaman sekarang juga bermunculan orang-orang sesat yang mengaku sebagai ‘pendeta’!
Anda contohnya.

IOANES RAKHMAT : Suara Yesus berlanjut terus terdengar, meski pun ia sudah mati, melalui para nabi Kristen yang dikuasai Roh Yesus Kristus. Dus, Yesus memang bangkit. Continuing voices of Jesus tetap muncul sampai zaman kini, di dalam suara para pelayan dan hambanya yang memberitakan firman di setiap kebaktian Minggu gereja. Paskah tidak hanya satu kali; tetapi terus berlangsung.

PDT. BUDI ASALI : Tanggapan saya:
Paskah tak hanya 1 x! Ini dari mana? Kitab Ioanes lagi? Lalu kapan dan berapa frekwensi gereja anda merayakan Paskah? Tiap hari? Lalu yang nanti datang kembali keduakalinya itu juga roh? Bagaimana bisa terlihat?

IOANES RAKHMAT : Budi Asali :
Apa dasarnya untuk mempercayai kebenaran dari penjelasan anda itu? Betul-betul aneh, bahwa anda tidak bisa / tidak mau menerima kata-kata sederhana dari Kitab Suci, tetapi mau menerima omong kosong di atas yang sama sekali tidak ada buktinya, yang hanya merupakan isapan jempol dari orang tolol, yang memang tidak mau menerima otoritas Kitab Suci.

Luk 24:47 juga menunjukkan bahwa Yesus memerintahkan penginjilan seperti itu, juga Mark 16:15-16 (kalau anda mau menerima ini sebagai text asli Kitab Suci). Lalu apakah gereja Lukas dan Markus juga mengalami hal yang sama seperti gereja Matius?

Saya sarankan, tundukkan diri anda ke bawah Firman Tuhan, dan jangan jadi orang tegar tengkuk,yang lebih percaya pada logika dan penjelasan kafir, dari pada kepada Firman Tuhan.

IR : Mr. Budi Asali menulis: "Apa dasarnya untuk mempercayai kebenaran dari penjelasan anda itu? Betul-betul aneh, bahwa anda tidak bisa / tidak mau menerima kata-kata sederhana dari Kitab Suci, tetapi mau menerima omong kosong di atas yang sama sekali tidak ada buktinya, yang hanya merupakan isapan jempol dari orang tolol, yang memang tidak mau menerima otoritas Kitab Suci."

IR: Sesungguhnya, anda bukan menerima otoritas Kitab Suci, melainkan otoritas bibliologi (=ajaran tentang apa itu Alkitab) anda, atau bibliologi sekolahan/gereja/guru/suhu anda. Bagi saya, untuk hal-hal tertentu Alkitab masih bisa memiliki wibawa untuk didengar dan diikuti; tetapi, untuk hal-hal lain, Alkitab bisa tidak lagi berwibawa dan tidak perlu diikuti. Contoh saja: Kitab Imamat, Kitab Yoshua, hukum lex talionis, teokrasi Yahudi, sudah tidak relevan lagi untuk gereja-gereja zaman sekarang ini. Kalau orang berkeras, seperti Mr. Budi, untuk memberlakukan semua yang tertulis dalam Alkitab, tanpa kecuali, maka ia akan harus hidup di luar dunia ini.


PDT. BUDI ASALI : Saya percaya Firman Tuhan itu kekal. Memang ada hal-hal dari Perjanjian Lama yang sudah tak perlu dilakukan lagi (sekalipun prinsipnya tetap berlaku), seperti ceremonial law. Tetapi untuk ini ada ayat yang menyatakannya, seperti Ef 2:15.

Tetapi ayat-ayat Perjanjian Lama itu tetap berlaku dalam prinsipnya. Misalnya kalau dulu orang berdosa harus mempersembahkan korban, sekarang tak lagi seperti itu. Tetapi prinsipnya tetap berlaku. Tanpa pencurahan darah tak ada pengampunan dosa (Ibr 9:22). Sekarang yang digunakan adalah darah Kristus.

Tetapi anda, tanpa adanya otoritas dari Kitab Suci sendiri, anda berani membuang Kitab Suci, lalu apa gunanya ancaman dalam Kitab Suci terhadap orang-orang yang mengurangi Kitab Suci? Bdk. Mat 5:19, Wah 22:18-19 dan sebagainya. Dan bagaimana kalau anda menganggap bagian A perlu diabaikan, sedangkan orang liberal lain menganggap bagian B yang perlu diabaikan. Lalu siapa yang benar? Siapa otoritas tertinggi? Dengan otoritas siapa anda mengabaikan suatu ayat dan menerima ayat yang lain? Jadi, anda adalah hakim atas Kitab Suci? Kitab Sucilah yang harus menjadi hakim atas anda!

Yoh 12:47-48 - “ (47) Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. (48) Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.”.

Apa alasan anda mengatakan bahwa kalau saya memberlakukan semua yang ada dalam Kitab Suci, saya harus hidup di luar dunia ini? Memangnya Tuhan memberikan Kitab Suci supaya kita gunakan untuk hidup di bulan?

IOANES RAKHMAT : Hanya dengan menempatkan teks-teks Kitab Suci pada zaman-zaman dan dunia-dunia penulisannya, maka kita baru akan bisa memilah-milah mana teks Kitab Suci yang berwibawa dan mana yang sudah tidak lagi berotoritas.

Lalu, yang perlu dengan berwibawa mengarahkan hidup kita di zaman sekarang bukan hanya Alkitab (juga untuk kebutuhan spiritual --motto "sola scriptura" itu menyesatkan!), tetapi juga kewibawaan-kewibawaan lain yang bisa kita dapatkan sekarang, antara lain, akal budi, sains, berita-berita dari Kitab-kitab Suci lain yang ditafsirkan dengan kritis, pengalaman-pengalaman hidup yang direfleksikan dengan kritis, dsb.

PDT. BUDI ASALI : 1) Anda memang sesat bukan main! motto sola scriptura itu dimunculkan oleh gerakan reformasi terhadap Gereja Roma Katolik. Kalau anda menolaknya dan menganggapnya sesat, mengapa tak masuk Gereja Roma Katolik saja?

2) Kitab Suci Kristen sering bertentangan dengan akal budi, dan Kitab Suci - Kitab Suci dari agama lain. Misalnya: Abraham mempersembahkan siapa? Ishak (Kristen) atau Ismael (Islam). Kalau keduanya berotoritas, lalu bagaimana bisa kontradiksi? Semua Kitab Suci agama lain tak ada yang mempercayai Allah Tritunggal, keilahian Yesus Kristus, Yesus sebagai Juruselamat, dan sebagainya. Jadi, kalau anda menerima otoritas dari Kitab Suci agama lain, anda juga tak percaya semua itu?

3) Pengalaman hidup yang direfleksikan dengan kritis? Ini subyektif sekali! Tiap orang bisa merefleksikan secara berbeda, lalu yang mana yang berotoritas?

IOANES RAKHMAT : Nah, janganlah perilah Alkitab anda.Suatu kali, Mr. Budi Asali berada di sebuah boat besar yang terancam karam karena kelebihan penumpang. Semua penumpang lain berebutan mencari dan memakai pelampung penyelamat; suasananya hingar bingar, semuanya tercengkeram ketakutan, di mana-mana. Tetapi, Mr. Budi berteriak, "Di mana Alkitab, dimana Alkitab diletakkan, oohh ... Alkitab, penolongku, di mana Engkau ... Ohhh nyatakanlah dirimu, dimana Engkau, ya Alkitab!" Mr. Budi kalang kabut membongkar di sana sini, mencari juru penyelamat yang namanya Alkitab. Masuk ke ruang yang satu, pindah ke ruang lain. Naik ke dek, turun lagi, masuk ke ruang bawah. Sampai akhirnya ... hanya tinggal Mr. Budi di boat itu, yang sedang masuk tenggelam ke dalam air. Mr. Budi akhirnya menemukan sebuah Alkitab di boat itu. Bahagia sekali ia; dipeluk, diciuminya Alkitab itu, sambil mencucurkan air mata. "Oh, Alkitab, oh penghiburku, oh penyelamatku, oh Tuhanku,..." Mr. Budi bahagia sekali, sementara ia dan boat itu, bersama Alkitab, meluncur masuk ke dasar laut, tenggelam, kekal selamanya. Ooooohhhh.... Kitab Suci!

PDT. BUDI ASALI : Alangkah tololnya karikatur yang anda buat tentang orang yang percaya kepada Alkitab!

Pertama, ini menunjukkan pandangan yang sangat merendahkan dari anda tentang Alkitab. Betul-betul memalukan ada pendeta bisa punya pandangan seperti itu. Kalau tulisan itu ditulis oleh orang beragama lain atau atheis atau komunis, itu masuk akal. Tetapi bahwa seorang pendeta menulis seperti itu, betul-betul memalukan. Tetapi memang tidak aneh, karena kalau dulu ada nabi palsu dan rasul palsu, sekarang banyak pendeta palsu!

Kedua, orang percaya pada Alkitab bukan mendewakan / menghormati bendanya, tetapi mempercayai dan menghormati isinya, jadi tak akan bersikap seperti karikatur bodoh anda.

Ketiga, saya sebagai orang yang banyak belajar Alkitab sudah mempunyai banyak bagian Alkitab yang penting dalam otak saya, sehingga dalam kondisi kapal karam tanpa Alkitabpun masih ada banyak yang ada dalam otak saya. Kalau anda pasti lain sekali.

Keempat, orang Kristen memang bisa bersikap dan bertindak bodoh, dan saya tidak terkecuali. Seandainya saya sampai bertindak sebodoh seperti dalam karikatur anda itu, tak peduli saya mati, saya tetap masuk surga. Sementara anda, karena kepandaian dan kebijakan anda selamat dari kapal karam itu, tetapi lambat atau cepat anda akan mati, dan lalu masuk neraka. Kebodohan saya tak menyelamatkan saya secara jasmani, tetapi Juruselamat saya menyelamatkan saya secara rohani. Anda sebaliknya. Kepandaian dan kebijakan anda menyelamatkan anda secara jasmani, tetapi tidak adanya Juruselamat menyebabkan anda tidak mempunyai keselamatan rohani.
Yang mana yang lebih menyedihkan?
Yesus sendiri mengatakan bahwa ada orang-orang yang pandai dalam hal-hal jasmani tetapi bodoh dalam hal rohani.

Mat 16:2-3 - “(2) Tetapi jawab Yesus: ‘Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah, (3) dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak”.

Seandainya Yesus pada saat itu berbicara bukan kepada orang-orang Yahudi, tetapi kepada anda, ia mungkin akan berkata sebagai berikut: ‘Ioanes, tanda-tanda kapal karam kamu tahu membedakannya, cara menyelamatkan diri dari kapal karam kamu pandai sekali, tetapi tanda-tanda dari akan masuknya kamu ke neraka, kamu tidak tahu, dan cara menyelamatkan dirimu supaya tak masuk neraka, kamu juga tidak tahu. Alangkah bodohnya kamu!’.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar