Rabu, September 29, 2010

Debat Teologi Ioanes Rakhmat VS Budi Asali (Part 2)

IOANES RAKHMAT : Thanks untuk jawaban anda, saya akan segera menanggapinya namun ada titipan dari teman saya (Tong) buat anda :

Budi Asali :
Mat 28:19nya hanya mengatakan ‘dalam nama dari Bapa, dan dari Anak, dan dari Roh Kudus’. Sekalipun ini memang dipakai sebagai salah satu dasar Kitab Suci dari doktrin Allah Tritunggal, tetapi ini belum bisa disebut sebagai rumusan / formula tentang Allah Tritunggal. Disamping itu, Yesus adalah Allah sendiri, lalu apanya yang aneh kalau Ia mengajarkan apa yang pada saat itu belum ada? ITU PASTI SUDAH ADA DALAM PIKIRAN ALLAH. Betul-betul lucu kalau ini dijadikan bukti bahwa ay 19 itu bukan kata-kata Yesus, tetapi penambahan oleh Matius.

Tong:
Hahaha... pak Budi perhatikan yang saya beri kapital dan garis bawah, pak Budi hebat lho bisa membaca pikiran Allah, boleh tahu pak kesimpulan itu tahu dari mana? boleh nebak-nebak ya?

PDT. BUDI ASALI Anda tidak mengerti? Saya tadinya mengira anda cukup pinter, sehingga tak perlu dijelaskan terlalu panjang lebar, ternyata ....!
Kalau diasumsikan bahwa hal itu tadinya tidak ada dalam pikiran Allah, dan baru ada pada saat Mat.28:19 diucapkan oleh Yesus, itu akan berarti bahwa Allah bisa berubah pikiran. Itu tidak mungkin, karena Allah punya sifat tidak bisa berubah (Mal 3:6 Ibr 1:10-12 Yak 1:17), baik dalam pikiran, rencana, hakekat, dan sebagainya. Yesus juga demikian, karena Dia adalah Allah (bdk. Ibr 13:8). Jadi, apa yang Yesus ucapkan dalam Mat 28:19 itu pasti sudah ada dalam pikiran Allah sejak kekekalan.

IOANES RAKHMAT :
Tong :
Kalau ayat 19 itu benar kata Yesus lalu mengapa di Kisah rasul 2:38 Petrus murid Yesus membabtis orang HANYA DENGAN NAMA YESUS ? Tidak memakai nama Bapa Anak dan Roh Kudus ? Apa Petrus ngak ngederin apa yang menjadi amanat agung Yesus waktu itu hehe...

PDT.BUDI ASALI : Sudah pasti kata-kata ‘dalam nama Yesus’ dalam Kis 2:38 itu bukan formula baptisan. Ada gereja-gereja / pendeta-pendeta yang berdasarkan ayat ini, dan juga Kis 10:48 dan Kis 19:5, lalu mengubah formula baptisan dalam Mat 28:19. Mereka membaptis dengan berkata: ‘Aku mem-baptis engkau dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, yaitu Tuhan Yesus Kristus’. Ini salah! Formula baptisan HANYA DIBERIKAN DALAM MAT 28:19, dan saya percaya Petrus maupun semua rasul lain pasti tidak ada yang berani mengubahnya. Entah kalau anda punya ‘Petrus yang lain / berbeda’ dengan Petrus nya saya. Ini memungkinkan mengingat anda juga punya Yesus yang lain / berbeda, Roh yang lain, dan Injil yang lain (bdk. Gal 1:6-9 2Kor 11:4).
Lalu kata-kata membaptis dalam nama Yesus, yang muncul cukup sering (Kis 2:38 Kis 10:48 Kis 19:5), - - artinya apa? Ada beberapa kemungkinan yang diberikan oleh para penafsir:
- artinya adalah baptisan Kristen.
- artinya: sesuai dengan ajaran Yesus.
- artinya: supaya pada waktu orang itu dibaptis ia melihat kepada Kristus, dan menyadari bahwa tanpa jasa penebusan Kristus baptisan itu sia-sia.
- artinya: dengan otoritas Tuhan Yesus (karena Yesuslah yang memerintahkan untuk membaptis).

Saya ingin memberikan beberapa ayat Kitab Suci / Firman Tuhan tentang kata-kata ‘hahaha’ dan ‘hehe’ anda.
• Luk 6:25b - “Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis”.
• Amsal 29:9 - “Jika orang bijak beperkara dengan orang bodoh, orang bodoh ini mengamuk dan tertawa, sehingga tak ada ketenangan”.
• Pkh 7:6 - “Karena seperti bunyi duri terbakar di bawah kuali, demikian tertawa orang bodoh. Inipun sia-sia”.
• Amsal 14:13 - “Di dalam tertawapun hati dapat merana, dan kesukaan dapat berakhir dengan kedukaan”.

BEN WOWORUNTU : Maaf ikut nimrung diskusi ini sama seperi teman anda Toni Budi Santoso juga ikut nimrung. Saya ingin menanggapi kata-kata anda :

Budi Asali : Jelas sekali anda belum mempunyai konsep yang benar tentang dosa. Saya tidak peduli berapa besar jasa orang-orang itu bagi kemanusiaan, tetapi mereka tetap adalah orang berdosa, bahkan sangat berdosa (bdk. Ro 3:10-20,23). Apakah mereka menjalankan perintah Tuhan dalam Mat 22:37? Apakah mereka melakukan semua demi kemuliaan Allah seperti diharuskan oleh 1Kor 10:31? Pasti tidak, tidak satu detikpun dalam kehidupan mereka, dan karena itu semua yang mereka lakukan tetap adalah dosa di hadapan Allah, dan setiap detik yang mereka lewati dalam kehidupan mereka adalah dosa di hadapan Allah! Dan sebagai orang berdosa, cuma ada 2 pilihan: dosanya ditanggung penebusnya, atau ditanggung mereka sendiri! Tanpa Yesus, mereka tak punya penebus, jadi harus menanggung
dosanya sendiri.
3) Justru moral Allah saya, dan Yesus saya, adalah begitu tinggi, sehingga menuntut kesucian begitu sempurna. Bukan seperti allah anda (yang jelas adalah allah lain) dan yesus anda (yang juga jelas adalah yesus yang berbeda), dan anda sendiri, yang moralnya begitu rendah sehingga dengan mudahnya memasukkan orang yang sangat berdosa ke surga begitu saja, tanpa penebusan!

Tanggapan saya : Susah untuk berdiskusi dengan orang dogmatis macam pak Budi Asali ini. Pak Budi saya ini rasanya tidak pernah minta dilahirkan di Minahasa dari Bapak dan Ibu Kristen awam. Dalam pandangan pak Budi saya ini orang paling bodoh dan malang didunia ini, karena menukar hidup untuk diselamatkan ke jurang kebinasaan masuk neraka. Yang pasti kalau dialam sana nanti (sesudah mati) saya akan menggugat Tuhan karena saya tidak pernah minta lahir dan diberi hidup didunia. Karena Tuhan anda adalah Tuhan anthropomorphis maka saya akan tidak akan terima perlakuannya yang tidak adil dan sangat kejam terhadap saya. Saya akan cari itu Yoseph si tukang kayu yang menjadi suami dari ibuNya apakah ia ada di neraka karena sepanjang pengetahuan saya PB tidak pernah ungkapkan apa ia menjadi pengikut Yesus aktip atau percaya bahwa anak yang diasuhnya sejak kecil itu adalah penjelmaan Tuhan. Kalau benar ada di neraka maka benar2 Tuhan itu bejad karena tidak tahu berterima-kasih. Kalau di surga maka sungguh tidak adil, kalau dia masuk surga mengapa saya harus ke neraka?
Tolong pak Budi jawab yang logis pertanyaan yang sederhana ini.

Salam
Ben Woworuntu

PDT.BUDI ASALI : Saya tidak peduli apakah jawaban saya logis atau tidak, apalagi menurut pemikiran anda. Saya hanya menjawab menurut Kitab Suci, yang saya anggap sebagai Firman Tuhan. Ini beberapa hal yang saya berikan sebagai tanggapan:

1) Anda ikut nimbrung saya tidak keberatan. Tetapi nimbrungnya tidak karuan juntrungannya, itu yang celaka. Anda menganggap saya dogmatis; mengertikah anda arti kata ‘dogmatis’ itu? Coba jelaskan. Dan dalam hal apa saya dogmatis?

2) Anda mengatakan “Pak Budi saya ini rasanya tidak pernah minta dilahirkan di Minahasa dari Bapak dan Ibu Kristen awam. Dalam pandangan pak Budi saya ini orang paling bodoh dan malang didunia ini, karena menukar hidup untuk diselamatkan ke jurang kebinasaan masuk neraka”. Apa maksudnya? Tidak bisakah anda berbicara / menulis yang lebih jelas?

3) Anda mengatakan “Tuhan anda adalah Tuhan anthropomorphis”. Lagi-lagi, apakah anda mengerti arti kata ‘anthropomorphis’ itu? Dan mengapa anda mengatakan ‘Tuhan anda adalah Tuhan anthropomorphis’?

4) Anda mau menggugat Tuhan kalau anda sudah mati? Jangan pernah mimpi! Pada saat anda mati, kalau anda bukan orang percaya kepada Yesus Kristus, anda bukan anak Allah, dan anda akan takut dan gemetar luar biasa menghadapi Allah!

5) Perlakuan Tuhan terhadap anda tidak adil dan kejam? Dalam hal apa? Ia memberikan AnakNya yang tunggal sebagai bukti cintanya (Yoh 3:16). Kalau anda tak mau percaya kepada Yesus, dan harus masuk neraka karena itu, yang harus anda salahkan adalah diri anda sendiri, bukan Allah! Kalau Yusuf masuk neraka, itu berarti ia tak percaya kepada Yesus. Lagi-lagi bukan Allah yang salah, tetapi dia sendiri yang salah. Kalau ia masuk surga dan anda masuk neraka, ia masuk surga karena percaya Yesus, anda masuk neraka karena tidak percaya Yesus. Yang salah lagi-lagi adalah anda, bukan dia, atau Allah.

6) Baca cerita tentang Lazarus dan orang kaya (Luk 16:19-31), dan lihatlah apakah orang kaya itu sesudah mati dan masuk neraka bisa bersikap sok sombong, dan menyalahkan Allah, menggugat Allah dsb? Kalau dia tidak bisa, anda pikir anda bisa?

7) Dari pada bersikap sok sombong, sadarilah bahwa anda adalah orang berdosa, dan Yesus Kristus adalah satu-satunya Penebus dan Juruselamat dunia ini. Percayalah kepada Dia, atau anda akan masuk neraka. Pada saat itu anda akan menyesal, seperti orang kaya dalam Luk 16:19-31 itu, tetapi semua sudah terlambat!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar