Minggu, Oktober 03, 2010

Debat Teologi Ioanes Rakhmat VS Budi Asali (Part 3)

IOANES RAKHMAT : Budi Asali : Memang, tetapi perintah dalam Mat 10:5-6 ini hanyalah perintah sementara, yang dibatalkan dengan adanya perintah dalam Mat 28:19-20 itu. Bahkan sebelum itu, yaitu dalam Luk 22, sudah kelihatan bahwa perintah dalam Mat 10:5-6 itu sudah dibatalkan.Bdk. Luk 22:35-36 - “(35) Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?" (36) Jawab mereka: ‘Suatupun tidak.’ KataNya kepada mereka: ‘Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang”.

2) Mari kita perhatikan Mat 10:5-6 itu, bahkan sampai ay 15nya. Mat 10:5-15 - “(5) Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: ‘Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, (6) melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. (7) Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. (8) Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. (9) Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.

(10) Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. (11) Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. (12) Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. (13) Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. (14) Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. (15) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu.’”. Apakah anda sendiri tetap berpegang pada perintah Yesus dalam Mat 10:5-6 ini, dan anda sekarang ‘memberitakan Injil’ hanya dalam kalangan orang-orang Israel? Kalau tidak, bukankah itu menyalahi perintah Yesus itu? Apakah anda menyembuhkan orang sakit, mentahirkan orang kusta, membangkitkan orang mati, mengusir setan-setan seperti yang Yesus perintahkan dalam Mat 10:8? Juga apakah anda menuruti perintah Yesus dalam Mat 10:9-dst, tentang larangan membawa bekal, dompet, uang dsb? Apakah anda mengebaskan debu di kaki anda kalau ditolak dalam memberitakan ‘Injil’ anda?

3) Kalau Mat 10:5-6 itu berlaku terus, maka bagaimana dengan Paulus yang dipilih oleh Tuhan untuk menjadi pelayan bagi orang-orang non Yahudi (Kis 9:15 Gal 1:16)? Ini juga disetujui oleh rasul-rasul lain (Gal 2:7-9). Jadi, berdasarkan argumentasi anda, Paulus, Yohanes, Yakobus dan Petrus, dan bahkan Tuhan sendiri, salah semua, bukankah demikian?

IR : Dear Mr. Budi Asali,
Kalau kita tempatkan Yesus dalam wawasan misioner Yahudi, yang meyakini bangsa-banga lain pada saatnya akan datang ke pusat/Yerusalem (gerak sentripetal), maka semestinya Yesus kita pahami demikian juga: ia tidak ekspansionistik, melainkan menunggu segala bangsa masuk ke dalam pangkuan iman Musa, Abraham, dll. Inilah wawasan terjauh yang dapat kita pikirkan kalau Yesus mau kita pahami sebagai seorang figur misioner yang menaruh kepedulian pada bangsa-bangsa lain.


PDT. BUDI ASALI : Tanggapan saya:
1) Lagi-lagi anda tidak memberikan tanggapan terhadap jawaban saya; tidak bisa menjawab?

2) Anda menggunakan kata ‘semestinya’; dengan hak apa? Dia Allah, maka Dia yang berhak. Dia mau Injil diberitakan dulu kepada Yahudi, dan setelah Yahudi menolak, baru diberitakan kepada bangsa-Bangsa lain.

3) Siapa yang mengatakan bahwa orang-orang Yahudi menganggap bahwa bangsa-bangsa lain akan datang ke pusat / Yerusalem? Setahu saya mereka menganggap yang bisa selamat hanya Yahudi, Sedangkan non Yahudi diciptakan sebagai bahan bakar di neraka. Yesus yang mengubah penafsiran salah mereka tentang Perjanjian Lama.

4) Kalau Yesus menunggu, tak akan ada saat Injil diberitakan kepada bangsa-bangsa lain. Yunus juga menolak waktu disuruh memberitakan Injil kepada bangsa kafir. Hanya taat setelah dipaksa. Lalu bagaimana anda berharap bangsa-bangsa lain bisa datang ke pangkuan Abraham, Musa, dsb?


IOANES RAKHMAT : Waktu yang sangat singkat yang dimiliki Yesus dalam ia mengajar dan berkarya dalam rangka sambutannya kepada kerajaan Allah yang sedang datang (1 tahun menurut Injil-injil Sinoptik; minimal 3 tahun menurut Injil Yohanes -- yang betul adalah 1 tahun), persoalan-persoalan berat yang dihadapinya dalam ia memberdayakan rakyat Yahudi dan murid-muridnya yang sedang dalam penindasan Roma dan kaki tangan Yahudi mereka, konsolidasi suku-suku Israel yang sedang ia lakukan di tengah ancaman perpecahan karena kolonialisme Roma, keyakinan akan kemendesakan datangnya kerajaan Allah yang sepenuhnya ("waktunya sudah singkat", akhir zaman segera tiba), tidak adanya keperluan untuk membangun suatu komunitas tandingan non-Yahudi di luar komunitas Yahudi, dan faktor-faktor lain, menyebabkan kita sulit untuk menerima bahwa Yesus pada masa ia berkarya akan sempat memikirkan suatu upaya terorganisir untuk murid-muridnya melakukan misi penginjilan dan proselitisme global serta menanam gereja di mana-mana (melalui pembaptisan), seperti yang terkandung dalam amanat Matius 28 itu.


PDT.BUDI ASALI : Tanggapan saya:
1) Mata anda sungguh tajam sehingga bisa membaca apa yang tidak pernah ada dalam Kitab Suci. Dari mana anda dapatkan 1 tahun dan 3 tahun itu? Dari Ioanes 25:30?

2) Yesus tidak sempat memikirkan!?! Memang yesus anda adalah yesus yang berbeda dengan Yesus yang saya miliki dan percayai! Pada saat Ia tergantung di salib pun Ia memikirkan orang-orang berdosa yang menyalibkanNya dan berdoa untuk mereka, penjahat yang bertobat di sampingNya, dan ibuNya sendiri!


IOANES RAKHMAT : Dalam rangka studi Yesus sejarah, ada sekian kriteria yang digunakan untuk menilai dan menetapkan otentisitas ucapan-ucapan Yesus: apakah suatu ucapan itu berasal dari Yesus, atau bukan. Nah, kalau "Palestinian, contextual criterion" dan "distinctiveness/ dissimilarity criterion" digunakan, maka Matius 28:18-20 harus dipandang bukan dari Yesus, tetapi suatu produk gereja perdana di luar tanah Palestina.


PDT. BUDI ASALI : Tanggapan saya:
Go to hell dengan ilmu liberal anda. Saya sudah menunjukkan bahwa Mat 28:18 secara menyolok mengatakan bahwa Yesuslah yang mengatakan hal itu. Kalau anda tak mempercayai ini, mengapa tak anda gunting saja Mat 28:18 dari Kitab Suci anda, dan ganti dengan Ioanes 28:18?


IOANES RAKHMAT : Nah, kalau Matius 28:18-20 anda tempatkan dalam konteks zaman gereja sesudah Yesus, tidak muncul persoalan-persoalan di atas.Dalam sejarah yang memang terjadi adalah: Yesus menanam kerajaan Allah di Paletstina; orang-orang Kristen perdana (hingga kini) menanam gereja di mana-mana, di luar Palestina. Salah satu pendorongnya adalah kebutuhan ekonomi.


PDT. BUDI ASALI : Tanggapan saya:
Apa dasarnya? Ini pasti dari Kitab Ioanes juga, bukan?


IOANES RAKHMAT : Anda pasti sudah tahu, amanat misioner proselitis bukan hanya ada di dalam kekristenan. Semua agama memilikinya, dan mendorong umatnya melaksanakannya. Misi ekspansionistik Matius 28 tidak bisa anda jadikan alasan untuk mengklaim bahwa, karena ada amanat itu, maka Yesus satu-satunya jalan. Logika semacam ini menggelikan hati. Tidak terpelajar.


PDT. BUDI ASALI : Tanggapan saya:
1) Saya punya banyak dasar bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan kesurga, dan ini hanya salah satu Di antaranya. Mengapa yang lain tak ditanggapi? Dan kalau yang ini dianggap salah, bukankah menjadi bertentangan dengan yang lain?

2) Anda menganggap bahwa alasan penginjilan adalah kebutuhan ekonomi dan sebagainya. Saya berpendapat bahwa Kitab Suci / Yesus menyuruh memberitakan Injil untuk menyelamatkan orang-orang yang belum percaya.

3) Saya sudah katakan bahwa kebenaran bisa menjadi bau kematian magi orang-orang yang akan binasa. Silahkan merasa geli, emangnya gua pikirin?

4) Tidak terpelajar? Lucu sekali! Saya akan berikan 2 hal sebagai jawaban atas kata-kata anda ini:

a) Petrus mengucapkan Kis 4:12 yang menunjukkan Yesus sebagai satu-satunya jalan kesurga.
Kis 4:12 - “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.’”. Anda tahu hebatnya? Kis 4:13nya menyatakan dia (dan Yohanes) sebagai orang-orang yang TIDAK TERPELAJAR!
Kis 4:13 - “Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang TIDAK TERPELAJAR, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus”. Saya rela dianggap sebagai ‘tidak terpelajar’ selama dalam hal pandangan saya sekelompok dengan rasul-rasul itu, dari pada dianggap kaum intelek, tetapi mempunyai pandangan sesat seperti anda!

b) Pernah membaca 1Kor 1:18-31?
1Kor 1:18-31 - “(18) Sebab PEMBERITAAN TENTANG SALIB MEMANG ADALAH KEBODOHAN BAGI MEREKA YANG AKAN BINASA, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. (19) Karena ada tertulis: ‘Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang- orang bijak akan Kulenyapkan.’ (20) Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? (21) Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka ALLAH BERKENAN MENYELAMATKAN MEREKA YANG PERCAYA OLEH KEBODOHAN PEMBERITAAN INJIL. (22) Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, (23) tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan UNTUK ORANG-ORANG BUKAN YAHUDI SUATU KEBODOHAN, (24) tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik rang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. (25) Sebab YANG BODOH DARI ALLAH LEBIH BESAR HIKMATNYA DARI PADA MANUSIA dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia. (26) Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. (27) Tetapi APA YANG BODOH BAGI DUNIA, DIPILIH ALLAH UNTUK MEMALUKAN ORANG-ORANG YANG BERHIKMAT, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, (28) dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, (29) supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. (30) Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. (31) Karena itu seperti ada tertulis: ‘Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.’”.


IOANES RAKHMAT : Budi Asali :
Argumentasi anda menggelikan. Kalau sebelum kematianNya Yesus tidak pernah memerintah seperti itu, apakah dasarnya sehingga tidak mungkin bahwa setelah kebangkitanNya Ia memerintahkan seperti itu? Dalam Yoh 16:12 Yesus mengatakan: “Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya”. Jadi, apanya yang aneh kalau belakangan Ia mengajarkan apa yang belum pernah Ia ajarkan? Juga bagaimana dengan kata-kata Yesus dalam Yoh 13:34-35 - “(34) Aku memberikan PERINTAH BARU kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. (35) Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKu, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.’”. Karena ini adalah perintah baru, pasti tidak mungkin Yesus memberikannya; begitukah?

IR : Mr. Budi Asali menulis: "Argumentasi anda menggelikan. Kalau sebelum kematianNya Yesus tidak pernah memerintah seperti itu, apakah dasarnya sehingga tidak mungkin bahwa setelah kebangkitanNya Ia memerintahkan seperti itu? ..."

Nah, ini lagi salah satu pokok mendasar yang membedakan pemahaman saya dari pemahaman anda, yakni tentang Yesus-yang-sudah-dibangkitkan, the resurrected Jesus.

Bagi anda, Yesus-yang-bangkit itu berdaging, berkulit, bertulang dan berotot, dan berjalan-jalan ke sana ke mari, berpindah dalam jasadnya dari satu tempat ke tempat lain, menembus tembok, mampir di sana sini tanpa diundang, makan dan minum, lalu kenyang sehingga perlu buang air, dan tentu perlu pipis di tepi danau, dan seterusnya. Lalu, ia membuka mulut, mengajar lagi kepada para murid, dan suaranya, kalau ada tape recorder, bisa direkam, dan, kalau ada video camera digital, gerak-geriknya bisa difilmkan.

Bagi saya, Yesus-yang-bangkit bukan seperti itu. Begitu Yesus-yang-bangkit dipahami seperti anda memahaminya (bodily/physically resurrected Jesus), bahwa ia makan dan minum sebagaimana layaknya manusia yang bertubuh, maka akibatnya sangat parah pada keyakinan lain, keyakinan tentang kenaikan Yesus ke sorga, misalnya. Mengapa? Begitu organ pencernaan Yesus-yang-bangkit ini aktif bekerja mengolah makanan dan minuman yang masuk ke perutnya, lalu sistem peredaran darahnya bekerja mengedarkan sari zat-zat makanan ke seluruh tubuhnya untuk menghasilkan tenaga, maka .... fungsi organ pencernaan dan peredaran darah serta metabolisme tubuhnya ini akan terus berfungsi, tidak bisa dihentikan. Ini berarti Yesus-yang-bangkit itu perlu terus makan dan minum barang-barang duniawi (roti, ikan, air, antara lain). Nah, Yesus-yang-bangkit ini sekarang sudah naik ke sorga. Nah, siapakah di sorga yang akan menyediakan makanan dan minuman duniawi untuk Yesus sorgawi, supaya ia tidak terkena penyakit maag? Lalu, kalau malaikat Budi Asali ditugaskan untuk memperlengkapi dapur sorgawi demi Yesus, maka dimanakah malaikat ini harus membeli barang-barang duniawi itu (ikan, air, MacDonald BigMac)? Lalu, Tuhan Allah, Bapa Yesus, akan memanggil tukang batu dan tukang bangunan dari mana untuk membangun WC/toilet sorgawi untuk Yesus yang kenyang? Dan, Allah sang Bapa, risau, dari mana ia harus mendatangkan dokter ahli bedah plastik ke sorga untuk membuat kulit Yesus jangan berkeriput, menua dan akhirnya kering? Yesus sekarang di sorga sudah 2000 tahun lamanya; nah, kalau kulit-kulit tubuh dan daging serta otot-ototnya masih segar dan muda terus, pastilah dokter bedah plastik yang menangani Yesus di sorga itu sangat hebat dan diperlengkapi dengan teknologi sangat canggih, di samping tentu saja sudah tersedia obat-obatan hebat untuk hidup kekal, obat-obat anti-penuaan, di lemari obat sorgawi. Dst. dst. Nah, jadi absurd, bukan?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar