Selasa, November 03, 2015

PENGAKUAN IMAN RASULI?

Asal-usul Pengakuan Iman
Namanya Pengakuan Iman Rasuli, tetapi sesungguhnya Rasul-rasul tidak pernah duduk bersama membuat pengakuan iman tersebut. Pengakuan iman yang tercatat paling awal ialah the Interrogatory Creed of Hippolytus (c. 215 AD);
Do you believe in God the Father All Governing? Do you believe in Christ Jesus, the Son of God, Who was begotten by the Holy Spirit from the Virgin Mary, Who was crucified under Pontius Pilate, and died (and was buried) and rose the third day living from the dead, and ascended into the heavens, and sat down on the right hand of the Father, and will come to judge the living and the dead? Do you believe in the Holy Spirit, in the holy Church and in the resurrection of the body?

Kemudian terjadi pengembangan yang ditemukan di the Creed of Marcellus (340 AD); Pembaca perlu perhatikan tahunnya, ini sesudah Konstantin menjadi kaisar dan telah mengawinkan gereja dengan negara, namun masih sangat awal. Dalam pengakuan berikut ini belum ada kata Catholic.
I believe in God, All Governing; And in Christ Jesus His only begotten Son, our Lord, Who was begotten of the Holy Spirit and the Virgin Mary, Who was crucified under Pontius Pilate and buried, Who rose from the dead on the third day, ascending to the heavens and taking His seat at the Father's right hand, whence He shall come to judge both the living and the dead;
And I believe in the Holy Spirit, the holy Church, the forgiveness of sins, the resurrection of the body, life everlasting.

Juga ditemukan pengakuan iman the Creed of Rufinus (c. 404 AD); Dan perhatikan bahwa sampai tahun 404 AD masih belum ada kata Catholic di dalam pengakuan iman saat itu.
I believe in God the Father almighty, invisible and impassable; And in Christ Jesus, His only Son, our Lord, Who was born by the Holy Spirit from Mary the Virgin, crucified under Pontius Pilate and buried. He descended to hell. On the third day He rose again from the dead, He ascended to heaven, where He sits at the Father's right hand and from whence He will come to judge both living and dead; And I believe in the Holy Spirit, the holy Church, the forgiveness of sins, the resurrection of this flesh.

Ternyata pada tahun 700 AD pengakuan iman yang sering dibacakan atau dihafalkan di berbagai gereja baru ada penambahan kata Catholic atau Am.
I believe in God the Father Almighty, creator of heaven and earth.I believe in Jesus Christ, his only Son, our Lord.He was conceived by the power of the Holy Spirit and born of the Virgin Mary. He suffered under Pontius Pilate, was crucified, died and was buried. He descended to the dead.
On the third day he rose again. He ascended into heaven, and is seated at the right hand of the Father. He will come again to judge the living and the dead. I believe in the Holy Spirit, the holy catholic Church, the communion of saints, the forgiveness of sins, the resurrection of the body, and life everlasting. Amen [Sumber:http://www.catholicapologetics.org/ap020300.htm.]

Tali Penambat
Kalau mobil tidak membutuhkan tali penambat, sedangkan kapal memerlukannya karena jika tidak, kapal atau perahu akan terhanyut arus. Ayam, anjing dan binatang piaraan lain memerlukan tali penambat. Ketika Martin Luther protes keras, ia akan dijebak dengan ajakan untuk berdebat, namun teman-temannya menculik dia dan membawanya ke sebuah puri. Di situ ia menerjemahkan Alkitab ke bahasa Jerman, dan diterbitkan pada tahun 1519. Dan dalam Alkitab bahasa Jerman pertama yang Luther terjemahkan, ia memakai kata selam untuk upacara pembaptisan. Tetapi kemudian karena tekanan politik dan penyatuan gereja dengan negara, maka pembaptisan bayi dilaksanakan sehingga diubah menjadi baptisan percik.

Melihat itu Gereja Roma Katolik pasti tersenyum karena ia melihat “ayam”nya tidak akan lari ke mana-mana, karena kakinya tertambat. Walaupun agak galak, karena Luther berseru-seru bahwa Paus itu Lucifer, anti-Kristus, namun kakinya tertambat. Dia tidak bisa lari terlalu jauh. Senyuman mereka lebih lebar lagi ketika mereka mendengar di gereja-gereja Prostestannya Luther, dan Reformednya Calvin, ada acara menghafal, di tiap-tiap kebaktian mereka bahwa mereka percaya gereja yang benar dan yang kudus itu adalah gereja Katolik, atau yang Am.

Kedengaran aneh, tetapi nyata bahwa di satu sisi mulut mereka berseru-seru bahwa gereja Katolik itu sesat, dan Paus itu anti-Kristus, tetapi di sisi mulut yang lain mereka mengaku bahwa gereja Katolik itu gereja yang kudus dan yang benar.
Saking lugu dan naifnya mereka, bahkan yang sudah menjadi Gembala bertahun-tahun masih tidak mengerti bahwa kata Am itu dalam bahasa Inggrisnya adalah catholic. Memang, sesungguhnya yang menyesatkan itu adalah judulnya yaitu Pengakuan Iman Rasuli. Dengan kata Rasuli maka semua mereka yakin bahwa ini adalah hasil produksi para Rasul.

Seorang istri Gembala pernah menelpon saya untuk konfirmasi tentang berita yang didengarnya bahwa saya tidak setuju dengan Pengakuan Iman Rasuli, dan dia menanggapi hal itu serius sekali seolah-olah saya sudah keluar dari imannya para Rasul. Saya katakan kepadanya bahwa hal-hal yang lain tidak ada yang salah kecuali bahwa saya tidak percaya pada gereja yang Am. Hal yang sangat mengherankan saya lagi, seorang Gembala mendefinisikan sendiri kata Am itu, katanya, itu maksudnya gereja yang sungguh benar, yang Am. Saya berusaha menjelaskan kepadanya bahwa kita tidak bisa membuat definisi kita sendiri atas kata-kata yang dipakai secara umum. Kita tidak bisa mendefinisikan bahwa yang berenang di danau itu bukan bebek tetapi ayam, karena semua orang tahu bahwa itu bebek.

Pengakuan iman ini, karena pakai nama Rasuli, maka tidak heran dia diadopsi oleh hampir semua gereja Injil, Pentakosta, Kharismatik dll. Karena sudah diterima secara umum maka mereka siap mengganyang siapapun yang mencoba-coba menentang Pengakuan Iman Rasuli tanpa mau berpikir untuk mencari kebenaran.

Kembali Ke Gereja Katolik 
Jadi, pembaca yang berhikmat, apakah yang perlu kita herankan kalau gereja yang hampir setiap minggu mengajak anggota jemaatnya menghafal bahwa gereja yang benar adalah yang kudus dan yang Katolik/Am, jika mereka merindukan suatu hari mereka kembali ke Katolik, dan bisa mencium tangan Paus Fransiskus?

Gereja Roma Katolik akan santai saja, toh suatu hari mereka akan bergabung kembali. Lihatlah, kaki mereka masih tertambat kok. Mereka tidak akan lari terlalu jauh. Sekalipun mereka berpikir keras, sejauh mereka tidak berani melangkah memutuskan segala hal yang salah dari doktrin dan sistem gereja mereka, maka mereka masih tertambat. Mereka akan ditarik mendekat kembali ke Gereja Roma Katolik. Itu pasti dan sedang dalam proses.***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar