Sabtu, Januari 30, 2010

Berita Mingguan 23 Januari 2010

PRESBYTERIAN-PRESBYTERIAN YANG SESAT TIDAK PERCAYA YESUS SATU-SATUNYA JALAN KESELAMATAN
Sebuah survei baru telah menemukan bahwa hanya sepertia gembala sidang di Gereja Presbyterian USA percaya bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan. Ketika diperhadapkan dengan pernyataan "hanya pengikut Yesus Kristus yang dapat diselamatkan, " hanya 35% gembala sidang dan 39% anggota jemaat yang setuju (Christian Post, 13 Jan. 2010). Survei ini, yaitu "Religious and Demographic Profile of Presbyterians" dilakukan oleh denominasi itu sendiri. Ini adalah bukti kesesatan yang sangat parah. Seharusnya tidak ada satu pun gembala sidang atau anggota jemaat yang meragukan pernyataan yang sangat sederhana tersebut. Di satu sisi, kesesatan seperti ini sungguh mengecewakan, namun ini juga adalah bukti kebenaran Alkitab (yang sudah memprediksikan kesesatan seperti ini) dan mengingatkan kita bahwa waktunya sudah singkat dan Yesus segera datang kembali! "Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng" (2 Tim. 4:3-4).

PERHIASAN NEANDERTHAL
Fosil-fosil Neanderthal telah sejak lama dipakai untuk mendukung mitos evolusi, tetapi sebuah penemuan baru seharusnya mengubur dalam-dalam pandangan bahwa para Neanderthal adalah makhluk-makhluk di bawah manusia yang bodoh. Kerang-kerang yang diberi cat dan dilubangi telah ditemukan di situs-situs Neanderthal di Spanyol selatan. Perhiasan tersebut, yang kemungkinan dipakai di leher Neanderthal, mengandung warna merah, kuning, oranye, dan hitam, yang dibuat dari "resep-resep yang kompleks." Ekspedisi tersebut, yang dipimpin oleh Profesor Joao Zilhao dari Bristol University di Inggris, menyimpulkan bahwa penemuan ini menguburkan "pandangan bahwa Neanderthal itu bodoh" ("Neanderthal 'Make-up' Containers," BBC News, 9 Jan. 2010).

Beberapa dari kerang-kerang itu juga sepertinya adalah kontainer untuk make-up. Sebuah editorial di koran The Guardian mengatakan, "Sepertinya kita semua telah bersalah merusak reputasi manusia Neanderthal" ("In Praise of … Neanderthal Man," 13 Jan. 2010). Ini adalah pernyataan yang hanya mengungkapkan sedikit kebenaran. Setelah penemuan tahun 1908 akan sebuah kerangka tulang Neanderthal yang hampir komplit di La Chapell-aux- Saints di Perancis, paleontologis Perancis, Marcellin Boule, mendeklarasikannya sebagai Homo neanderthalensis, yang katanya adalah nenek moyang manusia modern. Boule melaporkan ke Academy of Sciences bahwa Neanderthal mirip kera dalam banyak karakteristik, termasuk tengkorak dan "ibu jari yang berbeda." Ia percaya bahwa Neanderthal tidak berjalan tegak lurus tetapi seperti kera dengan lutut yang dibengkokkan. Juga ditenggarai bahwa manusia Neanderthal tidak dapat berbicara, hanya mengeluarkan bunyi-bunyi geraman. Pada tahun 1930, Frederick Blaschke membuat model sebuah keluarga Neanderthal dalam setting sebuah gua, berdasarkan interpretasi Boule. Mereka digambarkan bungkuk, setengah berpakaian, sambil menggenggam tulang belulang, dan memiliki ekspresi yang sangat tidak intelijen. Model ini dipasang sebagai displai permanen di Field Museum of Natural History di Chicago dan telah diperbanyak di buku-buku teks, ensiklopedi, jurnal, majalah-majalah populer, koran-koran, dan museum-museum yang tak terhitung lagi jumlahnya. Pada tahun 1919, H.G.Wells menulis, "[Neanderthal] , memang, bukanlah sepenuhnya manusia" (The Outline of History). Ini adalah mitos yang merajalela selama lebih dari setengah abad dan yang disebarkan ke ujung dunia oleh mesin propaganda evolusi. Baru-baru ini mulai diakui bahwa para Neanderthal membuat berbagai perkakas dan senjata, menguburkan anggota mereka yang meninggal, memakai api, membangun tempat berteduh yang kompleks, menguliti binatang, membuat alat-alat musik, berbicara, dan meninggalkan berbagai bukti lainnya bahwa mereka adalah manusia "sejati." Seharusnya sudah jelas dari semulabahwa mereka ini bukanlah manusia-kera yang bodoh, karena bahkan di awal abad ke-20 sekalipun ada banyak suku-suku "zaman batu" yang hidup dan mirip Neanderthal dalam potongannya dan struktur tengkoraknya, tetapi yang jelas adalah manusia sepenuhnya. Faktanya, para paleoanthropologis yang terlibat telah dibutakan oleh semangat evolusi mereka. Mereka melihat apa yang mereka ingin lihat.

PAUS MENGATAKAN BAHWA TUJUAN AKHIR DARI EKUMENISME ADALAH AGAR ORANG-ORANG PROTESTAN BERGABUNG DENGAN ROMA
Dalam mempertahankan keputusannya baru-baru ini untuk mempercepat dan mempermudah proses bergabungnya Anglikan dengan Gereja Roma Katolik, Paus Benediktus XVI mengatakan bahwa memang inilah, "tujuan akhir" dari ekumenisme. Ia memberitahu Jemaat Doktrin Iman Vatikan (Vatican's Congregation of the Doctrine of the Faith, yang dulunya bernama Kantor Inkuisisi) bahwa tujuannya adalah untuk membawa "persekutuan yang penuh dan terlihat" kepada semua orang Kristen ("Pope Defends Invitation to Anglicans," AP via Richmond Times-Dispatch, 15 Jan. 2010). "Persekutuan yang terlihat" ini tentunya adalah suatu persekutuan dengan paus sebagai pemimpinnya! Bahwa "saudara-saudara yang terpisah" senantiasa kaget ketika mendengar Roma mengatakan Paus adalah Pemimpin Tertinggi, justru mengagetkan saya. Gereja Roma Katolik tidak pernah mundur dari klaim mereka akan kepemimpinan dan supremasi. Konsili Vatikan Kedua menyatakan, "satu-satunya Gereja Kristus....berdiam dalam Gereja Katolik, yang diperintah oleh para pengganti Petrus dan para uskup yang bersekutu dengan dia" (Dogmatic Constitution on the Church, pasal 1, 8, hal. 329), dan "hanyalah melalui Gereja Kristus yang Katolik....kepenuha n keselamatan dapat diperoleh" (Decree on Ecumenism, pasal 1, 3, hal. 415), dan "Paus Roma, karena jabatannya sebagai Pengganti Kristus....memiliki kuasa yang penuh, supreme, dan universal atas seluruh Gereja, kuasa yang dapat ia pakai tanpa halangan" (Dogmatic Constitution on the Church, pasal 3, 22, hal. 344). Bagian mana dari "penuh" dan "supreme" dan "universal" yang tidak dimengerti oleh para pendukung ekumenisme yang mudah dibohongi?

SOUTHERN BAPTIS MENGGUNAKAN PENDEKATAN "EMERGING" UNTUK PENGINJILAN MUSLIM
Misionari Southern Baptist, Kevin Greeson, mengatakan bahwa cara untuk menjangkau Muslim adalah untuk mengendap-endap mendekati mereka menggunakan Quran, bukan Alkitab, dan untuk tidak menonjolkan gereja. Ini disebut sebagai "metode unta." Greeson mengatakan, "Generasi kita tidak dapat puas atau senang dengan memenangkan satu orang yang terhilang kepada Kristus. Ada begitu banyak orang yang terhilang, kita tidak bisa senang dengan situasi tersebut" ("Use the Quran," Baptist Standar, 31 Des. 2009). Orang percaya manapun yang sibuk mengabarkan Injil tentu mau melihat banyak orang diselamatkan daripada sedikit, tetapi faktanya adalah, Yesus mengajarkan jalan menuju kebinasaan adalah lebar (Matius 7:13-14). [EDITOR: Artinya memang banyak orang akan binasa] Greeson mengklaim bahwa ribuan orang Islam bertobat di semenanjung Arab dan di Iran, Pakistan, India, Bangladesh, dan Indonesia. Karena Muslim tidak menerima otoritas Alkitab, "mengutip Alkitab adalah percuma," kita diberitahu, dan kuncinya adalah menggunakan Quran (walaupun kitab ini menyampaikan Kristus yang palsu). Metode Unta "tidak mengajar atau berkhotbah" dan menghindari mengajak para "petobat" ke gereja. Ia mengatakan, "Ketika kamu menemukan seseorang yang pendamai, jangan membuat dia bergabung dengan gerejamu, sisir rambutnya dengan cara yang berbeda dan buat dia menyukaimu. Jangan mencoba membersihkan mereka." Tetapi Yesus memerintahkan kita untuk mengajari para petobat "melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu" (Mat. 28:18-20). Dan kita diajari dalam Firman Allah bahwa gereja adalah tiang penopang dan dasar kebenaran dan diperingatkan untuk tidak mengabaikannya (1 Tim. 3:15; Ibr. 10:25). Referensi Greeson tentang "seorang yang pendamai" berasal langsung dari program P.E.A.C.E.-nya Rick Warren. Warren mengatakan, "Ketika kamu menemukan orang pendamai, jika dia terbuka dan rela bekerja dengan anda, anda memberkati dia dan memulai pekerjaan anda dari sana....Orang pendamai ini terbuka dan berpengaruh. ..Orang pendamai ini tidak harus adalah seorang Kristen yang percaya. Bisa jadi seorang Muslim. Bisa jadi Yahudi" (wawancara Warren dengan Charlie Rose, 17 Agus. 2006). Pendekatan Warren yang ekumenikal dilarang dalam Kitab Suci (misal Roma 16:17; 2 Kor. 6:14-18). Kita diperintahkan untuk memberitakan Injil, dan Injil adalah kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus "sesuai dengan kitab suci" (1 Korintus 15:3-4). Kitab Suci adalah Firman Allah yang berkuasa dan menghidupkan yang "bekerja" entah seseorang itu menerima otoritasnya atau tidak. Iblis tidak menerima otoritasnya, tetapi Tuhan Yesus tetap saja mengutip dari Kitab Suci! Para Rasul tidak mencoba untuk mengendap-endap dengan Injil kepada seseorang dengan cara memberikan kesan palsu bahwa agamanya yang palsu mengajarkan kebenaran. Mereka tidak mencoba untuk memulai "gerakan umat" yang menakjubkan dengan cara mengumpulkan "orang-orang pendamai" yang setengah bertobat, setengah murid, dan yang tidak bergereja. Denominasi Southern Baptist sedang bergerak terus ke arah emerging church, dan banyak Baptis independen yang sedemikian buta dan tidak peduli, dan takjub dengan "sukses" sehingga mereka bersekutu dengan kesesatan ini.

Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar