Sabtu, Januari 09, 2010

Berita Mingguan 09 Januari 2009

TELEVISI ADALAH LERENG YANG LICIN
Televisi adalah lereng yang licin. Ia semakin lama semakin memburuk, dan mayoritas rumah tangga Kristen sedang menyerah takluk kepada lagu godaan Hollywood. Seperti katak yang berada dalam kuali yang memanas perlahan, umat Allah yang tidak peduli tentang separasi dari kebobrokan Hollywood telah menjadi tidak sensitif lagi terhadapnya. Seorang teman misionari sedang makan bersama seorang gembala sidang Baptis fundamental dan istrinya beberapa tahun lalu ketika topik mengenai film Titanic (rating PG-13) muncul. Ketika misionari itu menyatakan pendapatnya bahwa film itu fasik, istri gembala sidang itu mengatakan bahwa mereka telah menonton film itu dan menikmatinya. Misionari itu bertanya apa pikiran mereka tentang ketelanjangan yang ada di film tersebut, dan istri gembala itu mengatakan bahwa itu dilakukan "dengan cita rasa tinggi." Ini menggambarkan betapa duniawinya banyak gereja Baptis fundamental (EDITOR: Apalagi gereja-gereja lain). Jika gembala-gembala sidang dan istri-istri mereka menikmati sebuah film yang menonjolkan hubungan sebelum pernikahan dan ketelanjangan, apa yang kira-kira ditonton oleh anggota gereja biasa! Alkitab mengatakan bahwa gembala sidang harus menjadi contoh bagi kawanan domba (1 Pet. 5:3). Celakalah khalayak ramai gembala sidang dan diaken dan guru-guru sekolah minggu yang nyaman dengan limbah sampah Hollywood dan yang tidak mengajari umat mereka takut akan Allah dan separasi dari dunia ini.

CAMPING MENETAPKAN TANGGAL LAIN LAGI BAGI KEDATANGAN KEDUA YESUS KRISTUS
Harold Camping, seorang yang sangat kebingungan dan pemimpin dari Family Radio Network, mengklaim bahwa Kristus akan kembali lagi tanggal 21 Mei 2011. Ini adalah kali kedua Camping membuat sebuah prediksi gila. Di dekade sebelumnya ia memprediksikan bahwa Kristus akan kembali lagi tanggal 6 September 1994, dan saya tidak perlu memberitahu anda bahwa hal itu tidak terjadi. Anda tentunya berpikir bahwa kesalahan kelas kakap seperti ini akan menghentikan karir bernubuat dan mengajarnya, tetapi di zaman penuh kesesatan ini, ada cukup banyak orang-orang naif yang tidak mengerti Alkitab yang siap mendukung penyesat-penyesat seperti ini.

Kesesatan Camping didengar di 55 stasiun radio di Amerika dan melalui gelombang pendek ke negara-negara seberang lautan, dan program dia diterjemahkan ke dalam 48 bahasa. Camping percaya bahwa zaman gereja telah berakhir tahun 1988, dan bahwa Allah telah beralih dari gereja-gereja (sebagai tiang penopang dasar kebenaran) ke Family Radio (radionya Camping) sebagai caraNya menyebarkan Injil. Para pengikutnya bertemu di rumah-rumah untuk mendengarkan khotbah-khotbah Camping. Tidak ada pembaptisan, tidak ada Perjamuan Tuhan, tidak ada gembala sidang. Di akhir tahun 2001, Jim Barker, Gembala Sidang Baptis dari Elmont, New York, dicekal dari menyampaikan khotbah tentang gereja di radio WFME yang siaran dari West Orange, New Jersey. Walaupun ia telah berkhotbah di stasiun radio itu banyak tahun, ia diberitahu bahwa ia tidak boleh lagi menyatakan dirinya seorang gembala sidang atau menyinggung tentang gereja. Barker memberi peringatan, "Camping mengatakan bahwa orang berdosa tidak dapat lagi diselamatkan di gereja-gereja dan jika orang-orang Kristen menentang dia dan terus menghadiri kebaktian-kebaktian gereja maka anak-anak mereka tidak dapat diselamatkan. " Camping juga percaya "pemilihan berkedaulatan, " bahwa kamu hanya dapat berharap bahwa kamu telah dipilih dan bahwa "seorang bayi dapat diselamatkan semudah seorang dewasa" (Time Has an End: A Biblical History of the World, 2005, hal. 17). Mengenai pertanyaan paling penting dalam hidup ini, "Apa yang harus ku lakukan agar selamat?" Camping menjawab, "Kamu tidak dapat melakukan apa-apa." Puji syukur Alkitab telah menjawab pertanyaan itu, dan jawabannya adalah "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus" (Kis. 16:31). Mengenai kedatangan Yesus, tidak ada keraguan sedikit pun bahwa Ia akan datang kembali, tetapi kita tidak tahu kapan. Kita hanya tahu bahwa bisa terjadi kapan saja. Kita diinstruksikan untuk menantikan Dia setiap waktu. Namun satu hal yang kita tahu dengan pasti, yaitu bahwa Yesus TIDAK akan kembali tanggal 21 Mei 2011, karena Yesus berkata, "Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya" (Mat. 25:13).

ORANG-ORANG YAHUDI MENGHALANGI KESELAMATAN ORANG-ORANG NON-YAHUDI
Berikut ini dari Hughie Seaborn, salah satu teman kami dari Australia -- "Dalam renungan Alkitab saya pagi ini saya sedang membaca dari 1 Tesalonika dan sampai pada ayat ke-16 dari pasal 2, dan bertanya-tanya bagaimana mungkin Paulus mempersalahkan orang-orang Yahudi mengenai banyaknya jumlah bangsa-bangsa non-Yahudi yang belum selamat. Jika Kalvinisme benar, bagaimana mungkin orang-orang Yahudi ini dapat menggagalkan Allah untuk menyelamatkan orang non-Yahudi manapun jika ia memang orang pilihan? Saya telah membaca ayat ini banyak kali sejak saya sadar akan ketidakkonsistenan Kalvinisme, tetapi barulah pagi ini untuk pertama kalinya saya ingat ayat 16 berbicara kepada saya secara spesifik untuk menggugurkan poin I dari "TULIP." Jelas sekali, Rasul Paulus berpikiran bahwa bisa saja orang yang tadinya dapat (mungkin) diselamatkan (jika diberi kesempatan untuk mendengarkan berita keselamatan) , menjadi tidak selamat jika berita itu dengan suatu cara tidak sampai kepada pendengaran mereka. Juga sangat jelas, Paulus sama sekali tidak memiliki konsep bahwa orang-orang secara "irresistible" (tidak dapat ditolak) dilahirbarukan dan diberikan iman sebelum ia mendengar dan percaya kepada Injil. 1 Tesalonika 2:14-16 berbunyi, "Sebab kamu, saudara-saudara, telah menjadi penurut jemaat-jemaat Allah di Yudea, jemaat-jemaat di dalam Kristus Yesus, karena kamu juga telah menderita dari teman-teman sebangsamu segala sesuatu yang mereka derita dari orang-orang Yahudi. Bahkan orang-orang Yahudi itu telah membunuh Tuhan Yesus dan para nabi dan telah menganiaya kami. Apa yang berkenan kepada Allah tidak mereka pedulikan dan semua manusia mereka musuhi, karena mereka mau menghalang-halangi kami memberitakan firman kepada bangsa-bangsa lain untuk keselamatan mereka. Demikianlah mereka terus-menerus menambah dosa mereka sampai genap jumlahnya dan sekarang murka telah menimpa mereka sepenuh-penuhnya. "

PARA ILMUWAN BELAJAR KEAHLIAN TEKNIK TINGKAT TINGGI DARI LEBAH
Ilmuwan-ilmuwan yang mempelajari kemampuan lebah yang luar biasa untuk mendarat, mendapatkan pelajaran-pelajaran yang dapat membantu para ahli teknik mendesain pesawat otomatis generasi baru. Lebah, yang tidak pernah masuk sekolah penerbangan dan yang memiliki otak kecil berukuran biji sesawi, dapat melakukan berbagai manuver yang kompleks, mendarat dengan mulus dan tanpa salah di berbagai jenis permukaan mulai dari yang vertikal hingga yang terbalik. Lebah menunggu hingga ia tinggal sekitar setengah inci dari permukaan, kemudian ia langsung melakukan keajaiban pendaratan akrobatiknya yang dimulai dengan gerakan melayang-layang. Seorang ilmuwan neurologi di Queensland Brain Institute, di mana cara terbang lebah sedang dipelajari, mengobservasi demikian, "Ini adalah sesuatu yang tidak akan terpikir oleh seorang ahli teknik sambil ia duduk di kursi dan memikirkan bagaimana mendaratkan sebuah pesawat. Ini adalah sesuatu yang kita tidak akan pikirkan kecuali kita telah memperhatikan bagaimana lebah melakukan pendaratan" ("Why Bees Always Have a Safe Landing," MSNBC, 23 Des. 2009). Sebagai kesimpulan kami mengutip dari Andrew McIntosh, yang memiliki gelar Ph.D dalam teori kombustio dari Cranfield Institute of Technology dan D.Sc (Doctor of Science) dalam bidang Matematika dari Universitas Wales, "Tidaklah ilmiah untuk, di satu sisi berargumen bahwa Boeing 747 jelas didesain, semantara di sisi lain menolak sama sekali bahwa telah ada suatu desain dalam penerbangan burung elang, hummingbird, atau lebah, yang jauh lebih hebat. Pikiran-pikiran manusa modern dalam media sekuler mengedepankan suatu dualitas yang tidak ilmiah ketika mereka memuji-muji kompleksitas teknis dalam mesin-mesin buatan manusia, berbangga hati dalam kemajuan-kemajuan kreatif manusia, tetapi menggambarkan kompleksitas di dunia sekeliling kita (yang sering jauh lebih rumit dari pada mesin-mesin buatan manusia) sebagai akibat dari suatu eksperimen kosmik yang tidak direncanakan, tanpa seorang Pencipta" (In Six Days: Why Fifty Scientists Choose to Believe in Creation, diedit John Ashton, 2001, hal. 166).

Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar