Sabtu, April 11, 2009

PETA POLITIK INDONESIA: Blok S, M dan A

Bila tidak ada VISI, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.

Mengamati sekilas hasil sementara PEMILU LEGISLATIF dari KPU, tampaknya akan mulai terlihat adanya tiga Blok atau Kubu dalam Pencalonan Capres-Cawapres untuk PEMILU 9 Juli nanti. Dengan kemenangannya, SBY lewat Partai Demokrat yang mengantongi 20% suara lebih, dengan sedikit koalisi, siap mencalonkan kembali dengan segenap rasa percaya diri yang lebih tinggi karena suara yang besar dan melonjak 300%.

Di lain sisi, PDI Perjuangan yang siap mencalonkan Megawati tampaknya lebih sibuk untuk mulai mendekati parpol lain untuk berkoalisi seperti Golkar dan PPP juga pendekatan dengan Partai HANURA dan GERINDRA.

Akankah muncul blok alternatif? Melihat peta perpolitikan Indonesia saat ini, hal itu sangat tidak mustahil alias sangat dimungkinkan. Setidaknya melalui koalisi beberapa partai kecil dan menengah yang mencapai 25% dapat mencalonkan Capres-Cawapres Alternatif. Kubu ini mulai disebut kubu Alternatif atau Blok A.

Siapa kira-kira Capres-Cawapres dari Blok A ini? Sejumlah nama Capres bisa disebutkan mulai dari Rizal Ramli, Sri Sultan HB X, Prabowo Subianto, dll.

Mungkinkah ada 4 Capres-Cawapres? Menurut beberapa pengamat, bisa saja dan mungkin. Sekiranya benar ada 4 Capres-Cawapres, tampaknya PEMILU Presiden akan berlangsung 2 putaran dengan asumsi tidak ada yang mencapai 50%+1.

Mungkinkah GOLKAR kembali berkoalisi dengan Partai Demokrat? Who Body Knows? Dalam dunia politik dikenal istilah tidak ada Lawan Abadi. Perkembangan politik penuh dengan berbagai dinamika. A bisa berubah menjadi B dalam waktu singkat. Hal ini tampaknya sangat Tergantung pada analisis terhadap situasi& kondisi dari waktu ke waktu.

Apakah PKS akan merapat ke Demokrat? Tampaknya sangat besar kemungkinan itu, dan bukan hanya PKS, namun partai lain seperti PKB dan PAN kemungkinan besar akan berkoalisi dengan Demokrat.

Jika GOLKAR jadi berkoalisi dengan PDI Perjuangan, maka tampaknya GERINDRA dan HANURA punya kecenderungan lebih tinggi untuk bergabung alias berkoalisi dengan PDI Perjuangan, mengingat Prabowo Subianto dan Wiranto juga adalah kader GOLKAR pada PEMILU 2004.

Lamanya penantian penghitungan suara yang masuk ke KPU Pusat di Hotel Borobudur, membuat sebagian besar rakyat Indonesia perlu bersabar sekaligus gregetan dengan kinerja KPU dalam PEMILU LEGISLATIF dinilai sebagian besar pengamat dan masyarakat HAMPIR-HAMPIR SANGAT TIDAK MEMUASKAN dan disana-sini penuh dengan masalah dan ketidakberesan. Namun harapan bagi perbaikan kinerja KPU untuk PEMILU Presiden patut kita dengungkan. KPU dapat mengambil hikmah dibalik segala kekurangan dalam pelaksanaan PEMILU LEGISLATIF. Hal yang utama menurut penulis adalah Update atau pembaruan data dalam daftar DPT (daftar Pemilih Tetap) agar semakin banyak masyarakat yang mempunyai hak pilih yang tadinya Terpaksa GOLPUT di PEMILU LEGISLATIF karena tidak terdaftar sebagai DPT untuk berpartisipasi dalam PEMILU PRESIDEN.

Life must go on. Our Country must Exist. CHANGE or CONTINUITY? Lanjutkan atau Perubahan? Rakyat Indonesia, pilihan ada ditanganmu. INDONESIA MEMILIH !?????

Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.
Sebab itu siapa yang melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.
Sebab jika seseorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah engkau hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan engkau akan beroleh pujian darinya.
Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah kepadanya, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.
Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena murka Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar