Rabu, November 30, 2011

Berita Bulan NOVEMBER 2011

JOEL OSTEEN MERAYAKAN KARYA ALLAH DALAM HIDUP OPRAH WINFREY
(Berita Mingguan GITS 26 November 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Ketika Oprah Winfrey dan produser televisinya mengunjungi Gereja Lakewood di Houston pada tanggal 6 November, Gembala sidang Joel Osteen sangat bersemangat berkata, “Luar biasa menyambut kalian. Kami begitu terhormat kalian ada di sini, dan kami merayakan dan mendoakan kalian atas apa yang Allah lakukan dalam hidup kalian” (“Joel Osteen Welcomes Oprah,” Christian Post, 7 Nov. 2011). Tidak ada hal yang lebih baik lagi mengilustrasikan kesesatan dan kebutaan rohani Osteen. Dia adalah salah satu dari segunung guru-guru palsu yang digambarkan dalam 2 Timotius 4:3-4, yang mengajarkan apa yang ingin didengar oleh orang ramai, yaitu suatu kekristenan yang baru, dan merayakan keinginan mereka untuk hidup sesuai dengan hawa nafsu meeka sambil tetap berpikir bahwa mereka adalah orang Kristen. Buku Oprah pada tahun 2005, Live Your Best Life, menggambarkan filosofinya bahwa segala sesuatu itu satu dan manusia bersifat ilahi dan manusia dapat menciptakan realitanya sendiri. “Injil”-nya adalah bahwa manusia bukan pendosa, Allah bukan hakim, segala sesuatu baik-baik saja dalam alam semesta ini, dan saya hanya perlu mengikuti aliran. Ringkasnya, injil Oprah adalah injil AKU. Dia berkata, “Allah ingin kamu mengasihi dirimu sendiri. Dimulai dengan kamu.” Pada tahun 1998, Oprah menampilkan salah satu panel New Age-nya, yang terdiri dari Betty Eadie, Sophy Burnham, dan Dannion Brinkley. Oprah mengatakan: “…salah satu kesalahan terbesar yang manusia lakukan adalah percaya bahwa hanya ada satu jalan. Sebenarnya, ada banyak jalan yang berbeda menuju kepada apa yang disebut Allah.” Ketika seorang penonton tidak setuju, dan bersaksi bahwa dia percaya Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan menuju Allah, Winfrey menjadi marah dan berkata bahwa dia tidak percaya ada orang yang akan masuk neraka karena tidak percaya Yesus. Dia mengatakan dengan tegas, “TIDAK MUNGKIN HANYA ADA SATU JALAN.” Dalam program yang sama, Oprah mengatakan: “Saya dibesarkan sebagai seorang Baptis dan kami terlalu kaku mengenal hal-hal yang tradisional. Saya suatu ketika duduk di gereja dan mendengar bahwa Allah adalah Allah yang cemburu. Saya bertanya ‘Mengapa? Yang benar saja!’ …Saya percaya pada KUASA – saya menyebutnya Allah” (“The Gospel according to Oprah,” Vantage Point, Juli 1998). Oprah menyembah ilah yang disembah oleh kebanyakan manusia hari ini, yaitu ilah yang tidak menghakimi gaya The Shack.
ROH SEGAR KETERBUKAAN EKUMENE DIPUJI OLEH WCC DAN KATOLIK
Perwakilan-perwakilan dari World Council of Churches (WCC) dan Gereja Roma Katolik, baru-baru ini memuji “roh segar keterbukaan ekumene” (“Fresh Spirit,” Oikoumene.org, 5 Nov. 2011). Bertemu di Malta, Joint Working Group tersebut sangat senang dengan kerjasama ekumenis yang mereka rasakan dalam pertemuan dengan perwakilan dari Gereja Roma Katolik, Gereja Skotlandia, dan Gereja Inggris. Presiden Malta, Georga Abela, juga menyambut grup tersebut dan memuji ekumenisma baru yang dapat mengajar “masyarakat bahwa persatuan dalam keragaman adalah hal yang mungkin.” Objektif dari Joint Working Group adalah “menuju persatuan yang kelihatan,” yang pada akhirnya akan membawa semua denominasi dan agama ke bawah semacam payung ekumene. Tanpa diketahui oleh orang-orang ini, persatuan yang mereka cari sudah digambarkan dalam Wahyu 17. WCC dan Roma Katolik bekerja bergandengan tangan dengan PBB untuk menciptakan suatu globalisme new age. Pada tahun 1955, Alice Bailey, seorang praktikus okult, menulis: “Di dalam PBB ada benih suatu kelompok hebat yang bersifat internasional, meditatif, dan reflektif – suatu kelompok orang-orang yang berpikir dan terpelajar, yang memegang takdir manusia dalam tangan mereka” (Discipleship in the New Age, hal 220). Dia menubuatkan lebih lanjut lagi bahwa “tujuan dan usaha PBB yang tertera pada akhirnya akan tercapai dan suatu gereja Allah yang baru, terkumpul dari semua agama dan kelompok spiritual, akan bersatu untuk mengakhiri kesesatan besar keterpisahan” (The Destiny of the Nations, hal. 152). Organisasi Lucis Trust dan World Goodwill milik Bailey memiliki status NGO di PBB. Dalam buku The New Age Tower of Babel, kami telah mendokumentasikan fakta bahwa PBB adalah sarangnya mistikisme New Age sekaligus peran yang dimainkan oleh WCC dan Roma Katolik.
YESUS KRISTUS DILARANG DARI SMS DI PAKISTAN
Berikut ini disadur dari The Christian Post, 18 Nov. 2011: “Otoritas Telekomunikasi Pakistan (OTP / Pakistan Telecommunication Authority: PTA) sedang menghadapi kritikan besar setelah mengirim sebuah surat kepada perusahaan-perusahaan telepon genggam yang mengatakan bahwa mereka harus memblokir pesan-pesan yang mengandung kata-kata dan frase-frase tertentu, dan termasuk dalam frase-frase terlarang tersebut adalah ‘Yesus Kristus’ dan ‘mendapat Yesus.’ Menurut surat tersebut, orang-orang Pakistan memiliki hak kebebasan bicara dan kebebasan pers, tetapi kebebasan ini “tunduk kepada restriksi-restriksi yang wajar yang dibebankan oleh hukum untuk kepentingan kemuliaan Islam,” antara lain. Surat tersebut dan dua daftar yang mengandung kata-kata yang terlarang dipostingkan di website Bytes For All (BFA). BFA, sebuah organisasi hak asasi manusia di Pakistan yang terdiri dari profesional maupun pengguna teknologi informasi dan teknologi, sangat marah atas larangan tersebut. …’Kami juga mengutuk fakta bahwa sambil bersenang-senang dalam melakukan aksi kejam menjadi polisi moral ini, PTA (OTP) juga menyakiti perasaan keagamaan banyak orang Kristen Pakistan dengan menambahkan Yesus Kristus ke daftar kata-kata yang dilarang. Kalau hal yang serupa terjadi di negara lain, pasti akan ada amarah yang luar biasa, dan jika (sengaja atau tidak sengaja) yang menjadi target adalah Muslim, maka amarahnya pasti sudah tidak dapat terkendali,’ kata artikel tersebut.”
EKSPERIMEN PANSPERMIA MATI BERSAMA DENGAN JATUHNYA SATELIT RUSIA
Kegagalan satelit Rusia, Phobos-Grunt, untuk meninggalkan orbit Bumi, berarti matinya eksperimen untuk menguji hipotesis evolusi tentang panspermia: bahwa kehidupan bisa jadi ditanam ke Bumi dari luar angkasa. Eksperimen ini, yang disebut LIFE (Living Interplanetary Flight Experiment) dan dibiayai oleh Planetary Society, menaruh sebuah kapsul kecil pipih yang mengandung bakteri di dalam satelit Phobos-Grunt. Maksudnya adalah agar kapsul ini menyertai perjalanan satelit itu selama tiga tahun, terbang ke bulan Mars, Phobos, mendarat di sana untuk mengumpulkan tanah dan batu, lalu kembali ke bumi. Jika mikroba-mikroba tersebut masih hidup, maka ini memberikan bukti bahwa bentuk-bentuk kehidupan bisa bertahan hidup dalam suatu perjalanan di luar angkasa jika terlindung di dalam sebuah batu. Panspermia pertama kali diajukan pada abad ke-18 oleh Benoit de Maillet, yang percaya bahwa kuman-kuman dari luar angkasa jatuh ke lautan bumi dan bertumbuh menjadi ikan, yang lalu menjadi amfibi, reptil, dan mamalia. Dia yakin bahwa ada banyak sekali kuman yang berevolusi seperti itu di luar angkasa. William Thomson (Lord Kelvin) mengajukan ide yang sama di abad ke-19, berhipotesis bahwa kehidupan dibawa ke bumi pada “tak terhitung banyaknya batu-batu meteor yang mengandung benih.” Pada tahun 1907, Svante Arrhenius dari Jerman, mengklaim dalam bukunya World in the Making, bahwa kehidupan jatuh dari luar angkasa melalui “spora-spora” yang mengkolonisasi planet manapun yang baik yang mereka temui. Sir Fred Hoyle (mati tahun 2001), astronomer Inggris terkemuka, juga memegang pendapat bahwa kehidupan alien memasuki Bumi dari luar angkasa. Dia percaya bahwa Bumi telah berulang kali kejatuhan benih kehidupan alien, dan bahwa pembenihan ini adalah produk desain intelijen suatu kekuasaan yang lebih tinggi yang tidak dikenal yang memiliki “rencana rahasia penyerangan planet” (Evolution from Space, hal. 126). Francis Crick (mati tahun 2004), pemenang hadiah Nobel atas penemuan konstruksi untai pilin ganda DNA, dan Lesli Orgel (mati tahun 2007), seorang ahli kimia Inggris, mengajukan “teori panspermia langsung” pada tahun 1970an, yang mengusulkan bahwa benih-benih kehidupan ditanam di bumi oleh makhluk luar bumi. Atheis dari Oxford University, Richard Dawkins, mengatakan dalam wawancara dengan Ben Stein bahwa dia juga mencurigai kehidupan ditanam di bumi oleh alien. Hal ini dipublikasikan dalam dokumentari Expelled: No Intelligence Allowed. Orang-orang ini mengklaim bahwa kisah penciptaan dalam Alkitab tidak dapat dipercaya dan tidak ilmiah, tetapi mereka dengan mudah menerima pandangan gila-gilaan tentang kehidupan alien dan panspermia yang tidak memiliki bukti ilmiah satu titik pun.
ALKITAB HARRY POTTER
Dengan diluncurkannya film kedelapan dan terakhir seri Harry Potter, gembala sidang Southern Baptist, Jared Moore, telah menulis sebuah tuntunan studi Alkitab bertemakan Potter, dengan keyakinan bahwa film-film ini adalah “suatu cara orang Kristen dapat menikmati Allah” (“Pastor Writes Bible Study,” Associated Baptist Press, 11 Nov. 2011). Moore, lulusan dari Liberty University dan Southern Baptist Theological Seminary, “berargumen bahwa orang tua janganlah mencoba untuk membatasi anak-anak mereka dari pengaruh-pengaruh duniawi, melainkan mengajarkan kepada mereka cara membedakan kebenaran dan ketidakbenaran.” Ini adalah setengah-kebenaran yang sangat berbahaya. Memang orang tua harus mengajarkan anak-anak mereka mata rohani untuk mendeteksi ketidakbenaran melalui penerapan prinsip-prinsip Alkitab dan bukan sekedar membuat aturan, tetapi mereka juga harus melindungi mereka dari pengaruh-pengaruh duniawi karena Alkitab memerintahkan hal ini. Salah satu kesalahan mendasar dalam denominasi Southern Baptist adalah penolakannya terhadap separasi alkitabiah, dan banyak gereja baptis independen fundamental yang mengikuti jejak mereka yang tidak bijak ini. Perhatikan perintah berikut yang sangat jelas, yang hanyalah satu dari sekian banyak: ” Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu” (Ef. 5:11). Jelas bahwa buku-buku dan film-film Harry Potter mewakili “perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa,” dan “jangan turut mengambil bagian” tidak berarti “ikut ambil bagian dalam beberapa hal.” Berbicara mengenai pekerjaan-pekerjaan kegelapan, berarti membicarakan “ilah dunia ini,” yang telah menipu Hawa, yang “berjalan keliling mencari orang yang dapat ditelannya,” dan yang membidik setiap anak dalam gereja-gereja yang percaya Alkitab. Dia licik dan tidak ada yang lebih dia suka selain setiap orang tua membiarkan anak-anak mereka mencicipi barang dagangannya. Persekutuan dengan kegelapan memiliki pengaruh yang merusakkan, dan penuntun belajar Alkitab yang ditulis oleh Moore (didasarkan pada Harry Potter) tidak dapat seimbang dengan kerusakan yang akan timbul karena mendorong keluarga menonton sampah Hollywood. “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” (1 Kor. 15:33). Moore mengatakan, “Jawaban terhadap masalah dosamu bukanlah terletak pada usaha meminimalisir pengaruh-pengaruh dari luar.” Ini juga adalah setengah-kebenaran yang berbahaya. Ini adalah filosofi “liberal dalam hal budaya” yang sesat milik gerakan emerging. Menurut Kitab Suci, jawaban terhadap masalah dosa bukan HANYA meminimalisir pengaruh-pengaruh dari luar. Ada banyak aspek dalam pengudusan dan kemenangan atas dosa, tetapi separasi dari dunia jelas adalah salah satunya, dan aspek yang penting! “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” (Yak. 1:27).
KEMATIAN ANAK-ANAK DIKATAKAN BERKAITAN DENGAN BUKU MICHAEL PEARL TENTANG MENDIDIK ANAK
(Berita Mingguan GITS 12 November 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Suatu kontroversi baru saja muncul berkaitan dengan pengajaran Michael Pearl tentang mendidik anak dalam bukunya “To Train Up a Child” yang ditemukan di rumah orang-orang tua yang sedang dituntut atas pembunuhan melalui penganiayaan (“Preaching Virtue of Spanking, New York Times, 6 Nov. 2011). Dalam kasus yang paling terakhir, Larry dan Carri Williams dari Sedro-Woolley, Washington, dituntut melakukan pembunuhan dalam kematian seorang anak putri yang mereka adopsi dari Etiopia. Anak itu ditemukan dalam keadaan telungkup, telanjang, tubuh kurus kering, di halaman belakang Williams dan kematiannya dinyatakan karena hipotermia (kedinginan) dan malnutrisi. Dia telah tidak mendapat makanan selama berhari-hari dan dipaksa tidur di gudang yang dingin atau di kloset. Keluarga Williams memuji bukunya Pearl dan memberikan salinan kepada teman-teman mereka. Dalam kasus lain, Lydia Schatz yang berusia 7 tahun, yang diadopsi sejak umur 4 tahun dari Liberia, mati tahun lalu karena kerusakan jaringan akibat pemukulan selama berjam-jam. Kevin Schatz mengaku bersalah atas pembunuhan tingkat dua dan penganiayaan dan istrinya mengaku melakukan pembunuhan dan hukuman badan yang tidak legal. Keluarga Schatz mendidik 9 anak-anak mereka di rumah (homeschool, tiga anaknya hasil adopsi) dan menggunakan bukunya Pearl. Dalam kasus ketiga, Sean Paddock berusia 4 tahun meninggal tahun 2006 karena tidak bisa bernafas setelah dia dibungkus rapat-rapat dalam selimut. Dia dipukuli setiap hari dengan pipa air yang direkomendasikan oleh Pearl sebagai alat pendisiplinan. Walaupun kami tidak setuju dengan Pearl dalam isu doktrin tertentu, pengajarannya tentang disiplin anak jelas tidak bersifat menganiaya (abusif). Dia menekankan bahwa disiplin harus dilakukan dalam kasih dan hikmat, dan kalau tidak maka akan gagal. Bahwa ada orang yang memiliki bukunya Pearl yang lalu menganiaya anak mereka bukanlah salahnya Pearl, sama seperti ada juga pembunuh yang membaca Alkitab, tetapi bukanlah salah Alkitab bahwa dia menjadi pembunuh. Charles Guiteau, yang membunuh Presiden Amerika James Garfield, adalah seorang yang membaca Alkitab, dan bahkan menulis sebuah buku berjudul “The Truth: A Companion to the Bible.” Tetapi dosa dan kegilaannya tidak dapat dipersalahkan kepada Alkitab. Suatu “tongkat disiplin” yang alkitabiah adalah pendidikan yang penuh kasih, tetapi tidak pernah suatu tongkat amarah atau kebencian, atau penganiayaan yang kejam. New York Times melaporkan, “Orang-orang tua di gerejanya Mr. Pearl mengatakan bahwa mereka secara umum mengikuti pendekatan Pearl dan bingung dengan semua kontroversi yang muncul. Anak-anak Pearl juga mengatakan bahwa serangan terhadap orang tua mereka sangat salah sasaran. ‘Saya memiliki masa kecil yang sangat bahagia,’ kata putri merek Shoshanna Easling, 28 tahun, yang sedang mendidik dua anaknya dengan cara yang sama. ‘Orang tua saya tidak pernah berbicara kepada saya dalam amarah, dan saya hanya ingat dipukul dua kali.’” Alkitab mengatakan, “Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya” (Amsal 13:24) dan juga “Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan” (Ef. 6:4)
SATU AGAMA MATI BERSAMA IMAMNYA
Sebuah agama yang menyembah gunung tertinggi ketiga di dunia, mati bersama dengan matinya imam terakhir agama tersebut. Samdup Taso, yang mati tanggal 31 Oktober, pada usia 83 tahun, adalah imam terakhir yang dapat memimpin umat Lepcha dalam penyembahan Gunung Kanchenjunga di Himalaya. Times of India melaporkan, “Tradisi ini telah berakhir selamanya. Tidak mungkin lagi bagi orang lain untuk belajar ritual-ritual ini dan menggantikan Taso.” Kita mengucap syukur bahwa agama yang sejati dalam Yesus Kristus tidak mungkin mati karena Dia tidak mungkin mati! Setelah melakukan pengorbanan yang diperlukan untuk mendamaikan manusia dengan Allah, Yesus bangkit dari antara orang mati dan hidup selamanya. “Tetapi, karena Ia tetap selama-lamanya, imamat-Nya tidak dapat beralih kepada orang lain. Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka” (Ibr. 7:24-25)
KATA-KATA TERAKHIR STEVE JOBS
Sebagai seorang penemu komputer pribadi, iPod, iPhone, dan iPad, sebagai seorang yang berpengaruh di bisnis fantasi Hollywood (sebagai pemilik Pixar dan juga bekerja sama dengan Disney), dan sebagai seorang pionir di bidang buku digital, Steve Jobs memiliki pengaruh yang sangat besar pada masyarakat modern. Menurut saudarinya, kata-kata terakhir Jobs adalah “Oh wow; oh wow; oh wow.” Banyak komentator yang berusaha mencari tahu arti dibalik kata-kata yang aneh ini. Bisa saja kata-kata ini muncul karena dia sedang dalam pengaruh obat-obat penenang, atau bahwa dia sedang mendapatkan penglihatan akan kehidupan setelah kematian yang indah, atau bahwa dia menyadari bahwa pada akhirnya dia harus memberikan pertanggungan jawab kepada Allah yang kudus tanpa seorang Juruselamat. Alkitab adalah satu-satunya kitab yang memungkinkan kita melihat ke kehidupan selanjutnya, dan jelas dinyatakan ahwa kematian adalah suatu perjalanan dan hanya ada dua tujuan, Surga atau Neraka. Tujuan akhir seseorang ditentukan oleh hubungannya dengan satu-satunya Tuhan dan Juruselamat, Yesus Kristus. Yesus dengan berani bersaksi, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh. 14:6). Alkitab mengatakan tentang Dia, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kis. 4:12). Menurut biografi resmi yang ditulis oleh Walter Isaacson, yang memiliki akses penuh terhadap Jobs, dia menolak Alkitab pada masa mudanya. Orang tuanya membawa dia ke sebuah gereja Lutheran, tetapi sebagai seorang pemuda dia memberitahu gembala sidang bahwa dia tidak mau ada urusan dengan Allah yang membiarkan orang-orang tidak bersalah menderita, dan dia tidak pernah kembali ke gereja (Walaupun mayoritas manusia menolak Allah dalam Alkitab, mereka punya kepongahan untuk menuntut bahwa Allah mengintervensi dalam urusan manusia dan bertindak sesuai dengan pola pikir manusia). Jobs mempelajari agama-agama Timur selama sisa hidupnya, membaca bukunya Paramahansa Yogananda, The Autobiography of a Yogi, sekali setahu hingga waktu kematiannya (Isaacson, Steve Jobs, hal. 527). Jobs juga dipengaruhi secara mendalam oleh obat-obat halusinogenik. Dia berkata, “mengkonsumsi LSD adalah pengamalan yang sangat mendalam, salah satu hal terpenting dalam hidup saya” (hal. 41) dan bahwa orang-orang yang tidak pernah minum acid tidak dapat mengerti dia sepenuhnya (hal. 384). Lahir enam tahun sebelum Joba, saya [Daivd Cloud] tersapu oleh kekuatan sosial/rohani yang kuat yang sama pada tahun 60 dan 70an. Saya mengikuti agama-agama Timur, sangat senang dengan The Autobiography of a Yogi, dan mengikuti Masyarakat Perkumpulan Realisasi-Diri Yogananda, mengonsumsi acid dan obat-obat halusinogenik lainnya, dan membenamkan diri dalam gaya hidup rock. Saya mengerti Steve Jobs dan zaman dia, dan saya mengucap syukur kepada Tuhan karena belas kasihanNya dalam menyingkapkan kebutaan rohani dari mata saya dan membebaskan saya dari perbudakan kepada ilah dunia ini dan memberikan saya kebebasan kekal dalam Kristus Yesus.
PENGKHOTBAH YANG BERKELAKAR
(Berita Mingguan GITS 05 November 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari Heads Up! 19 Agus. 2011: “Pengkhotbah-pengkhotbah yang membuat lelucon sekedar untuk ‘menghangatkan jemaat’ adalah salah satu hal yang paling menjengkelkan dalam gereja-gereja. Saya pernah mendengar seorang pengkhotbah Amerika yang memulai khotbahnya dengan membuat lelucon selama 15 menit. Saya memberitahu dia setelah itu bahwa karena ada 30 orang yang hadir pada waktu itu, ia telah menghabiskan 15 menit dari waktu 30 orang pada hari itu. Itu berarti 450 menit dari waktu kita dan waktu Tuhan yang telah dia sia-siakan. Tujuh setengah jam dia habiskan menceritakan lelucon yang konyol dan bukan menggunakan menit-menit yang berharga itu untuk menyampaikan Firman Allah kepada orang-orang yang membutuhkan di zaman yang kacau ini.” CATATAN SDR. CLOUD: Tidak ada sedikitpun petunjuk dalam Alkitab bahwa adalah baik untuk menjadikan mimbar sebagai forum menceritakan lelucon. Kita tidak bisa membayangkan Yohanes Pembaptis atau Tuhan Yesus atau Rasul Paulus melakukan hal seperti itu. Perintah yang serius kepada para pengkhotbah adalah “nyatakanlah apa yang salah, tegorlah, nasihatilah.”
JOEL OSTEEN MENGATAKAN BAHWA ORANG MORMON ADALAH KRISTEN
Joel Osteen, gembala sidang dari gereja terbesar di Amerika, mengatakan bahwa orang Mormon adalah Kristen. Dalam sebuah wawancara dengan The Washington Post, Osteen mengatakan: “Saya tidak tahu apakah ia [mormon] bentuk kekristenan yang paling murni, seperti yang saya tahu sejak kecil. Tetapi anda tahu, saya mengenal orang-orang Mormon. Saya mendengar Mitt Romney – dan saya belum pernah bertemu dia – tetapi saya mendengar dia berkata, ‘Saya percaya Yesus adalah anak Allah, saya percaya Dia juruselamatku,’ dan itu adalah salah satu isu inti” (Washington Post, 26 Okt. 2011). Osteen sama sekali tidak mengenal Alkitab dan naif rohani sampai tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Alkitab memperingatkan akan kristus-kristus palsu dan injil-injil palsu (2 Kor. 11:1-4). Guru-guru palsu memakai bahasa yang sama dengan guru-guru Alkitabiah tetapi mereka memiliki kamus (maksud) yang berbeda. Yesus memperingatkan tentang banyak orang yang akan memanggil Dia Tuhan dan bahkan melakukan banyak pekerjaan yang luar biasa, tetapi mereka tidak diselamatkan (Mat. 7:21-23). Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Kudus Akhir Zaman, yaitu Mormon, meninggikan tulisan mereka sendiri sebagai otoritas di samping Kitab Suci, dan mengajarkan bahwa keselamatan itu adalah oleh iman plus usaha, menyangkal doktrin Tritunggal, mengklaim bahwa Allah suatu ketika adalah manusia [sebelum menjadi Allah], bahwa Yesus Kristus adalah makhluk yang diciptakan, bahwa Ia memiliki banyak istri, bahwa Ia adalah saudaranya Iblis, bahwa manusia memiliki jiwa yang sudah eksis jauh sebelumnya, bahwa orang-orang hidup dapat dibaptis untuk keselamatan orang yang telah meninggal, bahwa mereka yang dengan tekun beriman di hidup ini akan menjadi allah di kehidupan berikutnya. Faktanya, Mormonisme menyangkal atau mengkorupkan semua doktrin-doktrin penting iman Perjanjian Baru. Pada tahun 1997, Jimmy Carter berkata bahaw Mormon adalah Kristen dan tidak boleh dijadikan target “penginjilan” (Carrie Moore, “Are Mormons Christians,” Deseret News, 15 Nov. 1997). Dalam wawancara tersebut, Carter menyamakan orang-orang yang menolak Mormon sebagai “Farisi.” Carter mendefinisikan filosofi pribadinya sebagai “kerohanian yang tidak menghakimi, dan rekonsiliatif.” Dia bersaksi bahwa “orang-orang di gereja lokal saya sendiri tidak tertarik mempersalahkan Mormon atau mencoba menobatkan Mormon menjadi Baptis seperti saya.” Betapa sesat!
LUTHERAN MENYEMBAH DEWI ISIS
Gereja Lutheran Ebenezer di San Francisco sedang mengadakan “Konferensi Iman dan Feminisme” bulan ini yang akan menampilkan penyembahan dewi kuno Isis. Para pembicara yang dicanangkan termasuk Loreon Vigne, imam besar dari Isis Oasis, dan Katie Kethcum, seorang imam wanita Isis lainnya. Vigne mengatakan, “saya pribadi melihat Isis sebagai Ibu Bumi, dan bahwa dia meliputi segala sesuatu dalam sayapnya. Dia adalah dewi bersayap. Dia meliputi semua dewi lain dari budaya manapun” (“Christian Church Teams up with High Priestess of Isis,” WorldNetDaily, 29 Okt. 2011). Konferensi Iman dan Feminisme akan menampilkan sesi drum kudus, dansa, yoga kundalini, dan meditasi yang dibimbing dengan tujuan mengunjungi “kehidupan lampau.” Penyembahan Isis sudah dimulai sejak Babel kuno. Isis dan bayi dewa Horus adalah bagian dari zodiak Babilonia kuno, dan gambar-gambar mereka menjadi model bagi Madonna-nya Roma beserta anaknya. Salah satu gelar favorit dari ibu-dewi ini adalah “Mother of the Gods” dan “Queen of Heaven.” Para Lutheran yang sesat ini tidak puas menyembah versi Isis yang sudah dikristenkan; mereka mau menyembah Isis yang sebenarnya! Gereja Lutheran Ebenezer adalah bagian dari Evangelical Lutheran Church in America.
VATIKAN MENYERUKAN ADANYA SISTEM EKONOMI DUNIA
Berikut ini disadur dari “Vatican wants reform of world financial system,” AP, 24 Okt. 2011: “Vatikan pada hari Senin menyerukan reformasi radikal atas sistem finansial dunia, termasuk menciptakan suatu otoritas politik global untuk me-manage ekonomi. Sebuah proposal oleh Konsil Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian menyerukan suatu ordo ekonomi dunia baru yang didasarkan pada etika dan ‘pencapaian kebaikan umum yang universal.’ Hal ini melanjutkan pernyataan ekonomi Paus Benedictus XVI pada tahun 2009 yang menyerang mentalitas keuntungan-dengan-segala-cara sebagai hal yang menyebabkan krisis keuangan global. Namun, proposal ini mengakui bahwa suatu ‘jalan yang panjang masih perlu dilewati sebelum tiba pada terciptanya otoritas publik yang memiliki yurisdiksi universal’ dan menyarankan agar proses reformasi dimulai dengan PBB sebagai titik referensi.”
MENGAPA MUSIK DARLENE ZSCHECH TIDAK BAIK DIPAKAI OLEH GEREJA-GEREJA ALKITABIAH
Darlene Zschech (dibaca “cek”), adalah salah satu suara prominen dalam gerakan pujian kontemporer. Dia adalah seorang Pantekosta-Kharismatik yang radikal. Selama 25 tahun, dia adalah “gembala sidang bagian penyembahan” di Hills Christian Life Centre di Sydney dan saat ini dia adalah gembala sidang senior (bersama suaminya) atas Gereja Unlimited. Salah satu tema Zschech adalah pentingnya persatuan ekumenis. Dia mengatakan bahwa CCM adalah “suara suatu gereja yang bersatu, yang berkumpul bersama” (dari cover album “You Shine”). Dia benar mengenai bahwa CCM adalah bagian inti dari persatuan ekumenis hari ini, tetapi orang-orang yang percaya Alkitab menyadari bahwa “gereja yang bersatu” ini adalah Pelacur yang dinubuatkan dalam Kitab Suci seperti dalam 2 Tim. 3-4 dan Wahyu 17. Dalam sebuah wawancara dengan Christianity Today tahun 2004, Zschech mengindikasikan bahwa dia merasa nyaman berada “dalam gereja Katolik, dalam gereja United, gereja Anglikan, dan di banyak gereja-gereja lain” (“Zschech, Please,” 4 Juni 2004). Zschech dan Hillsong tampil untuk acara World Youth Day Roma Katolik di Sydney tanggal 18 Juli 2008. Paus Benedict XVI hadir saat itu dan melangsungkan misa kepausan pada hari terakhir extravaganza tersebut. Zschech ikut serta dalam acara Harvest ’03 di Newcastle, NSW, sebuah konser rock ekumenis yang menyatukan sekumpulan gado-gado gereja, termasuk Presbyterian, Sidang Jemaat Allah, Anglikan, Advent hari ketujuh, Church of Christ, dan Roma Katolik (“Hunter Harvest — Rock Evangelism,” http://members.ozemail.com.au/~rseaborn/rock_evangelism.html). Seorang gembala sidang dari gereja Sidang Jemaat Allah yang hadir saat itu berkomentar, “pembangunan jembatan yang terjadi antar gereja sungguh mengesankan.” Pada kenyataannya, yang terjadi adalah kebingungan rohani dan ketidaktaatan yang mencolok terhadap Kitab Suci (contoh: Mat. 7:15; Rom. 16:17; 2 Kor. 6:14-18; 1 Tim. 4:1-6; 2 Tim. 2:16-17; 3:5; 4:3-4; dll.) Firman Allah memerintahkan kita untuk berjuang mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus (Yudas 3), namun denominasi-denominasi yang baru disebut itu memegang lusinan doktrin-doktrin yang sesat yang berlawanan dengan iman tersebut. Musiknya Zschech juga menyampaikan theologi hujan akhir (latter rain) yang salah. Sebagai contoh adalah lagu “I Believe the Presence” dari album Shout to the Lord dan lagu “Holy Spirit Rain Down.” Yang terakhir ini dimulai dengan kata-kata: “Holy Spirit, rain down, rain down/ Oh, Comforter and Friend/ How we need Your touch again/ Holy Spirit, rain down, rain down.” Di manakah di Alkitab kita diinstruksikan agar berdoa kepada Roh Kudus? Sebaliknya, Tuhan Yesus Kristus mengajarkan kita untuk berdoa kepada Bapa (Mat. 6:9). Gerakan Kharismatik tidaklah tunduk kepada Firman Allah dan tidak peduli ada atau tidak ada dukungan Alkitab terhadap jenis doa seperti ini. Sobat, musik pujian kontemporer tidaklah muncul dalam suatu kekosongan rohani. Hari-hari ini adalah hari-hari penipuan rohani dan kesesatan, dan berada di pusat kesesatan itu adalah gerakan Kharismatik. Penglihatan-penglihatanny adalah palsu; doktrinnya korup; prakteknya adalah kebingungan dan kekacauan. Gerakan Kharismatik adalah salah satu elemen yang paling kuat dalam gerakan ekumene. Ia menyatukan Roma Katolik, Protestan, Baptis, Pantekosta, dan Emergent dalam suatu persatuan tidak kudus antara kebenaran dan ketidakbenaran. Gereja-gereja Baptis Fundamental, dan yang Alkitabiah, yang memakai musik pujian kontemporer, akan menemukan bahwa musik ini membawa filosofi yang akan segera mengubah karakter gereja fundamentalis manapun. Kita perlu menyembah Tuhan Allah dalah roh dan kebenaran, tetapi kita tidak memerlukan gerakan penyembahan kontemporer yang tidak alkitabiah ini sebagai pembimbing. Saya tidak meragukan bahwa Darlene Zschech bersungguh-sungguh dalam pekerjaannya, tetapi dia dan para pemimpin pujian kharismatik lainnya, tidak tahu kebenaran.
Editor: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary (www.graphe-ministry.org)
(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi di atas)
Untuk berlangganan, pilih opsi “Join Group” di: http://groups.yahoo.com/group/gits_buletin/ dan ikuti petunjuk selanjutnya di layar komputer

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar