Sabtu, Maret 07, 2009

Ketika Tuhan Tidak Mendengar Seruan Kita

Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yesaya 59:1-2)

Kita sering komplain kepada Tuhan bahwa Ia tidak mendengarkan doa-doa kita, khususnya ketika Allah tidak merespon sesuai dengan keinginan kita. Tetapi ini tidak berarti bahwa Allah tuli, sebab “Dia yang menanamkan telinga, masakan tidak mendengar?” (Mazmur 94:9) Allah mendengar sesuatu yang ada dalam pikiran kita, bahkan sesuatu yang belum terucap oleh mulut kita, “Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.” (Mazmur 139:2)

Jadi, bukan karena Allah tidak dapat mendengar seruan hati kita, tetapi ada kemungkinan hidup kita tidak sejalan dengan kehendakNya, sehingga Ia tidak mendengarkan doa kita. Mungkin hal yang terpenting dalam situasi ini adalah ketaatan kita kepada firmanNya, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” (Yohanes 15:7). Tetapi, “Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar” (Mazmur 66:18). “Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” (Yakobus 4:3)

Tentu saja ketika kita berdoa, “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang” (Yakobus 1:6). “Dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.” (Yohanes 14:13). “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.” (1 Yohanes 5:14-15)
(Terjemahan yang benar untuk 1 Yoh 5:15 adalah “Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mendengarkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memiliki permohonan yang telah kita minta kepadaNya.”)

Mungkin ada di antara kita yang berpikir, bahwa saya telah berdoa, sudah memeriksa hati, meminta sesuatu yang juga kembali untuk kemuliaan Tuhan, namun doa saya sampai sekarang belum juga dikabulkan, jangan pernah kita kecewa kepada Tuhan. Mungkin Tuhan sedang menunda jawabannya sampai waktu yang tepat. Ingatlah akan Hana ibunya Samuel, ingatlah Elizabeth ibunya Yohanes Pembaptis, ingatlah akan Yusuf, dan pahlawan iman lainnya. Doa mereka ada kalanya ditunda, sampai waktu yang tepat, dan biarlah iman kita dikuatkan olehnya. Atau mungkin saja doa kita tidak dikabulkan, jangan juga kita kecewa. Mari kita beriman sama seperti Paulus, yang sudah meminta agar duri dalam dagingnya untuk dicabut, tapi Tuhan bilang sudah cukup kasih karuniaKu.

Di atas segalanya, satu hal yang harus kita amini, Allah tahu yang terbaik untuk kita dan kita pasti akan menemukan bahwa “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28) Untuk itu, periksalah hati kita, bagaimana komunikasi kita dengan Tuhan selama ini? Apakah kita adalah seorang pendoa yang sungguh-sungguh berdoa dengan tidak jemu-jemu? Yang berdoa bukan hanya untuk kepentingan sendiri? Bukan pribadi yang berdoa waktu kepepet saja, setelah hidupnya senang lupa akan Tuhan. Jika kita sudah memeriksa hati dan hubungan kita dengan Tuhan, maka “Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” (1 Yohanes 3:21-22)

Ev. Chandra Johan, M.B.S.
GBIA Semarang (http://gbiasemarang.blogspot.com)

Sumber: http://graphe-ministry.org/articles/?p=21

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar