Rabu, Maret 04, 2009

Berita Mingguan 14 Februari 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw Graphe International Theological Seminary (Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi sumber di atas)

PENASIHAT INGGRIS MENGATAKAN BAHWA ABORSI DIPERLUKAN UNTUK MELAWAN GLOBAL WARMING
Berikut ini disadur dari Abortions to Stop Global Warming, Worthy News, 4 Feb. 2009: Penasihat pemerintah Inggris dalam bidang lingkungan (environment) mengatakan bahwa aborsi seharusnya menjadi bagian dari kebijaksanaan umum melawan global warming dan bahwa pasangan suami istri yang memiliki lebih dari dua anak melakukan tindakan yang tidak bertanggung jawab. Dalam berbagai komentar yang dimonitor oleh Worthy News, Rabu, 4 Februari, Jonathan Porritt, yang mengetuai Komisi Sustainable Development di pemerintahan, mengatakan bahwa mengurangi pertumbuhan populasi melalui kontrasepsi dan aborsi haruslah menjadi inti kebijakan untuk melawan global warming.

Ia mengatakan bahwa para pemimpin politik dan aktivis `hijau' seharusnya berhenti untuk lari dari isu kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh pertumbuhan penduduk. "Saya tidak akan malu untuk meminta orang-orang agar bertanggung jawab atas jejak kaki lingkungan (environment footprint) mereka dan bagaimana mereka memutuskan untuk beranak cucu, dan berapa banyak anak yang mereka pikir pantas," ujar Porritt kepada koran The Sunday Times.....Porritt mengatakan, "Saya rasa kita akan sampai pada posisi yang mengatakan bahwa memiliki lebih dari dua anak adalah tindakan tidak bertanggung jawab......"
CATATAN DARI BRO. CLOUD: Sungguh lucu untuk melihat bahwa orang-orang yang mendukung pengendalian populasi, selalu mengusulkan orang lain menjadi sukarela, terutama anak-anak yang belum lahir, dan bukannya mereka sendiri yang dengan sukarela menghilangkan eksistensi sendiri guna menyelamatkan bumi.

CALON USKUP EPISKOPAL JUGA BERAGAMA BUDDHA
Kevin Forrester, yang telah dicalonkan untuk posisi uskup daerah Michigan utara, adalah seorang penganut Buddha yang telah ditahbiskan (Institute on Religion and Democracy, 5 Feb. 2009). Saat ini ia menjabat rektor dari Gereja Episkopal St. Pauls di Marquette, Michigan. Forrester harus diteguhkan dulu oleh konvensi spesial yang akan berlangsung tanggal 21 Februari. Gereja Episkopal di Amerika telah penuh dengan orang-orang yang mempraktekkan paganisme (penyembahan berhala). Bill Melnyk, seorang mantan imam, mengklaim bahwa ia penganut kepercayaan Druid. Imam Episkopal, Matthew Fox, mempromosikan ajaran ` creation spirituality ,' yang tidak lain adalah New Age murni. Ia percaya pada evolusi, menolak kejatuhan manusia, menolak uniknya keilahian Kristus, penebusanNya yang menggantikan, dan kebangkitanNya yang jasmani, dan ia memanggil Allah dengan sebutan Ibu. Ia mempromosikan astrologi, Wicca, shamanisme (perdukunan) , penyembahan berbagai dewi, dan juga penggunaan obat-obat terlarang secara `intelijin.'

PENGANIAYAAN MENINGKAT BAGI MANTAN MUSLIM
Berikut ini disadur dari Increased Persecution of Former Muslims, Worthy News, 3 Feb. 2009: Penganiyaan terhadap orang-orang Kristen yang memiliki latar belakang Muslim telah meningkat drastis di seluruh dunia, menurut sebuah laporan yang dirilis hari Selasa, 3 Februari, oleh sebuah kelompok hak asasi Kristen yang terkenal. Organisasi Open Doors yang berbasis di Belanda, dan yang mendukung orang-orang Kristen yang dianiaya karena iman mereka, mengatakan bahwa Korea Utara masih menjadi nomor satu dalam sepuluh besar daftar tahunan (World Watch List) 50 negara dengan kasus-kasus penganiayaan agama yang paling parah. Namun demikian, nomor dua sampai tujuh diisi oleh negara-negara di mana orang-orang yang bertobat dari Islam ke Kristen berada dalam bahaya hidup, kata grup tersebut kepada Worthy News. Orang-orang Kristen dengan latar belakang Muslim adalah kelompok yang rentan dalam dunia Muslim, kata Direktur Open Doors, Tjalling Schotanus, berbicara di depan markas besar Open Doors di sebuah kota Belanda, Ermelo. Seorang Muslim yang meninggalkan Islam dilihat sebagai seseorang yang berbuat jahat terhadap keluarganya, negaranya dan agamanya, ia menambahkan. Saudi Arabia disebut dalam daftar World Watch List (WWL) pada posisi nomor dua, karena hanya Muslim yang diperbolehkan untuk mengekspresikan agama mereka di sana, kata Open Doors. Iran disebut di nomor tiga karena adanya laporan-laporan bahwa banyak orang Kristen dengan latar belakang Muslim telah ditangkap dan dianiaya, kata grup ini. Tambahan lagi, negara tersebut ingin membuat suatu hukum yang akan memaksa para hakim untuk menjatuhkan hukuman mati bagi mereka yang meninggalkan Islam. Afghanistan mendapatkan kehormatan tercemar naik tiga peringkat dari tahun sebelumnya, dari nomor tujuh menjadi nomor empat, terutama karena tekanan yang meningkat dari Taliban dan grup-grup Muslim ekstrimis lainnya, sebagaimana digambarkan Open Doors, walaupun ada tentara penjaga perdamaian internasional di sana. Negara-negara lain yang disebut sebagai paling parah dalam hal pelanggaran kebebasan beragama adalah Irak, Eritrea, dan India.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar