Kamis, April 24, 2008

VOLTAIRE DAN RAMALAN KEKRISTENAN

Penulis Prancis terkenal Voltaire, seorang skeptis, sering mengekspresikan kebenciannya terhadap Alkitab dan kekristenan di dalam tulisannya. Kebenciannya terhadap firman Allah sangat membara karena firman Allah mengingatkan dirinya bahwa pada suatu hari ia akan berdiri di depan Takhta Putih yang besar itu untuk dihakimi oleh Allah yang Perkasa. Dosa kesombongannya dinyatakannya dalam kebenciannya yang tak terhingga terhadap Yesus Kristus. Voltaire menulis suatu ramalan tentang masa depan Alkitab dari perpustakaannya di Paris lebih dari dua abad yang lalu: “Saya akan menjelajah hutan Kitab Suci dan mengikat semua pohon-pohonnya, supaya dalam waktu seratus tahun kekristenan akan menjadi sekedar suatu memori yang menguap lenyap.” Akan tetapi, yang terjadi malah kebalikan dari ramalan Voltaire: terdapat lebih banyak orang Kristen yang hidup dewasa ini daripada di masa-masa lain dalam sejarah. Mereka yang mempelajari statistik telah mendapat data bahwa setiap hari di seluruh dunia ada lebih dari 85.000 orang yang menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi mereka. Ironisnya, meskipun Voltaire dengan yakin telah meramalkan bahwa kekristenan akan segera padam, perpustakaannya, di mana ia menuliskan prediksinya yang keliru, dibeli oleh The British and Foreign Bible Society. Tidak lama kemudian lantai sampai langit-langit perpustakaannya dipenuhi dengan ribuan Alkitab yang dibenci, namun tidak dapat dibinasakannya [David John Donnan, Treasury of the Christian World (Perbendaharaan Dunia Kristen), (New York:Harper Brothers, 1953)].

Walaupun setan dan pengikut-pengikutnya menentang dan berusaha untuk memusnahkan Kitab Suci, Alkitab senantiasa berdiri sebagai pemenang; sebagai buku yang paling banyak dibaca, diterbitkan dan berpengaruh dalam sejarah manusia. Kebenaran yang terdapat dalam halaman-halamannya telah mengubah kehidupan dan tujuan kekal miliaran manusia. Alkitab juga telah mempengaruhi jalan sejarah sejumlah bangsa dan kerajaan. Ketika utusan seorang pangeran dari Afrika diperkenalkan kepada Ratu Victoria, ratu Inggris yang termasyhur itu, ia mengajukan pertanyaan atas nama pangeran tersebut: “Apakah rahasia dari kejayaan dan keberhasilan Negara Anda di seluruh dunia?” Ratu Victoria mengambil Alkitab yang terletak dimejanya lalu menjawab: “beritahukan kepada pangeran Anda bahwa buku ini adalah rahasia kebesaran Inggris.”

http://dedewijaya.blogs.friendster.com

dikutip dari Tanda Tangan Allah, Grant R Jeffrey, YPI Imanuel, 1999

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar