Senin, Februari 04, 2008

DARI SAKSI YEHUWA MENUJU LAHIR BARU & PREDESTINASI

Pada hari Selasa (22/01) bertempat di GBI Aletheia diadakan Seminar Membahas Saksi Yehuwa dalam bentuk menonton VCD Tentang Saksi Yehuwa yang berjudul In The Name of Yehuwa. Acara ini diikuti oleh 300 jemaat GBI Aletheia dan para simpatisan. Pdt. Ishak Sugianto selaku gembala siding GBI Aletheia menyatakan bahwa dirinya pernah didatangi oleh Pengikut Saksi Yehuwa pada waktu beliau masih muda. Ketika ditanya kepada jemaat yang hadir siapa saja yang pernah didatangi Saksi Yehuwa, sebagian jemaat yang hadir mengangkat tangannya. Ternyata pergerakan Saksi Yehuwa di Jogja sudah begitu gencar dalam mencari pengikut. Bpk. Heru selaku pembicara seminar dari NAT (Nafiri Allah Terakhir) Surabaya menjelaskan secara detail apa dan bagaimana cara Saksi Yehuwa merekrut para pengikut.

Img0028a
Bpk. Heru dari NAT Surabaya selaku Pembicara Seminar

Acara ini mendapat respon yang positif dari jemaat yang hadir terlihat dari antusiasnya mereka bertanya dalam sesi Talkshow dan Tanya Jawab. Meski Film ini tidak diputar lama karena terbatasnya waktu, namun tidak mengurangi antusias penonton yang dating untuk ikut aktif berdialog. VCD Film In The Name of Yehuwa dijual kepada jemaat setelah usai acara ini. Diharapkan lewat menonton VCD.ini, setiap jemaat dan simpatisan dapat mengetahui dan mewaspadai Gerakan Saksi Yehuwa khususnya di Jogjakarta. Saksi Yehuwa mempunyai percetakan Alkitab sendiri di daerah Jakarta. Alkitab mereka sering disebut Terjemahan Dunia Baru (TDB) yang sering kali menerjemahkan kata-kata dengan tidak tepat dan sesuai dengan interpretasi mereka sendiri. Saksi Yehuwa sudah legal sejak Gus Dur memberikan kebebasan untuk Saksi Yehuwa mendapatkan izin dan berkembang di Indonesia. Sekte/Bidat Saksi Yehuwa pernah mengadakan Perkumpulan Raya di Istora Bung Karno yang diikuti ratusan ribu pengikutnya dari seluruh Indonesia. Saksi Yehuwa tergabung dalam Dirjen Bimas Kristen Protestan meski pada waktu itu banyak menuai protes dari kalangan Kristen. Bimas Kristen memang tidak mengurusi masalah doktrinal atau pengakuan iman.

ONCE SAVED ALWAYS SAVE

Pada hari Selasa tanggal 29 Januari, GBI Aletheia mengadakan Pemahaman Alkitab tentang Bisakah kita kehilangan Keselamatan? Apakah Sekali Selamat Tetap Selamat (Once Saved, Alwayas Save)? Acara ini juga merupakan bentuk Pembinaan Jemaat seperti Sekolah Orientasi Melayani (SOM). Dalam makalahnya, Pendeta Ishak menjelaskan bahwa dalam kekristenan, ada dua pandangan mengenai topik Bisakah Keselamatan Hilang? Ada yang mengimani bahwa Sekali Selamat Tetap Selamat (SSTS) dan ada yang tidak percaya SSTS. GBI Aletheia dan banyak gereja Karimastik dan Pantekosta tidak percaya SSTS. Sedangkan gereja-gereja mainstream percaya SSTS seperti Injili, Reformed, Presbyterian, Calvinis dan Lutheran. Beliau memaparkan banyak alasan mengapa tidak menerima SSTS dalam makalahnya. Ketika dibuka sesi tanya jawab, ada 3 penanya yanga menanyakan pandangan-pandangan menolak SSTS dan terlihat penanya mengimani SSTS. Acara berlangsung selama 2 jam ini diikuti oleh + 350 jemaat dan simpatisan. Satu hal yang harus diperhatikan meski berbeda pendapat tentang tema ini, setiap orang Kristen harus sungguh-sungguh hidup dalam kebenaran dan mau memberitakan Injil Keselamatan dan tidak terus-menerus berbuat dosa. Segala Kemuliaan bagi Allah. AMIN.

Seminar Lahir Baru dan Predestinasi
Dilain tempat, di JBN Jl. Yos Sudarso No. 21 Jogja, pada Rabu-Kamis tanggal 23-24 Januari diadakan Seminar Lahir Baru dan Predestinasi yang diadakan oleh MRII (Mimbar Reformed Injili Indonesia) Jogja dengan menghadirkan Pdt. Ir. Andi Halim, S.Th selaku penyeminar. Seminar ini yang juga merupakan Program Intensif (Runtut Doktrinal) diselenggarakan bekerjasama dengan STRI Jakarta di Jogjakarta. Acara yang berlangsung santai dalam suasana keakraban ini diikuti oleh + 35 orang baik dari jemaat MRII, GKI Gejayan, GBI Aletheia dan GKKK, serta beberapa simpatisan yang tertarik tema seminar ini.

Hari pertama, Pdt. Andi Halim membahas mengenai Manusia berdosa yang dilahirbarukan oleh Roh Kudus. Mengambil sumber dari Yohanes 3 tentang percakapan Yesus dan Nikodemus mengenai Lahir Baru (dilahirkan kembali). Lahir Kembali bukan berarti Reinkarnasi. Pdt. Andi Halim menjelaskan bagaimana keadaan manusia sebelum lahir baru yang mati rohani (Kej 2:17, Efesus 2:1), buta rohani (Mat 15:14, 2 Kor 4:4) dan manusia menjadi lumpuh tak berdaya untuk melaksanakan kebenaran (Yoh 15:5c). Beliau juga menjelaskan mengapa harus lahir baru dan apa arti tidak bisa melihat kerajaan Allah dan tidak masuk Kerajaan Allah. Point terpenting yaitu sebenarnya kita percaya “Yesus” yang mana dalam hidup kita? Apa yang terjadi setelah lahir baru? Beliau menggunakan ilustrasi mayat yang diberi makan, dari mati rohani dihidupkan Allah sehingga mata tercelik dan bisa melihat kebenaran dan misi Kerajaan Allah kemudian melangkah pada pertobatan (menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat). Hasilnya Hidup manusia itu untuk kebenaran dan mengarah pada Teosentris (berpusat pada Allah) bukan antroposentris (berpusat pada manusia).

Img0029a
Pdt. Julio Christano selaku Gembala Sidang MRIIY memimpin Doa Pembuka

Di hari Kedua, suasana seminar tampak lebih serius karena tema yang dibahas adalah Predestinasi. Tidak semua peserta seminar sepakat dengan penjelasan dan pemaparan pembicara. Tema ini memang dirasakan sulit untuk dimengerti. Banyak pertanyaan dan tanggapan yang diajukan para peserta seminar. Bahkan sampai acara seminar masih tampak beberapa orang yang bercakap-cakap dengan pembicara. Beliau menjelasakan mengenai sudut pandang Armenian tentang Predestinasi yaitu bawah Allah menentukan dan menetapkan orang-orang pilihanNya berdasarkan Maha TahuNya Allah. Teologi Reformed mempercayai bahwa penentuan Allah tidak bergantung pada kondisi manusia. Dalam pandangan Teolog-teolog Reformed, Predestinasi terbagi dua yaitu Single Predestinasi dan Double Predestinasi. Beberapa keberatan dari Single Predestinasi terhadap Double Predestinasi yaitu keberatan hati nurani dan menekankan sifat Kasih Allah dan unsure kebebasan manusia. Pertanyaan-pertanyaan yang umumnya diajukan Single Predestinasi terhadap Double Predestinasi misalnya: Allah kejam dan diktator (sewenang-wenang), Allah punya rencana yang jelek (negatif), Allah tidak menghargai hak dan kebebasan manusia (moral), manusia jadi robot dan tidak perlu bertanggung jawab lagi dan menusia hanya menerima nasib atau takdir (menjurus kepada fatalisme). Namun Pdt. Andi Halim memaparkan dasar bagi Double Predestinasi yaitu Roma 9:11-23. beliau menjelaskan tentang perumpamaan Gandum dan Lalang, Domba dan Kambing. Tidak semua peserta puas dengan pemaparan dan penjelasan Beliau. Namun satu hal Beliau anjurkan agar setiap orang Kristen mau terus belajar Alkitab sehingga mendapatkan pencerahan dan pengertian tentang ahal-hal dalam Alkitab. Pdt. Andi Halim, S.Th sebelumnya mengadakan seminar yang sama di Solo pada tanggal 21-22 Januari. Di Solo, pada tanggal 25-26 Januari, beliau membahas 5 point TULIP dari Calvinisme. Beliau adalah juga pengisi acara rohani Radio di Surabaya membahas mengenai Teologi Reformed.
(Tabloid GLORIA Minggu II Februari 2008 dan Tabloid Keluarga Minggu III Februari 2008 )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar