Minggu, Desember 29, 2013

10 Langkah Komitmen Berumah Tangga

Membuat komitmen, termasuk komitmen merajut kasih dengan pasangan hidup bukan hal yang sulit. Yang susah adalah menjaga komitmen tersebut agar tetap berada pada jalurnya. Komitmen yang diingkari, membuat hubungan retak dan bahkan berujung pada perceraian. Karena itu, menjaga komitmen sangat diperlukan. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menjaganya :

1. Jujur Pada Pasangan

Kejujuran merupakan langkah awal dalam menjalin hubungan dan menjaga komitmen. Dengan kejujuran, Anda memiliki tanggung jawab moral untuk selalu menjaga komitmen yang sudah dibuat. Kebohongan hanya akan mencederai komitmen. Menutup-nutupi dan melebih-lebihkan suatu kebenaran juga akan mengganggu komitmen. Langkah idealnya dalam hal ini adalah bersikap jujur dan apa adanya terhadap pasangan. Sikap ini akan membawa Anda berdua ke hubungan yang harmonis dan suasana penuh kebahagiaan sehingga hubungan Anda berdua tetap utuh.

2. Perlu Persiapan Mental

Komitmen yang dibuat terkadang ada resikonya. Tak pelak lagi, mental perlu disiapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang mungkin tak pernah terlintas dalam benak. Misalnya saja, Anda menemukan pasangan masih suka hobi lamanya yang menyita waktu, sementara Anda sudah berkomitmen untuk tidak mengutak-atik kebiasaan pasangan. Dengan mental yang kuat, komitmen pun akan semakin kuat. Sebaiknya, sebelum benar-benar siap mental, jangan buat komitmen apapun. Hal ini mencegah suami istri terluka dengan komitmen yang rapuh.

3. Jadikan Rasa Sabar Sebagai Kunci

Jika emosi gampang tersulut, bahkan oleh kabar yang belum jelas, hal ini akan membuat rumah tangga selalu digoncang saat perasaan sabar itu hilang. Orang yang mudah emosi saat menghadapi masalah, cenderung mudah menghancurkan komitmen yang mereka buat. Karena itu, bersikap sabar sangat penting untuk mempertahankan komitmen. Baik terhadap hal menyenangkan atau tidak, terima semua dengan hati lapang dan jadikan pelajaran hidup. Kesabaran sangat menentukan utuhnya komitmen Anda dan pasangan dalam membina keharmonisan hubungan.

4. Saling Memberi Pengertian

Perhatian yang tulus dapat menjaga komitmen. Mungkin banyak godaan yang muncul di sekitar Anda, misalnya berbagi perhatian terhadap lawan jenis. Godaan semacam ini sangat menghancurkan komitmen jika diteruskan. Satu-satunya jalan untuk menghindari godaan semacam ini adalah sering memberi perhatian pada pasangan. Pasangan adalah orang yang sangat berarti dalam hidup Anda. Ingatlah bahwa dia adalah orang terbaik yang sudah Anda pilih untuk bersama-sama menjalani hidup. Dengan sikap seperti ini, komitmen untuk menjaga rumah tangga akan tetap terjaga dan Anda dapat menjalani kehidupan ini dengan tenang.

5. Bertanggungjawab Terhadap Komitmen

Komitmen butuh tanggung jawab. Tanggung jawab berarti tidak berbuat seenaknya ataupun mengikuti kata hati semata, namun bukan berarti juga ada paksaan. Komitmen harus dibuat berdasarkan kesadaran penuh kedua pihak. Jika tidak mau dilukai, jangan melukai pasangan dengan mengingkari janji / komitmen yang sudah dibuat. Inilah yang harus dijunjung tinggi setiap pasangan.

Dalam menjaga komitmen itu juga diperlukan hati yang sadar akan pentingnya hubungan yang telah dibina dengan pasangan hidup Anda. Namun, selain lima hal di atas, ada pula hal-hal lain yang diperlukan untuk membangun hubungan suami istri yang sehat, yang akan diulas kemudian.

Saat menjaga komitmen yang dilakukan tetap berjalan, kita harus mempersiapkan mental dengan baik, sabar, saling memberi perhatian, bertanggung jawab dan jujur pada pasangan. Selain itu, ada beberapa hal lainnya yang perlu kita lakukan untuk menjaga komitmen itu tetap ada sehingga keutuhan hubungan pun terjaga, yaitu :

6. Berani Berkorban

Membuat komitmen seringkali harus mengorbankan keinginan pribadi. Komitmen awal Anda untuk menikah, membawa konsekuensi yang mungkin mempengaruhi hal-hal yang Anda lakukan sebelumnya sewaktu masih lajang. Komitmen menikah menuntut Anda menghabsikan lebih banyak waktu untuk keluarga. Jadi, berani berkorban itu penting.

7. Bikin Perencanaan yang Matang

Setelah membuat komitmen, Anda harus segera membuat rencana matang, apa saja yang hendak Anda lakukan bersama pasangan. Apa yang harus Anda lakukan setelah komitmen itu dibuat, tanyakan hal tersebut pada diri Anda sehingga Anda tahu langkah-langkah apa yang harus ditempuh. Jangan biarkan komitmen Anda kosong, tidak jelas, dan tidak memiliki arah / tujuan.

8. Pentingnya Komitmen Tanpa Syarat

Komitmen akan langgeng jika dibuat tanpa syarat apapun. Bila komitmen yang Anda lakukan hanya untuk meraih kepentingan atau ambisi pribadi, tak usah heran jika komitmen Anda akan cepat pudar, hubungan akan hambar dan bisa-bisa tak bertahan lama. Jadi lepaskan nafsu-nafsu yang bertujuan untuk kepentingan diri sendiri, karena dua orang itu telah jadi satu. Jalinan kasih tanpa syarat dengan komitmen yang tulus akan membuat hidup Anda bersama pasangan lebih nikmat. Tidak ada beban yang perlu dikuatirkan.

9. Jaga Sikap Baik

Menjaga komitmen juga berarti menjaga sikap. Jadi kembangkan sikap-sikap yang baik dan tepislah sifat yang merusak. Jangan kotori komitmen dengan sikap buruk seperti gampang curiga, tidak percaya pada pasangan dalam memutuskan sesuatu, atau ingin menang sendiri. Sikap positif harus ada demi berlangsungnya keharmonisan. Tak mudah memang, namun yakinlah bahwa Anda mampu. Sedikit kerja keras dan kesabaran, sikap Anda yang positif akan berkembang sehingga komitmen pun akan aman-aman saja.

10. Cari Terus Inspirasi

Carilah terus inspirasi atau hal-hal yang membuat hidup Anda berdua lebih baik. Anda dapat mempelajari pengalaman hidup orang lain, bisa membacanya dari buku ataupun menonton film. Petiklah hikmah yang ada agar hubungan Anda lebih mantap, atau bahkan meneguhkan komitmen itu sendiri. Pelajarilah pengalaman orang lain yang jatuh bangun mempertahankan komitmennya, karena hal ini dapat mempertebal semangat kita untuk tampil lebih baik. Carilah inspirasi sebanyak mungkin dan hiduplah dengan sepenuhnya.

Di balik itu semua, perkecillah kegagalan yang mungkin terjadi dengan melawan hal-hal yang dapat merusak komitmen tersebut. Jadikan Tuhan yang utama di dalam kehidupan suami istri Anda dan biarlah Anda selalu berpaut pada-Nya, maka kehidupan berumah tangga Anda akan aman di tangan-Nya, meski lewati banyak badai kehidupan sekalipun.

Sumber: Jawaban.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar