Rabu, April 14, 2010

Berita Mingguan 10 April 2010

CRYSTAL CATHEDRAL DITUNTUT KARENA TIDAK MEMBAYAR TAGIHAN
Crystal Cathedral milik Robert Schuller (nama gedung dan pelayanannya), sedang dituntut di pengadilan atas lebih dari $2 juta tagihan yang tidak terbayarkan. Gereja tersebut dikatakan dibebani oleh defisit anggaran sebesar $55 juta (Christian News Report, 3 April 2010). Pada bulan Juni 2009, Schuller mengumumkan bahwa putrinya Sheila akan mengambil alih pelayanan tersebut menggantikan putranya, Robert Anthony. Nampaknya langkah ini tidak banyak gunanya juga. Apapun yang akan terjadi pada Crystal Cathedral, Schuller telah secara luas mempengaruhi kekristenan modern. Ia adalah salah satu pribadi rohaniwan yang paling populer di televisi di Amerika selama puluhan tahun. Buku-bukunya telah terjual jutaan eksemplar. Schuller menafsir ulang Alkitab agar cocok dengan filosofi harga-diri-nya yang sesat. Dalam bukunya, Self-Esteem: The New Reformation, ia mendefinisikan dosa sebagai kurangnya harga-diri dan kristus sebagai "harga-diri yang menjadi daging." Injilnya adalah untuk mengantikan konsep diri yang negatif dengan yang positif. Schuller ingin menciptakan suatu jenis kekristenan yang baru: yang menerima kebapaan Allah, yang positif saja dan tidak menghakimi, dan yang menyangkali perlunya penebusan melalui darah Kristus. Ini terdengar sangat mirip dengan allah yang digambarkan dalam buku The Shack. Robert Schuller adalah seoran pionir dalam kesesatan; ia mewakili gerakan emerging church bahkan sebelum gerakan ini ada. (Untuk dokumentasi tentang berbagai kesesatan Schuller, lihat artikel "Robert Schuller and Evangelicals" di website Way of Life).

MAYORITAS PERAMAL CUACA TIDAK PERCAYA AKAN PEMANASAN GLOBAL YANG AKIBAT MANUSIA
Berikut ini disadur dari "Forecasters at Odds about Warming Threat," Newsmax.com, 30 Maret 2010: "Apakah perubahan iklim suatu ancaman yang serius terhadap manusia, ataukah suatu penipuan yang dibesar-besarkan oleh aktivis-aktivis yang memiliki agenda tersembunyi? Bahkan para peramal cuaca di televisi tidak dapat mencapai kata sepakat mengenai dilema ilmiah ini, menurut survei terbesar yang dilakukan atas profesi tersebut yang dikeluarkan hari Senin oleh Pusat Komunikasi Perubahan Iklim di George Mason University. Mayoritasnya, yaitu 63 persen, mengatakan bahwa pemanasan global 'kebanyakannya karena perubahan alami pada lingkungan,' sementara 31 persen mempersalahkan 'aktivitas manusia' atas fenomena pemanasan tersebut. Lebih dari seperempat mengatakan mereka setuju bahwa fenomena ini adalah 'penipuan.' 48 persen mengatakan bahwa pemanasan global seharusnya ada pada prioritas rendah bagi Presiden Obama dan Kongres; satu di antara tiga merasa bahwa hal ini seharusnya prioritas menengah; 23 persen merasa bahwa ini memiliki kepentingan 'tinggi.' Grup yang disurvei ini sangat sadar bahwa ada perbedaan pendapat dalam komunitas riset: enam puluh satu persen mengatakan bahwa ada 'banyak perbedaan pendapat di antara ilmuwan' mengenai isu ini."

AMAL ATHEIS
Ada suatu gerakan yang semakin bertumbuh di kalangan atheis untuk mendirikan organisasi-organisasi amal. Di antaranya adalah Foundation Beyong Belief, Non-Believers Giving Aid, dan S.H.A.R.E. (Skeptics and Humanists Aid and Relief Effort). Sherry Rook, seorang pejabat di organisasi yang menjalankan S.H.A.R.E. mengatakan "Ini adalah cara kami menunjukkan bahwa para skeptis juga adalah orang-orang yang penuh belas kasih." Sebuah laporan di New York Times tentang fenomena ini mengobservasi bahwa ini adalah pengakuan "bahwa orang-orang tidak percaya selama ini ketinggalan dalam hal derma" ("Atheists' Collection Plate," New York Times, 2 April 2010). The Times mengatakan bahwa organisasi-organisasi amal atheis yang baru ini adalah sebagiannya respons terhadap amal yang dilakukan oleh orang-orang Kristen. Dale McGowan, pendiri dari Foundation Beyond Belief, termotivasi untuk mendirikan organisasi amal setelah mengunjungi sebuah gereja. Orang-orang Kristen yang percaya Alkitab memberi karena mereka mau memuliakan Allah yang telah menyelamatkan mereka, menaati perintah-perintahNya, dan juga karena mereka percaya bahwa manusia diciptakan menurut gambar Allah. Jadi, mereka terinspirasi untuk semakin menolong sesama manusia daripada menyelamatkan ikan paus. Mengenai para atheis, sungguh heran mengapa mereka merasa perlu untuk "berbuat baik." Dorongan itu tentunya bukan dari Allah, karena tidak ada Allah. Juga bukan untuk mengumpulkan harta di Surga, karena tidak ada Surga. Dan juga tidak ada standar moralitas yang absolut, jadi tidak jadi masalah apapun yang engkau lakukan. Di luar dari hukum Allah, tidak mau membantu mereka yang memerlukan tidak kurang moral dibandingkan membantu. Jika atheisme benar, "belas kasihan" tidak bisa memiliki definisi absolut. Mungkin berbuat amal menjadi salep bagi hati nurani para atheis, namun tidak juga, karena tidak ada yang namanya jiwa atau hati nurani. Jadi, ini hanyalah produk kebetulan dari kemungkinan-kemungkinan evolusi.

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary (www.graphe-ministry.org)
Untuk berlangganan, pilih opsi "Join Group" di: http://groups.yahoo.com/group/gits_buletin/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar