Sabtu, Maret 06, 2010

Berita Mingguan 27 Februari 2010

ISTRI BENNY HINN MENGAJUKAN GUGATAN CERAI
Pada tanggal 18 Februari, Los Angeles Times melaporkan bahwa istri penginjil Pantekosta Benny Hinn telah melayangkan gugatan cerai. Ini adalah yang terbaru dari daftar panjang berbagai skandal yang berkaitan dengan gerakan Pantekosta, sebuah gerakan yang mengklaim memiliki kuasa dan berkat dari Roh Kudus tetapi yang sebenarnya adalah markas ekstrimisme dan kesesatan sejak permulaan gerakan ini pada pergantian abad ke-20. Sejak tahun 2000 saja ada tiga pengkhotbah Pantekosta-Kharisma tik yang terkenal yang mengakui dosa homoseksualitas (Ted Haggard, Roberts Liardon, dan Paul Cain), ada enam yang bercerai (Clarence McClendon, Juanita Bynum, Thomas Weeks, Randy dan Paula White, dan Todd Bentley).

GEREJA INGGRIS MENDEKLARASIKAN EVOLUSI SESUAI DENGAN IMAN KRISTEN
Badan yang berkuasa di Gereja Inggris baru-baru ini menyetujui sebuah mosi bahwa evolusi cocok dengan iman Kristiani. Mosi tersebut diperkenalkan oleh Peter Capon, yang mendorong orang-orang Kristen untuk "serius mempertimbangkan bukti-bukti ilmiah dan jangan menghakimi ilmu pengetahuan terlebih dahulu karena alasan-alasan theologis" (Christian Post, 12 Feb. 2010). Ini adalah bukti lebih lanjut lagi akan betapa totalnya kebankrutan rohani Gereja Inggris. Resolusi tersebut berbarengan dengan Akhir Pekan Evolusi, di mana lebih dari 850 "gereja" memperingati Darwinisme. Gerakan yang berumur lima tahun ini adalah buah pikir Michael Zimmerman, profesor biologi di Universitas Butler di Indianapolis, yang mengatakan bahwa "orang dapat menerima semua yang diajarkan oleh ilmu pengetahuan modern sambil mempertahankan iman mereka." Pernyataan ini benar berkaitan dengan iman agama-agama lain yang kabur, tetapi tidak benar berkaitan dengan Alkitab, yang secara jelas mengajarkan bahwa dunia diciptakan oleh Allah yang mahakuasa dalam enam hari yang literal.

Ilmu pengetahuan modern telah berperang melawan Yesus Kristus dan FirmanNya yang kudus sejak abad kesembilan belas dan telah mencoba untuk menggantikan pengajaran tentang penciptaan ilahi dengan prinsip-prinsip naturalistik. Masalahnya bukanlah pada ilmu pengetahuan yang sejati, tetapi pada "ilmu pengetahuan palsu." Evolusi Darwinian mengklaim diri sebagai sesuatu yang ilmiah, padahal ia sebenarnya adalah iman agawami yang buta dan tidak memiliki satupun bukti yang tidak terbantahkan.

ELTON JOHN MENGATAKAN BAHWA YESUS ADALAH SEORANG HOMOSEKSUAL
Dalam sebuah wawancara, bintang Rock yang populer, Elton John, mengatakan, "Saya rasa Yesus adalah seorang gay yang penuh belas kasih, super-intelijen, yang mengerti masalah-masalah manusia" ("Elton John: There's A Lot of Hate in the World," Parade, 17 Feb. 2010). Ini merefleksikan sikap jahat dan anti-Alkitab yang merasuki industri rock & roll. Moralitas mereka adalah relativisme dan ilah mereka adalah ekspresi diri. "Itu milikmu, lakukan yang kau mau." Musik tersebut didesain agar cocok dengan filosofi ini.

SARANG TAWON YANG MENENTANG EVOLUSI
Teori evolusi Darwinian tidak dapat menjelaskan bagaimana tawon dapat terjadi. Kita bisa saja memperhatikan matanya, kemampuannya yang menakjubkan untuk terbang dan mendarat, sayapnya yang dapat ditekuk (pada beberapa model), dan banyak hal lain, tetapi coba kita memperhatikan siklus reproduksi salah satu tawon. Tawon ini adalah Eumenes amedei, yaitu suatu serangga kecil dengan warna hitam dan kuning mirip tawon yang hidup di Eropa Selatan dan Afrika Utara. Betinanya membangun sarang-sarang berkubah kecil dengan ukuran kira-kira seperti buah cherry, dan di dalamnya mereka menaruh telur mereka, satu telur per bangunan. Rumah yang mereka bangun ini terdiri dari bebatuan kecil yang dicampur dengan mortar yang terbuat dari debu bercampur dengan ludah sang betina. Dia menyeleksi setiap batu kecil dengan hati-hati, mengetesnya dengan rahangnya untuk menentukan berat, kekerasan, dan ukuran yang tepat. Dia juga lebih menyukai batu yang atraktif, seperti quartz yang berkilau. Dengan penuh keterampilan dia membentuk sarang yang bulat itu, batu demi batu, menyambungkan mereka dengan mortar yang kuat, tahan air, dan cepat mengering tersebut. Telur digantungkan pada atap dari rumah kecil tersebut dengan sebuah benang kecil, dan sebelum menutup sarang tersebut dengan semen alami, sang betina menyetok-nya dengan makanan dalam bentuk ulat bulu. Agar ulat bulu ini tidak melarikan diri atau merusak telur, ia melumpuhkan ulat bulu tersebut dengan sengat yang mempertahankan hidupnya cukup lama hingga anak tawon menetas. Sang betina juga memperhitungkan berapa ulat bulu yang perlu ditaruh di setiap sarang, lima untur telur-telur yang mengandung tawon jantan dan sepuluh untuk yang mengandung tawon betina. Bagaimana dia bisa tahu jenis kelamin anak-anaknya yang belum menetas itu adalah sebuah misteri bagi para evolusionis, tentunya, tetapi ia tidak pernah salah. Ketika anak tawon itu keluar dari telurnya, ia akan memakan habis kulit telur, lalu ia akan membuat bagi dirinya kantung sutra kecil yang tergantung, dengan kepalnya ke sebelah bawah. Ia akan menurunkan dirinya sendiri dalam kantung itu untuk memakan ulat bulu yang masih hidup tersebut, hingga waktunya tiba untuk keluar dari sarang.

PARA "AHLI" ALKITAB YANG LIBERAL TERBUKTI SALAH LAGI
Berikut ini disadur dari LiveScience. com, 15 Januari 2010: "Para ilmuwan telah menemukan tulisan Ibrani yang paling awal sampai saat ini – sebuah inskripsi yang berasal dari abad ke-10 SM., yaitu dalam periode pemerintahan Daud. Penemuan ini dapat berarti bahwa bagian-bagian dari Alkitab ditulis berabad-abad lebih dulu dari yang semula mereka perkirakan.. ..Hingga saat ini, banyak ahli yang berpendapat bahwa Alkitab Ibrani berasal dari abad keenam SM., karena mereka mengira bahasa Ibrani tertulis tidak lebih tua dari tangga litu. Tetapi teks Ibrani yang baru saja dipecahkan ini sekitar empat abad lebih tua, demikian para ilmuwan mengumumkan. "Ini mengindikasikan bahwa kerajaan Israel telah eksis pada abad 10 SM, dan minimal sebagian teks Alkitab ditulis ratusan tahun sebuah tanggal-tanggal yang saat ini dijadikan patokan dalam riset," kata Gershon Galil, seorang profesor Studi Alkitab di Universitas Haifa di Israel, yang memecahkan kode teks kuno tersebut. Tulisan ini ditemukan lebih dari setahun yang lalu di sebuah pecahan tembikar yang digali di Khirbet Qeiyafa, dekat lembah Elah di Israel. Penggalian tersebut dilakukan oleh arkeologis Yosef Garfinkel dari Universitas Hebrew di Yerusalem." Pada "ahli" Alkitab liberal telah terbukti salah lagi dan lagi. Sebagai contoh lain, mereka pernah menyangkal eksistensi dari kota Ur, tetapi itu adalah sebelum kota tersebut bersama dengan perpustakaannya yang sangat hebat ditemukan!

Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar