Rabu, Maret 26, 2008

MISTERI KAUSA PRIMA

Dulu sewaktu masih sekolah, kita pernah belajar dalam mata pelajaran PPKN (Pendidikan Pancasila dan KewargaNegaraan) atau PMP (Pendidikan Moral Pancasila). Dari sekian banyak materi yang disampaikan selalu salah satunya membahas mengenai istilah Kausa Prima. Betul tidak?
Bertahun-tahun lalu, para filsuf menetapkan nama First Cause (Kausa Prima atau Penyebab Pertama) untuk menggambarkan kuasa supranatural yang cerdas yang telah menciptakan alam semesta kita. Seseorang pernah menganalisis sifat-sifat Penyebab Pertama dengan cara membandingkan sifat-sifat dari Penyebab Pertama, Sang Pencipta, dan sifat-sifat alam semesta.

Penyebab Pertama dari adanya Ruang yang tak terhingga luasnya pstilah mempunyai jangkauan yang tidak terbatas.
Penyebab Pertama dari adanya Waktu yang tidak berkesudahan pasti kekal.
Penyebab Pertama dari adanya Gerakan yang berlangsung terus-menerus pasti mahakuasa.
Penyebab Pertama dari adanya Keanekaragaman yang tak terbatas pasti mempunyai fenomena yang dapat hadir dimana-mana pada satu saat yang sama/mahahadir.
Penyebab Pertama dari adanya Kerumitan yang luar biasa pasti sangat cerdas dan mahatahu.
Penyebab Pertama dari adanya Kesadaran pasti bersifat pribadi.
Penyebab Pertama dari adanya Perasaan pasti emosional.
Penyebab Pertama dari adanya Kemauan pasti mempunyai kehendak.
Penyebab Pertama dari adanya Nilai-nilai Etis pasti bermoral.
Penyebab Pertama dari adanya Nilai-nilai Agama pasti rohani.
Penyebab Pertama dari adanya Nilai-nilai Keindahan pasti indah.
Penyebab Pertama dari adanya Kebenaran pasti kudus.
Penyebab Pertama dari adanya Keadilan pasti adil.
Penyebab Pertama dari adanya Kasih pasti penuh kasih.
Penyebab Pertama dari adanya Kehidupan pasti hidup.

Analisis ini memperlihatkan bahwa Penyebab Pertama dari adanya segala sesuatu, yakni Sang Pencipta, pasti tidak terbatas, kekal, mahakuasa, dapat hadir di mana-mana dalam satu saat yang sama atau mahahadir, mahatahu, bersifat pribadi, emosional, mempunyai kehendak, bermoral, rohani, estetis (indah), kudus, adil, penuh kasih, dan hidup. Bila kita meneliti sifat Allah sebagaimana yang dinyatakan melalui Alkitab, betapa kita mendapati bahwa sesungguhnya kodrat Allah yang kudus persis seperti yang dilukiskan di atas. Sungguh Sangat Indah bukan?

PESONA ALKITAB, Andi Offset, Cetakan II, 2007

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar