Senin, April 20, 2009

KEDAULATAN ALLAH DAN KEBEBASAN MANUSIA YANG ALKITABIAH (Bag 2)

III. Konsekuensi Pandangan Kalvinisme

Logika dan Alkitab mengajarkan kita bahwa untuk segala tindakan dan kepercayaan, pasti ada konsekuensi yang mengikuti. “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya” (Gal. 6:7). Oleh sebab itulah kita mengajari anak-anak kita bahwa tindakan mereka akan membawa konsekuensi. Kalau mereka nakal, kita pukul atau hokum untuk mengajarkan konsekuensi negative untuk tindakan seperti itu. Sebaliknya kalau mereka melakukan yang baik, kita beri insentif. Ini kita lakukan, karena kita ingin menanamkan pada anak-anak bahwa tindakan dan perilaku mereka akan membawa konsekuensi.

Sebagai contoh lain, Alkitab selalu mengajarkan bahwa orang yang sungguh-sungguh beriman, pasti akan menghasilkan buah. Iman sejati selalu diikuti oleh pekerjaan baik. Memang ada orang yang tidak memiliki buah walaupun mengklaim diri percaya pada Tuhan Yesus. Tentunya mereka ini tidak benar-benar percaya.

Demikian juga dengan Kalvinisme. Jika premis dasar Kalvinisme benar, yaitu bahwa Allah telah menetapkan segala sesuatu sejak kekekalan, bahkan dosa, dan bahwa kemahatahuan Allah (yang adalah karena penetapanNya) menyebabkan manusia tidak memiliki pilihan lain selain apa yang Allah tetapkan itu, maka:

A. Manusia Tidak Memiliki Kehendak Bebas

Jika Tuhan sudah menetapkan segala sesuatu, termasuk tindakan, pikiran, dan keputusan semua makhlukNya, sebagaimana diajarkan Kalvinisme, maka secara logis tidak ada satupun makhluk yang memiliki kehendak bebas. Manusia pun tidak memiliki kehendak bebas. Bahkan, kalau mau dipikirkan secara konsisten, maka kita tidak bisa mengatakan, “keputusan Budi untuk memakai baju merah.” Keputusan itu bukanlah keputusan Budi, melainkan keputusan atau ketetapan Allah. Budi hanyalah agen pelaksana ketetapan Allah.

Jika diteruskan secara logis dan konsisten, maka premis dasar Kalvinisme (Allah menetapkan segala sesuatu) menjadikan seluruh ciptaan Allah dan seluruh rangkaian peristiwa sejak penciptaan hingga kekekalan nanti, sebagai sebuah sandiwara atau film yang sudah dinaskahkan. Setiap kata-kata, tindakan, dan aksi, telah dinaskahkan sesuai dengan keinginan sutradara. Manusia, anda dan saya, hanyalah salah satu pemain, yang tidak dapat melakukan apapun selain dari yang telah dinaskahkan (didekritkan sejak kekekalan). Lebih parah lagi, seorang aktor masih memiliki ruang improvisasi, tetapi Kalvinis menyatakan bahwa hal yang terkecil pun sudah ditetapkan oleh Tuhan.

Dengan kata lain, manusia tidak lebih dari robot, yang harus melakukan ketetapan Allah. Kalau ada yang protes, saya hanya perlu mengingatkan bahwa adalah Kalvinis (John Gill) yang mengatakan: “Pendeknya, segala sesuatu tentang semua individu di dunia, yang pernah ada, yang ada, atau yang akan ada, semuanya sesuai dengan dekrit-dekrit Allah, dan menurut pada dekrit-dekrit itu.” Kalau manusia membuat robot, tentunya segala tindakan, perkataan, dan sifat dari robot itu, adalah sesuai dengan programnya. Bukankah ini sama dengan deskripsi Kalvinis, bahwa segala tindakan, perkataan, dan segala sesuatu mengenai individu, sesuai dan menurut pada “dekrit” (program) Allah?

Allah tentu jauh lebih canggih dari manusia, sehingga kalau Allah membuat robot, dia bisa membuat robot itu memiliki perasaan dan kesadaran diri. Tidakkah pandangan Kalvinis membuat manusia masuk ke dalam kategori robot-robot canggih? Robot yang sadar diri dan memiliki perasaan. Robot yang berpikir bahwa ia memilih sesuatu, yang mengira bahwa ia memutuskan berbagai hal, tetapi yang bagaimanapun juga adalah robot karena ia tidak bisa melakukan selain dari “program”nya (dekrit Allah).

Kalvinis sering membantah dan mengatakan bahwa dia percaya manusia punya kehendak bebas. Budi Asali berkata, “...Allah menentukan segala-galanya, dan itu berarti bahwa Allah juga menentukan bahwa orang itu akan melakukan tindakan itu secara bebas.” Dalam kalimat lain, Asali memperjelas, “Sekalipun Allah menentukan dan mengatur terjadinya dosa, tetapi saat dosa itu terjadi, manusia melakukan dosa itu dengan kemauannya sendiri! Ini menunjukkan bahwa kebebasan manusia tidak dibuang!”

Tetapi permasalahannya adalah, Kalvinis memiliki suatu definisi“bebas” yang aneh. Walaupun tindakan itu sudah ditetapkan Allah, dan manusia tidak bisa melakukan selain dari ketetapan itu, manusia masih dikatakan “bebas.” Webster mendefinisikan “free will” (Indonesia: kehendak bebas) sebagai berikut:17

freedom of decision or of choice between alternatives

kebebasan pengambilan keputusan atau memilih antara alternatif-alternatif

Jadi, jelaslah bahwa “ kehendak bebas” berarti dapat memilih antara dua atau lebih alternatif. Jika tidak bisa memilih alternatif lain, maka tidak ada kebebasan. Argumen Kalvinis bahwa “walaupun Allah menentukan, tetapi manusia melakukannya dengan kemauan sendiri,” adalah suatu tipuan! Menurut Kalvinis, segalanya ditentukan Allah. Jadi, kemauan orang itupun ditentukan Allah! Orang itu mau melakukan suatu tindakan, karena Allah menetapkan bahwa dia mau! Dia tidak bisa tidak mau! Dia tidak punya pilihan! Dia tidak bisa mau melakukan apapun selain yang Allah tetapkan! Apakah manusia seperti ini bisa dikatakan memiliki kehendak bebas? Tidak mungkin, kecuali anda meredefinisi “bebas”! Yang paling baik yang bisa dikatakan Kalvinis adalah: Allah menciptakan manusia yang merasa bebas, mengira dirinya bebas, dan bahkan seolah-olah bebas, tetapi sebenarnya, semua tindakan, perasaan, pilihan, pikirannya, telah ditentukan Allah dalam dekrit-dekrit rahasia sejak kekekalan.

Jelas sekali bahwa Kalvinisme yang konsisten membawa kepada konsekuensi bahwa manusia tidak bebas. Kalvinisme sendiri mencoba untuk membenturkan antara kebebasan Allah dengan kemahatahuan Allah. Kalau Allah mahatahu, kata Kalvinis, artinya manusia tidak bisa memilih selain dari yang diketahui Allah. Jadi, Kalvinis sendiri sebenarnya mengakui bahwa manusia tidak bebas! Tetapi dengan tarikan nafas lain, dia mau mengatakan manusia itu bebas! Ini namanya berbicara dolak-dalik, atau bisa juga disebut tidak konsisten!

B. Manusia Tidak Bertanggung Jawab Atas Tindakannya

Jika Allah telah menetapkan segala sesuatu, termasuk tindakan dan pikiran makhluk-makhluk ciptaanNya, dan makhluk-makhluk itu tidak dapat melakukan selain yang ditetapkan Allah, maka makhluk-makhluk itu tidak bertanggung jawab atas tindakan mereka. Ini sebenarnya adalah konsekuensi yang mudah dimengerti dan mengalir secara logis dari konsekuensi yang pertama. Manusia yang telah ditentukan segala tindakan, pikiran, dan kemauannya, sejak kekekalan, adalah manusia yang tidak bebas dan bisa disamakan dengan robot. Manusia yang telah diprogram ini (telah didekritkan segala sesuatu tentang dirinya), dan yang tidak dapat bertindak selain sesuai programnya (dekrit), tentunya tidak bertanggung jawab atas isi “program” (dekrit) tersebut.

Sebenarnya manusia mengerti akan hal ini dengan amat jelas. Bahkan Kalvinis pun mengerti akan hal ini jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak ada seorang Kalvinispun yang akan menyalahkan gerbong kereta api ketika kereta api menabrak orang. Kereta api itu hanya dapat berjalan di rel yang dibuat untuknya. Ia tidak dapat menyimpang ke kiri atau ke kanan. Walaupun gerbong kereta api itulah yang bergerak sepanjang rel, dan walaupun gerbong kereta api itulah yang menabrak, tetapi ia sama sekali tidak memiliki kendali atas apa yang terjadi. Semuanya sudah ditentukan oleh oknum lain di luar dirinya. Oleh karena itu, Kalvinis yang se-Hyper apapun, tidak akan menuntut gerbong kereta api ke pengadilan. Jika ada pihak yang harus dituntut, maka itu adalah orang yang mengendalikan kereta itu, yang memilihkan rel baginya, dan yang mengatur kecepatannya. Ini membawa kita kepada konsekuensi yang ketiga.

C. Allah Bertanggung Jawab Atas Tindakan CiptaanNya

Jika Allah menentukan segala sesuatu, maka Allahlah yang bertanggung jawab atas segala sesuatu! Ini adalah pernyataan yang sederhana namun benar! Ingat bahwa adalah Kalvinis sendiri yang ngotot bahwa Allah menentukan segala sesuatu, dari hal besar hingga hal remeh. Mereka bersikukuh mengatakan bahwa Allah menentukan segala tindakan dan pikiran manusia. Mereka bahkan bangga dengan doktrin yang mengajarkan bahwa Allah menentukan Adam untuk berdosa! Jika Kalvinisme itu konsisten, maka mereka harus juga mengajarkan bahwa Allah bertanggung jawab atas segala tindakan itu, dan bahwa Allah bertanggung jawab atas dosa.

Jangankan mengendalikan seluruh dan setiap detil kehidupan seseorang, membuat kebijaksanaan yang mempengaruhi orang lain saja harus bertanggung jawab. Jika saya sebagai dosen membuat keputusan bahwa mahasiswa saya tidak boleh ada yang membaca buku, maka saya harus bertanggung jawab ketika mahasiswa saya semuanya tidak lulus. Ini barulah suatu kebijaksanaan umum. Betapa besarnya lagi tanggung jawab seorang dosen yang punya kuasa untuk membuat mahasiswanya rajin atau malas, yang dapat mengatur bagaimana mereka menghabiskan setiap waktu mereka, yang dapat menentukan setiap langkah mereka, yang dapat mengontrol setiap pilihan dan kemauan mereka!

Manusia yang memiliki akal sehat tidak dapat menerima alasan seorang pengendara mobil yang menabrak mati pejalan kaki, yang lalu menyalahkan mobilnya. Memang mobil itulah yang menabrak, bukan tubuh si pengendara, tetapi mobil itu dikendalikan setiap gerakannya oleh sang pengendara. Semua orang tahu, bahwa oknum yang mengendalikan, mengontrol, dan menetapkan adalah yang harus bertanggung jawab. Hakim yang masih waras tidak mungkin menyalahkan mobilnya, melainkan pengontrol mobil. Ah, Kalvinis tersenyum di sini! “Analogi anda salah total,” kata mereka, “karena mobil benda mati yang tidak berkehendak, sedangkan manusia itu hidup dan berkehendak. Bahkan dosa itu dilakukan dengan senang hati oleh manusia dengan bebasnya!”

Tetapi sekali lagi kita perlu mengkaji, bagaimanakah bisa dikatakan bahwa manusia melakukan itu dengan bebas, jika dia tidak bisa melakukan yang lain? Bagaimanakah itu bisa dikatakan bebas jika sudah ditentukan? Ini adalah kontradiksi. Mengenai bahwa manusia melakukan dosa dengan senang hati, kita perlu mengingatkan Kalvinis, bahwa menurut doktrin mereka, itupun telah ditetapkan oleh Allah. Jika Allah menetapkan segala sesuatu, maka Allah menetapkan manusia untuk melakukan dosa, dan untuk melakukan dosa itu dengan senang hati. Kalvinis mengajarkan bahwa hati manusia senang akan dosa karena sudah bobrok total. Tetapi mengapakah manusia bobrok total? Karena ia sejak awal jatuh ke dalam dosa. Tetapi mengapakah ia jatuh ke dalam dosa? Karena Allah menentukannya. Oleh karena itu, Kalvinis tidak bisa mengajarkan bahwa Allah menentukan segala sesuatu, sekaligus membebaskan Allah dari tanggung jawab terhadap dosa. Hal tersebut adalah kontradiksi.

IV. Penolakan Kalvinis Akan Konsekuensi Kalvinisme

A. Tidak Konsisten Secara Logis

Kita telah melihat di atas, bahwa segala sesuatu memiliki konsekuensi. Kalvinisme, yang mengajukan premis dasar bahwa Allah menentukan segala sesuatu, juga tidak terlepas dari hukum sebab-akibat ini. Mereka tidak bisa berkata: “Karena kami Kalvinis, kami tidak perlu menerima konsekuensi logis dari premis dasar kami.”

Namun demikian, mayoritas Kalvinis menolak konsekuensi logis dari kepercayaan mereka sendiri. Mereka tetap mempertahankan bahwa Allah telah menetapkan segala sesuatu, segala tindakan dan pikiran manusia, namun tidak mau mengakui bahwa dengan demikian manusia tidak bebas. Mereka kekeh bahwa manusia bebas, walaupun segala sesuatu tentang manusia telah ditentukan sebelumnya. Lebih lanjut lagi, Kalvinis tetap mempersalahkan manusia, walaupun manusia itu hanyalah melakukan apa yang ditetapkan. Budi Asali, misalnya, mengatakan: “Pada waktu manusia berbuat dosa, ia tetap bertanggung jawab terhadap Allah akan dosanya itu, artinya ia tetap akan dihukum karena dosanya itu...... Karena itu jangan sembarangan berbuat dosa, apalagi dengan alasan bahwa dosa itu sudah ditentukan oleh Allah!”18

Jadi, Kalvinis mengajarkan bahwa manusia akan dihukum karena melakukan sesuatu yang Allah tentukan! Ini hanya logis dalam dunia Kalvinis. Dalam dunia nyata, ini sama sekali tidak logis. Seorang Jenderal yang baik tidak akan menghukum prajurit bawahannya yang hanya menjalankan instruksi Jenderal itu sendiri, tidak peduli apakah prajurit itu senang atau tidak senang ketika melakukan perintah itu. Anda ada di dunia nyata atau di dunia imajiner Kalvinis?

Coba kita ambil kasus kejatuhan Adam ke dalam dosa. Kita telah mengutip tokoh-tokoh Kalvinis yang menegaskan bahwa adalah ketentuan Allah agar Adam jatuh ke dalam dosa. Dalam tarikan nafas yang sama, para Kalvinis mengatakan bahwa Adam, danjuga segala anak cucu Adam, harus bertanggung jawab atas dosa Adam tersebut! Apakah anda bisa melihat keanehan di sini? Supaya Adam tidak dihukum, artinya dia harus tidak boleh jatuh ke dalam dosa! Sedangkan Allah menentukan supaya Adam berdosa. Artinya, supaya Adam tidak dihukum, dia harus melawan keputusan Allah (yang tidak bisa dilawan). STOP! Sebentar dulu, bukannya justru orang yang melawan keputusan Allah itu yang dihukum? Tetapi kalau Adam mengikuti keputusan Allah, dia jatuh dalam dosa, dan dia harus dihukum! Kalau Adam tidak mengikuti keputusan Allah, bukankah itu melawan Allah juga? Dan bukankah itu dosa juga? Artinya, mengikuti keputusan Allah atau tidak mengikuti keputusan Allah, Adam harus kena hukum. Tetapi kita harus ingat bahwa ini hipotetis, karena menurut Kalvinis, sebenarnya Adam tidak bisa tidak melakukan keputusan Allah. Jadi, pada intinya, Allah sudah menetapkan Adam dan seluruh manusia untuk dihukum. Dosa hanyalah cara Tuhan membenarkan hukuman tersebut!

Bukan hanya itu saja, premis Kalvinis bahwa Allah menetapkan segala sesuatu juga menciderai pribadi Allah sendiri. Allah jelas-jelas menyuruh Adam untuk tidak makan buah terlarang di tengah taman Eden tersebut (Kej. 2:16-17). Namun Kalvinis ingin meyakinkan kita, bahwa Allah menentukan Adam untuk melanggar perintahNya sendiri. Tidak berhenti sampai di sana, lalu Allah menghukum dan menyalahkan Adam karena telah melaksanakan apa yang Allah tetapkan dalam dekrit yang tak dapat Adam lawan. Kalau hal yang sama dilakukan oleh manusia, kita semua tidak akan ragu-ragu untuk memvonisnya sebagai pribadi yang sangat licik dan jahat. Apakah itu Allah yang anda percayai? Saya katakan bahwa Allah dalam Alkitab tidak berlaku seperti itu! Oleh karena itulah saya katakan bahwa “allah” Kalvinis berbeda dengan Allah saya. Dan oleh sebab itu pulalah saya katakan bahwa Kalvinisme adalah serangan terhadap pribadi Allah itu sendiri!

Tetapi, apakah Kalvinis mau mengikutiaturan logika dalam hal ini? Jawabannya adalah tidak. Mayoritas Kalvinis tidak mau menerima konsekuensi bahwa premis dasar mereka membuat manusia menjadi robot-robot canggih (yang punya kesadaran diri, bahkan yang merasa melakukan tindakan itu atas “kehendaknya” dan “kemauannya” sendiri, tetapi yang sebenarnya telah ditentukan segala-galanya, termasuk “kehendak” dan “kemauan” tersebut). Kalvinis tidak mau mengakui bahwa ajaran mereka membuat manusia lepas dari tanggung jawab dosa. Justru, teman-teman mereka yang mau menerima konsekuensi Kalvinisme, mereka cap sebagai “Hyper” Kalvinis. Sebenarnya, Hyper-Calvinist hanyalah orang-orang yang secara konsisten menerapkan premis dasar Kalvinisme bahwa Allah menetapkan segala sesuatu. Lalu apa jawab mereka terhadap ketidakkonsistenan logis yang muncul?

Asali mewakili para Kalvinis dengan jawaban: “Terus terang, tidak ada orang yang bisa mengharmoniskan 2 hal yang kelihatannya bertentangan ini.”19 Asali bukan satu-satunya Kalvinis yang melarikan diri dari logika dengan cara demikian. Spurgeon berkata, “Bagaimana dua hal ini bisa benar saya tidak bisa mengatakan....Saya tidak yakin bahwa disurga kita akan bisa mengetahuidimana tindakanbebas manusia dankedaulatanAllah bertemu, tetapikeduanya adalah kebenaran yang besar. Allah telah mempredestinasikan segala sesuatu tetapi manusia bertanggungjawab.” 20 Jadi, Spurgeon berkata bahwa bahkan di Surga pun mungkin kita tidak akan bisa menjelaskan kontradiksi antara kebebasan manusia dan kedaulatan Allah! Apakah tidak lebih baik untuk berkesimpulan bahwa justru konsep kedaulatan Allah Kalvinislah yang salah? Perlukah kita ngotot sedemikian rupa hanya untuk mempertahankan suatu filosofi?

Jika sedang mengargumentasikan poin-poin mereka, Kalvinis senang sekali menggunakan logika. Bahkan mereka menuntut bahwa kita, non-Kalvinis, harus mengikuti alur logika yang mereka sampaikan. Sebagai contoh, ketika sedang mengargumentasikan bahwa kemahatahuan Allah berarti manusia tidak memiliki pilihan, Boettner berkata: “Kecuali Arminianisme menyangkal pengetahuan lebih dulu dari Allah, ia tidak mempunyai pertahanan di depan kekonsistenan yang logis dari Calvinisme; karena pengetahuan lebih dulu secara tidak langsung menunjuk pada kepastian, dan kepastian secara tidak langsung menunjuk pada penetapan lebih dulu.”21,22

Saya menekankan frase “kekonsistenan yang logis dari Calvinisme.” Kalau begitu, Boettner, mengapa tidak melanjutkan logika yang konsisten itu dan menyimpulkan bahwa kalau segala sesuatu sudah ditentukan Allah secara pasti, maka manusia tidak bebas? Mengapa tidak menggunakan logika yang telah diberikan Tuhan dan menyimpulkan bahwa jika manusia ditentukan untuk berdosa, maka berarti manusia tidak perlu dihukum, karena ia sekedar melakukan dekrit Tuhan? Di manakah kekonsistenan yang logis dari Calvinisme itu saat berhadapan dengan konsekuensi dari pengajaran mereka sendiri? Mereka begitu ngotot dengan logika di satu sisi, tetapi ketika pengajaran mereka tidak konsisten, mereka mencariperlindungan dibalik “misteri,” “rahasia Allah yang tidak dapat diselami,” “dua hal yang tidak dapat dijelaskan,” “dua hal yang nampak bertentangan tetapi pasti ada penjelasannya,” atau bahkan “dua hal yang bahkan di Surga pun belum tentu bisa kita jelaskan”! Bukankah semua ini adalah pengakuan bahwa pengajaran mereka tidak konsisten, tetapi mereka tidak mau menerimanya?

Mungkin ada Kalvinis yang akan berkata: “Mungkin tidak masuk logika kita, tetapi ALLAH BISA membuat manusia yang sudah ditentukan segala-galanya, tetapi yang sekaligus bebas. Apakah anda tidak percaya bahwa ALLAH BISA melakukan itu?” Pertanyaan semacam ini mengingatkan saya akan pertanyaan-pertanyaan jebakan ala atheis. Atheis tidak percaya bahwa ada Allah yang mahakuasa, sehingga mereka sering menantang dengan pertanyaan, seperti: Jika Allah mahakuasa, bisakah Allah menciptakan batu yang begitu besar sehingga Ia sendiri tidak bisa angkat? Tentu ini pertanyaan jebakan. Jawabannya adalah: Allah bisa membuat batu seperti apapun, dan Dia bisa mengangkat semua batu itu. Batu yang begitu besar sehingga tidak dapat Allah angkat, tidak bisa eksis bahkan dalam lingkup probabilitas sekalipun. Atau ada pertanyaan jebakan lagi yang seperti ini: Jika Allah mahakuasa, bisakah Ia menciptakan sebuah segitiga yang bersisi empat? Tentu ini adalah pertanyaan jebakan juga. Ini tidak ada hubungannya dengan “kuasa” tetapi dengan definisi. Sebuah segitiga yang bersisi empat adalah sesuatu yang sudah bertentangan dengan definisi dirinya, jadi tidak mungkin eksis bahkan dalam lingkup probabilitas sekalipun. Demikian juga dengan pertanyaan: Bukankah Allah bisa menciptakan manusia yang tidak bebas (ditentukan segalanya) yang memiliki sifat bebas? Saya bukan meragukan kemampuan Tuhan. Tetapi, sama seperti pertanyaan-pertanyaan jebakan di atas, ini bukan masalah kuasa. Ini masalah definisi. Makhluk yang “tidak bebas sekaligus bebas” tidak eksis secara definisi bahkan dalam lingkup probabilitas sekalipun. Ia mirip dengan segitiga yang bersisi empat.

Kadang-kadang orang Kalvinis, demi menyelamatkan doktrin mereka yang bahkan mereka akui sendiri tidak harmonis (tidak konsisten), mencoba untuk mengatakan bahwa ada banyak doktrinAlkitab lain yang juga tidak harmonis. Saya akan mengutip lagi Asali sebagai representatif dari Kalvinis. Untuk membela ketidakharmonisan doktrin kedaulatan Allah versi Kalvinis, Asali mengatakan:

“Dalam hal yang lain, kita juga melihat hal yang sama. Misalnya: kita percaya bahwa Allah itu mahakasih dan mahatahu. Tetapi kita juga percaya bahwa Allah menciptakan neraka dan orang tertentu yang Ia tahu bakal masuk ke neraka. Kalau memang Ia mahakasih dan mahatahu, mengapa Ia tidak hanya menciptakan orang yang akan masuk ke surga? Saya yakin tidak ada orang yang bisa mengharmoniskan 2 hal itu, termasuk orang Arminian, tetapi toh semua orang kristen percaya dan mengajarkan ke 2 hal itu, karena Kitab Suci memang jelas mengajarkan kedua hal itu. Lalu mengapa dalam hal doktrin ini kita tidak mau bersikap sama?”

Walaupun Budi Asali mungkin tidak senang dengan kesimpulan saya ini, tetapi pada intinya dia seolah ingin mengatakan: “banyak kok doktrin Alkitab yang tidak harmonis (tidak ada orang yang bisa harmoniskan). Jadi kalau Kalvinisme tidak harmonis, tidak apa-apa!” Tetapi benarkah banyak doktrin dalam Alkitab tidak harmonis? Saya menolak hal semacam itu! Alkitab adalah kitab yang paling konsisten dan harmonis!

Saya bisa mengerti, mengapa Asali merasa sulit untuk mengharmoniskan kemahatahuan Allah dengan sifatNya yang mahakasih. Karena kedua hal ini memang tidak konsisten jika dilihat dari sudut Kalvinisme! Allah sudah tahu banyak orang akan masuk neraka. Tapi Kalvinis mengatakan bahwa Allah tahu karena Allah menentukan. Jadi, “allah” Kalvinis menentukan manusia masuk neraka! Memang sulit untuk melihat bagaimana “allah” yang demikian bisa mahakasih. Seharusnya, Asali dan Kalvinis lainnya tidak mencoba menggunakan poin ini untuk mendukung ketidakkonsistenan mereka dalam hal kedaulatan Allah. Seharusnya mereka melihat kontradiksi ini sebagai bukti lain bahwa Kalvinisme memang tidak adekuat untuk menggambarkan realita Alkitab.

Jika kita tilik lebih lanjut, perbandingan antara kedua hal ini pun sebenarnya tidak setara. Alkitab dengan tegas menyatakan bahwa Allah itu kasih (1 Yoh. 4:6), dan bahwa Allah mahatahu (Maz. 139 misalnya), dan bahwa ada neraka (Wahyu 20:14-15). Tetapi, tidak ada satu ayatpun yang mengajarkan bahwa “Allah menentukan segala sesuatu sejak kekekalan dalam dekrit-dekrit rahasia.” Tentu kita akan melihat dan membahas berbagai ayat yang dipakai Kalvinis di bagian-bagian berikut.

Sebenarnya, bahwa Allah mahatahu sekaligus mahakasih, sama sekali tidak bertentangan jika kita tidak beranggapan Allah menentukan segala sesuatu. Allah memberikan manusia pilihan (kehendak bebas), dan mereka bisa memilih untuk menentang Allah atau percaya pada Allah. Allah bahkan menjadimanusia dan matibagisemua orang (baik yang menentang maupun percaya),23 dan itu membuktikan kasihNya. Tetapi, Allah bukan hanya mahakasih, tetapi juga mahaadil, dan mahakudus. Setiap manusia yang menentang Allah dan tidak diselesaikan dosanya oleh Yesus, dihukum secara kekal dalam Neraka. Mengapa Allah tidak hanya menciptakan orang yang akan masuk Surga? Karena Allah tidak ingin disembah hanya oleh “robot” yang ditentukan untuk percaya. Allah ingin ada pribadi-pribadi yang dapat memilih dengan bebas, yang pada akhirnya memilih untuk menyembah Allah. Karena ada pilihan yang bebas (dengan konsekuensi masing-masing yang sudah diumumkan sebelumnya), maka Allah tidak berlawanan dengan kasihNya jika Ia menghukum mereka yang menentangNya. Ini karena bukan Allah yang menetapkan pilihan tersebut, melainkan pribadi yang bersangkutan.

Masalah timbul ketika sifat-sifat Allah didefinisikan menurut manusia. Manusia mengatakan bahwa “kasih” tidak mungkin menghukum. Tetapi ini adalah definisi yang salah. Jika definisi ini dipakai, maka sifat Allah yang “mahakasih” akan bertentangan dengan “kekudusan” dan “keadilan”Nya. Karena ada ketidakharmonisan, kita perlu merevisi premis dasar kita. Ternyata, kasih bukan tidak dapat menghukum.

Demikian juga dengan kedaulatan Allah. Manusia (Kalvinis) berkata bahwa “Allah yang berdaulat menentukan segala sesuatu.” Tetapi, ini menjadi bertentangan dengan sifat Allah yang kudus (tidak mungkin menentukan manusia untuk berdosa) danjuga keadilanNya (tidak mungkin menghukum manusia yang hanya menjalankan dekrit). Seharusnya ada kerendahan hati di sini untuk introspeksi: kalau begitu, mungkin premis dasarnya salah. Barangkali, Allah yang berdaulat tidak perlu menentukan segala sesuatu!

KEDAULATAN ALLAH DAN KEBEBASAN MANUSIA YANG ALKITABIAH (Bag 1)

Dr. Steven E. Liauw

Graphe International Theological Seminary

I. Pendahuluan

Salah satu hal yang secara paling mendasar mempengaruhi bagaimana seseorang memandang dunia ini, adalah konsepnya tentang Allah. Beritahukan pada saya, apa yang seseorang percayai tentang Allah, maka saya dapat memprediksikan apa pendapat orang tersebut dalam berbagai hal, dan bahkan bagaimana orang tersebut akan bertindak dalam berbagai situasi. Tentu ada ruang yang lebar untuk variasi individu, tetapi pandangan seseorang tentang Allah berada pada poros inti moralitas dan filosofinya.

Seorang atheis, misalnya, bahkan tidak percaya ada Allah. Oleh karena itu, atheis yang konsisten, tidak akan memiliki moralitas yang absolut. Ada atheis yang tidak memiliki moralitas sama sekali dan menunjukkan kepada dunia apa yang terjadi jika atheisme diimani secara konsekuen sampai pada kesimpulan akhirnya. Jika tidak ada Allah, maka manusia hanyalah binatang lainnya, dan tidak ada konsep benar atau salah. Oleh karena itu, mereka berlaku tidak lebih dari binatang yang pintar, melakukan apapun juga yang diingini tanpa ada rasa tanggung jawab sedikitpun. Dalam hal ini, tindakan mereka bahkan bisa lebih kejam dari binatang, karena binatang cukup puas dengan mempertahankan hidup dan eksistensi mereka, sedangkan manusia yang tidak bermoral dikuasai oleh nafsu yang tidak pernah mengenal cukup.

Tentu banyak atheis yang tidak seperti itu. Mereka masih memiliki moralitas, walaupun moralitas yang relatif. Walaupun secara intelektual mereka menolak eksistensi Allah, tetapi karena alasan-alasan lain (rasa kemanusiaan, tenggang rasa, budi pekerti yang dipelajari sejak kecil, dll), mereka mempertahankan sejenis moralitas. Tetapi ini tidak berarti bahwa atheisme dapat menghasilkan moralitas. Moralitas pada seorang atheis adalah sisa-sisa kebenaran ilahi yang universal, yang belum terkikis habis oleh atheisme itu, yang masih ada pada individu tersebut. Ia bermoral bukan karena ia atheis. Sebaliknya, ia bermoral walaupun ia seorang atheis, karena dia belum mau menerima konsekuensi logis dari atheisme. Dapat kita katakan bahwa ia adalah seorang atheis dalam teori, tetapi belum atheis dalam praktek, minimal belum sepenuhnya. Ada ketidakkonsistenan antara apa yang ia percayai dengan apa yang ia lakukan, tetapi ketidakkonsistenan yang menguntungkan.

Bagaimana dengan orang-orang yang percaya ada Allah? Apakah mereka semua ini sama? Tentu tidak! Tanpa perlu mengupas tentang deisme, pantheisme, panentheisme, atau yang lainnya yang sudah pasti akan membawa penganutnya ke pandangan yang berbeda-beda, bahkan di kalangan theis sekalipun (percaya Allah sebagai pribadi yang immanen dan transenden), ada perbedaan cara berpikir yang cukup luas, tergantung kepada konsep dia tentang pribadi Allah.

Ketika seseorang menekankan bahwa Allah adalah mahakasih, tanpa melihat aspek lain dari sifat-sifat Allah, maka ia akan sampai kepada kesimpulan yang salah. Banyak orang senang dengan Allah yang mahakasih, tetapi tidak mau Allah yang mahakudus atau Allah yang mahaadil. Mereka merasionalisasikan: Allah yang mahakasih tentu tidak akan mengirim orang ke neraka untuk selama-lamanya!

Tetapi rasionalisasi seperti ini sungguh salah. Ada dua kesalahan yang terjadi. Kesalahan PERTAMA adalah merasionalisasikan sifat Allah dengan mengabaikan pernyataan jelas Alkitab. Banyak sekali ayat Alkitab yang menyatakan bahwa manusia yang berdosa dan menolak kasih karunia penyelamatan Allah, akan binasa untuk selama-lamanya dalam neraka. Matius, misalnya, mencatat peringatan Yesus bahwa lebih baik masuk Surga dalam kondisi timpang dan buta daripada dengan tubuh lengkap, tersesat dan masuk ke dalam api yang kekal (Mat. 18:8). Jadi, pernyataan kaum universalis bahwa semua manusia akan masuk Surga, bertentangan dengan pernyataan jelas dalam Alkitab. Seharusnya, bagi orang yang sungguh menjunjung tinggi Alkitab sebagai standar, adanya pernyataan jelas dalam Alkitab menjadi pandu yang berotoritas.

Seharusnya terjadi pemikiran seperti berikut: “Jika Alkitab menyatakan bahwa orang-orang yang tidak bertobat akan masuk neraka untuk selama-lamanya, maka pemikiran awal saya (bahwa Allah yang mahakasih tidak mungkin mengirim orang ke neraka) adalah salah. Saya harus merevisi ulang premis dasar pemikiran saya.” Ini adalah sikap yang benar. Tetapi sayang, yang biasanya terjadi adalah pemelintiran ayat-ayat kitab Suci untuk mendukung pemikiran dasar seseorang. Bukannya berpikir bahwa ada yang salah dengan premis dasar (karena bertentangan dengan ayat-ayat jelas Alkitab), yang bersangkutan justru sibuk mencoba menjelaskan ayat-ayat Alkitab itu agar masuk ke dalam konsep dia.

Kesalahan KEDUA adalah terlalu menekankan satu sifat Allah, tanpa melihat sifat-sifat Allah yang lain. Ketika seseorang berjalan tanpa membiarkan Alkitab mengoreksi premis dasarnya, maka tidak mungkin dihindari dia akan berlebihan menekankan salah satu sifat Allah. Penekanan yang berlebihan ini justru membuat pengertiannya akan sifat Allah tersebut menjadi salah.

Sang universalis terlalu menekankan tentang kasih Allah, sehingga mengabaikan kekudusan Allah dan keadilan Allah. Manusia yang berdosa tidak dapat berkenan kepadaAllah yang mahakudus, dan tidak mungkin masuk Surga tanpa ada penyelesaian dosa terlebih dahulu. Allah yang adil tidak mungkin tidak menjalankan hukumNya sendiri, bahwa dosa harus dihukum. Kita bisa melihat bahwa menekankan satu sifat Allah di atas sifat-sifatNya yang lain akan menghasilkan pemahaman tentang Allah yang timpang. Allahnya sang universalis, bukan lagimenjadi Allah yang mahakasih, melainkan

Allah yang lemah, yang tidak berani menjalankan hukumNya sendiri. Kasih yang demikian juga bukanlah kasih yang sejati, karena kasih yang sejati selalu harmonis dengan kebenaran.

Semua pendahuluan di atas mengantar saya kepada topik inti dari tulisan ini, yaitu kedaulatan Allah dan hubungannya dengan kebebasan manusia. Dalam kekristenan ada satu kelompok yang banyak berbicara mengenai “kedaulatan Allah,” yaitu kelompok Kalvinis. Kalvinis membuat premis dasar dari pemahaman mereka akan “kedaulatan Allah.” Menurut mereka, karena Allah berdaulat, maka Allah pastilah telah menetapkan segala sesuatu. Segala sesuatu artinya adalah segala sesuatu. Jadi, setiap tindakan manusia maupun malaikat, setiap pikiran manusia maupun malaikat, telah ditentukan oleh Tuhan. Lebih lanjut lagi, Tuhan sudah menentukan darisemula, bahkan sebelumpenciptaan, bahwa Dia akan menciptakan sebagian manusia untuk diselamatkan, dan Dia akan menciptakan sebagian manusia untuk dibinasakan. Keselamatan atau kebinasaan ditentukan oleh Allah tanpa pertimbangan apapun di luar diri Allah! Lebih lanjut lagi, sesuai dengan pemilihan keselamatan/kebinasaan itu, Allah hanya akan menyediakan keselamatan bagi yang terpilih selamat. Dan Allah akan memaksakan (memberi tanpa dapat ditolak) “kasih karunia”Nya kepada orang-orang yang terpilih untuk selamat ini.

Kalvinis menegaskan bahwa setiap orang yang percaya bahwa Allah berdaulat harus sampai pada kesimpulan yang sama dengan mereka. Jikalau tidak, maka anda tidak benar-benar percaya bahwa Allah berdaulat! Oleh karena itulah saya terbeban untuk menulis tentang topik ini. Motivasi saya bukanlah untuk menyerang pribadi-pribadi tertentu.

Saya tidak membenci satu orang Kalvinis pun, bahkan saya memiliki teman-teman baik di antara para Kalvinis. Motivasi saya adalah kebenaran. Saya tidak tahan melihat Allah yang saya sembah dan kasihi, digambarkan dengan sedemikian salah. Saya merinding melihat bagaimana loyalitas terhadap suatu dogma telah membuat banyak orang yang brilian dan baik menentang kata-kata jelas dari Alkitab. Saya ingin menggambarkan kedaulatan Allah yang sebenarnya dari dalam Alkitab.

Tidak pernah dalam mimpi saya sekalipun, saya berpikir bahwa karya tulis saya akan membuat semua Kalvinis berubah. Orang yang telah menggolongkan dirinya dalam suatu kelompok, cenderung sulit untuk melihat segala sesuatu dengan netral. Tujuan utama saya adalah orang-orang yang masih sedang menyelidiki dan mencari. Jika anda ingin tahu tentang kedaulatanAllah, kebebasan manusia, dan keselamatan, maka harapan saya buku ini bisa bermanfaat dalam anda mempelajari Alkitab. Ingatlah bahwa Alkitab adalah standar tertinggi. Tetapi bagi para Kalvinis yang masih rela untuk menguji sistem yang telah mereka yakini selama ini, saya yakin buku ini juga akan bermanfaat. Saya minta untuk membaca karya tulis ini dengan hati yang terbuka, yang siap untuk menguji setiap premis dasar, membandingkannya dengan Alkitab. Sesudah menyelesaikan buku ini, setuju atau tidak setuju, adalah kebebasan anda! Tetapi suatu hari nanti, kita semua akan berdiri di hadapan Allah, mempertanggungjawabkan bagaimana kita menggunakan kebebasan yang telah Ia anugerahkan itu.

II. Kedaulatan Allah menurut Kalvinis

A. Allah Menetapkan Segala Sesuatu

Premis dasar dari Kalvinisme menegaskan bahwa Allah yang berdaulat adalah Allah yang menetapkan segala sesuatu. Dengan kata lain, setiap perbuatan, tindakan, maupun pikiran semua makhluk hidup, telah ditetapkan oleh Allah sebelumnya. Ini adalah premis dasar dari Kalvinisme. Untuk membuktikan bahwa Kalvinis sungguh percaya seperti itu, kita akan melihat kutipan pengajaran berbagai tokoh Kalvinis.

John Gill berkata, “Pendeknya, segala sesuatu tentang semua individu di dunia, yang pernah ada, yang ada, atau yang akan ada, semuanya sesuai dengan dekrit-dekrit Allah, dan menurut pada dekrit-dekrit itu; lahirnya berbagai manusia ke dalam dunia, waktu terjadinya, semua hal-hal yang terjadi berhubungan dengan itu; semua peristiwa dan kejadian yang dialami manusia, sepanjang hidup mereka; tempat tinggal mereka, posisi mereka, panggilan hidup mereka, dan pekerjaan mereka; kondisi mereka berhubungan dengan kekayaan dan kemiskinan, kesehatan dan penyakit, kesulitan dan kemakmuran; kapan mereka akan meninggalkan dunia, dan semua hal yang berkaitan dengan itu; semuanya sesuai dengan rencana dan kehendak Allah.”1 (Penambahan penekanan oleh saya)

Semua orang Kristen lahir baru percaya bahwa Allah memiliki rencana dalam hidup tiap-tiap individu. Semua orang percaya yakin bahwa waktu kelahiran ataupun kematian ada di tangan Tuhan. Semua orang beriman juga mengakui bahwa segala hal yang dia nikmati dalam hidupnya adalah berkat-berkat Tuhan. Tetapi Kalvinis tidak puas sampaidisitu. Kalvinis menegaskan bahwa semua yang terjadi dalam hidup seseorang, termasuk tindakannya, pikirannya, kesukaan-kesukaannya, pilihan-pilihannya, semuanya telah ditetapkan oleh Tuhan sejak kekekalan dalam dekrit-dekrit rahasia. Untuk memastikan bahwa benar inilah yang dipercayai Kalvinis, kita lihat lagi beberapa kutipan.

Budi Asali berkata, “Karena itu kalau kita percaya bahwa Allah itu berdaulat, maka kita juga harus percaya bahwa Ia menetapkan segala sesuatu.”2 Berkhof memperjelas posisi Reformed: “Theologia Reformed menekankan kedaulatan Allah atas dasar mana Ia secara berdaulat telah menentukan dari sejak kekekalan apapun yang akan terjadi...”3 (Penambahan penekanan oleh saya)

Sampai disini kita perlu berhenti sebentar dan bertanya kepada Kalvinis: “Apakah segala sesuatu yang dimaksud di sini benar-benar berarti segala sesuatu?” Pertanyaan ini penting, karena Kalvinis sering memiliki interpretasi sendiri mengenai kata “segala” atau “semua.” Ketika Alkitab mengatakan bahwa Yesus mati bagi “semua manusia,” Kalvinis

bersikukuh bahwa “semua” yang dimaksud adalah “semua orang pilihan.” Jangan-jangan, maksud Kalvinis adalah bahwa Allah menetapkan “segala sesuatu yang pilihan saja.” Tetapi kita dipuaskan oleh para Kalvinis bahwa memang mereka percaya Allah menetapkan segala sesuatu tanpa kecuali.

David West berkata, “Allah menetapkan sejak awal segala sesuatu, baik yang beranimasi (bergerak/hidup), maupun yang tidak beranimasi (diam/mati). DekritNya mencakup semua malaikat, baik yang baik maupun yang jahat.”4

Tow dan Khoo memperjelas: “Dengan kuasa yang tak terbatas dan hikmat yang tak terbatas, Allah telah sejak kekekalan lampau, memutuskan dan memilih dan menetapkan segala peristiwa yang terjadi tanpa kekecualian, sampai dengan Kekekalan yang akan datang.”5 Melanchthon menghilangkan segala keraguan kita dengan berkata bahwa “Segala sesuatu terjadi sesuai dengan ketetapan ilahi; bukan hanya pekerjaan-pekerjaan yang kita lakukan secara eksternal, tetapi bahkan juga pikiran-pikiran yang kita pikirkan secara internal.”6

B. Allah Menetapkan Dosa

Satu hal yang mengganggu saya ketika merenungkan pernyataan-pernyataan Kalvinis bahwa “Allah menetapkan segala sesuatu,” adalah masalah dosa. Kalau Allah menetapkan segala sesuatu, maka berarti Ia menetapkan juga semua dosa yang pernah diperbuat, yang sedang diperbuat, dan yang akan diperbuat. Ini berarti bahwa Allah-lah yang menetapkan agar Adam dan Hawa makan buah yang Ia larang. Bukankah lucu bila Allah melarang mereka makan buah itu, tetapi Ia pula yang menetapkan agar mereka makan buah itu?

Lebih mengerikan lagi adalah pemikiran bahwa Allah yang menetapkan semua pembunuhan yang pernah terjadi. Jika Allah menetapkan segala sesuatu, maka tindakan semua pemerkosa ditentukan oleh Allah. Sesuai dengan pernyataan Melanchthon, bahwa Allah menentukan “...juga pikiran-pikiran yang kita pikirkan secara internal,” maka semua benci, iri hati, kesombongan, pikiran kotor, hawa nafsu, pikiran perzinahan, juga terjadi karena ditetapkan demikian dalam dekrit Allah.

Apakah anda terganggu dengan semua itu? Saya tahu bahwa saya terganggu, karena saya tidak bisa membayangkan bahwa Allah yang MAHAKUDUS menetapkan satu dosa pun untuk terjadi, jangankan semua dosa yang pernah dan akan ada! Oleh karena itu, saya berulang mengecek, apa benar itu yang dipercayai para Kalvinis?

Boettner menegaskan: “Bahkan kejatuhan Adam, dan melaluinya kejatuhan umat manusia, bukanlah suatu kebetulan atau kecelakaan, tetapi sudah ditetapkan demikian dalam keputusan rahasia Allah.”7 (Penambahan penekanan oleh saya)

Perhatikan bahwa Kalvinis bukan hanya berbicara mengenai “mengizinkan dosa.” Kalvinis berbicara mengenai “menetapkan dosa.” Ada perbedaan yang besar antara “menetapkan” dan “mengizinkan.” Ada Kalvinis yang mencoba untuk menyamarkan doktrin mereka dengan menggunakan bahasa “izin.” R. C. Sproul, agak bingung membedakan antara “menentukan” dengan “mengizinkan.” Dia berkata, “ Jika Ia [Allah] mengizinkan sesuatu, maka Ia pasti memutuskan untuk mengizinkannya. Jika Ia memutuskan untuk mengizinkan sesuatu, maka dalam arti tertentu Ia menentukannya. ... Mengatakan bahwa Allah menentukan segala sesuatu yang akan terjadi adalah sama dengan mengatakan bahwa Allah itu berdaulat atas segala ciptaanNya. Jika ada sesuatu yang bisa terjadi di luar izinNya yang berdaulat, maka apa yang terjadi itu menghalangi kedaulatanNya. Jika Allah menolak untuk mengizinkan sesuatu dan hal itu tetap terjadi, maka apapun yang menyebabkan hal itu terjadi mempunyai otoritas dan kuasa yang lebih besar dari Allah sendiri.”8

Kalau Kalvinis hanya mengatakan bahwa “Allah mengizinkan dosa,” maka saya setuju! Mengizinkan dosa berbeda dengan menetapkan dosa. Memberi izin berarti bahwa kehendak untuk melakukan berasal dari pribadi lain, dan pihak pemberi izin melakukan supervisi. Menetapkan sesuatu berarti kehendak untuk melakukan berasal dari yang menetapkan itu. Kalvinis-kalvinis lain lebih jujur dan dengan terus terang menyatakan bahwa Allah menetapkan dosa.

Arthur Pink membuat jelas bagi kita: “Jelaslah bahwa adalah kehendak Allah dosa harus masuk ke dalam dunia, sebab kalau tidak demikian maka ia [dosa] telah tidak masuk, karena tidak ada sesuatupun yang terjadi selain yang telah didekritkan Allah sejak kekal. Lebih lanjut lagi, masalah ini lebih dari sekedar memberi izin semata, karena Allah hanya mengizinkan apa yang Ia kehendaki.”9 (Penambahan penekanan oleh saya)

Pink melanjutkan, “Bukan hanya mataNya [Allah] yang mahatahu melihat Adam memakan buah yang terlarang itu, tetapi Ia telah mendekritkan sebelumnya bahwa ia [Adam] harus melakukannya.”10 Palmer menegaskan, “Adalah Alkitabiah untuk mengatakan bahwa Allah telah menetapkan dosa. Jika dosa berada di luar rencana Allah, maka tidak ada satupun hal penting dalam kehidupan yang dikuasai oleh Allah.”11 (Penambahan penekanan oleh saya)

Kutipan terakhir dari Palmer mengandung permainan kata-kata yang cukup berbahaya. Tidak ada orang lahir baru yang mengajarkan bahwa “dosa berada diluar rencana Allah.” Saya percaya bahwa dosa sangat diperhitungkan oleh Allah dalam rencanaNya. Sekali lagi, ini berbeda dengan mengatakan bahwa Allah menetapkan dosa. Jika saya sudah tahu bahwa besok akan hujan, maka hujan bisa ada dalam perencanaan saya, tanpa sedikitpun dapat dikatakan bahwa saya menetapkan hujan. Oleh karena itu, penggunaan kata “rencana” harus diperjelas. Kalvinis percaya bahwa Allah menetapkan dosa, jadi mereka percaya bahwa Allah merencanakan dosa. Merencanakan dosa tentu berbeda dengan sekedar “dosa ada dalam rencana Allah.”

Jadi, janganlah ada Kalvinis yang marah jika saya berkata, “allahnya Kalvinis adalah allah yang merencanakan dosa, dan yang mengharuskan manusia berbuat dosa.” Kalau anda Kalvinis, dan anda shock dengan pernyataan ini, maka anda belum tahu pengajaran Kalvinis yang sejati. Terus terang pertama kali saya mempelajari Kalvinisme, saya juga shock dengan deklarasi demikian. Tetapi setelah saya selidiki pengajaran tokoh-tokoh Kalvinis itu sendiri, saya dapatkan bahwa benar demikian. Dan sebelum saya dapat protes terhadap deklarasi mereka, para Kalvinis menyuguhkan dulu suatu premis lain lagi: “Kalau Allah mahatahu, itu berarti Allah telah menetapkan segala sesuatu, termasuk dosa.”

C. Allah Tahu Karena Allah Menetapkan

Semua orang Kristen lahir baru tentunya percaya bahwa Allah memiliki sifat mahatahu. Allah tahu segala sesuatu yang telah terjadi, yang sedang terjadi, maupun yang akan terjadi. Allah tahu tentang segenap perbuatan, kejadian, peristiwa, bahkan pikiran, perasaan, dan hal-halyang paling tersembunyisekalipun. Bukan hanya itu saja, Allah juga tahu semua kemungkinan yang bisa terjadi, dan semua alternatif dari realita.

Walaupun Non-Kalvinis mempercayai Allah mahatahu, Kalvinis memiliki pengertian yang lain tentang kemahatahuan. Kalvinis percaya bahwa jika Allah mahatahu, berarti Allah menentukan segala sesuatu. Logika Kalvinis berjalan seperti ini:

“Bayangkan suatu saat (minus tak terhingga) dimana alam semesta, malaikat, manusia, dsb belum diciptakan. Yang ada hanyalah Allah sendiri. Ini adalah sesuatu yang alkitabiah, karena Alkitab jelas mengajarkan bahwa Allah adalah Pencipta segala sesuatu (Kej 1 Yoh 1:1-3). Pada saat itu, karena Allah itu mahatahu (1 Sam 2:3 - "Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu"), maka Ia sudah mengetahui segala sesuatu (dalam arti kata yang mutlak) yang akan terjadi, termasuk dosa. Semua yang Ia tahu akan terjadi itu, pasti terjadi persis seperti yang Ia ketahui. Dengan kata lain, semua itu sudah tertentu pada saat itu. Kalau sudah tertentu, pasti ada yang menentukan (karena tidak mungkin hal-hal itu menentukan dirinya sendiri). Karena pada saat itu hanya ada Allah sendiri, maka jelas bahwa Ialah yang menentukan semua itu.”12

Saya akan memperjelas lagi dengan mengambil suatu contoh kasus imajiner, yaitu seorang bernama Budi yang suatu hari tertentu memilih untuk memakai baju merah. Allah sudah mengetahui bahwa Budi akan memakai baju merah pada hari itu. Pengetahuan Allah akan hal ini sudah sejak kekekalan lampau. Dan, pengetahuan Allah tentu tidak dapat salah atau gagal, karena Ia Allah dan Ia mahatahu. Jadi, menurut filosofi Kalvinis, Budi tidak memiliki pilihan lain. Kalau Budi pada hari itu memilih baju biru, maka pengetahuan Allah menjadi salah, dan ini tidak mungkin terjadi. Oleh karena itu, walaupun tampaknya seolah-olah Budi menggunakan kehendak bebasnya untuk memilih baju merah dari berbagai pilihan berwarna-warni baju di lemari, menurut Kalvinis sebenarnya Budi sudah ditetapkan untuk memilih baju merah, dan bahwa Budi tidak bisa memilih baju warna lain karena Allah sudah tahu dia akan pilih merah, dan pengetahuan Allah tidak bisa salah.

Sedemikian yakinnya Kalvinis akan jalur logika dan kesimpulan ini, sehingga Boettner berkata, “Kecuali Arminianisme13 menyangkal pengetahuan lebih dulu dari Allah, ia tidak mempunyai pertahanan dihadapan kekonsistenan logis dari Calvinisme; karena pengetahuan lebih dulu secara tidak langsung menunjuk pada kepastian, dan kepastian secara tidak langsung menunjuk pada penetapan lebih dulu.”14

Bukan hanya itu, Kalvinis juga menyimpulkan bahwa Allah mahatahu karena Ia menetapkan segala sesuatu. Shedd berkata, “Jika Allah tidak lebih dulu menentukan apa yang akan terjadi, Ia tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi.” 15 Warfield menambahkan, “Allah mengetahui lebih dulu hanya karena Ia telah menentukan lebih dulu, dan karena itu juga Ia menyebabkannya terjadi; dengan kata lain, pengetahuan lebih dulu ini pada hakekatnya adalah pengetahuan tentang kehendakNya sendiri.” 16 Baik anda Kalvinis maupun Non-Kalvinis, anda perlu membaca dan meresapi apa makna dari pernyataan Kalvinis: Allah tidak bisa tahu suatu peristiwa jika Ia tidak menentukan peristiwa itu. Bukankah ini justru mengecilkan kemahatahuan Tuhan?

Sampai dengan titik ini, saya belum memberikan ayat-ayat Alkitab ataupun argumen-argumen untuk menyatakan kesalahan posisi Kalvinis. Sampai dengan titik ini, tujuan utama saya adalah untuk menjelaskan pada anda, apa yang sebenarnya Kalvinis percayai. Oleh karena itulah saya tidak sekedar menjelaskan dengan kata-kata saya sendiri, tetapi mengutip langsung darisumber-sumber Kalvinis. Boettner, Melanchthon, Pink, Sproul, Palmer, Warfield, Shedd, adalah nama-nama besar Kalvinis. Mereka diakui oleh dunia sebagai Kalvinis. Masih banyak lagi tokoh Kalvinis yang akan saya kutip nanti. Tetapi saya ingin anda tahu bahwa saya tidak mengada-ada atau melakukan misrepresentasi terhadap pengajaran Kalvinis.

Nah, sebelum saya menjelaskan letak kesalahan dari premis dasar Kalvinisme, saya ingin mengajak pembaca sekalian untuk melihat konsekuensi dari premis dasar Kalvinisme. Saya ingin tahu, jika seseorang memegang pandangan Kalvinisme ini secara konsisten, apa yang akan terjadi.

Minggu, April 19, 2009

150 Fakta Terunik di Dunia

1. Dari seluruh kata dalam bahasa Inggris, kata 'set' punya definisipaling banyak.
2. Rata-rata tiap orang ketawa 10 kali sehari.
3. Mata burung Onta lebih besar dari otaknya.
4. "French Kiss" kalo di Perancis namanya "English Kiss".
5. "Almost" adalah kata terpanjang dalam bahasa Inggris yang disusunmengikuti urutan alfabet.
6. "Rhythm" adalah kata terpanjang dalam bahasa Inggris yang tidakmengandung huruf vokal.
7. Horatio Nelson, salah seorang Admiral (Jenderal Angkatan Laut) legendaris di Inggris seumur hidupnya tidak pernah menemukan carauntuk menyembuhkan mabuk laut yang dideritanya.
8. Tahun 1386, seekor babi dihukum gantung di depan publik di Peranciskarena membunuh anak kecil.
9. Kecoak bisa hidup selama beberapa minggu tanpa kepala.
10. Queue adalah satu-satunya kata dalam bahasa Inggris yang dapatdibaca dengan cara yang sama ketika empat huruf terakhir dihilangkan.
11. Kumbang itu rasanya kaya apel, tawon kaya pine nuts (sejeniskacang) , kalo cacing kaya daging babi goreng.
12. Di setiap benua pasti ada kota bernama "Rome".
13. Jantung berdetak lebih dari 100.000 kali per hari.
14. Kerangka Jeremy Bentham selalu hadir di setiap pertemuan pentingdi University of London.
15. Tulang paha manusia lebih kuat daripada dinding semen..
16. Kita tidak bisa bunuh diri dengan cara menahan napas.
17. Orang bertangan kanan rata-rata hidup 9 tahun lebih lama dari yangkidal.
18. Seperempat tulang di tubuh ada di kaki.
19. Kuku jari tangan tumbuh 4 kali lebih cepat dari kuku jari kaki.
20. Debu di rumah kita paling banyak terbentuk dari sel kulit mati.
21. Tulang iga bergerak sekitar 5 juta kali setahun,seiring nafas.
22. Gajah satu-satunya mamalia yang tidak bisa lompat.
23. Diperkirakan taun 2080 penduduk dunia bakal mencapai 15 miliar jiwa.
24. Mata cewek berkedip 2 kali lebih banyak dari cowok.
25. Adolf Hitler adalah seorang vegetarian dan cuman punya satu testis.
26. Madu adalah satu-satunya makanan yang ga bisa basi.
27. Bulan yang dimulai dengan hari Minggu bakalan selalu punya "Fridaythe 13th."
28. Coca-Cola tanpa pewarna, aslinya hijau.
29. Rata-rata jantung landak berdetak 300 kali per menit.
30. Lebih banyak orang terbunuh tiap tahun karena sengatan lebahdaripada digigit ular.
31. Sebatang isi pensil (pensil kayu) bisa dipake menulis sepanjang 35mil atau menulis 50.000 kata.
32. Alergi terhadap makanan/minuman yang paling banyak diderita orangadalah alergi terhadap susu sapi.
33. Sidik lidah tiap orang tidak ada yang sama.
34. Transfusi darah pertama dilakukan tahun 1667, ketika Jean-Baptistementra nsfusikan daah sebanyak 2 pint (sekitar 1 liter) dari domba keorang..
35. 6 bahasa resmi PBB: English, French, Arabic, Chinese, Russian andSpanish.
36. Bumi atau "Earth" adalah satu-satunya planet di tata surya yangdiberi nama bukan dari nama dewa.
37. Sendawa atau bersin di gereja di Nebraska, USA, adalah melanggarhukum.
38. Kita dilahirkan dengan 300 tulang, tapi ketika dewasa tinggal 206.
39. Beberapa cacing bakal makan dirinya sendiri jika kelaparan.
40. Lumba lumba tidur dengan satu mata terbuka.
41. Tidak mungkin manusia bisa bersin dengan mata terbuka.
42. Potongan permen karet di dunia tertua umurnya 9.000 tahun.
43. Rekor penerbangan terlama seekor ayam adalah 13 detik.
44. Queen Elizabeth I menyatakan bahwa dia adalah teladan kebersihan.Dia mandi 1 kali tiap 3 bulan. Baik membutuhkan atau tidak.
45. Slug punya 4 hidung.
46. Burung hantu adalah satu-satunya burung yang bisa lihat warna biru.
47. Charles Osborne mengalami cegukan selama 69 tahun!
48. Jerapah bisa ngorek kuping sendiri dengan lidahnya yang panjangnya21 inci.
49. Onta punya 3 kelopak mata untuk melindungi matanya dari pasir gurun.
50. Posisi mata keledai memungkinkannya melihat keempat kakinya setiapsaat.
51. Sebelum Masehi bahasa inggrisnya adalah B.C (Before Christ). Setelah Masehi adalah A.D (Anno Domini)
52. Ikan hiu kehilangan gigi lebih dari 6000 buah setiap tahun, dan gigi barunya tumbuh dalam waktu 24 jam
53. Julius Caesar tewas dengan 23 tikaman
54. Nama mobil Nissan berasal dari bahasa jepang Ni : 2 dan San : 3. Nissan : 23
55. Jerapah dan tikus bisa bertahan hidup lebih lama tanpa air dari pada unta
56. Perut memproduksi lapisan lendir setiap dua minggu agar perut tidak mencerna organnya sendiri.
57. 98% dari perkosaan dan pembunuhan dilakukan oleh keluarga dekat atau teman korban.
58. Semut dapat mengangkat beban 50 kali tubuhnya
59. Deklarasi Kemerdekaan Amerika ditulis diatas kertas marijuana
60. Titik diatas huruf i disebut 'title'
61. Sebutir kismis yang dijatuhkan kedalam gelas berisi sampanye segar akan bergerak naik turun dalam gelas
62. Benjamin Franklin anak bungsu dari orangtua bungsu keturunan ke 5 dalam keluarga bungsu.
63. Triskaidekaphobia adalah ketakutan pada 13. Paraskevidekatriaph obia adalah ketekukan pada hari jumat tanggal 13 (bisa terjadi antara 1-3 kali setahun). di Italia, 17 adalah angka sial. di Jepang angka sial adalah 4
64. Lidah jerapah panjangnya sekitar 50 cm
65. Mulut menghasilkan 1 liter ludah setiap hari
66. Kita bernafas kira-kira 23.000 kali setiap hari
67. Kata ZIP (kode pos) adalah kepanjangan dari 'Zoning Improvement Plan'.
68. Coca-Cola mengandung Coca (yang merupakan zat aktif pada kokain) dari tahun 1885 sampai 1903.
69. Rata-rata kita bicara 5000 kata tiap hari (walaupun 80% nya kita bicara pada diri sendiri)
70. Seandainya kuota air dalam tubuh kita berkurang 1%, kita langsung merasa haus
71. 4 simbol raja pada kartu remi melambangkan 4 raja yang etrkenal di jaman masing-masing: Sekop = David/Raja Daud ; Keriting = Alexander the Great/Iskandar Agung ; Hati = Charlemagne/ Raja Prancis ; Wajik =Julius Caesar
72. Seumur hidup kita meminum air sebanyak kurang lebih 75.000 liter
73. Setiap orang, termasuk kembar identik, sidik jari dan tekstur lidahnya tidak ada yang sama.
74. Titik merah pada 7-Up logo berasal dari penemunya yang bermata merah. Dia seorang albino.
75. Pria kehilangan 40 helai rambut tiap hari. wanita 70 helai.
76. Tanda 'save' pada Microsoft Office programs menunjukan gambar floppy disk dengan shutter terbalik
77. Albert Einstein dan Charles Darwin,keduanya menikah dengan sepupu pertama mereka (Elsa Löwenthal dan Emma Wedgewood).
78. Unta punya 3 kelopak mata.
79. Sehelai rambut di kepala kita mempunyai masa tumbuh 2 sampai 6 tahun sebelum diganti dengan rambut baru
80. Seseorang masih akan sadar selama 8 detik setelah dipenggal
81. Otot yang bekerja paling cepat ditubuh kita adalah otot dikelopak mata yang membuat kita berkedip. kita bisa berkedip 5kali dalam sedetik
82. Coklat dapat membunuh anjing,karena langsung mempengaruhi jantung dan susunan syarafnya
83. Tanpa dicampur ludah di dalam mulut, kita tidak akan merasakan rasa makanan
84. Kuku jari tangan tumbuh 4kali lebih cepat daripada kuku kaki
85. 13% orang di dunia adalah kidal
86. Hampir semua lipstik mengandung sisik ikan
87. Bayi yang baru lahir berat kepalanya 1/4 dari berat tubuhnya
88. Kita sebenarnya melihat dengan otak. mata hanya berupa kamera yang mengirim data ke otak. 1/4 bagian dari otak digunakan untuk mengatur kerja mata
89. Kalajengking bisa dibunuh dengan menyiramnya dengan cuka,mereka akan murka dan menyengat dirinya sendiri
90. Tahun 1830an saus tomat biasa dijual sebagai obat.
91. Tiga monyet bijak punya nama: Mizaru (See no evil), Mikazaru (Hear no evil), and Mazaru (Speak no evil).
92. India mempunyai Undang-undang hak untuk sapi
93. Jika bersin terlalu keras dapat meretakkan tulang iga. JIka mencoba menahan bersin, bisa mengalami pecah pembuluh nadi di kepala dan leher trus mati . jika memaksa mata terbuka saat bersin, bola mata bisa meloncat keluar.
94. Nama negara Filipina berasal dari nama Raja Phillip
95. Saudi Arabia berasala dari nama Raja Saud
96. Anak-anak mempunyai 20 gigi awal. Orang dewasa punya 32
97. Karena langkanya logam, piala Oscars yang dibagikan pada perang dunia ke II terbuat dari kayu
98. Setiap Siklus 11 tahun, kutub magnet pada matahari bertukar tempat. Siklus ini makan "Solarmax".
99. Ada 318,979,564, 000 kemungkinan kombinasi pembukaan pertama pada catur.
100. Ada lebih dari 300 bakteri pembentuk karang gigi
101. Macan adalah anggota terbesar dalam keluarga kucing
102. Nomer "172" dapat ditemukan pada uang kertas 5 dollar amerika, pada gambar semak-semak dibawah Lincoln Memorial.
103. Pohon kelapa membunuh 150 orang tiap tahun. Lebih banyak daripada hiu
104. Pada poster film 'Pretty Woman' Julia Robets terlalu pendek untuk bisa sejajar dengan Richard Gere. Maka digunakan model Shelley Michelle sebagai tubuh Julia.
105. Daerah kutub kehilangan matahari selama 186 hari dalam setahun
106. Kode Telephone Internasional untuk Antartica adalah 672.
107. Bom pertama sekutu dijatuhkan di Berlin pada perang dunia ke II. Membunuh satu-satunya gajah di Kebun Binatang Berlin.
108. Rata-rata hujan jatuh dengan kecepatan 7 mil per jam
109. Butuh 10 tahun bagi Leonardo Da Vinci untuk melukis Mona Lisa.Lukisan itu tidak ditandai dan di beri tanggal. Leonardo dan Mona mempunya susunan tulang yang persis sama dan menurut sinar X, ada 3 versi lukisan dibawah lukisan itu.
110. Nama dari kembar gemini adalah Castor dan Pullox
111. Gerakan Bruce Lee sangat cepat sehingga mereka harus melambatkan filam agar kita bisa melihat semua gerakannya.
112. Satu kilo dari berat badan kita mengandung 7000 kalori
113. Darah sama kental dengan air laut
114. Air laut di samudra Atlantik lebih asin dari pada di samudra Pasifik
115. Topeng tokoh Michael Myers di film horor 'Helloween' sebenernya topeng tokoh Captain Kirk (Star Trek) yang di cat putih, karena kurang dana
116. Nama asli butterfly (kupu-kupu) adalah flutterby.
117. Bayi lahir setiap 7 detik
118. Satu dari 14 wanita Amerika berambut pirang asli. Prianya hanya satu dari 17
119. The Olympic adalah saudara dari kapal Titanic, dan melayani dengan selamat selama 25 tahun.
120. Saat Titanic karam, 2228 orang ada di dalamnya. Hanya 706 yang selamat
121. Di Amerika, seseorang didiagnosa menderita AIDS tiap 10 menit. Di Afrika, seseorang meninggal karena AIDS tipa 10 menit
122. Sampai usia 6 bulan, bayi bisa menelan dan bernapas secara bersamaan. Orang dewasa tidak bisa
123. Alasan kenapa diiklan jam kebanyakan jarum menunjuk pukul 10.10, karena jam seperti sedang tersenyum
124. Tiap tahun bulan menjauh 3.82 cm dari bumi
125. Saat kita bertahan hidup dan tidak ada bahan makanan, sabuk kulit dan sepatu keds adalah makanan terbaik untuk dimakan karena mengandung cukup gizi untuk hidup sementara.
126. Dalam satu tetes air mengandung 50 juta bakteri
127. Dengan menaikan kaki pelan2 dan berbaring tenang dengan punggung lurus, kita tidak akan tenggelam di pasir hisap.
128. Satu dari 10 orang hidup di suatu pulau
129. Memakan seledri membuang kalori lebih banyak dari pada kalori yang terkandung dalam seledri itu sendiri
130. Lobster dapat hidup selama 100 tahun
131. Permen karet tidak dijual di Disney Land
132. Mangunyah permen karet saat mengupas bawang mencegah kita menangis
133. Rahang kucing gak bisa bergerak kekiri dan kanan
134. Nama Artic (kutub utara) berarti beruang dalam bahasa Yunani (Arktos), dan memang beruang kutub hanya ada di kutub utara
135. Jika kira berdiri di dasar sumur, kita bisa melihat bintang walaupun di siang hari
136. Suara yang kita dengar dari dalam kerang bukan suara ombak laut, tapi suara aliran darah dalam kepala kita.
137. Orang lbh banyak yang menderita ketakutan pada ruang terbuka (kenophobia) daripada ketakukan pada ruang tertutup (claustrophobia) .
138. Tehnik mengaduk terbaik bukan dengan gerakan memutar, tapi dengan gerakan huruf W
139. Adegan band yang terus bermain musik saat Titanic tenggelam adalah kisah nyata
140. Buku Guinness Book of Records memegang rekor sebagai buku yang paling banyak dicuri dari perpustakaan
141. 35% dari orang yang ikut kontak jodoh lewat internet, sudah menikah
142. CocaCola dulu berwarna hijau
143. Secara fisik, babi tidak bisa melihat ke langit
144. Semua beruang kutub kidal
145. Kelelawar selalu belok kiri jika terbang keluar gua
146. Jim Henson pertama kali memakai kata "Muppet". Kombinasi dari "marionette" dan "puppet."
147. Gajah satu-satunya hewan berkaki empat yang tidak bisa meloncat
148. The Michelin man (figur berbaju dan bertopi putih diiklan Michelin) bernama Mr. Bib. nama aslinya Bibendum pada iklan pertama tahun 1896.
149. Kita tidak bisa menjilat siku kita sendiri
150. Kata "lethologica" menggambarkan saat dimana kita tidak bisa mengingat apa yang kita inginkan.

Sabtu, April 18, 2009

Berita Mingguan 18 April 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin- subscribe@ yahoogroups. com

LEBAH MADU YANG TIDAK MUNGKIN JADI SENDIRI
Berikut ini disadur dari Creation Moments, http://www.creationmoments.net/radio/transcript .php?t=2282:
"Salah satu alasan banyak ilmuwan yang menolak evolusi adalah karena tidak mungkin untuk menjelaskan desain-desain luar biasa yang paling sederhana sekalipun yang kita temukan dalam alam ciptaan ini, sebagai hasil dari energi yang tidak berakal budi dan impersonal. Bayangkan tantangan untuk menjelaskan banyaknya fitur-fitur spesialistik dari lebah madu jika tidak ada seorangpun yang membuatnya! Lebah madu memiliki mata majemuk yang memungkinkannya bernavigasi menggunakan matahari walaupun hari berawan, karena ia memiliki filter cahaya yang terpolariasi. Antena lebah madu mengandung organ penciuman sekaligus organ peraba mereka. Untuk alasan ini, antena-antenanya harus dibersihkan secara hati-hati. Jadi para lebah madu memiliki lekukan khusus di kaki depan mereka yang didesain secara sempurna untuk membersihkan antenanya. Lebah madu juga memiliki rambut di tubuh mereka untuk mengumpulkan pollen (sari bunga) dan memiliki keranjang di kaki belakang mereka untuk mengangkut semua itu. Mereka memiliki kelenjar khusus untuk menghasilkan, membentuk dan membersihkan lilin [yang mereka buat untuk sarang mereka]. Ketika salah satu dari lebah madu kembali ke sarang dengan kabar tentang sumber pollen yang bagus, para lebah madu memiliki bahasa yang dapat mereka pakai untuk memberitahu yang lain! Lebah madu bukan hanya memiliki koleksi fitur-fitur spesial yang tergabung dalam satu individu, mereka juga tinggal dalam sarang yang menyatukan ribuan individu sehingga mereka semua bekerja bersama seolah-olah satu organisme hidup! Sungguh bertentangan dengan semua yang kita tahu mengenai ilmu pengetahuan untuk berasumsi bahwa jutaan tahun kecelakaan yang tak terarah dapat mendesain dan membentuk sang lebah madu!"

SIAPA YANG BENAR?
Berikut ini dari Brian Snider: Saya baru-baru ini menemukan sebuah contoh yang indah yang mendemonstrasikan dengan jelas bagaimana orang yang percaya Alkitab selalu berada pada posisi yang baik. Hampir 200 tahun yang lalu di Jerman, ada suatu gerakan untuk mereformasi Yudaisme, untuk membuatnya lebih dapat diterima oleh Yahudi liberal yang telah menundukkan diri kepada ilmu pengetahuan dan filosofi-filosofi modern zaman itu. Menurut Paul Johnson dalam bukunya "History of the Jews," bait Yahudi di Hamburg, Jerman, memulai suatu buku doa baru yang menghilangkan referensi-referensi "memalukan" tentang Mesias dan tentang kembali ke tanah suci. Salah satu pemimpin gerakan ini adalah Rabbi Abraham Geiger (1810-1874), yang memimpin dorongan untuk menciptakan Yudaisme yang lebih cocok dengan pemikiran-pemikiran zaman itu. Dalam tulisan-tulisannya, Geiger menghilangkan semua referensi tentang "kembali ke Zion dan referensi-referensi lain tentang hal-hal yang menurut dia adalah kondisi-kondisi historis yang kadarluarsa. " Jadi, pada pertengahan 1800an, orang-orang Yahudi yang tidak percaya sudah siap untuk menghilangkan doktrin-doktrin yang tidak dapat dilihat oleh mata mereka yang tidak beriman. Tetapi, pada waktu yang sama, ada seorang Kristen yang percaya Alkitab, namanya Alexander Keith, yang dapat membaca teks Kitab Suci untuk dirinya sendiri dan melihat bahwa Allah masih bekerja di dunia ini dan dapat menggenapi semua janji-janjiNya – ia percaya bahwa tidak ada yang dapat menggagalkan nubuat Alkitab dari penggenapannya. Dalam bukunya, "Evidence of the Christian Religion," yang dipublikasikan tahun 1858, ia menulis tentang tanah Palestina dan bagaimana orang-orang Yahudi telah terbuang dari rumah mereka selama hampir dua millenium. Setelah mengutip banyak ayat yang berbicara tentang kembalinya orang-orang Yahudi ke tanah mereka, ia menulis, "Nubuat-nubuat ini, belum lagi yang lainnya, tidak perlu dikomentari. Mereka menyatakan, dengan kejelasan maksimum dalam berbahasa, bahwa orang-orang Yahudi akan kembali ke Yudea, dan pada akhirnya akan secara permanen dikembalikan ke tanah nenek moyang mereka." Bagaimana hal ini bisa terjadi, ia tidak mungkin pasti karena tampak mustahil pada zamannya, namun ia menulis," cukuplah bagi orang Kristen untuk tahu bahwa (2000 tahun terahir) tidak dapat menghilangkan hak tanah, ataupun menghalangi hak dari Surga milik benih Abraham akan kepemilikan final dan kekal tanah Kanaan." Betapa suatu perbandingan dan pembelaan terhadap apa yang kita percayai. Orang-orang Yahudi buta dan tidak dapat melihat bahwa Allah masih memperhatikan mereka. Seorang Kristen, yang berpegang pada Firman Allah, dapat melihat dengan jelas apa yang Allah akan lakukan satu abad setelah zamannya. Anda akan selalu berada pada pihak yang benar jika anda percaya Alkitab. (Buku Keith tersedia dalam bentuk download gratis dari Google Books)

TONY BLAIR MENGATAKAN BAHWA INJILI-INJILI MUDA SEKARANG LEBIH RILEKS MENGENAI TOPIK HOMOSEKSUALITAS
Dalam sebuah wawancara dengan Attitude, majalah homoseksual di Inggris, mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, mengobservasi bahwa "Injili-injili yang lebih muda" sekarang lebih rileks dalam posisi mereka terhadap homoseksualitas. Ia mengatakan, "Saya pikir, semakin hari semakin demikian di antara generasi muda di Amerika, bahkan jika mereka berposisi di sayap kanan partai Republik, bahkan jika mereka Injili, saya berpikir bahwa sikap anti-gay sudah tidak memiliki kekuatan yang sama dengan generasi yang lalu" (ReligiousIntellige nce.co.uk, 8 April 2009). Blair, yang bergabung dengan Gereja Roma Katolik tahun 2007, tentu saja benar dalam observasi ini. Sejak orang-orang Injili secara umum menolak separatisme sekitar setengah abad yang lalu, gerakan tersebut [Injili] telah berubah dari buruk menjadi lebih buruk lagi. Karena gerakan Injili tidak mau berpisah dari "budaya," maka ia dipengaruhi oleh budaya dan akan merefleksikan pemikiran masyarakat modern, dan bukan pengajaran-pengajar an Alkitab. Elemen-elemen "emerging church" dalam Injili telah jelas menolak sikap "anti-gay." Sebagai contoh, Brian McLaren mengatakan, "Sejujurnya, banyak di antara kita tidak tahu apa yang harus kita pikirkan tentang homoseksualitas. ...Kita tidak yakin di mana atau apakah harus menarik garik, dan kita juag tidak tahu bagaimana untuk menerapkan garis yang ditarik dengan adil....Mungkin kita perlu ada lima tahun gencatan sebelum membuat pernyataan-pernyata an" ("Brian McLaren on the Homosexual Question," 23 Jan. 2006, http://blog. christianitytoda y.com/outofur/ archives/ 2006/01/brian_ mclaren_o. html).

RICK WARREN MENGATAKAN BAHWA DIA TIDAK "ANTI-GAY ATAU SEORANG AKTIVIS ANTI PERNIKAHAN GAY"
Dalam penampilannya di Larry King Live, 6 April 2009, Pastor Rick Warren dari Gereja Saddleback mengatakan bahwa dia bukanlah seorang "aktivis anti pernikahan gay." Ia memberitahu King: "Selama berlangsungnya Proposisi 8 [suatu hukum di Kalifornia untuk melarang pernikahan gay], saya tidak pernah sekalipun pergi ke sebuah pertemuan tentang hal itu, tidak pernah mengeluarkan pernyataan, tidak pernah, bahkan sekalipun memberikan dukungan selama dua tahun Proposisi 8 digodok. Seminggu sebelum pengambilan suara, ada seorang di gereja saya yang berkata, Pastor Rick, apa pendapat anda mengenai semua hal ini? Dan saya mengirimkan pesan kepada anggota-anggota saya sendiri bahwa, saya sebenarnya percaya pernikahan adalah – dan seharusnya didefinisikan sebagai – antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan. Dan kemudian tiba-tiba karena itu, mereka menggambarkan saya, ya tahulah, sesuatu yang bukan saya sebenarnya.. ...Saya menulis kepada semua teman gay saya – para pemimpin yang saya kenal – dan saya benar-benar minta maaf kepada mereka." Gembala sidang ini minta maaf kepada para homoseksual yang mati-matian ingin menghancurkan fondasi moral Amerika! Dia, seharusnya, malah menegur mereka karena usaha mereka mengacaukan institusi pernikahan yang diberikan Allah. Dalam sebuah wawancara dengan Beliefnet pada bulan Desember 2008, Warren mengatakan bahwa perceraian adalah ancaman yang lebih besar terhadap keluarga dibandingkan dengan pernikahan homoseksual, dan mengklaim bahwa homoseksualitas tidak lebih buruk dari dosa-dosa lain, seperti gosip. Walaupun benar bahwa setiap dosa adalah jahat di mata Allah, dan benar juga bahwa semua dosa dapat diampuni melalui pertobatan dan iman dalam darah Yesus Kristus, Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa semua dosa memiliki efek yang sama dalam dunia ini. Allah tidak menjatuhkan api dan belerang ke atas Sodom karena iri hatinya, atau ketamakannya, atau gosip, atau perceraian. Sodom dihakimi secara spesifik karena dosa homoseksualitas (Yud. 7). Homoseksualitas berada dalam kategori khusus karena ini adalah dosa melawan alam sendiri. Ia menghancurkan dasar-dasar masyarakat, yaitu keluarga yang didefinisikan secara Alkitabiah sebagai – seorang laki-laki dan wanita bersatu dalam pernikahan kudus. Homoseksualitas adalah "memalukan," "tak wajar," "tidak pantas," dan adalah hasil dari "pikiran yang terkutuk" (Roma 1:26-28). Ketika "pernikahan" homoseksualitas diterima, institusi pernikahan akan hancur, dan pengkhotbah- pengkhotbah harus bersuara untuk melawan ini semua. Dalam wawancara Larry King yang sama, Warren mengatakan bahwa ia berbicara di kebaktian peringatan 40 tahun meninggalnya Martin Luther King, dan bahwa ia menyimpan foto King dan Gandhi di kantornya, dan bahwa King adalah "seorang pahlawan sepanjang hidup saya." Ia lupa untuk menyatakan bahwa Martin Luther King adalah seorang pezinah dan secara theologis seorang modernis yang menyangkali iman yang katanya Warren percayai.
Editor (Dr. Steven Liauw): Rick Warren, sebagai perwakilan Injili yang secara duniawi bisa dikatakan paling sukses, memperlihatkan semangat Injili: walaupun dia percaya homoseksualitas salah, tetapi ia tidak mau berjuang dan bersuara melawan homoseksualitas. Ia bahkan minta maaf terhadap kaum homoseksualitas! Ini menunjukkan bahwa Warren sungguh bingung mengenai kebenaran. Mengapakah harus minta maaf karena memberitakan kebenaran? Warren bahkan belum memberitakan seluruh kebenaran. Konsep Injili untuk tidak menyatakan kesalahan, karena takut dibenci dan takut dikucilkan, sungguh tidak Alkitabiah. Bahayanya, banyak sekali orang-orang Kristen Indonesia yang kagum akan Rick Warren. Banyak sekali gembala sidang yang ingin belajar dari Warren cara membangun gereja yang besar. Mereka tidak sadar bahwa gereja Warren besar karena didasarkan pada kompromi.

ATHEISME MENYEBAR DI KANADA
Menurut jajak pendapat agama yang baru, jumlah warga Kanada yang percaya pada Allah menurun dari 84% pada tahun 2000 menjadi 71% pada tahun 2008 (All Headline News, 10 April 2009. Jajak pendapat oleh Ipsos Reid ini didasarkan pada survei 1000 responden Desember yang lalu. Persentase di antara laki-laki hanyalah 63%, sementara di antara wanita adalah 79%. Menurut jajak pendapat yang sama, hanya 20% orang Kanada percaya ada kehidupan setelah kematian.

Selasa, April 14, 2009

Perempuan Boleh Berkhotbah

Ketetapan Untuk Suami-Istri

Dalam Efesus 5 ayat 22 Paulus berkata bahwa istri harus tunduk kepada suami, dan di ayat 25 ia berkata bahwa suami harus mengasihi istri. Apakah aturan ini boleh dibalik? Jawabannya, tidak boleh! Apakah aturan ini berlaku untuk suami-istri sepanjang masa? Jawabannya, tentu! Bahkan apapun masalah yang timbul dalam hubungan suami-istri, penyebabnya ialah kalau bukan karena istri kurang tunduk kepada suami, omong satu kata dijawab empat-lima kata, adalah karena suami kurang mengasihi istrinya melainkan ada orang lain yang lebih dikasihinya.

Adakah keluarga yang suaminya pendiam dan kurang mampu atau bahkan tidak bisa memimpin sehingga istrinya memimpin dan memutuskan segala sesuatu? Ada, tetapi itu bukan pola yang Tuhan mau. Itu kekecualian karena ketidakmampuan sang suami. Itu bukan keluarga ideal, atau pola yang Tuhan rancang. Tentu kalau pilot sebuah pesawat mendadak sakit para penumpang tidak keberatan kalau pesawat diambil alih oleh copilot. Tetapi jika itu terjadi dalam keadaan normal maka sang pilot bisa dinilai lalai.

Apakah suami hanya mengasihi istri di rumah saja, dan apakah istri tunduk kepada suami di rumah saja? Tentu tidak, melainkan di semua tempat dan di semua waktu. Berarti sesuai dengan aturan Tuhan, suami harus mengasihi istrinya termasuk saat di gereja demikian juga istri harus tunduk kepada suaminya saat di gereja.

Harmonisasi Firman Tuhan

Kini pembaca pasti sudah lebih gampang mengerti firman Tuhan dalam I Tim.2:11-12, "Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh. Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri." Ayat Alkitab ini selaras dengan Efesus 5:22-25. Maksud

berdiam diri itu tentu bukan tidak boleh bertanya, atau memberi usul, melainkan MENGAJAR dan MEMERINTAH seperti ditegaskan di dalam ayat itu sendiri.

Pada kitab yang sama, ketika Paulus menuliskan tentang persyaratan seorang penilik jemaat (3:1-8), ia menyatakan bahwa seorang penilik harus suami dari satu istri, dan tidak dibalik menjadi istri dari satu suami. Kemudian ada penekanannya lagi, bahwa yang bersangkutan harus kepala rumah tangga yang baik, yang dihormati oleh anak-anaknya.

Kepada jemaat Korintus yang agak pembangkang, Rasul Paulus menulis, "Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat" (1 Kor. 14:34 ). Bisa jadi di Korintus ada wanita-wanita hebat, yang sangat berbakat dan memiliki sifat kepemimpinan yang lebih dari kaum lelaki. Namun persoalannya bukan seberapa wanita itu bisa bahkan hebat, melainkan Tuhan tidak mau merusak sistemnya.

Kalau gara-gara ada perempuan yang hebat lalu boleh memimpin di gereja, maka itu akan merusak pola Tuhan. Padahal pola Tuhan di rumah tangga itu harus selaras dengan pola Tuhan di gereja demikian sebaliknya. Coba pembaca bayangkan, gereja-gereja yang membolehkan perempuan berkhotbah di kebaktian umum bahkan menjadi gembala, apakah mereka orang yang setia kepada ketetapan Tuhan?

Perempuan Boleh Berkhotbah & Mengajar

Lalu apakah perempuan tidak bisa melayani Tuhan? Tentu bisa. Perempuan boleh berkhotbah di kebaktian Komisi Wanita. Dalam suratnya kepada Titus, Rasul Paulus meminta Titus membimbing wanita tua agar mereka menjadi contoh dan rajin menasihati wanita muda (Tit.2:3-5). Perempuan boleh berkhotbah kepada anak-anak sekalipun anak laki-laki, sama seperti ibu menasihati anak-anaknya, atau kakak menasihati adik-adiknya.

Namun khusus acara berjemaat secara umum (kebaktian umum) dimana banyak laki-laki dewasa di dalamnya, ada suaminya sendiri dan suami orang lain dalam kumpulan jemaat, perempuan harus mentaati firman Tuhan, yaitu tidak memimpin dan mengajar. Ia harus menundukkan diri bukan karena laki-laki tetapi karena Tuhan.

Perempuan juga boleh memberi usulan apalagi bertanya. Yang Rasul Paulus tekankan hanya MENGAJAR dan MEMERINTAH laki-laki dewasa. Mungkin ada yang menyela, "mengapa orang dewasa, tidak ada kata dewasa, kok?" Tanpa perlu menyebutkan pun secara akal sehat dapat ditafsirkan bahwa itu untuk laki-laki dewasa. Sebab kalau seorang ibu tidak boleh mengajar dan menasihati anak-anaknya, dan seorang kakak tidak boleh menegor adik-adiknya yang nakal, maka doktrin kekristenan yang alkitabiah akan jadi ngawur.

Rasul Paulus juga tidak berkata bahwa perempuan tidak boleh mengajar laki-laki memasak, atau mengajar laki-laki memasang kancing bajunya. Terhadap bidang-bidang yang perempuan memang ahlinya, laki-laki yang ingin mempelajari bidang itu harus merendahkan hati untuk diajar perempuan. Mungkin ada perempuan yang jago dalam alat musik tertentu, fasih dalam bahasa tertentu, jika ada laki-laki yang ingin mempelajarinya, tentu harus merendahkan hati untuk diajar oleh perempuan itu. Bahkan jika seorang perempuan diminta memimpin doa atau berkhotbah di antara laki-laki, dia boleh melakukannya setelah ia bertanya, apakah di antara mereka tidak ada yang bisa dan mereka rela dia yang melakukannya. Situasi demikian bisa kita lihat sebagai keadaan rumah tangga yang istrinya lebih hebat dan lebih jago dari suaminya yang inferior. Jelas ini bukan pola yang Tuhan inginkan, melainkan situasi darurat atau abnormal. Laki-laki yang ada di situ harus menyadari bahwa sesungguhnya dialah yang seharusnya memimpin tetapi karena dia tidak mampu maka kini perempuanlah yang memimpin. Dia harus malu di hadapan Tuhan dan manusia.

Berbagai Sanggahan

Ada yang berkata bahwa aturan itu diberikan pada saat wanita belum mengecap pendidikan. Jawabannya adalah, bahwa dalam I Tim.2:13, Pualus merujuk kepada Adam dan Hawa yang jelas sama-sama belum mengecap pendidikan. Adalah kesalahan yang fatal untuk menerima approach bahwa ada ayat Alkitab yang gugur karena manusia mengecap pendidikan.

Ada juga yang berkata bahwa ayat-ayat itu adalah korban patriatisme, dimana laki-laki diistimewakan. Jawabannya adalah, Tuhan tidak merendahkan ataupun berbuat kurang fair terhadap wanita dengan memerintahkan istri tunduk kepada suaminya tanpa memerintahkan suami untuk mengasihi istrinya. Betapa sayangnya Tuhan kepada anda jika Tuhan memerintahkan semua orang untuk mengasihi anda.

Akhirnya, marilah kita mematuhi firman Tuhan, dan jangan mengacaukan sistem dan pola Tuhan. Jika pola Tuhan tentang hubungan pria-wanita ini kacau, maka efek sampingnya pasti dahsyat. Keluarga akan kacau seperti keluarga di Eropa dan Amerika, sebagai hasil orang-orang Kristen Liberal yang menganggap diri mereka lebih pintar dari Tuhan. Takutlah akan Tuhan dan tunduklah kepada-Nya. (Anda bisa membaca uraian lengkapnya di buku Wanita Kristen Yang Memuliakan Allah).

Suhento Liauw, D.R.E., Th.D

SISTEM PENGGAJIAN ALKITABIAH

Pengaruh Uang Dalam Pelayanan

Sudah merupakan sebuah stereotip di kalangan orang Kristen bahwa hamba Tuhan tidak mata duitan. Untuk ini kita setuju bahkan bukan hanya menyetujuinya melainkan menghayatinya serta menekankannya pada pelayan muda. Namun tolong jangan dikembangkan menjadi 'hamba Tuhan tidak membutuhkan uang'. Selagi seseorang masih bernafas, tidak ada orang yang tidak membutuhkan uang. Hamba Tuhan mempunyai istri yang perlu beli baju, punya anak yang perlu sekolah, punya famili yang perlu dikunjungi dengan kendaraan. Ia persis sama dengan semua kelompok manusia. Ia punya rasa kuatir akan kebutuhan kuliah anak-anaknya.

Karena masyarakat dan orang Kristen sendiri yang semakin materialistik, tadinya masih menghormati hamba Tuhan dari kualitas pelayanannya menjadi menghina hamba Tuhan karena penampilan fisik mereka. Mungkin hamba Tuhan itu sendiri cukup percaya diri, namun belum tentu dengan istri dan anak-anaknya. Ketika mereka tak tahan terhadap mata yang memandang rendah karena sepatu mereka yang sudah miring, anak-anak mereka sekolah di sekolah paling tidak bermutu, dan tidak sanggup mengikuti les untuk ketrampilan apapun, maka efeknya terhadap kekristenan mustahil bisa dihindarkan.

Baiklah, ayah mereka telah bertekad untuk melayani Tuhan dalam keadaan apapun. Tetapi apakah wanita-wanita di gereja masih melihat sebagai istri hamba Tuhan adalah hal yang bahagia? Apakah anak-anak di gereja masih akan mendambakan ayah seorang hamba Tuhan? Penulis telah mengkonseling banyak mahasiswa yang sudah berkeluarga yang mengeluh bahwa istri mereka tidak mendukung proses belajar mereka karena sebenarnya tidak ingin suami mereka yang dulu pengusaha, atau karyawan perusahaan memutuskan menjadi pelayan Tuhan full-timer.

Apakah uang ikut mempengaruhi pelayanan? Siapakah yang tidak membutuhkan uang? Semua pekerjaan akan semakin lancar jika ditunjang dengan dana yang cukup. Tentu termasuk keleluasaan pelayan Tuhan bermanuver dengan dana yang dimilikinya.

Sistem Penggajian Kebanyakan Gereja

Jika sulit untuk menilai kondisi kesehatan sebuah organisasi, salah satu aspek yang bisa dijadikan patokan ialah sistem penggajiannya. Jika pemimpin gereja dan denominasi betul memikirkan kebaikan bagi pelayanan, coba pikirkan tentang sistem penggajian yang selama ini diterapkan. Alkitabiahkah sistem penggajian yang sedang diterapkan di denominasi anda?

Ada denominasi yang sistem penggajiannya disatukan dengan sistem pemerintahan duniawi. Mereka mengurus gereja dengan sistem kenegaraan. Protestan yang menggabungkan diri dengan pemerintahan Jerman dengan gaji dari kas negara telah hancur. Kini hampir tidak dapat ditemukan orang Kristen lahir baru lagi di Jerman. Iblis telah sukses menghancurkan gereja melalui menggabungkannya dengan negara bersama dengan sistem penggajiannya.

Sistem penggajian yang diatur oleh sinode sifatnya kurang lebih sama dengan sistem penggajian gereja yang digabungkan dengan negara. Kedua-duanya tidak menyebabkan keterkaitan antara Gembala dengan jemaat yang digembalakannya. Pekerjaannya maju atau mundur gajinya tetap bahkan akan meningkat seturut dengan lamanya yang bersangkutan bekerja atau jenjang pendidikan yang dicapai atau gelar yang berhasil dibeli.

Kebanyakan gereja Tionghoa memakai sistem gaji gembala ditentukan oleh para majelis.

Dengan sistem ini sudah pasti menempatkan para majelis sebagai pemilik gereja dan gembala sekedar tukang nikahkan orang dan tukang kuburkan orang. Dengan sistem majelis sebagai bos, mustahil pengkhotbah mengkhotbahkan khotbah doktrinal karena yang berkhotbah bukanlah yang mengendalikan gereja. Jika gembala mengkhotbahkan doktrin gereja yang benar, itu sama artinya dengan mengritik majelis yang berkuasa. Sudah pasti akhirnya khotbah-khotbah yang disampaikan akan berkisar sekitar kehidupan dan segala perbuatan Tuhan Yesus beserta tokoh Alkitab lain yang patut dicontohi (devotional).

Ketika pengkhotbah mendorong anggota jemaat memperhatikan doktrin, maka anggota jemaat akan memperhatikan SEMUA doktrin, dan ujung-ujungnya akan mengritik pelaksanaan gereja yang tidak alkitabiah. Jadi, fahamkah pembaca mengapa iblis menghasut agar tidak menekankan masalah doktrin dan cukup khotbah devosional saja?

Ada gereja yang memakai sistem dimana Gembala atau pelayan mengambil semua persepuluhan yang masuk. Bahkan ada yang mengambil semua persembahan termasuk yang diedarkan dalam acara kebaktian setiap minggu. Di gereja yang demikian biasanya hampir setiap minggu khotbahnya akan menyinggung persembahan. Bahkan sering kali menakut-nakuti anggota jemaat dengan ayat-ayat Alkitab bahwa jika mereka tidak rajin memberi persembahan atau mengembalikan persepuluhan maka Tuhan akan mengirim belalang untuk melahap hasil usaha mereka bahkan akan mengutuk mereka.

Sangat transparan bahwa mereka mendirikan gereja untuk kepentingan perut. Mereka tidak antusias terhadap masalah doktrin, melainkan hanya bersemangat untuk mengumpulkan duit saja. Mereka memanipulasi ketulusan orang Kristen dengan mujizat palsu dan dongeng nenek-kakek tua. Dalam khotbah mereka hampir tidak ada pengajaran

doktrinal melainkan penuh dengan cerita pengalaman. Semangatnya menggebu-gebu karena dipacu sistem penggajian bahwa semua persepuluhan bahkan semua persembahan menjadi milik Gembala. Sistem ini pasti mendorong pelayan bersemangat namun bukan karena cinta Tuhan melainkan karena cinta uang.

Sistem Penggajian Alkitabiah PL

Adakah Alkitab memberi contoh sistem penggajian terhadap para pelayan Tuhan? Jawabnya, ada! Masakan Tuhan membangun sistem ibadah, membangun jemaat, tanpa memikirkan hal terpenting dari keberlangsungan jemaatnya?

Sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa hingga Hukum Taurat diturunkan ayah berfungsi sebagai imam dan tiang kebenaran bagi keluarganya. Sejak Taurat diturunkan hingga Yohanes tampil, Allah menghentikan keimamatan ayah dan mengangkat keimamatan Harun, dan bangsa Israel sebagai tiang kebenaran. Sedangkan sejak Yohanes tampil (Mat. 11:13, Luk.16:16) keimamatan Harun dihentikan demikian juga fungsi bangsa Iarael yang sebagai tiang kebenaran, dan digantikan dengan keimamatan setiap orang percaya (I Pet.2:9) dengan Jemaat lokal sebagai tiang kebenaran (I Tim.3:15). Orang Kristen yang tidak memahami kebenaran ini akan sulit mengerti keseluruhan kebenaran yang Rasul Paulus katakan tersembunyi berabad-abad (Ef. 3:1-11).

Di masa ayah berfungsi sebagai imam dan tiang kebenaran Allah belum menetapkan sistem penggajian karena fungsi keimamatan dan tiang kebenaran ayah hanya untuk lingkup keluarganya saja. Cukup dengan perintah kepada anak anak untuk menghormati dan memelihara ayah mereka.

Namun pada saat Allah menetapkan bangsa Yahudi sebagai tiang kebenaran bagi bangsa-bangsa di dunia dan mengangkat Harun beserta anak-anaknya sebagai imam serta menetapkan suku Lewi sebagai pelayan full-time, mustahil terhadap orang yang dipekerjakan secara full-time tidak diberi keperluan hidupnya (gaji). Mereka bekerja kepada Allah, bukan kepada suku suku lain. Allahlah yang akan memperhatikan kehidupan mereka, jangan ada suku Israel lain yang berpikir bahwa merekalah yang telah menggaji suku Lewi atau keluarga Harun.

Suku lain diwajibkan Allah untuk mengembalikan persepuluhan KEPADA ALLAH. Dan Allah memberikan persepuluhan itu sebagai milik pusaka suku Lewi. Sedangkan suku Lewi diperintahkan mengembalikan persepuluhan yang Tuhan berikan kepada keluarga Harun. Akhirnya tersusun rapi sistem penggajian Tuhan kepada orang-orang yang melayaniNya.

Kesebelas suku Israel mengembalikan persepuluhan mereka kepada Tuhan, dan Tuhan memberikannya kepada suku Lewi, kemudian suku Lewi mengembalikan persepuluhan mereka, dan Tuhan memberikannya kepada keluarga Harun. Sistem ini dipakai Tuhan selama kurang lebih seribu lima ratus tahun.

Sistem Penggajian Alkitabiah PB

Kita tahu bahwa zaman ibadah simbolik PL telah digenapi dan kita kini memasuki zaman ibadah hakekat. Apakah pengembalian persepuluhan termasuk item ibadah simbolik PL yang digenapi? Tentu tidak! Karena mengembalikan persepuluhan itu bukan ibadah tetapi pernyataan kasih kepada Allah. Dalam kitab PL selain terdapat rangkaian ibadah simbolik juga terdapat catatan sejarah, pengajaran moral, nubuatan, dan lain-lain. Ingat, yang digantikan dengan ibadah hakekat itu hanyalah rangkaian ibadah simbolik, sedangkan nubuatan ada sebagian digenapi dan sebagian belum. Pengajaran moral tidak berubah demikian juga dengan himbauan untuk mengasihi Allah. Bahkan jika orang Yahudi yang dilepaskan dari perbudakan jasmani dengan begitu rela mengaminkan persepuluhan sebagai hak milik Tuhan, terlebih kita yang dilepaskan dari perbudakan rohani. Mereka mendapatkan keselamatan badan sedangkan kita mendapatkan keselamatan jiwa.

Persepuluhan bukan bagian dari ibadah simbolik, melainkan sistem yang Allah ciptakan untuk keberlangsungan proses penyelamatan umat manusia yang telah jatuh ke dalam dosa. Karena manusia yang telah jatuh ke dalam dosa memerlukan keselamatan dari Allah. Allah janji mengirim Juruselamat untuk menggantikan manusia berdosa menerima penghukuman. Ketika Sang Juruselamat belum tiba, atau masih dijanjikan, orang berdosa akan dihitung selesai dosanya apabila ia bertobat dan percaya pada Juruselamat yang akan datang. Sedangkan yang hidup sesudah penyalibannya akan selamat melalui bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang sudah datang.

Nah, mereka yang hidup sebelum penyaliban-Nya perlu diingatkan terus akan janji itu. Allah mengangkat ayah sebagai imam dan tiang penopang kebenaran. Kemudian Allah membangun ibadah simbolik untuk terus mengingatkan manusia pada janjiNya. Dalam rangkaian ibadah simbolik dimana bangsa Yahudi sebagai tiang kebenaran dan keluarga Harun sebagai imam serta suku Lewi sebagai pelayan, diperlukan sistem penggajian agar mereka bisa hidup. Persepuluhan ditetapkan di dalam sistem itu agar suku Lewi dan keluarga Harun tetap ada makanan.

Kini setelah kedatangan Sang Juruselamat, jabatan keimamatan Harun digantikan dengan orang percaya PB, dan jemaat lokal ditetapkan sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran (I Tim.3:15). Dalam sistem ini Allah menetapkan jabatan-jabatan Rasul, Nabi, Penginjil, Gembala, dan Guru (Ef.4:11). Rasul dan Nabi telah menyelesaikan tugas mereka sebagai peletak dasar jemaat, kini tinggal tiga jabatan lainnya.

Sejak Allah tidak memberikan sistem penggajian untuk tiang kebenaran yang baru, itu artinya Allah tetap mau memakai sistem yang lama. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata bahwa persepuluhan itu HARUS (Luk.11:42). Mengapa persepuluhan itu harus? Karena jika sistem penggajian kacau maka pelaksanaan tugas tiang kebenaran yang baru tidak akan maksimal.

Karena dalam kitab PB Tuhan tidak merombak sistem penggajian zaman PL, maka sistem penggajian masih tetap memakai sistem yang pernah dipakai tiang kebenaran lama. Akhirnya kita dapatkan sistem baku penggajian PL, yaitu dengan komposisi sebelas banding satu. Sebagaimana persepuluhan sebelas suku diberikan kepada satu suku, maka pelayan jemaat PB boleh ambil sebelas persepuluhan. Posisi hamba Tuhan PB adalah posisi Lewi bukan posisi imam karena keimamatan telah dihapus. Jadi, anggota jemaat HARUS mengembalikan persepuluhan dengan jujur dan Gembala berhak atas sebelas persepuluhan yang masuk. Jika jemaat bertumbuh menjadi besar sehingga persepuluhan yang masuk jauh lebih dari sebelas, tentu juga diperlukan pelayan lain selain Gembala, yaitu Penginjil dan Guru. Mereka berhak menikmati persepuluhan dan besarnya diatur oleh Gembala.

Kesinambungan Sebuah Sistem

Sistem ini tidak bisa dijalankan bersamaan dengan sistem sinode karena sistem ini menuntut rasa memiliki yang tinggi dari Gembala dan sesuai dengan hukum menanam dan menuai. Apa jadinya jika seseorang memulai jemaat dengan bersusah payah dan mengajar anggota jemaat mengembalikan persepuluhan, namun setelah dia sukses, kemudian ketua sinode memindahkannya ke jemaat lain dan menempatkan keponakannya (nepo) sebagai pengganti. Sistem sebelas-satu ini hanya cocok untuk jemaat independen, dengan kekuasaan tertinggi pada keputusan rapat jemaat.

Sistem ini juga tidak akan jalan pada jemaat yang pengajarannya tidak alkitabiah. Banyak orang membaca buku Melayani Tuhan Atau Perut dan langsung senang serta mengikuti sistem penggajian yang diuraikan di situ, namun aspek lain dalam berjemaat tidak disesuaikan dengan ketetapan Alkitab. Tentu mereka akan menghadapi banyak permasalahan.

Sistem yang Tuhan tetapkan ini sangat menuntut pengajar firman yang gigih dan teguh dan anggota jemaat yang benar-benar lahir baru serta bertekad patuh pada aturan Tuhan. Anggota jemaat yang tidak setia, dan yang curang adalah penghambat pemberitaan Injil dan kemajuan jemaat. Biasanya ini adalah penghambat utama karena uang memang sangat menggiurkan. Bahkan yang sudah sering mengembalikan persepuluhan pun, jika tidak segera serahkan persepuluhan setelah uang itu didapat, ujung-ujungnya menjadi sangat berat untuk menyerahkannya.

Pemimpin-pemimpin gereja yang tidak mengerti kebenaran, orang buta yang memimpin orang buta, telah menggantikan sistem Tuhan dengan segala sistem yang mereka ciptakan. Sistem penggajian yang kacau, dengan anak Tuhan yang tidak setia mengembalikan persepuluhan adalah salah satu penyebab turunnya jumlah mahasiswa theologi. Tanpa mereka sadari sesungguhnya mereka bukan melayani Tuhan dan bukan memajukan gereja melainkan menghancurkan secara perlahan-lahan. Camkanlah!***

Dr. Suhento Liauw, Buletin PEDANG ROH 59, April-Juni 2009