Sabtu, Desember 18, 2010

JESUS SEMINAR

Jesus Seminar dimulai tahun 1985 dan berlangsung dalam lingkungan terbatas, namun karena simpulannya yang kontroversial banyak diliput media massa baik TV, majalah, maupun surat kabar, Jesus Seminar menjadi dikenal umum dalam waktu singkat.

Jesus Seminar diselenggarakan atas sponsor Westar Institute di Amerika untuk menggugat Yesus Sejarah, tepatnya dimaksudkan untuk mencari “ucapan dan perbuatan Yesus yang autentik”. JS diketuai pendirinya Robert W. Funk, profesor Montana University dan pendiri lainnya John Dominic Crossan, rahib Katolik Roma Irlandia yang terpaksa melepaskan kerahibannya karena pandangannya yang kontroversial atas Alkitab, dan kemudian mengajar di De Paul University, Chicago.

Laporan lengkap mengenai hasil penelitian telah dibukukan dalam dua buah buku, a.l. The Search for the Authentic Words of Jesus, The Five Gospels, What Did Jesus Really Say? (1993, buku ini memuat terjemahan karya gnostik Injil Thomas sebagai injil kelima), dan disusul The Acts of Jesus: What Did Jesus Really Do? (1998). Pada bagian depan buku pertama, sebenarnya arah dari napas seminar sudah dapat dilihat.


Rabu, Desember 15, 2010

Isis, Horus and the Madonna

The following is from The Religion of Ancient Egypt by William Flinders Petrie, Edwards Professor of Egyptology, University College, London (1906):

Isis became attached at a very early time to the Osiris worship; and appears in later myths as the sister and wife of Osiris. ... The union of Horus with the myth, and the establishment of Isis as the mother goddess, was the main mod of her importance in late times. Isis as the nursing mother is seldom shown until the twenty-sixth dynasty; then the type continually became more popular, until it outgrew all other religions of the country. In Roman times the mother Isis not only received the devotion of all Egypt, but her worship spread rapidly abroad, like that of Mithra. It became the popular devotion of Italy; and, after a change of name due to the growth of Christianity, she has continued to receive the adoration of a large part of Europe down to the present day as the Madonna. ...

Horus became identified with the sun-god, and hence came the winged solar disk as the emblem of Horus of Edfu ... the infant Horus with his finger to his lips was the most popular form of all, sometimes alone, sometimes on his mother’s lap. ... From the twenty-sixth dynasty down to late Roman times the infant Horus, or the young boy, was the most prominent subject on the temples, and the commonest figure in the homes of the people ...

Selasa, Desember 14, 2010

Berita Bulanan November 2010

DARLENE ZSCHECH MENGAMBIL POSISI SEBAGAI GEMBALA SENIOR
Setelah 25 tahun sebagai pemimpin nyanyi (worship leader) di Gereja Hillsong, Darlene Zschech dan suaminya kini mengambil posisi sebagai sesama gembala di Church Unlimited, yang tadinya adalah Sidang Jemaat Allah. Zschech akan meneruskan keterlibatannya dengan proyek musik Hillsong. Salah satu tema mereka adalah pentingnya kesatuan ekumenikal. Dia mengatakan: “Ada suara baru dan lagu baru yang diserukan di seluruh bumi. Itu adalah suara sebuah gereja yang bersatu, yang berkumpul bersama, dalam satu suara untuk membesarkan Tuhan kita yang luar biasa” (dari halaman depan album “You Shine”). Pernyataan ini mengabaikan banyak peringatan Perjanjian Baru bahwa akhir masa gereja akan ditandai oleh kesesatan dan kebingungan rohani, bukan kesetiaan kepada kebenaran (mis. Mat. 24:3-4, 11, 24; 1 Tim. 4:1-5; 2 Tim. 3:13; 4:3; 2 Pet. 2:1; Yud. 3-4). Zschech dan Hillsong memainkan peran dalam Roman Catholic World Youth Day di Sidney pada tanggal 18 Juli 2008. Paus Benedict XVI hadir dan melaksanakan misa masal pada hari terakhir extravaganza tersebut. Ini adalah hari-hari penipuan dan kesesatan rohani yang besar, dan gerakan kharismatik berada di tengah-tengah kesesatan tersebut. Visi-visi mereka palsu; doktrinnya korup; praktek mereka membingungkan; dan musiknya duniawi. Gerakan kharismatik adalah salah satu unsur lem dalam gerakan ekumenikal. Ia menyatukan Roma Katolik, Protestan, Baptis, dan Pantekosta dalam suatu persatuan tidak kudus yang mencampuradukkan kebenaran dan kesalahan. Gereja-gereja yang alkitabiah yang menggunakan musik “contemporary praise“-nya kharismatik akan mendapatkan bahwa musik ini membawa suatu filosofi yang akan segera mengubah karakter dari gereja. Kita perlu menyembah Tuhan Allah dalam roh dan kebenaran terus menerus, tetapi kita tidak memerlukan gerakan penyembahan kontemporer yang tidak alkitabiah sebagai pembimbing.

Minggu, Desember 12, 2010

Makam Nabi Yehezkiel Masuk Warisan Dunia

Kifl, sebuah kota kecil yang dinaungi oleh pohon korma dan berada di tepi Sungai Efrat, telah dihormati sebagai tempat suci oleh orang Yahudi dan Islam selama berabad-abad. Kota ini dulunya merupakan bagian dari kerajaan Babilonia, yang bertahan selama ribuan tahun dari peperangan dan bencana alam.

Kifl sangat terkenal karena di kota ini terdapat makam nabi Yehezkiel yang bagi kaum muslim disebut nabi Zulkifli. Makam ini dikabarkan sedang dalam proses pemugaran. Namun akhirnya proses pemugaran ini pun terkendala.

Proses pemugaran makam Nabi Yehezkiel dimulai tahun lalu oleh Badan Kepurbakalaan Irak, dipimpin oleh Qais Hussein Rashid. Rashid memimpin pemugaran pusat sejarah di kota itu, termasuk makam Nabi Yehezkiel, sinagoge-sinagoge yang ada di sekitar makam itu, sebuah menara masjid dari abad ke-14, serta sebuah pusat perbelanjaan di zaman Ottoman yang diperkirakan berasal dari tahun 1800-an.

Kamis, Desember 09, 2010

Natal Kristus

Harus diakui bahwa, umat Kristen pada abad pertama tidak merayakan Natal seperti layaknya umat Kristen sekarang. Bagi mereka lebih penting merayakan hari kematian dan kebangkitan Kristus yang dikenal dengan Paskah, dan tidak menghiraukan hari kelahiran-Nya. Namun yang pasti tidak salah merayakan Natal, dan tidak salah juga jika tidak merayakannya. Sebab tidak ada perintah dalam Alkitab untuk merayakan Natal, dan tidak ada larangan untuk merayakan Natal. Asalkan perayaan natal dijadikan momentum untuk menyatakan rasa syukur karena Bapa telah mengirimkan AnakNya yang tunggal lahir dan mati untuk menanggung hukuman dosa kita, sekaligus kesempatan ini dijadikan ajang untuk membagikan berita injil kepada orang lain. Yang harus selalu kita ingat dan hayati setiap kali kita merayakan natal adalah karena dosa kitalah Yesus Kristus lahir ke dunia (Mat. 1:21).

Minggu, Desember 05, 2010

10 PRINSIP DALAM PELAYANAN

SEPULUH PRINSIP DALAM PELAYANAN (YOHANES 12:6)

Ada perbedaan yang cukup jelas antara melayani Tuhan dan melayani pekerjaan Tuhan. Melayani Tuhan adalah seperti Maria (Lukas 10:38- 42). Yang disebut melayani Tuhan adalah berdoa, membangun hubungan yang intim/akrab, serta menanti-nantikan Tuhan. Sedangkan, melayani pekerjaan Tuhan adalah seperti Marta (Lukas 10:38-42). Yang disebut melayani pekerjaan Tuhan adalah menjadi pemimpin pujian, penyanyi di gereja, pemusik, penari tamborin, guru sekolah minggu, dll..
-------------------------------------------------
Luk 10:38 Dan terjadilah, ketika mereka melanjutkan perjalanan, Dia pun masuk ke sebuah desa. Dan seorang wanita yang bernama Marta menyambut Dia ke dalam rumahnya.
10:39 Dan dia mempunyai seorang saudara perempuan yang disebut Maria, dialah juga yang sambil duduk di samping kaki YESUS, mendengarkan perkataan-Nya.
10:40 Namun, Marta terus-menerus disibukkan oleh banyaknya pelayanan. Dan sambil mendekat, dia berkata, "Tuhan, tidakkah Engkau peduli bahwa saudaraku membiarkan aku seorang diri melayani? Maka, katakanlah kepadanya supaya dia membantu aku!"
10:41 Namun sambil menanggapi, YESUS berkata kepadanya, "Marta, Marta, engkau khawatir dan disusahkan oleh banyak hal,
10:42 tetapi, satu hal yang perlu, dan Maria telah memilih bagian yang baik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Banyak orang yang suka melayani pekerjaan Tuhan tetapi tidak suka melayani Tuhan. Orang yang melayani Tuhan pasti akan melayani pekerjaan Tuhan, tetapi belum tentu orang yang melayani pekerjaan Tuhan akan melayani Tuhan.

Kamis, Desember 02, 2010

MEMBIMBING SESEORANG UNTUK MENERIMA YESUS

BEBERAPA PETUNJUK UMUM

Pelajaran ini dikhususkan untuk mereka yang melayani orang yang belum menerima pengampunan dosa.

Maksudnya Harus Jelas
Langkah-langkah dalam menerima Yesus sebagai Juru Selamat adalah sangat penting. Kita harus lebih dahulu memastikan bahwa orang yang sedang dilayani itu memunyai maksud yang sungguh-sungguh.

Kadang-kadang, seseorang hanya "tunduk saja" dalam mengikuti doa untuk menerima Kristus. Padahal, sebenarnya ia belum mengerti siapakah Yesus. Bahkan, ia sendiri belum yakin bahwa ia adalah orang yang najis di hadapan Elohim. Perhatikanlah kedua contoh berikut ini.

1. Seseorang yang bersikap ramah serta terbuka dan sudah dilayani selama 1,5 jam, lalu merelakan diri untuk menerima Yesus.

Maksud sesungguhnya ternyata bukanlah untuk memperoleh keselamatan, tapi untuk segera meninggalkan penginjil itu dan ia ingin melakukannya dengan sopan. Maka, setelah berpura-pura berdoa untuk menerima Kristus, ia bebas untuk segera pergi.