Sabtu, Mei 31, 2014

ROH KUDUS MENERANGI DAN MEMIMPIN

Tuhan  berkata  kepada  murid-murid-Nya, “Adalah  lebih  berguna bagi kamu,  jika  Aku  pergi.  Sebab  jikalau  Aku tidak  pergi,  Penghibur  itu  tidak  akan datang  kepadamu,  tetapi  jikalau  Aku pergi,  Aku akan mengutus Dia kepada-mu” (Yoh  16:7). 

Setelah  Tuhan kembali ke Sorga, selang kita-kira sepuluh hari kemudian Roh Kudus, Roh Penghibur, Roh Yesus  Kristus,  datang. Roh Kudus mengingatkan para Rasul segala sesuatu yang pernah Tuhan katakan kepada mereka. “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus  oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang  akan  mengajarkan  segala  sesuatu  kepadamu  dan  akan  mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan  kepadamu.  (Yoh. 14:26).

Jadi,  Roh  Kudus  mengingatkan  para murid  segala  sesuatu  yang  pernah mereka  dengar  bahkan  yang  belum mereka dengar. Rasul Paulus menerima banyak pewahyuan. Banyak sekali rahasia illahi  disingkapkan  kepada Rasul Paulus. Ini  disebut pewahyuan (revelation). Pewahyuan  (revelation) itu  artinya  penyingkapan,  dan  ia  bisa berupa  suara,  penglihatan, mimpi, bahasa  lidah,  kedatangan  malaikat  dan apa  saja  yang  intinya  menyingkapkan sesuatu.

Kemudian  Rasul-rasul  digerakkan oleh  Roh  Kudus  untuk  menuliskan sebagian  wahyu  yang  mereka  terima. Gerakan  untuk  menulis  ini  disebut pengilhaman  (inspiration).  Tidak semua  yang  disingkapkan  kemudian dituliskan, melainkan hanya yang akan menjadi  patokan  kebenaran  kekal.

Sejak  pewahyuan  (revelation)  dan pengilhaman (inspiration)  sampai kitab wahyu  pasal  22:21  maka  pewahyuan dan  pengilhaman  dihentikan.  Alkitab menjadi  sebuah  kanon  tertutup, artinya  sebuah  ukuran  yang  sudah pasti,  yang  tidak  boleh  dipanjangkan atau  dipendekkan  lagi.  Alkitab  adalah satu-satunya firman  Allah, bukan salah satu.  Jika  pewahyuan  masih jalan  terus maka  Alkitab  adalah  kanon  terbuka  dan salah  satu  firman  Allah.  Camkanlah!

Selanjutnya  Roh  Kudus  tinggal  di hati  para  Rasul  dan  murid-murid pertama,  dan  bekerja  bersama-sama mereka,  menerangi   hati   manusia ketika  firman  Tuhan  disampaikan  baik tertulis  maupun  lisan.  Roh  Kudus bekerja,   Kata  Tuhan,  “Dan  kalau  Ia  datang.  Ia  akan  menginsafkan dunia  akan dosa,  kebenaran  dan  penghakiman” (Yoh  16:8).  Bagaimanakah  cara  Roh Kudus  menginsafkan  dunia?  Melalui murid-murid  Tuhan  dengan  firman tertulis  yang  ada  di  tangan  mereka.

Semua  khotbah,  cerita,  seminar, penataran  dan  lain  sebagainya,  tidak boleh  menyimpang dari  firman  tertulis yang  telah  Tuhan  ilhamkan  kepada para  Rasul dan  Nabi, yaitu  Alkitab. Roh Kudus  tinggal  di  dalam  hati  setiap murid yang telah bertobat dan percaya kepada Yesus  Kristus, atau  telah  lahir baru.  Roh  Kudus  memimpin  hidup mereka,  dan  menerangi  hati  mereka, terutama  ketika  mereka membaca atau mempelajari  Alkitab.

Roh Kudus tidak akan memberikan pewahyuan  (revelation)  dan  pengilhaman  (inspiration).  Oleh  sebab itu sejak penulisan Alkitab sampai Wahyu 22:21,  yang  terjadi  di  pulau  Patmos sekitar tahun  98 AD, selanjutnya tidak ada lagi  ada orang yang melihat Yesus Kristus,  melihat  malaikat,  mendapat penglihatan, mimpi,  bahasa  lidah  dan lain  sebagainya  dari Tuhan.  Siapapun yang  mendapatkan hal-hal  tersebut  di atas  sesudah  Yohanes  menuliskan Wahyu 22:21, itu pasti dari iblis. Camkahlah!

Jika  Anda  betul-betul  telah  lahir baru,  maka Roh  Kudus  sudah  tinggal  di dalam  hatimu, sehingga  tidak  perlu  ada yang  mengundang  Roh  Kudus  hadir lagi. Roh Kudus akan memimpin Anda memahami  Alkitab. Silakan  mendengarkan  penjelasan  orang,  namun tetap  siuman,  tidak  membabi  buta. Periksalah  setiap  penjelasan  yang Anda dengar dengan ayat-ayat Alkitab dan  akal  sehat,  karena  Roh  Kudus bekerja  dengan Alkitab  dan  hati  serta pikiran  orang  yang  didiamiNya.***

Oleh: Dr. Suhento Liauw, Jurnal Teologi Pedang Roh Edisi 79, April-Juni 2014

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar