Tampilkan postingan dengan label doktrin alkitab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label doktrin alkitab. Tampilkan semua postingan

Selasa, Juli 03, 2012

Alkitab Kebenaran Absolut

Pilatus, seorang pejabat tinggi yang mewakili pemerintahan Romawi, mengalami kebingungan akan kebenaran. Ia bertanya kepada Tuhan Yesus, “Apakah kebenaran itu?” (Yoh18:38).

Sesungguhnya banyak orang dalam kondisi seperti Pilatus. Yang berani rendah hati dan bertanya tentu tidak banyak. Apalagi yang tercatat dalam sejarah seperti Pilatus. Banyak orang ingin bertanya seperti Pilatus, namun mereka tidak tahu harus ber tanya kepada siapa. Pilatus sudah bertanya pada pribadi yang tepat. Tidak banyak orang memiliki kesempatan seperti dia, bisa berhadapan dengan kebenaran itu sendiri dan mengajukan pertanyaan. Sayang sekali, ia tidak menginginkan jawabannya, karena Alkitab mencatat bahwa setelah ia bertanya, ia langsung berjalan keluar.

Kebingungan Melanda Manusia
Pada Edisi-71 yang lalu Pedang Roh mengambil tema Belilah Kebenaran. Mungkin ada pembaca yang bertanya-tanya seperti Pilatus, sehingga sekalipun ia ingin membeli kebenaran namun masih tidak tahu apa itu kebenaran. Faktanya penulis sering temukan orang-orang yang sedang kebingungan tentang kebenaran.

Sabtu, Desember 03, 2011

Tema National Geographic Desember 2011: Alkitab Raja James (King James Bible)

Alkitab yang dicetak 400 tahun lalu ini ikut membentuk bahasa Inggris dan mengangkat posisi “para penguasa”. Namun, alkitab ini juga menghormati kebebasan perseorangan. Di dunia barat, tak ada buku lain yang lebih berpengaruh daripada alkitab ini.
Foto oleh Jim Richardson
Rome Wager berdiri di depan arena rodeo di sebuah pe­ter­nakan kecil yang berlokasi tidak jauh dari Suaka Navajo di New Mexico. Dia di­kelilingi sekelompok koboi muda. Dengan gesper besar warna perak di pinggang dan kumis panjang terpilin ke bawah di kedua ujung mulutnya, Wager mengangkat tinggi-tinggi Alkitab dengan tangan kirinya. Sementara para koboi muda melepaskan topi dan meletakkannya di lutut mereka.
“Cerita-cerita saya selalu dimulai dengan awal yang agak berbeda,” ujar Brother Rome tatkala mereka berjongkok di halaman yang penuh debu. “Tetapi, Tuhan selalu membantu saya menyampaikannya dengan jelas.”

Senin, November 28, 2011

12 Prinsip Menafsirkan Alkitab dengan Tepat dan Benar


Ada berbagai metolodologi dalam menafsirkan alkitab, berikut ini adalah ringkasan 12 poin utama dari buku Cara menafsir Alkitab dengan Tepat dan Benar (Hermeneutika) yang ditulis Dr. Suhento Liauw.

1. Memperhatikan Kesatuan Alkitab,

2. Wahyu Progresif (Progresive Revelation), 
Siapapun yang gagal melihat Progresivitas (perkembangan) Wahyu Tuhan dalam Alkitab akan gagal menafsirkan topik utama Alkitab (doktrin Keselamatan). Ia juga akan gagal melihat perkembangan tata ibadah dari ibadah simbolik ke ibadah hakekat (dalam Roh dan Kebenaran), akibat selanjutnya ialah, akan tersisa bentuk-bentuk ibadah simbolik dan ritual dalam gerejanya. Camkanlah!

3. Perbedaan Aprroach / pendekatan dalam Dispensasi Zaman,
Ada Masa / Dispensasi Tidak Bersalah (The Dispensation of Innocency), Dispensasi Suara Hati (The Dispensation of Conscience), Dispensasi Kepemimpinan Manusia (The Dispensation of Civil Government), Dispensasi janji / Kepemimpinan Para Bapa leluhur (The Dispensation of Promise, or Patriarchal Rule) / Masa Keimamatan Ayah, Dispensasi Hukum Musa (The Dispensation of Mosaic Law) / Masa Hukum Taurat, Dispensasi Kasih Karunia (The Dispensation of Grace) / Masa Gereja, Dispensasi Kerajaan Seribu Tahun (The Dispensation of the Millenium). Umumnya para Teolog Dispensasi menerima 7 dispensasi dengan istilah yg kurang lebih sama.

Rabu, Maret 16, 2011

BOLEHKAH ALKITAB PAKAI KATA “ALLAH”?

Pada tahun 2008 ada berita bahwa kaum ulama di Malaysia melarang orang Kristen memakai kata Allah. Di Indonesia sendiri juga muncul kelompok yang menyerukan kepada orang Kristen untuk tidak memakai kata Allah, bahkan ada yang mencoba menuntut Lembaga Alkitab Indonesia ke pengadilan. Ada banyak keanehan dan kesimpang-siuran di seputar kata Allah.

GITS sebagai institusi akademis tentu merasa terpanggil untuk meluruskan segala kekusutan yang terjadi di seputar kata Allah agar orang Kristen Indonesia memiliki sikap yang mantap terhadap Alkitab dan penyebutan nama Sang Pencipta.

Studi Etimologi Kata Allah
Webster’s New World Dictionary, Third College Edition, 1989. memberi definisi demikian “Allah (al’a) [ al, the + ilah, god, akin to Heb. Eloah, God] The Muslim name for God.” Sudah jelas bahwa Webster Dictionary bukan buku biasa melainkan kamus bahasa yang sangat terpandang. Sedangkan The Encyclopedia Americana International Edition, 1978, menulis kata Allah “Allah is an Arabic word meaning “God” or more properly, “the God.” Encyclopedia Americana adalah sumber informasi yang sangat bergengsi dan terpercaya. McClintock, John & Strong, James. Cyclopedia of Biblical, Theological, and Ecclesiastical Literature. Grand Rapids: Baker Book House, 1981, menulis sebagai berikut; Allah (contracted from the Arabic al-ilah, “the God”, the usual name for God among the Mohammedans.

Di atas sudah kita kutip tiga sumber yang sangat credible yang menyatakan bahwa kata Allah itu berasal dari al + ilah, yang secara literal berarti the god karena al itu definit artikel seperti the, dan ilah itu god. Kata ilah bahasa Aramiknya eloah, artinya sesembahan atau yang disembah.

Selasa, Maret 01, 2011

19 Versi Terjemahan Alkitab bahasa Inggris Terbaik (Bintang 5)

Download Tabel Perbandingan Alkitab LAI dengan KS ILT dan KJV dengan NIV (update Maret 2011)
19 Versi Terjemahan Alkitab bahasa Inggris Terbaik (Bintang 5)

1. King James Version (KJV): A very reliable Bible version, if you can understand it, 1611/1769, (* 5)

2. New King James Version (NKJV):A very readable, accurate, and reliable Bible version, 1982/1994, (* 5)

3. 21st Century King James Version (KJ21), 2002 (* 5)

4. KJV 2000, (* 5)

5. American King James Version (AKJV), (* 5)

6. Literal Translation of the Bible (LITV): An extremely reliable and accurate Bible version by Jay P. Green, 2000, (* 5)

Sabtu, Februari 12, 2011

Perjanjian Baru Ditulis Dalam Bahasa Yunani

Menulis artikel ini membuat saya merasa sedang beating the dead horse. yang artinya, melakukan sesuatu yang tidak perlu dilakukan lagi.” Toh, semua orang yang pernah belajar theologi sudah tahu bahwa Perjanjian Baru kita ditulis dalam bahasa Yunani, bukan? Mengapa perlu ada artikel khusus di Pedang Roh mengenai hal ini?

Terus terang, saya juga tadinya tidak menyangka bahwa ada orang yang akan dengan beraninya berkata bahwa Perjanjian Baru bukan ditulis dalam bahasa Yunani. Dan hal ini dilakukan tanpa bukti yang jelas! Lalu saya bertemu dengan kelompok yang saya sebut “kelompok harus pakai YAHWEH.”

Kelompok ini terdiri dari orang-orang yang sangat antusias untuk menyebarkan pengajaran mereka, yaitu bahwa orang Kristen harus selalu menyebut-nyebut nama YHWH dan bahwa orang Kristen tidak boleh menggunakan istilah “Allah.” Bahkan, mereka cenderung pada posisi bahwa jika tidak mengenal nama YHWH, maka seseorang tidak diselamatkan. Nama Yesus saja tidak cukup menurut mereka.

Jumat, Januari 07, 2011

Peringatan 400 Tahun ALKITAB KING JAMES VERSION (KJV), dibacakan di Radio BBC

Perisai.net - KELOMPOK sekuler di Inggris memprotes stasiun radio BBC atas rencana stasiun radio tersebut untuk meniadakan sejumlah program rutin pada bulan Januari karena akan digantikan sementara dengan pembacaan Alkitab.
Tahun 2011 merupakan peringatan 400 tahun Alkitab King James Version (KJV). Karena itu, mulai 9 Januari, BBC Radio 4, yang merupakan stasiun radio utama milik BBC, akan mengadakan program pembacaan Alkitab dari pagi hingga malam hari.
Setiap 15 menit, radio BBC akan memperdengarkan suara-suara dari orang-orang terkenal, termasuk aktor Samuel West, Hugh Bonneville dan Emilia Fox, serta sejarahwan Simon Schama dan penulis Will Self.
Hanya siaran-siaran yang sudah populer yang akan tetap disiarkan sesuai jadual normalnya. Akibatnya, kelompok sekuler merasa terganggu dengan hal itu.

Senin, September 13, 2010

Wycliffe Bible Translators: Whither Bound?

Republished July 28, 2010 (first published in O Timothy magazine, volume 5, issue 9-10, 1988) (David Cloud, Fundamental Baptist Information Service, fbns@wayoflife.org) -

From time to time, friends and churches have asked me about Wycliffe Bible Translators. This organization wields a very powerful influence through its sheer size, through the many translations it is producing, and through its training programs. I feel it is crucial that we put into print a concise answer to this matter.

GREAT DIVERSITY
First, we must emphasize that within Wycliffe is considerable diversity of thought and practice. When you are dealing with a group as massive as this--roughly 5,000 workers from 70 denominations--it is impossible that every individual within that group fit an exact mold. Let us make it clear, therefore, that we are not speaking of so much of individuals within Wycliffe; we are speaking of the organization as a whole. Not every Wycliffe person is a charismatic, for example. But many are. Not every Wycliffe person supports ecumenical relations with Rome. But a great many do.

Selasa, Agustus 31, 2010

Wycliffe Bible Translators and Rome


WYCLIFFE’S HISTORY
A linguistics training school called “Camp Wycliffe” was founded in 1934 by missionaries William Cameron Townsend and L.L. Legters. It was named after John Wycliffe, the father of the English Bible, and the goal was to provide Bibles in every language of the earth. This project became the Summer Institute of Linguistics (now known as SIL International). Townsend had created an alphabet for and translated the N.T. into Cakchiquel in Guatemala and he wanted to train missionaries to repeat this process in other minority languages. This small training school grew into the Summer Institute for Linguistics (now called SIL International). It is the linguistics arm of Wycliffe Bible Translators. It describes itself as “a non-profit, faith-based, scientific organization with the main purpose to study, develop and document lesser-known languages for the purpose of expanding linguistic knowledge, promoting world literacy and aiding minority language development.”

Rabu, Agustus 04, 2010

THE BIBLE’S PROOF

Updated July 27, 2010 (first published April 10, 2002) (David Cloud, Fundamental Baptist Information Service, P.O. Box 610368, Port Huron, MI 48061, 866-295-4143, fbns@wayoflife.org)

In the final analysis, a man must accept that the Bible is the Word of God by faith, for “without faith it is impossible to please him: for he that cometh to God must believe that he is, and that he is a rewarder of them that diligently seek him” (Hebrews 11:6).

At the same time, Bible faith is not a blind leap into the dark. It is confidence in a believable Record that God has given, for “faith cometh by hearing, and hearing by the word of God” (Romans 10:17). The writers of the Bible explain to us that they were not delivering cunningly devised fables but an inspired record based on “many infallible proofs” (Acts 1:3; 2 Peter 1:16).

Following are some of the objective, time-proven reasons why we can have complete confidence in the Bible:

Selasa, Juli 20, 2010

Kuis Pedang Roh Edisi 64 Berhadiah BUKU TEOLOGI

Pertanyaan Pertanyaan Kuis Pedang Roh Edisi 64
1. Siapakah nama istri Yusuf di Mesir?
2. Dimanakah tempat asal Delila?
3. Siapakah nama bujang Gideon?
4. Apa kata bahasa Indonesianya Civil-Society?
5. Tepatnya Graphe berdiri tanggal, bulan & tahun?

Kirimkan jawaban anda dengan kartu pos selambat-lambatnya 20 Sept 2010.
Sekalipun tidak juara biasanya jawaban yang betul akan mendapat hadiah hiburan berupa buku-buku yang ditulis Dr. Liauw.

Kirimkan ke: Redaksi PEDANG ROH, Jl. Danau Agung 2, No. 7, Jakarta 14350

Minggu, Mei 30, 2010

Sale: Answering the Myths on the Bible Version Debate

There are numerous myths in the Bible version debate, and detractors use these myths to overthrow the faith of the weak or unsteady. Good literature can strengthen and aid the believer to be ready to withstand the wiles of the devil as he wars against God's holy book.

Answering the Myths on the Bible Version Debate answers 30 of the most popular of these myths, including the following:

“King James Onlyism” was invented by a Seventh-day Adventist; there are no doctrinal differences between the modern versions and the KJV;

Fundamentalists did not defend the KJV before the 1970s; the KJV been updated in thousands of places;

King James I was a homosexual; the KJV translators said all versions are good; the King James Bible is too difficult to understand;

Erasmus was a Roman Catholic humanist; Erasmus’ Greek New Testament was hastily done and filled with errors;

Erasmus used a mere handful of Greek manuscripts; modern textual criticism is a legitimate science;

the difference between the Greek Received Text and the Westcott-Hort text is small and insignificant;

Westcott and Hort were theologically sound;

Erasmus promised to insert the Johannine Comma if a Greek manuscript was produced and challenged Edward Lee to find a manuscript that included this passage;

it is wrong to paint the entire field of modern textual criticism with the brush of skepticism, seeing that there are also Bible-believing men such as A.T. Robinson and B.B. Warfield in this arena;

it doesn't matter if the influential names in modern textual criticism are skeptics; the New King James Bible is merely an update of the King James;

the New American Standard Version is basically the same as the King James except for updated language;

the New International Version is a conservative evangelical translation that should be respected. 233 pages.

THIS WEEK ONLY $7.50 (Regularly $9.95)

Senin, April 12, 2010

PERBANDINGAN TERJEMAHAN KS-ILT Edisi 2, Alkitab LAI, KJV dan NIV (update)

-->
NO
AYAT
KS-ILT EDISI 2
ALKITAB LAI TB Edisi 1 thn 1974
LAI TB EDISI 2 thn 1997 untuk PB
KJV
NIV
1
Kejadian 4:7
4:7 Jika engkau berbuat baik, tidakkah akan menengadah? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, di depan pintu ada dosa dan keinginannya yang mengintai terhadap kamu, tetapi engkau harus berkuasa atasnya!”
4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."

4:7 If thou doest well, shalt thou not be accepted? and if thou doest not well, sin lieth at the door. And unto thee shall be his desire, and thou shalt rule over him.
4:7 If you do what is right, will you not be accepted? But if you do not do what is right, sin is crouching at your door; it desires to have you, but you must master it."
2
Kejadian 4:8
4:8 Dan Kain bercakap-cakap dengan Habel, adiknya.....
4:8 Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang."…

4:8 And Cain talked with Abel his brother: and it came to pass, ….
4:8 Now Cain said to his brother Abel, "Let's go out to the field."
3
2 Samuel 23:8
Yoseb-Bashebet orang Takhmoni, kepala kelompok tiga
Isybaal, orang Hakhmoni, kepala triwira;

The Tachmonite that sat in the seat, chief among the captains;
Josheb-Basshebeth, a Tahkemonite, was chief of the Three;
4
Ayub 2:9,10
…Berkatilah Elohim…
….wanita bodoh…
…Kutukilah Allahmu…..
….perempuan gila…

…curse God,…
...the foolish women…
…Curse God……
...a foolish woman…
5
Mzm 2:12
Ciumlah Sang Putra
Ciumlah kaki-Nya (ay 11)

Kiss the Son
Kiss the Son

Mzm 119:126
Sudah tiba saatnya bagi YAHWEH untuk bertindak; mereka telah melanggar torat-Mu.
Waktu untuk bertindak telah tiba bagi TUHAN; mereka telah merombak Taurat-Mu.

It is time for thee, LORD, to work: for they have made void thy law.

6
1 Samuel 14:41
Dan Saul berkata kepada YAHWEH, Elohim Israel, “Tunjukkanlah yang benar.” Maka didapatilah Yonatan dan Saul, dan rakyat itu terluput.
Lalu berkatalah Saul: "Ya, TUHAN, Allah Israel, mengapa Engkau tidak menjawab hamba-Mu pada hari ini? Jika kesalahan itu ada padaku atau pada anakku Yonatan, ya TUHAN, Allah Israel, tunjukkanlah kiranya Urim; tetapi jika kesalahan itu ada pada umat-Mu Israel, tunjukkanlah Tumim." Lalu didapati Yonatan dan Saul, tetapi rakyat itu terluput.

Therefore Saul said unto the LORD God of Israel, Give a perfect lot. And Saul and Jonathan were taken: but the people escaped.
Then Saul prayed to the LORD, the God of Israel, "Give me the right answer." And Jonathan and Saul were taken by lot, and the men were cleared.

Rabu, Januari 13, 2010

Keotentikan Naskah Perjanjian Baru

PRAKATA :
Orang sering bilang bahwa Injil sudah dipalsukan, sudah tidak asli lagi, tapi orang tersebut tidak bisa menunjukkan Aslinya, hanya bisanya "Ngomong Doang".
Pembuktian suatu BB (Barang Bukti) apakah BB tersebut palsu atau otentik maka persyaratan nya adalah mutlak harus ada bahan pembanding, tidak bisa tanpa bahan pembanding, lalu ujuk-ujuk dibilang PALSU!
Mungkinkah ada orang yang munafik dengan cara menunjukkan kepunyaan orang lain tidak asli guna menutupi ketidakasliannya sendiri alias Kamuflase, ini perlu dianalisis lebih jauh!

Keotentikan Naskah Perjanjian Baru

Pengantar
Kritikus Alkitab mempertanyakan keotentikan/ keabsahan Perjanjian Baru. Ada yang bilang cerita Perjanjian Baru adalah rekayasa pribadi yang tidak historis. Ada yang bilang Injil hanya mitos atau legenda. Atau ada juga yang bilang Yesus memang ada, tetapi tidak pernah disalib maupun bangkit.
Apakah Perjanjian Baru itu otentik, berasal dari sumber yang sah? Mungkinkah ada distorsi sejarah yang mengubah peristiwa asli?

Ada 3 hal yang menentukan otoritas keotentikan naskah Perjanjian Baru :
1. Penyelidikan manuskrip-manuskrip (naskah-naskah salinan kuno) Perjanjian Baru.
2. Perbandingan manuskrip-manuskrip Perjanjian Baru dengan manuskrip-manuskrip kuno yang lain.
3. Penanggalan naskah asli Perjanjian Baru.

Penyelidikan manuskrip-manuskrip yang berhubungan dengan Perjanjian Baru

Ada banyak manuskrip yang berlimpah dan akurat untuk Perjanjian Baru dibandingkan dengan naskah-naskah kuno lainnya. Ada banyak manuskrip yang disalin dengan keakuratan lebih tinggi dan penanggalan yang lebih awal daripada manuskrip naskah-naskah kuno lainnya.

Rabu, Oktober 21, 2009

19 Versi Terjemahan Alkitab Inggris Terbaik dan 42 Terjemahan Terjelek

Ada bagian-bagian ayat yang tidak penulis kutip dengan lengkap, jadi mohon perhatikan dalam Alkitab/software Alkitab saudara untuk ayat selengkapnya. Beberapa perbedaan di atas adalah masalah perbedaan terjemahan kata.

Pada tabel di atas, penulis lebih menitikberatkan pada perbedaan di Perjanjian Baru karena Terjemahan Alkitab untuk Perjanjian Baru ada yang bersumber pada Naskah Textus Receptus=TR (misal KJV, KS-ILT edisi 2) dan ada yang bersumber pada Naskah Critical Text=CT. Jadi Banyak perbedaan di atas disebabkan karena masalah sumber naskah salinan acuan yang dipakai berbeda. KS-ILT & KJV bersumber dari Naskah Salinan MT (untuk PL) dan TR=Textus Receptus (untuk PB),
sedangkan Alkitab LAI & NIV bersumber dan banyak dipengaruhi naskah Critical Text=CT untuk Perjanjian Baru, meski LAI juga kadang-kadang mengacu pada Naskah TR.

Untuk Perbedaan terjemahan di Perjanjian Lama atau kesalahan terjemahan, hanya sedikit disinggung dalam Tabel di atas.

Semua ayat yang diberi Kurung Siku […] dalam Alkitab LAI,  tidak perlu kurung siku dalam KS-ILT karena memang ayat-ayat itu ada di Naskah TR (untuk PB Yunani). Jadi LAI tidak 100% menggunakan naskah acuan CT (untuk PB Yunani) meski sebagian besar dipengaruhi CT.

Terjemahan KS-ILT dalam banyak bagian lebih bagus dari Alkitab LAI, karena cukup banyak ayat dan kata yang ada di TR & KS-ILT & KJV, namun tidak ada di CT & Alkitab LAI & NIV. Kristen Fundamental dan sebagian besar Kaum Injili percaya Naskah Salinan (apographa) MT=Masoretix Text dan TR=Textus Receptus adalah Naskah PL dan PB yang DIPELIHARA oleh Tuhan TANPA SALAH SEDIKITPUN sampai pada TITIK KOMANYA (alias hal sekecil2nya).

Selasa, November 11, 2008

10 ALASAN UNTUK PERCAYA ALKITAB

1. Kejujurannya
2. Ketahanannya
3. Pernyataannya Mengenai Dirinya Sendiri
4. Mukjizatnya
5. Kesatuannya
6. Keakuratannya dari Segi Sejarah dan Geografi
7. Rekomendasi dari Kristus
8. Keakuratan Ramalannya
9. Keberlangsungannya
10. Kuasanya untuk Mengubah Hidup Manusia

1. KEJUJURANNYA
Alkitab sungguh jujur. Alkitab memperlihatkan Yakub, bapak dari "bangsa pilihan," sebagai seorang penipu. Alkitab juga menggambarkan Musa, sang pemberi Hukum Taurat, sebagai seorang pemimpin yang merasa tidak aman dan keras kepala, yang dalam usaha pertamanya untuk menolong bangsanya sendiri, membunuh seorang laki-laki dan kemudian lari menyelamatkan diri ke padang gurun.

Selasa, Mei 20, 2008

SERI DOKTRIN ALKITAB ALKITABIAH (Bagian 3-Ending)

Serangan Iblis
Textum Receptum (TR) adalah naskah PB yang dipakai oleh orang-orang Kristen di seluruh dunia, dan diterjemahkan ke berbagai bahasa oleh misionaris modern yang dipelopori oleh misionaris Baptis, William Carey, ke India dan akhirnya banyak misionaris ke seluruh penjuru dunia. Selama kurang lebih 380 tahun, Iblis tidak menemukan cara untuk menghalangi tersebarnya firman Tuhan ke seluruh dunia walaupun dilakukannya juga serangan kecil-kecilan yang tidak membawa efek terhadap TR.

Karl Lachmann dari Jerman tercatat adalah orang pertama yang menerbitkan edisi PB yang sifatnya menyerang TR pada tahun 1831. Setelah dua edisi teks pengritik/Critical Texts (CT) diterbitkannya ternyata tidak ada yang menggubrisnya. Pada tahun 1857 Samuel Prideaux Tregelles di Inggris juga menerbitkan Critical Text untuk menyerang TR. Kemudian Constanstin Tischendorf seorang yang menemukan naskah Codex Sinaiticus turut menerbitkan teks PB yang bersifat menyerang keakuratan TR.

Serangan yang kelihatannya memakan banyak korban adalah yang dilakukan Iblis melalui dua orang, yaitu Brooke Foss Westcott seorang Bishop gereja Anglikan, dan Fenton John Anthony Hort seorang dosen dari Cambridge University. Untuk mempersingkat nama mereka, biasanya hanya ditulis Westcott-Hort (WH). Mereka menerbitkan Critical Text (CT) untuk menyerang Textum Receptum (TR) pada tahun 1881. Mereka mendasarkan edisi yang mereka terbitkan pada naskah yang diberi nama (aleph) yang ditemukan di Sinai yang juga disebut Sinaiticus dan naskah yang diberi nama B yang kata mereka tersimpan di perpustakaan Vatikan.

Rabu, Mei 14, 2008

SERI DOKTRIN ALKITAB ALKITABIAH (Bag 2)

Gulungan di Laut Mati (Dead Sea Scroll)

Pada tahun 1947 dunia kekristenan dikejutkan dengan ditemukannya Dead Sea Scroll (DSS). Seorang bocah Baduin yang berusaha mencari dombanya yang hilang tanpa sengaja memasuki gua di Wadi Qumran, sebelah Barat Daya laut Mati. Di dalam gua yang gelap, ia tersandung pada gulungan benda yang panjangnya 2 kaki dan tebalnya 10 inci. Para gembala itu menjualnya ke toko antik di Bethlehem yang membeli beberapa gulung, dan seorang Archbishop dari gereja Orthodox Syria membeli sisanya. Beberapa orang ahli menelitinya dan menyimpulkan bahwa itu tidak ada nilainya. Tetapi E.L Sukenik, dari Hebrew University di Yerusalem, mengenal keunikan gulungan itu dan membeli tiga gulungan. Gulungan lain dibawa ke American School of Oriental Research, diteliti oleh J.C Trever dan W.F. Albright, seorang arkeolog Alkitab, akhirnya pada tahun 1948 menyadari bahwa itu adalah gulungan kitab-kitab PL.

Pada akhit tahun 1951 kembali di sekitar gua-gua laut Mati, yaitu di gua Wadi Murabba’at ditemukan lagi gulungan-gulungan lain diantaranya juga terdapat gulungan Teks masoretik. Pada tahun 1952 dilakukan eksplorasi yang lebih intensif dan di gua yang terletak di sebelah Barat Khirbet Qumran ditemukan hampir keseluruhan kitab PL kecuali kitab Ester.

SERI DOKTRIN ALKITAB ALKITABIAH (Bag 1)

ALKITAB BAHASA ASLI
Tiap-tiap orang Kristen pasti mempunyai rasa ingin tahu (curiosity) tentang Alkitab bahasa asli. Terlebih ketika Alkitab terjemahan tidak menyelesaikan persoalan, maka timbul pikiran untuk melihat Alkitab dalam bahasa aslinya. Alkitab bahasa asli adalah otoritas puncak (final Authority) untuk menyelesaikan segala macam perdebatan teologia maupun percekcokan doctrinal. Semua Alkitab terjemahan hanya memuat kebenaran secara konsep (conceptual) bukan kebenaran secara arti kata dan tata bahasa (literal and grammatical). Oleh sebab itu jika melakukan pembahasan Alkitab secara etimologi, maka harus kembali ke Alkitab bahas asli karena peralihan bahasa menyebabkan perubahan bentuk kata dan juga susunan kalimat.

Patut disadari bahwa ada perbedaan antara satu bahasa dengan yang lain. Ada bahasa yang banyak vocabulary-nya dan ada bahasa yang sedikit. Kita tidak mengatakan bahwa Alkitab hasil terjemahan akan salah atau kurang bermutu, tetapi hanya ada kekurangan dalam menyampaikan semua ide penulis. Misalnya (agape) dan (fileo) dalam bahasa Indonesia kedua-duanya tetap diterjemahkan dengan kata “kasih” saja.