Tampilkan postingan dengan label penyesatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyesatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, Mei 29, 2015

Seminar DEPOK: Mengungkap Tipu Muslihat Iblis dalam Menyesatkan Gereja


KOMUNITAS DEPOK KEMBALI MENGADAKAN SEMINAR PADA HARI
SABTU, 30-5-2015
Jam 09:00-15:00
(GRATIS)
Disediakan makan siang dan coffee break
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
PEMBICARA: Dr.Steven Einstain Liauw, D.R.E. TH.D.

SEMINAR TINGGAL 2 HARI LAGI !!!
------------------------''"----------------------------
Jangan lupa untuk segera mendaftarkan diri bagi anda yg berdomisili didaerah depok dan sekitarnya.
Tempat terbatas!
Akan diadakan seminar dengan tema "MENGUNGKAP TIPU MUSLIHAT IBLIS DALAM MENYESATKAN GEREJA!"

Bertempat di GBIA KOMUNITAS DEPOK.
Jln mawar no 4
Depok lama (seberang RS Hermina Depok)
Untuk pendaftaran:
1-sdri Kensy hp 0838.9770.2616
2-bpk Mangasi Pandiangan hp 0813.1029.3886


Diselenggarakan oleh: GBIA Komunitas Depok dan http://www.kristenalkitabiah.com
Didukung oleh: Radio Berita Klasik AM 828 http://www.graphe-ministry.org

Selasa, Oktober 01, 2013

Seminar: Kebenaran yang Memerdekakan, Mengungkap Kesesatan Benny Hinn & Penyesat Lain

Alkitab dengan jelas menubuatkan bahwa menjelang kedatangan Kristus kedua kali akan muncul banyak Nabi Palsu.

Sebab mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan dimunculkan, dan mereka akan memberi tanda-tanda yang dahsyat dan keajaiban-keajaiban sehingga menyesatkan, bahkan jika mungkin mereka yang terpilih. Lihatlah, Aku telah mengatakan kepadamu sebelumnya. (Mat 24:24-25) 

Menurut Dr. Suhento Liauw, sekarang ayat di atas sedang digenapi oleh BENNY HINN, MORRIS CERULLO, YESAYA PARIADJI, PHILIP MANTOFA, JOHN HARTMAN dan lain-lain. Tentu Dr. Liauw tidak sembarangan menuduh mereka SESAT, melainkan SANGGUP menjelaskan alasannya secara akademik dan alkitabiah.

SEMUA ORANG KRISTEN patut mendengarkan PENJELASAN BELIAU, Terutama Hamba-Hamba Tuhan Yang MENGAJAR, Agar Tidak DISESATKAN dan MENYESATKAN Orang.

Seminar: Kebenaran yang Memerdekakan, Mengungkap Kesesatan Benny Hinn & Penyesat Lain
12 Oktober 2013 di Bitung, Sulawesi Utara
bertempat di Gedung Balai Pertemuan Umum Kantor Walikota BITUNG, SULUT
Pukul 08.00-17.00 WITA
Kontak untuk registrasi: Ev. Johny Tumakaka (0852-45163668), Bpk. Matius Sapang (0852-98214444)
14-15 Oktober 2013 di Manado, Sulawesi Utara
Bertempat di HOTEL PRINCE BOULEVARD
Jl. P. Tendean (Boulevard) Sario Tumpaan
Pukul 08.00-17.00 WITA
Kontak untuk registrasi: Ev. Zelfius Papuas (0852-98552051), Bpk. Fransisko Lakasa (0813-56846719), Bpk. Hardy Walewangko (0852-50622400)


Kamis, April 25, 2013

SEMBARANGAN MENUDUH ORANG LAIN SESAT

Sembarangan menuduh orang lain sesat. Kita tidak bisa menerima perbuatan demikian. Ini adalah perbuatan yang sangat tidak terpuji. Bahkan ini adalah perbuatan seorang pengecut yang tidak intelek. Orang Kristen lahir baru seharusnya tidak melakukan perbuatan demikian. Bagaimanakah seseorang boleh menuduh orang lain sesat tanpa alasan yang jelas? Bukankah orang Kristen harus saling mengasihi, lalu mengapa ada orang yang menuduh orang lain sesama Kristen sesat? Dan bukankah ada firman Tuhan yang mengajar kita untuk tidak menghakimi orang lain?

Logika Dalam Memfitnah atau Mengajar
Orang yang berhikmat tidak akan sembarangan menuduh orang lain sesat. Bahkan menuduh orang lain sesat tanpa alasan adalah sebuah fitnah. Petugas kepolisian tidak boleh sembarangan menangkap orang, dan anggota kejaksaan tidak boleh sembarangan menuntut orang, apalagi seorang hakim, tentu ia tidak boleh sembarangan memutuskan perkara yang disidangnya. Semua itu harus dilakukan atas dasar yang kuat, berdasarkan pada bukti-bukti atau saksi-saksi.

Orang yang menyatakan bahwa dua tambah dua sama dengan lima itu salah harus sanggup membuktikan bahwa yang benar dua tambah dua adalah empat, bukan lima. Ketika ia sanggup membuktikan bahwa dua ditambah dua sama dengan empat, maka orang tersebut bukan pemfitnah melainkan seorang guru yang patut dihormati dan dihargai. Ketika orang-orang berpendapat bahwa kota Washington DC ada di Amerika Latin, lalu seseorang datang mengatakan bahwa pendapat itu salah, yang benar kota Washington DC itu di Amerika Serikat, dan ia sanggup membuktikan dengan membuka peta dunia serta menunjukkan letak kota Washington DC, maka ia bukan pemfitnah melainkan seorang guru yang patut dihormati dan dihargai.