Minggu, April 29, 2012

MEMBANTAH KOMPROMI

Rasul  Paulus  menasihati  Timotius untuk menghindari “omongan yang kosong  dan  yang  tidak  suci  dan pertentangan-pertentangan  yang  berasal dari apa yang disebut pengetahuan” (1 Tim. 6:20).  Frase  “apa  yang  disebut  pengetahuan”  berasal  dari  bahasa  Yunani pseudonumos gnosis (ψευδώνυμος γνῶσις), atau  bisa  juga  kita  sebut  pseudo-science, “science  falsely  so  called”  (KJV),  sesuatu yang seolah-olah adalah  ilmu pengetahuan sejati,  tetapi yang  sebenarnya bukan.

Alkitab  mengklaim  dirinya  sebagai kitab yang diinspirasikan oleh Allah sendiri (2 Tim. 3:16), melalui kerja Roh Kudus di dalam  para  penulis manusia  (2 Pet.  1:21). Jadi,  walaupun  manusia  yang  menjadi penulis perantaranya, Allah  adalah penulis sejatinya. Oleh  sebab  itulah Alkitab maha benar,  karena  Allah  sebagai  penulisnya adalah  maha  benar.  Semua  pengajaran Alkitab  selalu benar,  seratus persen,  tanpa kesalahan sedikitpun. “Semua firman Allah adalah murni” (Ams. 30:5), termasuk di dalam hal ilmu pengetahuan. Alkitab memang bukan  buku  yang  ditulis  khusus  untuk berbicara  mengenai  ilmu  pengetahuan, tetapi semua referensi di dalam Alkitab yang berkaitan dengan sains adalah benar. Allah yang menciptakan hukum-hukum  alam  itu sendiri  tidak  akan  berbuat  kesalahan mengenai hukum-hukum  tersebut.

Kamis, April 26, 2012

Pertanyaan dan Jawaban SEMINAR AKHIR ZAMAN Dr. Suhento Liauw, 22 MEI 2005 di GKKK Jogja

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara tertulis dalam SEMINAR ESKATOLOGI, 22 MEI 2005 di GKKK Jogjakarta

Tinta merah adalah pertanyaan
Tinta hitam adalah jawaban

Tanda-tanda apa saja yang bisa dilihat menjelang akhir zaman? Apa saja yang belum tergenapi?
Beberapa diantaranya ialah :
Tanda-tanda yang disebutkan Yesus : Mat 7 : 15-23,24:3-44 ; Luk 17:20-37, 21:7-19, 25-33
Yang disebutkan Paulus : II Tes 2:3-10;I Tim 4:1-3 ; II Tim 3:1-9
Yang disebut Petrus : II Pet 3:3, 5-7,10
Yang disebut Yohanes : Kitab Wahyu ( Banyak Sekali)
Lain-lain : Kis 2:16-21, Yoel 2:28-32,Dan 9-12, Yudas 18, dll.

Masih banyak tanda yang Alkitab catatkan bagi kita, semuanya jelas tertulis asalkan kita mau mempelajarinya, semakin kita mempelajarinya kita akan semakin mengerti tanda mana saja yang sudah digenapi, dan mana yang belum. STT GRAPHE menyediakan pelajaran Eschatology untuk membahas tanda tanda pada akhir zaman.

Bagaimana pendapat anda tentang pengajaran A-Millenialisme? Anda setuju atau tidak?
Tidak, Dalam Kis 1: 6 dst, Tuhan menegaskan bahwa akan ada masa Kerajaan Seribu Tahun itu. Paham a-millenialisme ini muncul karna gagalnya teologi post-milenial setelah Perang dunia II.
Manusia akhirnya sadar bahwa tidak mungkin dapat mewujudkan Kerajaan seribu tahun yang damai dibawah pemerintahan manusia. Agar dapat sedikit menyelamatkan muka, Para teolog yang menganut post-milenial akhirnya menyatakan bahwa kerajaan itu hanyalah sebuah alegori, dan tidak riil, Lahirlah teologi A-millenialisme. Doktrin ini lahir oleh sistem penafsiran alegorikal. Jelas sistem ini bukanlah sistem penafsiran yang baik. Seharusnya kata-kata yang masih bisa ditafsirkan secara literal tidak boleh ditafsirkan secara alegorikal. Kecuali secara akal sehat tidak dapat ditafsirkan secara literal, misalnya kata Tuhan, “biarkanlah orang mati menguburkan orang mati,” jelas kata mati pertama adalah alegorikal karena tidak bisa diterima akal sehat jika ditafsirkan secara literal.

Jumat, April 06, 2012

Berita Bulan MARET 2012

SEPULUH HUKUM ALLAH MENJADI "JUST10" (HANYA 10)
Merefleksikan dengan sempurna situasi zaman ini, yaitu tidak adanya takut akan Allah bahkan di antara orang-orang yang mengaku Kristen, seorang pengkhotbah dan penulis yang terkenal dari Inggris, J. John, telah mengubah perintah-perintah negatif dalam Sepuluh Hukum menjadi suatu pendekatan positif yang diberi nama "Just10" ("Hundreds of Churches Using `New' Ten Commandments," Christian Post, 9 Maret 2012). John, yang materi-nya dipakai oleh 600 gereja, mengubah perintah Allah "Janganlah mencuri," menjadi "Jadilah makmur dengan hati nurani yang bersih;" "Janganlah berzinah" menjadi "Jadikan hubungan-mu kebal perselingkuhan;" "Hormatilah ayahmu dan ibumu" menjadi "Jagalah damai dengan orang tuamu." Tujuannya, kita diberitahu, adalah untuk membuat Firman Allah "lebih pribadi" dan menjadi sesuatu yang "dapat menyentuh orang-orang hari ini." Dua prinsip utama filosofi Injili yang telah menyapu kekristenan setengah abad terakhir ini adalah untuk memberitakan yang positif saja, dengan tempo yang riang, dan mencoba membuat kekristenan "keren" bagi generasi yang kecanduan "keren" ini. J. John telah sangat sukses melanjutkan prinsip yang sangat salah ini, tetapi dia belum melampuai Kenneth Caine, yang pada tahun 1998 mempublikasikan "Alkitab Positif" dengan tujuan menghilangkan semua pernyataan "negatif" dalam Kitab Suci. Hasilnya adalah Alkitab yang sangat tipis! Dalam Alkitab ada pernyataan positif dan ada pernyataan negatif, dan tugas pengkhotbah adalah menyatakan semuanya. Khotbah yang alkitabiah mengandung elemen peringatan dan peneguran yang kuat. Kita diperintahkan untuk "nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah" (2 Tim. 4:2) dan "nasihatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu" (Tit. 2:15). Pengkhotbah harus memberitakan semua yang Kristus ajarkan (Mat. 28:20). Dia harus memberitakan seluruh maksud Allah (Kis. 20:27). Adalah "kenegatifan" dan "ketajaman" Firman Allah yang Roh Allah pakai untuk menusuk hati manusia; adalah "galah rangsang" itu yang Allah pakai untuk membawa manusia kepada pertobatan (Kis. 26:14). "...teguran yang mendidik itu jalan kehidupan" (Ams. 6:23). Hukum Allah seharusnyalah mengandung pernyataan-pernyataan yang negatif dan ditakuti! Mengingat peringatan Allah untuk tidak mengubah-ubah FirmanNya, lebih baik tangan saya terpotong dari pada melakukan apa yang telah J. John lakukan. "Rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu" (Rom. 3:18).