Malaikat di Sorga bersorak-sorai ketika seorang berdosa bertobat (Luk. 15:10). Sebaliknya tentu Iblis mengucapkan sumpah serapahnya karena merasa kehilangan seorang pengikut yang akan menemani mereka di neraka. Pada masa Perjanjian Lama Iblis berusaha untuk menyesatkan manusia dengan mengacaukan konsep keselamatan yang sudah Tuhan ajarkan kepada manusia, yaitu dengan memerintahkan ibadah pengorbanan domba, Allah berusaha menutup kemungkinan munculnya konsep penyelesaian dosa yang akan dimunculkan Iblis. Iblis menawarkan konsep penyelesaian dosa tanpa pencurahan darah, misalnya dengan berbuat amal, sesajian yang berupa berbagai makanan (hasil tanaman seperti yang dilakukan Kain).
Beberapa kalangan masyarakat primitif ditemukan dalam bentuk-bentuk penyembahan tersembunyi dalam mengorbankan manusia. Iblis sengaja mengacaukan konsep penggantian (substitution) juruselamat simbolik dengan domba (binatang bersih) melalui penggantian manusia langsung atau edngan hasil tanaman. Penolakan akal sehat terhadap upacara pengorbanan manusia akan mengacaukan program Allah yang sedang merencanakan penghukuman atas dosa seisi dunia pada diri Kristus.