Tampilkan postingan dengan label LIPUTAN ACARA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LIPUTAN ACARA. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juni 20, 2012

Liputan Seminar Akhir Zaman 1 Juni 2012 di Surabaya


Seminar Akhir Zaman yang berlangsung di Gedung The Square Apartment, Jalan Siwalankerto 146-148 Surabaya, dilayani oleh Dr. Suhento Liauw, D.R.E., Th.D. Seminaryang berlangsung Jumat, tanggal 1 Juni 2012 ini diikuti oleh sekitar 85 orang peserta dari berbagai kota (Jakarta, Jogja, Semarang, Balikpapan, dan mayoritas warga Surabaya dan kota sekitarnya).

Minggu, September 04, 2011

Seminar Akhir Zaman 16 dan 17 September oleh Suhento Liauw, Th.D

Seminar Eskatologi di Jogjakarta

Seminar AKHIR ZAMAN:
Thema: Dampak Gejolak Timur Tengah terhadap Perang Harmageddon di Depan Mata?

Hari/Tanggal: Jumat, 16 September 2011
Pukul: 18.00 – selesai, Tempat: Gedung JKI Citarum (Blakang Stadion Citarum), SEMARANG, CP: 0813.8463.3040 (Ryan)

Hari/Tanggal: Sabtu, 17 September 2011
Pukul: 15.00-21.00 WIB (ontime)
Tempat: Griya EIRENE, Jl. Jambon 2 No. 3 (Belakang SD Kalam Kudus) Jogja
Pembicara: Suhento Liauw, D.R.E., Th.D
(Rektor GITS, Gembala Gereja Baptis Independen Alkitabiah (GBIA) GRAPHE)

Jumat, Januari 22, 2010

Foto-Foto Retret GBII 19-21 Januari 2010 di Kaliurang, Jogjakarta



Foto-foto bersama di hari ketiga 21 Januari 2010, Tampak Hamba-Hamba Tuhan senior di deretan depan: Pdt. Yusuf Manitis (GBII Cibubur), Pdt. Tambunan (GBII Shalom), Pdt. Jon Konnerup (President BBF), Pdt. Larry Quinlan, Pdt. Skiip Woodfin (WBF)

Jumat, Mei 02, 2008

ASCENCION DAY





Percayalah, Jangan Gelisah Hatimu

Tanggal 1 Mei yang diperingati sebagai Hari Buruh Internasional pada tahun ini bertepatan dengan Hari Kenaikan Yesus Kristus (Ascencion Day). Yesus naik ke surga untuk menyediakan tempat bagi di Surga dan supaya Roh Kudus dapat datang ke dalam dunia dalam diri setiap orang percaya. "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ." Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.


Roh Kudus yang datang akan mengingatkan manusia akan dosa, penghakiman dan akan kebenaran. Mengutip Yohanes 16: 7-11 dimana Yesus berkata: Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia (Roh Kudus) datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia (Iblis) ini telah dihukum. Gembala gereja GEKINDO (Gereja Keesaan Injili Indonesia) ini mengatakan bahwa Roh Kudus yang diutus Bapa dan Yesus akan menginsafkan dunia akan dosa yaitu dosa karena tidak percaya kepada Yesus.

Teolog Liberal hari-hari ini mulai mengajarkan bahwa Kebangkitan Yesus hanya metafora dan halusinasi para murid Yesus yang begitu mengagumi sosok gurunya. Namun Kenaikan Tuhan Yesus ke surga membuktikan bahwa kebangkitan bukan ilusi dan khayalan. Adalah Fakta bahwa Yesus lahir, mati disalibkan, bangkit pada hari ketiga, selama 40 hari menampakkan diri kepada lebih dari 500 orang pada masa itu (I Kor 15:4-8). Rasul Paulus sudah lebih dulu menutup semua kemungkinan bagi semua teori dan pendapat bahwa Yesus tidak mati, tidak bangkit, dan lainnya. Pdt. Cornelius yang juga anggota tim penerjemah Alkitab ILT (Indonesian Literal Translation) yang menerjemahkan Alkitab dengan kata YAHWEH pengganti TUHAN karena menyadari nama Pribadi (Proper Name) beda dengan Generic name (Nama Sebutan) mengingatkan agar orang Kristen tidak takut terhadap isu-isu mengenai kekristenan dan dengan cerdik melihat kondisi zaman ini sehingga sungguh menjadi orang Kristen yang peka terhadap perkembangan zaman.



Demikian petikan khotbah Pdt. Cornelius Sianturi dalam kebaktian Kenaikan Tuhan Yesus di Gereja Kristen Kalam Kudus (GKKK) Jogjakarta yang bertempat di samping Ramai mall, Malioboro. Kebaktian yang dimulai pukul 18.00 WIB ini diikuti oleh 150-an jemaat dan simpatisan ini dibuat dalam suasana Pujian dan Penyembahan sehingga jemaat lebih bebas dalam mengekspresikan penyembahannya kepada Tuhan. Puji-pujian yang dipimpin oleh Ev. Roni Sofyan dan Tim musik Pemuda Remaja memang membawa suasana berbeda dari biasanya. Dengan permainan musik yang kompak dan dengan alat musik Keyboard, Piano, dan Electric Gitar, Jemaat dibawa tenggelam masuk dalam penyembahan dan puji-pujian kepada Allah. Ikut menjadi Backing vocal Paduan Suara Pemuda GKKK dan melibatkan 6 orang singer, atmosfir ibadah memperingati Kenaikan Tuhan Yesus memang terasa hidup dan bersemangat.

Dalam khotbahnya, Pendeta Cornelius Sianturi yang juga Ketua STT Ordo Misi dan dosen di beberapa STT di Jogjakarta mengingatkan juga agar gereja-gereja Tuhan jangan terlalu terikat pada tradisi gerejanya yang sudah puluhan tahun sehingga sangat mungkin menutup pembaharuan-pembaharuan yang baik dan berguna bagi perkembangan dan pertumbuhan jemaat Tuhan. Sambil mencamkan agar gereja-gereja mau terbuka terhadap hal-hal positif yang mungkin dipandang sebagai ancaman bagi tradisi gereja tertentu. Martin Luther pernah berkata bahwa pikiran kita seperti Pelacur. Janganlah kita membatasi karya Allah dan hanya mengerti Allah dengan pikiran saja. Namun biarlah kita mengenal Allah dengan menghidupi Alkitab dan menyembahnya baik dengan Roh dan Akal Budi kita.

Diakhiri dengan pujian Kami Memuji KebesaranMu, ibadah semi kontemporer ini diakhiri dengan acara Ramah Tamah atau perjamuan Kasih semua jemaat yang hadir. Jemaat dan simpatisan menyambut baik dan memberi apresiasi kepada para panitia dan semua penatalayan yang terlibat dalam mempersiapkan ibadah ini.

Senin, Februari 25, 2008

WHEN LOVE IS THE ANSWER OF EVERYTHING

LOVE CONCERT

WHEN LOVE IS THE ANSWER OF EVERYTHING

Semua karena Cinta…. Semua karena Cinta….Tak mampu diriku...

Demikian salah satu lagu yang dinyanyikan dalam Konser LOVE dalam momen Valentine yang diadakan oleh Gereja Sonopakis Jogjakarta pada (23/02) pukul 19.00 WIB di Jl. IKIP PGRI no 7, Jogja. Wira Christian selaku Koordinator Acara menyatakan konser ini diadakan untuk para generasi muda dalam menyalurkan bakat dan kemampuan untuk memuliakan nama Tuhan dan menjadi sarana memberitakan Kasih Tuhan lewat media musik dan lagu. Dalam LOVE Concert ini yang bertajuk ”Kasih dan Semangat” turut mengundang beberapa PS (Paduan Suara) diantaranya Holy Word Choir, Janapatria Choir, JJC (Jogja Jazz Choir) Female dan beberapa penyanyi Soprano (Hilda, Fanny, Poppy), Alto (Febi), Tenor (Roy) dan Wira Christian (Bass) yang juga konduktor di beberapa PS atau Choir di Jogja. Lewat acara yang dipersiapkan hampir dua bulan ini, Wira Christian yang merupakan hamba Tuhan di bidang musik dari GKN (Gereja Kristen Nazarene) ingin menujukkan bahwa ”Cinta itu sangat Universal, bukan hanya antara sepasang kekasih yang sedang berpacaran. Namun juga antara orang tua dan anak. Mencintai sesama dan tentunya Love is Really Needed for everyone. Cinta itu sering disalahartikan dan disalahgunakan. Cinta itu tidak cengeng. Kita perlu memikirkan kembali arti Cinta”

Acara yang dihadiri oleh + 60 orang anak muda ini, mampu menyajikan komposisi musik dan kerjasama tim musik yang tergabung dalam Christian Music Community, yang berasal dari beberapa gereja di Jogja. Tim musik ini bermain dengan baik dan berkualitas ditambah dengan para penyanyi yang bersuara merdu dan kompak. Diawali dengan beberapa lagu-lagu pop sekuler seperti When I ’m Falling in Love, You Are My Everything (Glenn Fredly), Semua Karena Cinta, Lagu Tompi dll sangat terlihat konser ini dipersiapkan dengan matang dan terencana. Tampak lagu-lagu ciptaan Glen Fredly sangat mendominasi dalam lagu-lagu bertajuk Cinta yang dinyanyikan malam itu. Mulai dari Solois, Duet, puisi cinta, Koor, Kwartet, menambah variasi dalam menyanyikan lagu-lagu Cinta. Tampak juga tampilan mutimedia dan panggung yang menambah indahnya nuansa Love konser ini.

Berlanjut dengan pujian Without Love we are Nothing oleh Holy Word Choir yang dipimpin oleh Wilson Tamio, membuat atmosfir Concert berubah menuju Christian Love Song. CintaMu Terbesar dari Jacklin Cellose, lagu Bobby One Way turut dilantunkan membawa suasana semakin bersemangat.

Meski tidak banyak yang hadir dari jemaat Gereja Sonopakis sendiri, namun suasana hujan dan dingin menambah syahdunya malam itu. Dengan full band, para pemusik mampu menunjukkan permainan musik dengan tingkat keahlian yang tinggi layaknya Konser Musik Sekuler. Ini juga tidak terlepas dari cukup seringnya para pemusik ini mengisi acara-acara musik sekuler di beberapa tempat. Sebut saja diantaranya: Gitaris (Ibe dan Danny), Niko dari GKKK (Gitar Melodi), Keyboardist (Daniel Agus dan Nova), Drummer (Joko), Bass (Steve)

Mari kita ingat kembali arti Kasih atau cinta dalam I Korintus 13:4-7:

”Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.”

Jumat, Februari 22, 2008

VALENTINE DAY CERIA



"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."



”14 Februari, seluruh dunia pasti tahu itu hari apa?” Ya, tepat sekali itu hari Valentine Day atau Hari Kasih Sayang. Sebanyak 45 orang anggota Komisi Pemuda dan Dewasa Muda Gereja Kristen Kalam Kudus (GKKK) Jogjakarta tampak antusias mengikuti persekutuan Gabungan dalam suasana Valentine Day bertempat di ruang Kebaktian GKKK. GKKK merupakan satu-satunya Gereja Berbahasa Mandarin di kota Jogjakarta.

Acara ini diadakan pada tanggal 16 Februari hari Sabtu pkl. 17.30 WIB-21.00 WIB. Pengurus Komisi sengaja mengadakan persekutuan Gabungan antara Pemuda dan Dewasa Muda untuk saling mengakrabkan diri dan menjalin persekutuan yang hangat. Diawali dengan puji-pujian, tampak ceria semua jemaat yang hadir dengan bentuk acara Lesehan memakai Tikar di lantai. Ev. Roni dalam khotbahnya menjelaskan tentang tema Orang Samaria yang baik hati dari Lukas 10:25-37 dengan penuh semangat dan mampu membuat jemaat fokus mendengar firman dan ilustrasi-ilustrasi yang disampaikan.

Ev. Roni Sofyan mengingatkan untuk tidak tenggelam dalam Komersialisasi Kasih Sayang namun sungguh-sungguh menyatakan rasa Kasih Sayang lewat perhatian dan Kasih yang Nyata layaknya Orang Samaria yang mau berkorban banyak untuk mengasihi dan menolong “Si Korban” yang pada waktu itu antara Orang Samaria dan Israel sangat bermusuhan dan tidak mau saling menyapa. Orang Samaria bagi orang Israel adalah keturunan yang tidak murni karena menikah dengan bangsa lain di luar ke-12 suku bangsa Israel. Inilah penyebab mereka tidak mau tegur sapa dan menjadi bermusuhan. Tuhan Yesus ketika menjawab pertanyaan seorang ahli Taurat yang mencobai Dia tentang bagaimana memperoleh hidup kekal, sebenarnya ingin menekankan bahwa Hidup Kekal bukan dicapai oleh usaha manusia. Yesus mengkontraskan antara kehidupan Imam dan seorang Lewi dengan kehidupan manusia sampah yang tidak dinggap yaitu Orang Samaria. Namun lihatlah BELAS KASIHAN itu membuat Orang Samaria tergerak hatinya untuk menolong. Demikian juga Allah saja yang karena BEGITU MENGASIHI manusia berdosa yang adalah SAMPAH dan Hopeless hidupnya, namun Allah memberikan anugerah Keselamatan. Semua karena KASIH.

Memasuki acara permainan atau Games, peserta lebih antusias lagi dalam mengikuti KUIS LOVILIA yang terdiri dari banyak pertanyaan bervariasi mulai dari Tebak Gambar, Mendengar Lagu dan menebak Judul Lagu, Gambar Peta Alkitab, Pertanyaan Alkitab, Test Intelegensia, dan Menyusun Kata. Juga diceritakan tentang sekilas Sejarah Valentine oleh MC permainan/Kuis. Sebegitu variasinya berbagai pertanyaan Kuis tentu tidak lepas dari Begitu Kreatifnya MC Permainan oleh Sdr. Fong2 dan Alex. Ada yang berbeda lho di Kuis ini!? Kuis LOVILIA ini menggunakan Program Komputer yang dibuat sendiri oleh Tim serta Multimedia LCD dan 2 perangkat LAPTOP serta Headset tuk mendengar dan memutar Lagu serta Pertanyaan di Layar LCD.

Para peserta dan termasuk pengkhotbah, yaitu Ev. Roni larut dalam suasana ceria Valentine dan menariknya Games yang disajikan. Seusai Persekutuan diadakan Acara Ramah Tamah Santap Bersama dan ngobrol diantara peserta yang hadir. Bulan Februari bagi Komisi Pemuda GKKK adalah bulan Relationship dimana telah dibahas bagaimana Menjalin Hubungan yang Tulus dengan Allah, Tema Seks, Kebohongan dan Pelarian serta tanggal 23 Februari dibahas tema “Jatuh Cinta Tanpa Kehilangan Akal Sehat”. Valentine hendaknya tidak hanya dibatasi dengan “ritual” atau kebiasaan memberi hadiah kepada Pacar atau orang yang disukai, namun lebih luas dari itu. Valentine Day hendaknya dimaknai dengan lebih sungguh-sungguh dalam Mengasihi Allah dan Sesama dalam tindakan nyata lewat hidup keseharian kita sebagai Orang Percaya.

Senin, Februari 04, 2008

DARI SAKSI YEHUWA MENUJU LAHIR BARU & PREDESTINASI

Pada hari Selasa (22/01) bertempat di GBI Aletheia diadakan Seminar Membahas Saksi Yehuwa dalam bentuk menonton VCD Tentang Saksi Yehuwa yang berjudul In The Name of Yehuwa. Acara ini diikuti oleh 300 jemaat GBI Aletheia dan para simpatisan. Pdt. Ishak Sugianto selaku gembala siding GBI Aletheia menyatakan bahwa dirinya pernah didatangi oleh Pengikut Saksi Yehuwa pada waktu beliau masih muda. Ketika ditanya kepada jemaat yang hadir siapa saja yang pernah didatangi Saksi Yehuwa, sebagian jemaat yang hadir mengangkat tangannya. Ternyata pergerakan Saksi Yehuwa di Jogja sudah begitu gencar dalam mencari pengikut. Bpk. Heru selaku pembicara seminar dari NAT (Nafiri Allah Terakhir) Surabaya menjelaskan secara detail apa dan bagaimana cara Saksi Yehuwa merekrut para pengikut.

Img0028a
Bpk. Heru dari NAT Surabaya selaku Pembicara Seminar

Acara ini mendapat respon yang positif dari jemaat yang hadir terlihat dari antusiasnya mereka bertanya dalam sesi Talkshow dan Tanya Jawab. Meski Film ini tidak diputar lama karena terbatasnya waktu, namun tidak mengurangi antusias penonton yang dating untuk ikut aktif berdialog. VCD Film In The Name of Yehuwa dijual kepada jemaat setelah usai acara ini. Diharapkan lewat menonton VCD.ini, setiap jemaat dan simpatisan dapat mengetahui dan mewaspadai Gerakan Saksi Yehuwa khususnya di Jogjakarta. Saksi Yehuwa mempunyai percetakan Alkitab sendiri di daerah Jakarta. Alkitab mereka sering disebut Terjemahan Dunia Baru (TDB) yang sering kali menerjemahkan kata-kata dengan tidak tepat dan sesuai dengan interpretasi mereka sendiri. Saksi Yehuwa sudah legal sejak Gus Dur memberikan kebebasan untuk Saksi Yehuwa mendapatkan izin dan berkembang di Indonesia. Sekte/Bidat Saksi Yehuwa pernah mengadakan Perkumpulan Raya di Istora Bung Karno yang diikuti ratusan ribu pengikutnya dari seluruh Indonesia. Saksi Yehuwa tergabung dalam Dirjen Bimas Kristen Protestan meski pada waktu itu banyak menuai protes dari kalangan Kristen. Bimas Kristen memang tidak mengurusi masalah doktrinal atau pengakuan iman.

ONCE SAVED ALWAYS SAVE

Pada hari Selasa tanggal 29 Januari, GBI Aletheia mengadakan Pemahaman Alkitab tentang Bisakah kita kehilangan Keselamatan? Apakah Sekali Selamat Tetap Selamat (Once Saved, Alwayas Save)? Acara ini juga merupakan bentuk Pembinaan Jemaat seperti Sekolah Orientasi Melayani (SOM). Dalam makalahnya, Pendeta Ishak menjelaskan bahwa dalam kekristenan, ada dua pandangan mengenai topik Bisakah Keselamatan Hilang? Ada yang mengimani bahwa Sekali Selamat Tetap Selamat (SSTS) dan ada yang tidak percaya SSTS. GBI Aletheia dan banyak gereja Karimastik dan Pantekosta tidak percaya SSTS. Sedangkan gereja-gereja mainstream percaya SSTS seperti Injili, Reformed, Presbyterian, Calvinis dan Lutheran. Beliau memaparkan banyak alasan mengapa tidak menerima SSTS dalam makalahnya. Ketika dibuka sesi tanya jawab, ada 3 penanya yanga menanyakan pandangan-pandangan menolak SSTS dan terlihat penanya mengimani SSTS. Acara berlangsung selama 2 jam ini diikuti oleh + 350 jemaat dan simpatisan. Satu hal yang harus diperhatikan meski berbeda pendapat tentang tema ini, setiap orang Kristen harus sungguh-sungguh hidup dalam kebenaran dan mau memberitakan Injil Keselamatan dan tidak terus-menerus berbuat dosa. Segala Kemuliaan bagi Allah. AMIN.

Seminar Lahir Baru dan Predestinasi
Dilain tempat, di JBN Jl. Yos Sudarso No. 21 Jogja, pada Rabu-Kamis tanggal 23-24 Januari diadakan Seminar Lahir Baru dan Predestinasi yang diadakan oleh MRII (Mimbar Reformed Injili Indonesia) Jogja dengan menghadirkan Pdt. Ir. Andi Halim, S.Th selaku penyeminar. Seminar ini yang juga merupakan Program Intensif (Runtut Doktrinal) diselenggarakan bekerjasama dengan STRI Jakarta di Jogjakarta. Acara yang berlangsung santai dalam suasana keakraban ini diikuti oleh + 35 orang baik dari jemaat MRII, GKI Gejayan, GBI Aletheia dan GKKK, serta beberapa simpatisan yang tertarik tema seminar ini.

Hari pertama, Pdt. Andi Halim membahas mengenai Manusia berdosa yang dilahirbarukan oleh Roh Kudus. Mengambil sumber dari Yohanes 3 tentang percakapan Yesus dan Nikodemus mengenai Lahir Baru (dilahirkan kembali). Lahir Kembali bukan berarti Reinkarnasi. Pdt. Andi Halim menjelaskan bagaimana keadaan manusia sebelum lahir baru yang mati rohani (Kej 2:17, Efesus 2:1), buta rohani (Mat 15:14, 2 Kor 4:4) dan manusia menjadi lumpuh tak berdaya untuk melaksanakan kebenaran (Yoh 15:5c). Beliau juga menjelaskan mengapa harus lahir baru dan apa arti tidak bisa melihat kerajaan Allah dan tidak masuk Kerajaan Allah. Point terpenting yaitu sebenarnya kita percaya “Yesus” yang mana dalam hidup kita? Apa yang terjadi setelah lahir baru? Beliau menggunakan ilustrasi mayat yang diberi makan, dari mati rohani dihidupkan Allah sehingga mata tercelik dan bisa melihat kebenaran dan misi Kerajaan Allah kemudian melangkah pada pertobatan (menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat). Hasilnya Hidup manusia itu untuk kebenaran dan mengarah pada Teosentris (berpusat pada Allah) bukan antroposentris (berpusat pada manusia).

Img0029a
Pdt. Julio Christano selaku Gembala Sidang MRIIY memimpin Doa Pembuka

Di hari Kedua, suasana seminar tampak lebih serius karena tema yang dibahas adalah Predestinasi. Tidak semua peserta seminar sepakat dengan penjelasan dan pemaparan pembicara. Tema ini memang dirasakan sulit untuk dimengerti. Banyak pertanyaan dan tanggapan yang diajukan para peserta seminar. Bahkan sampai acara seminar masih tampak beberapa orang yang bercakap-cakap dengan pembicara. Beliau menjelasakan mengenai sudut pandang Armenian tentang Predestinasi yaitu bawah Allah menentukan dan menetapkan orang-orang pilihanNya berdasarkan Maha TahuNya Allah. Teologi Reformed mempercayai bahwa penentuan Allah tidak bergantung pada kondisi manusia. Dalam pandangan Teolog-teolog Reformed, Predestinasi terbagi dua yaitu Single Predestinasi dan Double Predestinasi. Beberapa keberatan dari Single Predestinasi terhadap Double Predestinasi yaitu keberatan hati nurani dan menekankan sifat Kasih Allah dan unsure kebebasan manusia. Pertanyaan-pertanyaan yang umumnya diajukan Single Predestinasi terhadap Double Predestinasi misalnya: Allah kejam dan diktator (sewenang-wenang), Allah punya rencana yang jelek (negatif), Allah tidak menghargai hak dan kebebasan manusia (moral), manusia jadi robot dan tidak perlu bertanggung jawab lagi dan menusia hanya menerima nasib atau takdir (menjurus kepada fatalisme). Namun Pdt. Andi Halim memaparkan dasar bagi Double Predestinasi yaitu Roma 9:11-23. beliau menjelaskan tentang perumpamaan Gandum dan Lalang, Domba dan Kambing. Tidak semua peserta puas dengan pemaparan dan penjelasan Beliau. Namun satu hal Beliau anjurkan agar setiap orang Kristen mau terus belajar Alkitab sehingga mendapatkan pencerahan dan pengertian tentang ahal-hal dalam Alkitab. Pdt. Andi Halim, S.Th sebelumnya mengadakan seminar yang sama di Solo pada tanggal 21-22 Januari. Di Solo, pada tanggal 25-26 Januari, beliau membahas 5 point TULIP dari Calvinisme. Beliau adalah juga pengisi acara rohani Radio di Surabaya membahas mengenai Teologi Reformed.
(Tabloid GLORIA Minggu II Februari 2008 dan Tabloid Keluarga Minggu III Februari 2008 )