Banyak orang bertanya, mengapakah dalam kekristenan muncul banyak denominasi?Apakah pengajaran semua denominasi kekristenan sama-sama benar? Apakah pengajaran yang berbeda satu dengan yang lain bisa sama-sama benar? Apakah kebenaran Alkitab adalah kebenaran absolut atau kebenaran relatif? Orang Kristen yang masih sehat pikiran pasti tahu bahwa jika Alkitab adalah firman dari Allah yang satu-satunya, maka kesimpulan yang berbeda-beda tidak mungkin sama-sama benar. Kalau begitu, berarti ada gereja yang salah dan yang benar? Mengapakah bisa demikian? Jawabannya adalah dari cara para pemimpinnya menafsirkan Alkitab. Cara menafsirkan Alkitab adalah penyebab utama adanya kesimpulan yang berbeda-beda. Lalu, cara yang benar seharusnya bagaimana?
Artikel Rohani menarik, Isu Teologi, Cinta, Humor dan perenungan. Fundamental-Baptist-Independent-Alkitabiah, Dispensational in theology, Pre-Tribulational Rapture Pre-millennial, Textus Receptus and Masoretic Text (traditional-text based), Baptism by immersion, Six-day literal creation, Literal and Grammatical and Historical in hermeneutics
Tampilkan postingan dengan label cara menafsir Alkitab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cara menafsir Alkitab. Tampilkan semua postingan
Sabtu, Mei 07, 2016
Senin, November 28, 2011
12 Prinsip Menafsirkan Alkitab dengan Tepat dan Benar
Ada berbagai metolodologi dalam menafsirkan alkitab, berikut ini adalah ringkasan 12 poin utama dari buku Cara menafsir Alkitab dengan Tepat dan Benar (Hermeneutika) yang ditulis Dr. Suhento Liauw.
1. Memperhatikan Kesatuan Alkitab,
2. Wahyu Progresif (Progresive Revelation),
Siapapun yang gagal melihat Progresivitas (perkembangan) Wahyu Tuhan dalam Alkitab akan gagal menafsirkan topik utama Alkitab (doktrin Keselamatan). Ia juga akan gagal melihat perkembangan tata ibadah dari ibadah simbolik ke ibadah hakekat (dalam Roh dan Kebenaran), akibat selanjutnya ialah, akan tersisa bentuk-bentuk ibadah simbolik dan ritual dalam gerejanya. Camkanlah!
3. Perbedaan Aprroach / pendekatan dalam Dispensasi Zaman,
Ada Masa / Dispensasi Tidak Bersalah (The Dispensation of Innocency), Dispensasi Suara Hati (The Dispensation of Conscience), Dispensasi Kepemimpinan Manusia (The Dispensation of Civil Government), Dispensasi janji / Kepemimpinan Para Bapa leluhur (The Dispensation of Promise, or Patriarchal Rule) / Masa Keimamatan Ayah, Dispensasi Hukum Musa (The Dispensation of Mosaic Law) / Masa Hukum Taurat, Dispensasi Kasih Karunia (The Dispensation of Grace) / Masa Gereja, Dispensasi Kerajaan Seribu Tahun (The Dispensation of the Millenium). Umumnya para Teolog Dispensasi menerima 7 dispensasi dengan istilah yg kurang lebih sama.
Langganan:
Postingan (Atom)
