Rabu, Desember 30, 2009

BERBAGAI PENUMPANGAN TANGAN

Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua (I Tim.4:14).

Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah, yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal (Ibrani 6:1-2).

Penumpangan tangan yang dilakukan oleh Rasul Paulus terhadap Timotius dalam suratnya terlihat berhubungan dengan pelaksanaan tugas, bukan tindakan berkat-memberkat. Rasul Paulus tetap konsisten bahwa acara keimamatan berkat-memberkat itu urusan masa lampau, yaitu urusan ibadah simbolik. Kini kita ada di zaman ibadah hakekat tidak ada lagi acara tumpang-menumpang tangan untuk memberkati orang. Berkat Tuhan akan diterima seseorang langsung dari Tuhan tanpa melalui penumpangan tangan seorang imam karena setiap orang percaya adalah imam bagi dirinya sendiri.

Penumpangan tangan Rasul Paulus atas dua belas orang di Efesus (Kis.19:6) adalah pembaptisan ke dalam Roh Kudus. Ada empat kali pembaptisan Roh Kudus (Kis. 2, 8, 10, 19), sesuai dengan tahapan pemberitaan Injil yang dipatok Tuhan Yesus (Kis.1:8), dari Yerusalem, Yudea, Samaria, dan ujung bumi (luar Yahudi) dengan pelaksanaan dua kali tanpa penumpangan tangan (Kis. 2 & 10) dan dua kali dengan penumpangan tangan (Kis. 8 & 19), oleh Rasul Petrus (Kis. 8) pemimpin Rasul untuk orang Yahudi, dan Rasul Paulus (Kis. 19) Rasul Khusus untuk non-Yahudi.

Peran Persekutuan Terhadap Tubuh Tuhan

YANG BAGAIMANAKAH JEMAAT ALKITABIAH ITU?

Jemaat lokal yang terdiri dari orang-orang yang telah diselamatkan dan digembalakan oleh seorang Gembala adalah tubuh Tuhan. Juga disebut mempelai wanita dengan Kristus sebagai mempelai pria. Dalam perannya terhadap dunia ia disebut tiang penopang dan dasar kebenaran, yaitu tempat bagi manusia di dunia untuk mendapatkan kebenaran.

Sekumpulan orang bisa disebut Jemaat Tuhan atau mempelai Kristus, atau tiang penopang dan dasar kebenaran, harus memenuhi dua syarat utama, yaitu; terdiri dari orang-orang yang telah lahir baru dengan keanggotaan yang jelas, dan digembalakan oleh seorang yang paling mengasihi Tuhan.

Terdiri dari orang-orang yang telah lahir baru itu syarat yang pertama dan utama. Jika tidak ada orang yang telah lahir baru, itu pasti bukan jemaat melainkan partai politik atau kumpulan arisan. Tentu kumpulan ini harus memiliki keanggotaan yang jelas, artinya tidak sembarangan orang bisa termasuk ke dalam keanggotaannya. Jemaat lokal yang alkitabiah harus memegang teguh aturan-aturan berjemaat. Yang bisa diterima menjadi anggota adalah mereka yang mengaku bertobat dan percaya di depan jemaat, dan menyerahkan diri untuk dibaptis. Seluruh anggota jemaat jelas siapa yang sudah menjadi anggota bersama mereka dan siapa yang sekedar pengunjung simpatisan. Setidaknya pada saat acara Perjamuan Tuhan, dimana yang bukan anggota dilarang ambil bagian, maka saat itu akan jelas siapa yang telah menjadi anggota dan siapa yang masih tamu. Juga harus ada aturan jika seorang anggota jemaat berturut-turut tidak hadir untuk suatu jangka waktu, maka otomatis keanggotaannya gugur, sehingga jika ia ingin bergabung, maka ia harus menyatakannya kembali kepada jemaat. Gembala jemaat maupun diaken tahu persis siapa yang telah menjadi anggota jemaat dan siapa masih sebagai pengunjung.

Dengan keanggotaan yang jelas barulah bisa diterapkan disiplin jemaat. Proses penggembalaan juga akan lebih mudah dan segala sesuatu akan lebih terkendali. Siapa yang sudah dikeluarkan dan siapa yang masih berstatus sebagai anggota jemaat harus sangat jelas.

The Fundamentalist Must Know the ‘Storm’

Sesi II :

The Fundamentalist must know the ‘storm’ (Fundamentalis harus mengenal badai itu)

Oleh: Dr. Steven Liauw pada waktu dikhotbahkan diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Andrew Liauw

Apakah semua hadirin masih segar? Tema Kongres kita tahun ini adalah ‘Standing Strong Challenging the Storm’ jadi kita tidak bisa berdiri teguh kalau ngantuk. Pada sesi kedua ini kita akan membahas ‘apa itu storm-nya’. Kaum Fundamentalis dikatakan berdiri teguh menantang badai, kita perlu menyelidiki seperti apakah badai yang akan menerpa kita.

Coba kita buka Alkitab kita dalam II Taw 18:12 (silakan baca seluruh pasal 18) “Suruhan yang pergi memanggil Mikha itu berkata kepadanya: “Ketahuilah, nabi-nabi itu sudah sepakat meramalkan yang baik bagi raja, hendaklah engkau juga berbicara seperti salah seorang daripada mereka dan meramalkan yang baik.”

Kalau mau berbicara tentang badai, Mikha jelas tahu bahwa dia sedang berada di dalam badai. Pada waktu itu, Israel sudah terbelah dua, ada yang di sebelah Utara dan sebelah Selatan. Yang menjadi raja di Utara adalah Ahab, sedangkan yang di sebelah Selatan adalah Yosafat. Mereka berdua ini memiliki sifat yang sangat berbeda. Ahab adalah seorang raja yang sangat jahat di mata

Tuhan, dia membunuh Nabot, dia dikendalikan oleh istrinya, Izebel dan dia menyembah berhala. Sedangkan Yosafat adalah seorang raja yang mencari Tuhan dan disertai oleh Tuhan (II Taw 17:1,3).

Jadi Ahab yang di sebelah Utara adalah orang yang mengabaikan Tuhan sedangkan Yosafat yang di sebelah Selatan adalah orang yang mencari Tuhan. Tetapi ternyata ceritanya tidak sesederhana itu. Ahab mengajak Yosafat untuk berperang.

Kongres Kristen Fundamental ke-8

Tanggal 17 Agustus 2006, pada hari kemerdekaan Republik Indonesia, tepat pukul 08.30, Dr. Suhento Liauw tampil ke mimbar untuk memimpin seluruh hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya, yang dikarang seorang pahlawan kemerdekaan yang beragama Kristen, Wage Rudolf Supratman. Sesudah bernyanyi Dr.Liauw berkata, “hari ini adalah hari yang berbahagia bagi orang Kristen yang menjunjung tinggi Alkitab di Indonesia. Kita sudah menjadikan hari ini, yaitu tanggal 17 Agustus sebuah tradisi, untuk menyelenggarakan kongres Kristen Fundamentalis Indonesia, dan kali ini adalah yang ke-8. Mengapa kita melaksanakannya di hari kemerdekaan ini? Karena hanya orang yang sungguh dimerdekakan oleh kebenaranlah yang sungguh merdeka. Oleh sebab itu apakah anda sungguh sudah dimerdekakan?

Apa itu Fundamentalis? Oleh karena grup Fundamentalis tertentu yang belakangan ini suka meneror orang, oleh sebab itu nama Fundamentalis kadang terdengar tidak begitu enak. Tetapi Kristen Fundamentalis tidak demikian. Dalam sejarah dunia maupun sejarah kekristenan, tidak pernah tercatat Kristen Fundamentalis melakukan satu pun kejahatan yang bersifat kekerasan. Karena Fundamental itu artinya kembali ke dasar, fondasinya. Artinya, dasar kita adalah Alkitab maka Fundamentalis Kristen adalah orang yang berdiri teguh di atas fondasi imannya, yaitu Alkitab.

Kristen Kapal Selam

Sabtu, 26 November 2005 saya sedang menonton televisi di salah satu stasiun televisi Indonesia. Saat itu sedang terjadi dialog antara dua pendeta. Salah satu pendeta berkata bahwa Tuhan Yesus telah datang menemuinya dan memerintahkannya untuk merayakan Natal secara besar-besaran di Indonesia, dan akhirnya direalisasikannya dengan mengadakan Natal secara besar-besaran di stadion utama Senayan Sabtu, 4 Desember 2005.

Alkitab Pedoman Hidup Orang Kristen

Hal yang ingin saya garis bawahi di sini adalah bagaimana cara Tuhan Yesus datang kepadanya dengan sebuah perintah! Apakah benar bahwa Yesustelahdatang secara khusus kepadanya?Siapa yangbisamenjadisaksinya? Kenapa hanya kepadanya Tuhan Yesus memberikan perintah? Kenapa tidak ada perintah kepada para nabi dan rasul serta bapak-bapak gereja sepanjang sejarah kekristenan di muka bumi? Akan muncul banyak pertanyaan di kepala setiap orang yang masih berpikiran waras, yang akal budinya masih bisa dikendalikan dengan baik.

Yang pertama harus dipahami adalah bahwa pernyataan pendeta tersebut tanpa saksi. Jadi tidak bisa langsung kita katakan bahwa yang datang kepadanya adalah benar-benar Tuhan Yesus. Untung tidak ada pendeta lain yang berkata bahwa Tuhan Yesus datang kepadanya dengan sebuah pesan agar tidak boleh merayakan Natal karena itu tidak tertulis dalam Alkitab! Seandainya ada, sudah pasti memunculkan pertanyaan, “Kok Yesus plin-plan sih?” sebentar bilang agar natal dirayakan secara besar-besaran, tapi sebentar lagi menyuruh agar natal tidak boleh dirayakan! Sebenarnya kita bisa menarik kesimpulan bahwa apa yang dikatakan pendeta tersebut tidak bisa dipercaya.


KESALAHAN TULIP: Irresistible of Grace (Bag 1)

Point ke-4 Kalvinis ini menyatakan bahwa kasih karunia atau Grace Allah tidak bisa ditolak. Ini konsekuensi logis dari TULIP. Di dalam konsep ini juga sangat dipengaruhi oleh Augustine. Boettner mengatakan, “This cardinal truth of Christianity (I.G) was firt clearly seen by Augustine.” [Lorainne Boettner, The Reformed Doctrine of Predestination, 1932, hal. 365]. Sproul menambahkan, “Augustinianism is presently called Calvinism or Reformed Theology.” [Sproul, The Holiness of God, (Tyndale House Pub. 1993), hal. 273). Padahal Augustine adalah seorang yang percaya akan konsep Purgatory, Asketikisme, dan dipertanyakan kelahiran barunya. Lalu bagaimanakah bisa dikatakan bahwa konsep Augustine alkitabiah?

Jika kita mempelajari konsep Irresistible of Grace (IG) ini secara seksama maka kita akan melihat bahwa konsep ini sesungguhnya seperti oxymoral. Sebab bagaimana dikatakan anugerah, jika itu dilakukan dengan paksaan! Hal ini tidak ada ubahnya dengan si buta bermata elang. Tentu orang yang buta tidak akan memiliki penglihatan seperti elang, karena ia memang buta. Ini adalah pernyataan yang tidak logis. Kalau anugerah itu tidak bisa ditolak, maka itu sama dengan si buta bermata elang yang mampu melihat benda yang jauh yang tidak bisa dilihat mata biasa. Bila keselamatan itu adalah Anugerah, maka ia bisa ditolak, dan kalau tidak bisa ditolak itu bukanlah Anugerah, tetapi pemaksaan kehendak.

Sebuah konsep yang sangat tidak alkitabiah. Kata “grace” muncul 170 kali dalam 159 ayat, dimana ditekankan bahwa kasih/anugerah berasal dari Allah (Allah yang menganugerahkan) namun tidak satu kalipun dikatakan bahwa anugerah yang Allah berikan itu tidak dapat ditolak.

Kisah Sejarah LUCIFER

LUCIFER
Arti namanya yaitu ”pembawa terang”. Ini disebutkan hanya sekali dalam KJV PL, dalam Yesaya 14:12-15:
How art thou fallen from heaven, O Lucifer, son of the morning! how art thou cut down to the ground, which didst weaken the nations! For thou hast said in thine heart, I will ascend into heaven, I will exalt my throne above the stars of God: I will sit also upon the mount of the congregation, in the sides of the north: I will ascend above the heights of the clouds; I will be like the most High. Yet thou shalt be brought down to hell, to the sides of the pit.

14:12 "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
14:13 Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.
14:14 Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!
14:15 Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.

Para pembaca Alkitab dari berbagai generasi percaya bahwa Lucifer itu dulunya adalah malaikat yang melayani Allah dengan pujian dan penyembahan, tubuhnya dipercaya terdiri dari berbagai macam alat musik, ketika ia bergerak, maka alat musik dalam tubuhnya berbunyi dengan indahnya, pada mulanya ia memimpin para malaikat pemuji yang berada di sekitar takhta Allah, namun kemudian ingin menjadi seperti Allah, hendak menyamai Yang Mahatinggi, dia seorang malaikat angkuh yang memberontak melawan Allah, lalu dibuang dari surga ke bumi. (Yehezkiel 28:13)